June 29, 2017

Martial God Asura Volume 13 Chapter 124 – Stepping Stone

 

 

Su Rou tersenyum dan bertanya. “Taruhan apa?”

 

“Chen Wanxi pasti tidak bisa mengalahkan Ding Chou, jadi cuma masalah waktu sebelum dia kalah.”

 

“Jadi, sudah pasti Chu Feng akan melawan Ding Chou. Aku yakin Chu Feng akan kalah. Kalau akumenang, akuakan memutuskan pernikahanmu,” kata Su Hen.

 

“Ayah, kenapa kau membicarakan pernikahanku lagi? aku sudah bilang sebelumnya. aku akan memutuskan pernikahanku sendiri.” Mendengar kata-kata itu, Su Rou jelas tidak mau.

 

“Tidak apa-apa kalau kau tidak berani.” Su Hen tersenyum acuh tak acuh.

 

Su Rou serius berkata. “Kenapa juga aku tidak berani? Kenapa tidak? Kalau aku menang, buang perkawinan little Mei dan Shanguan Ya itu. Gimana?”

 

“Itu …” Pada saat itu, Su Hen sedikit mengerutkan kening dan dia jelas dalam situasi sulit.

 

“Apa, kau tidak berani?” Mata Su Rou terbentuk menjadi dua bulan sabit saat dia menyipitkan mata dan tersenyum pada ayahnya sendiri, spertinya menikmati ayahnya yang ada di situasi sulit.

 

“Kau bercanda. Kenapa akutidak berani? jadi seperti yang kau bilang, kalau Chu Feng mengalahkan Ding Chou dan memenangkan New Excellence Assembly, aku akan pergi dan bertemu keluarga Shangguan dan membatalkan pernikahannya. sudah pasti kalau little Mei setuju.” Su Hen dengan sungguh-sungguh bersumpah.

 

“Heh, tuanku ayah, jangan khawatir. Little Mei ingin sekali kau membatalkan janji pernikahan.” Senyum Su Rou sangat senang dan kebahagiaannya datang dari hatinya.

 

Dia langsung melihat Su Mei yang tidak terlalu jauh, lalu dia mengalihkan pandangannya ke arah Chu Feng dan dengan pelan  berkata , “Chu Feng. Kebahagiaan Little Mei tergantung padamu. ”

 

Tidak seorang pun mendengar percakapan ayah dan anak perempuan karena pada saat itu, tatapan semua orang terkonsentrasi di panggung Ding Chou dan Chen Wanxi. Pertempuran antara kedua orang itu mencapai klimaks.

 

Chen Wanxi tanpa henti mengirimkan serangan kuat dan memakai segala jenis skill bela diri yang kuat. tapi hal yang mengejutkan semua orang adalah Ding Chou bisa memakai semua skill yang dipakai Chen Wanxi. Juga, tidak peduli skill bela diri yang dipakai Chen Wanxi, dia akan memakainya. Setiap kali dia ingin terus sedikit menekan Chen Wanxi.

 

Di depan mata mereka, semua orang bisa lihat Ding Chou terlalu kuat. Setelah rentang waktu yang panjang, dia malah tidak serius melawan Chen Wanxi. Seperti dia sangat bermain-main dengan Chen Wanxi.

 

Di depan Ding Chou, Chen Wanxi tidak punya aura yang dia hadapi lawan sebelumnya. Wajahnya yang dingin dan sombong dipenuhi dengan keringat yang berkilau dan transparan saat dia bernapas dengan kasar sambil menarik napas dalam-dalam. Dia hampir terpaksa sampai ke jalan buntu oleh Ding Chou.

 

“Wanxi, kau harus bertahan.”

 

Di dalam lengan baju Chen Hui, kedua tinjunya sudah dikepal erat. Dia berkeringat dingin dengan hebat untuk Chen Wanxi. Kota Golden-purple mereka harus memenangkan New Excellence Assembly ini kalau tidak mereka akan mendapat situasi di mana mereka tidak bisa menyerahkan pajak.

 

Belum lagi hukuman dari kota Vermilion Bird dengan tidak membayar pajak mereka, mereka jugaakan menjadi bahan tertawaan kota lain. Tidak peduli apa yang mereka lakukan di ke depannya, mereka akan selalu jadi satu tingkat di bawah yang lain dan sangat sulit untuk mengangkat kepala mereka lagi.

 

“Nyonya Wanxi, kau harus menang!”

 

“Kamu pasti bisa!”

 

Dibandingkan dengan sorakan Chen Hui yang pelan, para penjaga Kota Golden-purple dengan keras berteriak dan secara terbuka bersorak untuk Chen Wanxi karena kehormatan Kota Golden-ungu mereka semua ada pada Chen Wanxi. Cuma kemenangan yang bisa diterima.

 

Tapi, kenyataan itu kejam. Saat Chen Wanxi hampir kehabisan kekuatan tubuhnya, Ding Chou akhirnya memulai serangan baliknya. Serangannya yang dahsyat melampaui harapan semua orang.

 

Walaupun itu cuma metode penyerang yang paling sederhana dan dia malah tidak memakai skill bela diri apapun, kekuatannya membuat orang-orang menghela nafas kagum. Di depannya, setiap serangan Chen Wanxi tidak berguna. Dia hanya bisa menatap Ding Chou saat dia mendekati selangkah demi selangkah.

 

Pada saat itu, semua orang akhirnya tahu betapa kuatnya pemuda biasa itu. Walaupun Chen Wanxi cukup bagus kalau dibandingkan dengan orang-orang dari generasi yang sama, dia masih sangat kekurangan di depan Ding Chou.

 

“Junior ini, kau sudah kalah!”

 

Akhirnya, Ding Chou sampai di depan Chen Wanxi dan telapak tangannya yang seperti perempuannya sudah menekan bahu Chen Wanxi. Meski terlihat sangat lembut dan lemah, kekuatan telapak tangan itu dengan kuat menekan Chen Wanxi ke posisi berlutut di lapangan dan dia tidak punya kekuatan untuk bangkit.

 

“Bajingan ini !!”

 

Melihat putrinya sendiri ditekan sampai berlutut di panggung pertarungan oleh Ding Chou, Chen Hui tiba-tiba berdiri dengan marah dan api amarah terlihat memenuhi seluruh wajahnya. Tapi dia bertahan. Dia harus bertahan dalam situasi itu.

 

Kalah. Chen Wanxi dikalahkan, dan dia benar-benar dikalahkan. Akhir itu melebihi harapan semua orang karena mereka tidak pernah mengira Ding Chou menyembunyikan kekuatan sebanyak itu. Dia sangat kuat sampai dia tak terkalahkan di tingkat kultivasi yang sama.

 

Pada saat itu, sorak sorai terdengar di mana-mana di dalam atau di luar alun-alun. Tidak peduli bagaimana akhirnya, Ding Chou dan Chen Wanxi memberi mereka pertarungan yang seru dan julukan Ding Chou menjadi peringkat pertama benar-benar layak.

 

Semua orang dari Kota Wind Cloud senang dan gembira. Terutama tuan kota Wind Cloud . Senyumnya sangat bangga karena Kota Wind Cloud-nya adalah juara New Excellence Assembly sekali lagi dan dia berhasil menjaga posisi bos dari 20 kota kelas dua.

 

Berbeda dengan orang-orang dari Kota Wind Cloud, orang-orang dari Kota Golden-purple semuanya putus asa. Awalnya, mereka berpikir mereka bisa juara dengan kekuatan Chen Wanxi, tapi mereka tidak menyangka akan kalah dengan Ding Chou.

 

Di New Excellence Assembly yang lain, kalau mereka kalah, mereka kalah. Paling parah cuma ada penyesalan. Tapi kali ini berbeda. Mereka tidak bisa kalah di New Excellence Assembly ini karena Kalau mereka kalah, aib besar menunggu mereka. Tapi mereka tidak punyasolusi lain.

 

Chen Wanxi sudah berjalan menuruni panggung dan walaupun dia masih punya wajah dingin dan anggun, di matanya ada sedikit air mata. Bisa dilihat dia merasa sedih karena kekalahannya.

 

Sedangkan Ding Chou, dia tersenyum saat melihat Chen Wanxi dari belakang. Sudut mulutnya terangkat untuk membentuk senyuman sombong dan dia pun mulai perlahan berjalan menuruni panggung.

 

“New Excellence Assembly belum selesai. Kau mau kemana sudah buru-buru pergi?” Tapi tepat pada saat itu, suara yang jelas tiba-tiba terdengar di belakang Ding Chou.

 

Sambil memutar kepalanya dan menengok ke belakang, sedikit ketidaknyamanan masuk ke wajah tenang Ding Chou karena dia dengan mengejutkan menemukan kalau ada seorang pemuda tiba-tiba muncul di panggung pertarungan. Yang paling penting adalah dia sama sekali tidak mendeteksinya dan dia tidak tahu kapan dia ada di atas panggung.

 

Pada saat itu, semua orang di dalam atau di luar alun-alun tertarik ke tempat kejadian itu. Hampir tidak ada yang merasakan pemuda itu naik ke atas panggung. Jelas, orang itu adalah Chu Feng.

 

“Chu Feng? Kenapa dia naik panggung? Apa dia ingin mati?”

 

Orang-orang Kota Golden-purple dipenuhi dengan amarah. Chen Wanxi sudah dikalahkan Ding Chou jadi mereka merasa Chu Feng tidak mungkin kemenangan. Sebaliknya, mereka merasa  Chu Feng pasti akan kehilangan lebih banyak muka.

 

Setelah menilai Chu Feng, Ding Chou dengan enteng tersenyum dan berkata. “Apa Anda menantang saya?”

 

“Tantangan? Tidak perlu disebut lagi kan? Aku cuma tertarik jadi juara New Excellence Assembly ini. Dan kau … kau cuma batu loncatan di jalanku sampai jadi pemenang.”

 

Chu Feng punya ekspresi senyum yang samar di wajahnya tapi tatapannya dipenuhi kemalasan. Setelah pertarungan antara Ding Chou dan Chen Wanxi, Chu Feng masih belum memandang Ding Chou.

 

Translator / Creator: alknight