July 2, 2017

Martial God Asura: Chapter 217 – Who’s the Mastermind

 

 

Third Thunder Style yang tanpa ampun menciptakan ular petir kecil yang tak terhitung. Mereka merobek kulitnya sedikit demi sedikit, dan membakar dagingnya sedikit demi sedikit. Mereka meremukan tulangnya, merusak organ tubuhnya, dan dengan gila menghancurkan setiap bagian tubuhnya. Rasa sakit itu tak terlukiskan. Hanya mereka yang mengalaminya saja yang bisa mengerti.

 

“Ahh ~~~~”

 

Tangisan yang menyedihkan seperti seekor babi sedang disembelih terus terdengar. Burung berterbangan dan binatang-binatang lari ke segala arah. Itu disengaja oleh Chu Feng. Karena dia tetap tersadar, dia akan merasakan siksaan dari tubuhnya dan Chu Feng ingin dia merasakan segala jenis rasa sakit sebelum memutus nyawanya.

 

Ketika ia dihancurkan oleh petir, orang yang kuat yang berasal dari tingkat pertama Profound realm akhirnya menjadi seperti arang setelah hasil dari segala macam pembakaran itu. Tidak ada satu inci pun area yang tidak rusak di tubuhnya. Jangka waktu itu tentu merupakan sesuatu yang tidak pernah ingin ia alami karena itu adalah pengalaman terberat yang ia tanggung sepanjang hidupnya. Tapi untungnya, sekarang dia sudah tidak bernafas lagi.

 

Setelah membunuh orang itu, tidak hanya api amarah dalam hati Chu Feng tidak padam, itu bahkan bertambah karena walaupun dia tahu bahwa mereka itu pelaku di balik pembantaian keluarga Chu-nya, mereka bukan dalangnya. Jadi, dia mengulurkan telapak tangannya yang penuh dengan petir ke orang selanjutnya.

 

“Itu Gong Luyun! Gong Luyun dari Kota Black Tortoise! Dia menyewa kami untuk membantai Kota Golden-purple! “Kali ini, sebelum membiarkan Chu Feng melakukan sesuatu, orang tersebut mengaku.

 

“Pahlawan ini, tolong ampuni kami! Ini adalah hadiah yang diberikan Gong Luyun pada kami dan kami akan memberikan semuanya padamu.” Pemimpin dari the Five Tigers mengambil Cosmos Sack miliknya dan melirik tiga orang lainnya yang masih bertahan.

 

“Pahlawan, tolong ampuni ketiga nyawa kami! Ini adalah semua yang sudah kami kumpulkan dan tolong terima ini.” Melihat hal itu, ketiga orang lain tersebut terpaksa duduk kembali, dan dengan sikap mereka yang menyedihkan, mereka memberikan Cosmos Sacks mereka kepada Chu Feng.

 

“Kalian membunuh keluargaku, tapi kalian ingin aku ampuni? Hutang darah harus dibayar dengan darah. Kata-kata itu kalian yang tulis kan? Apa kalian tidak mengerti dengan prinsip di baliknya?” Chu Feng tersenyum dingin dan senyumannya sangat mengerikan.

 

“Kau..Kau Chu Feng itu?” Setelah mendengar kata-kata Chu Feng, ekspresi Four Tigers yang tersisa sangat berubah. Warna wajah mereka langsung berubah menjadi putih pucat dan mereka terbaring tidak berdaya. Mereka tahu kalau malapetaka akhirnya datang.

 

Chu Feng tidak menjawab. Dia mengepalkan salah satu tangannya dan sebuah longsword berwarna keemasan terbentuk. Dengan sekilas cahaya emas, delapan lengan jatuh ke tanah.

 

“Ahh ~~~~” Ketika mereka melihat lengan mereka sendiri terputus oleh seseorang, The Four Tigers berteriak kesakitan. Namun, itu bukan akhirnya. Itu baru permulaan.

 

* Whoosh whoosh whoosh *

 

Chu Feng memegang longsword berwarna keemasan itu dan menusuk the Four Tigers dengan gila. Dia memotong kulit mereka, memotong urat dan nadi mereka, dan Chu Feng tanpa henti menusuk saraf mereka yang paling sensitif agar membuat mereka tetap sadar. Dia membuat rasa sakit yang tak tertahankan untuk menyelimuti tubuh mereka gelombang demi gelombang dan membiarkan mengisi mereka dengan siksaan yang paling kejam di dunia.

 

“Ahh ~~~ Kau bajingan! Bunuh kami kalau berani !! ”

 

Dalam sekejap, darah dan daging the Four Tigers yang terkenal berantakan oleh Chu Feng. Hal itu membuat mereka ingin mati daripada hidup dari rasa sakit, dan mereka ingin Chu Feng membunuh mereka.

 

“Pengen mati? Kenapa itu mudah sekali? Aku ingin kalian semua hidup enggan, dan  mati tidak bisa!” Bagaimana mungkin Chu Feng, yang terbakar dengan api amarah, begitu mudah membiarkan mereka mati? Dia malah semakin ganas dan dia tidak berhenti sama sekali.

 

“Chu Feng, sudah cukup. Lihat waktunya. Tentara Kota Vermilion Bird akan sampai dengan cepat jadi kita harus segera pergi dari tempat ini.” Saat melihat the Four Tigers yang benar-benar menjadi manusia yang berdarah-darah, bahkan hati Su Rou pun tidak dapat menahannya.

 

“Kalaupun mereka mati, mereka tidak akan mati dengan mayat yang lengkap.” Chu Feng mendengus dingin dan longsword di tangannya menebas secara acak. Saat sekilas cahaya emas meluncur ke segala arah, mayat the Four Tigers mulai terbang kemana-mana. Bahkan Sumber energi mereka diserap oleh Chu Feng untuk Eggy. Mereka benar-benar mati dengan mayat yang tidak lengkap.

 

“Gong Luyun. Aku tidak pernah berpikir kalau kau akan sekejam ini. Kau berani diam-diam membunuh keluargaku? Awalnya, aku bahkan berpikir untuk membiarkan kau hidup sedikit lebih lama. Tapi sekarang, sepertinya bukan cuma kau yang akan mati, keluarga Gongmu juga akan mati. ”

 

Setelah menghabisi the Four Tigers sampai tuntas, Chu Feng melihat sekelilingnya untuk memastikan bahwa dia tidak membiarkan seorang pun hidup. Lalu, dia melenyapkan Spirit Formationnya dan menunggangi Little White tanpa mempedulikan sekitarnya.

 

Setelah mengetahui siapa dalang yang mengatur serangan terhadap keluarganya, Chu Feng tidak mungkin menunggu untuk sesaat. Dia ingin membunuh Gong Luyun dengan cepat sebagai persembahan untuk anggota keluarga Chu-nya serta untuk jiwa dari beberapa ratus ribu orang dari Kota Golden-purple. Jadi, yang perlu dilakukan Chu Feng adalah mencari keberadaan Gong Luyun.

 

Di hari kedua dimana Chu Feng dan Su Rou pergi, tentara dari Kota Vermilion Bird akhirnya tiba di luar Five Tiger Village.

 

Karena mereka tahu kalau orang-orang di sana adalah penjahat yang melarikan diri demi nyawa mereka, mereka membuat pengaturan yang ketat dan membentuk lingkaran yang tak tertembus yang mengelilingi desa saat mereka mendekati dan mendekati Desa Lima Harimau.

 

Namun, saat mendekati Five Tiger Village, tentara Kota Vermilion Birdsemakin tidak nyaman. Kenapa Five Tiger Village yang seharusnya berisik menjadi begitu hening? Itu tidak biasa untuk menjadi begitu sepi.

 

Awalnya, mereka bahkan menduga kalau itu mungkin sebuah jebakan. Namun, setelah beberapa saat, mereka menemukan bahwa itu bukan jebakan karena mereka mencium sesuatu. Bau darah.

 

“Tuanku, apa yang harus kita lakukan?” Bau darah selalu membuat orang takut karena itu adalah sinyal yang mewakili bahaya. Jadi, pada saat itu, orang-orang kuat dari Kota Vermilion Bird juga sedikit takut dan setiap orang melemparkan pandangan mereka ke arah penguasa kota, Su Hen.

 

Pada saat itu, pikiran terdalam Su Hen tidak stabil. Bau darah yang kuat seperti itu berarti banyak orang yang mati. Paling tidak, itu berarti sebuah pertempuran besar terjadi di dalam Five Tiger Village dan dia pun tidak tahu bahaya macam apa yang ada di dalamnya.

 

Tapi setelah berpikir sebentar, dia tetap memberi perintah, “Bunuh!”

 

“Bunuh ~~~~~~~~”

 

Setelah Su Hen berbicara, semua orang berteriak dengan keras dan kata “Bunuh” bergema di hutan pegunungan. Bahkan tanah pun bergemuruh.

 

Tentara Kota Vermilion Bird, yang berada di bawah pimpinan Su Hen dan berbagai orang yang kuat lainnya, bergegas memasuki Five Tiger Village dengan penuh keberanian. Namun, setelah bergegas masuk ke Five Tiger Village, semuanya tercengang dan mereka benar-benar tertegun dengan pemandangan di depan mereka.

Translator / Creator: alknight