July 12, 2017

Terror Infinity – Volume 10 / Chapter 5.1

 

Zheng tidur siang selama satu jam. Kemudian ia terbangun karena ia tidak merasa lelah dan dia semakin cemas. Perasaan ini datang tanpa alasan apapun, seperti ada bahaya yang datang. Bahaya itu bukan datang dari zombie, creeper, atau Nemesis, tapi sesuatu yang jauh lebih kuat. Dia merasa bahwa tim Devil itu lebih berbahaya daripada yang ia bayangkan.

Yang lain juga tidak bisa tidur. Alice hanya tidur siang sebentar. Semua orang duduk dalam keheningan.

Alice bertanya. “Zheng, apa rencanamu setelah ini? Corporation akan selalu mengawasimu. Saya pikir mereka akan mengirim tentara bayaran untuk menangkapmu. Kau tidak bisa kabur.”

Zheng melihat keluar jendela dan bergumam. “Tidak akan lari lagi. Saya akan bertarung ketika saatnya tiba. Bagaimana denganmu? Apa yang kamu rencanakan? Kau juga adalah subjek percobaan mereka.”

Alice mendesah dan tidak menjawab. Jill menyalakan rokok kemudian berkata. “Paparkan kebenaran tentang Umbrella Corporation. Biarkan publik tahu perusahaan seperti apa itu. Aku ingin membiarkan seluruh dunia tahu itu. Meskipun akan sulit tetapi jika aku berhasil melarikan diri hidup-hidup dari kota ini, aku akan melakukan semua yang saya bisa. Aku akan selamanya merasa bersalah jika saya tidak melakukan sesuatu setelah melihat penderitaan kota ini.”

Wanita itu merekam percakapan mereka dengan camcordernya. Bus berhenti mendadak, hampir melemparkan semua orang dari kursi mereka. Seorang pria kulit hitam datang di samping jendela dan berkata sambil tersenyum. “Hey guys, polisi itu, apakah anda masih ingat saya? Anda menyelamatkan saya di kantor polisi. Dengar, aku bersih. Tidak ada luka, tidak ada bekas gigitan. Bagaimana saya ikut bersama kalian?”

Jill mengangguk ke yang lainnya. ChengXiao bersiul dan membuka pintu. Pria kulit hitam segera masuk dengan kegembiraan dan berkata keras. “Terima kasih banyak. Ha ha. Aku sudah berjalan non stop. Zombie itu akan berkumpul di sekitar saya setiap kali saya mencoba untuk beristirahat. Kaki saya terasa mati rasa. Saya akhirnya bisa duduk sekarang. Nama saya Lloyd Jefferson Wayne. Kalian bisa memanggil saya LJ.”

Dia jelas seorang yang supel. Dia tidak berhenti berbicara sejak dia bergabung. Meskipun itu sedikit meredakan suasana dalam situasi ini. Namun, yang lain tidak dalam mood untuk berbicara sehingga hanya dia yang berbicara sepanjang waktu.

“Sebelum saya bertemu kalian, aku melihat seekor zombie anjing besar berjalan di seberang jalan. Anjing itu tampak mengerikan. Itu lebih besar dari singa dan bisa menggigit kepala zombie anjing lainnya. Untungnya, dia tidak melihat saya.” Dia berkata denga ketakutan

Alice tidak tahan lagi. “Ok, Kau bisa diam. Zombie ada di mana-mana di kota ini. Hal-hal yang kau lihat tidak layak membuatku terkejut lagi.”

LJ tertawa. “Jangan begitu yakin. Aku melihat ada yang membawa senjata. Tingginya dua meter, seperti seorang pria berotot. Dia tidak memakan orang dan hanya membunuh dengan minigun dan RPG. Jika saya tidak bereaksi tepat waktu, saya pasti sudah mati sekarang.”

Mereka tahu LJ sedang berbicara tentang Nemesis, lalu semua orang memandang Zheng, yang bahkan lebih menakutkan daripada Nemesis. Kekuatannya jauh melampaui orang normal dengan mengalahkan Nemesis satu lawan satu.

Bus memasuki pusat kota dan menuju sekolah. Ada semakin banyak zombie muncul di jalan-jalan. Meskipun bus melaju langsung ke mereka, tidak semua zombie itu terlempar. Beberapa dari mereka hancur di bawah bus dan meninggalkan jejak berdarah. Setiap orang harus mulai menembaki zombie yang terlalu dekat. Untungnya, bus melaju cukup cepat untuk meninggalkan daerah ini sebelum terlalu banyak zombie berkumpul di sana.

Satu jam kemudian, mereka bisa melihat penampakan sekolah. Jalan ini agak sepi tanpa zombie atau cahaya.

Semua orang turun dari bus dengan Zheng dan Alice memimpin jalan. Yang lain mengikuti di belakang mereka. Di sisi jalan ada dua anjing liar. Pintu dan gerbang itu dalam keadaan terbuka sehingga anjing-anjing liar itu mungkin sudah menjadi zombie sekarang.

Zheng berpikir sejenak dan berkata. “Tidak perlu semua orang yang masuk. Alice, Yinkong dan saya yang akan pergi mencari gadis itu. Yang lain tunggu di sini. Tentu saja, jika kalian ingin mati, kalian bisa ikut. ChengXiao, Heng, dan Jill lindungi yang lainnya. Itu saja. Lan, bisakah kau menemukannya?”

Lan menggeleng. “Tidak, saya tidak bisa merasakan lokasinya. Kalian harus pergi mencari. Hati-hati.”

LJ dan dua pemula itu tidak mau masuk sekolah menyeramkan ini dari awal, sehingga mereka dengan cepat mengangguk setelah mereka mendengar kata-kata Zheng. ChengXiao, Heng, dan Jill juga mengangguk, mereka memegang senjata mereka dan berjaga ke tiga arah. Melihat ini, Zheng berjalan ke sekolah.

Dia memerintahkan Yinkong. “Yinkong, anjing-anjing itu sangat cepat. Jangan dekati mereka dan gunakan kawatmu. Kalian tunggu sebentar.”

Zheng tersenyum dan mengambil beberapa tulang, pasir, dan Kitab Orang Mati. Dia meneriakkan mantra. Tulang dan pasir dikombinasikan untuk membentuk empat mumi.

Ekspresi Yinkong tidak berubah tapi Alice terkejut. Dia mengarahkan pistolnya pada mumi dan berteriak. “Zheng! Apa ini!? Zombie? Virus T yang berevolusi?”

Zheng segera memegang lengannya dan berkata. “Hoho, santai. Makhluk ini berada di bawah kendali saya. Mereka tidak akan membahayakan kita. Santai. Pergi, bunuh semua zombie di sekolah ini!”

Mumi berbalik dan menyebar. Mereka berlari sepanjang dinding atau langit-langit dan segera menghilang dari pemandangan mereka.

Alice terus menatap sampai mereka tidak terlihat lagi sebelum menurunkan pistolnya. “Makhluk apa itu? Apakah kau seorang penyihir? Bagaimana kau bisa menggunakan ilmu hitam seperti itu?”

Zheng melambaikan tangannya. “Itu hanya trik. Jangan khawatir. Hoho.”

Baru saja ia selesai berbicara, ada suara tembakan dan teriakan seorang pria yang berasal dari kelas di lantai dua. Mereka bertiga berlari ke tangga.

Begitu sampai di atas, sebuah senapan mengarah ke mereka dengan laser pointer di atas kepala mereka. Seorang pria dalam pakaian tentara bayaran dengan ganasnya berkata. “Sial, kalian mencoba untuk menakut-nakuti? Katakan sesuatu jika kalian masih hidup! Makhluk apa tadi itu? Tengkorak dengan baju besi dan memegang senjata yang berjalan di langit-langit. Saya pikir itu adalah creeper. Tidakah kalian melihat makhluk itu saat kalian kemari?”

Mereka bertiga tersenyum pahit karena apa yang ia sebut adalah ciptaan Zheng. Mumi yang belum sempat membunuh zombie itu dibunuh oleh pria ini. Meskipun ia tidak menyalahkannya karena tengkorak berbaju besi pasti akan membuat takut siapapun di dunia penuh zombie ini. Pria ini punya kontrol diri yang cukup besar untuk tidak langsung menembak mereka bertiga ketika mereka tiba.

Setelah ketakutannya mereda, ia menghela napas lega dan berkata. “Sial, aku sangat takut. Kalian punya rokok?”

Zheng mengambil satu pack dan melemparkannya. “Apakah kau juga di sini demi gadis kecil itu? Apakah kau menemukannya?”

Pria itu mengisap rokok dan berkata. “Barang bagus. Tidak, belum ketemu, tapi pemimpin kami pergi ke lantai atas. Peluangnya tipis. Semua siswa yang kita lihat di jalan sudah menjadi zombie. Gadis itu mungkin juga sudah menjadi salah satunya. Kami hanya melakukan yang terbaik untuk mencarinya.”

“Aku minta maaf. Apakah kalian mencari saya?”

Sebuah suara ketakutan terdengar dari kegelapan. Semua orang terkejut sejenak. Alice dan tentara bayaran itu mengarahkan senjata mereka ke arah suara itu.

Seorang gadis kecil berjalan keluar dari kegelapan itu. Wajahnya dipenuhi dengan ketakutan tetapi juga terlihat tenang dan lega.

 

Translator / Creator: isshh