August 12, 2017

Terror Infinity – Volume 10 / Chapter 11.1

 

Zheng tidak merasa Techoi ini sangat mengesankan. Mungkin dia memang benar-benar kuat tapi yang pasti lebih lemah dari Zheng dalam pertempuran jarak dekat. Zheng mengambil langkah mundur dan menendang lututnya sebelum serangan itu mengenainya. Tendangan itu memiliki kekuatan yang jauh lebih besar daripada serangan lutut itu dan memaksa Techoi berlutut di tanah. Namun, Zheng harus menghindar ke samping karena sebuah serangan datang dari belakang.

Seekor beruang hitam setinggi lima meter muncul dari belakang punggungnya. Tamparan cakar dari beruang itu dengan mudah menghancurkan jalanan dan membuat lubang sedalam setengah meter. Beruang itu menggeram kemudian berlari ke arahnya. Beberapa batu mencuat dari tanah memblokir semua arah yang bisa digunakan Zheng untuk menghindar. Dia harus menerima serangan dari depan. Beruang dan gaya itu mendorongnya hingga ke gerbang logam di belakangnya. Ketika beruang itu mundur, seluruh tubuh Zheng telah tertanam ke dalam pintu gerbang dan tembok.

Pada raungan berikutnya, beruang itu mencakar Zheng yang terjebak. Zheng menggenggam ibu jari cakar itu sebelum mengenainya kemudian menariknya dengan kuat saat otot-ototnya membesar. Hal ini menarik beruang mendekat dan kemudian dia menendang mulutnya dan mementalkan beruang itu beberapa meter jauhnya.

Tiba-tiba seseorang berlari ke arahnya sebelum dia bisa bersiap menerima serangan apapun. Kedua tinju ditujukan ke kepala dan dadanya. Zheng tidak punya pilihan selain menangkis dua serangan tersebut dengan tangannya. Tinju-tinju itu terasa seperti logam. Lengannya sedikit mati rasa akibat dari membloknya. Zheng melompat mundur saat ia tertabrak dan melihat Techoi sedang berdiri di depannya. Dia memiliki empat lengan dan dua kepala yang tampak sama.

Beruang hitam itu berkata. “Pemimpin, dia layak menjadi diri anda yang asli. Kecepatan reaksinya mengesankan dan dia lebih kuat dari saya. Ini mungkin akan membutuhkan waktu bagi Techoi dan saya untuk menghabisinya.”

Clone Zheng berkata. “Kau dan perkembangan Techoi lumayan juga, tapi kalian baru bergabung dengan tim Devil dalam tiga film. Enhancement kalian belum tinggi dan tidak berpengalaman dalam menggunakannya. Seperti bentuk terkuat yang dapat kau ambil adalah naga barat dengan tubuh lebih dari sepuluh meter. Ini akan memungkinkan kau untuk dengan mudah melewati film horor. Battle Qi Techoi hanya pada level awal. Kemampuannya juga bisa mencapai tiga kepala dan enam lengan. Kedua enhancement ini dapat mendorong pertempuran jarak dekatnya ke tingkat yang menakutkan saat mencapai level tinggi. Gunakan dia sebagai target latihan. Jika kalian mati, maka itu berarti kalian tidak cukup kuat. Saya dapat menghidupkan kalian kembali dengan Kitab Amun-Ra. Poin akan diambil dari seluruh tim. Namun, semua orang hanya memiliki satu kesempatan untuk dihidupkan kembali jadi jika kalian tidak ingin menyia-nyiakan hal itu, bunuh dia!”

Beruang itu tampak sedikit takut dengan clone Zheng. Dia menggeram dan melompat ke Zheng sekali lagi dengan kekuatan lebih dari sebelumnya. Jalanan terasa seperti bergetar saat ia berlari.

Beberapa duri batu di belakang Zheng menahannya sehingga dia tidak bisa mundur lagi. Dia memandang klonnya yang melayang di udara. Klon itu memegang Kitab Orang Mati. Dia terlihat seperti dia tidak ikut dalam pertarungan tapi setiap mantra yang ia baca memaksa Zheng untuk menerima serangan secara langsung. Zheng terlempar mundur kembali ke bebatuan oleh beruang itu. Seteguk darah muncrat keluar dari mulutnya. Organ dalamnya terluka akibat serangan ini.

Zheng telah membuat sebuah keputusan. Dia berbalik ke beruang itu dan melompat menggunakan beruang itu sebagai pijakan. Pada saat yang sama, cakar beruang itu menampar punggungnya. Dia terlempar ke tepi atap. Zheng berusaha untuk berbalik dan menempatkan wajahnya ke bawah.

Beruang itu berkata. “Hanya itu? Itu terlalu lemah. Bagaimana dia bisa menyaingi kita tim Devil…” Sebuah gaya mementalkannya dan clone Zheng berdiri di mana dia berada.

Pria itu berkata dingin. “Kau pikir kau layak disebut anggota tim Devil? Jangan berpikir kau begitu kuat. Hanya ada tiga orang di tim ini yang pantas menyandang gelar ini. Dan kau bukan salah satu dari mereka. Kau hanya sedikit lebih kuat dari tim yang normal.”

Beruang itu bangkit dari tanah dan menyeka darah dari bibirnya. Lalu ia berdiri di sana dengan patuh.

Clone Zheng berkata dengan tidak sabar. “Terus menjadi lebih kuat jika kau ingin menjadi anggota tim Devil yang sesungguhnya. Saat ini hanya Xuan, ZhuiKong, dan saya yang layak dengan gelar ini. Tahu mengapa kita memasuki film lebih dulu ketika berhadapan dengan tim Celestial? Itu karena kalian lemah membebani tim. Sial, itu semua berkat Xuan, kita bisa melarikan diri tanpa bertarung dengan mereka. Sekarang, pergi habisi tim China terlebih dahulu. Francis dan Techoi, ambil sebuah Sky Stick. Ingat, cari dan bunuh. Jangan biarkan dia lolos. Saya tidak ingin Dark Cage ini malah menjadi perangkap bagi tim kita sendiri.” Dia membuka sayapnya dan terbang ke bawah gedung.

Ketika Zheng terlempar jatuh dari gedung, ia menyesuaikan tubuhnya untuk menghadap ke bawah. Kemudian ia mengambil meriam udara. Sementara ia masih dalam modus berserk, ia dengan cepat menghitung jarak ke tanah. Ketika ia mencapai ketinggian tertentu, ia menarik pelatuk. Tembakan meriam akhirnya dilepaskan pada saat ia hanya beberapa meter dari tanah. Tembakan udara itu menghantam tanah kemudian memantul kembali pada Zheng. Dia mampu mendarat dengan mantap. Namun, tanah itu menjadi tidak stabil saat tembakan itu menghancurkan betonnya.

Zheng menghela napas lega. Lalu ia memuntahkan keluar seteguk darah. Dia ditahan oleh duri-duri batu beberapa kali yang memaksa dia untuk bertarung beradu kekuatan dengan beruang hitam dan pengguna Muay Thai. Dia bersusah payah selamat karena ketangguhannya.

Zheng tahu bahwa tim Devil mungkin sudah mengirim sebuah grup untuk mengejar Lan dan lainnya. Itu akan sia-sia bahkan jika ia bergegas ke sana sekarang. Namun, ia masih memiliki sedikit harapan. Dia tidak akan menyerah sampai akhir. Dia harus mencoba untuk menghentikan mereka. Jika tidak, ia akan menyesal.

Zheng memasuki tahap ketiga lalu ia mengingat teknik dan gerakan menyelinap Yinkong. Pada saat ia mendengar suara Sky Stick dari atas, ia telah bersembunyi di dalam asap hitam. Tanpa suara, atau niat membunuh.

Segera, hoverboard datang dan dua pria besar berdiri di atasnya. Mereka jelas tidak nyaman dengan situasi itu. Techoi akhirnya melompat turun dan berkata. “Aku akan pergi mencari dia dari bawah sini. Saya bukan gay.”

Francis tertawa. “Itu kompetisi kesabaran. Jika saya tidak memiliki kesabaran, saya akan menjadi orang yang di bawah sini. Haha terima kasih. Saya akhirnya bisa menggunakan hoverboard ini sendirian.”

Techoi berteriak. “Jangan terbunuh atau pemimpin akan marah.” Dia menatap saat Francis terbang menjauh dan menggelengkan kepala. Lalu ia masuk ke gang itu.

Zheng masih bersembunyi diam-diam. Setelah Techoi melewati dia, ia mengikutinya ke gang itu.

 

Translator / Creator: isshh