July 24, 2017

Terror Infinity – Volume 10 / Chapter 8.1

 

Suara itu tidak banyak berkata-kata sebentar. Dilihat melalui sistem pengawas, tim China telah menunjukkan kekuatan yang sangat gila saat ini. Tentu saja, mereka tidak tahu bahwa kekuatan ini tidak bisa bertahan lama, atau bahwa Heng sangat rapuh di antara jedah tembakan. Mereka juga harus menganggap orang lain berada di level yang sama atau serupa.

Suara dingin itu terdengar. “Mengerti. Kami tidak akan membatasi kebebasan anda namun perlu diingat bahwa Corporation tidak suka diancam.”

Zheng tersenyum. “Tidak ada yang mengancam Corporation. Bukankah ini adalah pertukaran yang imbang?”

Tidak ada tanggapan. Kemudian telepon itu ditutup.

Zheng menghela napas lega dan berkata kepada yang lainnya. “Ayo pergi. Tunggu helikopter di atas gedung dan juga makan beberapa makanan. Hoho, berhenti berdiri di sana. Ayo pergi.”

Bergerak melewati mayat, mereka mengikuti Zheng ke dalam gedung. Alice cukup akrab dengan struktur gedung karena dia adalah seorang agen keamanan di sini. Seketika setelah mereka memasuki gedung, sebuah kelompok yang berisi dua puluh penjaga berlari keluar. Para penjaga tidak mengarahkan senjata mereka ke grup, mungkin mereka sudah menerima perintah. Sepuluh dari mereka pergi untuk menjaga pintu sementara sisanya mengikuti di belakang Zheng ke lift.

Beberapa menit kemudian, semua orang mencapai atap. Helikopter belum tiba. Namun, ada meja bundar besar dengan berbagai makanan kaleng dan kemasan. Ini sepertinya yang paling bisa dilakukan oleh penjaga ini dalam situasi ini.

Zheng tidak sungkan. Dia berjalan mendekat dan mulai memakan sekaleng makanan sendirian. Yang lain segera mengikutinya setelah melihat itu. Setelah satu hari satu malam yang berat, matahari mulai terbit dan mereka tidak bisa menahan rasa lapar mereka.

Terdengar suara tepuk tangan, seorang pemuda berjalan ke mereka dengan Nemesis mengikutinya. “Anda layak menjadi pembawa virus T yang berevolusi untuk menikmati makanan yang terinfeksi begitu banyak.”

Zheng menjawab tanpa mengangkat kepalanya. “Apakah anda percaya saya akan melepas kepala anda untuk bermain sepak bola? Jangan berpikir bahwa makhluk di belakang anda dapat melindungi anda, maupun para penjaga itu. Anda harusnya tahu apa yang terjadi di luar gedung. Jika anda tidak tahu, saya tidak keberatan untuk menunjukkannya lagi.”

Senyumnya membeku dan ia tertawa canggung. “Hanya bercanda. Tentu saja aku tahu seberapa kuat anda dan rekan anda. Saya hanya ingin tahu mengapa orang-orang itu mengejar anda. Saya pikir helikopter yang mengejar mereka mengalami masalah. Jika tidak, saya seharusnya sudah menerima laporan sekarang. Bisakah anda ceritakan siapa orang-orang itu?”

Orang ini mungkin belum menerima pesan dari para petinggi. Jadi dia tahu bahwa helikopter itu pergi untuk menyerang tim Devil tapi tidak tahu bahwa mereka telah lenyap. Zheng menghabiskan sekaleng makanan dan berkata. “Anda bisa bertanya pada atasan anda. Jangan ganggu saya lagi. Paham?”

Mata pria itu penuh dengan kemarahan tetapi ketika ia melihat Zheng menggerakan lengannya, ia mengambil satu langkah besar mundur, kemudian berbalik dan berjalan pergi.

Setelah dia pergi, Zheng mengatakan kepada yang lainnya. “Semuanya dengarkan baik-baik. Saat helikopter datang, kita yang akan mengemudikannya sendiri. ChengXiao, apakah kau tahu cara menerbangkan helikopter?”

ChengXiao menggeleng. “Kau pikir aku seorang agen khusus? Saya hanya seorang dokter tentara. Apakah kau pernah melihat seorang dokter tentara menerbangkan helikopter? Ini bukan sebuah novel. Tidak ada orang seperti itu.”

Carlos berkata. “Saya dapat menerbangkan helikopter, tapi kemampuan saya tidak terlalu baik. Jika kalian tidak keberatan, biarkan saya yang melakukannya.”

Zheng mengangguk setuju. “Baik, kalau begitu anda yang akan jadi pilot. Langsung terbang ke pos pemeriksaan. Kita hanya perlu untuk tiba di pos pemeriksaan.”

Carlos mengangguk. Mereka terus makan dengan tenang. Honglu tiba-tiba menarik kemeja Lan dengan lembut dan menunjuk ke Zheng. Lan memahami dia dan terhubung ke pikiran mereka.

Honglu berkata. “Zheng, saya pikir kita harus merencanakan apa yang harus dilakukan jika helikopter jatuh. Jika masih tersisa lebih dari seratus kilometer, kita harus tetap bersama dan mencari tempat defensif untuk menunggu tim Devil. Lalu apakah pertarungan terjadi atau tidak, mereka juga harus bersiap menghadapi serangan nuklir. Umbrella Corporation telah memutuskan untuk mendapatkan virus T mu apapun caranya dan menghancurkan semuanya jika mereka tidak bisa mendapatkannya, sehingga tidak ada orang lain yang dapat memilikinya. Hal ini memungkinkan saat mereka merasa adanya kekuatan lain. Setelah helicopter jatuh dan kau tidak menjawab panggilan telepon, mereka mungkin akan langsung melakukan serangan nuklir.”

“Jika itu terjadi, saya pikir tim Devil tidak akan punya waktu untuk melenyapkan kita. Mereka mungkin akan bernegosiasi dan menyelesaikan misi bersama-sama dengan kita. Kita tidak tahu apa misi tim Devil tetapi itu harusnya antara membunuh atau mengawal karakter film, tidak mungkin menghentikan serangan nuklir atau sejenisnya. Karena jika itu misinya, mereka tidak akan membunuh semua tentara bayaran yang mengejar mereka. Jadi dua kemungkinan ini adalah yang tertinggi.”

“Dengan kata lain, kita harus bisa hidup berdampingan secara damai. Setelah kita membawa karakter film ke pos pemeriksaan, mereka dapat melakukan apapun yang mereka inginkan. Entah membunuh mereka atau membawa mereka pergi.”

Zheng mendesah. “Tidak mungkin ada perdamaian. Meskipun saya belum melihat mereka, tapi aku bisa merasakan tekanan dan niat membunuh yang kuat dari mereka. Aku bisa merasakan bahwa mereka ingin membunuh kita semua. Tidak ada cara damai. Lanjutkan.”

Honglu mendesah. “Baik, bahkan jika kita tidak bisa hidup berdampingan, setidaknya kita bisa bertahan lebih lama. Selama mereka berpikir membunuh kita semua akan memiliki dampak besar pada mereka, kita memiliki dasar untuk negosiasi. Kita bisa berkompromi dan membiarkan mereka menyelesaikan misi mereka terlebih dahulu. Kita semua hanya perlu bertahan hidup. Jika tidak, mereka bisa terkena serangan nuklir bersama kita.”

Zheng bertanya. “Mengapa kita tidak cari saja tempat untuk bertahan di sini? Bukankah kita akan memiliki kesempatan lebih tinggi jika kita memanfaatkan teknologi Umbrella Corporation?”

Honglu menggeleng. “Saya bertaruh. Kita tidak tahu apakah tim Devil memiliki senjata area yang besar atau beberapa skill lainnya. Jika mereka melakukannya, semua yang bisa kita lakukan hanya lari. Jadi satu skill bisa melenyapkan kita jika kita tinggal di satu tempat. Itu sebabnya kita hanya akan melakukannya saat kita sudah tidak bisa lari lagi, seperti saat jarak kita lebih dari seratus kilometer jauhnya dari pos pemeriksaan. Jika kita sudah dekat, maka saya lebih suka berpisah dalam beberapa kelompok dan menuju ke pos pemeriksaan.”

Zheng berpikir sejenak dan setuju dengan rencana tersebut. “Apakah kita harus berpencar? Apakah ada metode atau perangkap yang memungkinkan kita untuk melawan mereka? Berpencar dan lari membuat kita terlalu reaktif. Ini bukan seperti kamu yang biasanya.”

Honglu tersenyum pahit. “Kau pikir aku benar-benar ingin begini? Strategi dan akal adalah lelucon di depan kekuatan yang mutlak. Strategi hanya berguna ketika kedua belah pihak setara dalam hal kekuatan atau ada sesuatu yang sangat bermanfaat bagi kita. Melakukan kontak dengan Umbrella Corporation adalah sebuah strategi, tetapi apakah itu efektif? Hasil yang terlihat dari keenam helicopter itu telah memberi kita jawabannya.”

“Jadi saat tiba pada titik dimana kita harus lari, kita hanya harus berpisah dan lari.”

 

Translator / Creator: isshh