June 28, 2017

Martial God Asura Volume 8 Chapter 71 – Quiet Down

 

“Mei, kau …” si cantik berdada besar itu takut pada Su Mei dan dia tidak tahu harus melakukan apa.

 

“Aku bilang berdiri!” Su Mei dengan agresif berteriak.

 

Suara itu menakutkan si cantik berdada besar dan wajah mungilnya langsung memucat. Dia langsung berdiri ke samping dan tidak berani berbicara.

 

“Hmph.”

 

Su Mei mendengus dingin dan melihat dengan penuh amarah pada Chu Feng sebelum wanita berdada besar itu duduk. Dia menunjuk tempat di sebelah Situ Yu dan berkata, “Duduk di sana.”

 

“Mm.”

 

Si Cantik berdada besar itu tidak berani berjalan lambat dan dia menundukkan kepalanya sambil berjalan cepat ke samping Situ Yu. Tanpa mengangkat kepalanya, dia murung duduk.

 

Kejadian itu melebarkan mata dan mulut semua orang. Mereka semua tercengang dengan apa yang terjadi. Untuk semua yang punya mata, mereka bisa tahu kalau Su Mei cemburu.

 

Cemburui dengan siapa? Cemburu dengan Chu Feng! Banyak orang mengejar Su Mei, tapi tidak ada yang bisa menyentuh si cantik # 1 di inner court. Namun dia cemburu pada Chu Feng. Itu sesuatu yang sangat mengejutkan.

 

Tapi setelah dipikir-pikir, ini tidak terlalu mendadak. Lagipula, mereka berdua jalan dengan sangat dekat baru-baru ini dan ada rumor tentang Su Mei yang diam-diam jatuh cinta pada Chu Feng.

 

Tapi walau begitu, tetap saja semua orang tidak mungkin menerimanya. Di sisi lain, Bai Tong dan yang lainnya cukup lega karena secara pribadi mereka melihat lebih banyak kekerasan oleh Su Mei sebelumnya.

 

Bagaimanapun juga, dibandingkan Bai Tong dan yang lainnya, wajah Situ Yu sedikit tidak biasa. Walaupun berusaha sebaik mungkin untuk menyembunyikannya, dia juga memperlihatkan kekesalannya. Dia juga cemburu.

 

“Kau cukup galak dan tidak perlu memperlakukannya seperti itu kan?” Chu Feng berkata sambil terkekeh.

 

“Ya terserah aku, memang kau mau apa?” Su Mei dengan tajam melotot pada Chu Feng sebelum berpaling dan mengabaikan Chu Feng.

 

Setelah badai kecil itu, yang disebut-sebut pertemuan itu juga secara resmi dimulai. Pertama, orang-orang yang akan berpartisipasi dalam ujian murid utama diumumkan. Ada 12 orang, termasuk Chu Feng, Su Mei, dan Situ Yu.

 

9 orang lainnya sudah berkultivasi di tingkat 8 dan tidak sulit untuk lulus ujian murid utama. Jadi, pada dasarnya dipastikan 12 anggota akan meninggalkan Wings Alliance.

 

Tapi, menghadapi situasi itu, Situ Yu sudah mempersiapkan semuanya. Karena adiknya tidak akan berpartisipasi dalam ujian murid utama tahun ini, jadi Situ Liang akan tetap tinggal di dalam inner court. Dia akan meneruskan kakaknya sebagai penguasa baru Wings Alliance.

 

Ada satu hal lagi. Setelah menjadi murid utama Situ Yu menyarankan, Wings Alliance harus tetap dipertahankan dan dia tidak ingin semua orang bubar.

 

Situ Yu mengirim pemikirannya pada mantan anggota Wings Alliance tapi murid utama yang sekarang mau Situ Yu memimpin Wings Alliance dan menciptakan lahan baru di dalam murid utama. Tapi, dia menolak.

 

Jadi, ada masalah serius di depan mata mereka. Mereka ingin menciptakan Wings Alliance di lahan para murid utama dengan kelompok mereka. Dengan bangkitnya Wings Alliance, pasti akan ada pemilihan penguasa aliansi baru dan itu adalah diskusi saat ini.

 

“Situ Yu, apa ini masih perlu didiskusikan? Karena mantan senior tidak mau memimpin kita, jabatan penguasa aliansi sudah pasti turun padamu.”

 

“Betul. Di Wings Alliance hari ini, siapa lagi selain kau yang akan menjabat?” Berbagai macam anggota semuanya merekomendasikan Situ Yu untuk terus menjadi penguasa aliansi.

 

“Ahh, semuanya di sini adalah penjelmaan naga dan saya yakin tidak ada yang mau hidup di bawah pemberian orang lain. Jadi, bagaimana kalau kita bersikap sedikit lebih adil. Semuanya, Tidak perlu memilih saya terus dan kalian bisa mengungkapkan pikiran yang sebenarnya. ”

 

Situ Yu melakukan hindaran palsu tapi siapa pun bisa bilang kalau dia sangat senang. Senang karena semua orang memilihnya untuk terus menjadi penguasa aliansi.

 

Melihat Situ Yu, Chu Feng memberinya satu kata penilaian. “Munafik”. Jadi, dia tidak repot-repot mendengarkan mereka dan saat ini dia hanya memusatkan perhatiannya pada Su Mei.

 

Su Mei tidak berbicara pada Chu Feng cukup lama. Tangannya menopang dagunya dengan kepala miring ke atas. Tidak ada yang tahu dia melihat kemana, tapi bisa dipastikan dia tidak memperhatikan Situ Yu dan yang lainnya katakan.

 

“Oi, apa kau marah?” Chu Feng mendekat dan bertanya sambil tertawa kecil.

 

“Siapa yang marah? Marah ke siapa? Siapa yang harus aku marahi?” Su Mei dengan marah melihat dengan sekilas ke arah Chu Feng.

 

“Kalau kau tidak marah, kau sedang apa?” Tanya Chu Feng curiga.

 

“Aku serius mendengarkan kata-kata Situ Yu.” Su Mei menggerutu.

 

“Itu bagus. Apa kau bisa mengulang apa yang Situ Yu katakan?” Chu Feng tertawa sedikit.

 

“Dia bilang …” Su Mei sedikit bingung. Dia tidak mendengarkan, jadi bagaimana dia bisa tahu apa yang Situ Yu katakan?

 

Saat dia menoleh dan melihat wajah Chu Feng yang penuh dengan senyuman manja, dia tahu dia tertipu oleh Chu Feng. Dia dengan marah menggigit bibirnya dan dia benar-benar ingin pergi untuk menggigit Chu Feng.

 

“Jangan marah okay. Bagaimana kalau aku cerita?” Kata Chu Feng girang.

 

“Cerita apa? Kalau kau mau ceritakan saja.” Su Mei mengerutkan bibirnya namun tetap melihat dengan penuh perhatian.

 

“Ada tiga kelinci putih kecil yang mengambil jamur.”

 

“Dua kelinci yang besar itu mengatakan pada si kecil untuk mencari sayuran liar untuk dimakan.”

 

“Si kecil berkata, Aku tidak akan pergi. Kalau aku pergi, kalian berdua akan memakan jamurku.”

 

“Keduanya berkata, ‘Kami tidak akan melakukannya. Jadi jangan khawatir dan pergilah’ kelinci kecil itu akhirnya pergi ~~~ ”

 

“Tapi setelah beberapa lama, kelinci putih kecil itu tidak kembali. Mereka pun mengobrol dan setelah itu, mereka berdua memutuskan untuk tidak menunggu lagi dan mereka akan memakan jamur itu. ”

 

“Tapi pada saat itu, kelinci putih kecil itu tiba-tiba melompat keluar dari semak-semak terdekat dan dengan marah berkata, ‘Benar kan? aku tahu kalian berdua akan memakan jamurku!’”

 

“Hahaha, jadi kelinci putih kecil itu memang tidak kemana-mana?” Kata kelinci besar.

 

“Menurutmu?” Kata kelinci besar yang satunya.

 

“Haha, Dia tidak kemana-mana. Itu akan terlalu lucu dan menggelikan … ” Kata Kelinci besar.

 

Su Mei tertawa karena cerita Chu Feng dan tawanya yang indah sangat menyenangkan untuk didengar. Tapi, waktu saat suara itu terdengar jelas tidak pas dan menarik perhatian semua orang.

 

“Sini, aku ceritakan lagi.” Melihat Su Mei akhirnya tersenyum, Chu Feng menjadi antusias. Dia mengulurkan lengannya sambil menarik lengan bajunya dan dia bersiap untuk menunjukkan keahliannya lagi.

 

Kelakuan dari keduanya membuat  Situ Yu tidak senang. Melihat seseorang yang dia suka tertawa di depan orang lain, tidak peduli apa yang dia katakan, Situ Yu merasa cukup panik.

 

* Bang * Tepat pada saat itu, Situ Liang tiba-tiba memukul meja, melangkah maju, menunjuk Chu Feng dan berkata,

 

“Kakakku sedang berbicara sekarang jadi harap tenang!”

 

Mendengar kata-kata itu, ekspresi Chu Feng tidak berubah. Ia perlahan berdiri dan dengan tenang berjalan di depan Situ Liang.

 

Tiba-tiba, Chu Feng mengayunkan tangannya, dan dengan keras, tamparan yang jelas mendarat di wajah Situ Liang.

 

Kekuatannya yang kuat langsung memutar balikan Situ Liang ke tanah. Dia membuka mulutnya dan semulut darah dan tiga gigi depan juga keluar.

 

Kejadian itu benar-benar menakutkan banyak orang. Chu Feng langsung menyerang seseorang dan dia adalah penguasa aliansi masa depan untuk Wings Alliance dan juga adik Situ Yu. Nyalinya agak terlalu besar.

 

Chu Feng tidak peduli sedikit pun saat menghadapi tatapan kaget penonton. Dia menunjuk Situ Liang yang berada di tanah dan dengan bengis berkata,

 

“Anda tenang saat saya yang berbicara!”

Translator / Creator: alknight