June 30, 2017

Martial God Asura Volume 17 Chapter 169 – Madman

 

 

“Lihat! Itu Skill Wu Jiu yang terkenal, Fatal Strike! ”

 

“Astaga, itu benar-benar Fatal Strike! Selesai. Semuanya sudah selesai. Dengan Fatal Strike, Chu Feng pasti akan mati.”

 

Melihat panggung pertarungan yang gelap dan niat membunuh yang melayang di sekitarnya, semua orang tanpa henti berteriak terkejut dan tidak ada yang bisa tetap tenang karena beberapa orang sudah mengenali kalau itu adalah metode pembunuhan terkuat Wu Jiu.

 

Skill bela diri itu bukan skill bela diri dari Sekolah Naga Azure, juga bukan skill bela diri dari keluarga Wu Jiu. Itu adalah skill bela diri yang hanya dimiliki Wu Jiu. Itu adalah skill bela diri yang sangat kuat.

 

Ada banyak rumor tentang skill itu. Beberapa orang mengatakan bahwa Wu Jiu menemukannya di beberapa tempat bersejarah. Ada juga orang yang mengatakan bahwa Wu Jiu menerima warisan seorang pendekar tertentu. Beberapa orang bahkan menduga alasan mengapa Zhongli Yihu membawa Wu Jiu sebagai muridnya karena dia ingin mendapatkan Fatal Strike Wu Jiu.

 

Fatal Strike mempunyaik kekuatan yang sangat mengerikan. Meski itu juga Skill bela diri tingkat 5, pada kenyataannya, kekuatannya bahkan bisa dibandingkan dengan skill bela diri tingkat 6. Saat digunakan, itu hanya akan memperlihatkan satu tingkat kekuatan. Selama langit menggelap dan menutupi tanah, tatapan dingin akan melintas. Itu akan menjadi waktu kematian.

 

Ada juga jenis rumor lain. Saat bertarung dengan Wu Jiu, jangan pernah membiarkan dia memakai skill itu karena jika dia melakukannya, lawannya pasti akan mati di bawah pedangnya. Bahkan jika kekuatan mereka berada di atas Wu Jiu, mereka tidak akan bisa menahannya.

 

Pada saat itu, karena Wu Jiu menggunakan skill itu, hampir semua orang di tempat kejadian merasa kalau Chu Feng sudah mati. Bahkan Su Mei dan Su Rou pun mengerutkan kening dan mengepalkan tangannya erat-erat. Mereka berkeringat dingin untuk Chu Feng.

 

* Puchi *

 

Akhirnya, di dalam kegelapan yang kacau, kilatan dingin melesat melintasi lekuk setengah bulan. Darah segar juga disemprotkan, dan pada saat itu, panggung yang gelap kembali pada keadaan sebelumnya.

 

“Astaga, ini …”

 

Namun, saat  orang melihat kejadian di atas panggung, ekspresi dari setiap orang banyak berubah. Mereka tertegun dan sangat terkejut sampai mereka bahkan tidak menutup tutup mulut mereka. Beberapa lidah orang bahkan mulai bergetar.

 

Karena pada saat itu juga, Chu Feng masih berdiri di atas panggung. Jangankan luka berdarah, tidak ada satu pun bekas luka di tubuhnya. Bahkan tidak ada debu di wajahnya. Itu adalah ketenangan. Itu adalah ketentraman. Itu adalah keheningan. Itu adalah ketidak tergesa-gesaan. Itu disebut, benar-benar merasa santai.

 

Melihat kembali Wu Jiu, lututnya berada di tanah sesaat dia berlutut di sana. Dua aliran darah dengan cepat mengalir dari lututnya saat mereka terjepit, menjadi lukisan darah yang indah.

 

“Ini…”

 

Pada saat itu, tidak ada yang bisa tetap tenang karena yang mereka bayangkan adalah wajah Chu Feng dalam berbagai kejadian menyedihkan. Tapi, mereka tidak pernah menduga kalau endingnya adalah kejadian yang ada di depan mereka. Wu Jiu, yang berada di tingkat ke 5 dari Origin realm; Wu Jiu, yang berada di peringkat 9 di Leaderboard Azure Dragon; Wu Jiu, yang menggunakan Fatal Strike, dikalahkan oleh pedang Chu Feng dan dia benar-benar dikalahkan.

 

“Kau kalah.” Tepat pada saat itu, longsword berwarna emas di tangan Chu Feng mendarat di bahu Wu Jiu dan di sebelah lehernya.

 

Melihat itu, ekspresi semua orang sangat berubah sekali lagi. Mereka bisa melihat niat membunuh yang melonjak dalam tatapan Chu Feng. Saat mereka melihat senyuman dingin yang tergantung di sudut mulut Chu Feng, dia sama sekali tidak bercanda. Chu Feng benar-benar akan membunuh.

 

Tapi, tidak bisa dilupakan bahwa keluarga Wu Jiu adalah keluarga pedang yang sudah ada sejak beberapa generasi. Wu Jiu sahabat baik adalah Gong Luyun, dan guru Wu Jiu adalah Zhongli Yihu. Chu Feng tidak bisa membuat marah salah satu dari ketiganya. Kalau Chu Feng berani membunuh Wu Jiu, dia pasti ingin mati.

 

Setelah itu, Chu Feng pindah. Pedangnya pindah. Semua orang tahu kalau Wu Jiu sudah mati. Tidak peduli bagaimana Chu Feng akan mengakhirinya, pada saat itu juga, Wu Jiu ditakdirkan untuk dibunuh oleh Chu Feng.

 

“Ya?” Chu Feng menghentikan longsword berwarna emas yang berkelap-kelip dan dia dengan tak acuh melirik Zhongli Yihu.

 

“Teman, Wu Jiu adalah murid saya. Bisakah Anda memberi saya beberapa muka dan mengampuni nyawanya?” Zhongli Yihu dengan tenang berbicara, tapi tidak ada satu untai pun niat untuk memohon suaranya. Sebaliknya, seolah-olah dia sedang memerintah.

 

“Hmph.” Chu Feng hanya mendengus dengan dingin mendengar kata-kata Zhongli Yihu. Setelah itu, dia tiba-tiba mengayunkan tangannya dan sebuah kilauan emas melintas. Kepala Wu Jiu jatuh ke tanah.

 

“Ini …” Kejadian itu menakutkan semua orang. Chu Feng tidak hanya mengabaikan permintaan Zhongli Yihu, dia membunuh Wu Jiu di depan wajah Zhongli Yihu.

 

Dia bahkan memotong kepala Wu Jiu. Tindakan itu cukup gila. Begitu gila sampai orang-orang sulit menerimanya. Namun, setelah Chu Feng mengucapkan kata-kata berikut, baru kemudian orang tahu betapa hebatnya orang gila sejati itu.

 

“Kau menyuruhku untuk mengampuninya supaya aku ampuni? Kau pikir kau siapa!!!” Chu Feng memegang kepala Wu Jiu dan dengan hina berkata seperti itu pada Zhongli Yihu.

Translator / Creator: alknight