July 19, 2017

Terror Infinity – Volume 10 / Chapter 6.3

 

Mata Zheng tampak merah. Dia berteriak. “Maju! Maju lebih cepat!” Lalu ia mengayunkan pisau sepanjang sisi bus, memotong lengan zombie. Yang lainnya di belakangnya juga mulai menembaki zombie. Ledakan itu datang tepat waktu yang memungkinkan bus untuk bergerak maju. Jumlah zombie berkurangi drastis setelah mereka memasuki area ledakan itu.

Pada saat yang sama, mata Heng mulai tidak fokus. Focused State of Mind menghapus rasa takutnya dari pertumpahan darah ini. Lan menghubungkannya ke Soul Link bersama dengan Zheng dan Yinkong, sehingga akurasinya mencapai hampir seratus persen. Ketika creeper pertama itu melompat ke mereka, dia sudah siap dengan panahnya. Begitu creeper itu mendarat, seketika creeper itu berubah menjadi debu.

Alice dan para karakter film menatap busur itu dengan mata terbuka lebar tak percaya. Mereka bahkan tidak melihat jejak panah. Tembakan itu seperti laser. Kekuatan, kecepatan, dan ketepatannya membuat karakter film terkejut. Mereka sudah pernah melihat Heng membawa busur itu, tapi tidak ada yang tahu kekuatannya sampai sekarang.

“Semuanya berdiri tegak!”

Zheng tidak punya waktu untuk mengurusi orang lain. Dia menatap ke depan di mana zombie yang tak terhitung jumlahnya mulai terlihat lagi. Kota ini memiliki setidaknya 200 ribu penduduk. Jika bahkan setengah dari penduduk ini berubah menjadi zombie, maka itu akan kurang lebih 100 ribu. Setidaknya ada sepuluh ribu zombie di sekeliling mereka sekarang. Tidak hanya zombie tetapi juga creeper, anjing, dan yang bermutasi dengan tentakel di seluruh tubuhnya. Jika bus berhenti di sini, tidak ada peluang bagi mereka untuk hidup.

Zheng mengertakkan gigi. Dia mengambil granat lainnya dan melemparkannya. Jalanan ini adalah hanya beberapa kilometer panjangnya tapi bus itu sudah tertutup oleh daging-daging busuk. Kelompok ini juga sudah merasa lelah, tapi zombie di sekitar mereka sudah mulai berkurang.

Zheng mendesah lega dan berteriak. “Periksa senjata dan amunisi kalian. Saya masih memiliki banyak peluru di sini. Heng, berapa banyak anak panahmu yang tersisa? Ada yang terluka?”

Mereka melaporkan amunisi mereka. Peluru Zheng hanya bisa digunakan oleh Alice dan senjata para pemain. Carlos memiliki dua magazine tersisa tapi pertempuran jarak dekatnya cukup baik bahkan jika ia kehabisan peluru. Heng memiliki enam puluh empat panah yang tersisa. Honglu telah menghabiskan satu stafnya. Kedua pemula, wanita, dan LJ itu ketakutan. Wajah mereka tampak putih pucat. Sebaliknya, Angela tetap di kursinya dengan tenang sepanjang waktu, seolah-olah dia tidak merasakan bahaya dari zombie-zombie itu.

Jill membagikan rokok yang diberikan Zheng selama beristirahat. Dia mengisap dalam-dalam kemudian berkata. “Ini mengerikan. Jika virus ini menyebar ke luar kota, manusia mungkin akan punah.”

Alice juga mengambil sebatang merokok. “Tidak hanya mengerikan. Aku tidak tahu apa yang menyebabkan virus itu mulai berkembang. Apa kalian sadar bahwa ada sekelompok zombie yang memburu zombie lainnya? Zombie itu penuh dengan tentakel setebal sebuah lengan dan menyerap zombie lainnya ke dalam tubuh dan tumbuh lebih besar setiap kalinya. Aku pernah melihatnya dalam sebuah kawanan. Aku tidak tahu bagaimana virus ini akan berakhir. Semoga kita tidak menjadi makanan bagi zombie bertentakel itu.”

Kata Zheng. “Tidak peduli apapun, hidup adalah hal yang paling penting bagi kita sekarang. Mereka seharusnya telah memasuki pusat kota sekarang. Tidak tahu apakah mereka juga akan diserang oleh zombie yang tak terhitung jumlahnya.”

Di dalam sebuah tempat parkir barat laut dari grup. Sebuah mobil menyala dan melaju keluar dari gerbang. Sopir itu berteriak sampai beberapa orang di belakangnya memarahinya dan dia berhenti. Tubuhnya bergerak seperti sedang mengikuti irama.

Pikiran setiap orang terhubung dengan dua pengguna kekuatan jiwa. Mereka terkejut melihat sekawanan besar zombie dan satu zombie special yang besar melalui scan jiwa.

Clone Zheng mencibir. “Trik bodoh dari dewa. Mencoba hentikan kami dengan zombie ini dan meningkatkan bahaya. Menyedihkan. Tunggu di sini sebentar.” Dia menendang jendela dan naik ke atas kendaraan.

Clone Zheng mengisyaratkan dengan tangannya. Sepasang tulang tiba-tiba tumbuh dari punggungnya. Tulang tumbuh lagi dan lagi kemudian menjadi sepasang sayap berselaput hitam. Kulitnya bewarna hitam murni. Pembuluh darah dan tulangnya terlihat samar-samar di bawah kulit.

Dia tertawa dingin dan melompat dari kendaraan kemudian berlari ke depan.

Saat kendaran itu berhasil mengejarnya, clone Zheng sedang memegang sebuah broadsword yang dilapisi api gelap. Di area di depannya terdapat bekas terbakar. Potongan zombie yang masih berapi. Banyak creeper dan zombie bertentakel besar tercabik-cabik. Clone Zheng adalah satu-satunya yang masih utuh.

“Itu tidak terlalu banyak zombie tapi ada beberapa yang bermutasi. Ini mungkin cara dewa untuk membatasi kita dengan menggunakan kekuatan yang lebih kuat.”

Clone Zheng mengepakkan sayapnya dan terbang ke atas mobil. Dia duduk dan berkata. “Maju, kejar dan bunuh mereka semua!”

Pada saat yang sama, Zheng juga bertemui dengan zombie bertentakel besar. Zombie ini seperti seekor gurita. Tentakel mereka memiliki kekuatan untuk mengisap. Ini bisa mengisap daging dan tulang saat terjadi kontak fisik. Mereka barusan melihat satu zombie lenyap dengan cara itu. Setiap kali mereka mengisap zombie, mereka akan tumbuh lebih besar. Yang ada di depan itu setinggi tiga meter.

Ini melompat keluar dari atas bangunan. Ketika Heng menyadarinya, zombie tentakel itu sudah di atas bus dan ia tidak bisa membidiknya. Yang lain terus menembak dengan pistol mereka. Kemudian tentakel itu muncul lewat jendela dan mengisap lengan JiangZhe. Tentakel itu menariknya ke jendela sebelum ia bahkan bisa menjerit, setengah lengannya sudah hilang.

Zheng mengawasi semua orang melalui scan jiwa. Ketika JiangZhe sedang ditarik, dia berlari dan menebaskan pisaunya. Namun, tentakel itu sudah keluar dari jendela sehingga ia memotong putus lengan itu. Darah memercik dari luka dan JiangZhe jatuh ke belakang.

“Heng, bidik lewat scan. Cepat tembak!” Zheng berteriak karena ia melihat tentakel-tentakel itu melambai-lambai di sekitar bus, bersiap untuk menyerang mereka.

Heng menarik busurnya segera setelah Zheng berteriak. Sebuah panah ditembakan tepat melewati atap bus lalu semua tentakel yang ada di dalam bus seketika layu. Tubuh utama zombie tentakel itu hancur dan tentakel-tentakelnya jatuh ke tanah.

“Hati-hati! Heng, terus tembak, jangan menghemat panah. Sisakan saja dua puluh, tidak, sepuluh anak panah! Tembak!”

Zheng berteriak dan meraih bagian atas bus. Ia menarik dirinya. Yang mengejutkan, Yinkong juga ikut ke atas.

Zombie-zombie tentakel mulai berdatangan dari kedua sisi jalan. Beberapa dari mereka mencapai bus dan beberapa jatuh ke atas bus. Serangan Yinkong dengan kawat memori sangat mengesankan. Dia memisahkan sebuah zombie tentakel menjadi beberapa bagian dengan sekali cambuk.

Zheng senang melihat hal itu. Dia memegang pisau dengan tangan kanannya dan mengambil Kitab Orang Mati dengan tangan kirinya. Dia membaca tulisan Mesir kuno. Ketika gelombang zombie berikutnya datang, beberapa batu besar keluar dari tanah dan menusuk zombie-zombie itu. Bus tersebut mengambil kesempatan ini untuk kabur.

 

 

Translator / Creator: isshh