October 5, 2016

The Legendary Moonlight Sculptor – Volume 1 – Chapter 3: The Instructor’s Request

 

Weed berjalan ke air mancur dan mengisi canteen dengan air, dan kemudian menuju toko sculpture. Ini adalah pertama kalinya Weed berjalan-jalan di jalanan kota yang penuh dengan para pemain dan NPC.

“Kita perlu seorang Cleric dengan level 17 atau lebih!”

“Hai teman-teman! Kami akan menyerang Cave Lasok. Siapa yang ingin bergabung dengan kami? “

Banyak pemain sepanjang jalan, tetapi tak seorangpun dari mereka yang menengok pada Weed. Dia tidak mempedulikannya sedikitpun. Berkeliaran dengan mengenakan pakaian seorang petualang, tanpa sedikitpun Armor yang melekat di dadanya, menandakan bahwa dirinya belum memenuhi persyaratan minimum game berupa kurungan kota selama empat minggu yang diperlukan untuk bisa meninggalkan Citadel.

Di antara toko-toko tak terhitung jumlahnya yang beroperasi di ibukota Rosenheim Kingdom, toko sculpture memegang peranan spesial.

Kebanyakan petualang hampir tidak dapat mengingat di mana toko sculpture terletak karena itu tidaklah berarti bagi mereka. Hanya sedikit pemain yang belajar Sculpture Art berkunjungan secara berkala. Tapi toko sculpture berdiri tepat di sebelah toko perhiasan di Central Avenue, dan merupakan salah satu dari beberapa toko yang sering dikunjungi oleh para bangsawan / wanita.

*Kring*

Weed memasuki toko sculpture.

“Selamat datang ke….- , apa yang membawamu kemari, orang asing?”

Penjaga toko itu menerima pelanggan barunya dengan ramah, sampai ia melihat pakaian Weed pada saat itu, ia tiba-tiba mengubah nada suaranya.

Weed melihat sekeliling toko, hanya untuk menemukan bahwa tidak ada pelanggan lain kecuali dirinya. Toko blacksmith atau grocery selalu penuh sesak dengan pelanggan, tapi toko sculpture hanya melayani beberapa pelanggan saja per hari, itupun jika ada.

Jika membandingkan pendapatan per hari, toko sculpturetidak lah tertinggal jauh di belakang took blacksmith. Itu karena toko patung menjual merchandise yang cukup mahal.

Weed merapikan kerahnya dan bertanya dengan sopan,

“Aku datang ke sini untuk menemukan jawaban atas pertanyaan yang menggangguku, Pak.”

“Jadi kau ingin bertanya kepadaku hei orang asing?”

“Ya pak. Jika Anda bisa meluangkan waktu untukku. “

“Aku sibuk sekarang, silakan pergi.”

Penjaga toko dengan segera menolaknya dengan suara yang terdengar sangat kesal. Dikarenakan Fame Weed yang masih nol, dan mereka juga tidak saling kenal, pemilik toko punya hak untuk mengusirnya keluar dari toko.

“Ya pak. Aku akan menemuimu nanti.”

“Selamat tinggal.” Kata penjaga toko.

Weed dengan perlahan menuju ke pintu. Kemudian, dia dengan santainya melirik patung-patung yang dipajang.

“Betapa megahnya!”

Weed berseru

“Kemegahan patung ini sungguh mempesona. Apakah Anda menyuplai patung ini ke Rosenheim Court?”

Penjaga toko tak punya pilihan lain selain mendengarkan perkataan Weed.

“Patung yang mana yang kau maksud, orang asing?”

“Patung berkepala dua elang yang terbuat dari emas murni ini. Saya tidak berani menebak seniman mana yang mengukir patung ini, tapi aku bisa merasakan keindahan karyanya ini. Keagungannya tidak diragukan lagi. Patung ini terlihat begitu hidup sehingga aku hampir mengira itu merupakan elang nyata, dan saya beruntung bias mengunjungi tempat ini. Toko ini layak mendapatkan benda berkelas semacam ini. Patung ini telah membuka mata saya yang awam akan sebuah keindahan surgawi yang turun ke bumi “

Entah disadarinya atau tidak, bibir penjaga toko menyadari menyeringai tersenyum lebar. “Apakah kau tertarik patung seni, wisatawan?”

“Yang ku inginkan….  Aku hanya ingin merasakan ketenangan pikiran saat melihat patung-patung yang luar biasa, dan jiwaku haus untuk menjadi bagian kecil dari jiwa jiwa yang megah yang terkandung di dalamnya”

“Kemarilah dan duduk. Kau mungkin teman yang baik untuk membangkitkan saya dari rasa kebosanan. “

“Terima kasih Pak.”

“Apakah kau ingin secangkir teh?”

“Hanya jika Anda cukup baik dari menawarkan saya air dingin manis. Aku akan puas dengan secangkir air dingin. “

“Tentu! Tentu saja aku memilikinya. “

Weed meminum air manis yang disajikan oleh penjaga toko, yang mana membuatnya santai dan melupakan kelelahan yang telah terakumulasi selama tiga minggu terakhir.

“Sekarang, katakan apa yang telah mengganggu pikiranmu?” Tanya penjaga toko.

“Ya pak. Tapi sebelumnya tolong maafkan saya, bisakah saya meminta tur singkat mengenai patung-patung yang dipamerkan ini sebelum aku menjawab pertanyaan tersebut? Saya memiliki bisnis yang membutuhkan bimbingan Anda, namun hal tersebut tidak lebih penting daripada menghibur jiwaku yang haus akan karya-karya seni! “Kata Weed.

“Anda boleh melihat mereka selama yang Anda inginkan. Bukankah itu sebuah tujuan hidup dari patung-patung tersebut untuk menyenangkan mereka yang menghargai nilainya? “Penjaga toko setuju dengan senyum kepuasan.

Weed merasa bahwa ia telah memenangkan simpati-nya, seorang yang kesepian dan jauh dari perhatian publik. Misalkan kau meminta untuk melihat berbagai item di grocery pasti kau akan segera ditendang keluar.

Weed menikmati patung-patung yang dipajang dengan santainya. Tapi dia punya pendapatnya sendiri. “Aku ragu sculpture mastery akan menghasilkan uang.” Patung yang paling mahal saat ini dipajang dengan nilai 30 silver. Patung-patung kualitas terbuat dari batu atau kayu langka, dan terlepas dari pengerjaan yang mengesankan, bahan bakunya sendiri tidaklah mahal. Mereka tidak lebih dari ukiran kayu, atau batu.

Weed tahu bahwa bias menghasilkan uang jika ia membuat patung singa raksasa atau patung perunggu, tapi ia tidak terpedaya oleh kemungkinan yang begitu mustahil. Bangsawan macam apa yang punya begitu banyak uang yang mau memesan patung baru setiap tahun? Dia harus mencapai puncak tangga ketenaran jika dia mau sukses sebagai pematung. Hanya terdapat sedikit kompetisi dan dijamin hal tersebut tidaklah susah untuk menjadi yang terbaik di industri.

Namun, itu adalah pangsa pasar, terlalu kecil untuk diandalkan. Cara terbaik untuk memperoleh uang adalah dengan menargetkan pemain lain sebagai konsumen potensial. Mereka selalu naik level dan menuntut peralatan yang lebih baik, seterusnya dan sebagainya.

Senjata api, Equipment yang kuat, enchanted bracelet dan ring yang populer di kalangan pemain, namun patung tidaklah senilai dibanding dengan hal-hal tersebut.

“Buang-buang waktu, buang-buang uang.” Pikirnya.

Tujuan utama Weed ketika memulai game  ini adalah untuk mencari uang, dengan modal sekecil mungkin. Dia melihat sekeliling untuk terakhir kalinya dan memutuskan melupakan Sculpture Mastery.

“Keterampilan ini tak bernilai sepeser pun” Weed berpikir sambil duduk di seberang penjaga toko.

“Aku lebih tertarik pada event sebelumnya. Aku diberitahu bahwa ada seseorang telah mengukir sinar bulan di Royal Palace lima puluh tahun yang lalu. Saya ingin tahu apakah tentang kebenaran peristiwa tersebut”kata Weed.

“Oh event itu! Kisah tersebut merupakan kisah legendaris yang telah turun-temurun diceritakan kepada para pematung. Saya juga mendengar dari beberapa pelanggan yang dapat dipercaya di Royal Court “

Weed berpikir bahwa mengukiran cahaya bulan tidaklah mungkin, cuman legenda, tapi pemilik toko sculpture juga mengetahui rumor sama seperti instruktur di Training Hall.

*Ting*

Quest Completed: A Mystery Sculptor Rumored to Have Visited the Royal Palace:

Rumor yang telah mencapai telinga instruktur benar-benar terjadi. Seorang sculptor telah mengukir cahaya bulan, dan itu secara luas namun diam-diam telah diketahui para Serebourgians, meskipun tetap merupakan teka-teki bagaimana ia mengukir cahaya bulan.

Reward:

Kembalilah pada Instruktur untuk mengambilnya

Weed tersenyum lebar. Ini hanyalah quest sederhana dengan tingkat kesulitan terendah E. Meskipun pada begitu bisa saja menjadi rumit jika ia gagal berteman dengan pemilik toko.

Begitulah dia menyelesaikan questnya, langkah berikutnya adalah kembali ke Training Hall dan mendapatkan hadiah dari instruktur. Seiring Weed mencari saat yang tepat untuk mengatakan selamat tinggal dan pergi, penjaga toko, tenggelam dalam renungannya, akhirnya berbicara.

“Saya belum mendengar bagaimana ia bisa  mengukir sinar bulan”

“Apakah para pengunjung dari Royal Court tidak memberitahumu tentang hal itu?”

“Hmm, mereka melewati bagian itu ketika bercerita. Mereka menolak untuk memberitahuku tentang hal itu. Mereka mengatakan bahwa  Ratu Evane dari Rosenheim, semoga sisa jiwanya beristirahat dalam damai, itu terlibat dalam acara tersebut. Dapatkah kau membantuku untuk mencari tahu, sehingga rasa ingin tahuku akan terpuaskan? “

*Ting*

Quest: The Sculptor’s Past:

Rumor mengatakan bahwa Ratu Evane terlibat dalam event tersebut ketika sang sculptor hadir di Royal Palace dan mengukir sinar bulan. Pemilik toko toko patung bertanya-tanya apa hubungan ada antara mereka berdua.

Difficulty Level: E

Warning:

Jika Anda ketahuan menyelidiki rumor tersebut, Anda akan terkena dimusuhi oleh para Royal Knights.

Weed mengepalkan tangan gemetar dalam kegembiraan. ‘Ini, ini  adalah quest berantai!’

Meskipun tingkat kesulitan dari sebuah quest sangat rendah, tingkat imbalan yang didapat akan naik pesat dalam quest berantai. Semakin banyak menyelesaikan quest, semakin sulit quest, dan juga sebagian besar quest berantai cenderung sangat sulit untuk diselesaikan Weed dengan levelnya saat ini.

Satu-satunya quest yang bias Weed selelesaikan adalah quest  yang berada di dalam Citadel, bertanya dan mengumpulkan informasi dari orang-orang disekitar.

“Aku masih belum kompeten. Aku ragu bila aku layak menerima permintaan Anda. “Weed menjawab.

“Aku yakin kau cocok untuk tugas ini. Ke kehati-hatianmu akan membimbingmu untuk selamat. “Jawab penjaga toko itu.

“Jikakau mengatakan begitu, aku akan dengan senang hati menerimanya” kata Weed.

Ting*

You have accepted the quest!

“Terima kasih petualang. Seorang Bard dengan pengetahuan akan kisah-kisah kuno dan gosip jalanan adalah orang yang harus kau tanyai mengenai Queen Evane. Awas! Hal ini sangat sensitif, jangan kau buat masalah yang mungkin mengarah pada pencemaran nama baik dari Royal Family. “

*****

Sambil menahan dorongan untuk bersenandung,  Weed langsung menuju ke sebuah pub di seberang jalan.

“Selamat sore ~!” sapa seorang pelayan, Weed melihat sekeliling mencari seorang Bard. Ada beberapa kondisi untuk menemukannya. Pertama, ia menyingkirkan para pemain Bard ketika ia mencari orang yang tepat. Itu adalah karena tidak mungkin menurutnya seorang pemain mengetahui kisah semacam itu yang telah terjadi di Royal Palace setengah abad sebelumnya. Weed memutuskan akan lebih baik untuk menemukan Bard tua yang merupakan penduduk asli Serabourgian.

Tak peduli dia bias bernyanyi atau tidak, seorang Bard tua dapat diandalkan untuk hal gosip. Weed berhenti di beberapa pub sampai ia menemukan seorang Bard yang sesuai dengan criteria tersebut. Dia adalah Bard setengah baya berumur empat puluhan, berpengalaman dan  penuh kharisma. Sambil bertepuk tangan, Weed mendekati Bard tersebut.

“Terima kasih lagumu yang indah. Maafkan aku karena mengganggumu, tapi aku ingin mengajukan beberapa pertanyaan … Apakah kau tahu apa yang terjadi lima puluh tahun yang lalu di Royal Court of Rosenheim? “

Bard tersebut mengangat dan mendorong telapak tangannya dan Weed tidak mengetahui maksud dari apa yang bard itu lakukan. Dia segera mengerutkan kening, dia kebingunggan dan tidak ingin menyia-nyiakan satu sen pun untuk membayarnya.

“Dirimu memiliki suara yang menawan. Aku menghargai bakatmu dalam menulis lirik dan bermusik dalam lagu itu. Juga keterampilanmu dalam memainkan instrumen tersebut sungguh mengesankan … “

“Saya yakin kau telah membuat patah hati banyak wanita Serabourgian ketika kau masih muda dan berada di puncak karir. Tentu saja, aku tidak ragu bahwa kau masih mencuri hati wanita … Untuk seorang Bard, petualangan dan romance adalah segalanya. Aku juga suka romance. “

Telapak tangannya masih menjulur dan Bard itupun membentak, “Aku muak dan lelah dengan pujian murahan dari orang-orang seperti mu, orang asing. Berikan uang, atau pergi! “

Weed kebingungan untuk sesaat.

“Haruskah aku menyerah di tengah-tengah? Meskipun begitu, Quest ini tidak memberikan penalty jika aku memutuskan untuk berhenti. Tapi mungkin itu akan memberikanku hadiah manis di kemudian, dan aku tidak suka kehilangan kesempatan itu”.

Weed merogoh ke dalam saku dan mengeluarkan koin sebelum ia menyadari kesalahannya. Dua silver! Ada dua silver di sakunya. Itu adalah semua uangnya yang diberikan oleh instruktur sebagai biaya untuk quest sebelumnya.

Bard tersebut merebut koin silver dari kepalan Weed.

Itu adalah sebuah kesalahan dasar dimana ia lupa untuk menukarkan uang receh sebelumnya.

“Aku tidak percaya aku membuat suatu kesalahan konyol! ‘Tubuh Weed bergetar dalam penyesalan dan kesedihan.

“Hmph, ini adalah rahasia, simpannya ini untuk dirimu sendiri!” Penyair berbisik.

“Queen Evan dan Sculptor telah saling mengenal intim semenjak masih anak-anak.”

“Apa yang kau maksud dengan intim…?” Weed bertanya

“Dasar bodoh! Aku tahu apa-apa lagi untuk istilah intim antara seorang pria dan seorang wanita, mereka saling mencintai. “

“Itulah intinya” Weed sekarang menyadari mengapa rumor ini harus tetap menjadi rahasia dari Royal Court.

Mengingat bahwa jika nama Ratu yang agung pernah terlibat skandal, Royal Knights mungkin akan bersedia untuk membungkam siapa pun untuk menjaga kehormatannya utuh.

Bard melirik sekitar pub dan berbisik kembali “Mereka berdua lahir dan dibesarkan di desa yang sama, dan tumbuh bersama dengan akrabnya. Nama anak itu adalah Zahab. Gadis itu selalu membawa ornamen ukiran dan diberikan olehnya. Ketika ia masih kecil ia bermimpi akan menjadi istrinya kelak, tapi Takdir memainkan trik jahat pada mereka, dan gadis itu dipilih untuk menjadi Royal Maid dan Zahab meninggalkannya. Tapi pada akhirnya, masih ada janji di antara mereka. “

“Janji, Janji apa jika aku boleh bertanya?” Tanya Weed  penasaran.

“Zahab telah berjanji untuk menunjukkan gadis itu patung yang paling indah di dunia.”

“Aku  kira dia tidak akan bisa menepatinya. Ratu pasti memiliki banyak patung-patung megah nan indah di tempatnya. “

“Tidak, dia menepatinya. Bertahun-tahun kemudian, Zahab mengajukan dirinya ke Royal Court. Dikatakan bahwa, saat melihat karyanya, Queen Evane tersentuh dan mengatakan bahwa  itu adalah benda yang paling indah di dunia. “

“Lalu, demi Tuhan, patung macam apakah itu yang dia hadiahkan ke Queen Evane? Sebuah Ratu tidak mudah menghargai patung yang biasa. “

“Benar. Temuilah Maid yang menyaksikan kejadian hari itu, dan mendengar sisa cerita darinya. Hanya sejauh ini aku dapat bercerita padamu, karena saya juga mendengar kisah ini dari orang lain. “

“Apakah dia masih hidup?”

“Ya.” Ucap sang Bard sambil menunjukkan Weed jalan ke rumah Maid tersebut.

Weed pergi mengunjunginya. Dia telah pensiun, dan ketika ia menyebutkan Queen Evane dan sculptor, Maid tersebut gembira menyambutnya.

“Yang Mulia sangat anggun dan menawan. Jadi kau ingin mendengar tentang apa yang terjadi saat itu?

“Ya Bu.”

“Kau telah menemukan orang yang tepat untuk bertanya. Saya pribadi mengabdi pada Yang Mulia. Dia pada awalnya membenci Zahab-nim ketika ia pertama kali mengunjungi istana. “

“Mengapa begitu, jika saya boleh bertanya?”

“Itu adalah janjinya. Ketika mereka masih muda, mereka telah membuat janji, janji dimana Zahab-nim akan menghadiahi Yang Mulia dengan patung yang paling indah di dunia. Tapi ketika ia muncul di istana, ia membawa pedang, bukan pisau ukir. Di mata semua orang, ia tampak seperti seorang pendekar yang mahir dalam pedang. Kau harus melihat betapa kecewanya hati Yang Mulia. Itu tak terlukiskan! Yang Mulia begitu percaya pada Zahab-nim meskipun jika dunia terbalik, ia akan tetap sama selamanya, dan juga, janji antara mereka adalah suci “

“…”

“Pada hari itu, Brent Kingdom, yang berbatasan di Rosenheim, mengirimkan sekelompok Assassin. Mereka berambisi untuk merebut Kerajaan kami, dan hanya Tuhan yang tahu betapa terkejutnya saya ketika para Assassin menyerbu dan menyerang Yang Mulia di taman “

“Mereka adalah penjahat keji!”

“Ya,petualang  muda, Kau bisa mengatakan itu sekali lagi. Beberapa Royal Knights terjebak, sehingga tidak mampu menahan mereka dan kami yang tersisa hanya bias menunggu ajal. Pada saat itu, Zahab-nim berjalan ke kebun. Seperti yang kau lihat, tepat di tengah-tengah pertempuran, Yang Mulia memperingatkan dia dan memerintahkan dia untuk pergi. Tapi Zahab-nim hanya tersenyum- “

“Dia tersenyum di tengah situasi berbahaya seperti itu?”

“-dan Ia mengatakan ia akan menunjukkan padanya patung paling indah di dunia yang pernah dia diukir. Semua orang terkejut, cahaya bulan menyebar berkeping-keping di pedang Zahab-nim. Keindahannya benar-benar mencolok. Ia menyanyikan lagu saat ia mengukir cahaya bulan. Aku tidak ingat lirik kata demi kata, tetapi judul lagu itu adalah A Sculptor Heart. Mendengarkan lagu tersebut, Yang Mulia dipenuhi dengan air mata haru. Itu benar-benar patung paling indah yang pernah dilihat beliau. Zahab-nim hanya menulis namanya di papan biasa, tapi Yang Mulia akan menganggapnya sebagai ukiran patung yang paling indah di dunia, tapi ku beritahu padamu, melihat dia mengukir dengan cahaya bulan benar-benar mengesankan. Assasin yang tercerai-berai saat melihat hal tersebut, dan Zahab-nim menepati janjinya. Bertahun-tahun sejak kepergiannya, tapi aku masih mengingat dan menghargai kenangan itu. “

Kemudian, kilas balik misterius terlintas di depan mata Weed.

*Suara Mengukir*

Seorang anak memegang pisau ukir kecil di tangannya.

Seiring pisau ukir bergerak naik turun, sepotong kayu mulai berubah bentuk.

Tampaknya dia mengukir seorang gadis.

Seorang gadis cantik, mungil.

Melalui tangannya, potongan kayu diberkahi dengan kehidupan.

Seorang gadis, dengan malu-malu, mengawasinya.

tangan anak itu menggerakkan pisau ukirnya, dengan seriusnya.

Gadis itu mencintainya, dan segala sesuatu tentang dia.

Segera anak itu menghadiahkan padanya patung yang selesai di ukir. Terlihat begitu mirip gadis itu.

“Untuk saat ini, yang bisa kulakukan hanyalah mengukir sepotong kayu. Tapi suatu hari nanti, aku akan menghadiahi dirimu patung yang paling indah di dunia. “

“Terima kasih Zahab. Aku akan menunggu datangnya hari itu! “

Anak laki-laki dan perempuan saling membuat janji satu sama lain, bergandengan tangan.

*****

Seiring gadis itu tumbuh, ia mekar menjadi begitu cantik.

Dia menarik perhatian mata Raja dan dia akhirnya menjadi Ratu. Tapi gadis itu tidak bahagia sama sekali.

Yang Mulia masih sedih di hari saat Zahab datang kembali untuk melihatnya.

Zahab membawa pedang, dan bukan patung pisau ukir.

Berbicara sambil berjalan-jalan sendirian di taman, Yang Mulia memetik dan menggenggam mawar berduri. Telapak tangannya berdarah semerah ruby.

“Kenapa kau lupa akan janji kita? janji mu adalah segalanya bagiku… “

Yang Mulia berduka atas janji yang diingkari.

Malam itu, para Assassin menyerang istana.

Brent Kingdom, musuh bebuyutan, telah mengirim Assassin.

Knights of Rosenheim Raya gugur satu demi satu.

Yang Mulia dan dirinya ketakutan setengah mati akan nasib mereka.

Zahab mengayunkan pedangnya, dan cahaya bulan mulai menari.

*Ting*

Quest Completed: The Sculptor’s Past:

Janji antara laki-laki dan perempuan yang terhormat. Cahaya bulan kebiruan menyebar berkeping-keping, yang mana mengalahkan Assassin. Moonlight Sculptor Zahab, Sculptor Mastery-nya telah mencapai tahap Master. Mempersembahkan patung yang paling indah untuk teman masa kecilnya.

You have leveled up!

You have leveled up!

Yang mengejutkan Weed, dia naik dua level hanya dengan sebuah quest, dan bukan hanya itu. Sebuah jendela pesan muncul. Yang mengejutkan lagi, itu adalah jendela konversi Class.

* Ting *

Class Change: Moonlight Sculptor (Hidden):

Anda dapat mengkonversi ke Hidden Class Moonlight Sculptor. Jika Anda menerimanya, Anda dapat mempelajari skill eksklusif untuk Class yang bercabang dari Class utama.

Apakah Anda ingin mengkonversi ke Moonlight Sculptor?

Ya | Tidak

Banyakk pemain ramai membicarakan tentang menemukan Hidden Class di Royal Road, tapi kurang dari satu per seribu yang benar-benar menemukannya.

Weed menjawab, “Aku menolak.”

*Ting*

Silahkan konfirmasi keputusan Anda. Anda dapat mengkonversi ke Hidden Class  Moonlight Sculptor.
Apakah Anda ingin mengkonversi ke Moonlight Sculptor?

Yes | No

“Aku menolak,” Weed menjawab lagi.

Bagi Weed, terjebak di sudut ruangan dan membuat patung-patung yang tidak diinginkan bukanlah tujuannya. Dia mengakui bahwa menjadi Sculptor mungkin bisa menjadi Class yang cukup menarik jika dilatih dengan benar. Tapi ia membutuhkan Class yang menguntungkan dirinya secara finansial untuk kepentingan pribadinya. Ketika Weed kembali ke akal sehatnya, Maid tua tersebut sedang menontonnya.

“Ini adalah cerita yang indah. Terima kasih banyak untuk berbagi dengan saya Bu. “

“Sama-sama. Itu juga cukup menyenangkan bagiku untuk menceritakan kisah mereka seperti ini. Jadi, petualang muda, aku ingin memberikan hadiah kecil padamu. Maukah kau menerimanya? “

Bukankah jahat jika menolak hadiah dari niat baik seseorang? Weed tidak begitu kejam menolah apa pun yang ditawarkan kepadanya. Seorang pria harus menerima ini dengan rasa syukur.

“Saya dengan senang hati akan menerimanya, Bu.”

Maid tua tersebut mengambil sebuah bungkusan dari dalam laci. Benda itu menyerupai pisau ukir kuno.

“Pisau ukir ini sebelumnya adalah milik Zahab-nim. Dia memberikannya ke Yang Mulia, dan kebetulan aku yang menyimpannya sekarang. Dan patung kayu ini diukir oleh Zahab-nim. Silakan ambil ini “kata Maid tersebut.

“Aku akan selamanya menjaga pemberianmu.” Kata Weed.

Dia menerima dua item darinya.

*Ting*

You have received:

Item: Sculpting Blade

Item: Zahab’s Legacy

Weed berpikir bahwa barang-barang tersebut merupakan benda langka karena mereka ditinggalkan oleh salah satu Masters of Sculptural Art. Bahkan patung kayu tampak berkelas meskipun hanya dilihat sekilas.

“Tolong rawat pisau ukir Zahab-nim dengan baik.”

“Ya, Bu.” Jawab Weed.

Weed mengira bahwa benda tersebut laku dijual dan bias memberinya keuntungan lebih.

“Patung kayu akan menunjukkan di mana tempat peristirahatan Zahab-nim berada. Aku berharap Sculpture Mastery Zahab-nim tidak akan terkubur selamanya. “

“Aku juga berharap begitu, Bu”

“Kalau saja aku bisa mendengar lagu dari hari itu sekali lagi… Segala sesuatu tentang Sculpture Mastery tersembunyi dalam pisau ukir itu.”

“Maksudnya?”

“Di pisau ukir Zahab-nim ini.”

Saat Weed melihat pisau ukir tersebut. Dia memiliki firasat bahwa takdir tak tertahankan sudah mendekatinya.

*Ting*

Quest: Follow Zahab’s Last Wish:

Zahab tidak mati pada hari itu. Dia pergi ke benua seberang untuk menguji Sculpture Mastery miliknya. Setelah Setelah anda lulus di Sculpture Mastery, Anda harus menemui Zahab untuk belajar lagu A Sculpture’s Heart dari dia. Kemudian, Anda harus kembali ke sini dan menyanyikannya untuk Maid tua ini. Menurut rumor yang beredar, Zahab terakhir terlihat menuju Gray Pass Region.

Difficulty: A

Quest requirement:

Anda harus menyelesaikannya sebelum Maid tua ini meninggal.

Pembatalan adalah tidak mungkin.

Reward:

Anda dapat mempelajari Item Identification Skill, Sculpture Mastery, Repair Skill, dan Handicraft Skill.

Sebuah Quest berantai dengan tingkat kesulitan A, dengan hadiah 4 Skill. Weed tidak tahu apakah ia beruntung atau tidak.

Untuk satu hal, ia tahu bahwa sangat sulit untuk memperoleh Skill yang tidak terkait dengan Class sendiri. Skill, seperti Item Identification Skill dan Repair Skill, yang ia pelajari tanpa harus berubah ke Sculpture Class, bisa berguna dalam berbagai cara, tapi suatu quest dengan level A jauh melampaui kemampuannya dan mungkin bertahun-tahun baginya untuk menyelesaikannya.

Level rata-rata untuk pemain Royal Road saat ini adalah seratus atau lebih. Tertinggi saat ini mendekati level 300. Tingkat kesulitan quest yang memerlukan party yang seimbang levelnya sekitar 300 untuk menyelesaikan quest level B.

Itu berarti Weed baru saja menerima quest yang mengharuskan dia untuk berada di atas level 400 untuk dapat mengatasi quest tersebut dan menyelesaikannya.

Seolah-olah itu masih tidak cukup buruk, wilayah Gray Pass adalah yang paling berbahaya dari daerah berbahaya, dihuni oleh monster yang paling kuat. Ini adalah salah satu dari Sepuluh Area Terlarang di benua itu, di mana kau benar-benar dijamin akan terbantai saat melangkah ke daerah itu.

‘Sialan!’.

Jumlah quests maksimal yang bisa diterima hanyalah 3. Sekarang salah satu dari mereka telah terambil oleh Quest: ‘Zahab’s Last Wish’, Weed hanya disisakan dua ruang untuk Quest baru.

Tapi dalam kasus quest berantai, adalah tidak terduga imbalan apa menunggu pemain pada akhirnya. Quest berantai ini memperkenalkan Hidden Class pada tahap kedua. Bahkan setelah ia menolak untuk berubah Class, ia diberi empat Skill. Bayangkan imbalan apa yang menantinya dalam tahap akhir.

Ini adalah kesempatan penuh resiko yang bagus menurut Weed. Namun, hal itu membuatnya ragu karena tidak tahu kapan dan bagaimana quest ini akan berhasil nantinya.

“Oh Weed-nim, saya sangat menghargai kerja kerasmu untuk membawakan ku hasil yang begitu cepat. Aku sekali lagi yakin bahwa itu adalah keputusan yang tepat untuk mempercayakanmu dengan quest ini “kata penjaga toko.

Penjaga toko membayar Weed sebagai hadiah untuk quest sebelumnya.

Weed menerima 2 koin silver, sebagai ganti koin silver yang telah hampir dirampok oleh Bard.

Ketika ia kembali ke Training Hall, ia menerima koin silver lain, bersama dengan sebuah kata pujian dari instruktur. Oleh karena itu, total 5 silver yang Weed telah dapatkan sejauh ini.

Dia juga level-up sampai dua kali, ke level 3. Dia mendistribusikan poin stat bonus ke Agility dan Strength karakternya

“Kenapa kau tidak mengambil quest lain?” Dia bertanya pada dirinya sendiri.

Weed bergumul dengan godaan yang datang tiba-tiba, tetapi dia mengambil pedang kayu lagi. Sebuah quest yang tak terungkapkan kepada publik serupa dengan quest yang baru saja diselesaikannya, itu jarang terjadi. Itulah sebabnya Weed mendapatkan imbalan tulus bagi sepadan dengan levelnya.

Translator / Creator: alknight