October 11, 2016

The Legendary Moonlight Sculptor – Volume 1 – Chapter 6: Over a Barbecue

 

Rodriguez merasa terganggu oleh keramaian di luar manor.

*Gripe*

Hari itu adalah hari keenam dan Weed masih duduk tepat di seberang manor. Rodriguez dari kamarnya telah menyadari kehadiran Weed sejak hari pertama. Rodriquez bertaruh bahwa Weed sedang sibuk menjual patung-patungnya pada para pelanggan.

“Aku harus mencari tahu siapa orang ini dan apa yang dia inginkan dariku.” Rodriguez bergumam sendiri.

Meskipun ditengah kemalasannya, pada hari keenam Rodriguez akhirnya menyerah pada rasa ingin tahunya dan mulai bergerak.

“Salam, orang asing. Saya Rodriguez. Apa yang telah kau tunggu di sini untuk diberikan padaku? “

“Wow! Sang Counselor keluar! “

“Ini benar-benar dia!”

“Rodriguez, sang Star of Wisdom!”

Kerumunan yang berbaris menunggu untuk membeli patung Weed ini sangat terkejut.

Sage memiliki satu ciri khas, mereka tidak suka keramaian. Terutama ketika ada orang asing mengklaim bahwa ia memiliki sesuatu yang harus ditangani dengan segera.

Rodriguez akhirnya muncul di luar pintu gerbang.

Weed menarik sapu tangan bertuliskan burung biru dari sakunya dan memberikannya kepada Counselor.

“Untuk inilah mengapa saya mau repot-repot menunggu enam hari disini, Counselor.”

Mata Rodriguez segera dipenuhi dengan air mata.

“Aye, ini adalah salah satu sapu tangan Queen Evane… Ada terlalu banyak mata dan telinga di sini. Mengapa kau tidak masuk, petualang? “

“Ya pak. Maaf teman-teman! Aku tutup untuk hari ini! “

Berseri-seri penuh kemenangan, Weed menutup kios dan berdiri.

“Tidak mungkin!”

“Biarkan aku ikut juga!”

Kerumunan berteriak protes, beberapa dari mereka bahkan mengekspresikan keluhan karena tak bisa mengikuti momen bersejarah itu, tetapi Weed atau Rodriguez sama sekali tak mempedulikannya. Rodriguez kemudian membawa tamunya ke manor.

“Sekarang sudah sepi. Siapapun yang membawakanku sapu tangan ini, memiliki hak istimewa untuk bertanya kepadaku tentang satu hal. “

“Ya, aku tahu, Pak.” Weed menjawab.

Counselor Rodriguez! Beberapa waktu lalu, ia telah secara terbuka menyatakan bahwa seorang pria yang membawakannya salah satu barang milik Queen Evane diperbolehkan untuk menemui dirinya. Dalam hal ini, Weed telah membawakannya sapu tangan tersebut.

“Bicaralah petualang. Aku akan mendengarkan apa pun yang kau katakan. “

Nada tulus Rodriguez terdengar seperti seorang Sage ketika berhadapan dengan tamu yang sedang dalam kesusahan. Tapi Counselor tersebut hanya berpura-pura.

Meskipun sapu tangan Queen Evane ini sangat berharga bagi Rodriguez, ia tidak memiliki niat sedikit pun untuk membantu Weed. Bukankah itu bertentangan janjinya? Tidak juga.

Rodriguez mendesak Weed untuk berbicara, dan menambahkan bahwa ia akan mendengarkan apa pun dari dia. Yang Counselor wajib lakukan hanyalah mendengarkan apa yang Weed ucapkan, untuk memenuhi keinginan akan rasa ingin tahu, itu saja. Dia tidak pernah benar-benar berniat memberikan solusi untuk masalah Weed.

Sejumlah pemain telah tertipu oleh Counselor Rodriguez dengan cara yang sama. Dia selalu mempermainkan mereka, dan menghindari memberikan jawaban yang mereka telah putus asa coba cari

Selain dari julukan terkenalnya, The Star of Wisdom, konselor secara umum dikenal sebagai Dead End of Quests. Weed tidak akah jatuh dengan trik kekanak-kanakan dan naif seperti itu. Sejak awal, dia tidak percaya Rodriguez.

Seorang pria adalah makhluk yang sangat lemah. Inilah yang Weed rasakan ketika mempersiapkan satu tahun sebelum bermain Royal Road, mental lemah yang mencari kenyamanan. Weed tidak pernah dipercaya dirinya sendiri, jadi mengapa ia harus percaya Rodriguez yang belum pernah ia temui?

“Apa ada bedanya jika aku katakan masalahku padamu?”

“Apa yang kau maksud dengan perbedaan, petualang?”

“Maukah kau membantuku jika kau telah mendengar permintaanku, Counselor?”

“Itu …”

“Jadi, aku menolak untuk mengatakan apapun. Buat apa susah-susah? Bertanya hanya akan membuat lelah lidahku saja. “

Rodriguez mengerutkan alisnya. Dia berpura-pura bahwa integritas tercoreng oleh keraguan Weed.

“Aye, Weed-nim. Katakan padaku sekarang! Kau bebas mengatakan apapun yang ada dalam pikiranmu. Kau telah membawakanku sapu tangan Queen Evane ini, dan sekarang kau berhak untuk mengungkapkan pikiranmu,”

Rodriguez mengatakan dalam nada merayu.

Itu adalah kata-kata yang Weed tunggu. “Aku akan membuatnya berbicara! ‘

Sayangnya bagi Counselor, Weed adalah seorang yang paling licik diantara orang-orang yang pernah Rodriguez temui. Dia menuntut bukti akhir untuk mengkonfirmasi. “Counselor, kau akan memberitahuku apapun yang ingin kuketahui?”

“…”

“Aku akan tetap diam sampai kau berjanji dengan mulutmu sendiri.”

“Eh? … Sekarang dengarkan aku, Weed-nim.”

“Sepertinya sapu tangan Queen Evane adalah benda yang tak ternilai harganya, Counselor. Menurut pengamatanku, benda itu bernilai sesuatu yang lebih besar daripada dirimu. Haruskah aku mengambilnya kembali? “

“Ambil dan pergi sekarang!”

“Tentu. Sampai jumpa lagi, Pak.”

Ketika Weed benar-benar mengambil sapu tangan itu dan berbalik, Rodriguez mengangkat kedua tangan di udara seperti tanda menyerah.

“Tunggu! Dengan ini aku berjanji kepadamu secara pribadi, aku akan memberikan bimbingan jika aku mendengar permintaanmu. Aku sudah berjanji untuk menjawab siapa saja yang membawa sapu tangan Queen Evane ini. Jadi selama itu masih dalam batas kemampuanku, aku berkewajiban untuk melakukannya. “

“Apakah kau akan bersumpah?”

“Tentu saja … Tapi kau harus balas membantuku. Suatu hari nanti. “

Weed menyetujui usulan Counselor Rodriguez, dan mengangguk.

“Deal!”

Counselor menyeringai. “Apa yang masalahmu, Weed-nim? Sebuah pertanyaan sepele tidak akan membuatmu sabar, tinggal di luar sana selama enam hari terakhir. “Rodriguez memiliki rencananya sendiri, meskipun begitu, dia sangat penasaran dengan cerita yang dibawa Weed.

‘Siapa yang peduli padamu? Beraninya kau mempermalukan diriku dengan membuatku bersumpah pada makhluk rendahan sepertimu! Memberimu jawaban? Aku akan menjawab, oh ya, aku akan menjawabmu! Tapi aku akan menjawabnya dengan teka teki yang paling sulit satu, begitu rumit dan sepadan atas kelancanganmu yang berani mempermalukanku!’

Rodriguez begitu percaya diri dengan rencana liciknya untuk memperdaya Weed setelah ia mendengarkan apa kepentingannya.

Jika Weed ingin menemukan seseorang, ia akan mengecohnya dengan memberitahu tentang keponakan dari sepupu ibu mertua dari seorang teman dari istri yang bersangkutan, yang ia harus lacak sendiri sendiri. Jika Weed ingin menemukan suatu tempat, ia akan meberitahunya sebuah negeri di suatu tempat yang jauh dengan nama tempat yang sama.

*Hehehe*

Entah Weed sadar akan rencana Rodriguez atau tidak, Weed akhirnya mengutarakan pikirannya.

“Saya tak tahu Class apa yang harus kupilih.”

“Class? Sekarang aku paham, Aku lihat kau bahkan belum memiliki satu Class-pun. “

“Tidak, Counselor.” Weed mengkonfirmasi.

Rodriguez tertawa. Masalahmu lebih sepele dari apa yang kuperkirakan.

Dia mengira Weed akan bertanya tentang keberadaan dungeon rahasia, atau informasi mengenai kebijakan Rosenheim di masa depan.

Sebuah dungeon yang baik akan menghasilkan banyak uang bagi penemunya, dan informasi akan kebijakan akan sangat berharga jika dirimu tau cara memanfaatkannya.

Misalkan kau tau jika Royal Court berencana untuk mengembangkan provinsi-provinsi selatan tahun depan, kau dapat mengamankan hak komersial di provinsi tersebut terlebih dahulu dan mengambil keuntungan yang sangat besar dari mereka.

Sebuah rekomendasi tentang memilih sebuah Class adalah hal sepele bagi Rodriguez.

“Aku tidak percaya pertanyaan sepele seperti itu telah membuatmu begitu kebingungan. Kau tidak perlu berkonsultasi padaku sejak awal. Aku menyarankanmu untuk mengunjungi Intellegece Guild. Waktu enam harimu telah terbuang, Weed-nim. “

“Aku telah mendapatkan saran bahwasanya Counselor adalah orang yang bisa membuat keputusan terbaik.”

“Oh? Baiklah. Aku akan merekomendasikan Class yang cocok untukmu! Tunjukkan stats milikmu. “

“Ya pak.”

Weed menampilkan jendela Stat untuk pertama kalinya smenjak usaha kerasnya untuk meningkatkan stats-nya di Training Hall.

“Open Stat Window”
——————————–

Character Name Weed
Alignment Neutral
Level 13
Profession None
Title None
Fame 0
Health 960
Mana 100
Strength 55
Agility 105
Vitality 50
Wisdom 10
Intellect 10
Stamina 89
Fighting Spirit 67
Luck 0
Leadership 0
Art 23
Attack 19
Defense 5
Magic Resistence
Fire 0%
Earth 0%
Water 0%
Black Magic 0%

Weed telah bermain siang dan malam, dan hasilnya adalah level 13. Dia bisa berburu Wolf dalam waktu singkat sekarang.

“Demi Tuhan!”

Rodriguez tertegun.

“Level 13, dan HP 960? Untuk levelmu, Kau telah melebihi pemain dengan level 50 dalam Strength dan Vitality, dan 100 Agility! Training Hall. Aku bisa menebak bahwa kau telah berlatih keras di Training Hall. Tekadmu tidak diragukan lagi sungguh mengagumkan. “

Rodriguez bisa menebak hal tersebut dengan benar hanya berdasarkan atribut Weed ini, sesuai dengan reputasinya dengan julukan Star of Wisdom. Tapi kejutan itu belumlah berakhir.

“Kau memiliki level 4 Sculpture Mastery, dan level 6 dalam Craftmanship Skill! Hal ini luar biasa, sulit dipercaya! Bagaimana ceritamu hingga bisa sampai seperti ini, tolong beritahu padaku ceritamu. “

Weed bercerita pada Rodriguez apa yang telah terjadi. Salah demi satu peristiwa, Rodriguez tidak bisa menutup mulutnya saking terkejutnya.

“Kau telah mengambil Quest langka berkat persahabatanmu dengan Instruktur. Dan kemudian apa? Kau telah berhasil menyelesaikan Quest Zahab’s Will? Tapi kau telah membuang kesempatan untuk menjadi Moonlight Sculptor? “

Terbelalak, Rodriguez terkejut. Perlu dicatat bahwa ia telah hampir tidak bergeming saat mendapat berita dari kerajaan tetangga yang tiba-tiba menyerang Rosenheim tanpa deklarasi awal perang.

‘Zahab. Benarkah dia?’

Dia adalah salah satu kekuatan mutlak yang tersembunyi di balik layar di Continent.

Rodriguez telah bertemu Zahab beberapa kali melalui pengaruh Queen Evane, dan datang untuk mengagumi Sculpture Art dan Sword Techinque miliknya. Dia memuji kepribadian terhormat dan bakat sang Sculptor. Rodriguez telah bersahabat dengannya. Hal Ini telah terjadi lima puluh tahun yang lalu, persahabatan antara sepasang pemuda. Counselor bahkan telah menasihati Yang Mulia untuk menahan Zahab di Royal Court dengan cara apapun.

“Hmph, Kau telah menolak Class yang begitu langka. Jadi, Class macam apa lagi yang kau inginkan? “

“Apa pun yang menguntungkan dan cocok bagiku.”

Rodriguez terdiam.

‘Mungkin ini adalah takdir. Salah satu yang saya telah lama tunggu. Kehendak sang Great Emperror mungkin beda pada dirinya- Class misterius yang sejarahnya dapat ditelusuri kembali sejak Ancient Age’.

Geihar von Arpen, Emperor legendaris yang telah menaklukkan seluruh continent- darahnya mengalir di Counselor.

“Dia masih perlu untuk membuktikan kemampuannya melalui ujian. Bisakah dia lulus ujian akhir? Lagipula, dialah yang akan diuji, bukan aku, “kata sang Sage pada dirinya sendiri.

Rodriguez mengatakan dengan nada serius,

“Weed-nim.”

“Ya pak?”

“Aku memiliki sebuah Quest untukmu, namun kau harus membuktikan bahwa dirimu lebih sabar dari seekor ulat, lebih bersemangat hidup dari seekor kecoa, dan lebih keras kepala dari seekor lintah- atau kau akan pasti gagal. Apakah kau menerima syarat untuk quest ini? “

“…”

“Mengapa ekspresimu terlihat seperti itu?”

“Aku tidak suka caramu dalam menjelaskan hal itu. Tapi satu hal yang pasti, bahwa aku siap untuk melakukan apa pun. “

“Keyakinanmu menyentuh hatiku. Kau terlihat seolah-olah bahkan dapat meminum jus belatung sampai tetes terakhir. “

“…”

“Lakukan seperti apa yang sudah ku katakan mengenai quest dan aku akan memberikanmu Class. Aku memperingatkanmu, bagaimanapun, bahwa kau harus bertaruh nyawa untuk ini. Kau bebas untuk meninggalkan saranku jika kau takut. “

Weed akhirnya merasa curiga terhadap rencana Rodriguez ‘.

“Baik. Akan ku turuti quest tersebut. “

“Apakah kau pernah mendengar tentang Lair of Litvart?”

“Iya. Pak.”

Kebetulan The Lair of Litvart adalah quest yang instruktur telah sebutkan untuk Weed. Atau itu bukan suatu kebetulan? Kau tidak akan pernah tahu.

“Lalu, kubiarkan dirimu melihat sendiri rincianya. Dengan kekuatanmu sendiri, musnahkan awan kejahatan yang bernaung di dalam sarang itu. Setelah penjahat tersebut dikalahkan, kau akan diberikan Class yang cocok bagimu. “

* Ting *

Quest: Search and Destroy Operation in The Lair of Litvart [II]:

Ada ratusan monster yang mendiami Lair of Litvart. Habisi mereka semua sampai musnah seluruhnya, dan membuktikan diri layak menerima Class terhormat. Penyelesaian quest ini akan membuka jalan bagi takdir Anda.

Difficulty: Unknown

Quest Requirement: None

Weed membaca dan kemudian membaca petunjuk berulang, sampai dengan detail terkecil. ‘Quest kuno ini dan sebagainya… hmm…’ Weed berpikir cepat.

Jika tidak, Rodriguez tidak akan memberikan Weed quest yang berkaitan dengan Lair of Litvart- sebuah penjara bawah tanah dengan lima lantai, sarang tersebut telah benar-benar dieksplorasi, sebagian besar yang diungkapkan ke publik.

Banyak pemain memburu monster di sana siang dan malam. Monster antara Level 20 dan Level 50 bersarang disana, sementara Weed masih hanya level 13.

Tapi stats tambahan yang ia telah latih di training Hall telah memperkuat karakternya sehingga dia hampir sekuat Warrior level 40. Mengikutsertakan skill pasif seperti Sword Mastery dan Craftmanshit, Weed yakin bahwa ia bisa mengalahkan monster hingga level 50. Menghancurkan monster di Lair of Litvart merupakan hal yang sulit tapi tak mustahil bagi Weed.

“Ada sesuatu di balik ini, aku tidak tahu apa, tapi itu sesuatu. Aku bisa percaya bahwa Counselor tidak berbohong padaku, tapi aku juga tahu dia apakah dia berkata jujur sepenuhnya. Terseralah, tidak peduli apa yang dia sembunyikan dariku, jika aku menyelesaikan quest ini, aku akan pasti mendapatkan Class yang bagus. “

Aroma jebakan dalam Quest ini adalah jelas.

“Ini bukan tentang berburu monster biasa dalam sarang. Lalu apa? ‘Mata Weed berkilat tajam.

“Katakan padaku, Weed-nim. Apakah kau ambil atau meninggalkannya? Untuk informasimu, aku tidak punya solusi lain yang lebih baik. Namun aku tidak akan memaksamu. Keputusan ini benar-benar milikmu. “

Setelah beberapa saat memutar otak, Weed mengangguk.

“Dengan hormat, saya dengan senang hati menerima saran Anda, Counselor.”

* Ting *

You have accepted the quest

“Bagus. Datang kembali ke sini ketika kau telah mengalahkan semua monster di sarang. Jikalau saja kau benar-benar memiliki kesempatan sukses untuk menyelesaikan quest ini. Aku punya sesuatu untuk kuberikan padamu. Sudah pasti, bagaimanapun, kau pasti akan gagal. “

Rodriguez tertawa.

*****

Weed langsung menuju ke Training Hall. “Aku harus ke sana segera. ‘

Langkah kaki Weed bergerak cepat karena masih belum jam istirahat makan siang. Ketika ia memasuki Hall, instruktur hendak mulai menyendok di kotak makan nya.

“Selamat siang, Instruktur Terhormat.”

“Kau mengejutkanku, Weed-nim! Aku sangat merindukanmu. “

“Aku juga merindukan mu. Itulah mengapa saya di sini. “

“Kemarilah dan duduk. Silahkan makan sebelum kita mulai mengobrol. “

“Terima kasih Pak.”

Timing yang pas, Weed ikut makan siang. Kotak makan itu sangat besar, sebanding dengan ukuran tubuh triple-X Instruktur.

Saat mengambil porsi bagiannya dari kotak makan itu seperti mengambil secangkir air dari laut.

“Omong-omong, Instruktur, berbicara tentang quest yang kau sebutkan beberapa hari yang lalu”

“Oh, yang itu.”

“Ya, aku ingin bergabung.”

“Ha ha. Aku sudah menebaknya, jadi aku sudah meminta mereka untuk menyediakan tempat bagimu. Aku senang bahwa kau ingin quest tersebut. “

Instruktur dengan murah hati mewujudkan keinginan Weed.

* Ting *

You have accepted the quest

Quest: A Clean-up Operation in the Lair of Litvart

Rosenheim Kingdom telah mendapatkan serangan monster yang telah meningkat jumlahnya selama sepuluh tahun terakhir.

Raja Theodarren, penguasa arif dan baik hati dari Rosenheim, mengeluarkan dekrit kerajaan untuk memerintahkan seorang ksatria terhormat, Sir Midvale, untuk mengeksplorasi Lair of Litvart dan membasmi monster. Membasmi monster di Lair of Litvart dengan Sir Midvale dan tentaranya.

Tingkat kesulitan: E
Persyaratan Quest: Gagal jika Anda terbunuh.

“Kau masih memiliki satu hari tersisa sebelum pasukan berangkat besok. Mengapa kau tidak datang dan menginap di tempatku? “

“Maaf, Instruktur. Aku masih punya urusan yang harus ku selesaikan. “

“Sayang sekali. Aku ingin mengundangmu untuk makan malam. “

“Makan malam?”

“Ya. Istriku pagi ini dia berkata akan memasak Pork Barbecue. “

Air liur Weed menetes saat memikirkan Pork Barbecue. Gurih dan pedas barbekyu! godaan ini tak tertahankan.

“Sejujurnya, dari dulu aku ingin mengunjungi tempatmu.”

“Haha, sudah kutebak.”

“Hehe.”

Bukan berarti Weed tidak tau malu menjalani kehidupan sebagai penjilat demi keuntungan pribadinya.

Tapi … Dia- dia hanya bosan dan lelah terhadap rye bread yang selama ini ia makan. Royal Road mereproduksi setiap aspek realitas, bahkan rasa, bahkan sushi yang terbuat dari ikan yang baru tertangkap beberapa menit yang lalu benar-benar terasa segar, dan makanan kadaluarsa bisa mengeras dan membusuk disini. Tak terkecuali rye bread.

Selama dua bulan terakhir, Weed hanya makan rye bread dan lidahnya seperti berasa gandum. Melihat rye bread membuatnya merasa seperti ingin muntah. Sebuah barbekyu babi akan sangat menyegarkan. Plus, itu adalah makanan gratis tak ternilai harganya.

“Jadi Instruktur, nanti aku akan datang kembali di malam hari.”

“Tentu, Weed-nim. Sampai jumpa lagi.”

Weed telah menerima quest lain di Training Hall.

“Sekarang semua tiga slot di Quest Window telah terisi.”

Quest yang atas adalah tentang Zahab’s will, yang tak terlihat ujungnya untuk saat ini, sedangkan dua quests lain set kombinasi.

“Sekarang, masalahnya adalah bahwa Quest Rodriguez bukanlah seperti apa yang terlihat… tapi itu tidak masalah.” Weed menguatkan diri untuk menghadapi tantangan.

Dalam skenario terburuk, ia akan mati, jadi apa? Dia tidak ingin mati sia, tetapi masalah dan rintangan pasti selalu ada.

“Sekarang aku harus bersiap-siap, Pertama, aku pergi berbelanja untuk perjalanan ke Lair of Litvart. ‘

Weed berjalan di pusat kota. Pemain berpakain keren lalu-lalang sambil bercakap-cakap. Sekelompok pemain mengatur kios di jalan dan menjual berbagai hal.

Weed pergi ke Blacksmith, dan membeli Bow dan banyak arrow quivers.

“Item Check: Bow of Theo Grande”

Bow of Theo Grande:

Durability: 50/ 50

Attack: 5-6

Multiple shot speed: 4

Sebuah busur pendek yang terbuat dari otot Orc, kasar, ia memiliki akurasi rendah tetapi kekuatan serangan besar nyaman untuk pemula dalam memanah.

Harga Bow tersebut adalah 1 gold dan 20 silver, tapi Weed tidak akan mau membayar harga penuh untuk apa pun. Dengan menghadiahkan patung berbentuk kupu-kupu untuk wanita di kasir, ia mendapatkanya berhasil mendapatkanya tidak kurang dari 1 gold.

Dia tidak sengaja mengetahui bahwa ia bisa memenangkan hati wanita dengan hadiah patung.

‘Sculpture Mastery. Ini hanya berguna untuk hal-hal sepele. “

Weed juga membeli stok rye bread, meskipun ia bosan dan lelah itu, roti tersebut setidaknya lebih baik dari kelaparan, dan ketika perburuan dimulai, HPnya akan berkurang. Ketika faktor HP turun di bawah 30%, pemain melambat, dan kehilangan kesadaran diri untuk sementara.

Inventory dia penuh dengan quivers, bumbu dan roti. Begitu Weed puas semuanya persiapan telah lengkap, ia kembali ke Instruktur.

“Aku sudah selesai, Instruktur.”

“Oh, begitu. Mari kita pergi ke tempatku sekarang. Aku punya tamu yang sedang menunggu. “

“Tamu? Apakah kau mengundang orang lain untuk makan malam, Instruktur? “

“Apakah aku tidak menyebutkannya tadi?”

instruktur tampak agak bingung, dan kemudian dengan cepat tenang kembali.

“Dia gadis yang baik. Saya yakin kau akan menyukainya. “

Meskipun itu terdengar aneh, Weed dengan santai mengesampingkan hal tersebut.

instruktur memegang tangan Weed dan berjalan ke tempatnya. Tangannya berbulu seperti gorila.

Weed mengerutkan keningnya. “kau bisa melepaskan tanganku, Instruktur.”

“Tentunya tidak. Aku takut kau akan tersesat dan bisa kehilanganku. “

“Yang benar saja?”

Weed akhirnya tiba di rumah instruktur.

Dia tidak memiliki keraguan ketika ia membuka pintu, ia akan melihat keluarga paling bahagia di dunia dengan tungku api yang memenuhi ruang tamu dengan udara hangat.

Weed sudah diberitahu Instruktur telah menikah dengan seorang perempuan Barbarian, cinta sejati melewati penghalang ras, tetapi mereka masih belum mempunyai keturunan.

Namun, ketika pintu dibuka, Weed terkejut ada seorang gadis duduk di samping meja makan.

‘Luar biasa…’

Untuk sesaat, kecantikan gadis itu membuat Weed hampir lupa bernapas. Peristiwa yang didepannya sangat indah. Tapi ia segera kembali sadar.

Karena instruktur berkata dia mengudang seorang gadis, Weed telah mengira bahwa ia tidak lain adalah NPC. Namun dia bukanlah NPC, dia adalah pemain sama sepertinya.

Dengan penampilan mengenakan Sword dan Armor yang terlihat sangat mahal, ia bisa menebak bahwa dia adalah seorang pemain level tinggi.

Namun, bukan itu saja yang membuat Weed terkejut. Hal yang paling mengejutkan Weed adalah namanya. username gadis itu berkedip merah terang.

Seorang pemain dapat menyembunyikan identitas aslinya, kadang-kadang berpura-pura menjadi NPC selama ia ingin seperti itu, tapi seorang pembunuh yang telah memPK lebih dari satu pemain lain tidak bisa menyembunyikan identitasnya.

Sebuah nickname merah dan berlian merah darah di dahinya, yang menandakan seorang pembunuh. Ini adalah tanda orang yang telah membunuh sesama pemain.

“Hei hei. Santai saja, Weed-nim. Sekarang kau mengerti mengapa aku memegang tanganmu dengan erat. “

Weed mencoba lari, tapi upaya putus asanya gagal karena instruktur memegang tangannya dengan erat.

“Instruktur.”

“Hah?”

“Aku tidak tahu kalau kau begitu membenciku dan ingin menyingkirkanku.”

“Huhu ~ Jadi sekarang kau tahu.” Ia tertawa.

Instruktur tersenyum ramah, dan Weed sedikit santai. Ia mengakui bahwa jika instruktur ingin dia mati, orang ini akan lebih suka mengotori tangannya sendiri daripada menyuruh orang lain untuk melakukannya.

“Silakan duduk, izinkan saya memperkenalkan kalian satu sama lain. Ini adalah Weed. levelnya rendah, tapi ia melewati program Basic Trainin dengan sempurna. “

Weed sedikit membungkuk ke gadis itu tapi dia mengabaikannya, tidak memiringkan kepalanya, “Ini adalah Seoyoon. Dia juga lulus baru-baru ini. Dia mengunjungi tempatku sebulan sekali untuk makan malam dengan kami. “

“Hai. Senang bertemu denganmu.”

Weed menyapa Seoyoon dengan sopan, dia membalasnya dengan cuek, ia bahkan tidak mau repot-repot melirik ke arahnya. Itu menunjukkan bahwa dia sungguh tak memperdulikannya.

“Kau tidak ingin bergaul dengan pemula rendahan sepertiku atau apa? Jika aku tidak diinginkan di ruangan yang sama, lebih baik aku pergi dari sini. “

Pada saat itu, instruktur minggir dan menyeret Weed ke ujung ruangan.

“Aku minta maaf. Aku minta maaf untuk sikapnya yang kurang sopan. “

“Tidak, tidak apa-apa, Pak.”

“Dia pada dasarnya adalah seorang gadis yang baik. Dia hanya tidak tahu bagaimana cara untuk berbicara. Dia adalah hal yang paling dekat denganku, seperti anak sendiri. Tampaknya dia tidak percaya orang lain. Aku mengundangnya karena aku percaya dia bisa membuka pikirannya jika bertemu denganmu. Whew”

“Tidak apa-apa, aku tidak keberatan sama sekali.”

Namun demikian, Weed tidak punya alasan untuk ikut campur mengurusi gadis Seoyoon ini. Ia merasa sia-sia untuk mengenal seorang pembunuh, yang bahkan bukan NPC.

“Omong-omong, apakah kau keberatan jika aku membantu Mrs. Lancer di dapur?”

“Apakah kau jago memasak?”

“Tidak terlalu. Namun, tangan tetaplah tangan di dapur. Dia bisa mengajariku cara memasak. “

“Silahkan.”

Sebagai seorang Barbarian alami, istri instruktur adalah seorang raksasa. Mengikuti perintah dia, Weed dengan rajin mengiris daging dan mencelupkannya ke dalam saus. Saat ia sedang bekerja keras di dapur, Seoyoon menggulung lengan bajunya dan masuk dapur. Dia merasa malu untuk menjadi satu-satunya duduk menganggur sendirian di meja.

Dia menghampiri Weed, berdiri disebelahnya dan melihat dia memotong daging. Dia melangkah untuk membantu, tapi dia tidak tahu apa yang harus dilakukan pertama. Gulma menunjuk ke tumpukan piring.

“Tolong bersihkan piring ini.”

Weed mengira bahwa Seoyoon akan menolaknya, tapi mengejutkan, gadis itu mengambil piring dan berjongkok di lantai membilasnya. Mereka memperoleh pujian dari nyonya rumah untuk kerja keras mereka.

“Kamu melakukannya dengan baik.”

“Terimakasih bu.”

“Kami berbakat dengan tanganmu. Apakah kamu ingin belajar Cooking Skill? “

Ajakan ini adalah persis apa yang Weed telah tunggu untuk dengar. Memangnya untuk apa lagi ia mau repot-repot membantunya?

“Tentu saja, Bu. Terima kasih banyak untuk kebaikan Anda. “

* Ting *

New skill: Cooking

Seolah-olah tertarik dengan apa yang dilakukan Weed, Seoyoon juga ‘meminta’ istri instruktur untuk mengajarinya cara memasak.

Cooking Skill adalah skill sederhana yang dapat pelajari di mana saja, dengan membayar biaya keanggotaan untuk Chef di Guild atau dengan magang di sebuah restoran. Tidak diragukan lagi gajinya juga cukup lumayan.

Pork Barbecue di nampan besar akhirnya disajikan ke meja. Terpanggang matang, beruap terlihat nikmat, aroma bercampur dengan realitas di virtual reality. Weed segera mengambil pisau dan garpu.

* Glare *

Tiba-tiba, instruktur memandang Weed dengan tajam.

“Kau adalah tamu, Weed-nim. Jangan makan terlalu banyak.”

Tuan rumah macam apa yang mengkritik tamu yang diundangnya ke meja makan?

Dia bukan lagi instruktur jantan di Training Hall. Di rumahnya, dia adalah Orc yang menunjukkan keserakahan akan makanan di atas meja. Orc dengan level 200an.

Tapi Weed bukan tipe yang mudah menyerah hanya karena ancaman demi mendapatkan makanan tersebut.

“Aku mohon pengertianmu, Instruktur.”

“Kau tidak setuju denganku?”

Weed tiba-tiba merasa tertekan, lebih dari itu. Dia merasa bingung, dan tangannya gemetar memegang pisau itu.

‘Sialan!’ Weed menelan ludah dan melirik ke samping.

Dia melirik ke arah Seoyoon untuk melihat bagaimana gadis yang terlihat rapuh itu mengatasi hal tersebut. Ini adalah dunia permainan RPG fantasi. Level sangatlah berpengaruh. Dia tampak tak terpengaruh.

‘Gadis ini telah setidaknya adalah level 200. Dan juga sang istri barbarian ini’ Pikir Weed.

Istri instruktur, salah satu Barbarian yang dihormati oleh alam, terutama dalam hal bertahan hidup, menyingkirkan yang lemah.

Karena secara fisik Barbarian lebih unggul dibanding ras lain, di tempat itu hanya Weed yang merasa terancam oleh insting membunuh sang Instruktur yang mengintimidasi melalui pandangan matanya. Tidak ada yang berpihak padanya.

Tapi dia adalah Weed. Dia adalah orang yang bisa mengubah musuh menjadi teman-teman, dan teman menjadi pengikutnya?

“Instruktur terhormat, tolong biarkan saya berbicara.”

Melawan gemetar di tubuhnya, Weed hampir berhasil membuka mulutnya.

“Apa! Jika kau memiliki hal untuk dikatakan, turunkan pisau dan garpumu terlebih dahulu, maka kita bisa mengobrol dengan santai sampai akhir. “

“Istri anda yang cantik telah menunjukkan akal memasak dan keahlian yang luar biasa tentang masakan ini. Aku merasa telah mabuk dengan bau tersebut, dan kepalaku merasa seperti dapat merasakan makanan dari bau tersebut. Setelah aku memakan masakannya, memori yang berharga  akan tersimpan selamanya. “

Instruktur tertawa sombong.

“Dia adalah seorang juru masak yang hebat. Aku bangga padanya. “

“Benar. Lagipula dia adalah istrimu. Barbekyu-nya terlihat cantik. “

“Oh sayaang~!”

Mrs. Lancer mencolek suaminya.

Dia tampaknya tersanjung dengan pujian manis Weed.

“Benar, di mana lagi kau bisa dapatkan kesempatan untuk mencicipi makanan selezat ini? Silahkan Weed-nim, makanlah sepuasmu. “

Seperti kata pepatah, istri adalah kebanggaan suami.

Instruktur membuktikan bahwa dia terlihat manja ketika berhadapan dengan istrinya. Pokoknya, makanannya sungguh lezat. Tidak hanya Pork Barbecue tetapi juga hidangan pendamping yang nyonya rumah telah masak menggunakan resep dari Northern Province memanjakan lidah Weed.

“Yum, yum. Ini sangat lezat, Bu. Anda yang terbaik. Aku iri dengan Mr. Lancer yang bisa makan makanan lezat Anda setiap hari. “

“Benar, benar,” kata instruktur, menyeringai setuju.

Weed melonggarkan ikat pinggang dan bersantai. Instruktur tertawa terbahak-bahak, dan Seoyoon menyelesaikan makanannya dalam diam seperti boneka yang terbuat dari es.

Weed beristirahat untuk malam di rumah Instruktur, dan meninggalkan pintu gerbang Citadel keesokan paginya.

*****

Sir Midvale dan 30 orang pasukannya yang dikirim untuk menaklukkan Lair of Litvart berkemah di dekat pintu gerbang.

“Salam. Apakah kau Weed-nim? “Tanya seorang Knight.

“Ya, Pak,” kata Weed.

Sedikit penyelidikan sebelum memulai pencarian tidaklah rugi. Dari informasi yang telah Weed kumpulkan dari jalanan, Sir Midvale adalah bagian dari Red Orde, unit kunci Rosenheim Army, di mana ia telah melakukan misi tingkat tinggi. Dia baru-baru ini dipromosikan, seperti rumor yang beredar, menurut para Royal Knight. Dia adalah kebanggaan kerajaan, dipuja sebagai lambang ksatria.

“Tujuan kita sangat jauh. Dibutuhkan sekitar tiga jam berkuda, “kata Sir Midvale.

“…”

Semua infantri lainnya, kecuali Weed, menaiki kuda coklat. Dia membawa ransel, dan itu tidak pernah terlintas dalam pikirannya bahwa ia membutuhkan kuda.

Lagipula tidak akan ada bedanya jika ia telah diberitahu sebelumnya. Seekor kuda adalah komoditas yang tinggi dan harga minimalnya adalah 100 gold.

“Docke bantu aku sebentar. Aku akan meminjamkanmu seekor kuda untuk saat ini, “kata Sir Midvale.

“Terima kasih, Pak,” kata Weed.

“Vance, bawa kudanya kemari.”

Seorang tentara membawa seekor kuda yang terlihat menyedihkan. Dia diseret paksa dengan tali kekangnya, menolak menuruti perintah. Menampilkan dua gigi emasnya dan terengah-engah, kuda itu tampak seperti kuda bandel.

“Aku akan benar-benar tertimpa sial jika aku sampai naik kuda itu,” pikir Weed kecut.

“Sampai misi selesai, kuda ini akan sementara ditugaskan kepadamu,” kata Sir Midvale.

* Ting *

Nama Arse
Type Neutral
Level 3
Species Horse
Title Stallion
Reputation -300
Health 30
Mana 0

Ditugaskan untuk menemani pasukan penyerangan Lair of Litvart. Kuda cerdik ini sering mencoba untuk mengakali pemiliknya. Ia membenci air dan menolak untuk berpacu dalam hujan. Perlu perawatan ekstra, atau dia bisa mati karena penyakit.

P.S:
Hati-hati, ia sering kentut ~!

“…”

Info Stat kuda itu sungguh menyedihkan. Weed pernah mendengar bahwa jenis thoroughbreds sulit dijinakkan, tapi ia merasa kuda rapuh ini jauh lebih buruk.

“Ini tidak akan lama, tapi mari kita coba berteman.”

Weed mengangkat tangannya mencoba menepuk colt, tapi dia malah menggigit tangannya.

“Beraninya kau!”

Ketika Weed memelototinya, kuda itu berbalik dan menurunkan kedua kaki belakangnya.

“Anak baik,” kata Weed dengan riang.

Saat ia hendak naik di punggung kuda itu, ia bersin saat mencium bau yang kurang mengenakkan dari belakang kuda itu dan tiba-tiba kepala kuda itu turun ke depan, kemudian menendang ke belakang dengan dua kaki belakangnya.

“Aduh!”

Weed terlempar akibat hal itu dan mendarat dengan menyedihkan. Serangan tersebut menurunkan HP-nya 70 poin. Jelas, kuda itu telah mencoba untuk membunuhnya dengan serangan itu.

“Kau kuda sialan!” Weed berteriak.

*Mendengus*

Ikatan dibentuk antara Weed dan kuda itu. Mereka saling menatap seolah-olah mereka ingin mencekik leher satu sama lain.

“Aku tidak akan pernah membiarkan menungganggiku, dasar kau manusia bodoh,” Kuda tersebut nampak berkata seperti itu.

“Aku akan memukulmu sampai mati suatu hari nanti,” begitulah ekspresi Weed saat ini.

Pertikaian antara hewan dan manusia sedang berlangsung.
Disaat pertikaian hendak terjadi, Sir Midvale mengatakan,

“Jika kau siap, mari kita pergi sekarang.”

Sir Midvale dan pasukannya mulai berbaris ke arah timur. Weed melompat di punggung kuda itu diam-diam dan menungganginya.

*****

Seoyoon juga telah tinggal di kabin instruktur. Dia tidak bisa menolak permintaan istri Instruktur untuk menginap.

Keesokan paginya Dia berpapasan dengan Weed beberapa kali. Ketika dia membuka pintu ruang tamu, dia kebetulan lewat.

Tapi mereka tidak melakukan kontak mata, pura-pura saling tidak melihat kehadiran masing-masing, dan pergi tanpa salam.

Ketika Weed meninggalkan rumah, Seoyoon mengikutinya karena dia terlalu malu untuk ditinggalkan sendirian.

Dengan pandangan kosong, ia menatap ruang kosong di mana ia telah menghabiskan beberapa menit berdiri diam.

“Kemana aku harus pergi sekarang?” Tanyanya pada dirinya sendiri.

“Kemana saja kau ingin pergi …” jawabnya.

Tidak ada tempat semacam itu. Pada saat yang sama, dia bebas untuk pergi ke mana pun dia mau.

‘Selama aku bisa lari dari kenangan yang menyakitkan ini.’

Seoyoon mulai berjalan menuju South Gate. Bukan berarti dia ingin pergi ke sana.

Dia hanya ingin pergi ke Wasteland, tanah yang belum sepenuhnya dieksplorasi, tempat dimana monster merajalela.

Ia memulai perjalanannya dekat pusat Continent, pindah ke West Frontier mencari monster kuat untuk dia lawan.

“Aku ingin melihat monster.”

“Aku bisa melupakan segalanya saat aku bertarung dengan mereka.”

“Aku tidak perlu memikirkan apa-apa. ‘

‘Bahkan menurutnya tak pernah ada seorangpun yang menyayanginya selama hidupnya. “

‘Hentikan, Seoyoon. Tetaplah kuat!’

Meskipun Seoyoon tak pernah berbicara dengan siapa pun, pikirannya hampir berhenti berfungsi, dan lebih suka berbicara dengan dirinya sendiri.

Di bawah permukaan yang membeku, air mengalir lebih cepat seiring dia bertanya kepada dirinya sendiri, dan terus menjawabnya. Namun, wajahnya tampak kosong tanpa emosi, seperti wajah yang terukir dari es.

Sebuah percakapan yang terulang. Berkata ini, mendengar itu. Bergema jauh di dalam pikirannya.

Seoyoon merasa laparnya terpuaskan ketika dia bertarung di tengah gerombolan monster. Dia mencari pertempuran berdarah di dungeon yang penuh dengan monster.

Merindukan monster yang lebih kuat dan mematikan, dia tak takut pada kematian. Dia tidak pernah membiarkan darah monster dalam pertempuran berhenti mengalir dan mengering.

Seorang Berserker yang menunjukkan dirinya layak hidup berkubang dalam kegilaan dan pembantaian- itulah dia, selalu menemukan kedamaian di medan perang.

Translator / Creator: alknight