June 28, 2017

Terror Infinity – Volume 10 / Chapter 1.3

 

Di luar ruangan kantor itu, seorang wanita sedang menembak zombie dengan pistol. Setelah membunuh zombie di depannya, seseorang yang tampak seperti atasannya berlari ke arahnya. “Kamu gila!? Kau membunuh orang!”

Wanita itu menjawab dingin. “Apakah mereka benar-benar manusia?” Kemudian dia menembak zombie di sebelah seorang pria kulit hitam dan mengarahkan pistolnya pada pria ini.

Pria kulit hitam panik dan segera menggelengkan kepalanya. “Tidak, jangan bunuh saya. Saya bukan salah satu dari mereka.”

Dia menembak borgol yang mengikat orang itu ke kursi dan berkata dengan tenang. “Aku hanya membunuh monster.” Dia berjalan keluar kantor polisi.

Atasannya berteriak. “Ke mana kau akan pergi? Kita kekurangan orang di sini!”

Dia menjawab tanpa menoleh. “Ke pos pemeriksaan. Deputi sedang memberikan perintah di sana. Aku dengar Umbrella Corporation membangun sebuah pos militer dan saya harus ke sana untuk memastikannya!”

Sebuah suara menyela. “Bisakah anda membawa kami bersama?”

Zheng dan yang lainnya keluar dari kantor saat itu dan mendengar kata-katanya. Zheng mengangguk ke yang lainnya dan berkata.

Polisi wanita itu melihat delapan orang asing ini kemudian berkata. “Cepat ikuti saya jika kalian ingin pergi. Saya akan mengendarai sebuah mobil, yang akan sampai di sana malam ini. Tetapi tampaknya itu akan tertunda.”

Sebuah mobil tidak akan cukup untuk sembilan orang sehingga sebaliknya Jill harus membawa sebuah van polisi, yang biasanya digunakan untuk mengawal para kriminal. Pada akhirnya, mereka berdelapan duduk di belakang van.

“Kalian payah! Saya bisa saja duduk di kursi penumpang. Dia cantik! Lihatlah pakaiannya dan gerakan seksinya. Kalian tahu kesempatan saya untuk mendapatkannya? Meskipun payudaranya tidak sebesar tim kita…”

Pah! Bang! ChengXiao dengan cepat bangkit dari lantai dan terus tertawa mesum. Ada bekas tangan di wajahnya dan lingkaran gelap di sekitar salah satu matanya.

Zheng mengabaikannya dan berkata kepada semua orang. “Saya tidak akan bicara banyak. Periksa senjata kalian lagi. Ingat bahwa zombie ini hanya mutasi dari virus. Mereka tidak ada hubungannya dengan makhluk spiritual. Jangan takut. Ledakkan kepala mereka dengan pistol atau sesuatu, tapi hati-hati jangan sampai terluka. Meskipun kita memiliki penangkal, saya tidak yakin jika mereka akan bekerja pada virus T.”

Yang lain melepas ransel mereka. Heng juga membawa busurnya. Dia membuka sepotong kain dan mengeluarkan busurnya. Heng merawat itu seperti anaknya. Lalu ia membersihkan panah +3 dengan sepotong kain itu.

Senjata Yinkong masih pisau yang sama, kawat, sekitar selusin pisau terbang, dan perisai defensif. Dia mengambil sebuah buku koleksi puisi dan mulai membaca keras-keras tanpa mempedulikan apa yang dilakukan orang lain. Ekspresi tidak pedulinya membuat ChengXiao menatapnya.

Pistol korosif milik Honglu itu sudah hancur ketika dia menggunakannya untuk memblokir serangan ratu di film sebelumnya. Dia menukar sebuah staf yang berisi misil sihir. Staf ini hanya bisa digunakan oleh orang yang telah mengaktifkan koneksi ke Weave tersebut. Setiap staf memiliki empat puluh misil sihir. Dia menukar dua staf dan itu harusnya cukup dalam pertempuran normal.

Lan membawa senapan mesin ringan. Kemampuan serangnya tidak sepenting kekuatan scan jiwanya. Keistimewaannya berada pada kemampuan scan jiwa dan soul linknya. Semuanya akan melindunginya sebagai prioritas utama.

ChengXiao membawa tomahawk di punggungnya. Sama seperti Heng, tomahawk itu dilapisi dengan sepotong kain. Meskipun terlihat besar tapi kapak itu sebenarnya cukup ringan. Jadi dia tidak keberatan untuk membawanya di punggungnya untuk memperlihatkan sosok jantan seperti yang Zheng katakan kepadanya. Sebenarnya, itu terlihat lucu.

Zheng membawa beberapa senjata. Sebuah minigun, banyak peluru, sniper, senapan mesin, selusin granat, dan pisau. Untungnya, ada cincin Na yang memungkinkan dia membawa semua ini.

Setelah memeriksa senjata mereka, Zheng mengetuk jendela kecil antara kursi pengemudi dan belakang. Jill membukanya dan menoleh ke mereka.

“Kira-kira kapan kita akan sampai di pos pemeriksaan?”

Jill menjawab saat mengemudi. “Silahkan duduk. Masih jauh. Jika kita mempertahankan kecepatan ini, kita seharusnya bisa tiba pada pada pukul 7 malam. Terlalu banyak mobil yang menghalangi jalan atau kita bisa lebih cepat.”

Zheng memandang ke luar jendela. Banyak mobil yang rusak dibiarkan di jalan-jalan. Untungnya, jalanan itu cukup lebar sehingga van bisa melewatinya tanpa banyak masalah. Dia menutup jendela kecil dan berkata. “Istirahatlah. Kita akan berada di film ini cukup lama. Pertahankan stamina kalian.”

Yang lain mengangguk. Sebagian besar dari mereka menutup mata mereka. Yinkong masih membaca puisi. Jiang berkata. “Aku minta maaf. Dapatkah anda memberi saya senjata? Jika ini adalah sungguhan dunia Resident Evil, kita mungkin bisa dalam bahaya setiap saat. Bahkan sebuah pistol lebih baik daripada tidak sama sekali. Saya tidak ingin hanya pasrah saat diserang.”

Para anggota lain setuju tanpa masalah apapun, sehingga Zheng mengambil dua desert eagle dan empat magazine. “Hati-hati dengan pistol itu. Meskipun kalian memiliki senjata ini, kalian mungkin tidak akan terpisah dari tim. Lagipula kalian terlalu lemah dan ini adalah pertempuran tim. Berhati-hatilah dan ikuti kami.”

Honglu memutar-mutar rambutnya tapi tidak mengatakan apa-apa. Dia terus menutup matanya.

Waktu berlalu tanpa terjadi apapun. Mereka meninggalkan kantor polisi pada pukul 9 pagi dan sekarang sudah pukul 12 siang. Jill memarkir van di sebuah supermarket. Daerah ini sangat tenang, tidak ada pejalan kaki atau mobil yang lewat. Supermarket itu rusak akibat kerusuhan. Kaca-kaca berhamburan di lantai. Pintu masuk rusak.

Saat kelompok ini melangkah keluar dari van, Jill berkata. “Kita akan mengambil beberapa makanan dari supermarket. Ingat, hanya makanan dalam kaleng atau bungkusan, dan hanya minuman kaleng atau botol. Jangan makan apapun yang sudah terbuka. Aku dengar mereka dapat menyebabkan mutasi.”

Zheng tertawa. “Mengapa anda menarik pelatuk tadi pagi? Bukankah kau takut membunuh orang normal, jika mereka masih hidup.”

Jill menggeleng. “Saya melihat tubuh seorang yang hancur ditabrak mobil dalam perjalanan. Tubuh bagian atasnya masih merangkak kemudian ia mulai memakan mayat. Saat itulah saya menyadari bahwa mereka bukan manusia lagi. Saya tidak tahu manusia jenis apa yang dapat bertahan hidup ketika darah mereka membeku.”

Mereka mengikuti Jill ke supermarket. Tempat ini tampak seperti habis dijarah oleh banyak orang. Kebanyakan makanan kaleng dan air yang hilang. Semua yang tersisa hanya makanan ringan yang berserakan, dan air minum botol.

Jill mendesah. “Kita harus bertahan. Kita bisa mendapatkan makanan saat mencapai pos pemeriksaan. Ada yang mau ke kamar kecil? Saya tidak akan berhenti setelah ini.”

Zheng berkata sambil tersenyum. “Ambilah makanan kompres kami sebagai ucapan terima kasih telah membawa kami.”

Dia mengambil dua botol kaca dari cincin. “Makanlah ini. Satu berupa makanan yang telah dikompres sedangkan satunya adalah air yang dipadatkan.” Kemudian dia menyerahkan makanan dan air dalam bentuk pill ke Jill.

Dia menunggu sampai Zheng makan porsinya sebelum ia memasukan mereka ke dalam mulutnya. Tiba-tiba, mereka mendengar suara helikopter yang melintas. Para veteran segera berlari keluar dari supermarket, meninggalkan Jill dan dua pemula itu di belakang.

Tiga helikopter lewat tepat di atas mereka. Mereka bisa melihat itu adalah helikopter yang berisi tentara bayaran. Ini adalah harapan mereka dalam menyelesaikan film!

 

Translator / Creator: isshh