June 25, 2017

Martial God Asura Volume 8 Chapter 67 – Supporter

 

 

*whoosh* Tiba-tiba, tubuh Jian Fengyi melintas dan dia menghilang seperti hantu.

 

Saat dia muncul, dia sudah di depan Chu Feng. Sebuah pukulan kuat yang terus bertambah besar di depan mata Chu Feng. Dia tidak peduli dimana dia dan dia langsung menyerang.

 

Tapi, dia meremehkan Chu Feng. Dia berpikir pukulannya akan mengenainya dan merobohkan Chu Feng, tapi dia tidak tahu pukulannya tidak berdaya di mata Chu Feng.

 

Sudut mulut Chu Feng sedikit melengkung. Dia melangkah maju, bahunya sedikit bergetar, lengan kanannya tiba-tiba memanjang dan dia memukul balik.

 

Kedua tinju bertabrakan di udara. Kecepatan yang sangat cepat dan kekuatan yang kuat yang membuat angin berdesir kencang seakan membakar udara.

 

“Berhenti.”

 

Tapi saat kedua kepalan tangan itu hampir bertabrakan, sebuah tubuh tiba-tiba muncul di depan dua orang itu dan dua telapak tangan kuat mencengkeram Chu Feng dan pergelangan tangan Jian Fengyi, dengan paksa menghentikan kedua serangan itu.

 

“Origin Realm?” Kekuatan dari pergelangan tangan membuat mata Chu Feng menyala. Dia mengangkat kepala dan melihat. Itu adalah tetua dari Gedung Skill beladiri di panggung sebelumnya.

 

Tapi, pada saat itu, tetua itu juga melihat Chu Feng. Di matanya, ada sedikit keheranan.

 

Dari kedua kepalan tangannya, dia jelas bisa merasakan kekuatan Chu Feng lebih kuat dari pada Jian Fengyi. Tapi, Chu Feng hanya punya aura tingkat ke 7 dari Spirit Realm sedangkan Jian Fengyi punya aura tingkat 9.

 

“Apa yang terjadi? Kenapa aku merasakan fluktuasi energi spiritual?”

 

Tepat pada saat itu, suara tua berasal dari arah Gedung Skill beladiri. Seorang pria tua dengan rambut hitam keluar dan sepertinya dia adalah tetua lain dari Gedung Skill beladiri. Posisinya sepertinya lebih tinggi dari tetua paruh baya di depannya.

 

“Tetua Wang, kedua murid ini akan saling bertarung di sini.” Melihat hal itu, para tetua paruh baya pergi untuk melapor.

 

“Oh?” Tetua itu menatap Jian Fengyi pada awalnya, lalu dengan tegas memarahi Chu Feng, “Kenapa kau menyerang disini? Apa kau tahu tempat ini? Apa Kau juga tahu peraturan sekolah ini? ”

 

“Tetua, apa anda tidak melihat dia menyerang saya duluan? Saya hanya bertahan. Apa itu salah dilihat dari mana pun? “Chu Feng merasa dirugikan.

 

Mendengar kata-kata itu, Tetua Wang juga mengerutkan keningnya. Dia tidak pernah mengira seorang murid berani untuk berbicara dengannya dengan cara seperti itu. Tapi walau begitu, dia masih menatap Jian Fengyi dan bertanya dengan nada yang sangat lembut, “Fengyi, apa kau menyerang duluan?”

 

“Saya …” Pada saat itu, Jian Fengyi kehilangan kata-kata. Dia memang salah. Bagaimanapun, banya sekali pasang mata yang tak terhitung jumlahnya melihat kejadian itu sekarang.

 

“Baiklah, hati-hati saja lain kali. Sebagai seorang perwakilan dalam murid-murid di innercourt, ingatlah untuk memperhatikan pengaruhmu oke? ”

 

“Siap saya mengerti.”

 

“Mm, Kau tidak pernah datang ke Gedung Skill beladiri. Untuk apa kau datang hari ini?

 

“Tetua Wang, saya datang hari ini untuk merasakan misteri Cultivation Formation ini.”

 

“Kau akan menjadi murid utama dalam beberapa hari tapi Kamu masih kesini. Tapi itu tidak apa-apa. Sejak kau sudah datang, silahkan saja. “Tetua Wang tersenyum dan mengayunkan tangannya.

 

“Terima kasih tetua.” Jian Fengyi langsung mengeluarkan Saint Spirit Grass dari Cosmos Sack-nya. Dia dengan hormat memberikannya kepada tetua paruh baya dan berjalan menuju panggung.

 

Namun, saat dia berjalan di samping Chu Feng, dia berkata dengan suara yang hanya bisa didengar Chu Feng,

 

“Nak, bisa Kau lihat aku punya banyak pendukung di inner court ini?”

 

“Dan juga, jangan berpikir Kau akan aman setelah bergabung dengan Wings Alliance. Karena Kau sudah berani menyerang adikku, langit pun tidak akan bisa melindungimu. “Setelah mengucapkan kata-kata itu, Jian Fengyi mengayunkan lengan bajunya yang besarnya, melangkah maju dengan langkah besar dan memanjat ke panggung tinggi.

 

Pada saat itu, wajah Chu Feng berubah menjadi sedikit jelek. Dia berkata dengan ketida kpuasan pada Tetua Wang, “Saya jelas-jelas sampai di sini sebelum dia. Kenapa anda membiarkan dia duluan? ”

 

“Ini disebut ‘Yang mampu yang diprioritaskan’. Jian Fengyi adalah salah satu murid di inner court.Pasti dia dapat prioritas dalam sumber daya pelatihan di innercourt. ”

 

Tetua mengatakan dengan tidak terburu-buru tapi bekas kemarahan melonjak di matanya. Jelas, karena dibantah oleh Chu Feng lagi, dia merasa tidak senang.

 

“Bagaimana anda tahu saya tidak lebih baik darinya?” Chu Feng tidak membiarkan topik itu pergi.

 

“Haha, kamu lebih baik? Seorang murid tingkat 7 yang berani menyebut dirinya luar biasa? Sombong sekali. Bagaimana murid sepertimu bisa ada di Sekolah Dragon Azure?” Nada Elder Wang menjadi lebih dingin.

 

“Apakah aku luar biasa atau tidak itu tidak dinilai oleh anda. Pada akhirnya, Anda cuma tetua di inner court. Anda tidak berhak menilai kelayakan seseorang.” Chu Feng melihat bahwa si tua itu memiliki hubungan dengan Jian Fengyi jadi sikapnya juga menjadi lebih kasar.

 

“Anak yang sombong. Kamu berani berbicara denganku seperti itu?” Tetua Wang berkata sambil menggertakan giginya.

 

“Sebagai tetua, anda memperlakukan sesuatu dengan tidak adil. Bagaimana anda layak mendapat hormat saya?” Chu Feng dengan curiga melengkungkan bibirnya.

 

“Kurang ajar. Kalau aku tidak mengajari Kamu pelajaran hari ini, Kamu akan berpikir tidak satu pun dari semua hukum di dunia akan berlaku untukmu.” Akhirnya, tetua itu tidak menerima argumen Chu Feng lagi. Dia mengayunkan lengan bajunya yang besar dan telapak tangan yang kuat mengarah ke Chu Feng.

 

“Tingkat ketiga dari Origin Realm?” Pada saat itu, Chu Feng hanya bisa terkejut. Dia tidak akan pernah mengira tetua itu akan sampai ke tingkat 3. Kalau itu adalah tingkat pertama dari Origin World, Chu Feng masih bisa menghadapinya. Tapi kalau itu tingkat ke-3, Chu Feng tidak akan beruntung.

 

* Bang *

 

“Ahh”

 

Tapi saat Chu Feng mengira bencana akan menyerang, Tetua Wang berteriak dengan heran dan mundur beberapa langkah. Seolah-olah dia merasakan pukulan besar, dan saat dia menstabilkan langkahnya, wajahnya menjadi pucat pasi.

 

“Tetua Wang, sepertinya tidak pantas menyerang murid seperti itu kan?”

 

Pada saat itu, orang-orang melihat ada seorang tetua berambut putih yang muncul di samping Chu Feng. Chu Feng juga mengenali orang itu. Itu adalah orang yang didaftarkan untuknya, seorang tetua dari Gedung Skill Beladiri, Tetua Ouyang.

 

Tapi dia juga tidak mengira kekuatan tetua itu akan begitu kuat. Belum lagi dia sampai di sebelahnya dengan diam-diam, dia sampai tidak merasakan serangannya sekarang. Tapi, dia tahu aura tetua itu sangat tebal. Itu jauh di atas Tetua Wang.

“Tuanku pak manajer, kami memberi hormat!” Melihat tetua Ouyang, Tetua Wang dan tetua paruh baya sangat mengubah ekspresi mereka dan langsung menjadi hormat.

 

“Manajer? Dia manajer Gedung Skill Beladiri? “Chu Feng tiba-tiba mengerti dan menatap pria tua di sebelahnya dengan sedikit kaget.

 

“Bagaimana anak ini bisa mengenal Tetua Ouyang?” Pada saat itu, Jian Fengyi yang sudah berada di atas panggung juga mengerutkan kening.

 

Dari keluarganya, dia memiliki beberapa koneksi dengan Tetua Wang. Itulah kenapa dia bisa duluan ke atas panggung. Tapi dia tidak akan pernah berpikir Chu Feng akan mengenal manajer Gedung Skill beladiri.

 

Tampaknya hubungan keduanya cukup baik atau kenapa Ouyang sendiri keluar secara pribadi untuk Chu Feng? Pada saat itu, Jian Fengyi merasa bahwa situasinya tidak mengarah ke arah yang baik.

 

“Aku tidak akan terlalu banyak mengurusi apa yang baru terjadi. Tapi, di Gedung Skill beladiriku, punya aturan yang datang duluan dialah yang dilayani terlebih dulu. ”

 

“Chu Feng, kau naik. Tidak usah membayar Saint Spirit Grass.” Ouyang tidak menyia-nyiakan kata-katanya dan dia mengayunkan tangannya, menunjukkan Chu Feng untuk naik.

 

“Terima kasih tetua.” Chu Feng dengan rasa syukur membungkuk kepada Ouyang, dan di bawah tatapan orang banyak, dia berjalan di atas panggung yang tinggi.

 

Tapi, ketika dia tiba di samping Jian Fengyi, Chu Feng tidak bisa menahan diri untuk berhenti. Dia tersenyum dan berkata,

 

“Kelihatannya pendukungmu di inner court Cuma begitu aja.”

 

“Selain itu, jangankan menyerang saudaramu. Aku juga berani menyerangmu. Jangan sampai aku melihatmu lagi kalau tidak, Kau akan merasakan akibatnya. “

Translator / Creator: alknight