July 9, 2017

Terror Infinity – Volume 10 / Chapter 4.1

 

Zheng terus mengemudi. Tidak ada banyak mobil di jalan ini. Jadi dia bisa mengemudi dengan kecepatan tinggi. Satu jam kemudian, mereka mencapai titik kemacetan.

Ketika dia berbalik, Lan bersandar di sisinya dengan mata tertutup. Dia telah bersikap lebih sopan dan menahan dirinya sejak film terakhir. Itu membuatnya merasa dia sedang bersama orang asing. Dia menghela napas setiap kali ia melihat Lan seperti ini.

“Ok, semuanya bangun. Kita berjalan lagi. Bangun!” Teriak Zheng. Yang langsung membangunkan mereka, kecuali wanita dan dua pemula itu yang masih sedikit pusing.

Zheng melihat ke jalanan yang padat itu dan berkata. “Kita akan sampai di jembatan setelah melewati bagian ini. Lalu kita akan mencari mobil di seberang jembatan. Ini mungkin akan mulai berbahaya dari titik ini.”

Wanita itu bertanya. “Bahaya apa? Zombie?”

Zheng tidak bisa benar-benar mengatakan bahwa ada Nemesis yang sedang menunggu di bawah jembatan untuk menyergap mereka. “Hanya perlu ekstra hati-hati.” Dia berjalan keluar dari bus.

Setelah berjalan melewati mobil yang masih terbakar, mereka melihat sebuah jembatan di depan mereka. Zheng melangkah di depan Alice dan naik duluan, diikuti oleh Alice, Jill, polisi kulit hitam, dan wanita itu. Para pemain tahu plotnya sehingga mereka melambat dan agak menjauh di belakang yang lain.

Alice tiba-tiba menunduk dan berkata. “Ada sesuatu di sana. Sesuatu yang mengawasi kita.”

Pada saat yang sama, Lan terhubung ke Zheng dengan Soul Link dan scan jiwa. Mereka bisa melihat humanoid sekitar tiga ratus meter jauhnya. Minigunnya mengarah ke kelompok ini.

“Menunduk!”

Zheng berteriak dan menunduk di tanah. Yang lain mengikuti. Namun, polisi kulit hitam itu tidak begitu beruntung saat sebuah peluru pantulam mengenai kepalanya.

Jill segera memegang mayatnya. Alice bangkit dari tanah dan hendak berlari kemudian ia melihat Zheng melompat lebih dari sepuluh meter jauhnya dan terus berlari ke rakasa humanoid itu.

” Umbrella Corporation! Saya tahu kalian sedang mengawasi kami dan bisa mendengar kita!”

“Saya ingin membuat kesepakatan dengan kalian. Ingat, itu adalah pertukaran. Kita saling membutuhkan, kami tidak mengharapkan kebaikan kalian!”

“Tubuh saya memiliki virus T yang telah berevolusi, yang mungkin kalian inginkan. Aku akan menunjukkan kekuatan ini dan jika kalian tetap akan menyerang kota besok, aku akan mati di sini bersama dengan virus T yang telah berevolusi ini.”

Zheng berteriak sambil berlari. Dia menempuh tujuh meter dengan setiap langkahnya menggunakan teknik gerakan dan high level Qi. Tiga ratus meter ini ditempuh hanya dalam sekejap mata. Dia mencapai Nemesis itu dan menghantam dadanya sebelum minigun itu bisa menembak lagi.

Ukuran mereka tampak begitu tidak proporsional. Zheng tinggi dan ramping, tapi itu tidak ada apa-apanya di depan Nemesis, yang ukurannya dua setengah orang normal. Lebih lanjut, Zheng tidak terlihat berotot.

Bang! Dengan suara keras seperti saat seseorang memukul sebuah sandbag, lalu Nemesis itu terpental sejauh lima meter. Mata Zheng tampak tidak fokus setelah pukulan ini. Ia langsung masuk ke tahap dua. Dia harus memperlihatkan kemampuannya sehebat mungkin di hadapan Corporation, sehingga ia harus menggunakan kekuatan terkuatnya untuk mengalahkan prajurit terkuat dari Corporation itu!

“Maafkan aku, Matt.”

Saat Nemesis jatuh ke tanah, Zheng berlari dan menginjak ke arah lengan kanannya. Namun, itu meleset dan mengenai lantai beton. Lantai itu langsung retak. Nemesis itu juga sangat cepat. Tampaknya seperti dalam tahap pertama pada modus berserk.

Nemesis bangkit dan menyerang Zheng dengan kepalannya, yang seukuran kepalanya. Zheng memperbesar otot-ototnya dan menahan tinju Nemesis dengan kepalan tinjunya. Saat kedua tinju itu bertabrakan, Nemesis menjerit dan menarik lengannya kembali.

Pada saat yang sama di sebuah pangkalan militer di luar kota. Beberapa peneliti melihat ke layar dengan syok. Layar itu menunjukkan kondisi tubuh Nemesis saat ini dan data dari lawannya.

“Lengan kiri menderita patah tulang, tulang rusuk patah, kekuatan keseluruhan berkurang 30%. Komputer memperkirakan kesempatan menang adalah kurang dari 5%. Di pihak musuh memiliki kekuatan luar biasa. Kecepatannya setidaknya tujuh kali dari Nemesis dan kekuatannya lebih dari tiga kali lipat. Dia delapan kali lebih kuat dari Nemesis!” Salah satu peneliti berteriak.

Seorang supervisor yang terlihat masih muda mengatakan. “Tidak, tidak mungkin! Nemesis adalah bioweapon terkuat yang kita rancang. Ini bisa melawan seratus tentara sendirian saat memiliki sebuah senjata. Bagaimana bisa orang sekecil itu bisa mengalahkannya? Bagaimana dia bisa memiliki kekuatan seperti itu tanpa mengubah fisiknya?”

Zheng menjaga jarak sejauh satu meter dari Nemesis. Jika tidak, Nemesis bisa menggunakan senjata api beratnya. Zheng tidak ingin membunuh Matt, jadi dia harus tetap menjaga jarak untuk tetap dekat dan lalu menyerang. Setelah beberapa serangan, ia mematahkan lengan Nemesis yang satunya. Ini telah kehilangan kemampuan untuk bertarung kali ini.

(Tidak cukup. Tidak cukup hanya dengan ini!)

Zheng berpikir dan berlari ke arah jembatan. Para peneliti juga bingung. “Apa yang akan dia lakukan? Mengapa dia melarikan diri? Bukankah keunggulan ada di dia sekarang?”

Zheng sampai di jembatan dan menghantamnya, menggunakan Qi kali ini. Serpihan-serpihan beton terbang ke segala arah dan baja penyanggah terlempar jauh. Ini menciptakan sebuah lubang dengan diameter dua meter, hampir membagi jembatan itu menjadi dua.

Kekuatan Zheng sendiri tidak begitu besar. Namun, Qi-nya tetap mempertahankan properti korosif selama peningkatan dan itu menjadi lebih kuat. Sebagian besar kerusakan itu disebabkan oleh korosi itu. Orang dengan pengelihatan yang baik bisa melihat bahwa tidak ada beton sebanyak itu terbang seperti yang diperkirakan. Meskipun perhatian semua orang terfokus pada lubang itu saat ini.

Zheng mengambil napas dalam-dalam dan berdiri di depan Nemesis. “Ada telepon umum di depan. Saya tahu kalian dapat berbicara dengan saya melalui itu. Virus T milik saya ini melampaui apa yang dapat kalian bayangkan. Jika kalian ingin mendapatkannya, maka perlihatkan ketulusan kalian.”

Supervisor itu segera berteriak. “Cepat, panggil wakil direktur. Tidak, panggil direktur. Batalkan serangan udara besok. Perintahkan mereka untuk membatalkan serangan udara dan mengirim lima, tidak, tujuh kelompok tentara bayaran. Perintahkan juga untuk membawa Nemesis # 2. Mari kita lihat bagaimana virus T yang telah berevolusi itu menghadapi sampel super kuat kita. Jika kau bisa menang lagi dengan kekuatan yang luar biasa, maka kau adalah milik kami!”

 

Translator / Creator: isshh