June 25, 2017

Martial God Asura Volume 7 Chapter 64 – Raging Flames of the Burning Heavens

 

 

“Kau … siapa Kau?” Kepala Sekolah Thousand Wind mengatakan itu sambil gemetar.

 

Melihat pria paruh baya yang seperti pengemis di depannya, dia benar-benar takut pada sampai titik dia sama sekali tidak memahaminya. Walaupun pengemis itu tidak memancarkan sehelai aura apapun dan dia tampak seperti orang normal, hanya dengan melihat matanya, dia merasa ketakutan di dalam hatinya. Rasa takut meresap ke tulangnya.

 

Terutama sebelumnya. Walaupun dia tidak melihat bagaimana dia sampai kesana, dia dengan sembunyi merasakan kalau pengemis itu datang dari langit. Yang berarti orang di depannya itu adalah seorang ahli dari Heaven Realm.

 

Heaven Realm. Suatu tempat yang tak seorang pun di seluruh Provinsi Azure sampai kesana. Hanya di golongan penguasa dari Sembilan Provinsi Dinasti Jiang, yang juga memiliki karakter yang begitu kuat. Tidak diragukan lagi tempat yang hanya bisa dicapai para ahli top dari Sembilan Provinsi.

 

Tapi dari apa yang dia tahu, bahkan di istana kekaisaran, karakter yang sampai ke Heaven Realm adalah orang tua yang seusia dengannya. Tapi di depannya, orang itu jelas masih setengah baya. Sangat sulit untuknya menerima pengemis itu tiba di Heaven Realm di usia itu.

 

“Kamu seharusnya tidak menyerangnya.” Orang seperti pengemis itu berbicara. Suara ini sangat mantap saat ia memancarkan aura seorang raja yang menghadap ke dunia.

 

“Seharunya tidak menyerang siapa? Apa itu … apa anak laki-laki itu? ”

 

“Maa … Maaf, saya tidak mengenalinya dan saya tidak tahu anda mengenalinya. Saya harap anda bermurah hati dan melepaskan hidup saya. ” Ujar kepala Sekolah Thousand Wind Sambil gemetar.

 

Bagaimanapun, dia adalah kepala sebuah sekolah. Dengan sangat cepat, dia ingat Chu Feng sangat berbeda dari yang lain. Kalau Chu Feng terhubung dengan orang di depannya dan dia mencoba membunuh Chu Feng sebelumnya, berarti saat ini dia benar-benar berada di pintu kematian.

 

“Tolong, lepaskan saya … lepaskan saya …” Kata kepala Sekolah Thousand Wind dengan penuh ketakutan

 

 

 

Berpikir pada saat itu, kepala Thousand Wind School berlutut dan terus membenturkan kepalanya ke tanah. Dia sama sekali mengabaikan posisi dan statusnya yang tinggi. Saat hidupnya dalam bahaya, dia memilih untuk memberikan segalanya dan itu termasuk martabatnya.

 

* rumble rumble rumble *

 

Tepat pada saat itu, dari jauh, suara langkah guntur menggema. Setelah beberapa saat, pasir bermunculan di mana-mana. Melihat ke atas, sosok-sosok yang padat berkumpul berlari menuju makam. Dari pakaian mereka, itu adalah tentara Sekolah Thousand Wind.

 

Sekolah Thousand Wind dan Sekolah Dragon Azure berbeda. Walaupun mereka cukup dekat dengan padang pasir, berita tentang makam itu adalah perangkap yang diatur oleh tetua Sekolah Azure Dragon School, Zhuge.

 

Jadi, tujuan Sekolah Dragon Azure sudah jelas bahkan sebelum datang. Murid-murid utama mengumpulkan harta karun dari berbagai makam tapi tidak ada yang memasuki kabut. Begitu mereka selesai mengumpulkan harta karun itu, mereka mundur.

 

Sekolah Thousand Wind yang tidak tahu kebenaran terus mengirim orang setelah makam tersebut dibuka. Mereka mengirim banyak orang karena mereka ingin memonopoli harta karun di dalam makam. Tapi, mereka tidak pernah berpikir mereka berada dalam perangkap Zhuge sehingga mereka mendapat banyak kehilangan.

 

Tentara Sekolah Thousand Wind yang mendekat juga tidak tahu yang sebenarnya. Mereka adalah pasukan pendukung yang baru sampai, tapi setelah melihat kejadian itu, mereka sedikit terdiam.

 

“Siapa Kam sudah berani menyakiti kepala sekolah kami !?”

 

Tetua utama dari Sekolah Thousand Wind mengenali kepala mereka sendiri dalam sekilas. Tapi, saat mereka melihat bahwa dia berlutut di tanah sambil memohon ampun, mereka sangat marah dan murka. Tanpa berpikir mereka memimpin tentara dan akan di bantai olehnya.

 

Menghadapi keadaan itu, kepala Sekolah Thousand Wind sama sekali tidak peduli. Dia terus membenturkan kepalanya ke arah si pengemis dan berharap akan diampuni. Dia tahu orang yang berada di depannya bukanlah orang yang bisa dikalahkan dengan jumlah.

 

“Kalaupun aku tidak membunuhmu, dia tidak akan memaafkanmu. Aku akan mengirimmu dalam perjalanan yang paling nggak akan lebih baik, daripada dia menghabisimu. ”

 

Pengemis itu perlahan memejamkan mata. Tiba-tiba bekas luka api di dahinya mulai memancarkan cahaya merah api. Saat rambutnya berkobar, sebuah ledakan besar bergema. Dalam lingkar 10 mil itu langsung menjadi lautan api.

 

Lautan api naik ke angkasa setinggi puluhan kaki. Kobaran api yang kadang meledak seperti naga besar , kadang seperti harimau yang ganas, dan mengaum dan berputar lalu masuk ke dalam padang pasir.

 

Hampir dalam sekejap, ledakan itu menelan tentara Sekolah Thousand Wind. Orang-orang yang agresif itu seperti semut di atas panci yang panas. Mereka langsung kehilangan semua kemampuan mereka dan mulai berguling-guling dengan tubuh mereka yang terbakar sambil melolong kesakitan tiada akhir.

 

Dalam sekejap, segala macam tangisan terdengar di mana-mana. Bahkan kepala Sekolah Thousand Wind tidak punya cara untuk melawan suhu tinggi yang mengerikan itu.

 

Tapi pengemis gila itu tidak terpengaruh sama sekali dalam api. Bajunya pun tidak menyala dan dia dengan tenang berjalan di dalam api.

 

Walaupun bajunya tidak pantas dan rambutnya kacau, aura di tubuhnya tak terbandingkan oleh siapapun. Dia seperti seorang raja dan dia memancarkan aura seorang raja yang memandang dunia.

 

“Aku adalah api yang mengamuk dari Burning Heavens dan aku bisa membakar semua makhluk hidup. Aku adalah orang suci dari Burning Heavens dan aku ingin menyatukan dunia. Akulah anak yang suci dari Burning Heavens dan aku tak terkalahkan … ”

 

“Ahh ~~”

 

Tiba-tiba, seorang ahli yang kuat, seseorang dengan hawa yang tidak biasa melintas matanya. Tiba-tiba, dia mulai meraung kesakitan seperti dia ingin mati. Kedua tangannya meraih rambut panjangnya dan dia mulai berguling dan terbakar. Dia menggunakan tubuhnya untuk bertabrakan dengan permukaan gurun dan kekuatan yang kuat pun sampai membuat gurun pasir bergetar.

 

Tidak ada yang tahu berapa lama sebelum dia perlahan menenangkan diri. Kobaran api juga mulai berangsur-angsur hilang dan bekas api di antara kedua alisnya juga kembali normal. Bahkan aura seperti raja sebelumnya pun hilang.

 

Matanya tidak garang lagi dan warnanya kusam. Ekspresinya sangat tegang seakan ketakutan oleh sesuatu. Dia berlari dan berteriak sambil bergetar kekiri dan kekanan,

 

“Mati aku, mati aku, aku seharusnya tidak masuk wilayah anda, tolong maafkan saya, tolong maafkan saya, saya tidak mau mati …” Ujar kepala Sekolah Thousand Wind dengan wajah ketakutannya

 

“Saya berjanji akan melindunginya, saya pasti akan melindunginya selama anda membiarkan saya pergi. Saya akan melakukan apapun untuk anda …”

 

Kemudian pada hari itu juga, seluruh area padang pasir menjadi daerah terlarang. Walaupun tidak ada lagi api, daerah itu mempunyai suhu tinggi dan tidak ada yang bisa masuk ke dalamnya. Tiba tiba api besar juga menjadi berita yang mengejutkan dan dengan cepat menyebar ke Ancient City.

 

“Biarkan aku pergi, aku harus mencarinya.”

 

“Su Mei, tenanglah dirimu. Makam itu sudah menjadi daerah terlarang. Para ahli sejati pun tidak bisa mendekatinya jadi Kau tidak boleh masuk. ”

 

“Biarkan aku pergi! 3 hari sudah lewat dan Chu Feng belum kembali. Apa kalian tidak aneh? Dia mempertaruhkan nyawanya untuk menyelamatkan kalian semua! “Di pintu masuk Ancient City, Su Mei ditarik kembali oleh Bai Tong dan yang lainnya. Wajahnya penuh kegelisahan dan kemarahan.

 

“Hey apa yang kau lakukan? Kenapa ramai sekali di sini? “Tapi pada saat itu, sebuah suara tiba-tiba terdengar dan sasat semua orang mengangkat kepala mereka untuk melihat, mereka bersukacita.

 

Mereka melihat Chu Feng berdiri di dekatnya sambil tersenyum dan menatapnya sambil menyipitkan mata. Tapi, Chu Feng pada saat dalam kondisi yang menyedihkan dan dia terlihat seperti seorang pengemis.

 

“Chu Feng.” Tapi semua orang tidak pernah menyangka sedikit pun kalau Chu Feng dalam keadaan seperti itu, Su Mei mengabaikan mereka dan melompat ke pelukan Chu Feng dan memeluknya erat-erat. Di sudut matanya, ada air mata kegembiraan.

Translator / Creator: alknight