June 30, 2017

Martial God Asura Volume 15 Chapter 149 – Lifeline

 

 

Chu Feng membawa Murong Xinyu kembali ke White Tiger Villa. Di jalan, mereka bertemu beberapa pembunuh lagi. Beberapa menutupi wajah mereka, beberapa hanya memakai pakaian bela diri biasa yang bahkan diketahui Murong Xinyu.

 

Saat mereka saling bertemu, mereka langsung menyerang dan ingin mencabut nyawa Murong Xinyu. Untungnya, ada Chu Feng sebagai pengawal dan juga karena tidak banyak pendekar, perjalanan mereka kembali bisa dibilangcukup mulus tanpa halangan. Paling tidak, tidak ada yang bisa menghentikan Chu Feng.

 

Namun, itu membuat Murong Xinyu sangat tidak nyaman dan sangat cemas. Dia merasa ada sesuatu yang pasti terjadi pada White Tiger Villa. Di sisi lain, Chu Feng semakin bahagia secara diam-diam karena ia berharap kalau konflik internal terjadi di White Tiger Villa. Hanya dengan itu dia bisa mengambil kesempatan dan masuk.

 

Saat Chu Feng dan Murong Xinyu sampai di White Tiger Villa, dia menemukan bahwa sejumlah besar Pendekar White Tiger Villa saling membunuh di luar vila. Teriakan dan pembantaian memenuhi bagian dalam Whie Tiger Vila dan ada guncangan yang tak henti-hentinya.

 

“Astaga. Kenapa ini bisa terjadi?”

 

Pemberontakan. Seseorang memulai pemberontakan. Melihat orang-orang dari vila seperti keluarga di masa lalu, namun saat ini saling membunuh, wajah Murong Xinyu pucat. Matanya yang indah berkilauan dan mereka mengungkapkan emosi yang tak terkatakan.

 

Tapi bisa dilihat kalau dia sangat gugup dan gelisah. Dia tidak tahu harus berbuat apa. Dia ingin menghentikan semuanya, bagaimanapun, dia tidak berdaya. Segala sesuatu yang terjadi hari ini tak terbayangkan dan tak terduga.

 

“Sepertinya Anda adalah gadis yang bodoh.” Melihat Murong Xinyu saat ini, Chu Feng tersenyum.

 

Marah Xinyu dan dengan dingin bertanya.”Apa maksudmu?”

 

Meski tidak bisa berkultivasi, dia cerdas secara alami. Jadi, banyak urusan di vila yang diturunkan oleh ayahnya dan ditangani olehnya. Meski begitu, saat ini, dia diejek oleh seorang pemuda yang jauh lebih muda darinya. Itu membuatnya sangat tidak senang.

 

“Jelas, gerakan internal skala besar semacam itu sudah direncanakan sebelumnya. White Tiger Villa Anda sudah terbagi menjadi dua bagian. ”

 

Chu Feng mencibir dan berkata. “Sedangkan untuk Anda, sebagai Nona Besar White Tiger, menjadi putri Penguasa White Tiger Villa, Anda tidak pernah mendeteksi hal ini sebelumnya dan Anda bahkan mengungkapkan ekspresi yang tidak menonjol. Apa Anda mengatakan bahwa Anda tidak bodoh?”

 

“Kau…” Murong Xinyu awalnya ingin membantah, tapi, dia tidak bisa menemukan alasan untuk membantah karena Chu Feng benar sekali. Meski dia sangat pintar, dia tidak menyangka terlalu banyak. Dia hanya melihat keharmonisan di permukaan White Tiger Villa, tapi dia tidak sadar akan bahaya tersembunyi yang terpendam di balik permukaan.

 

Dia membenci dirinya sendiri. Ayahnya biasanya menutup diri dengan terisolasi sehingga banyak hal di White Tiger Villa dilakukan olehnya dan pamannya. Bagaimanapun, masalah muncul di dalam vila tapi dia tidak tahu apa-apa tentang itu. Dia tidak punya muka untuk bertemu dengan ayahnya.

 

“Izinkan saya bertanya. Sampai sekarang, apa kau masih belum tahu siapa yang mengorganisir pemberontakan ini?” Tanya Chu Feng.

 

“Aku…” Murong Xinyu bingung.

 

“Sigh. Sepertinya terbiasa dengan kehidupan yang damai benar-benar membuat orang lamban.” Chu Feng menggelengkan kepalanya. Dia berkata untuk mengingatkannya, “Pikirkan. Kalau ini bukan pekerjaan orang luar, yang punya kekuatan menyatukan yang kuat di keluargamu? Begitu kuatnya sampai banyak orang rela melayaninya, dan juga tidak ragu-ragu dengan kejahatan pengkhianatan demi pemberontakan?”

 

“Itu… itu dia?” Murong Xinyu tiba-tiba menyadari tapi dia tidak berani mempercayainya.

 

“Siapa?” Tanya Chu Feng.

 

“Aku…” Murong Xinyu merasa sulit untuk mengatakannya.

 

“Jangan bilang kalau kau masih ingin menyimpan rahasia dariku sekarang? Akulah satu-satunya orang yang bisa membantumu.” Kata Chu Feng.

 

Melihat Chu Feng yang sepertinya benar-benar ingin menolong dirinya sendiri, dan setelah memikirkan perjalanan kembali, di mana dia pasti sudah mati kalau Chu Feng tidak di sana sebagai pengawal, kata Murong Xinyu dengan perlahan,

 

“Pamanku, Murong Yanguan, adalah satu-satunya orang selain ayahku yang memiliki kekuatan menyatukan yang begitu kuat. Tapi, di waktu ayahku tertutup dalam isolasi, banyak hal di vila yang ditangani olehku. ”

 

“Tapi, aku cuma menangani hal-hal internal sepele. Hal-hal penting dan serius di vila ditangani oleh pamanku. Tapi memikirkannya sekarang, di tahun-tahun ayahku tertutup dalam isolasi, kekuatan sebenarnya dari White Tiger Villa dikendalikan oleh pamanku.”

 

Memikirkan hal itu, baru saat itulah Murong Xinyu mengetahui keseriusan konsekuensinya. Tapi, dia tidak bisa menerima kebenaran itu karena dia tidak bisa membayangkan mengapa pamannya akan melakukan hal seperti itu ke vila.

 

“Ini tidak bisa disalahkan padamu. Pada akhirnya, kau tidak punya banyak pengalaman. Kalau kau harus menyalahkan seseorang, kau cuma  bisa menyalahkan ayahmu karena terlalu percaya pada pamanmu.”

 

“Melihat bagaimana semuanya hari ini, pamanmu pasti pernah memikirkannya semuanya untuk waktu yang lama. Karena dia merebut kekuasaan hari ini, orang pertama yang dia ingin bunuh pasti akan menjadi ayahmu. Di mana ayahmu terisolasi?”

 

Chu Feng tampak prihatin, tapi kenyataannya dia benar-benar menanyakan informasi. Meski banyak orang tidak tahu tentang rahasia White Tiger Villa, Chu Feng merasa tidak mungkin Untuk penguasa White Tiger Villa untuk tidak mengetahui petunjuk apapun.

 

Dan untuk di mana dia mengisolasi dirinya sendiri, lokasinya sama sekali tidak sederhana. Chu Feng ingin menyelinap masuk ke sana dan Murong Xinyu bisa membantu Chu Feng. Meski gadis itu pintar, dia tidak merencanakan terlalu banyak dan karena itu, dia bisa digunakan dengan sangat mudah.

 

“Oh tidak! Pamanku punya kunci untuk masuk Lifeline, kalau dia … ” Mendengar kata-kata Chu Feng, ekspresi Murong Xinyu sangat berubah, dan tanpa berbicara lagi, dia berlari ke sisi lain White Tiger Villa.

 

Melihat itu, Chu Feng tidak mengatakan apapun dan mengikuti dari dekat. Setelah beberapa saat, Murong Xinyu tiba dan membawa Chu Feng ke tumpukan batu yang terletak di luar White Tiger Villa.

 

Bisa dibilang hutan bebatuan dan itu terlalu berantakan. Itu pasti dibuat dari yang gunung tertinggal. Chu Feng mencari tahu dengan kekuatan Spiritnya, tapi dia tidak dapat merasakan sesuatu yang berbeda. Batuan itu sepertinya gunung batu biasa dan tidak diatur dengan aturan apapun.

 

Tapi, melihat Murong Xinyu berputar-putar sambil melihat ke kiri dan ke kanan, terlihat jelas kalau dia sedang mencari sesuatu dan pastinya tidak sesimple kelihatannya di luar.

 

Tepat pada saat itu, setelah Murong Xinyu menemukan sebuah batu besar, dia menarik napas lega. Saat dia mengambil kalung batu giok yang ada di lehernya dan menempelkannya ke lekukan di batu, batu-batu yang berantakan berubah, dan sangat cepat, sebuah terowongan yang dalam muncul.

 

Setelah terowongan terbuka, Murong Xinyu buru-buru berlari ke sana. Chu Feng juga mengikuti dari dekat, dan saat dia masuk, pintu masuk otomatis tertutup. Namun, seketika itu, di depan mata Chu Feng, warnanya tidak gelap gulita.

 

Pada saat itu, tentu bisa dikatakan pemandangan yang mempesona. Ada banyak mural di dinding dan sangat bagus. Beberapa batu yang menyala tergantung di atas kepala mereka dan gua itu menyala seperti siang hari. Yang paling penting adalah bau tua yang melompat ke arahnya. Ini memberitahu Chu Feng kalau itu sudah dibangun untuk waktu yang lama, setidaknya selama beberapa ratus tahun.

 

“Sepertinya Lifeline ini adalah tempat yang ingin aku temukan.” Senyum dangkal muncul dari sudut mulut Chu Feng. Area itu terlalu tersembunyi. Bahkan kekuatan Spiritnya pun tidak merasakan adanya perbedaan. Kalau Murong Xinyu tidak membawanya ke sini, Chu Feng mungkin tidak menemukannya bahkan kalau dia mencari seumur hidupnya.

Translator / Creator: alknight