June 30, 2017

Martial God Asura Volume 17 Chapter 166 – Who is Wu Jiu?

 

 

“Gong Luyun mengalahkan kakakmu?!”

 

Chu Feng sedikit terkejut. Dia pernah melihat metode Su Rou sebelumnya, dan walaupun dia hanya berada di tingkat 1 dari Profound realm, dia jelas kelas atas. Bagaimanapun juga, dia hampir diberi julkan sebagai murid # 1.

 

Saat ini, Gong Luyun juga berada di tingkat 1 dari Profound realm. Kalau dia bisa mengalahkan Su Rou, itu berarti dalam masalah metode, Gong Luyun lebih kuat dari pada Su Rou.

 

“Bukan cuma dia mengalahkan kakakku. Dia bahkan mengalahkan Penatua Ouyang.” Su Mei menatapnya ke arah Penatua Ouyang yang tidak begitu jauh.

 

“Bahkan Penatua Ouyang juga dikalahkan?” Alis Chu Feng yang rapat semakin rapat.

 

Banyak orang tidak mengenal kemampuan Penatua Ouyang karena dia menyembunyikannya dengan sangat dalam. Namun, dari Su Mei, dia tahu bahwa Penatua Ouyang sudah memasuki Profound realm sejak lama. Saat ini, dia bergegas menuju tingkat 2 Profound realm. Dia benar-benar berada di puncak tingkat 1  Profound realm.

 

Su Rou dan Penatua Ouyang punya hubungan yang dekat, jadi dia sudah berlatih dengan Penatua Ouyang sebelumnya. Walaupun mereka berakhir imbang, pada kenyataannya, Penatua Ouyang menahan diri untuk Su Rou.

 

Kalau Gong Luyun dapat terus-menerus mengalahkan Su Rou dan Elder Ouyang, membuat Chu Feng tiba-tiba menyadari bahwa Gong Luyun mungkin tidak sesederhana yang dia lihat.

 

Su Mei bersandar pada tubuh Chu Feng dan dengan tenang mengatakannya di sebelah telinganya. “Chu Feng, karena tetua dari zona utama belum sampai, cepat lari. Pergi ke Kota Vermilion Bird dan tak diragukan lagi, kau akan aman.”

 

Chu Feng tersenyum dan bertanya. “Apa itu keinginanmu, atau kakakmu?”

 

“Itu dari kakakku, dan juga aku. Kami berdua berharap tidak ada hal buruk yang akan terjadi padamu.” Pandangan Su Mei penuh dengan permohonan. Dia benar-benar takut Chu Feng akan terlalu keras kepala dan tetap di sana untuk mati.

 

“Kalian berdua benar-benar memperlakukanku dengan baik.”

 

Chu Feng terkekeh, mengulurkan tangannya dan dengan penuh sayang mengusap rambut lembut Su Mei yang lembut dan cerah sebelum berjalan keluar dari kelompok orang.

 

Pada saat itu, depresi di hati Chu Feng sudah lenyap seperti awan karena dia tahu Su Rou dan Su Mei tidak menelantarkan keluarganya, tapi mereka punya kesulitan mereka sendiri. Pada akhirnya, itu semua itu masih untuknya.

 

“Chu Feng, kemana kau mau pergi?” Melihat hal itu, Su Mei menarik Chu Feng karena dia tahu arah yang dia jalani adalah pergi.

 

“Karena Wu Jiu ini memperlakukan Keluarga Chu-ku seperti itu, aku tidak bisa membiarkannya pergi dan tidak melakukan apa-apa kan?” Chu Feng dengan samar tersenyum.

 

“Apa? Kau gila? kau mau pergi ke zona utama dan menantang Wu Jiu?” Su Mei ketakutan dengan kata-kata Chu Feng tapi dia tidak bisa menahannya. Dengan sekejap, Chu Feng sudah melompat keluar dari kerumunan dan dengan gila berlari menuju zona utama.

 

“Chu Fengmau kabur, tangkap dia!”

 

“Su Rou, Anda punya niat untuk melindungi anak ini. Saya akan melaporkan masalah hari ini ke kepala sekolah. ”

 

Saat melihat itu, Liu Chengen panik. Kalau Chu Feng tetap berada di Sekolah Naga Azure, itu akan baik-baik saja dan akan sulit baginya untuk lolos dari kematian. Namun, jika Chu Feng lolos, kalaupun dia ingin membunuh Chu Feng, itu akan terlalu sulit.

 

Pada awalnya, saat Su Rou dan Penatua Ouyang melihat itu, mereka bersorak gembira. Bukan cuma mereka tidak mengikuti, mereka bahkan sempat repot-repot. Mereka memerintahkan bawahan mereka untuk mengganggu bawahan Liu Chengen untuk membantu Chu Feng saat dia melarikan diri.

 

Namun, saat mereka menemukan arah mana yang sedang dituju Chu Feng, wajah mereka yang penuh kebahagiaan berubah menjadi dahi dengan garis hitam. Bagaimana Chu Feng melarikan diri? Dia malah melemparkan dirinya ke jaring dan pergi ke depan untuk bunuh diri.

 

“Orang ini. Kenapa dia tidak bisa membiarkan orang bebas dari kekhawatiran?”

 

Wajah Su Ruo memerah karena marah saat dia berdiri di tempat dia berada dan menghentakkan kakinya. Setelah berpikir sejenak, sosoknya yang menggoda maju dan dia mengejar Chu Feng. Penatua Ouyang tidak terkecuali saat dia mengikuti dari dekat. Dia ingin melihat apa yang akan dilakukan Chu Feng.

 

Chu Feng sangat cepat, dan dengan sangat cepat, dia bergegas masuk ke zona utama dari inner court. Setelah memasuki zona utama, dia tidak berhenti dan langsung sampai di alun-alun.

 

Alun-alun itu melingkar dan konstruksinya cukup unik. Di tengah, ada panggung pertarungan besar. Panggung pertarungan itu diwarnai merah seolah-olah itu diwarnai oleh darah dan sangat menarik perhatian mata.

 

Bahkan ada bel besar berwarna merah di tengah panggung pertarungan. Di bel besar itu, ada papan besar yang tergantung di sana. Di papan itu, ada beberapa kata besar, “Panggung Hidup dan Mati untuk balas dendam”.

 

Seperti seekor monyet yang gesit, Chu Feng melompat dan sampai di depan bel besar. Dia memukulnya beberapa kali dan suara bel bergema di udara. Ini hampir bergema di seluruh zona Utama, dan sangat cepat, ia menarik perhatian murid utama di sekitarnya karena mereka bisa mendengar kalau itu adalah bel untuk Panggung Hidup dan Mati untuk Balas Dendam.

 

Panggung Hidup dan Mati untuk Balas Dendam, seperti namanya, Kalau ada dendam, hidup dan mati akan diputuskan di sana. Walaupun ada peraturan sekolah untuk Sekolah Naga Azure, selama ada dua murid yang punya dendam yang tidak bisa diselesaikan dan harus menyelesaikannya dengan nyawa mereka, mereka memang bisa datang ke tempat itu. Tapi, sebelum itu, mereka harus menandatangani Life and Death Certificate.

 

Mereka yang berani membunyikan bel besar di Panggung Hidup dan Mati untuk Balas Dendam berarti mereka akan melakukan duel hidup atau mati. Kejadian itu berisi kegiatan yang paling ingin dilihat orang. Pada saat itu, hampir semua orang dari zona utama tiba. Bahkan ada beberapa tetua juga.

 

“Lihat, bukannya itu Chu Feng? Bukannya dia memulai pembantaian di inner court? Bagaimana dia berani datang kemari? ”

 

“Anak laki-laki ini terlalu berani. Pertama, dia menyinggung senior Gong. Kemudian, dia dengan gila melukai murid-murid di dalam inner court. Dan sekarang, dia berada di Panggung Hidup dan Mati. Apa yang akan dia lakukan sekarang? ”

 

Nama Chu Feng yang terkenal sudah menyebar ke seluruh Sekolah Naga Azure dan bahkan gambarnya dipajang di mana-mana. Siapa pun bisa mengenali Chu Feng dan mereka bingung dengan tindakannya. Pada saat itu, setiap orang punya pikiran yang sama di dalam hati mereka. Anak itu mencari mati.

 

Saat orang-orang membentuk gunung dan samudera di sekitar Panggung hidup dan mati, Chu Feng berhenti membentur bel besar itu. Dia menegakkan punggungnya dan dengan keras meneriaki kerumunan yang mengelilingi panggung, “Siapa Wu Jiu? Datanglah dan mati !!”

Translator / Creator: alknight