July 1, 2017

Terror Infinity – Volume 10 / Chapter 2.1

 

Setelah helikopter pergi, kelompok tersebut tidak punya pilihan selain kembali ke dalam. Meski mereka masih saling melirik. Zheng juga terhubung dengan pikiran Honglu melalui kemampuan Soul Link.

“Masalahnya kita tidak tahu di mana mereka mendarat. Kita perlu mencari tahu atau membuat keributan sehingga tentara bayaran akan mendarat. Jika tidak, saya tidak bisa memikirkan cara apapun untuk merebut helikopter itu.”

“Ok. Ayo kita gunakan api atau sesuatu untuk menarik perhatian mereka. Kau bisa mengerjakan ini. Lan, ikuti lokasinya. Kita akan melakukan sesuatu pada saat mereka terbang lagi. Honglu, apa yang harus kita lakukan jika kita melawan tim Devil secara langsung?”

“Uh. Jika kita harus menghadapi mereka, saya sarankan kita berpencar. Meski sepertinya membagi kekuatan, tapi tim Devil juga harus berpencar jika ingin melenyapkan kita. Lalu setelahnya itu semua bergantung pada kekuatan individu. Mereka pasti akan kalah dari kita dalam hal kerja sama tim. Mungkin ini satu-satunya cara kita bisa menang. Namun, kita tidak akan bisa menyelamatkan kelompok yang gagal. ”

Reling tiba-tiba tersipu dan berkata. “Maafkan saya. Saya ingin menggunakan kamar kecil. “Dia tampak malu karena sebagian besar orang di sini adalah laki-laki.

Lan tertawa. “Ya, semuanya tunggu di sini sebentar. Kami akan ke kamar kecil. “Dia menarik tangan Yinkong dan Reling, lalumenuju ke kamar kecil di supermarket.

Jill dengan seksama mencicipi pilnya. Ada sedikit rasa makanan tersisa di mulutnya. Dia tidak merasa lapar atau haus lagi. Membayangkan bahwa dua pil bisa memiliki efek seperti itu, dia bertanya dengan rasa ingin tahu. “Apa ini? Bagaimana bisa membuatmu kenyang dengan sedikit pil?”

Zheng sedang berbicara dengan Honglu saat ia mengajukan pertanyaan ini. Dia berhenti sebentar lalu bergumam. “Oh, makanan itu. Hoho, ini spesial dari tempat asal kami. Anda tidak perlu khawatir dari mana asalnya. Kami tidak mencurinya.” Kemudian dia mengeluarkan sebotol air padat dan makanan terkompres dan melemparkannya ke Jill.

“Bawa mereka bersamamu. Siapa yang tahu berapa lama kekacauan ini akan berlangsung. Makanan dan air ini bisa menopang seseorang selama tiga bulan. Ini akan menjadi pengaman untuk berjaga-jaga.” Zheng tersenyum.

Jill mengamati botol-botol itu dengan hati-hati dan memasukkannya ke dalam tasnya.

Ketiga gadis itu kembali setelah beberapa saat. Wajah Reling tampak pucat seperti baru saja muntah. Bahkan Lan pun tampak sedikit berbeda. Yinkong tenang seperti biasanya.

Zheng bertanya. “Ada apa?”

Bibir Reling menciut kemudian mulai muntah lagi. Meski hanya air yang keluar, karena yang dia makan hanyalah pil. Air yang dipadatkan berubah menjadi air biasa setelah dikonsumsi.

Lan tersenyum pahit. “Setelah selesai, pintu toilet pertama tiba-tiba terbuka. Sebuah zombie yang penuh dengan belatung keluar dari sana dan melompat ke arah Reling. Untungnya, Yinkong bereaksi tepat waktu.”

ChengXiao tertawa keras. Dia berjalan ke arah Reling dan menepuk punggungnya lalu berkata. “Mau dengar lelucon? Aku tahu beberapa lelucon kehamilan.”

Reling merasa sedikit lebih baik. Jill memberinya sebotol air untuk membilas mulutnya. “Tidak, terima kasih. Mantan saya suka menceritakan lelucon tentang kehamilan, tapi semuanya lelucon kotor. Saya tidak ingin mendengar semua itu.”

ChengXiao tidak menyerah. “Kalau begitu aku tidak akan menceritakan lelucon dewasa. Aku janji kau tidak akan berhenti tertawa sesudahnya. ”

“Tidak. Itu yang biasa dia katakan juga.”

Reling perlahan telah pulih. Jiang awalnya ingin menghentikan ChengXiao, tapi sekarang dia diam saja mengawasi. Tindakan ChengXiao tidak seburuk yang mereka duga. Paling tidak hal itu membantu Reling saat ini.

Kelompok tersebut kembali ke van dan melanjutkan perjalanan. Kali ini, Jill membiarkan jendela kecil terbuka, sehingga mereka bisa melihat jalan-jalan melalui jendela di depan.

Jalan-jalan berantakan. Banyak toko dan beberapa rumah dijarah. Saat mereka terus berjalan, orang mulai muncul di jalanan. Orang-orang ini berjalan ke arah yang sama. Mereka semua bersembunyi di samping saat melihat van.

Kebanyakan orang yang masih berada di dalam kota sedang menuju pos pemeriksaan. Mereka ingin melarikan diri dari kota ini, dari monster. Tentu saja, berdasarkan alur cerita, creeper akan lolos dari pusat penelitian. Orang-orang ini tidak memiliki kesempatan jika mereka bertemu mereka.

Waktu perlahan berlalu. Yinkong berhenti membaca puisi dan pindah ke sebuah novel roman. Kemudian saat matahari mulai turun, dia berhenti membaca novelnya juga.

Akhirnya, mereka melihat area terang di depan. Pos pemeriksaan hanya satu kilometer di depan tapi van tidak bisa melangkah satu meterpun. Seluruh daerah ini penuh sesak dengan orang-orang.

Kelompok itu harus turun dari van. Jill berteriak. “Ikuti di belakangku. Jangan lari sembarangan, sangat mudah terpisah oleh kerumunan.”

Zheng tertawa. “Kita tidak repot-repot seperti itu.”

Dia mengeluarkan senapan mesin ringan dari cincin dan menarik pelatuk ke langit. Suara tembakan menahan kerumunan orang dan orang-orang mulai bergerak ke samping.

Honglu tertawa. “Iya. Itu yang saya rencanakan juga. Tidak sangka kau lebih cepat dari saya. Ini mungkin satu-satunya cara untuk mencapai pos pemeriksaan lebih cepat dalam situasi ini.”

Jill kaget sebentar kemudian juga tersenyum. “Bukan ide yang buruk. Ini ilegal tapi saya rasa tidak ada yang bisa menangkapmu sekarang.” Dia juga mengeluarkan pistolnya dan berjalan ke depan.

Warga sipil menunggu dengan mengeluh. Pos pemeriksaan dibarikade. Dinding baja setinggi sepuluh meter itu baru dibangun sepuluh jam yang lalu. Umbrella Corporation memiliki kekuatan yang mengesankan untuk memblokir seluruh kota.

Sepuluh menit kemudian, kelompok tersebut sampai di pos pemeriksaan. Pintu gerbang masih terbuka saat ini. Zheng dengan hati-hati memeriksa ketebalan gerbang itu, sekitar satu meter. Bahannya pasti pada kelas yang sama dengan baja lapis baja atau sejenisnya. Red Flame mungkin membutuhkan beberapa saat untuk membakarnya. Meskipun granat eksplosif tingkat tinggi memiliki kesempatan untuk menembusnya.

Sekelompok polisi bersenjata mengepung mereka. Jill bersiul dan seorang pria kulit hitam berlari keluar dari polisi dengan penuh semangat. “Syukurlah kamu di sini, Jill. Aku takut sesuatu terjadi di jalan karena kau sangat lama. Siapa mereka?”

Tiba-tiba, seorang pria paruh baya di belakang polisi kulit hitam mulai muntah. Jill segera berkata. “Itu nanti saja. Ayo kita selesaikan ini dulu.” Dia memegang pistolnya.

Seorang gadis kecil berusia sepuluh tahun di sebelah pria itu sedang menangis ‘ayah’. Polisi kulit hitam itu berteriak. “Tinggalkan  dia! Semua orang menjauh darinya! Tunggu apa lagi? Pisahkan mereka!”

Polisi yang lain membawa gadis itu pergi. Polisi kulit hitam itu pergi memeriksa pria paruh baya itu. Namun, pria itu tiba-tiba mencengkeram polisi itu dan menggigit sepotong daging dari kakinya. Saat polisi itu mundur sambil menjerit, Jill menarik pelatuk pada pria itu.

Kepala zombie itu meledak. Darah berceceran di tanah.

Translator / Creator: isshh