June 19, 2017

Martial God Asura Volume 1 Chapter 1 – Outer Court Disciple

 

Malam hari. Bulan telah menggantung tinggi dan bintang menghiasi langit.

 

Namun, didalam aliran bintang itu, ada cahaya sembilan warna yang terus berputar, dan berkilauan dengan indahnya

 

“Tanda tanda aneh muncul di langit, yang berarti tubuh yang suci akan turun.”

 

Pada pertemuan Kota Kekaisaran di Sembilan Provinsi. Seorang pak tua dengan baju emas berdiri dengan tangan dibelakang badannya dan dia sedang menatap keatas melihat langit malam.

 

Dibelakangnya telah bersiaga sepuluh ribu ahli Kota Kekaisaran. Seluruhnya berada dalam setengah tunduk seperti sedang menunggu perintah.

 

*bzz*

 

Tiba-tiba, cahaya  itu menyatu dan membentuk petir sembilan warna. Lalu meluncur jatuh dari iringan bintang di langit.

 

Seketika itu juga, malam gelap menjadi menderang. Bahkan sebelum petir itu menyambar, bumi telah bergemuruh dan bergetar dengan dahsyat.

 

Tetapi petir sembilan warna itu, disaat menghantam bumi, tidak membuat kerusakan yang mengerikan. Akan tetapi, hanya menghilang begitu saja.

 

Pada saat yang sama, dunia telah tertutupi dengan gelapnya malam sekali lagi. Yang semulanya langit malam cerah menjadi sedikit gelap, seperti suatu esensial penting telah dilepas, dan hari-hari tenang yang dahulu pun telah kembali.

 

Mata pak tua pun terang dengan tidak biasa dan badannya yang bergairah pun bergetar. Ia menunjuk ke arah tempat dimana petir menyambar, “Di antara perbatasan Provinsi Azure, bawa semua bayi yang lahir hari ini kembali ke kota kekaisaran!”

 

“Siap pak!”

 

Respon seperti halilintar pun menggema melewati kaki langit dan sepuluh ribu ahli kota kekaisaran bergerak menuju Provinsi Azure. Mereka bersumpah untuk mencari tubuh yang suci dan memberikannya pada Istana kekaisaran untuk digunakan.

 

Waktu telah berlalu. 5 tahun telah berjalan sekejap mata dan walaupun orang-orang masih mengingat kejadian yang menakutkan tahun itu, tidak ada yang tahu tindakan dari pejabat kekaisaran.

 

Diantara perbatasan Provinsi Azure dan Sembilan Provinsi. Diantara sekolah yang tak terhitung, Sekolah Dragon Azure adalah salah satunya.

 

Hari ini, untuk ke sekian kalinya, adalah penerimaan murid tahunan untuk Sekolah Dragon Azure. Lautan manusia pun telah berada diluar sekolah.

 

Setiap kali, orang tersibuk adalah murid outer court. Semua tanggung jawab untuk pengurusan izin masuk ke sekolah telah tanamkan ke kepala mereka.

 

Murid Outer Court. Mereka adalah satu-satunya yang melakukan pekerjaan sulit dan tanpa ucapan terima kasih. Tidak hanya posisi mereka yang berada paling bawah di sekolah, mereka pun dipandang rendah oleh orang luar.

 

Alasannya sangat sederhana. Jika mereka adalah murid Outer Court, itu berarti bakat mereka sangat buruk dan selama hidupnya, akan sangat sulit untuk mereka untuk meraih pencapaian besar apapun, jadi pada dasarnya. Mereka dipandang hina.

 

“Oi, ada apa dengan sikap sombong kalian? Kau tahu siapa aku?” seorang wanita yang memakai pakaian yang indah sedang bersama dengan seorang bocah saat ia menunjuk dan menyentak dengan kerasnya kepada seorang anak muda.

 

“Saya minta maaf. Sekarang sudah petang dan sekolah akan segera tutup. Tolong kembali lagi esok.” Wajah halus anak muda tersebut masih muda dan lembut, tapi diantara alisnya, ia punya sedikit jiwa pahlawan.

 

Ia dipanggil Chu Feng. Ia masih 15 taun ini dan ia adalah salah satu dari sepuluh ribu murid outer court di Sekolah Dragon Azure.

 

Walaupun ia seorang murid outer court, Chu feng berbeda dengan yang lainnya. Ia tidak merasa dibawah yang lainnya dan ia tidak merendahkan dirinya. Ia tidak gentar atau takut saat memperlakukan yang lain dan ia sangat tenang.

 

“Kembali lagi besok..Kau pikir aku ini bodoh? Ini adalah pegunungan! Memang kau pikir kau akan membiarkan kami tidur dimana?”

 

“Kau harus mengurus tempat tinggal untukku, kalau tidak aku akan pergi mencari tetuamu untuk maalah ini.” Sang wanita tidak mendengarkan dan tidak peduli. Ia bahkan memegang baju Chu Feng.

 

“Chu Feng, apa kau dalam masalah?” Tapi disaat yang tepat, suara yang manis pun terdengar.

 

Melihat pada arahnya itu, seorang perempuan muda yang memakai jubah ungu sedang lewat. Walaupun ada senyum lemah di mulutnya, matanya tajam dan melihat dengan kuat kearah wanita itu.

 

Saat ia melihat perempuan muda itu, warna dari wajah wanita tersebut seketika berubah dan ekspresi ketakutan yang kuat pun memancar.

 

Bukan karena hal lain melainkan hanya karena perempuan muda itu berjubah ungu, dan itu adalah tanda dari murid inner court.

 

Sang wanita diam-diam mengutuk. Ia semula berpikir kalau ia bisa menggunakan statusnya untuk membuat sulit anak muda di depannya.

 

Siapa sangka anak muda yang luar biasa dihadapannya dapat bantuan dari murid inner court? Murid inner court dalah keberadaan yang tidak bisa ia singgung.

 

“Tidak ada apa apa, Saya hanya menanyakan sesuatu darinya.” Sang wanita pun menjelaskan sambil tersenyum.

 

Sang perempuan muda menatap padanya dan hanya mengatakan sepatah kata,”Pergi.”

 

Seketika itu, badan wanita itu tidak dapat menahan gemetar dan wajahnya pun kelabu.

 

Tetapi ia tidak ragu sama sekali. Ia menarik bocahnya dan segera pergi, dan dibawah rasa panik ia bahkan tersandung, yang membuatnya terlihat sangat kesusahan.

 

Melihat itu, Chu Feng tidak berdaya menggelengkan kepalanya dan mengatakan dengan sopan pada perempuan muda di sebelahnya, “Terima kasih banyak Chu Yue.”

 

“Nggak perlu terlalu sopan, kita keluarga kan?” Chu Yue merasa sedikit tidak senang.

 

Ia benar. Mereka adalah keluarga. Mereka datang dari keluarga yang sama, Chu.

 

Chu Yue adalah sepupu Chu Feng, dari garis saudara bapak dari Chu Feng dan ia hanya satu tahun lebih tua dari Chu Feng.

 

Namun, Chu Yue sudah lulus ujian murid inner court tiga tahun yang lalu dan menjadi murid inner court. Ia sekarang ada di Spirit Realm  tingkat 4.

 

“kita harus mengikuti aturan sekolah.” Chu Feng mengatakannya dengan senyuman yang brilian.

 

Murid inner court memang memiliki derajat lebih tinggi dari pada murid outer court sehingga Chu Feng harus memberikan rasa hormat sebagai murid outer court

 

Melihat Chu Feng bersikap seperti itu, hati Chu Yue sakit,”Chu Feng, apa kau masih tidak akan ikut ujian murid inner court tahun ini? Atau kau masih belum sampai ke tingkat 3 di Spirit Realm ?”

 

Chu Feng tidak merespon dan senyum lemah tergantung di wajahnya. Tidak ada yang tahu apa yang ia maksud.

 

Melihat itu, Chu Yue mengambil tas dari pinggangnya dan menyimpannya di tangan Chu Feng, “Murnikan itu, mungkin itu akan membantumu melewati tingkat 3.”

 

Chu Feng membuka tasnya dan seketika, kekuatan roh yang kuat memancar dari itu. Saint Spirit Grass yang terang, berkilaua, dan treansparan yang seukuran jari berada didalamnya.

 

“Chu Yue. Ini terlalu berharga, Aku tidak bisa menerimanya.” Chu Feng dengan cepat mengembalikannya ke Chu Yue.

 

Saint Spirit Grass. Itu seperti obat mujarab untuk latihan bela diri dan sangat berharga. Itu mempunyai kegunaan tidak terbatas untuk mereka yang berada dalam Spirit Realm .

 

Untuk meningkatkan kecepatan latihannya, keluarga Chu akan menyediakan satu Saint Spirit Grass pada anggota keluarga Chu tiap tahun.

 

Chu Yue juga disediakan oleh keluarganya, tapi ia tidak memakainya dan memberikannya ke Chu Feng. Itu sangat membuat Chu Feng terharu, jadi ia tidak bisa menerimanya.

 

“Saat aku bilang aku memberikannya padamu, kau harus menerimanya. Bagaimanapun juga kau adalah saudara laki-laki kecilku.” Chu Yue sedikit kesal.

 

“Oh? Sejak kapan kau sangat murah hati dan malah memulai memberikan Saint Spirit Grass pada orang-orang?”

 

“lihat, aku adalah saudara laki-laki kecilmu juga, dan kebetulan, aku akan hampir naik ke tingkat 4 dari Spirit Realm . Bagaimana kalau kau berikan Saint Spirit Grass padaku?”

 

Seorang pria muda dengan usia sekitar Chu Feng lewat dan ia juga mengenakan baju dari murid inner court.

 

Ia dipanggil Chu Zen dan ia juga berasal dari keluarga Chu. Lima tahun lalu, ia masuk ke Sekolah Dragon Azure bertepatan seperti Chu Feng. Namun, ia menjadi murid inner court 2 tahun lalu.

 

“Chu Zhen, kau sudah melewati tingkat 3 Spirit Realm  dan berhasil mengumpulkan energi roh. Bahkan kalau kau tak punya Saint Spirit Grass kau bisa naik tingkat dengan cepat.”

 

“Tapi Chu Feng belum bisa mengumpulkan energi spiritual, jadi Saint Spirit Grass ini lebih penting untuknya.” Chu Yue menyimpan Saint Spirit Grass ke tangan Chu Feng dengan paksa.

 

“Yep, kau benar, tapi sayangnya ia tidak mau.” Chu Zhen membuka tangannya dan menyeringai.

 

“Siapa bilang aku tidak mau itu?” tapi kemudian, Chu Feng tersenyum ringan dan tidak menahan menyimpan Saint Spirit Grass di sakunya sebelum berkata,”Chu Yue, aku akan pinjam Saint Spirit Grass ini. Di lain hari aku akan kembalikannya dua kali lipat.”

 

“Mm,okay.” Melihat Chu Feng menerimanya, Chu Yue sudah merasa senang,jadi ia hanya merespon asal dan tidak peduli kalau Chu Feng akan mengembalikannya atau tidak.

 

“Kalau kau ambil itu kenapa dikembalikan? Ngasih Saint Spirit Grass untukmu buat dipakai itu sia-sia.” Wajah Chu Zhen terlihat jelek.

 

Chu Feng hanya tersenyum dan mengabaikannya. Lalu ia berkata pada Chu Yue,”Chu Yue, aku akan ikut ujian murid inner court tahun ini.”

 

“Hhmph,kau? Kalau kau bisa lulus ujian murid inner court, akan ku kasih Saint Spirit Grass tahun ini untukmu.” Chu Zhen melihat Chu Feng dengan hina

 

“Apa itu benar?” Chu Feng tidak begitu percaya.

 

“Chu Yue akan jadi saksinya. Tapi gimana kalau kau tidak lulus?”

 

“Berarti Saint Spirit Grass yang aku dapat tahun ini akan menjadi milikmu.” Meninggalkan perkataan itu, Chu Feng melanjutkan untuk mempekerjakan dirinya ke pekerjaan murid outer court.

 

“Chu Zhen, kita itu keluarga. Kenapa kau selalu membuat sesuatu jadi susah untuk Chu Feng?” Chu Yue melihat ke Chu Zhen dengan jengkel.

 

“Keluarga? Chu Yue, kau seharusnya tahu kalau Chu Feng itu bukan bagian dari keluarga Chu.”

 

“Setelah masuk sekolah selama lima tahun, ia masih belum lulus ujian murid inner court. Dia itu aib buat keluarga Chu kita.”

 

“Di semua keluarga Chu, tidak ada yang suka sama dia? Hanya kau yang memperlakukannya baik dan kau bahkan memberikan Saint Spirit Grass mu sendiri untuk dia pakai.” Chu Zhen sangat tidak mengerti.

 

“Kau itu benar-benar bodoh.” Chu Yue sedikit marah dan setelah marah padanya untuk sesaat, ia pun pergi.

 

Disamping itu, Chu Zhen tersenyum. Ia sangat senang. Walaupun ia tidak dapat Saint Spirit Grass milik Chu Yue, ia tahu pada tahun ini, Saint Spirit Grass milik Chu Feng pasti akan jadi miliknya.

Sedikit menjelang malam, di area peristirahatan untuk murid outer court. Itu sudah gelap gulita.

 

Setelah sibuk seharian, semuanya sangat kelelahan dan mereka tidur lebih awal. Hanya kamar Chu Feng yang masih menyala oleh lampu.

 

Ia duduk didepan kasur. Mengambil Saint Spirit Grass yang Chu Yue berikan padanya dan bergumam, “Aku harap Saint Spirit Grass ini akan membuatnya penuh.”

 

Setelah mengatakan itu, Chu Feng menutup kedua matanya, menjepit Saint Spirit Grass diantara telapak tangannya dan melakukan segel tangan yang aneh.

 

Seketika itu juga, energi spiritual didalam Saint Spirit Grass mulai memasuki tubuh Chu Feng melewati telapak tangannya dan itu memusat ke Dantiannya.

 

Note : Dantian adalah titik titik berkumpulnya energi yin dan yang dalam tubuh, terletak di bawah perut, dekat jantung, di dahi.

 

Pada saat yang sama, suara mengunyah datang dari dantiannya Chu Feng seperti sesuatu yang sedang makan.

 

Kalau kau lihat melewati kulitnya, kau akan menemukan di bagian dalam dari dantian Chu Feng, segumpal cahaya tinggal disana.

 

Gumpalan cahaya itu mempunyai sembilan warna dan setiap warna seperti binatang petir yang besar. Itu memancarkan aura yang mengerikan yang bukan bagian dari dunia ini.

 

Translator / Creator: alknight