July 25, 2017

Martial God Asura: Chapter 239 – Blood Splattered All Over the Floor

 

 

Hawa haus darah Chu Feng sama seperti dingin yang menusuk tulang seperti udara dingin dan bisa mencabut nyawa seseorang. Setiap orang yang berada di tempat kejadian, dari luar dalam, langsung membeku sampai ke jantung. Mereka bergetar karena ketakutan dan mereka terus mundur. Beberapa kaki orang bahkan melunak dan berlutut di tanah karena hawa haus darah itu.

 

“Apa yang terjadi? Aura ini, menakutkan … ”

 

“Apa anak ini anak orang?”

 

Beberapa orang gemetar saat mereka mengucapkan kata-kata itu, dan kata-kata itu digaungkan oleh semua orang yang berada di sana. Mereka ketakutan dengan niat membunuh itu. Mereka benar-benar ketakutan. Dan ketakutan itu datang dari hati mereka sendiri.

 

“Apa yang harus ditakuti? Dia cuma sampah dari sekolah kelas dua. Siapapun dari dari kita bisa mencubitnya sampai mati dengan satu jari.” Tepat pada saat itu, pria brewok itu berteriak dengan marah.

 

Kata-katanya benar-benar meningkatkan kepercayaan diri kaki anjing di belakangnya karena mereka tidak sadar apa yang ada di sekitar Chu Feng adalah haus darah.

 

Mereka hanya tahu bahwa itu bukan tekanan, jadi mereka tidak bisa menentukan kultivasi Chu Feng. Tapi, secara tidak sadar, mereka merasa kalau kultivasi Chu Feng tidak akan terlalu tinggi. Paling tidak, dia pasti tidak memasuki Origin realm.

 

Jadi, sekelompok orang itu menstabilkan hati mereka dan menahan rasa takut di dalam hati. Mereka sudah tidak lagi mundur lagi, mereka bahkan berjalan menuju Chu Feng dengan niat jahat. Mereka ingin menghabisi Chu Feng yang membuat mereka tidak nyaman.

 

“Adik, aku tahu kau bisa lari. Lari! Tinggalkan aku dan lari! Selama kau hidup, keluarga Chu-ku masih punya harapan. Kau tidak boleh mati!” Melihat itu, Chu Guyu menahan rasa sakit di tubuhnya dan berteriak pada Chu Feng.

 

Alasan mengapa dia menahan siksaan selama setengah tahun adalah karena dia tidak ingin adik laki-lakinya, Chu Feng, untuk terjadi sesuatu padanya. Tapi, pada saat itu, Chu Feng mengirim dirinya sendiri ke sini. Hal itu membuat dia panik tak henti-henti karena untuknya, dia bisa dipermalukan, kultivasinya bisa dihancurkan, tapi yang tidak bisa dia terima adalah sesuatu yang terjadi pada adik laki-lakinya.

 

“Lari? Dia sudah tidak lagi punya kesempatan itu!” Tapi baru pada saat itu, pria brewok itu tiba-tiba menyerang. Tinju yang keras dan kuat, dengan lapisan kekuasaan Origin, dilemparkan ke arah Chu Feng.

 

Saat tinju itu datang, sepuluh ribu harapan Chu Guyu berubah menjadi debu. Dia merasa kalau adik laki-lakinya sendiri sudah tidak diragukan lagi akan mati. Dia merasa keluarga Chu-nya sudah tamat. Tapi, di detik berikutnya, dia benar-benar terkejut.

 

Chu Feng baru saja mengangkat telapak tangannya, dan dengan suara ledakan yang jelas, dia memegang tinju pria brewok itu di tangannya. Setelah itu, tinjunya hancur berantakan. Setelah itu, Chu Feng mengayunkan tangannya, dan dengan suara obek, seluruh lengan pria brewok itu dicabut.

 

“Ahh ~~~~~~~~” Darah dan daging terbang kemana-mana dan menyemprot ke udara. Pemandangan berdarah itu membuat orang-orang ngeri dan ketakutan, namun orang yang paling takut tidak lain adalah pria brewok itu. Dia berada dalam penderitaan yang tak ada bandingannya. Jeritannya yang menyedihkan seperti serigala, hantu, dan seekor babi yang sedang disembelih.

 

“Kau… kau… kau…”

 

Pada saat itu, ekspresi semua orang yang ada di sana sangat berubah dan mereka tercengang. walaupun pria brewok itu tidak sekuat itu, setidaknya dia berada di Origin realm. Bagaimana mungkin lengannya bisa dicabut paksa oleh murid sekolah kelas dua?

 

Tapi di saat berikutnya, mereka akhirnya melihat metode Chu Feng. Itu bukan kekuatan kuat Chu Feng. Itu adalah metode penyiksaan yang benar-benar melampaui pria brewok itu. Mereka melihat apa kekejaman itu sejati.

 

Chu Feng mengambil belati yang pria brewok itu jatuhkan ke tanah dan mulai memotong daging dari tubuhnya, sedikit demi sedikit. Dia bahkan tidak selesai saat tulang-tulang yang menakutkan muncul setelah dia memotong seluruh tubuhnya sampai pada titik di mana tidak ada daging yang sempurna.

 

Pada saat itu, teriakan yang merobek paru-paru dan menyayat hati yang menyedihkan naik dan turun di kedai. Pria brewok itu meratap kesakitan karena metode Chu Feng terlalu banyak. Itu terlalu mengerikan. Metode yang paling mengerikan yang bukan membunuh. Tapi rasa sakit yang dirasakan seseorang saat mereka masih tersadar. Tepat di depan mata mereka, Chu Feng sedang melakukan itu.

 

Saat mereka melihat pria brewok, yang benar-benar berdarah di mana-mana di tubuhnya, dan selain kepala, hampir setiap bagian tubuhnya dipotong secara paksa sampai menjadi tulang belulang, wajah murid Sekolah Lingyun yang melihat sudah menghijau karena mereka Melihat iblis sejati.

 

“Ah ~~~~~”

 

Sudah ada seseorang yang tidak mampu menahan itu semua dan mereka berbalik untuk melarikan diri. Namun, mereka tidak bisa lari keluar dari kedai. Sebaliknya, mereka yang berani mendekati pintu masuk kedai itu langsung berubah menjadi genangan darah saat mereka menyemprotkan darah ke seluruh pintu masuk. Pada saat itu, darah membentuk sungai di pintu masuk kedai.

 

“Tu … Tu … Tuan …”

 

“To … To … tolong lepaskan kami. Kami dipaksa! Tolong ampuni nyawa kami!”

 

Pada saat itu, orang-orang yang masih berada di kedai tidak berani maju dan juga tidak berani mundur. Mereka semua berlutut di tanah dan mereka hampir pingsan. Namun, Chu Feng tidak memperhatikan mereka dan dia terus melakukan siksaannya pada pria brewok itu.

 

Pada saat yang sama, saat dia melihat musuh yang sangat dia takuti sebelumnya dibuat menjadi keadaan yang tidak bisa dikenali oleh adik laki-lakinya, dan saat dia melihat orang-orang yang sebelumnya membully berlutut di depan adik laki-lakinya sambil memohon tanpa henti, wajah Chu Guyu penuh dengan shock.

 

Dia akhirnya mengerti mengapa adik laki-lakinya tidak memiliki niat untuk mundur dari awal. Itu karena adik laki-lakinya sudah tumbuh. Dia bisa dengan mudah membunuh orang-orang di Origin realm, dan dia begitu kuat sehingga dia bisa melindunginya, kakak laki-lakinya.

 

Pada saat itu, air mata memenuhi wajah Chu Guyu. Dia menangis karena tersentuh. Dia tidak menangis karena rasa sakitnya, juga tidak menangis karena keluhannya. Dia menangis karena dia emosional. Keluarga Chu akhirnya melihat secercah harapan. Harapan yang selalu dia tunggu.

 

“Adikku, itu sudah cukup. Biarkan mereka pergi.”

 

Tiba-tiba, Chu Guyu berbicara. Ketika melihat adiknya membuat musuh besarnya menjadi keadaan yang seperti itu, kemarahannya sudah lenyap dan kebencian di dalam hatinya sudah pudar.

 

Kebaikannya tidak tahan melihat pria brewok itu disiksa seperti itu. Walaupun dia sudah menyakitinya sampai ke keadaan seperti itu, dia juga merasa bahwa tindakan adikknya saat ini telah memberi pria brewok itu dengan hukuman berlipat-lipat ganda.

 

“Adik.” Setelah mendengar panggilan Chu Guyu, mata merah darah Chu Feng tiba-tiba berkilauan. Dia yang dipenuhi kemarahan sebelum akhirnya kembali sadar.

 

Saat melihat kakak laki-lakinya yang masih berdarah dan masih menahan rasa sakit, Chu feng tidak peduli dengan pria brewok. Dia segera pergi ke depan kakak laki-lakinya, mengeluarkan pil obat, dan memasukkannya ke mulut Chu Guyu.

 

“Te… terima kasih kakak Guyu. Terima kasih kakak Guyu.”

 

Melihat itu, orang yang paling bahagia tak lain adalah orang-orang yang masih berlutut di kedai. Pertama mereka pertama kali sujid pada Chu Guyu, lalu saat mereka berbicara dengan gagap, mereka mulai berlari keluar kedai.

 

Untuk mereka pada saat itu, kedai kecil itu, kedai itu membanting kepala mereka berkali-kali seperti arena pembantaian. Itu sangat menakutkan karena hampir membunuh mereka.

 

Jadi, saat mereka berlari keluar, itu seolah-olah seperti mereka kembali ke dunia manusia. Betapa diberkatinya perasaan itu. Betapa damai.

 

* Bang bang bang bang bang * Namun, sesaat mereka mengira bahwa mereka lolos dari bencana, dengan pikiran dari Chu Feng, mereka meledak dan mati seperti kembang api berwarna merah darah satu per satu dan menjadi banyak genangan darah.

Translator / Creator: alknight