July 8, 2017

Terror Infinity – Volume 10 / Chapter 3.2

 

Dengan kilatan cahaya perak, pisau muncul di kepala yang busuk itu. Yinkong berada di lempar pose.

ChengXiao tertawa. “Gadis assasin benar-benar menakjubkan, tetapi kau tidak perlu sepotong tebal kain ini. Ini menyembunyikan bentuk tubuhmu. Bayangkan saja, seperti figur yang indah.”

Yinkong berbalik dan menebas sebuah tengkorak dii bawah kakinya, lalu berkata dingin. “Dua kali lagi dan aku akan membunuhmu.”

ChengXiao melihat ke pisau api itu dan tertawa canggung.

Mereka berdiri di atas kuburan. Mayat bermunculan dari dalam tanah satu demi satu. Beberapa dari mereka tampak kehijauan, dan beberapa dikerumuni belatung. Zombie-zombie ini masih bisa bergerak dan melompat ke mereka.

Yinkong dengan mudah mengoyak mayat yang muncul di bawah tempat mereka berdiri. Zheng dan Alice berlari ke dalam gelombang zombie. Mereka berdua memasuki modus berserk. Meskipun Alice tidak memiliki kekuatan seperti milik Zheng, virus T masih memberikan peningkatan yang cukup pada statistinyak. Selain itu, dia berbeda dari para pemain lainnya, ia bisa memanfaatkan 100% dari statistiknya. Ditambah, dia hanya lebih lemah dari satu atau dua orang dari tim China dalam hal kemampuan tempur.

Gaya bertarung Zheng lumayan barbar. Kekuatannya sangat tinggi. Beberapa zombie terpotong setengah dengan satu tebasan pisaunya. Kemudian ia mengeluarkan minigunnya lagi. Bahkan tidak ada zombie yang bisa mendekatinya.

Namun, bahkan dengan kecepatan membunuhnya Zheng dan Alice, ada lebih banyak zombie yang maju setiap detiknya. Zombie juga mengeluarkan aroma yang tajam setelah mereka terluka. Alice berteriak. “Ini tidak ada habisnya. Ayo kita lari lewat belakang gereja!”

Zheng mengangguk. “Semuanya lari ke belakang. Aku akan melindungi kalian! Cepat!”

Yang lain mengikuti Alice ke belakang. Zheng mengambil granat dengan daya ledak tinggi. Dia benar-benar tidak pernah menguji kekuatannya. Dia melemparkan granat ke dalam kerumunan zombie kemudian mengejar yang lain dengan teknik gerakannya. Setelah ia berlari sejauh tiga puluh meter, gelombang panas tiba-tiba mendorongnya dari belakang dan menerbangkannya ke depan. Yang lain melihat ke Zheng dengan terkejut.

Kuburan itu telah menjadi lautan api. Semua zombie menghilang. Ledakan itu membuat sebuah lubang besar di tengah dan merusak bangunan sekitarnya. Dengan diameter seratus meter. Granat yang hanya sebesar kepalan tangan, tapi sesuai dengan reputasinya.

Zheng berdiri kembali dan mengangkat bahu. “Sial, benda buatan dewa gak main-main.”

Para veteran tertawa. Alice menatapnya selama beberapa saat lalu berkata. “Ayo pergi. Ledakan dan kebakaran itu mungkin menarik lebih banyak zombie dan creeper. Ayo kita pergi dulu.”

Tanpa basa-basi, mereka mengikuti Alice ke jalanan. Jalanan itu kosong tetapi beberapa gedung tinggi masih memiliki lampu. Sepertinya generator masih bekerja. Meskipun lampu jalan sudah mati, mereka tidak perlu khawatir dengan sergapan dari kegelapan lagi.

“Jadi kalian tidak tahu di mana Matt dan One?” Tanya Alice.

“Kami lolos dari laboratorium dengan sebuah keberuntungan. Ceritanya panjang. Bagaimana dengan anda? Anda pergi langsung ke pos pemeriksaan setelah sadar?”

Alice mengangguk. “Iya. Melihat begitu banyaknya zombie dan creeper, kita harus keluar dari kota ini saat kita masih memiliki amunisi. Jika tidak, kita bisa terjebak di sini.”

Jill tiba-tiba menyela keras. “Hei, kalian punya kekuatan dan senjata, kenapa kalian tidak pergi menyelamatkan warga sipil? Harusnya ada banyak warga sipil di pusat kota. Mengapa kalian tidak pergi menyelamatkan mereka?”

Zheng tidak menjawab dan terus berjalan diam-diam. Alice menatapnya dan berkata. “Kamu ingin tahu kenapa? Karena tidak ada manusia yang hidup di pusat kota. Kami adalah yang terakhir!”

Jill membuka mulutnya. Polisi kulit hitam itu menepuk bahunya untuk menyuruhnya berhenti. Jill mendesah dan mengikuti kelompok.

Alice bertanya. “Jadi kalian baru saja kembali dari pos pemeriksaan? Apakah itu benar-benar tertutup?”

Sebelum Zheng bisa menjawab, sebuah telepon umum di samping jalan  berdering. Dering itu begitu tiba-tiba sehingga mengejutkan mereka. Zheng berjalan mendekat dan mengangkat telepon itu. “Apakah anda ingin meninggalkan kota ini? Saya bisa menolong anda.”

Zheng berpikir sejenak kemudian menekan tombol speaker dan menggantung telepon itu. Suara pria itu terdengar. “Jika anda ingin meninggalkan kota ini, maka buatlah kesepakatan dengan saya. Bantu saya menemukan seseorang dan saya dapat membantu kalian semua keluar dari sana.”

Alice memandang Zheng dan melihat dia mengangguk. “Anda siapa? Mengapa anda tahu kami di sini? Bagaimana kami bisa mempercayai anda?”

“Saya seorang peneliti penting dari Umbrella Corporation. Nama saya adalah Dr Charles Ashford. Anda bisa memanggil saya dokter. Orang yang saya ingin anda cari adalah putri saya. Apakah anda tidak berpikir bahwa saya akan melakukan segalanya untuk mengeluarkan anak saya keluar dari kota ini? Saya dapat menjamin bahwa jika anda mencari anak saya dari sekolahnya di pusat kota, saya akan melakukan segalanya untuk membantu kalian keluar besok malam.”

Alice berkata. “Apakah anda tahu di mana kami berada? Pergi ke pusat kota dari tempat ini dan keluar dari kota ini besok malam, apakah anda pikir kami bisa terbang?”

Pria itu mendesah. “Umbrella Corporation sudah memerintahkan untuk menghancurkan kota ini besok malam. Jika kalian tidak ingin mati, maka lakukan seperti yang saya katakan. Cari putri saya dan kabur bersamanya, atau kalian akan mati di kota ini!”

Suaranya berakhir. Hanya ada suara ‘dududu’ yang terdengar di telepon. Alice menendang telepon umum itu dan membungkuk. “Sial. Mengapa bajingan itu tidak memberitahu kita ada di mana mobil terdekat? Apakah dia pikir kita bisa berjalan kaki ke pusat kota?”

Zheng berkata. “Tidak apa-apa. Kita memiliki peta daerah ini. Lan, scan untuk melihat apakah ada mobil yang cocok di dekat sini? Mobil utuh yang cukup besar?”

Lan menutup matanya sebentar lalu berkata. “Berbelok lalu di sana ada sebuah minibus setelah sepuluh menit berjalan kaki. Itu terlihat utuh. Jalannya juga sepi dan tidak ada zombie.”

“Baik, ayo kita ke bus itu.”

Setelah mencapai bus itu, Alice percaya bahwa Lan memiliki sebuah peta. Dia memandang kelompok ini dengan rasa ingin tahu. “Kalian terlihat lebih dan lebih misterius. Lupakan. Ada yang bisa dimakan? Aku sudah kelaparan seharian.”

Setelah mereka naik bus, Zheng memberinya pil makanan dan air, yang membuat Alice merasa lebih penasaran.

Zheng tersenyum dan bertindak seperti dia tidak melihat ekspresinya. Lalu ia berkata. “Misi kita sederhana. Cari putri dokter, Angela, dari sekolah. Itu masih sangat jauh. Kita mungkin harus turun dan berjalan tergantung pada kondisi jalan, jadi beristirahatlah yang baik. Akan kuperjelas. Semuanya dengarkan perintah saya di jalan. Yang mampu bertarung akan melindungi yang lainnya. Ini adalah hari yang berat. Beristirahatlah. Saya yang akan mengemudi kali ini. Lan, beri saya arah.”

Lan mengangguk. Yang lain tidak keberatan. Lagipula, mereka membutuhkan kekuatan untuk melawan para zombie dan tim Zheng memiliki kekuatan ini. Semua orang, termasuk Alice, menutup mata mereka untuk tidur siang. Alice lebih nyaman daripada yang lain karena ia telah berjuang bersama-sama dengan Zheng dan Lan sebelumnya.

Zheng melaju sepanjang jalan kemudian Lan berkata dengan suara rendah. “Ada sebuah jembatan enam puluh kilometer dari sini . Terblokir oleh mobil-mobil, jadi kita harus mulai berjalan. Dan jembatan itu…”

“Aku tahu, tempat di mana mereka bertemu dengan Nemesis. Honglu, bagaimana dengan rencana ini?”

Mata Honglu ini masih tertutup. Namun, pikirannya terhubung melalui kemampuan Soul Link.

“Rencana ini sepertinya hebat. Saya pikir itu patut dicoba. Jika kita berhasil, maka kita bisa melawan, atau setidaknya untuk melarikan diri dari tim Devil!”

 

Translator / Creator: isshh