August 2, 2017

Terror Infinity – Volume 10 / Chapter 10.1

 

Zheng meletakan senapan itu dengan kakinya dan juga puluhan peluru ke samping. Ini adalah senjatanya untuk pertempuran, juga bertujuan untuk mendesak tim Devil dari jarak jauh.

Bakat sniping sangatlah sulit untuk didapat. Meskipun kedengarannya mudah, hanya mengarahkan dan menarik pelatuk, tetapi dalam kenyataannya, beda satu milimeter berarti peluru meleset beberapa meter ketika mencapai target.

Kekuatan ofensif Zero melampaui semua orang dalam hal jarak saat ia berada dalam tim. Dia tidak membuka kendalanya. Berkat kekuatannya selama pertempuran dengan tim India, mereka mampu menang dan pada akhirnya melenyapkan tim itu. Efektivitas seorang penembak jitu dalam pertempuran juga melampaui semua anggota tim lainnya. Namun, mereka lemah dalam jarak dekat. Baik Yinkong atau dia hanya perlu satu serangan untuk menghabisi penembak jitu begitu mereka mendekat.

Sebaliknya, kekuatan Zheng adalah dalam pertempuran jarak dekat dan kemampuan snipernya berasal dari tahap ketiga modus berserk. Hal ini juga tidak bisa bertahan lama.

“Heng, bisakah kau melihat lokasiku?” Zheng bertanya melalui pikirannya.

“Tidak masalah. Aku bisa melihat area sekitarmu. Tapi sepertinya kau sedang berbaring jadi saya tidak bisa melihatmu.”

Zheng berkata. “Heng, berapa banyak anak panah yang masih kau miliki? Enchanted arrow.”

Heng menghitungnya. “Tigapuluh tujuh. Ini sudah cukup bahkan jika saya hanya menggunakan tembakan ledakan. Bukankah hanya ada sepuluh orang musuh? Panah ini cukup. Bagaimana denganmu?”

“Saya akan memulai serangan dengan sniper. Saya akan mencoba untuk membantumu jika ada kesempatan. Apa yang saya khawatirkan adalah bukan skillmu tetapi aku takut kau tidak akan dapat mengerahkannya secara normal. Kepribadianmu membuatku khawatir.”

Heng tertawa. “Percayalah. Focused ability bekerja dengan baik. Aku bisa merasakan diriku menjadi lebih kuat setiap kali saya menggunakannya. Bahkan jika kepribadian saya tidak banyak berubah, saya tidak akan takut pada apapun setelah kemampuan ini diaktifkan.”

Zheng mendesah. “Saya berharap begitu. Hati-hati. Kau adalah yang terkuat dalam serangan jarak jauh di dalam tim. Aku tidak akan mampu menahan ini sendirian jika kau tewas.”

Heng mengangguk kemudian Zheng bertanya ke Yinkong. “Bagaimana denganmu? Dapatkah kau melihat saya dari posisimu?”

“Saya tidak bisa melihat kalian berdua, tapi aku bisa melihat orang-orang yang ada di jalanan.”

Zheng tertawa. “Lalu aku akan menyerahkan jalanan kepadamu. Ingat, misi kita adalah untuk tidak bertempur sampai mati tapi mengulur waktu demi yang lainnya. Begitu mereka mencapai pos pemeriksaan, kita bisa lari. Lindungi diri kalian, serang setelah kalian menjamin keselamatan kalian.”

Mereka bertiga memandang ke arah langit. Scan menunjukkan sepuluh orang terbang di atas dengan kecepatan yang luar biasa. Meskipun masih terdapat jarak tapi itu tidak akan butuh waktu lama dengan kecepatan ini. Di sisi lain, kelompok besar tim China itu bergerak perlahan dan masih kurang sepuluh kilometer lagi untuk sampai ke pos pemeriksaan. Sepuluh orang ini bisa mengejar mereka hanya dalam dua puluh menit.

Zheng panik dan segera berkata. “Lan! Ekspos posisi kami, jangan sembunyikan lokasi kita! Cepat, biarkan mereka datang menyerang kita!”

Lan berhenti sejenak kemudian menjawab. “Aku tidak bisa. Kau perlu mengejutkan mereka untuk penyergapan yang efektif. Kau akan menjadi sasaran empuk jika kau terlihat. Mereka telah menghabiskan terlalu banyak energi untuk memaksa helikopter mendarat sehingga mereka tidak dapat menembus posisi kita sekarang. Jangan meminta itu lagi.”

Zheng semakin cemas. Dia berteriak. “Sial. Lakukan saja yang saya suruh. Jika saya membiarkan mereka mengarah langsung ke kalian, maka apa gunanya kami keluar untuk menahan mereka? Cepat dan ekspos kami jadi mereka akan datang menyerang kami!”

Lan terdiam untuk sementara waktu. “Jika mereka berencana untuk melenyapkan kita, tidak ada yang bisa menghentikan mereka bahkan jika lokasi kalian terekspos. Lebih baik bagi kalian untuk tetap bersembunyi dan memberi mereka serangan kejutan.”

Mungkin membunuh beberapa anggota tim Devil dalam serangan itu akan memungkinkan Zheng untuk tetap hidup bahkan jika kelompok besar terbunuh sekalipun. Namun, Lan tidak mengatakan apa yang dipikirkannya.

Lan tidak menjawab Zheng tidak peduli seberapa banyak ia berteriak. Beberapa menit berlalu seperti ini. Sepuluh orang itu hanya dua puluh kilometer jauhnya dari Zheng. Scan itu tiba-tiba kehilangan fungsinya ke mereka. Zheng, Heng, dan Yinkong hanya bisa mengandalkan mata mereka pada saat ini.

Zheng berhenti berbicara dan menenangkan diri. Dia tidak mau memikirkan apapun selain senapan di tangannya. Meskipun ia masih sedikit cemas, tapi seiring waktu perlahan berlalu, pikirannya menjadi tenang bagaikan sebuah danau.

Beberapa menit menunggu dengan tenang. Beberapa hoverboard terbang melintasi jalan-jalan dua puluh meter di atas mereka. Pada saat yang sama, mata Zheng keluar dari fokus.

“Heng, lihat hoverboard itu? Saya akan menembak yang pertama, kau bidik yang kedua. Incar kepalanya. Jangan bergerak dulu. Tunggu sampai mereka memasuki pusat jalan ini. Tunggu.”

“Serang!”

Zheng berteriak dalam pikirannya. Gerakannya menjadi sangat tepat dan mengincar ke pria kaukasia di depan. Bang! Pria itu jatuh dan hoverboard terbang ke arah dinding. Seorang wanita pirang juga jatuh ke jalan sambil berteriak.

Pada saat yang sama, tembakan Heng mengenai orang di belakang pria kaukasia itu. Namun, tembakan ini tidak sesuai dengan yang diharapkan. Orang itu menggerakan tangannya dan memblokir panah dengan sebuah broadsword yang berapi hitam. Kekuatan dari panah itu melemparkannya ke tanah tapi dia perlahan-lahan terbang kembali setelah ia membuka sepasang sayap di punggungnya.

Mata Zheng berkedut. Dia bisa melihat wajah pria itu dengan jelas melalui  teleskop senjatanya. Wajahnya sama persis kecuali dia tidak memiliki bekas luka.

Clone Zheng mencibir. Ia mengayunkan pedang kemudian bertanya ke pria berkulit putih itu. “Francis, bagaimana keadaanmu? Tembakan itu seharusnya tidak melukaimu.”

Pria kulit putih itu menggelengkan kepalanya sedikit kemudian berdiri dan melihat sebuah benda di tangannya. “Sial, senapan sniper. Kehilangan 80% energi dalam satu serangan. Tidak bisa menahan serangan berikutnya.”

Clone Zheng tertawa dingin. “Tidak masalah. Pertempuran telah dimulai. Xuan, bawa mereka untuk mengejar sisa tim China. Ada tiga orang di sini. Sesuai rencana kita. ZhuiKong urus adikmu. Yanwei, bunuh pemanah itu. Techoi, Francis dan saya akan bersiap dalam pertempuran jarak dekat. Richard bantu kami dengan senapan sniper Gauss mu.”

Clone Zheng mengambil sebuah buku hitam dari sakunya dan mulai membaca dalam bahasa Mesir kuno saat ia terbang menggunakan sayapnya.

Zheng tidak menahan diri dan menyuruh Heng. “Tembak dengan sekuat tenaga! Jangan khawatirkan apapun. Gunakan charged shotmu!” Lalu ia membidik clone itu dan bang!

Clone itu berubah menjadi banyak kelelawar dan memencar. Saat kelelawar itu kembali membentuk tubuh clone Zheng, mantra itu telah selesai.

“Dark Cage!”

 

Translator / Creator: isshh