October 7, 2016

The Legendary Moonlight Sculptor – Volume 1 – Chapter 4: Dreadful Weed

 

Awal peradapan Versailles Continent muncul sekitar  1.008.000.000 tahun yang lalu. Pada waktu itu, Humans, Elves, Dwarves dan Orcs hidup bersama.

Wanita Dwarf dengan tangan yang cekatan menjabat sebagai bidan bagi Orc bayi. Orc yang baru lahir dibaptis oleh perempuan elf, dan perempuan Human memandikan mereka sampai bersih dengan air. Empat Ras hidup bersama, masing-masing saling menolong untuk menutupi kekurangan masing-masing.

Rangers Elf mengumpulkan buah dari pohon, Dwarf Crafter membuat peralatan, dan Human Scout berburu bersama dengan Orc Warrior. Sebagaimana monster berbahaya berlimpah di dunia, yang lemah tidak punya pilihan selain mengandalkan satu sama lain untuk bertahan hidup.

Orc, yang tumbuh sampai usia dua hingga tiga tahun, adalah prajurit alami. Lahir dengan kekuatan yang melebihi batas normal dan naluri pertempuran, mereka berada di atas Elf dan Human.

Orc mengklaim kepemimpinan empat ras kedua baik dalam nama dan kenyataan karena tidak ada ras lain yang bisa bersaing dengan kesuburan dan skill bertarung para Orc.

Namun, ketika manusia mengembangkan teknik pertanian, membudidayakan tanaman dan hewan, mereka mengambil alih rantai suplai makanan, dan secara bertahap menantang supremasi Orc.

Elf, yang belajar elemental dan spirit magic dari aliansi mereka dengan alam, menjadi arogan dan mulai menjauhkan diri dari Orc, yang mereka anggap bodoh.

Para Dwarf memajukan teknologi mereka akan  logam hari demi hari, yang memberi mereka generasi baru dengan persenjataan untuk melawan Orc.

Aliansi dari empat ras itu runtuh setelah serangkaian perbedaan pendapat yang menyebabkan bermusuhan dan kecemburuan.

Akhirnya Human membangun desa dan kemudian kota-kota di tanah yang subur, yang kemudian bersatu untuk menciptakan kerajaan.

Elf pindah ke Forest of No Return dimana meningkatkan kemampuan element dan spirit magic mereka, meningkatkan cakupan mereka atas Magic mereka lebih luas.

Orc tersebar di seluruh alam liar dan padang gurun, berburu secara liar dan mengganggu peradaban Ras lain sesuka hati mereka, menikmati pertempuran tanpa menahan diri.

Para Dwarf tetap tinggal bersembunyi di pegunungan, pertambangan bijih mentah dan menyempurnakan kemampuang pengrajin mereka.

Tak pelak, Human dan Orc berebut atas kelangkaan makanan, sementara Elf dan para Dwarf saling membenci satu sama lain dalam perjuangan untuk mempertahankan keunggulan di alam.

Ini adalah sejarah Versailles Continent, mitos akan empat ras yang terlupakan.

*****

Rumor tentang pemain asing yang aneh menyebar dengan cepat di Citadel of Serabourg.

Rumor Itu adalah tentang pemain yang dengan brutal mengayunkan pedang kayu ke orang-orangan sawah tanpa berhenti selama empat minggu berturut-turut di Training Hall.

*Kratakk*

Weed mengayunkan pedang kayu dalam keheningan. Tebasannya pada orang-orangan sawah tanpa belas kasihan. Setiap kali pedang kayu menebas orang-orangan sawah, terdengar suara ledakan keras.

Pada hari-hari sebelumnya, ia puas dengan nyaris merumput orang-orangan sawah. Sebagai kekuatan dan kelincahan meningkat terus, melalui, pedang kayu telah mengumpulkan kekuatan.

“Apakah dia benar-benar seorang pemain?”

“Apakah kau pikir dia benar-benar seorang pria? peluangnya tipis.”

“Lihatlah dia. Aku yakin dia bukan. “

“Mungkinkah NPC?”

“Mengingat kehadirannya yang mendadak …”

“Dia bisa jadi adalah NPC yang terhubung ke sebuah Quest!”

Mata beberapa pemain mulai bersinar dengan antusiasme dan sekelompok pemain menawarkan makanan dan uang untuk memenangkan hati Weed, bertanya-tanya apakah dia adalah NPC quest. Terlalu sombong untuk diperlakukan sebagai pengemis, Weed menolak mereka, tetapi mereka terus-menerus dating memaksa.

“Ayo, silakan ambil ini …”

“Ingin sesuatu yang lain? Katakan saja. Aku akan pergi menemukannya. “

“Bukankah menurutmu pedang baja jelas lebih baik daripada pedang kayu ini? Aku bisa memberimu sebuah long sword, dan itu akan berguna. “

Mereka terus membuntuti Weed dengan harapan bahwa ia mungkin mengantarkan mereka kepada quest khusus. Mereka tidak begitu yakin, karena Weed berulang kali membantah menjadi NPC, dan mengusir mereka pergi, mengatakan jika mereka mengganggu latihannya. Anehnya, hal ini malah semakin memperkuat keyakinan mereka.

“Dia tidak menerima hadiah apapun.”
“Siapa yang mau memukul orang-orangan sawah tidak hanya satu atau dua hari, tapi selama empat minggu berturut-turut?”
“Dan dia teman dekat instruktur …!”
Instruktur, yang selalu memandang rendah pemain sebagai gangguan, tetapi ramah pada Weed, bahkan sampai berbagi makan siang dengan dia setiap hari. Di mata publik, Weed tidak terlihat seperti manusia.

Satu-satunya cara untuk membedakan pemain dengan NPC adalah ketika mereka keluar dengan identitas mereka. Karena inilah mengapa Weed menimbulkan kesalahpahaman pemain lain.
Beberapa pemain level  tinggi mengetahui niat Weed untuk meningkatkan kekuatan dan stats karakternya. Mereka datang mendekatinya dan beramah tamah padanya. Mereka sengaja mendekatinya dengan sengaja, karena meraka sadar Weed adalah seorang pemain.

“Jika kau bergabung dengan clanku, kami akan mendukungmu untuk mengatasi kekecewaanmu.”

“Kami akan mensponsorimu sampai kau mencapai level 100. Gratis. “

Royal Road memiliki konsep Clan atau serikat seperti game online lainnya, tetapi ada tujuan yang lebih besar.
Emperor!
Tujuan dari setiap klan dengan rankers level tinggi adalah untuk menobatkan seorang Emperor di tengah mereka dan membangun kerajaan mereka sendiri di Versailles Continent, dan memerintah atas semua penduduknya.
Dengan pajak yang dikumpulkan bulanan, feodal dan monarki dapat membangun fasilitas penting seperti lumbung dan blacksmith’s workshop di kota-kota di bawah pengawasan mereka, atau menggunakan uang untuk merekrut dan melatih pemain baru dengan baik.

Mengingat penguasa yang mengelola untuk urusan kenegaraan, mengembangkan ekonomi dan meningkatkan teknologi. Inovasi teknologi mengarah ke persenjataan yang lebih baik yang dihasilkan oleh Blacksmith, dan ukuran kota tergantung pada keamanan dan sanitasi publik.

Dalam menetapkan kebijakan nasional dan daerah dan menyiapkan hubungan diplomatik dengan negara-negara lain, raja di atas piramida masyarakat memiliki kewenangan yang lebih besar daripada orang lain.

Raja membangun kota dan benteng untuk memperluas kerajaan mereka, menarik lebih banyak imigran yang menjadi subyek kekuasaan mereka. Disamping urusan politik, terdapat juga perang.

Jika dan ketika seseorang menyatakan perang, tentara dipanggil oleh Raja yang secara ambisius terlibat dalam pertempuran dengan satu sama lain di bawah komando jenderal.

Pemain awam biasanya menuntut Raja agar mereka bijaksana dan adil. Oleh karena itu, kota-kota di mana mereka tinggal akan tumbuh lebih makmur, dan perdagangan barang akan lebih dinamis, yang merangsang pengguna untuk bercita-cita untuk sukses dalam permainan.

Meskipun begitu, Weed tetap menolak semua tawaran Clan tersebut.

*Ting*

Strength has risen by 1 point (+1 STR)

Agility has risen by 1 point (+1 AGI)

Vitality has risen by 1 point (+1 VIT)

Fame has risen by 20 points (+20 FAME)

Health has risen by 100 points (+100 HP)

Pedang kayu yang belum menunjukkan tanda-tanda beristirahat tiba-tiba berhenti di udara. Kemudian Weed menutup matanya.

“Akhirnya aku berhasil.”

Selama empat minggu, menurut waktu dalam game, Weed telah meningkatkan stats sebanyak yang dia bisa di Training Hall. Yang mengejutkan, ia mendapatkan fame, meski sedikit tidak ada salahnya untuk memiliki beberapa Fame.

Semakin banyak Fame yang dimiliki, lebih murah kau bisa membeli barang-barang dari grocery atau took blacksmith, dan kau bisa mendapatkan lebih banyak rasa hormat ketika berbicara atau bernegosiasi dengan NPC.

Instruktur, yang telah mengawasinya senang di kejauhan, berjalan ke Weed dan berkata,
“Kerja bagus, Weed-nim.”

“Terima kasih Pak.”
“Aku tak mengira kau akan berusaha sampai sejauh itu. Namun kau melampaui penilaianku. Aku sangat bangga padamu. ”
“Aku berutang budi kepada ajaranmu, Instruktur yang terhormat.”

“Ha ha! Kau benar. “Instruktur tertawa terbahak-bahak.

Weed tahu dari pengalaman cukup dengan sanjungan sederhana bisa menyenangkan hati Instruktur.

Instruktur menyerahkan pedang untuk Weed.

Pedang apa ini …? “

“Ini adalah milikmu. Pedang ini diberikan kepada seorang pria yang menyelesaikan program pelatihan dasar. ”
“Latihan dasar…”
Sebuah pertanyaan tiba-tiba terlintas Weed.
Dia telah belajar secara kebetulan bahwa ia bisa meningkatkan stats dengan mengayunkan pedang kayu di orang-orangan sawah di Training Hall.
Sementara mencari tau melalui komunitas game online, ia telah membaca posting tentang hal itu dalam forum yang dijalankan oleh beberapa klan-ukuran kecil.

Meskipun begitu, ia fokus pada meningkatkan stats-nya sebanyak mungkin di Training Hall sebelum ia mulai serius.

Weed memiliki alasan yang tepat untuk itu, meskipun ia mengakui bahwa hal itu mungkin terdengar tidak efisien untuk menghabiskan empat minggu demi meningkatkan stats-nya perlahan satu per satu.
Pemain lain biasanya lebih memilih untuk menghabiskan waktu mencari item yang meningkatkan sedikit stats mereka.
‘Namun,’ menurut Weed, ‘itu tidak sama dengan latihan keras untuk memperkuat stats dasar karakter. Itu membuat perbedaan, perbedaan yang cukup besar. ‘

Misalkan jika dirimu beruntung, kau mungkin dapat menemukan item yang bagus selama perjalanan, tetapi stats dasarmu akan selalu sama, terlepas dari item apa pun yang kau pakai. Misalkan kau naik empat puluh poin dalam strenght, dan bayangkan apa yang akan terjadi jika kau memakai kalung 50+ STR.

Stats yang Weed telah latih di Training Hall akan membantu dia ketika di menit-menit terakhir dalam game.

Weed merenungkan makna pernyataan instruktur dan akhirnya bertanya, “Apakah kau tahu berapa banyak orang menyelesaikan pelatihan dasar sekarang?”
“16 di sini,” instruktur langsung menjawab.
Dia menambahkan,
“Benua ini luas, Weed-nim. Saya pikir ada total 3.800 ratus orang asing yang menyelesaikan program pelatihan dasar di semua Training Hall. Menurut sepengetahuanku, tidak ada pemain yang selesai pelatihan dasar secepat seperti yang kau lakukan. “

3.800 orang! Mata Weed berkilat-kilat.
“Mereka adalah calon rivalku”
Pertanyaan berikutnya memecahkan keheningan sesaat.

“Kau bilang ini adalah pelatihan dasar. Apakah kau menyediakan program pelatihan dengan tingkat yang lebih tingi? ”
“Aku tidak menyediakan, tetapi ada di tempat-tempat lain.”
“Dimana mereka?”
“Aku tak tau di mana mereka berada. Aku mendengar mereka terbuka hanya untuk mereka yang ditakdirkan untuk menemukan mereka. Kau harus menyelesaikan tingkat dasar untuk memenuhi syarat untuk tingkat pelatihan berikutnya. ”
“Terima kasih atas informasi, Instruktur yang terhormat.”
“Itu bukan apa-apa.”
Weed sekarang selesai dengan Training Hall. Ketika ia berbalik untuk pergi, instruktur memanggilnya.
“Weed-nim, apakah kau punya rencana?”

“Tidak, memangnya kenapa?”

“Sebuah pasukan ekspedisi dijadwalkan berangkat ke Lair of Litvart seminggu dari sekarang. Seorang rekanku adalah komandan pasukan itu. Namanya Midvale. Jika kautidak memiliki sesuatu yang lebih baik untuk dilakukan sekarang, kenapa kau tidak mencoba ikut membantunya? ”

*Ting*

Quest: A Clean-up Operation in the Lair of Litvart:

Rosenheim Kingdom telah sangat menderita dari serangan monster yang telah meningkat jumlahnya selama sepuluh tahun terakhir. Raja Theodarren, penguasa arif dan baik hati dari Rosenheim, mengeluarkan dekrit kerajaan untuk memerintahkan sang ksatria terhormat, Sir Midvale, untuk mengeksplorasi Lair of Litvart dan membasmi monster. Membasmi monster di Lair of Litvart dengan Sir Midvale dan tentaranya.

Difficulty: E

Quest requirement:

Gagal jika anda terbunuh.

Permintaan Instruktur adalah misi yang pemain lain pasti akan segera menerima dengan senang hati. The Rosenheim Royal Army adalah kelompok yang terorganisir dengan baik, prajurit keras terlatih. Level rata-rata untuk infanteri hampir 30, dan level ksatria melampaui 150 secara umum.

Secara khusus, mereka ksatria dengan nama mereka sendiri di antara jajaran yang dihormati sebagai Titled Knights. Level mereka antara level 180-220. Pasukan sekuat ini dapat membersihkan Lair dengan mudah. The Lair of Litvart bukanlah pengecualian.

Menurut penelitian Weed, Lair of Litvart itu penuh oleh kobolds dengan level 20-an dan goblin di 50-an.

Yang hanya harus dilakukan Weed setelah ia bergabung dengan pasukan misi adalah tetap bertahan hidup, entah ia aktif ambil bagian dalam pertempuran atau tidak. Ini adalah kesempatan emas yang ditawarkan kepadanya dari niat baik Instruktur. Tapi Weed menggeleng.

“Saya minta maaf, Pak.”

*Ting*

Anda telah menolak quest!

“Tidak mungkin. Apa yang apakah ada yang salah, Weed-nim …? “

“Ini bukan apa-apa. Aku hanya belum memiliki Class. “

“Oh demi Tuhan… kau benar! Aku sudah bertindak terlalu gegabah. Kunjungi aku setiap kali kau sempat. Aku akan memberitahumu jika aku dapat menemukan quest yang cocok untukmu. “

Instruktur bukan hanya mencapai level 200, tetapi dia juga terus berhubungan dengan para tentara yang dilatih olehnya. Dengan kata lain, ia telah membentuk jaringan sendiri di Royal Army.

Meskipun begitu, instruktur  tetaplah rendah hati dan hal itulah yang mencegahnya dilacak oleh pejabat tinggi.

Tiba-tiba, instruktur bertanya dengan suara rendah,

“Weed-nim, apakah kau telah memilih Class yang akan dikonversi?”

“Aku belum memutuskan. Aku harus pergi ke intelligence guild, dan melihat Class apa yang mereka rekomendasikan. “

Intelligence Guild memberikan nasihat kepada para pemain, tergantung pada stats dan skill mereka.

Pada tahap awal, sebagian besar pemain mengarah pada jalan yang sama, sehingga Intelligence guild mengklasifikasikan mereka ke dalam dua grup Combat Class (melee dan support) dan kelas pengrajin, termasuk Merchant.

Pada kesempatan langka, serikat memperkenalkan Hidden Class. Sangat jarang, memang.

“Aku hanya mengatakan ini karena kau… seorang pria yang dapat dipercaya yang menolak kesempatan untuk mengkonversi ke sebuah Class sampah seperti Sculptor. Katakan dengan jujur, Weed-nim-apakah kau menyesal setelah tidak mengambil pisau ukir? “

“Tidak mungkin, Pak! Sculptor, aku tak akan mengambilnya tak peduli apa pun. ”
“Huh, saya tidak pernah mengatakan hal ini kepada orang lain … kau orang pertama. Datanglah mendekat.”

Suara instruktur bergumam. Dia berbicara dalam bisikan ke telinga Weed. Weed merinding ketika nafas instruktur yang mirip Orc  menyapu wajahnya, tapi ia harus bertahan meskipun jijik.

“Kau mencari Class yang baik. Aku akan menunjukkan jalan. Pernahkah kau mendengar tentang Rodriguez The Sage? “

“Ya pak.”

“Pergilah mengunjunginya. Dipuja sebagai bintang Kebijaksanaan, dia dikenal berpengetahuan dalam segala hal. Dia akan memberitahumu Class apa yang cocok denganmu, jauh lebih baik daripada skedar Intellegence Guild. Tapi…”

“…?”

“Cukup susah untuk menemuinya.Yang lebih buruk, kau tidak pernah tahu di mana ia akan muncul berikutnya. Dia licik, nakal dan berpikiran sempit. “

“…”

“Kau tidak bisa menemuinya secara langsung dengan cara yang biasa. Dia tidak akan mau repot-repot mendengarkanmu. Tetapi jika kau memberikan ini padanya, ia akan mendengarkan omonganmu, meskipun hanya sekali. “

*Ting*

You have received:

Item: Queen Evane’s Handkerchief

“Terima kasih, Instruktur yang Terhormat.”

“Itu tidaklah seberapa. Aku sedikit merasa bertanggung jawab atas keputusanmu karena aku tidak dapat menyangkalnya bahwa banyak pendekar pedang yang jauh lbih buruk daripada Moonlight Sculptor. Aku mendoakanmu agar mendapatkan Class terbaik. Berhati-hatilah pada Counselor Rodriguez. Dia tidak punya rasa malu, Jangan kau langsung memberitahunya apa yang kau inginkan sampai ia yang memintanya. “

Ketika Weed hendak mengucap perpisahan dengan Instruktur, seorang pria tinggi besar mendekatinya.
Nama pria itu Python, seorang warrior yang tak kenal takut pengguna pedang raksasa.

“Apakah kau akan pergi sekarang?”

“Ya.”

“Hmm, kemana tujuanmu?”

“Pertama yang akan kulakukan adalah memilih Class yang cocok, dan kemudian aku akan bekerja keras untuk meningkatkan levelku.”

“Aku yakin kau akan sangat cepat menuju peringkat atas. Aku tak pernah melihat orang lain berdedikasi tinggi sepertimu di dalam game online manapun! Meskipun aku bangga akan betapa kuatnya diriku, Tapi kau adalah benar-benar seorang manusia bertekat baja. “

Python adalah seorang warrior level 288.

Dia telah belajar skill baru, jadi dia ke Training Hall untuk mencoba skill barunya tersebut.

Ketika ia tiba di Training Hall, aula penuh sesak dengan pemain, semuanya telah berkumpul untuk mengamati Weed.

Python juga seorang pria dengan rasa ingin tau

Beberapa orang salah mengira bahwa Weed adalah NPC, tapi ketika Python, berada di tengah kerumunan, mendengar bahwa pemain dapat meningkatkan stats di Training Hall, ia mulai memukul orang-orangan sawah tepat di sebelah Weed. Kekuatan yang dilepaskan oleh Python sungguh mengejutkan.

Dengan ikutnya dia berpartisipasi dalam peristiwa tersebut, Python tanpa sengaja telah mengalihkan perhatian publik dari Weed.

Sejak seminggu lalu, Python adalah satu-satunya pemain yang berbicara dengan Weed sejauh ini.

“Terima kasih atas pujianmu.”
“Pokoknya, aku akan menunggu datangnya hari itu! Hari dimana kita akan berhadapan. Kau tidak akan mengecewakanku kan? “

“Kau akan kecewa.”.

“Hah?”

“Dengan betapa lemahnya dirimu, aku akan menjadi jauh lebih kuat dari apa yang bias kau bayangkan.”

“Fahahahaha.”

Python tertawa keras. Seiring dengan levelnya yang diatas 280an, dia adalah salah satu pemain tingkat atas di antara yang terkuat dan diperlakukan dengan hormat kemana pun ia pergi. Dia tertarik dengan Weed, yang bisa membalasnya dengan pernyataan seperti itu.

Mata Python terlihat sedikit lebih serius.

“Aku akan benar-benar menunggu datangnya hari itu.”

“Jaga dirimu baik-baik.”

Weed mengatakan selamat tinggal padanya, dan menuju ke Manor of Rodriguez The Sage.

“Rodriguez The Sage, the Star of Wisdom, adalah tanpa tanding dalam hal pengetahuan. Dia akan memberikan bimbingan untuk menentukan Class apa yang pantas kuambil, “dia berbicara sendiri.

*****

The Manor of Counselor Rodriguez terletak di bagian utara Citadel of Serabourg, dan tentara berjaga-jaga, berkeliling disekitar Manor.

Begitu Weed berjalan mendekati pintu gerbang, dua tentara menghentikan langkahnya.

“Berhenti! Apa kepentingan apa kau kemari, orang asing? “

“Aku ke sini untuk mengunjungi sang Counselor. Aku punya titipan dari Instruktur di Training Hall yang dipercayakan padaku. “

“Sayang sekali. Aku memahami kepentinganmu, tapi Counselor tidak mengharapkan tamu dengan Fame kecil sepertimu, “tentara itu menjawab dengan nada sok tau.

“Tapi aku punya titipan dari Instruktur yang memintaku untuk menyampaikannya kepada Counselor secara langsung.”

“Itu bukan urusanku. Apakah kau pikir kau akan diperbolehkan untuk mengunjungi Yang Mulia hanya karena kau memiliki sesuatu untuk diberikan padanya? “

“…”

Singkatnya, membutuhkan reputasi yang mengesankan, atau Fame yang sebanding, untuk mengunjungi  Kings atau bangsawan dan Fame Weed hanya 20, jauh terlalu rendah untuk masuk manor.

“Saya pribadi mengenal Iinstruktur di Training Hall dengan sangat baik. Dia pernah melatihku dengan tangannya sendiri. Namun, aku tidak bisa mengizinkanmu masuk ke manor. “

“Jika kau bersikeras seperti itu, apakah aku diizinkan untuk tinggal di sini selama aku tidak masuk ke dalam manor?”

Para penjaga yang bingung dengan pertanyaan Weed ini. “Jelaskan maksudmu, pengelana.”

“Aku bertanya apakah kau keberatan jika aku hanya duduk di jalan dan menunggu sang Sage untuk keluar?”

“Tidak sama sekali.” Prajurit itu menjawab dengan acuh tak acuh, “Jalanan ini bebas terbuka untuk semua orang.”

Weed mengangguk perlahan.

“Terima kasih sudah mengijinkan.”

“Bukan apa-apa. Tapi…”

“Ya?”

“Aku memberitahumu karena kau seorang kenalan dari Instruktur – Counselor sering mengunci diri di manor selama seminggu atau lebih. Terutama ketika pengunjung yang tidak diinginkan mengetuk pintu, ia pasti akan tetap menutupnya. Apakah kau masih mau menunggu dia? “

Liu Bei mengunjungi Zhuge Liang tiga kali untuk merekrut dia, dan dia ternyata menjadi landasan dalam mendirikan dinasti baru di Cina selatan-barat. Terinspirasi dari episode terkenal ini, Weed mengangguk.
“Ya.”

Weed duduk di seberang manor, berjaga-jaga munculnya Counselor setiap saat. Dia kadang-kadang mengobrol dengan penjaga, dan berkat itu dia tau bahwa Instruktur cukup disegani di antara jajaran bawahan.

“Seorang pria yang pernah bermimpi menjadi Ksatria, dia sekarang sepenuhnya memenuhi syarat untuk menjadi salah satunya.”

Sementara itu, malam semakin dalam dan manor semakin gelap.

“Aku akan menjadi pembohong jika aku mengatakan bahwa aku berharap untuk mendapatkan apa yang aku inginkan pada hari pertama. Dia tidak bisa bersembunyi di dalam selamanya. “Weed bergumam sendiri.

Menurut Weed adalah sia-sia jika menunggui manor malam hari karena Counselor pasti sedang tidur. Ia pergi dari sana dan menuju pintu gerbang.

Pada malam bulan purnama meningkatkan tingkat kebrutalan monster di Versailles Continent. Mereka setengah kali lebih kuat, dan menghasilkan 30% persen tambahan EXPs. Pemain harus lebih berhati- hati ketika berburu pada malam semacam ini untuk mencegah risiko kematian.

Malam itu menandai petualangan pertama Weed menjauh dari benteng. Di padang lapang sekelompok pemain berlari mengejar sekor Fox, Rabbit dan Racoon, keributan yang dibuat oleh newbie, dimana Weed akan segera bergabung dengan mereka.

“Jadi apakah aku punya sesuatu yang bisa ku gunakan sebagai senjata …?”
Dia mengambil pedang besi yang diberikan oleh instruktur, dan memegangnya erat.

“Item Check: Hard Iron Sword”

Item: Hard Iron Sword:

Durability: 54/54

Damage: 10-14

Diberikan kepada mereka yang telah menyelesaikan Basic Training Program. Pedang panjang ini jauh lebih baik daripada pedang yang biasa dijual di blacksmith’s workshop.

Requirement:

Strength 40+

Vitality 35+

Equipped:

+10 Strength

Pedang yang diberikan oleh instruktur adalah salah satu yang terbaik yang tersedia untuk Weed. Ia mengayunkan beberapa kali, menyadari bahwa pedang itu memiliki keseimbangan yang ideal, dan merasa nyaman dengan itu. Weed memeriksa senjata lainnya.

“Item Check: Sculpting Blade”

Item: Zahab’s Sculpting Blade:

Durability: 984/1000

Damage: 40-54

Pisau ukir kecil, khusus dibuat untuk pengerjaan halus. Pisau ini sangat tajam..

Equipped:

Meningkatkan kesempatan critical hit.

Sculpting Blade jauh lebih besar damage dari Hard Iron Sword, tapi Weed lebih memilih pilihan kedua. Untuk satu hal, pedang itu cukup panjang, sehingga memiliki jangkauan lebih jauh. Dengan Sculpting Blade, ia merasa sulit untuk mengalahkan musuh. Hard Iron Sword lebih efisien dalam hal membunuh monster.

Selain itu, Sculpting Blade tidak mudah tumpul, berkat Durability yang tinggi. Hal itu menguntungkan Weed, yang telah memperoleh Repair Skill, dan Hard Iron Sword menyediakan lebih banyak kesempatan untuk meningkatkan Repair Skill karena pedang tersebut relatif rapuh, membutuhkan pemeliharaan yang sering.

“Bagus. Kurasa aku siap untuk pergi. “Weed mengayunkan pedang besinya. “Racoon, Fox, Wolf, kemarilah semua. Aku akan menghabisi kalian semua. “

Ketika ia hendak keluar berburu…-

“Permisi.” Seseorang berbicara dengan Weed yang sedang mengendap-endap.

“Apakah kau sendirian?” Weed berbalik. Dia melihat seorang gadis cantik yang tampak tepat di depannya. Dia mengenakan topi katun dan baju kulit kebiruan.

“Seorang gadis.” Katanya kepada diri sendiri.

“Ya, aku sendirian.” Weed menurunkan nada suaranya.

“Apakah kamu ingin bergabung dengan kami untuk misi berburu? Kami punya Mage, Cleric, Archer dan Monk. ”

Weed menoleh sebelum ia menjawab. Ada dua gadis berjubah dan pria yang ia duga seorang Ranger. Setelah memperhatikan mereka, ia tahu mengapa mereka meminta orang asing untuk bergabung dengan party mereka.

Para pemain itu ‘squishies’ mengenakan Clothes dan Leather Armor, terbatas pada serangan jarak jauh, sehingga mereka membutuhkan pecahan yang hilang- Seorang Ttanker yang akan melindungi mereka.

Ini tidak buruk. Ini pertempuran pertamaku, dan mungkin lebih baik jika aku memulainya dengan sebuah party. Lebih baik bermain aman daripada menyesal, pikirnya.
Weed menyetujuinya,

“Terdengar bagus untukku.”

“Terima kasih.”

Weed dengan segera bergabung dengan partai.

“Senang bertemu denganmu. Aku Irene, Cleric level 7. Aku mengkhususkan diri dalam Healing dan Divine Power Protection. “

“Aku Mage  level 6, namaku Romuna. Skill utamaku adalah serangan Magic dengan Fire Element.

Kedua gadis itu memperkenalkan diri dahulu, dan kemudian giliran si pria. Dia mengamati wajah Weed dengan rasa ingin tahu sebelum ia mulai berbicara.

“Aku Pale, level 6 Archer. Kau benar benar pemberani, berburu solo di malam seperti ini. “

“Hehe, aku Surka, Monk level 7.”

Mereka memberitahunya nama dan level mereka, dan sekarang giliran Weed.

“Namaku Weed. Level 3. “

“…”

Merekapun terkejut ….

Pale memberanikan dirinya untuk bertanya,

“Apa saja equipmentmu?”

“Yang aku punya adalah pedang ini.”

“…”

Sampai ke dasar kantong sakunya, Weed hanya memiliki 5 silver. Tak mampu membeli sepotong Leather Armor, yang biasa di jual seharga 30 silver.

Weed tidak mau repot dengan quest normal, sehingga ia bahkan tidak punya cukup uang untuk membeli leather armor.

“Dan Classmu adalah…?”

“Masih belum ada,”

Weed menjawab, menggelengkan kepalanya ragu. Dia merasakan ada sesuatu yang tidak beres, meskipun ia tidak bisa menunjukkan mengapa.

“Astaga!” Pale akhirnya menarik napas. Dia tampak benar-benar binggung.

“Kurasa itu terserah padamu tak perlu terburu-buru memutuskan Class apa yang kau pilih… Omong-omong, tampaknya kau sedang berburu sendiri. Apakah ini pertama kalinya kau di sini? “

“Ya, ini adalah pertama kalinya aku mencoba game virtual reality.”

“Oh gitu.. Mengapa aku tak terkejut mendengar itu? “

Mendengar respon terus terang dari Weed ini, Irene dan Romuna memandang Surka dengan pandangan kemarahan. Pandangan mereka mengatakan bahwa dia telah memilih orang yang salah.

Level 3, Class: Undecided.

Seolah-olah itu tidak cukup buruk, bocah lusuh ini adalah newbie dalam virtual reality.
Kurangnya pengalaman biasanya berakibat fatal ketika berhadapan dengan monster dalam pertempuran pertama. Kau panic, kehilangan ketenangan, kehilangan logikamu, dan kemudian kehilangan hidupmu, begitulah urutannya.

Mereka menyadari hal ini karena mereka juga pernah melalui masa-masa newbie itu.

Monster-monster ini, meskipun disesuaikan untuk pemula di area sekitar Citadel, masih relatif buas dan kuat. Cukup menantangan untuk seorang pemain.

“Wah … ku pikir kita dalam masalah.”

Pale tidak tahu harus berkata apa dan tersenyum mengelak. Weed memutuskan untuk langsung berbicara untuk menyelamatkan semua orang dari ketidaknyamanan.

“Aku akan meninggalkan party jika kalian pikir aku hanya akan menjadi beban party daripada berguna.”

“Maafkan aku.”

Surka mengakui kesalahannya dan membungkuk pada Weed untuk meminta maaf. Saat melihatnya tuk kedua kalinya, dia terlihat dia memakai perlengkapan standar.
“Aku pikir dia kuat karena dia memiliki Hard Iron Sword. Ya ampun, dari mana ia mendapatkan pedang tersebut? Itu terlihat sangat kuat… “Dia berkata pada  dirinya sendiri.

Weed memisahkan diri dari party dan menuju ke lapangan. Pale dan Surka merasa bersalah setelah mengusirnya.

“Apa yang harus kita lakukan sekarang? Mencari pengganti? “

Pengganti ada di mana-mana. Satu-satunya hal yang melimpah ruah dari Versailles Continent adalah pemain, dan monsterlah yang semakin jarang.

“Dengar, kita sudah berjabat tangan dengan dia.”

“Jika kita berjuang sebagai sebuah tim, itu akan berhasil, kan?”

“Aku kira begitu, tapi …”

“Mari kita coba.”

Mereka mengejar Weed. Dia sibuk menatap sekelompok Rabbit dan Racoon yang melompat-lompat. Dia tahu tentang monster pada umumnya, berapa banyak damage yang mereka bisa timbulkan dan bagaimana pola serangan yang akan mereka gunakan untuk menyerang.

Pale bertanya, “Maaf, jika kau masih tertarik, kami ingin kau untuk bergabung dengan kami.”

“Saya memiliki level yang rendah. Jika kau tak keberatan dengan itu, aku ingin bermain dengan kalian, “kata Weed hati-hati.

“Yah, kami tak keberatan. Kita sekarang tim. Kau tidak perlu memaksakan diri sendiri di depan, dan jika Kau merasa seperti itu, kau bisa menjaga di belakang kami. “

Pale menyarankan Weed berlindung bukannya mengambil peran aktif dalam berburu. Di mata mereka, ia tidak lebih dari seorang newbie.

“Apakah kau yakin tentang hal itu?”

“Ya. Kau tidak dapat mengumpulkan Exp secara maksimal, bahkan malah membuat perolehan Exp semakin menurun ketika kau kurang berkontribusi dalam tim, tapi prioritasmu pada saat ini adalah meningkatkan levelmu. Dengar, level 3 ke level 6 membuat banyak perbedaan, meskipun mereka hanya tiga level terpisah. Jika kau berada di level 3 dan menambahkan semua poin stat bonus dalam Strenght, kau hanya akan memiliki 25. Aku memiliki 40. Tambahkan bonus poin ke 10 efek dari memilih Class, dan perbedaan antara kau dan aku akan melebar secara dramatis. “

“…”

Palekurang lengkap menjelaskan, tetapi hal yang paling jelas adalah bonus stats saat sudah memilih Class.

Misalnya, seorang Archer memakai pedang dan seorang Warrior memakai pedang, Warrior berpedang dapat menimbulkan damage dua kali lipat dibandingkan seorang Archer yang memakai pedang. Di sisi lain, panahnya akan membuat kurang dari setengah damage yang ditimbulkan oleh Archer tersebut. Karena itulah, pada akhirnya, hal yang mengecewakan bagi mereka adalah karena Weed seorang freelance tanpa Class.

“Sekarang, tunggu  di belakang dan tonton kami mengalahkan kumpulan moster ini, Weed-nim. Bila kau menemukan celah, masuk, serang dan segera kembali mundur. Ini akan membantu kami jika kau bias membuat kumpulan itu binggung dan mengalihkan agro mereka ke tempat lain. “

Weed mengangguk. “Baiklah.”

Permasalahan telah selesai, dan Weed memutuskan untuk bergabung dengan party dan perberburuan bersama merekapun dimulai. Itu adalah party sederhana yang dirancang untuk menangani monster sederhana di sekitar Citadel, dan rekan timnya sudah memulai berburu tanpanya. Masalahnya adalah, meskipun mereka sadar bahwa  itu terlalu berisiko jika hanya Surka, seorang Monk yang Agility tinggi membuatnya mudah untuk menghindari serangan tetapi kelemahannya adalah tingkat pertahanan yang rendah, menjadi Tanker di garis depan. Itulah mengapa mereka mencari seorang Tanker.

*****

“Sial.”
Ahn Hyundo, penerus Bonkuk Kumdo, salah satu sekolah pedang tradisional tertua di Korea, bermusam muka karena ketidakpuasan. Di Dojang, ratusan remaja dan orang dewasa yang berlatih Kumdo, berteriak teriakan pertempuran, atau kihap, dalam bahasa Bonkuk Kumdo.

“Yatz!”

“Yatz!”

Ahn Hyundo bisa mendengar teriakan kihaps dan suara pedang yang menebas angin.

Setelah kau menguasai ilmu pedang, suara pedang dapat memberimu petunjuk mengenai sampai tahap mana seorang praktisi Kumdo.

Ahn Hyundo menduduki peringkat terbaik Master Kumdo, dan diakui di seluruh dunia, empat kali Juara Pedang Sedunia.

Seiring semakin berumurnya Ahn Hyundo, ia mundur ke dojangnya sendiri dan mendedikasikan waktu dan energi untuk pelatihan generasi berikutnya dari praktisi Kumdo, tapi tangan dan tubuhnya tidak pernah meninggalkan pedang, tak sedetikpun.

“Aku tidak melihat orang dengan nyali sebesar itu. Aku harus melatih anak ituketika dia masih disini. Dia punya sesuatu, sesuatu yang bisa melampaui bakatku. Ditambah dia punya keberanian dan tekad… “

Ahn Hyundo perdah menjadi puas hanya dengan memiliki cukup banyak murid yang kompeten. Mereka memiliki bakat yang cukup memenuhi syarat untuk medali di Kejuaraan Pedang Dunia yang digelar setiap lima tahun.
Suatu hari, namun, persepsi grand master tersebut telah berubah.

*****

Tahun lalu.

Seorang pria berusia sekitar dua puluh tahun mengunjungi dojang Ahn Hyundo ini.
“Halo, saya Lee Hyun. Saya datang ke sini karena mereka merekomendasikan ini adalah dojang terbaik. “

“Bocah, apakah kau pernah menggenggam pedang sebelumnya?”

“Tidak pak. Itu sebabnya aku di sini untuk mempelajarinya. “

“Benar. Kau harus mempelajarinya. Belajar dan belajar sampai kau memiliki pemahaman tentang gambaran besar dari pedang, maka kita dapat berbicara tentang siapa yang terbaik. “

Ahn Hyundo percaya itu adalah terakhir kalinya dia melihatnya, dan melupakan tentang bocah itu untuk sementara waktu. Kemudian suatu pagi, ia melihat Lee Hyun mengayunkan pedang bermandikan sinar matahari.

Lee Hyun mengayunkan pedang selama berjam-jam. gerakannya disinkronkan dengan pola pernapasan, dan pedangnya mengeluarkan suara yang indah. Dia sudah mencapai tahap di luar apa pemula dapat capai dalam beberapa bulan.
Ahn Hyundo memanggil instruktur bawahannya dan bertanya kepada mereka tentang Lee Hyun, seorang yang akhirnya mendedikasikan dirinya berlatih tanpa henti.

“Berbicara tentang murit baru itu, dia punya nyali. Aku tidak melihat orang lain yang lebih terobsesi dengan pelatihan selain daripada dia. “

“Bagaimana obsesinya dalam berlatih?”
“Setelah ia mengambil pedang, ia tidak pernah melepasnya, kecuali kami yang menarik dari tangannya.”

“Kau harus menarik pedang dari tangannya untuk menghentikannya?”

“Ya Guru. Jika kita meninggalkan dia sendirian, ia akan mengayunkan pedangnya dengan keras sampai dia benar-benar kehabisan napas. Hari pertama ia bergabung dojang, ia terus mengayunkan pedang bahkan ketika telapak tangannya telah robek dan berdarah. “

“Dia sampai sejauh itu ….”

“Ya Guru. Hal yang sama terjadi pada hari kedua. Dia berlatih dalam teknik pedang sampai terjadi pendarahan di tangannya, cengkeramannya kuat, dan telapak tangannya sekeras batu. Jadi, tidak mengherankan bahwa ia mencapai tingkat ini begitu cepat. ”
“Dia luar biasa!”

Ahn Hyundo telah memilih Lee Hyun menjadi penggantinya tanpa memberitahunya.
Bakat dan kerja keras. Murit baru itu memiliki kedua hal tersebut, dan hal yang paling berkesan bagi sang Guru adalah tatapan mata Lee Hyun. Ketika Ahn Hyundomengajak calon penerusnya berduel, matanya bersinar dengan sesuatu yang khas.

Itu adalah naluri untuk bertarung, yang mana tidak mungkin ditemukan pada pemuda yang instingnya telah ditumpulkan oleh peradaban. Dia menemukannya pada Lee Hyun.

Itu masih masa percobaan baginya. Ahn Hyundo juga percaya bahwa masih terlalu dini untuk mengatakan rencananya pada Lee Hyun, yang mungkin membahayakan kemajuannya. Oleh karena itu, master memperlakukan muridnya agak acuh tak acuh, memotivasi dia dengan banyak tujuan dan menonton kemajuan dari kejauhan.

Kemudian, suatu hari, Lee Hyun berhenti mendatangi di dojang tersebut.

*****

-Kembali Ke masa sekarang

“Wah.”

Ahn Hyundo menarih napas panjang.

“Aku ingin tahu apa yang dia lakukan. Aku seharusnya membuatnya menjadi penerusku ketika masih sempat. “

*****

Berlindung di balik Pale, Weed menonton pertempuran dari tempat yang aman.

“Irene, bantu aku!”

“Roger! Fire ball! “Romuna berteriak.

“Kekuasaan tuhan menuntun kita untuk kemenangan, Blessing!”

Sementara Surka sang Monk menyerang Fox dari depan, Romuna, Pale dan Irene menyerang Fox ari belakang.

Mereka mengadopsi strategi ini karena level Surka adalah 7, tertinggi di antara mereka, dan yang lain lemah dengan HP dan Deffense yang relatif rendah.

Fox bergerak cepat dari satu tempat ke tempat lain. Dia menghindari tinju Surka dengan damage kecil, dan terkadang serangan ekor terjadi dengan tiba-tiba berputar, cukup untuk membuat Surka mundur.

Dengan sedikit Stamina yang tersisa, Surka sering menemukan dirinya pada tak bias bergerak. Kemudian, Irene akan memberikan Healing dengan cepat padanya untuk mengisi HP dan Stamina sementara yang lain menyerang rubah untuk mengambil aggro darinya.

Mereka lumayan juga.

kerja sama keepat orang itu cukup solid.

Mereka tidak serakah untuk mengambil item, juga tidak terlalu berlebihan atas hal-hal sederhana. Menurutnya kemistri antara rekan-rekan setimnya telah dibangun dari waktu ke waktu. Mungkin mereka telah bekerja sama di game online lain sebelum mereka bermigrasi ke Royal Road.

Namun, mereka begitu ribut padahal hanya sedang melawan Fox level 5.

Racoon dan Rabbit mudah dilawan dalam game, dimana Surka bisa menangani sendiri. Tapi Fox itu sulit, susah untuk dikalahkan.

Weed akhirnya paham bahwa party ini memfokuskan melawan Fox diperburuan mereka. Dia menyaksikan pertempuran yang sedang berlangsung untuk sementara-sampai ia berpikir bahwa ia telah cukup melihat.

Dengan mata yang tajam menganalisa pola pergerakan Fox dan Surka.
“Ini lebih mudah daripada yang aku pikir.”

Mereka mengeroyok musuh mereka 4-1. Cara rubah bergerak cukup lambat dan mudah diprediksi menurut pengamatannya. Dia menontonnya sampai ia cukup percaya diri. Kemudian, ia memegang pedangnya dan mendekatinya.

Surka tersenyum pada Weed yang datang ke sisinya.

“Hati-hati, Weed-nim.”

“Yup.” Jawabannya sangat singkat.

Sekali lagi monster yang muncul di radar mereka adalah Fox.

“Pertama, aku akan menarik perhatian mereka Weed-nim, kamu menyerang nanti. Serang ketika dia terlihat hampir mati. “

Surka menekan Fox, yang melompat pada dirinya dalam tindakan refleks. Romuna, Pale dan Irene menghujaninya dengan Magic dan Arrow, baik fisik dan magic, pada Fox tersebut.

Ketika HP Fox turun 1/3, Weed meluncur masuk.

Dia memiliki sedikit pengalaman pertempuran sebelumnya di game virtual reality, tapi ia sudah berpengalaman dengan pertarungan pedang di dunia nyata melalui ratusan duel. Plus, ia telah menyerang puluhan orang-orangan sawah ribuan kali.

Hard Iron Sword menebas dan meninggalkan jejak mengkilap putih di udara. Pada akhirnya menghantam Fox tersebut.

Weed telah memperhitungkan waktu serangan itu sehingga Fox itu tidak bias mengelak serangannya.

*Ting*

CRITICAL HIT!!

Sebuah jendela pesan yang terlihat hanya untuk Weed muncul. Critical Hit!

Yang hanya muncul ketika Damage dua kali lipat terjadi sebagai akibat dari serangan yang efektif, hasil dari waktu serangan yang tepat.

* Glint *

Fox terpotong setengah, dan menghilang dalam sekejap. Dia menjatuhkan dua item. Sebuah Pelt fox dan Meat.

Kau dapat mengubah Meat untuk steak dengan memasak di api unggun, dan Fox pelt merupakan salah satu bahan yang paling banyak digunakan untuk pakaian. Produksi semacam ini memerlukan Skill khusus. Newbie jarang belajar Skill seperti memasak dan menjahit. Tidak jarang kedua item tersebut lebih sering berakhir di grocery shop terdekat.

“Gerakan yang hebat ! Kau beruntung kali ini. “

Sambil tersenyum, Surka mengumpulkan item.

Pale dan Romuna, yang telah casting spell yang paling kuat untuk berjaga-jaga terjadi serangan balik, sangat senang dengan keberhasilan tim baru mereka.

“Weed-nim, kami akan mendistribusikan barang-barang di antara kita ketika misi berburu ini selesai.”

“Baik.”

“Lalu, aku akan pergi memancing fox lain. Semua orang, siap-siap. “

“Baik. Bawalah fox yang penuh item lagi. “

“Eh. Andaikan itu terserahku. “Gerutu Surka lucu.

Dia memukul Fox yang sedang berada di sekitar, dan menariknya agar lebih dekat.

“Fire Ball!”

“Belessing. Healing Hand! “

Surka bertarung sengit dengan Fox yang bergerak cepat. Pale dan Romuna menekan rubah terus-menerus.

Pedang besi Weed mulai bergerak ketika HP Fox turun tersisa 40%. Pedang meluncur keluar dari sarungnya dan memukul rubah seperti kilat.

*Swiish*

Sepertinya nasib, Fox itu tidak menjatuhkan item apapun saat ini, bukan berarti drop item dari Fox biasa ini bernilai besar.

Untuk Fox ketiga, pedang beraksi dengan 50% HP yang tersisa.

Sebuah Critical Hit tidak terjadi saat ini, sehingga Fox selamat dari serangan pertama Weed ini. Hal ini diikuti oleh serangan urutan yang mengalir. Fox terbunuh dan meninggalkan hanya satu item.

“Apa?”

“Rasanya aneh.”

“Perburuan Fox kita jadi lebih cepat.”

“Ketika Weed menyerang mereka, mereka hampir selalu mati.”

Setelah beberapa Fox kemudian, rekan yang lain memahami pola tersebut.

Sejak Weed telah bergabung dengan party, kecepatan berburu Fox mereka telah meningkat. Begitu ia menghunus pedang besinya, Fox yang tak berdaya dibantai.

Mereka menghilang dalam sekejap benjadi abu saat Weed mengacungkan pedang.

“WOW!”

Mulut Pale menganga, berencana untuk tinggal di sana untuk beberapa waktu. Weed membunuh Fox tersebut begitu cepat, Surka sibuk menarik Fox yang baru dari jauh.
Meskipun Pale tidak harus  repot-repot menembak panah, laju perburuan tidak melambat. Situasi ini tak bisa dijelaskan di mata orang lain dalam partynya adalah karena stats Weed.

Awalnya, Weed telah diberikan sepuluh poin dalam Strenght pada aktivasi account-nya, ditambah empat puluh poin yang ia telah diperoleh dari Training Hall. Dia telah menginvestasikan Stat poin bonus yang diperoleh oleh dua level-up seimbang antara Strenght dan Agility. Akibatnya, Strenght dan Agility keduanya 55, dan Stamina 50.

Selain itu, Weed menikmati sepuluh poin Strenght dari Hard Iron Sword miliknya. Untuk mencapai tingkat Strenght setinggi ini semata-mata hanya dengan menaikkan level, Kau perlu menaikan level sampai 11 dan berinvestasikan bonus poin  sepenuhnya dalam Strenght.

Yang lebih luar biasa, Agility, Stamina, Willpower dan vitalitas Weed yang jauh melampaui levelnya yang seharusnya saat ini. Ini membutuhkan setidaknya delapan sampai sembilan ekstra level-up untuk meningkatkan begitu banyak.
Weed, level 3, setingkat dengan warrior level 30.

Sebuah fakta yang lebih mengejutkan lagi adalah bahwa ia memiliki Sword Mastery level 4 yang didapatnya ketika melawan orang-orangan sawah. Ini berarti meningkatkan damage serangan sebesar 40% kepada musuhnya.

Level Sword Mastery Weed adalah 4 ditambah 98 persen. Setelah mencapai level 5, efek pada kekuatan serangan akan meningkat menjadi 50%. Bukan itu saja, Hard Iron Sword yang Instruktur telah diberikan Weed adalah semacam equip level tinggi dibandingnkan dengan levelnya. Oleh karena itu, Fox bukanlah tandingan bagi Weed.

‘Pedang itu pasti item yang unik.’ Pale segera menjadi curiga. Jika tidak, mereka tidak punya penjelasan yang tepat untuk menjawab kekuatan Weed yang langka ini. Mereka masih pemula, sehingga mereka tidak bisa melihat bagaimana Weed tahu bagaimana cara bertarung yang benar.

Dalam pertempuran di game online virtual reality, karena mereka berdasarkan pada pergerakan real-time, maniak seni bela diri jelas lebih unggul daripada pemula.

Weed memanfaatkan teknik pedang yang ia telah latih selama sepanjang tahun, ke hal sepele seperti kuda-kuda, yang tak terlihat oleh mata yang tak terlatih. Mereka hanya percaya bahwa itu semua karena pedangnya yang unik.

“Bagus.”

Bersemangat, Surka menarik Fox satu per satu.

Weed menggenggam erat pedannya. Dia sangat bersemangat karena teknik pedang yang telah ia latih dan pelajari terbukti berguna.

“Aku tidak menyiakan tahun-tahun latihanku. Sekarang hadapi pedangku hei hama! “Teriaknya pada dirinya sendiri.

*Ting*

CRITICAL HIT!!

Banyak serangan Critical Hit dari Weed. Dia memperkirakan di mana Fox akan bergerak, dan menyerangan persis di mana ia pindah. Pelatihan selama setahun nya yang menuntut keringat dan darah akhirnya menghasilkan buah.

“Yatz! Yatz! “

Dia berteriak teriakan pertempuran terucap dari mulutnya. Dia tenggelam dalam pertarungannya sendiri, menjaga kontak mata dengan Fox dan mengayunkan pedang tanpa ampun.

Irene dan Romuna tertawa terkikik saat melihat tingkah lucu dari Weed yang tampak begitu serius. Tiba-tiba, kaki rubah menggoresnya di dada.

“Healing Hand!”

Dada Weed berkilat putih. Kemudian ia menyadari bahwa, bahkan sebelum ia menerima Healing, HPnya hanya turun sedikit.

‘Mungkinkah …’ ia merenung.

Weed memanggil Surka, yang berlari untuk menarik Fox lain,

“Surka-nim”

“Ya, Weed-nim?”

“Berapa banyak HPmu?”

“HPku 150. Kenapa?”

“Oh, tidak. Aku hanya penasaran.”

Seekor Fox bisa memberikan damage maksimum 15. Karena tak memiliki armor, Weed harus menerima damage penuh, tapi HP dia lebih dari 700.

“Oke, Surka-nim. Bagaimana jika aku yang melakukan tanking untuk saat ini? “

“Apakah kamu yakin tidak apa-apa?”

“Ya. Jadi, kau tetaplah menarik Fox-fox tersebut. Romuna-nim dan Irene tidak bisa bergerak jauh karena stamina mereka habis dengan cepat. Pale-nim, Kau bisa menembak Fox di kejauhan untuk menarik mereka ke sini? “

Dalam waktu singkat, Weed telah berperan sebagai pemimpin party.

“Tentu saja.”

“Kemudian, Pale-nim, tolong bantu Surka-nim membawa Fox di sini.”

Weed bergerak liar. Ketika Surka berlari kembali, menerima damage dari Fox, ia dengan cepat merawat luka itu. Fox yang tertarik oleh panah Pale segera binasa terkena pedangnya, menghilang dalam sekejap. Weed mencapai level 4. Dia memutuskan untuk berinvestasi setiap Stat bonus poin di Agility.

Semakin tinggi Agility, semakin mudahnya untuk menghindari serangan musuh dan semakin besar kemungkinanmu untuk memukul musuh. Hal ini terkait langsung dengan hindaran dan akurasi.

Hard Iron Sword yang dimiliki Weed sangat berguna bagi seorang pemula, memberikan pengaruh ekstra dalam Strenght. Jadi dia berani menginvestasikan 5 poin di Agility, bukannya menambah Strenght karakternya.

Perburuan terus berlanjut. Gembira karena pace yang cepat, Romuna dan Irene tidak bisa percaya keberuntungan mereka. Mereka tidak pernah mengalami perburuan sefantastis itu.

“Surka, bawa lebih banyak fox ke sini.”

“Okay. Serahkan segala sesuatu yang lain kepada kami. Kamu dapat berkonsentrasi sepenuhnya menjadi umpan. “

“Oke, kak.”

Surka sibuk menarik Fox untuk mereka. Begitu juga Pale.
Jika Weed harus berburu sendiri, ia harus berkeliaran mencari monster target dan sering beristirahat untuk mengisi stamina ketika habis. Sebaliknya, party-nya menyediakan umpan dan seorang Cleric baginya, yang mana membuat laju perburuan semakin cepat.

Ini tidak seperti bermain solo.

Kembali ketika Weed memainkan The Continent of Magic, ia selalu dikelilingi oleh monster.

Weed terbiasa untuk berjalan di goa yang dihuni oleh monster dan memerangi mereka sesuka hatinya. Dia login siang dan malam sampai akhirnya dia kehabisan potion dan herbs.

Inventory telah dipenuhi dengan begitu banyak item yang mengganggu gerakannya. Monster telah mengejutkannya di mana-mana. Weed telah berjuang di dalam lingkaran monster.

Dia telah membunuh begitu banyak, dan sebagai gantinya, dia juga tewas berkali-kali.

Weed merasa bahwa berburu secara berkelompok jauh berbeda dari cara dia yang dulu. Itu lebih efektif, dan lebih menyenangkan. Namun strategi mereka segera menjadi bumerang.

“Kyah!”

Surka membuat kesalahan yang fatal. Ketika ia mencoba untuk menarik Fox, dia tak sengaja menarik perhatian Wolf.

Ketika mencoba untuk melarikan diri, Surka berteriak, “Lari, semua orang!”
*Grrrrrrrr*

Wolf itu mengejar Surka dengan empat kaki. Moncongnya mengerikan menetes air liur.
Ketika yang lain terpaku, Surka terus-menerus diserang oleh Wolf. Itu lebih cepat dari Fox, dengan mudah dia menangkap Surka. Itu sepertinya tak ada harapan.

“Aku akan menyelamatkannya. Kalian semua harus lari. Dengan kuasa Roh Kudus, memulihkan kesehatannya. Healing Hand! “

Irene sang Cleric menolak dorongan untuk menyelamatkan dirinya, dan melemparkan Healing Hand berulang untuk mengisi HP Surka yang berkurang.

“Sial!”

Setelah keraguan sesaat, Pale mulai menembak panah pada Wolf tersebut.
Satu, dua, tiga tembakan. Begitu memuat panah di busurnya, dia menembak. The Multiple Shoot, Skill khusunya, terbang mengenai serigala, tapi tidaklah berarti sama sekali.

Sekarang Wolf telah mendaftarkan seluruh party sebagai musuh, akhirnya dia akan menyerang Irene dan Pale setelah dia selesai menghabisi Surka.

Lalu, apa yang akan Weed lakukan? Dia memegang pedangnya dan melangkah maju.
Akankah aku berhasil? Kenapa tidak! Pada pandangan pertama, gigi dan cakarnya tampak mengancam.

Weed bertaruh bahwa Wolf akan segera menyerangnya, mencakar, dan menggigitnya secara brutal.

“Sebaiknya kau melawanku dulu sebelum menyentuh orang lain,” kata Weed, berdiri menghadang Wolf.

Weed tidak berharap Wolf tersebut untuk memahami apa yang dia katakan, tapi seolah-olah itu tahu dari naluri bahwa musuh paling mematikan baru saja muncul, matanya tertuju pada dirinya.

*Grrrrrrr*

Wolf melompat dari tanah, langsung menerkam Weed.

Weed berguling ke satu sisi dengan cepat, keluar dari jalur loncatan Wolf, dan mengayunkan pedang. Giginya hampir mencabik lehernya.

Goresan itu saja memangkas 80 poin dari HPnya.

“Weed-nim, lari! Mana saya hamper habis, jadi saya tidak dapat membantumu dengan Healing Hand, “teriak Irene.

“Sial. Cleric jenis apa yang tidak tahu bagaimana mengelola Mana? “Katanya kepada diri sendiri.

Sejak Irene sepenuhnya ditugaskan untuk penyembuhan, dia harus selalu menyimpan sejumlah Mana yang cukup untuk keadaan darurat. Jika tidak, seseorang bisa berakhir tergeletak mati, atau dalam skenario terburuk, seluruh party  akan gugur secara masal.
Weed percaya Irene memiliki cara ketika dia menawarkan diri untuk datang menyelamatkan Surka. Akan tetapi, yang dimilikinya hanyalah apa yang semua Clerik miliki secara alamiah, Kebaikan hati yang tulus.

Masalah yang terjadi sekarang tidak memberikan waktu Weed untuk mengeluh. Wolf itu menggeram padanya.

Setelah beberapa Fire Magic dari Romuna, tidak ada legi Magic yang membantu dari belakang. Rupanya, dia sudah kehabisan mana.

Hanya panah Pale yang tersisa menembak dari jarak jauh. Wolf itu berdarah, namun upaya sia-sia Pale hanya membuatnya semakin agresif.

“Kemari kau, Sialan!” Weed berteriak sambil mengayunkan pedang melawan Wolf itu.
*Grrooowl*

Menyalak, Wolf itu melompat pada dirinya. Sejak saat itu, aksi dan gerak Weed berubah drastis.

Kakinya terpaku ke tanah sementara pinggang dan bahu bergoyang-goyang. Seperti angin, Weed membiarkan Wolf yang ganas lewat.

“Aku akan terlihat bodoh jika sampai mati di sini!”

Weed mampu memprediksi langkah Wolf berikutnya, dan serangannya tidak separah yang ia duga.

“Aku tahu aku bisa mengalahkannya!”
Weed dengan sengaja melonggarkan cengkeramannya pada pedang.

*Meratap*

Wolf mengerang dalam teriakan kesakitan. Bahkan setelah Weed telah mengorbankan sebagian dari Strenght dan menukarnya untuk Agility yang lebih tinggi, damage fisik yang dihasilkan oleh pedangnya cukup kuat.

“Sial!”

Weed juga terluka setiap kali Wolf mencakarnya. HPnya dari 700 jatuh ke 200.
Dia sudah bermandikan darahnya sendiri.

“Maaf, Weed-nim! Aku tidak bisa mendiamkannya. Dia bergerak terlalu cepat! “

Agility Pale yang rendah membuatnya mustahil untuk mengenai Wolf itu, yang bergerak seperti kilat petir.

“Aku akan bertarung, juga.”

Surka datang ke Weed. Dia sudah terluka ketika ia telah dikejar oleh serigala, HPnya kurang dari 50%.

Berdiri tegak dengan kaki gemetar, Weed berkata, “Sekarang, dengarkan. Kalian semua harus lari ke tempat aman sementara aku masih bisa melindungi kalian. “

“Tapi…”

“Ini satu-satunya kesempatan yang kalian miliki. Sekarang!”

Pale dan Surka saling memandang, tapi kaki mereka tidak menunjukkan tanda-tanda melarikan diri.

Kemudian, Weed bergumam, “Kalian bodoh! Apa gunanya mengorbankan diri untuk orang asing? “

Pale merasa ingin menangis. Sebagai catatan, Weed bisa lolos dari kematian jika ia ingin. Dia bisa berlari lebih cepat dari serigala ke gerbang benteng di mana para penjaga akan melindunginya dari ancaman.

Sebaliknya, Weed malah melangkah maju, mengacungkan pedang dan menghadangnya, menghadapi Wolf demi melindungi rekan-rekan setimnya, yang ia baru kenal beberapa jam.

“Weed-nim.” Mata Surka mulai berair. Dia, begitu polos dan sensitif, sangat tersentuh oleh tindakan heroik Weed ini.

Sambil menatap Wolf, Weed berkata tegas. “Jika kalian ingin tinggal di sini, biarlah. Aku akan melakukan yang terbaik untuk melawan sialan ini. Namun, kalian harus segera kabur dari sini jika aku terbunuh. “

“Ya.”

“Berjanjilah kau akan.”

“Baik.”

Surka dan Pale berjalan pergi, memberikan ruang, dan Weed turun melawan Wolf, pertarungan berdarah dengan Wolf yang masih merupakan ancaman serius.
HP Weed ini turun ke 150 dan tak lama, ia turun ke 70. Pedangnya terus hamper saja mengenai Wolf.

Pendarahan pada Wolf tampak begitu parah hingga sepertinya dia bias roboh dengan sekali tebas, tapi Weed telah gagal membuat serangan akhir sejauh ini.

Irene dan Romuna menyadari bahwa HP Weed akhirnya mencapai saat kritis, di bawah 10%.

Jantung Pale berpacu, dan Surka tampak sedih. Mereka mencoba untuk menarik agro dari Wolf, tapi Wolf itu hanyalah mengincar nyawa Weed, dia mengabaikan pemain lainnya.

Sekali lagi serangan dari Wold, dan Weed akan mati.

Jika Weed meninggal, ia akan kehilangan beberapa item dari persediaan nya, dan dikenakan sanksi dengan tidak boleh mengakses ke Royal Road untuk24 jam, semua karena Weed memutuskan untuk mengorbankan hidupnya untuk menyelamatkan sekelompok orang asing.

Wolf menggeram, merasakan dia sedang di atas angin dari musuh besarnya.

*Grrrrrr*

Ketika serigala melompat untuk membunuh Weed dengan serangan akhir, pedangnya, yang telah meleset berulang kali, akhirnya merobek tulang rusuk nya.
Di depam ,ata Weed, muncullah jendela pesan.

*Ting*

You have leveled up!

Level up: Sword Mastery (Beginner Lv: 5 | 0%):

+50% Strength

+15% Agility

New Skill: Sculpting Blade

Begitu banyak Exp mengalir dari Wolf yangmeningkatkan levelnya menjadi meningkat ke 5. Weed menggeleng, setengah bertanya-tanya.

“Apa itu Skill Sculpting Blade?”

“Open Skill Window”

Identification (Beginner Lv: 1 | 0%):

Memungkinkan Anda untuk mempelajari nilai sebenarnya dari barang-barang tak dikenal.

Mana consumption: 30.

Sculpture Mastery (Beginner Lv: 1 | 0%):

Memungkinkan Anda untuk mengukir berbagai jenis bahan. Artworks dari nilai seni tinggi yang layak cukup berharga. Lebih mudah untuk memenangkan hati seorang gadis.

Repair (Beginner Lv: 1 | 0%):

Memungkinkan Anda untuk memperbaiki senjata dan armor. Melampaui level 5, Anda dapat menempa senjata baru dan armor.

Handicraft (Beginner Lv: 1 | 0%):

Memiliki efek tambahan pada berbagai jenis Crafting Skill, dan Sword Mastery.

Sword Mastery (Beginner Lv: 5 | 0%):

Meningkatkan attack power dan hit rating pedang.

Sculpting Blade technique (Beginner Lv: 1 | 0%):

Memungkinkan anda untuk mengukir yang tak terlihat, tidak berwujud.

Mana consumption: 50 per second.

Legenda mengatakan bahwa Grand Master Zahab tak sengaja menemukan jalan kebenaran ketika ia berlatih seni-yang patung patung adalah seni mengubah semua ciptaan sesuai kehendak Sculptor. Teknik rahasia Zahab ini diturunkan ke penerusnya.

Weed  memeriksa Skill Window dan menggeleng tak percaya.
Aku perlu mencoba Engraving Knife Technique ini untuk mencari tahu efeknya. Skill ini menelan mana terlalu parah. Pada levelku yang sekarang, aku tidak bisa bertahan lebih dari dua detik.

Lagipula Wolfnya sudah mati.

*Ughh…*

Weed jatuh ke tanah, wajahnya pucat. Kemudian, Pale, Irene, Romuna dan Surka berlari kepadanya.

Kata-kata pertama Weed yang diucapkan untuk rekan tim adalah, “Surka, apakah kau baik-baik saja?”

“Weed-nim …”

Irene dan Romuna berada hampir menangis.

Surka tidak bisa menyembunyikan air matanya.

Pale, satu-satunya pria selain Weed, kehabisan kata-kata, tenggelam dalam gelombang emosi.

Jika HP pemain turun di bawah sepuluh persen, ia akan mati perlahan-lahan.
Dalam satu menit, Irene memulihkan beberapa mana dia, dan melemparkan Healing Hand untuk menyeret Weed dari cengkeraman maut.

“Terima kasih, Irene-nim”

“Dengan senang hati, Weed-nim”

Pandangan Weed dan Irene menghangat; tanda bahwa dia tumbuh menyukai dia, hal yang sama berlaku untuk Romuna dan Surka. Yang mengejutkan, apalagi, Pale berbicara padanya dengan hormat dan kekaguman yang pemanah itu belum pernah tampilkan sebelumnya.

“Mari kita lanjutkan,” kata Weed ketika ia merasa lebih baik.

“Apakah kamu baik-baik saja?”

“Ya. Hidup dan sehat, “kata Weed, menggulung lengan bajunya memperlihatkan otot-ototnya.

Surka tidak membuat kesalahan yang sama lagi. Partydi bawah kepemimpinan Weed ini menciptakan rekor dengan 60 Fox dalam 4 jam.

Romuna, Irene, Pale dan Surka semua naik level, serta Weed, yang mencapai level 6.
Weed menginvestasikan semua bonus nya poin stat ke stat Agility.

“Wah. Bagus, “kata Romuna, berkeringat keras dia merasa terkuras oleh konsumsi mana yang berlebihan.

“Kami harus pergi sekarang. Kami harus pergi ke kelas di pagi hari, “

“Kita harus bersama-sama dan berburu lagi. Kamu akan berada di sini besok, kan?

Tanya Romuna pada Weed, yang mengangguk perlahan.

“Apakah aku dapat menambahkan kamu sebagai teman dalam daftar saya?” Tanya Surka.

Pale dan Irene tersenyum.

“Yup.” Weed menambahkan mereka ke daftar teman-nya, dan mengucapkan selamat tinggal.

“Kesini, ini adalah pembagian hasil dari item drop.”

Weed menerima 3 silver ketika mereka membagikan rampasan dari perburuan. Setelah mereka pergi, ia melanjutkan berburu Fox lebih bnyak lgi.

Ini adalah mengapa ia membenci berkelompok. Ketika ia mulai memanas, orang-orang pergi.

Weed mencari monster sampai matahari terbit. Dia mengabaikan mangsa mudah seperti Racoon dan Fox, dan meninggalkan Citadel untuk memasuki hutan di mana dilaporkan banyak Wolf mengintai dalam bayangan.

*Howl*

Satu kelompok Wolf muncul. Mereka berjongkok dan mendekati Weed yang berjalan sendirian, mata mereka berkilauan gembira.

Sistem Royal Road memperbolehkan monster untuk naik level dengan konflik internal di antara mereka atau dengan membunuh pemain lain, sehingga Wolf didambakan para pemain solo. Namun, ketika serigala menatap mata Weed,  mereka meringkuk secara naluriah.

“~ Ma…Mata itu …”

“~ Manusia ini tidak mengganggap kita sebagai musuhnya.”

“~ Dia mengganggap kita hanyalah tumbal untuk EXPs!”

“~ EXP yang besar. Drop Item yang mahal. Itulah yang dilihatnya pada kita! “

Para Wolf itu dapat melihat semua niat Weed ini. Lebih buruk lagi, tekad bertarungnya membuat mental mereka turun dah mundur dalam ketakutan.

*Wooof!?*

*Wooof?!*

Setelah beberapa saat mereka semua melarikan diri dengan cepat.

“Kalian berani mencoba untuk kabur diriku!” Weed meraung mengejar para Wolf.

Pedangnya tak mengenal belas kasihan, dan Weed tak peduli lagi dengan kehormatan. Dia secara brutal menikam punggung serigala yang kabur, terpojok mereka tak punya tempat lain untuk kabur, dan merekapun dikalahkan dan musnah seketika.

“Dasar kau sialan, ayo kemari!” Dia mengamuk.

Saat pedang itu menebas udara, seekor Wolf jatuh dalam keputusasaan. Cepat dan tanpa ampun. Teknik pedang yang luar biasa Weed menteror para Wolf.

Jadi mengapa ia harus berjuang bersusah payah melawan seekor Wolf ketika dia dalam party?

Di dekat ujung kematian yang tidak dapat dihindari, Weed telah membuat serangan terakhir untuk menghabisi Wolf tersebut. Di mata rekan-rekan setimnya, itu adlah sebuah keberuntungan. Misteri ini disimpan sendiri oleh Weed.

Gulma dilakukan dengan serigala segera setelah matahari terbit di pagi hari. Dia meninggalkan medan perang dan menuju manor konselor Rodriguez.

Translator / Creator: alknight