June 19, 2017

Martial God Asura Volume 3 Chapter 18 – The Scream in the Forest

 

 

“Aku bilang, Chu Feng, kau juga tidak sebagus itu. Kamu bahkan tidak memiliki sesuatu setelah seharian penuh. “Sesaat dia melihat tas kosong Chu Feng, Chu Xue mencibir.

 

“Apakah benar? Dengan kesepuluh dari kalian semua, sepertinya kalian tidak lebih baik dariku? “Chu Feng mengamati dengan tatapannya, dan melihat tas kosong yang sama di sisi Chu Xue, dia mengolok-olok,

 

“Aku benar-benar tidak mengerti apa yang dipikirkan Chu Wei. Dia menempatkan sepuluh dari kalian orang-orang yang tidak berguna di satu tempat, dan sepuluh orang yang tidak berguna berlari ke lingkaran tengah. Apakah kalian disini mau berkemah? Apa kalian punya cukup makanan? ”

 

“Omong kosong.” Mendengar kata-kata Chu Feng, Chu Xue merasa gelisah dan marah. Sembilan pelayan lain di sampingnya juga tidak dalam suasana hati yang baik.

 

Terutama Chu Gao. Dia bahkan menunjuk Chu Feng dan berteriak, “Jika Kamu berani bersikap tidak hormat lagi terhadap nona Xue, aku akan memotong kakimu.”

 

“Kalau Kau merasa bisa, datang dan cobalah.” Chu Feng melirik ke arah Chu Gao dengan jijik, lalu melihat ke bawah dan terus memakan ransumnya.

 

“Kau pikir aku tidak berani?” Sesaat Chu Gao berbicara, dia berlari dengan agresif ke arah Chu Feng. Putaran angin muncul dari bawah kakinya dan menyapu daun besar. Dia benar-enar menunjukkan kekuatan tingkat 4 Spirit Realm.

 

Tapi saat Chu Gao mendekati Chu Feng, Chu Feng tiba-tiba mengangkat kepalanya, dan sepasang mata dingin keluar setajam pisau seolah menusuk mata Chu Gao.

 

* Ta *

 

Pada saat itu, Chu Gao langsung berhenti berjalan dan dengan cepat mundur dua langkah kebelakang. Begitu melihat tatapan Chu Feng, dia merasakan sesuatu. Seperti hasrat untuk membunuh.

 

Intimidasi itu membuat Chu Gao dingin di punggungnya. Hatinya panik karena ia sudah merasakan intimidasi seperti itu sebelumnya, dan seseorang yang bisa membuatnya merasakan itu adalah orang yang sangat menakutkan.

 

Meskipun dia juga merasa hal itu tak terbayangkan saat datang dari Chu Feng yang juga berada di tingkat ke 4 Spirit Realm dan baru saja memasuki inner court, intimidasi itu mengatakan kepadanya dia tidak dapat melawan Chu Feng.

 

* Gu *

 

Setelah menelan air liurnya dengan sangat dalam, Chu Gao langsung mundur dan berbalik.

 

Kejadian itu benar-benar membuat Chu Xue dan yang lainnya tidak tahu harus berbuat apa. Kenapa dia kembali tanpa bertarung? Bukannya itu terlalu memalukan?

 

Jika mereka tahu Chu Gao takut hanya dengan ekspresi mata Chu Feng , mereka akan merasa mereka akan kehilangan lebih banyak muka.

 

“Chu Gao, apa yang terjadi padamu?” Chu Xue menyentak dengan marah.

 

“Nona, aku …” Chu Gao tidak tahu bagaimana harus merespon.

 

“Sampah tidak berguna.”

 

Melihat tampang Chu Gao yang lemah, Chu Xue dengan marah menggigit giginya, tapi dia tidak tahu harus berbuat apa. Pada akhirnya, dia hanya bisa mengatakan dengan keras pada Chu Feng,

 

“Chu Feng, kamu sudah benar-benar dewasa. Apa Kau lupa Kau dipukuli Hongfei saat Kau masih muda? ”

 

“Biar aku peringatkan sebaiknya kau tidak kembali ke keluarga Chu, kalau tidak aku akan menyuruh Hongfei memukulimu lebih banyak lagi. ”

 

Setelah mendengar kata-kata Chu Xue, Chu Feng tiba-tiba mengepalkan kedua tangannya, dan ransum di tangannya benar-benar hancur sampai bubuk. Sebuah pusarang angin dengan dia sebagai intinya mulai berputar-putar, dan meniup Chu Xue dan yang lainnya mundur. Sampai Chu Gao pun mengalami kesulitan untuk bertahan.

 

Chu Hongfei. Seseorang yang sangat mempermalukan Chu Feng sebelumnya. Chu Feng tidak akan pernah lupa, dia yang baru berusia delapan tahun dipukuli oleh Chu Hongfei yang berusia sepuluh tahun sampai pada titik dia tidak dapat berdiri . Chu Feng harus tinggal di tempat tidur selama setengah bulan.

 

Yang penting adalah saat Chu Guyu pergi dan mencari Chu Hongfei, bahkan Chu Guyu dipukuli dengan sadis. Hal itu menjadi duri dalam hati Chu Feng. Duri yang akan selalu menyakitkan kalau tidak dicabut.

 

Chu Feng perlahan mengangkat kepalanya dan aura dingin yang pekat menyebar dari sepasang matanya. Dia berkata dengan nada dingin kepada Chu Xue,

 

“Chu Xue, katakan pada Chu Hongfei aku akan kembali dalam pertemuan tahun ini. Pastikan dia melakukan persiapan untuk berlutut dan mengemis. ”

 

“Dan sekarang, kalian semua lebih baik menghilang dari pandanganku, atau aku akan membuat kalian menyesal.”

 

Pada keadaan normal, Chu Xue pasti akan berbicara balik dengan Chu Feng. Tapi sekarang dia tidak punya keberanian untuk melakukanya. Pada saat itu, aura yang dipancarkan Chu Feng sudah cukup membuat kakinya lemas dan tubuhnya gemetar. Dia tahu perasaan ini disebut ketakutan.

 

Pada akhirnya, Chu Xue tidak mengatakan apapun kembali dan berbalik lalu melangkah lebih jauh ke pegunungan dan hutan. Sedangkan Chu Gao dan yang lainnya, mereka juga segera menyusul, karena mereka sama dengan Chu Xue, karena mereka tidak bisa melawan aura Chu Feng.

 

Setelah Chu Xue dan yang lainnya pergi, Chu Feng berkemas sejenak dan melanjutkan perjalanannya.

 

Dia tahu Chu Hongfei bukan orang yang bisa di remehkan. Bukan hanya dia yang terbaik dalam bertarung di  keluarga Chu dulu, Malah sampai hari ini, dia hampir berada di belakang Chu Guyu.

 

Chu Hongfei berasal dari keluarga Chu, dan selain Chu Guyu, dia adalah satu-satunya orang lain yang bisa masuk ke sekolah kelas satu. Bisa diterima oleh sekolah kelas satu sudah menunjukkan bakatnya dalam bela diri.

 

Sejak Chu Hongfei masuk sekolah, dia tidak kembali ke keluarga Chu jadi tidak ada yang tahu kekuatan apa yang dia miliki.

 

Namun, Chu Feng merasa pada tahun ini, Chu Hongfei kemungkinan akan kembali. Bagaimanapun juga, ayahnya sendiri adalah salah satu kandidat.

 

Sedangkan untuk bakat Chu Hongfei, walaupun dia tidak mencapai tingkat 6 Spirit Realm, setidaknya dia akan berada di tingkat 5. Jadi, Chu Feng harus segera meningkatkan kekuatannya dan setidaknya mencapai tingkat 5 Spirit Realm.

 

“Ah! Jangan sentuh aku ~~~~ ”

 

Tapi sebelum Chu Feng berjalan jauh, jeritan tajam datang dari hutan. Suara itu milik Chu Xue.

 

Pada saat itu, Chu Feng mengerutkan kening, dan setelah beberapa keraguan, dia berlari menuju arah suaranya.

 

Pada saat yang bersamaan, di daerah kosong di pegunungan, sebuah kejadian yang tak terduga sedang terjadi.

 

Chu Gao dan sembilan orang lainnya menggigil sambil berdiri di samping dengan wajah penuh ketakutan. Di ruang kosong di tengah, Chu Xue sedang dipermainkan oleh tiga pria.

 

Ketiga orang itu berusia dua puluh tahun dan wajahnya sangat vulgar. Tapi di belakang tubuh mereka, ada pedang besi hitam di punggung mereka. Mereka adalah anggota Sword Alliance.

 

“Junior, tidak perlu takut. Kami tidak punya niat buruk dan kami hanya ingin sedikit mengobrol denganmu. ”

 

Salah satu pria yang memiliki wajah penuh bosan menarik baju ungu Chu Xue. Satu lengan sudah robek olehnya dan itu menunjukkan kulitnya yang seputih salju.

 

“Hehe, kulitnya cukup putih, aku suka wanita lembut seperti ini.”

 

Dua lainnya juga menyentuh tubuh Chu Xue. Mata mereka bersinar dan mereka sudah meneteskan air liur dari mulut mereka.

 

“Kita berasal dari sekolah yang sama. Apa kau tidak takut para tetua akan menghukummu kalau kau memperlakukanku seperti ini? “Wajah Chu Xue sudah penuh air mata saat dia berjuang dengan sekuatnya.

 

“Junior, kami melindungimu. Para tetua bahkan tidak punya cukup waktu untuk memuji kita jadi kenapa mereka akan menghukum kami? ”

 

“Itu benar, karena orang-orang yang tidak berguna seperti mereka hanya akan membahayakanmu. Masih lebih baik mengikuti kami, dan saat berburu berakhir, kita akan memberimu beberapa penghargaan. Hehe…”

 

Hari sudah malam dan mereka bertiga sangat kesepian. Tepat pada saat itu, mereka menemukan seekor domba kecil seperti Chu Xue. Bagaimana mereka bisa membiarkan kesempatan itu pergi?

 

“Senior, tolong biarkan nona keluarga kami pergi.” Chu Gao memohon sambil gemetar.

 

* whoosh *

 

Sebelum menyelesaikan perkataannya, salah satu anggota Sword Alliance mengeluarkan pedang besi hitamnya, melambaikannya ke Chu Gao, dan angin kencang terbang di depan tubuh Chu Gao.

 

* Poof *

 

Setelah angin kencang itu, luka berdarah muncul di atas kaki Chu Gao dan dengan seketika, dia berlutut di tanah.

 

“Tingkat kelima Spirit Realm.”

 

Melihat itu, kerumunan keluarga Chu mundur dengan rasa takut. Untuk bisa menggunakan angin sebagai pedang dan untuk mengalahkan Chu Gao dalam satu serangan, tanpa diragukan lagi, kekuatan perkembangan tingkat 5 Spirit Realm.

Translator / Creator: alknight