August 21, 2017

Terror Infinity – Volume 10 / Chapter 13.1

 

Zheng menyeret Techoi ke dalam gang itu kemudian merobek kepalanya. Dia menghancurkan kepalanya dan mulai berlari menyusuri gang itu.

“Red Flame!” Zheng mengaktifkan kemampuannya. Api melalap tubuhnya dan perlahan-lahan terbakar habis bau darah pada dirinya. Daya pulihnya juga sangat mengesankan. Luka di kakinya mulai sembuh. Dia membalik sebuah dinding kemudian bersembunyi di kegelapan.

Dua menit kemudian, sebuah hoverboard terbang di atas kepalanya. Seorang kaukasia berteriak marah namun terdengar sedikit panik. “Pemimpin, saya tidak dapat menemukannya. Tadi sepertinya ada api di sini tapi tidak ada apa-apa sekarang.”

Dia berhenti sejenak kemudian berteriak. “Pemimpin tim China, aku tahu kau di sini! Berhenti bersembunyi dalam tempurung seperti kura-kura! Pemimpin kami mengatakan jika kau keluar dan melawan kami langsung, kau masih memiliki kesempatan. Tetapi jika kau mau terus bersembunyi, kami tidak keberatan menggunakan cara apapun yang diperlukan!”

Zheng bersembunyi diam-diam. Jarak antara dia dan Francis sekitar sepuluh meter tingginya. Dia tidak bisa dengan mudah mencapai pria itu menggunakan teknik gerakannya. Jadi dia hanya bisa terus menunggu.

Francis bukanlah ancaman, bahkan saat ia berubah menjadi beruang. Semua yang ia punya hanya kekuatan. Jika mereka harus bertarung dalam jarak dekat, Zheng yakin bisa membunuhnya dalam waktu lima menit. Tapi tidak, dia bukan satu-satunya. Mereka masih memiliki satu orang yang tidak pernah menyerang, tapi memberinya tekanan besar, klonnya itu. Dia tidak memiliki kepercayaan diri untuk menang melawan klonnya, meskipun mereka tidak pernah bertarung langsung. Instingnya menyuruhnya untuk menjauh.

Francis tampak tidak sabar. Hoverboardnya tiba-tiba miring dan mengarah ke tanah. Ini menembakkan beberapa rudal mini di daerah sekitar Zheng. Sebelum ia bisa bereaksi, gelombang ledakan telah mencapai tubuhnya.

Rudal tidak mengenainya langsung, hanya gelombang ledakan , sehingga itu bukan masalah besar. Tubuhnya cukup kuat untuk bertahan dari serangan ini. Namun, rumah-rumah dan dinding di sekitarnya terkena dampak ledakan. Terjadi kebakaran dan beberapa rumah runtuh di depannya.

Zheng mengertakkan giginya saat ia hendak berlari keluar. Pada saat yang sama, sebuah roket meluncur dari kegelapan dan mengenai hoverboard tersebut. Francis terlempar akibat ledakan itu dan Zheng mengambil kesempatan ini untuk keluar dan langsung menuju ke dirinya.

Tepat saat Zheng berlari ke lokasi Francis jatuh, rentetan tembakan mulai menghujani dirinya dan lengan kirinya tertembak. Untungnya, teknik gerakannya aktif pada saat itu. Jadi ia hanya terlempar saat tembakan pertama.

Sesosok besar berjalan keluar dari asap seratus meter jauhnya. Makhluk itu setinggi tiga meter, mengenakan seragam mirip dengan Nemesis, hanya dadanya yang tidak terlindungi, dan sebuah mata besar di dadanya menatap Zheng.

Begitu Zheng melihat senapan Gatling mengarah kepadanya, ia melompat ke belakang. Bangunan runtuh menambah kompleksnya struktur gang itu. Ia mampu dengan mudah masuk ke dalam asap di medan ini.

Nemesis melolong, tampaknya kecewa dengan kaburnya Zheng. Kemudian ia beralih ke Francis yang masih linglung. Ini menembakkan senapan Gatling ke pria itu. Namun, peluru berhenti tepat di depan Francis. Sebuah bidang transparan menangkis mereka tetapi seiiring senjata Gatling itu terus menembak, medan itu semakin redup.

Melihat bahwa peluru-peluru itu akan segera menembusnya, Francis geram. Tubuhnya membesar dan berubah menjadi beruang. Ia berlari ke sebuah dinding dan terus mendobrak dinding sementara tubuhnya terkena beberapa tembakan.

Seluruh bangunan yang ia lewati runtuh. Dia beruntung bahwa bangunan yang runtuh itu barusan memblokir tembakan roket dari Nemesis. Rasanya itu seperti tidak cukup dan mulai menembak dua roket lagi. Terjadi dua ledakan lagi pada arah beruang itu pergi tapi itu tidak pasti apakah roket itu mengenai beruang itu atau tidak. Nemesis melolong dan berjalan menuju api.

Zheng terengah-engah sambil berlari di gang. Beberapa ratus meter kemudian, ia bersembunyi di suatu sudut kemudian segera mengambil pisaunya. Dia menyayat lukanya kemudian memasukan tangannya ke dalam luka dan mengeluarkan sebuah peluru besar.

“Tidak mengenai satupun tulang.” Ini adalah yang terbaik bagi dia, tidak mengenai tulang apapun, tidak merusak saraf. Zheng menghela napas lega. Ketika ia mengambil semprotan hemostasis, luka sudah mulai pulih. Peluru ini cukup besar untuk benar-benar menghancurkan lengan orang normal dan ia menahannya dengan ototnya. Tubuhnya telah melampaui manusia normal dengan sebuah margin besar.

Zheng tiba-tiba terpikirkan sebuah kemungkinan. Jika berhasil, ia mungkin memiliki kesempatan untuk mengalahkan tim Devil. Dan jika klonnya tidak terlalu kuat, serangan senjata dari One bisa membalikkan situasi saat ini.

Saat itu, dengan beberapa ledakan dan suara dinding runtuh, sebuah sosok besar mengarah ke dirinya. Beruang hitam itu focus melarikan diri dan berlari melewati sangat banyak dinding. Ledakan-ledakan mengikutinya dari belakang pada jarak ratusan meter. Dia bisa membayangkan Nemesis itu benar-benar mengejarnya.

Zheng dengan cepat mensimulasi pikiran Xuan. Dia menghitung ada peluang 60% membunuh Francis, dan peluang 30% untuk membuat One ingat padanya. Tapi kemungkinan terlalu rendah baginya untuk mendekati One.

Beruang itu terengah-engah. Ada beberapa luka tembak di punggungnya. Tapi dia juga memiliki otot yang tebal sehingga mereka bukan ancaman besar. Dengan luka itu membuatnya berlari lebih penuh semangat. Dia tidak peduli lagi pada dinding di depannya. Dia tahu dinding akan runtuh setelah ia melewatinya. Kekuatannya memungkinkan dia untuk melewati semua jalan di sini, menghancurkan banyak rumah, dan bahkan zombie di depannya hancur.

Dinding lainnya muncul di depan beruang itu. Dia menunduk dan menghantam langsung ke dinding. Begitu ia menerobos dinding, sebuah pisau menusuk kepalanya dari samping. Namun, pisau itu tidak cukup tajam. Itu berhenti di tulang depan karena lapisan daging yang tebal. Namun, pisau itu sangat kuat sehingga ia mendorong pisau ke samping dan merobek sepotong besar daging dan kulit dari wajah beruang itu.

Begitu beruang itu membuka mulut untuk berteriak, Zheng melompat dan menendang kepalanya. Ia terlempar sejauh sepuluh meter menembus dinding. Zheng memegang meriam udara dan pisau kemudian mengikutinya keluar.

 

Translator / Creator: isshh