October 17, 2016

The Legendary Moonlight Sculptor – Volume 2 – Chapter 1: Land of Myth

 

Ghandilva, tetua dari Desa Baran, tengah dilanda dilema. Desa tempatnya tinggal dulu adalah tempat yang damai di provinsi selatan kerajaan Rosenheim.

Rumah dari 500 kepala keluarga, desa itu diserang oleh para lizardmen, dan penduduk desa menyebar melarikan diri atau tertangkap oleh lizardmen.

“Aku ingin mendengar cerita tentang darimana asal muasal biji ini,” kata Weed.

Mulai muncul harapan di mata Ghandilva yang telah putus asa.

“A-apa kau akan menolong kami jika aku menceritakan apa yang aku tahu?”

“Sekalipun anda tak memberitahuku, aku masih akan tetap menolong penduduk desa. Ketika orang yang tak bersalah diculik oleh monster jahat, bagaimana bisa kita sesama manusia mengabaikan hal itu?”

“Oh!”

Ghandilva merasa ingin berteriak kegirangan. Ketika orang yang lain menolak permintaan tolongnya, ternyata masih ada orang sebaik ini yang menawarkan diri untuk membantunya.

“Darius menolak permintaanku… karena apa yang bisa aku tawarkan hanyalah biji ini,” kata Ghandilva.

Yakin bahwa Darius tak bisa mendengarnya, Weed berkata dengan hati-hati:

“Siapa yang tega menilai niat kebaikan seseorang? Sungguh tak terbayangkan bagiku.”

“Aku benar-benar tak menduga bahwa dunia ini masih mempunyai orang yang hebat…”

Mata Weed melirik pada genggaman tangan Ghandilva.

“Omong-omong, tentang biji ini…”

“Oh, ini? Aku tak tahu dari tumbuhan mana ia berasal.”

“Kau bahkan tak tahu darimana biji itu berasal?”

“Biji ini telah diwariskan secara turun menurun oleh keluargaku. Nenek moyangku memintaku untuk menjaganya dengan hati-hati, karena biji ini memiliki nilai yang tak bisa diukur. Mereka memintaku untuk memberikan biji ini sebagai hadiah hanya untuk bantuan besar atau untuk ksatria yang hebat.

“Aku mengerti.”

Semua tiba-tiba menjadi cocok bagaikan 2 potongan puzzle yang pas satu sama lain. Namun, Weed masih belum sepenuhnya yakin. Apakah benar biji ini akan menunjukkan jalan ke Kota Langit, atau hanya biji dari tumbuhan biasa?

Diantara class yang tak terhitung dalam Royal Road, ada gardener dan farmer. Tentu saja, mereka terlalu sedikit untuk bisa menemuinya dengan mudah.

“Maukah anda menolong penduduk desa?”

 Ting!

The Calamity of Baran Village

Baran adalah desa yang damai dan juga ramai, sampai perbatasan selatan kerajaan diserang oleh para monster jahat. Ketika lizardmen menyerang desa, Ghandilva sang tetua tak memiliki cukup waktu untuk menyelamatkan semua penduduk.

Ia melarikan diri, hanya bersama anak-anak. Para orang dewasa memutuskan untuk bertahan di dalam desa untuk mengulur waktu. Lizardmen yang jahat menangkap para penduduk dewasa yang memberontak dan, bukannya memenggal mereka, lizardmen memperbudak para penduduk di markas mereka di Western Valley.

Selamatkan orang tua dari para anak-anak. Jika waktu habis, para lizardmen akan membunuh para penduduk tanpa ampun.

Tingkat kesulitan: D

Hadiah: A Nameless Seed (biji tanpa nama)

Jumlah tahanan: 55

Sebuah quest dengan tingkat kesulitan D. Setara dengan quest Punitive Force. Weed memang memiliki quest tingkat A untuk meneruskan wasiat Zahab, namun quest itu masih jauh dari apa yang bisa ia lakukan sekarang.

Parahnya, quest itu memakan satu tempat berharga di jendela quest. Quest ini jauh lebih susah dari apa yang pernah Weed lakukan, namun ia membaca deskripsi quest itu lagi dan lagi, tanpa menghiraukan tingkat kesulitannya.

Ingatan Weed tentang orang tuanya berhenti ketika ia berumur 8 tahun. Sejak saat itu, ia hanya bisa mengingat masa-masa terburuk dalam hidupnya, ketika para rentenir terus mengganggunya.

‘Itulah satu-satunya warisan yang mereka berikan padaku.’

Tetap saja, Weed merindukan ayah dan ibunya. Ia akan membayar semahal apapun untuk menghidupkan mereka kembali jika memang memungkinkan.

Ketika calon penolongnya sedang berpikir dalam-dalam, Ghandilva cemas dan bertanya:

“Apakah anda tak puas dengan hadiahnya?”

“…”

“Sekali desa kami telah diperbaiki, kami akan membayar hutang kami pada anda.”

“Tak usah. Ini lebih dari apa yang bisa aku harapkan. Aku akan menyelesaikan quest ini secepat mungkin.”

You have accepted the quest.

“Terima kasih. Para lizardmen pergi menuju lembah di sebuah gunung di barat desa kami. Aku akan menunggu kabar baik darimu.”

Ketika Ghandilva pergi, anggota tim Weed datang.

“Weed, apa yang kau lakukan?”

“Apa kamu menerima questnya?”

Pale dan Surka memandang Weed tak percaya. Ia baru saja menerima quest baru yang hanya menghadiahkan sebuah biji tanaman.

“Jangan banyak tanya dan cepat terima quest yang aku dapat.”

Weed adalah ketua party yang sesungguhnya. Dalam desakan Weed, Surka percaya bahwa pasti ada sebuah alasan, berjalan ke arah Ghandilva, dan menerima questnya.

“Aku bersama Weed.”

“Aku juga ingin bergabung dalam quest untuk menyelamatkan para penduduk.”

Your party accepted the quest

Seluruh anggota party Weed menerima quest, namun mereka masih tak mengerti apa alasannya. Pale memiringkan kepalanya ke samping sambil kebingungan.

“Aku tak mengerti kenapa kau menyerah dalam quest pasukan pembebasan, malahan, mengambil quest ini setelah kita sampai disini.”

“Quest ini akan menghadiahkan kesempatan yang sangat besar jika aku tak salah. Dan sekalipun aku salah, ini masih lebih bagus daripada ikut dalam quest pasukan pembebasan.”

“Apa maksudmu?”

“Bayangkan bila kita bertarung melawan lizardmen bersama pasukan… Di level kita yang sekarang, kita tak akan mendapat EXP dan fame yang cukup banyak.”

Mereka setuju dengan Weed – level mereka jauh lebih rendah daripada Darius dan grup nya.

Pada awalnya mereka hanya tertarik untuk quest search and destroy yang akan terjadi setelah pasukan mengusir para lizardmen keluar dari desa, jadi pertempuran besar tak terlalu berarti pada mereka.

Dikepung antara 200 player dengan level yang lebih tinggi, party Weed tak bisa berbuat banyak.

“Aku punya firasat lebih baik kita beralih pada quest ini,” kata Weed.

“Namun tingkat kesulitannya D… Apa kau tak berpikir bahwa ini akan terlalu sulit hanya untuk kita berlima?” tanya Surka.

“Tak usah khawatir, aku ada rencana,” kata Weed.

“Oke, Weed. Kami ikut denganmu,” kata Pale.

Weed memutuskan untuk menerima quest Ghandilva, dan, bersama dengan party nya, memisahkan diri dari barisan. Tak lama, 2 orang datang ke arah party Weed. Mereka adalah Becker dan Dale, prajurit dari tentara Rosenheim.

“Komandan! Kemana kau akan pergi?”

“Kita hampir memulai pertempuran melawan lizardmen.”

Weed menjawab dengan sungguh-sungguh:

“Aku dan anggota tim ku akan pergi untuk membebaskan para penduduk desa, ayah dan ibu dari para anak-anak yang tak punya rumah, dari markas lizardmen.”

“Itu adalah quest yang cukup sulit!”

Becker kaget dengan jawaban Weed. Dale tampak tak percaya.

“Bisakah kalian berlima menyelesaikan quest ini?”

Dale mengukur kekuatan party Weed. Ia menyimpulkan bahwa mereka tampak lebih lemah dari dirinya, lalu ia menepuk dadanya dan menawarkan bantuan.

“Komandan, kami ingin membantu anda dalam misi ini,” kata Dale.

“Ya. Komandan kami akan memberi kami ijin untuk bergabung denganmu jika kita menjelaskan situasinya padanya,” kata Becker.

Persahabatan yang telah diciptakan oleh Weed muncul kembali. Tentu, berdasarkan situasi, ada saat dimana saat pemberontakan atau pembunuhan masal penduduk yang tak bersalah akan membuat para prajurit menolak untuk menuruti perintah tak peduli seberapa tinggi kesetiaan mereka.

Kharisma dan hubungan yang baik tak bisa memotivasi para prajurit kecuali didukung oleh fame dan status sang pemimpin, atau sebab yang lain.

Di mata Dale dan Becker, mereka menganggap Weed yang mengajukan diri untuk menyelamatkan para penduduk adalah aksi yang heroik.

Karena quest itu juga berhubungan dengan tujuan quest pasukan pembebasan, mereka ingin membantunya. Setelah beberapa saat diam, Weed berkata:

“Aku sangat merasa senang mendengar itu dari kalian, namun itu tak mungkin. Kalian sedang ditugaskan untuk menolong Desa Baran dibawah komando Darius, benar bukan?”

“Tapi…”

“Lebih sedikit orang untuk quest ini, lebih baik! Aku meminta kalian untuk melakukan yang terbaik dalam tugas kalian. Bagaimana ceritanya kalau kami sukses menyelamatkan para penduduk, dan menemukan bahwa tak ada tempat untuk mereka tinggal bersama keluarga mereka?”

“Aye, komandan!”

Becker dan Dale pun terpaksa menyerah. Jika Weed bisa mendapat pertolongan dari 200 prajurit tentara Rosenheim, pastinya akan lebih mudah untuk menyelamatkan para prajurit dari lizardmen.

Apalagi saat ini, salah satu dari mereka pernah berada dibawah kepemimpinannya. Quest ini akan lebih gampang bila ia menerima bantuan mereka.

Leadershipnya yang tinggi dapat mengubah mereka menjadi kekuatan yang besar. Namun, sisi buruknya adalah, bahwa Darius akan menyadari hal itu.

Weed dan kawan-kawan memisahkan diri dari pasukan yang terdiri dari 300 orang tentu tak akan ketahuan, namun kepergian prajurit dengan jumlah yang besar pastinya akan mencapai telinga Darius dan ia pasti akan ingin tahu sebabnya.

*****

Weed dan kawan-kawan pergi menuju gunung di bagian barat Desa Baran, seperti yang dideskripsikan oleh Ghandilva. Western Mountain memiliki cuaca yang suram.

Kabut tebal yang muncul dari air terjun di lembah menciptakan kondisi yang paling pas untuk lizardmen.

“Aku pikir daerah kekuasaan mereka mencapai tempat ini.”

Pale si ranger, telah meningkatkan penglihatan dan skill pengamatannya untuk mencocokkan diri dengan profesinya. Untuk ranger itu adalah keahlian yang sangat penting, karena itu akan memungkinkan mereka untuk mencegat musuh dari jarak yang jauh. Itu juga berguna untuk menganalisa dataran yang berbeda-beda.

Ia berkonsentrasi pada skill pasif ranger, seperti Rapid Fire dan Penetration. Yang ia ambil adalah jalur yang paling gampang untuk profesi kedua bagi ranger.

Sementara Weed, yang profesinya seorang sculptor, lebih kuat dari rata-rata player lain dalam sword mastery, berkat sculpture mastery nya dan Zahab’s Engraving Knife.

“Ya, aku pikir para lizardmen menyeberangi perbatasan selatan dan membuat markas disini.”

Weed menjawab pendek, sambil mempelajari daratan. Tempat itu disebut lembah, namun lebih besar dari kebanyakan lembah. Mereka tampak gemetar karena takut bahwa para lizardmen bisa saja menyerang mereka secara tiba-tiba dari hutan sekeliling.

Akhirnya, mereka menemukan lizardmen warrior. Ada 5 lizardmen dalam sebuah grup yang bertindak sebagai penjaga. Reptil itu menyerupai ular raksasa yang memiliki dua kaki dengan kulit hijau yang licin. Level mereka sekitar 60.

“Eew, jijik,” kata Romuna.

Weed setuju dengannya. Monster kebanyakan tampak mengerikan dan jelek. Namun, mereka tak pernah membuat Weed takut.

‘Aku cukup akan melakukan hal yang sama ketika melawan goblin.’

Level lizardmen lebih tinggi 10 level dari goblin, namun mereka adalah monster lapangan. Monster dalam dungeon atau malam hari akan menjadi 50% lebih kuat dan memberi exp yang lebih banyak.

Kekuatan para lizardmen sama dengan goblin jika dibandingkan. Weed menggunakan pedangnya, bukannya busur miliknya.

Ia telah sibuk dengan masak dan menjual patung, dan jauh dari medan tempur dalam waktu yang lama sampai-sampai tubuhnya gatal untuk membunuh.

‘Sekarang aku bisa mencoba salah satu dari teknik pedangku.’

Imperial Formless Sword Technique!
Kelima gerakan yang tercatat dalam buku skill adalah:

The First Form:

Konsumsi MP: 300

Dengan keindahan, kau menyerang musuh 3 kali berturut-turut.
Ketika level skill naik, jumlah serangan dan damage akan meningkat.

The Second Form:

Konsumsi MP: 400

Dengan instan pindah ke belakang musuh dan menyerangnya.

The Third Form:

Konsumsi MP: 600

Menghancurkan senjata musuh dengan menggunakan 5x kekuatan serang.

The Fourth Form:

Konsumsi MP: 1000

Menarget titik lemah lawan dalam gerakan seperti menari.

The Fifth Form:

Bersatu dengan pedangmu. Mengkonsentrasikan seluruh MP dan meledakkannya dalam satu poin.

MP menjadi 0, dan jika jumlah MP kurang dari 2000, HP mu juga akan berkurang.

Satu teknik langkah kaki adalah skill tempur aktif untuk menghindari serangan musuh dengan 7 langkah cepat. Weed menamakan tiap-tiap gerakan dalam teknik pedangnya secara individu.

Gerakan pertama dinamakan Triple, dan sisanya, Backstab, Power Break, Sword Dance, dan Sword Kaiser, secara urut.

Jumlah maksimal MP Weed mencapai 940 berkat Emperor’s Tablet. Ia bisa mengeksekusi skill Triple 3 kali, Backstab 2 kali, dan Power Break hanya sekali.

Jurus diatas gerakan ketiga bukanlah sebuah pilihan karena MP nya tak mencukupi. Ia bisa mengaktifkan gerakan kelima, Sword Kaiser, tanpa MP, namun terlalu berbahaya baginya untuk mempertaruhkan nyawanya untuk sekali coba.

Ia menamakan teknik langkah kaki dari buku skill sebagai Seven Celestial Step. Itu saja membutuhkan 100 MP. Untungnya, skill itu bertahan selama satu menit setelah di aktivasi.

‘Mari kita lihat apa yang bisa kulakukan.’

Weed belum pernah bertempur sekalipun sejak ia mempelajari Imperial Formless Sword Technique.

“Di siang hari, mereka tak akan sekuat aslinya,” kata Weed pada rekan-rekannya dengan pelan, “Lizardmen dapat bertarung dengan baik di dalam rawa, namun mereka jauh lebih rendah di lembah. Aku akan pergi dulu dan melawan mereka.”

Monster yang beradaptasi di iklim kering, seperti kalajengking beracun dan ulat pasir, akan menjadi sangat kuat di padang pasir. Para lizardmen, yang habitat alaminya rawa, akan melemah di alam terbuka.

Tetap saja, rekan-rekannya terkejut. Weed baru saja menyarankan untuk menyerang markas lizardmen.

Mereka telah mengikuti Weed sampai sekarang, namun mereka bergantung pada taktik miliknya untuk mengalahkan para lizardmen, yang jumlahnya lebih banyak.

“Tu—tunggu sebentar. Bisakah kita langsung saja masuk menuju markas mereka?” tanya Pale.

“Ya, kita bisa,” kata Weed.

“Tapi quest ini memiliki tingkat kesulitan D…” kata Pale.

“Untuk tingkat kesulitan D, paling tidak 800 lizardmen berada disini. Benarkan?” kata Weed.

Pale hanya bisa mengangguk pada Weed.

“800, terima atau tidak.”

“Aku yakin itu adalah kasusnya ketika kita menerima permintaan Ghandilva. Namun kita punya Darius yang membantu kita.”

“Darius membantu kita?”

Ketika Pale menggelengkan kepalanya dengan bingung, Weed membagikan botol kecil ke rekan-rekannya.

“Apa ini? Apa ini potion?” tanya Romuna.

“Ini adalah sebuah minuman yang aku buat sebelum kita pergi meninggalkan Serabourg. Aku membeli botol kosong dari toko farmasi dengan harga murah,” kata Weed.

“Kenapa kau membagikannya sekarang—” kata Surka.

“Minum dulu, dan kau akan mengerti,” kata Weed.

Weed meminum bagiannya.

Kau meminum Brandy of Vitality

Effects:

+100 HP
+10 STR
+5 AGI

Mengurangi rasa sakit bila terluka.

Rekan-rekan Weed menghabiskan isi botol mereka dan tampak terkejut.

“Aku tak percaya bir ini bisa…” kata Irene.

Surka baru saja mencapai umur untuk bisa meminum bir, jadi ia sedikit rentan terhadap alkohol. Namun, tertarik oleh aroma dari minumannya, ia meminumnya sampai tetesan terakhir dan menganggapnya enak.

“Minuman ini tak difermentasikan secara lama, jadi efeknya terbatas. Cuman kelebihannya, kalian bisa meminumnya sambil makan tanpa merasa mabuk,” kata Weed.

Weed, yang sudah selesai meminum birnya, sudah bergerak kearah lizardmen warrior berada.

*****

Darius menganggap dirinya beruntung. Kalau tidak, ia tak akan bisa mendapat kepercayaan untuk memimpin quest langka seperti ini.

Pasukan pembebasan Desa Baran. Quest ini bisa menaikkan famenya ke level yang lebih tinggi. Memiliki fame yang tinggi akan mendapatkan keuntungan yang banyak, dan quest bukanlah pengecualian.

Ia bisa menemui figur dengan posisi penting yang normalnya akan menolak menemuinya, dan bisa dengan mudah mendapatkan quest dengan resiko tinggi namun dengan hadiah yang tinggi juga.

Dengan 300 prajurit dibawah komandonya, Darius menganggap dirinya sendiri sebagai seorang jendral tentara. Pasukan pembebasan yang ia pimpin akhirnya sampai di sekitar Desa Baran.

Pagar kayu, yang dipasang untuk menahan para monster tetap diluar, telah rubuh, dan pintu seluruh rumah telah rusak.

Pasukan melihat pemandangan itu dari atas bukit. Tak ada satu ekorpun monster yang bisa dilihat di dalam desa, namun mereka tak bisa rileks. Darius memerintahkan salah satu rekannya.

“Parros, amati daerah sekitar.”

“Oke. Tunggu disini sampai aku kembali.”

Parros adalah seorang thief. Dengan agility yang sangat tinggi dan skill observasi, ia dengan cepat memasuki desa. Sejam kemudian, ia kembali, sambil kehabisan nafas, dan melaporkan:

“Ada 100 lizardmen sembunyi di dalam! Mereka menunggu kita untuk mendekat.”

“Mereka menginginkan pertempuran terbuka.”

Mata Darius bersinar dingin. Tentu saja, para lizardmen yang berjumlah lebih banyak dari pasukannya menginginkan pertempuran langsung. Di sisi lain, ia juga menginginkannya.

Di tengah-tengah kebingungan, Darius dan grup nya yang memiliki level tertinggi diantara pasukan bisa mencatatkan kill terbanyak, dan sebagai hasilnya, mendapatkan hasil yang paling banyak.

“Serangan tiba-tiba yang sudah diketahui bukanlah serangan tiba-tiba lagi. Langsung maju ke arah Desa Baran!”

Seluruh pasukan maju ke arah desa. Tiba-tiba, para lizardmen yang sembunyi di dalam rumah keluar.

*Roar*

“Manusia!”

Lizardmen, yang pada dasarnya reptil berotot, memegang perisai di satu tangan dan mengayunkan pedang di tangan yang lain.

Kebanyakan player kaget. Darius tak memberi tahu bahwa para lizardmen sembunyi disana. Sambil memenggal kepala lizardman warrior, Darius menggerutu pelan:

“Aku tak butuh orang lemah. Yang aku inginkan hanyalah orang kuat yang setia padaku. Jadi, kenapa harus berbagi EXP dan fame bersama orang-orang lemah ini?”

Darius sengaja menggunakan taktik ini, dengan resiko korban yang banyak, hanya karena ia tak ingin EXP dan fame bagiannya akan berkurang bila dibagi secara rata dengan 300 prajurit.

Para prajurit tentara Rosenheim mengikuti Darius dari belakang. Komandan mereka adalah Sir Jovantes.

Ketika sang knight menyadari bahwa mereka terjebak dalam pertempuran, dikepung oleh lizardmen yang melompat dari segala arah, ia berteriak:

“Pertahankan posisimu! Buat lingkaran dari pelaton, dan lawan balik!”

Pelaton dari 10 prajurit mulai membuat pagar lingkaran manusia, formasi pertempuran andalan tentara Rosenheim. Para pemimpin pelaton adalah denarion, seperti Becker dan Hosram.

“Memasuki posisi bertahan.”

“Ambil posisi bertahan.”

“Sama kita juga.”

Hampir semua denarion yang pernah dipimpin oleh Weed mengambil pilihan yang sama. Bertahan adalah yang terpenting! Hanya Becker yang berbeda:

“Ayo hajar mereka!”

Para prajurit Rosenheim yang menciptakan formasi lingkaran bertahan mengalihkan dan menarik para lizardmen ke dalam formasi sarang lebah.

Mereka mengunci musuh yang menyerbu mereka ke dalam labirin yang berputar-putar tanpa batas.

Di dalam dan luar lingkaran bertahan, Becker dan 10 pasukannya muncul entah darimana dan membunuh lizardmen yang tersesat.

*****

Ketika Weed mendekati para lizardman warrior, mereka mengeluarkan teriakan agresif.

“Manusia!”

“Manusia bodoh! Kalian datang untuk mati!”

Kelima lizardman warrior maju ke arahnya, sambil mengayunkan pedang mereka. Level dari tiap lizardmen memang rendah, namun hal itu ditutupi oleh jumlah mereka.

Jika Weed dikepung oleh mereka, ia harus melawan mereka dari semua arah yang pasti akan merugikan dirinya.

Namun, Weed merasa yakin. Ia telah menaikkan 40 poin strength, agility dan vitality selama sebulan di Training Hall.

Jika kau mendengarnya, kedengarannya memang simpel. Kalau begitu, kenapa tak ada orang lain yang melakukan hal yang sama.

Dengan status yang lebih tinggi, akan lebih mudah dalam berburu monster. Namun pikir baik-baik. Latihannya butuh 1 bulan.

Kau harus melakukan hal yang sama terus menerus sekalipun kau merasa kesakitan, rasanya otot-ototmu tengah diperas, dan bahkan atlet profesional tak akan berusaha sejauh itu.

Atlet profesional biasanya menghabiskan waktu tak lebih dari 5 jam sehari untuk digunakan latihan. Weed telah melakukan apa yang biasa dilakukan kebanyakan atlet selama 120 hari.

Jika kau melihatnya dari sisi lain, latihannya seimbang dengan bekerja keras selama satu jam di gym dalam waktu 2 tahun tanpa henti.

Tak banyak orang yang mau mengorbankan waktu sebanyak itu hanya untuk menaikkan beberapa status sebanyak 40 poin.

Fakta bahwa Weed menyelesaikan latihannya hanya dalam satu bulan menunjukkan seberapa tangguh dirinya. Ia juga memiliki teknik pedang yang belum ia coba sebelumnya. Dalam hati ia menyambut para lizardman dengan senang hati.

Weed dan Surka berdiri di garis depan untuk menghadapi lizardman yang lari ke arah mereka. Karena party mereka tak memiliki warrior atau knight, mereka berdua harus mengambil peran dari petarung jarak dekat.

“Eh, umm, Weed,” kata Surka.

“Ya?” Weed bertanya balik.

“Jika aku mati, tolong selamatkan dirimu sendiri.”

Surka tampak pesimis dihadapan 5 lizardman.

“Tak usah khawatir, Surka. Jika salah satu dari kita akan mati, maka aku lah yang pertama. Aku akan menarik mereka dulu,” kata Weed dengan yakin.

“Weed, kau seorang sculptor. Oh, omong-omong, berapa levelmu?” tanya Surka.

“Levelku 68.”

Weed dengan cepat melompat kedalam celah diantara para lizardman.

“Awas!” kata Surka.

Gerakannya yang tiba-tiba membuat bingung rekan-rekannya, namun ia merasa tenang.

“Seven Celestial Footstep!” teriak Weed.

Ia dengan yakin mengaktifkan teknik langkah kaki yang telah ia namai, sebuah skill untuk menghindari serangan lawan dengan menggunakan 7 langkah yang eksentrik dan tak bisa di prediksi.

Melangkah ke depan, ia tiba-tiba menghilang tepat di depan para lizardman, dan muncul di sebelah kanan mereka di detik berikutnya.

“First form, Triple!” teriak Weed.

Weed bergerak dengan gerakan yang memusingkan sambil mengayunkan pedangnya. Tampak 3 bayangan hitam menyerang bagian bawah, tengah, dan atas tubuh lizardman secara bersamaan.

*Bam Bam Bam!*

Para lizardmen lebih kuat dari goblin. Tubuh mereka mempunyai fleksibilitas seekor reptil, dan kecepatan tinggi. Kekuatan serang mereka tak terlalu bagus, namun apa yang mengerikan adalah kulit hijau mereka.

Kulit tebalnya adalah alat bertahan mereka, dan mereka bahkan meggunakan armor yang mereka rampas dari ras lain, membuat mereka susah untuk dilawan.

*Kwaak*

Terluka oleh serangan Weed, si lizardman berteriak kesakitan. Ia kehilangan 80% HP nya dan sekarat. Konsumsi MP untuk Power Shot, jurus andalan Pale, adalah 25 poin.

Dibandingkan itu, jurus milik Weed sangat boros MP. Namun sebanding dengan penggunaan MP nya, kekuatannya sangat mematikan.

Surka, tepat disamping Weed, melihat seluruh kejadian dengan jelas. Ia telah melalui banyak pertarungan bersama Weed.

Sejak ia membunuh serigala dan menyelamatkan rekan-rekannya, Weed telah menjadi ketua party mereka. Sejak ia menjadi sculptor, ia mulai memasak.

Semua hal itu tak bisa dimengerti oleh Surka, namun sepertinya kekuatan bertempur Weed tak menghilang atau berkurang sedikitpun.

Aku tak tahu skill apa barusan, tapi itu keren banget.’ pikir Surka.

Ia merasakan ada 3 pedang yang menusuk lizardman hampir pada waktu yang sama saat Weed menggunakan Triple.

‘Aku tak boleh kalah darinya!’

Surka memukul lizardman yang telah diserang oleh Weed. Ia ingin salah satu dari lizardman itu mati. Lizardman yang terkena stun oleh skill Triple milik Weed, tak bisa menghindari pukulan Surka.

“Quick Shadow Fist!”(Yeon-hwan-kwon)

Karena musuh memiliki level yang lebih tinggi dari Surka, ia langsung menggunakan skill terbaiknya. Setelah mengepalkan tangannya, ia meluncurkan 5 pukulan beruntun.

Itu adalah skill dasar —namun yang paling populer— bertempur untuk monk. EXP rate untuk skill Quick Shadow Fist (Yeon-hwan-kwon) miliknya sudah mencapai 65%.

*Pababababak!*

Lizardman yang terkena pukulan di dada dan ulu hatinya langsung mati.

“Hah?”

Surka terhenti selama beberapa saat, meskipun ia sedang berada dalam pertempuran sengit.

“Lizardman itu terkena stun. Tapi kenapa ia mati secepat itu?”

Dalam mode stun, seekor monster tak bisa bergerak dan menerima damage ganda ketika diserang. Tetap saja, Surka merasa aneh bahwa lizardman dengan level 60 dengan mudah tewas oleh pukulannya.

Lizardman yang lain juga tak bermalas-malasan. Ketika rekan mereka diserang, mereka marah. 4 pedang melayang ke arah Weed dalam waktu yang hampir bebarengan, menghalangi seluruh opsi yang ada untuk menghindar.

Tubuh Weed menghindar layaknya layang-layang yang tertiup angin. 3 pedang hampir menggores kepala, kaki, dan pundaknya. Pedang terakhir yang tak dapat dihindari memotong pinggangnya, meninggalkan luka yang panjang, namun damagenya berkurang menjadi 1/3 damage asli.

HP -350

Salah satu kekurangan profesi sculptor adalah mereka tak diperbolehkan untuk menggunakan heavy armor yang terbuat dari besi.

Equip bertahan yang terbuat dari bahan non-metal biasanya lemah dalam defense kecuali mereka terbuat dari bahan spesial atau diperkuat dengan sihir permanen.

Namun karena Weed menggunakan jaket kulit basic yang ia beli dengan harga yang sangat murah dari toko bekas, bahkan satu serangan pada dirinya akan jadi mematikan.

“Sculpting Blade!”

Pedang Weed, diselimuti cahaya yang menyilaukan, berlayar menuju salah satu lizardman sekali lagi. Serangannya ditargetkan pada leher yang tampak alot.

*Pierce*

Itu adalah salah satu jurus andalan Weed yang menargetkan titik vital dengan timing yang pas!

Critical Hit!

Sculpting Blade, menghiraukan defense musuh, memberikan damage yang besar pada lizardman. Satu-satunya kekurangannya adalah butuh MP yang banyak untuk menggunakannya.

Kalau tak seperti itu, ia pasti akan menggunakannya setiap saat. Bersama serangannya datang sihir milik Romuna.

“Fire strike!”

Sebuah pilar api terpecah menjadi 4 bola api di udara, dan menyerang para lizardman. Efek samping sihir itu adalah memukul mundur musuh, memberikan para petarung jarak dekat waktu istirahat yang pendek.

“Fire arrow!”

Pale juga menyerang para lizardman dengan panah. Panahnya mengandung elemen api yang berefek besar pada lizardman.

“Healing Hand!”

Irene dengan cepat mengisi ulang HP Weed yang berkurang. Lalu, ia merapal sihir holy blessing.

“Dewi Freya, berikanlah perlindungan Holy Spirit pada Weed. Kuatkan pertahanannya melawan kekuatan jahat. Bless!”

Holy blessing meningkatkan defense dan kekuatan. Ada banyak tipe sihir yang berguna untuk meningkatkan beberapa atribut.

Voodoo art milik shaman meningkatkan strength dan agility selama beberapa waktu. Aura holy knight untuk seluruh party juga dianggap berguna.

Namun pada akhirnya blessing dari priest mengalahkan semua profesi lain dalam hall buff. Jika kau bertarung dalam waktu yang lama dengan menerima blessing seorang priest, kau akan merasa sangat lemah ketika bertarung tanpa mereka.

Setelah Irene menyelesaikan tugasnya, ia berkata tajam ke arah Weed:

“Weed, kali ini kau benar-benar ngawur.”

Weed mengangguk minta maaf. Sebenarnya, ia sengaja bertarung melawan lizardman tanpa perlindungan untuk merasakan kekuatan mereka.

Apalagi, ia juga tertarik untuk mengetahui seberapa besar damage yang bisa dihasilkan oleh Imperial Formless Sword Technique.

Hasilnya melebihi ekspektasinya. Tiap-tiap skill tempur yang Weed miliki pada waktu itu membutuhkan MP yang banyak.

Ia tak bisa bertarung dalam waktu yang lama karena skill tempur miliknya mengkonsumsi lebih banyak MP dari yang ia miliki.

Namun skill miliknya sangat berkuasa di pertempuran pendek. Mereka memberikan kekuatan yang luar biasa pada Weed sampai MP nya habis.

Ketika jumlah MP bertambah saat naik level, dan konsumsi MP untuk teknik pedang berkurang berkat sword mastery dan handicraft skillnya, Imperial Formless Sword Technique akan berjaya.

Namun, di mata rekan-rekan Weed, ia hanya tampak seperti orang nekat. Mereka tak tahu bahwa level Weed adalah 68, dan mereka juga memandang remeh profesi sculptor, berpikir bahwa Weed lebih lemah dari mereka.

Namun memang benar bahwa defense seorang sculptor menyedihkan. Selain profesi yang berhubungan dengan sihir, profesi sculptor adalah salah satu job dengan defense yang paling rendah.

Sebagai gantinya, Weed memiliki Sculpting Blade, dan sejak berbuah profesi, efek dari sculpture mastery telah diaplikasikan secara penuh pada kekuatan serangnya yang tak terkalahkan.

Sculptor yang lemah. Sekalipun masa depannya masih tak diketahui, Weed telah memiliki damage yang lebih besar daripada sword warrior yang memiliki level lebih tinggi untuk sekarang.

Ia tersenyum pada buff Irene karena strength nya naik sebanyak 20%, dan ia merasa nyaman.

HP-230

Weed membiarkan salah satu lizardman menyerangnya lagi. Ia terkena damage jauh lebih rendah karena perlindungan suci dari Irene. Itu menunjukkan bahwa Irene telah menaikkan EXP rate nya ketika mereka tak bertemu.

‘Inilah yang kusuka dari bermain dalam party.’

Para priest dihormati dan disegani dimana-mana karena kemampuan mereka yang tinggi. Tak peduli berapa level skill mereka, semua party akan mau menerima mereka.

Sekalipun level Irene sedikit rendah, ia telah meningkatkan skillnya dengan tajam dan itu adalah aset yang paling penting saat berburu monster.

Bandage skill yang dimiliki Weed hanya bisa digunakan ketika ia tak sedang bertempur. Tentu tak bisa dibandingkan dengan Healing Hand milik priest. Setelah menegur Weed, Irene tersenyum.

“Tapi memang itu gaya bermainmu, Weed, untuk maju langsung ke arah musuh.”

Weed tak pernah menolak para monster yang datang kepadanya — karena mereka adalah EXP yang sangat ia cintai! Kecuali untuk monster yang ia anggap terlalu sulit untuk dilawan dengan levelnya yang sekarang, Weed menikmati dirinya saat ia melompat ke tengah-tengah kumpulan monster dan membantai mereka.

Sambil menggerakkan tangan dan kakinya seperti orang gila, ia merasakan kebebasan. Ia mendapat EXP, naik level, mendapat item, dan meningkatkan skillnya.

Tiap hal yang ia lakukan sangatlah menyenangkan, dan hasilnya selalu senilai dengan tiap tetes keringat dan darah yang ia keluarkan. Sebelumnya, di Continent of Magic, dan bahkan sekarang, Weed selalu menjadi orang pertama yang akan bertempur melawan monster ketika melihat mereka.

“Triple! Backstab!”

Begitu MP nya terisi kembali, Weed menggunakan skill tempurnya. Itu adalah prioritas utamanya untuk menaikkan level dari skillnya. Toh MP yang digunakan bisa diisi ulang.

You failed to activated the skill

Karena level skill tempurnya kebanyakan masih nol, ia sering gagal mengaktifkan skillnya.

Ketika teknik pedangnya gagal muncul, ia terkena stun dan tak bisa bergerak selama beberapa detik. Weed bergantung pada rekan-rekannya dan terus bersikeras untuk mencoba skill tempurnya.

Ia merasa nyaman karena mengetahui bahwa seseorang pasti ada di belakangnya. Serangannya yang tak bisa dihentikan membereskan para lizardman dalam waktu singkat.

“…”

Ketika pertempuran telah selesai, rekan-rekannya melihat Weed dengan bengong. Mereka terus merasa tegang sembari membayangkan akan melawan 5 lizardman, namun ternyata pertempuran telah berakhir bahkan sebelum Surka atau Pale bersikap serius.

“Weed, skill itu…”

“Hampir seperti cheat.”

Pale dan Surka protes hampir pada waktu yang sama.

“Uh, emm…” kata Weed.

“Levelmu naik sangat banyak. Aku pikir kau bahkan tak lagi membutuhkan kami,” tanya Romuna.

“Tentu tidak.” Weed menggelengkan kepalanya. “Skillku mengkonsumsi paling tidak 300 MP. Itu berlaku untuk skill yang paling lemah. Jadi aku tak bisa menggunakannya lebih dari 3 kali secara beruntun.”

“Ehhhhh?”

Weed menunggu sampai rekan-rekannya berhenti kaget.

“Aku cuma punya 230 MP. Artinya aku bahkan tak bisa mencobanya sekalipun. Kalau gitu, Weed, bisakah kau beritahu kami berapa banyak MP yang kau miliki karena kau bilang bisa menggunakannya 3 kali?” tanya Pale tak percaya.

“Sedikit diatas 900,” kata Weed.

“Ya Tuhan!”

Pale tampak terkejut. Romuna si mage dan Irene si priest memiliki MP sekitar 500 poin.

MP mereka diatas rata-rata player dengan level yang sama, namun jumlah MP yang diakui dimiliki oleh Weed membuat mulut mereka ternganga.

Weed menceritakan pada mereka apa yang telah ia alami. Questnya untuk mendapatkan profesi Legendary Moonlight Sculptor benar-benar jauh dari apa yang bisa dipikirkan oleh seseorang.

Seorang player biasanya memilih profesinya ketika masih level 5, dan disini ada orang yang berubah menjadi profesi sculptor, pada level 60 dan itupun setelah melalui cobaan yang banyak. Pale menghela nafas:

“Kau tak hanya seorang sculptor, namun ternyata juga seorang Moonlight Sculptor. Sebuah profesi rahasia. Aku tak tahu bahwa ternyata kau adalah sculptor terkenal yang dirumorkan di Rosenbourg.”

“Rumor?” Weed bertanya balik.

“Kami mendengar bahwa seseorang telah membuat dan menjual patung di Benteng Serabourg. Kami ingin membeli beberapa, tapi kami tak punya uang cukup,” kata Irene.

Irene memandang Weed dengan tatapan penuh keinginan. Sudah jelas apa yang ia inginkan dari Weed.

“Aku tak mencoba untuk merahasiakannya dari kalian, omong-omong, aku akan membuatkan sebuah patung untuk masing-masing dari kalian nanti.”

“Terima kasih, Weed!”

“Aku juga.”

“Aku ingin patung juga kalau kau tak keberatan,” kata Pale.

Weed berjanji untuk membuat satu patung untuk tiap-tiap rekannya.

“Sekarang kita sudah cukup istirahat. Ayo bunuh beberapa lizardman lagi. Quest ini punya batas waktu, jadi mending kita menyelesaikannya sebelum terlambat.”

“Tentu.”

Weed lanjut memimpin rekan-rekannya melawan lizardman di jalan. Di kebanyakan kasus, Weed memulai dengan memberikan critical damage pada musuh, kemudian Pale dan Surka melanjutkan dengan beberapa serangan dan membunuh mereka dengan cepat.

Romuna bertugas untuk membunuh satu atau dua lizardmen dari jarak jauh jika ada lebih banyak monster dari yang bisa mereka lawan.

Sisanya dihajar oleh Weed dan Surka ketika anggota tim yang lain beristirahat untuk mengisi beberapa MP. Koordinasi taktik bertempur mereka sangat cocok satu sama lain.

Banyak rubah, serigala, dan beruang telah tewas, hanya meninggalkan bulu dan daging, dan sekarang korbannya adalah lizardman.

Kecepatan berburunya jauh lebih cepat daripada saat Weed berburu sendiri, dan dibandingkan saat quest Clean-up Operations di The Lair of Litvart bersama prajurit Rosenheim, Weed dan rekan-rekannya tergabung dalam sistem party, yang artinya EXP yang mereka dapat dibagi secara rata.

Weed tak perlu mencoba untuk memberikan damage terakhir pada musuh yang sekarat. Sekalipun ia tak melakukan apa-apa, ia masih akan mendapat EXP minimum yang bisa ia dapat karena kontribusinya yang kecil, namun Weed yang seperti itu tentu bukan Weed yang asli.

“Wow! Reptil ini lebih kaya dari tampaknya, ya kan?”

Teriak Surka setelah melihat item yang di drop oleh para lizardman yang mati. Sarung tangan besi dan pelindung dada juga termasuk dalam drop mereka. Selain itu, mereka mendapatkan sebuah cincin.

Mana Ring

Efek: Meningkatkan jumlah maksimal MP (+3% MP)

Ini adalah pertama kalinya party ini melihat aksesori seperti cincin.

“Siapa yang akan mengambil ini?”

Dengan pertanyaan Surka, semua melihat satu sama lain, namun pada akhirnya mana ring jatuh ke tangan Irene karena mereka setuju bahwa pertempuran akan jauh lebih aman jika priest memiliki lebih banyak MP untuk mensupport yang lain.

Aturan pembagian drop dalam party adalah siapa yang mengambilnya akan memilikinya. Sebuah item langka sering berganti kepemilikan tergantung keinginan ketua party, namun item normal yang biasanya hanya dijual ke toko bebas diambil siapapun.

Tampaknya seperti aturan yang tak masuk akal, namun mereka menganggapnya bisa diterima karena sifat dari party mereka. Begitu pertempuran dimulai, mereka tak akan berhenti sampai semuanya benar-benar berakhir.

Karena mereka memutuskan untuk menerobos masuk ke markas para lizardman, pertempuran tak akan berakhir sebelum mereka memenggal lizardman terakhir yang masih hidup.

Jika mereka memilih seseorang untuk bertindak sebagai gudang item, pasti dengan mudah akan melebihi berat batas berapa banyak item yang bisa mereka bawa. Karena itulah mereka membiarkan siapapun mengoleksi item-item sampai batas mereka bisa.

Weed dan Surka, yang aktif dalam pertempuran, biasanya menjadi yang terakhir untuk mengambil sebuah item, karena mereka menyadari ketika mereka tak bisa membawa barang lagi, pertempurannya sama saja dengan berakhir.

Itu memang struktur party mereka, jadi memang tak ada banyak pilihan yang tersedia.

Translator / Creator: alknight