September 11, 2017

Terror Infinity – Volume 10 / Chapter 14.2

 

Clone menarik napasnya dalam-dalam selama beberapa saat sebelum menenangkan dirinya setelah berteriak. Zheng tahu betapa gelisahnya dirinya karena Clone telah mencengkeramnya begitu erat pada saat itu. Namun untungnya, ia dapat menguasai kembali emosinya dengan sangat cepat, akan tetapi, Zheng masih merasakan dirinya begitu terpuruk setelah tercengkeram oleh Clone.

“Aku tersalin setelah kau menyelesaikan film perdanamu, yaitu setelah Resident Evil. Lebih tepatnya pada saat setelah kau selesai menciptakannya. Kau tak terlalu banyak berpotensi sebelumnya, namun potensimu tiba-tiba melonjak beberapa derajat setelah kau membuatnya. Aku menjadi pendatang baru di Tim Devil, termasuk poinmu, enhancements-mu, item-item milikmu, dan orang-orang yang telah kau buat.”

Clone menunjukkan Na Ring ditangannya. “Dimasa lalu, satu-satunya orang Asia yang ada didalam tim Devil adalah ZhuiKong, seorang Korea, seorang Jepang, dan diriku, diantara tujuh belas anggota dalam tim ini. Dua orang berkulit hitam, dan sisanya adalah orang-orang bule, beserta pemimpin dan bawahannya. “

“Mereka mengatakan kepadaku bahwa kau membutuhkan mentalitas seperti iblis untuk dapat menjadi bagian dari tim. Mereka mengambil cincinku, dan menyuruhku untuk menukar enhancement atau barang untuk anggota inti setelah setiap film. Aku merasa baik-baik saja jika memang itu adalah satu-satunya hal yang harus dilakukan, tetapi … “

“Mereka memperkosa Lori dihadapanku kemudian memotong-motong dirinya. Mereka menyebut kami orang Asia dan babi hitam yang memberikan mereka poin dan penghargaan secara terus-menerus. ZhuiKong adalah satu-satunya orang yang tak dapat mereka sentuh karena kekuatannya. Kau idiot! Mengapa kau menciptakan wanita itu! Apakah kau tahu betapa bencinya aku terhadap dirimu ketika aku terikat dan terlihat seperti dirinya disaat ia sedang menangis kesakitan? Aku bersumpah bahwa aku akan membunuhmu jika aku bertemu denganmu, beserta anggota-anggota tim yang kau hargai itu. Ha ha”

Wajahnya tampak garang dan dia tertawa terbahak-bahak. “ZhuiKong mengatakan kepadaku bahwa emosi hanyalah hal yang memberatkan. Jika aku tak punya perasaan untuk menanggungnya, maka mungkin saja aku bisa dianggap sebagai orang mati. Jika aku melakukannya maka aku dapat membunuh mereka semua! “

“Aku berhasil melakukannya. Film perdana didalam Tim Devil berjudul Friday the 13th Part II. Aku mempertaruhkan nyawaku untuk menyelesaikan misi bonus, satu per satu. Haha. Kau sepertinya tak begitu paham. Biar kuberitahu, misi yang diberikan oleh Dewa kepadamu hanyalah bagian terkecil. Aku telah melewati The Mummy, yang mana kupikir kau juga pernah terlibat masuk didalamnya

Jika kau mendapatkan harta Scorpion King di film itu, Kau dapat memanggil tentara Anubis dengan menggunakan Blood Energy, serta mendapatkan hadiah Rank A dan 15000 poin. Jika kau menghancurkan Kairo dengan bahan peledak, kau bisa mendapatkan hadiah Rank B dan 5000 poin. Inilah dunia perfilman horror yang sesungguhnya! Kau hanya bisa bertumbuh disaat kau mempertaruhkan hidupmu dan mengabaikan perasaan atau emosi yang tak berguna. Tak seperti dirimu yang mana telah membuka tahapan ketiga namun masih terlihat sangat lemah. “

Tubuh Zheng mulai melemah. Karena ia kehilangan begitu banyak darah, pemulihan yang datang dari garis keturunan Vampir juga mulai melambat. “Bagaimana dengan bekas luka diwajahmu? Apakah itu disebabkan oleh wanita itu dan Tim Devil sebelumnya? “

Clone tertawa dingin. “Ya, mereka melakukannya ketika aku melawan dan memasuki tim untuk pertama kalinya. Namun aku tak mati. Aku menyembunyikan fakta terhadap mereka bahwa aku telah menyelesaikan misi bonus setelah aku menyelesaikan film perdanaku. Film keduaku berjudul Predator, yang mana sangat kuingini. Aku membunuh setiap dari mereka yang menyentuhnya dihutan, semua orang yang telah mempermalukan diriku, dan semua orang bule itu.

Haha! Aku membuka tahapan ketiga dalam film itu, kemudian mewarisi posisi sebagai pemimpin, yang mana secara langsung mendorongku untuk memasuki permulaan tahap keempat! Aku mulai melepaskan semua perasaanku pada saat itu. Aku menjadi orang jahat, menjadi seorang berhati iblis! Setiap orang bule yang memasuki Tim Devil harus berlutut dihadapanku. Setiap orang harus tunduk kepadaku. Aku lebih memilih untuk memiliki kekuatan yang luar biasa seperti ini daripada aku harus memiliki perasaan yang lunak. Tak ada seorangpun yang dapat menyakiti diriku lagi, tak ada yang dapat berkata “tidak” dihadapanku!”

Zheng menghela napas dan merasa bingung. Ia tak tahu apa yang akan dilakukannya jika ia menghadapi situasi yang sama seperti dia. Mungkinkah? Tentu saja tidak, sudah pasti ia akan menjadi sama gilanya seperti kloning-kloningnya. Dan lagipula, kloning-kloning itu adalah orang-orang yang sama. Setelah itu, ia memejamkan matanya secara perlahan.

Clone mengeluarkan sebuah buku berwarna keemasan dan bergumam. “Buku ini dapat membangkitkan siapapun yang memasuki dunia ini sebanyak sekali saja. Dua orang yang telah kau bunuh sebelumnya dapat dibangkitkan kembali. Namun, mengapa buku itu tak dapat membangkitkan wanita itu kembali! Mengapa!” Jawabnya sambil meraung.

Zheng menyeringai. “Enhancements milik mereka sudah pasti mahal harganya. Kau akan membayar dua kali lipat untuk dapat menyelamatkan mereka? Bukankah kau berkata bahwa kau telah meninggalkan semua perasaanmu? Mengapa kau begitu peduli dengan anggota timmu? “

Clone tertawa lalu merobek-robek potongan daging di dada Zheng. “Kau benar-benar tak banyak mengetahuinya ya. Kebangkitan seperti itu hanya terjadi dalam dimensi Dewa. Apakah kau sudah lupa dengan alur cerita pada film The Mummy? Kau hanya dapat membangkitkan seseorang di altar apabila kau sudah memiliki tubuh beserta organ-organnya. Hal ini hanya akan memberikan hadiah Rank B dan 7000 poin tak peduli seberapa kuatnya orang itu. Haha, jangan bilang bahwa kau  tak pernah mendapatkan Book of Amun-Ra. Jika ya, sudah pasti Dewa akan memberikanmu sebuah informasi. Jadi untuk saat ini kau hanya memiliki Book of the Dead? Haha”

(Bagaimana mungkin kau bisa mendapatkan tubuh dan organ-organ jika dunia dalam film itu sudah tak sama lagi?) Zheng berpikir dalam dirinya sendiri. Lalu, dalam sekejap ia berpikir sebuah kemungkinan.

“Itu dia, seorang diriku yang lain. Matilah bersama kenangan terindahmu dengan wanita itu. Mungkin ini adalah satu-satunya kebahagiaan yang ada pada kebahagiaan itu sendiri.”

Clone menghentikan tawanya dan menatap Zheng dengan tenang. Ia tampak begitu bebasnya sambil menebaskan pedangnya menuju kearah kepala Zheng, kemudian membelahnya menjadi dua bagian.

Lalu muncul sebuah ledakan dipunggungnya. Sebuah misil dari senjata RPG menabrak perisai tembus pandang tersebut dan meledak. Namun, ia masih terpental karena aliran gelombang ledakan tersebut. Nemesis membawa mayat Zheng itu dan berlari. Ia hanya memiliki kesempatan sekali untuk menusuk Nemesis dengan pedang yang terbentuk oleh api hitamnya sebelum senjata itu menabrak kearah bangunan.

Clone berpikir sejenak lalu berhenti, karena ia baru saja mendengar sebuah pemberitahuan hadiah karena telah membunuh Zheng. Ia mengepakkan sayapnya dan terbang menuju kearah checkpoint.

Nemesis itu masih berlari dan menabrak dinding yang tak terhitung jumlahnya secara terus-menerus disaat mayat Zheng menghilang dalam sekejap. Lalu, sebuah salib berukuran besar menggantikan posisi tubuhnya ditangan Nemesis tersebut.

Nemesis itu menjadi bingung dan melemparkan salib itu ketanah. Sebuah cahaya berwarna putih lembut terpancar dari salib tersebut. Nemesis itu menutup matanya ketika cahaya pada salib itu menjadi lebih dan lebih cerah. Ketika cahaya itu memudar, Zheng tergeletak ditanah dengan lengan kanannya dibelakang, namun tubuhnya masih penuh dengan luka. Sebuah bekas luka melintas dari mata kanan wajahnya hingga kekiri mulutnya.

“Revival Cross (Salib kebangkitan). Lan, kau berbohong. Ah!” Zheng mengingat kembali pemberitahuan dari Dewa. “Menggunakan Revival Cross, kembali ke dimensi Dewa?”

“Tidak!” Teriak Zheng. Dia melompat dari tanah dan berkata kepada Nemesis. “Nomor satu, terima kasih. Jika bukan karena dirimu, mungkin ia telah menemukan kelainan yang terdapat pada diriku. Nomor satu?”

Nemesis berlutut ditanah tanpa sedikitpun gerakan. Zheng berjalan mendekat kearahnya dan melihat mata yang berada didadanya tertusuk dan terbakar. Dada itu terbakar hingga menjadi arang.

Zheng menghela napasnya. Kemudian menutup kelopak matanya dan berlari menuju kearah gedung tinggi. Jika ingatannya benar, sebuah Sky Stick yang ditinggalkannya berada dekat dimana ia sedang melakukan sniping (tembakan dengan senapan jitu).

Qi dan Blood Energy miliknya sedikit pulih dengan kebangkitannya. Sehingga ia dapat berlari dengan menggunakan teknik gerakan miliknya. Disaat yang bersamaan, asap hitam itu mereda dan sinar matahari pagi menggantikannya. Ia menemukan hoverboard menempel didinding belakang bangunan.

Sky Stick membuatnya dapat mengendalikan ketinggian dan arah melalui kakinya, namun hal itu membutuhkan kecepatan reaksi tingkat tinggi, yang mana telah dimiliki olehnya. Setelah beberapa menit kemudian, ia menjadi terbiasa mengendalikannya dan melayang menuju kearah checkpoint.

“Tolong, jangan sampai ada yang terbunuh. Kalian dapat mencapai checkpoint sebelum tim Devil menangkap kalian. Tolong!”

Zheng masih terus mencoba untuk terhubung dengan pikiran Lans ketika ia terbang. Setelah beberapa lama kemudian, akhirnya ia terhubung dengan Lan dan ChengXiao.

Dia dapat melihat melalui pikiran mereka bahwa Alice masih tak sadarkan diri. Semua karakter film sudah terlihat baik terkecuali wanita yang sedang menggunakan camcorder. Dia terbaring telanjang ditanah, dan terlihat sangat kacau.

Honglu telah meninggal. Sebuah peluru menghantam kepalanya. Wajahnya tampak syok seakan-akan ia telah melihat sesuatu yang tak terduga.

JiangZhe meninggal menjadi beberapa bagian.

Satu-satunya yang masih selamat adalah ChengXiao dan kedua gadis yang bernama Lan dan Reling. Gadis-gadis itu tak terluka, namun ChengXiao tampak sedih. Yang satu lengannya hilang dan yang satunya lagi sedang memegang kapak milik ChengXiao. Ia melindungi gadis-gadis tersebut dari depan sambil tersenyum.

“Kolonel Xuan, sudah kukatakan bahwa aku tak akan membiarkan gadis-gadis yang berada dibelakangku menumpahkan darahnya selama aku masih hidup. Seharusnya kau membunuhku tanpa adanya keraguan.”

Xuan! Itu dia Xuan! Zheng melihat pria yang paling mempengaruhinya di tim musuh. Terdapat beberapa anggota dari Tim Devil lainnya yang melihat mereka dengan senyuman sarkastis, seperti seekor kucing yang sedang bermain-main dengan tikus. Tak ada satupun orang yang menahan ketiga orang yang berasal dari tim China itu.

Xuan mengarahkan pistolnya ke kepala ChengXiao dan berkata dengan tenang. “Selamat tinggal.” Lalu ia menarik pelatuknya.

“Zheng, seorang pria harus dapat tahan mati dan tak akan membiarkan siapapun orang yang dilindunginya terluka sebelum ia meninggal. Aku telah memenuhi janjiku. Selamat tinggal.”

ChengXiao tertawa didalam pikirannya, kemudian tawanya menjadi hilang.

“Tidak!” Zheng mempercepat Sky Stick lebih cepat lagi. Ia melihat seorang pria berjalan kearah Lan dan Reiling dengan senyuman mesum, serta mulai merobek-robek pakaian mereka. Ekspresi wajah Zheng berubah. Tiba-tiba, kepala pria itu terlempar keluar disaat kloningnya muncul dibalik mayat itu.

“Amy, bunuhlah anggota tim yang tak terkunci. Tom, bunuhlah yang lain. Ayo pergi. Bawalah karakter-karakter film ini. Aku tak ingin berada lebih lama lagi disini.”

Tom dan Amy tampak ketakutan. Mereka berdua mengeluarkan pistol laser dan menembakkannya kearah sasaran mereka. Zheng dapat melihat lubang yang berada di dada Lan. Ia terjatuh ketanah sambil tersenyum.

(Kedua pria itu, membuatku berjuang, Sudah sejak lama aku ingin mencintai, namun aku tak dapat menemukan keberanian, Aku ingin melepaskan, namun aku sendiri tak sanggup untuk berpisah. Pada akhirnya, satu-satunya orang yang menderita adalah diriku sendiri.) Zheng merasa bahwa ia mendengar suara hati dari gadis tersebut beserta senyuman yang masih terpancar diwajahnya hingga ia meninggal.

Kemampuan Soul Link itu terputus. Zheng tak dapat lagi merasakan keberadaan mereka. Ia menggertakkan giginya dan terus terbang menuju checkpoint. Pada akhirnya, ia berdiri sambil mengawasi tubuh mereka. Semuanya terkecuali dia dari tim China meninggal disini!

“Ah!” Zheng meraung gila. Ia membawa kapak milik ChengXiao dan terus melayang kearah checkpoint. Ia berada dijarak beberapa kilometer pada saat ini, serta dapat melihat beberapa orang dari tim devil dikejauhan ketika mereka sedang melayang melewati checkpoint.

Clone melihat kebelakang dengan terkejut dan melihat Zheng mendekat dengan sebuah kapak disaat ia sedang meraung. Tim Devil telah melewati checkpoint dan tubuh mereka menjadi memudar. Clone membuat gerakan seperti menggorok tenggorokan kemudian lenyap. Semua karakter film terjatuh diudara.

Zheng berlutut didalam dimensi Dewa. Dia mengepalkan giginya begitu kencang sehingga ia dapat menghancurkannya. Lori menghiburnya dari dalam dengan air mata.

“Aku akan menghidupkan semuanya kembali. Aku akan membalaskan dendam kalian. Aku akan membuat tim China menjadi tim yang terkuat! Tim Devil, diriku yang lain, aku tak akan kalah lagi denganmu! “

Ia berdiri dan terhubung dengan Dewa.

P.S. Bagian pertama sudah selesai.

Translator / Creator: fatality