July 3, 2017

Terror Infinity – Volume 10 / Chapter 2.3

 

Truk itu terus melaju, melewati zombie yang berkeliaran. Meskipun zombie-zombie itu tampaknya tidak tertarik pada objek mekanik ini. Perlahan, penampakan kota terlihat.

Jill mendesah sambil memandang kota di depan. “Kota ini sudah mati.”

Polisi itu juga mendesah. “Iya. Tidak hanya mati tapi aku punya firasat bahwa tempat ini akan musnah. Monster-monster ini terlalu mengerikan. Tidak ada yang akan masuk untuk sepuluh tahun ke depan.”

Truk melewati beberapa rumah dan toko. Kemudian Jill menghentikan truk sesuai permintaan polisi kulit hitam itu. Di depan mereka adalah sebuah gereja, salah satu bangunan yang lebih utuh dibandingkan dengan sekitarnya.

Jill dan Zheng memapah polisi itu saat mereka berjalan. Dia melihat rumah-rumah hunian di belakang dan berkata. “Kita tidak berkewajiban untuk membantu mereka. Gereja ini tidak terlihat mampu untuk menampung terlalu banyak orang.” Dia menghela napas dan memasuki gereja.

Gereja tampaknya berada dalam kondisi baik. Kaca-kaca itu utuh, kursi dan lilin berada di tempatnya. Namun, api yang bergoyang dari lilin memberikan suasana yang menyeramkan.

Tiba-tiba, sebuah suara berat datang dari samping. “kalian dengarkanlah!”

Semua orang terkejut, termasuk para pemain yang mengtahui plot. Mereka hampir menarik senjata mereka. Setelah berbalik, mereka melihat seorang pria usia pertengahan menodongkan senjata ke mereka dengan gugup. “Ini adalah tempat saya. Kalian harus keluar!”

Jill menjawab. “Ini cukup besar untuk kita semua. Biarkan kami tinggal sampai matahari terbit, ok?”

Pria itu tampak memprovokasi dan mengarahkan pistolnya pada Jill. “Jangan membantah!”

Polisi kulit hitam berbicara dengan suara pelan. “Ok, tenang. Turunkan pistol anda. Lihat, kami adalah orang-orang normal, bukan monster.”

Pria itu tampak kembali sadar dan ragu-ragu. Zheng berkata. “Apakah anda pikir anda lebih aman dengan banyak orang atau hanya anda sendirian?”

Pria itu perlahan-lahan menurunkan senjatanya, tapi ia bersikap hati-hati. Dia menatap sampai semua orang ke kursi dan duduk, lalu berjalan.

Jill mengambil dua botol. Dia menyerahkannya ke polisi, wanita, dan pria paruh baya masing-masing sebuah pil makanan dan air. Para veteran mengeluarkan milik mereka dan memberikan beberapa untuk para pemula.

Ini adalah pertama kalinya polisi dan dua karakter film lainnya makan pil. Apa yang mereka pikir adalah obat-obatan ternyata menghilangkan rasa lapar mereka dan meninggalkan rasa makanan di mulut mereka setelahnya. Mereka memandang Jill terkejut dan ia menunjuk ke Zheng. “Jangan lihat aku. Benda-benda ini milik mereka. Aku hanya diberi beberapa.” Lalu dia mengambil sebatang rokok.

Zheng tersenyum pada mereka. Kemudian hatinya terasa perih sesaat ketika melihat Jill mengeluarkan rokoknya. “Ayo coba rokok ini.”

Jill mengambil rokok yang Zheng berikan dan berkata dengan terkejut. “Rokok ini menakjubkan. Apa merenya?”

Zheng menyalakan satu untuk dirinya sendiri kemudian menyerahkan sisanya ke pria lainnya. “Rokok pribadi. Ini belum dibuka, ambilah.” Dia mengambil satu pak dari cincinnya dan melemparkannya ke Jill.

Wanita lainnya memfilmkan mereka dengan camcorder dan berkata. “Ada yang tahu apa yang sebenarnya terjadi dengan kota ini? Aku ada di rumah, lalu tetangga saya tiba-tiba menyuruh saya untuk lari. Saya melihat banyak monster pemakan orang di jalan. Pernahkah kalian melihat monster-monster itu?”

Suara guntur bergemuruh di langit seolah-olah akan hujan.

Polisi kulit hitam itu memeriksa area di sekitar. “Tidak ada orang lain di sini kan?”

Begitu dia selesai berbicara, mereka mendengar suara kecil dari jauh. Semua orang segera melihat sekeliling. Para pemain menyiapkan senjata mereka. ChengXiao bahkan mengeluarkan tomahawk, yang tampak luar biasa.

Jill berjalan masuk ke gereja lebih dalam, sementara yang lainnya tinggal di ruang utama. Sekitar satu menit kemudian, wanita itu berkata. “Aku…aku ingin pergi dari sini. Ini terlihat terlalu menakutkan.” Dia berlari menuju pintu.

Zheng berkata dengan suara rendah. “ChengXiao dan Heng, pergi lindungi Jill. Bunuh creeper yang kalian lihat. Di jam tertulis masing-masing senilai 50 poin. Bunuh sebanyak yang kalian bisa. Jangan biarkan mereka mendekatimu. Serahkan pertempuran jarak dekat ke ChengXiao.”

“Yinkong, lindungi semua orang dan pemula. Serahkan pertarungan kepada saya.”

Zheng mengeluarkan pisau dan senapan mesin ringan kemudian berteriak kepada wanita itu. “Jangan buka pintu itu!”

Sayangnya, dia terlambat. Wanita itu baru saja membuka pintu. Lalu ia berbalik karena Zheng berteriak. Banyak tangan menjulur melewati pintu dan meraihnya. Zheng segera berlari untuk melepaskannya dari zombie dan menebas pisau ke arah mereka. Gelombang zombie terhenti saat kepala mereka terbang. Kemudian Zheng menutup pintu.

Semua orang berputar-putar di sekitar pusat aula. Lan menutup matanya dan berkata. “Heng dan ChengXiao telah menemukan Jill. Aku terhubung dengan Heng, Zheng dan juga Yinkong dalam Soul Link. Jangan khawatir, saya telah menandai semua creeper yang ada di dalam ruangan.”

Peta gereja muncul dalam pikiran Zheng dan juga lebih dari selusin creeper sebesar lima meter. Ini lebih besar daripada yang mereka lihat di film Resident Evil pertama dan jumlahnya lebih dari empat seperti pada plot aslinya. Plot pasti telah berubah tingkat kesulitannya.

“Kerja bagus. Terus pantau lokasi mereka. Jangan menyerang untuk saat ini. Senjata biasa tampaknya tidak terlalu efektif.” Zheng mengeluarkan minigun dan mengisi satu set peluru.

Pada saat ini, beberapa sosok besar merangkak di langit-langit. Kedua pemula itu menggigil ketakutan. Wanita itu menatap camcorder tanpa bergerak. Ketika salah satu makhluk itu akhirnya menunjukkan dirinya dalam cahaya lilin, yang lainnya terkejut.

Sebuah tubuh berotot tanpa kulit dan besarnya lebih dari lima meter, sepasang cakar yang bisa mengiris baja, lidahnya memanjang keluar dari mulutnya, itu tampak seperti darah menetes dari lidahnya.

Pria paruh baya itu menjerit kemudian berlari lebih dalam. Ia tidak mendengar teriakan Zheng yang menyuruhnya berhenti. Polisi kulit hitam dan wanita itu ragu-ragu. Namun, melihat ketenangan para pemain, mereka memilih untuk tetap tinggal dengan kelompok itu.

“Yinkong, lindungi semua orang dan pemula. Mereka pada dasarnya tidak memiliki kemampuan bertarung! Serahkan pertarungan ke saya!”

Zheng mengambil napas dalam-dalam. Dia tidak tahu mana yang lebih kuat, creeper atau alien. Ini bukan waktunya untuk memikirkan itu. Matanya kehilangan fokus lalu ia mengarahkan minigun pada creeper terdekat.

Dadadada!

Minigun ini adalah salah satu senjata teknologi tinggi yang mahal dari dewa. Percikan api di moncongnya lebih dari setengah meter. Kepala creeper ini benar-benar hancur sebelum bisa bergerak. Kemudian minigun itu ditembakan ke langit-langit sehingga membuat sebuah lubang yang memperlihatkan bintang di langit.

Creeper lainnya mulai bergerak dengan cepat. Dua creeper melompat ke Zheng dari langit-langit. Begitu mereka melompat, Zheng telah mengarahkan minigun ke atas dan menembak tubuh mereka. Daging dan organ berceceran di lantai.

Lan terus mengirimkan vision sepanjang waktu kepadanya sehingga ia bahkan tidak perlu membidik. Setelah ia membunuh tujuh creeper, Lan berkata. “Eh?” Zheng juga menerima vision adegan ini dalam pikirannya.

Seekor creeper sebesar sembilan meter mengoyak sebuah creeper yang sedang berlari. Lidahnya membungkus korbannya dan menelannya. Kemudian tubuhnya tumbuh menjadi lebih besar dan merangkak ke arah kelompok Zheng.

“Itu berevolusi? Sama seperti di film Resident Evil pertama di mana mereka mengubah DNA mereka setelah memakan manusia. Jadi ini adalah sebuah individu yang telah berevolusi.”

Zheng membidik minigun ke arah creeper itu berasal. Perlahan-lahan muncul dari kegelapan. Besar dan mengerikan.

 

Translator / Creator: isshh