October 5, 2016

The Legendary Moonlight Sculptor – Volume 1 – Chapter 2: Wild Beast Appears

 
Scan pada retina menunjukkan bahwa anda merupakan pemain yang belum terdaftar. Apakah anda ingin membuat akun baru?

Yes | No

Ketika Lee Hyun terhubung ke Royal Road, suara pertama yang terdengar olehnya adalah suara lembut wanita.

Dia melihat sekeliling untuk melihat siapa yang berbicara dengannya, tapi tidak ada orang lain; hanya sebuah ruangan kosong. Kemudian ia menyadari bahwa ia berada di tengah-tengah proses aktivasi akun baru.

“Ya!”

-Pilih nama avat…-

“Weed.” rumput adalah tumbuhan terendah diantara yang paling rendah di kerajaan tanaman. Menurut Lee Hyuun, nama ini adalah yang paling cocok untuknya.

-Pilih jenis kelaminmu dari pria, wanita, atau neut…-

“Pria!”

-Royal Road memiliki empat puluh sembilan ras. Silahkan memilih salah satu dari dua puluh sembilan ras yang utam…-

“Manusia!”

-Anda dipersilahkan untuk mengubah penamp…-

“Penampilan saat ini langsung.”

-Akun Anda telah diaktifkan. Stats dan Class akan ditentukan saat Anda sedang bermain Royal Road…-

“Lewati!”

-Pilih kota dan kerajaan tempatmu untuk memulai-

“Citadel of Serabourg, Kerajaan Rosenheim!”

-Selamat dating di Royal …-

“Lewati!”

Khawatir menyia-nyiakan waktu, Lee Hyun melewatkan tahap tutorial dan membuat keputusan yang cepat sesuai dengan rencana yang dia diatur sebelumnya. Tagihan sebesar 300,000.00 won tiap bulan untuk game tersebut cukup besar baginya.

*****

Di Royal Road, ada lebih dari ratusan  kota-kota besar dan ribuan desa. Seorang pemain baru memulai petualangannya di ibukota atau kota besar.

Serupa dengan di mana Weed memulai game.

*Flash*

Dengan kilatan cahaya, ia muncul di Citadel of Serabourg, Rosenheim.

“Ini adalah…”

Weed terpengaruh oleh pemandangan sejumlah avatar yang tak terhitung jumlahnya, Pemain dan NPC (Karakter Non-Player), ia berpikir bahwa dirinya tersesat di tengah Seoul.

“Aku Dimana? Luar biasa!”

Terkejut, Weed tidak bisa mempercayai apa yang dia lihat sambil melihat sekeliling. Keributan dari mereka yang sedang tawar-menawar dan berceloteh berdengung keras di telinganya. Pemandangan yang membentang di depan matanya itu persis sama dengan dunia nyata, dengan orang-orang yang sibuk berlalu-lalang.

Dia menunduk memandangi kakinya yang berdiri di atas tanah. Pengindranya mengatakan bahwa ia merasa benar-benar kaku. Orang-orang melewatinya sambil memandanginya yang berdiri melamun.

“Lihatlah dia. Aku yakin dia newbie. “

“Sepertinya dia tidak pernah memainkan permainan virtual reality sebelumnya.”

Beberapa pemain melemparkan komentar sekilas sambil melewatinya. Perkataan mereka cukup pedas untuk membuatnya tersadar.

Mereka benar. Disini adalah Royal Road. Dunia virtual reality, dan tempat kerja baruku .
Tidak peduli seberapa siapnya Weed, pengetahuan tentang realitas virtual dan penelitiannya yang mendalam tentang sistem game tidaklah berarti dibanding dengan pengalaman aneh yang ia alami sekarang.

Dia telah kebiingungan, tapi itu hanya sementara, dan ia segera tenang, dia mulai terbiasa dengan perbedaan yang ada.

Pengindranya mulai terbiasa dengan kenyataan, orang-orang disekitarnya tampak mengenakan baju besi atau mengenakan rompi kulit.

Dekat dengan tempat dimana ia telah muncul adalah papan buletin yang menunjukkan peta dan deskripsi dari Rosenheim, dan petunjuk penggunaan  tampilan dasar.

“Ini adalah waktunya bagiku tuk memulai.”

Weed mengepalkan tinjunya, dan kemudian ia mulai pemanasan. Dia duduk dan berdiri, dan kemudian melanjutkan dengan berdiri, melompat tinggi, jatuh, menendang dan meninju.

Dia memutar pinggangnya dan dengan hati-hati menguji setiap sendi satu demi satu. Dia menggoyangkan jari tangan dan kaki, dan mengganggukkan kepalanya.

Meskipun dicemooh komentar memalukan yang keluar keluar dari para pemain lain di dekatnya, Weed mampu untuk mengatasinya.

“Apa sih yang sedang dia lakukan?”

“Sepertinya dia menggerakkan tubuhnya. Aku kira dia masih belum terbiasa dengan game virtual reality.”

“Oh, begitu rupanya. Tapi apa gunanya dia mempertunjukkannya di tengah jalanan yang ramai? “

Rasa malu yang Weed telah berjuang begitu keras untuk jaga mengalahkan tekadnya. Tontonan memalukan macam apa yang ia buat di depan orang asing!

“Sialan!” Weed pergi dengan terburu-buru dan menuju tempat lain.

Semua pemain baru di Royal Road terperangkap di kota asal selama seminggu di dunia nyata dan empat minggu dalam game, berkat paralaks antara satu tempat dan yang lain.

Sebagian besar pemain baru mempelajari hal dasar, seperti mengambil quests sederhana, atau belajar keterampilan kerajinan, seperti menjahit, menempa dan memasak, yang relatif mudah untuk didapatkan.

Game ini membanggakan fleksibilitas dan kebebasan yang tak terbatas, bahkan sampaiterdapat  kekacauan dan kekerasan, dan sementara untuk saat ini semua posisi peringkat tertinggi masih ditempati oleh NPC daripada pemain , ini memperkuat kebutuhan untuk bermain secara berkelompok dalam Royal Road.

Di sisi lain, sejumlah besar pemain bekerja di perpustakaan atau toko untuk menghasilkan uang.

Di Central Square dipenuhi dengan pemain yang ingin menjadi pedagang yang mendirikan kios untuk membeli dan menjual dengan sesama pemain dan setiap menitnya banyak pemain berkelompok membentuk grup untuk berpetualangan.

Setelah dengan santainya menonton mereka, Weed tidak ragu-ragu untuk menuju Training Hall.

Training Hall terbuka bebas bagi semua pemain selama mereka menginginkannya, dan sebagian besar pemain mengunjungi Training Hall untuk mencoba skill baru yang mereka peroleh.

Hampir mustahil untuk menemukan seseorang seperti Weed, yang langsung menuju Training Hall segera setelah membuat avatar baru.

Ini bukan hanya karena pendatang baru lebih tertarik untuk mencari tahu apa yang ada di kerajaan dan kota tempat mereka terlahir terlihat seperti apa, tapi itu juga sebagian besar karena latihan di Training Hall dianggap kurang efektif.

Saat instruktur melihat Weed berjalan masuk, matanya melotot dengan garang.

“Petualang muda, sepertinya kau baru saja tiba di benua Versailles ini,” kata instruktur.

“Ya, Pak” Weed menjawabnya singkat. Dia masih jengkel karena ia telah menjadi  bahan tertawaan sejak hari pertama.

“Kau akan segera sadar bahwa pelatihan pedang benar-benar diperlukan ketika dirimu sedang melawan monster. Apakah kau perlu bimbingan? Kuberitahu padamu, pilih salah satu orang-orangan sawah yang sedang tak terpakai dan serang dia dengan cara apapun yang kau inginkan. Sebuah pedang kayu ditempatkan di depan orang-orangan sawah, dan itu adalah milikmu. “

“Terima kasih Pak. Cukup. Aku tidak perlu bimbingan lagi. “

“Tuhan memberkati.”

Weed mencengkeram pedang kayu dan berjalan ke orang-orangan sawah di pojok ruangan. Lalu, ia mulai memukulinya, sekali, dua kali, tiga kali. Tangannya secara bertahap mulai terbiasa dengan berat pedang kayu dan sensasi menebas orang-orangan sawah.

Di Royal Road, level avatar baru terkunci selama empat minggu pertama, karena ia dilarang untuk perjalanan di luar gerbang kota dan untuk berburu monster di lapangan.

Umumnya hal yang biasa dilakukan adalah melaksanakan quest sebanyak mungkin, sehingga meningkatkan  poin pelayanan publik, mendapatkan uang dan bersosialisasi.

Meskipun demikian, Weed tetap melanjutkan menebas orang-orangan sawah dengan pedang kayu.

Ada sekitar ribuan orang-orangan sawah di Training Hall Citadel of Serabourg, dan pasokan tak terbatas pedang kayu di dinding, yang bisa digunakan. Training Hall biasanya sering dikunjungi oleh pemain yang mencoba skill baru mereka.

Pada saat ini, meskipun begitu, mata semua orang tertuju pada satu sudut tertentu.

“Orang ini pasti punya semangat besi.”

“Dia benar-benar kuat.”

“Tidak bisa dipercaya ada orang waras yang mau berlatih sejauh ini.”

Weed bermandikan keringat.

Kemeja putih dan celana yang digunakannya sejak awal telah menyerap keringat dan membuatnya smakin melekat ke tubuhnya. Dia masih memukul, pukulan demi pekulan pada orang-orangan sawah tanpa istirahat satu menitpun.

Strength meningkat 1 poin. (+1 STR)

Setelah enam jam menebas orang-orangan sawah, Weed mendengar kabar baik. Dia merasa seolah-olah otot-otot di tangannya yang menggenggam pedang kayu menjadi semakin ringan. “Stats Window,” Weed bergumam sambil menebas orang-orangan sawah.

Character Name Weed
Alignment Neutral
Level 1
Profession None
Title None
Reputation 0
Health 100
Strength 11
Mana 100
Agility 10
Stamina 10
Wisdom 10
Intellect 10
Luck 0
Leadership 0
Attack 3
Defense 0
Magic Resistance
Fire 0%
Earth 0%
Water 0%
Black Magic 0%

Kedua stats itu muncul secara hampir bersamaan.

“Whew”

Weed akhirnya meletakkan pedang kayu dan beristirahat sejenak. Tanpa makan atau minum, ia telah menebas orangan sawah selama hampir delapan jam tanpa berhenti sedikitpun.

Secara fisik dia lelah, dan lebih buruk lgi, tenggorokannya terbakar dengan rasa haus, perutnya kosong dan lapar.

“Inventory Window”

Muncullah gambar semi-transparan dari semua barang-barang dalam inventory Weed melayang di depan matanya. Satu-satunya benda di dalam inventory-nya adalah canteen dan sepuluh potong rye bread. Itu saja.

Di Royal Road, dirimu harus mendapatkan apa yang kau butuhkan sendiri. Pemain lain memperoleh uang dengan melakukan Quest mudah selama empat minggu, tetapi Weed tidak bisa menyisihkan waktu bahkan semenitpun untuk hal tersebut.

Dia mengambil sepotong rye bread dan canteen, dan melahapnya. Saat ia makan makanan tersebut, hal itu meredakan tingkat kelaparannya dan meningkatkan faktor kepuasan karakternya.

“Aku seharusnya makan setiap lima jam sekali. Lebih baik aku makan lebih banyak jika aku terus latihan intens seperti ini, tapi aku tak perlu menaikkan faktor kepuasan sampai penuh. Yang kuperlukan hanyalah agar bertahan dan menjauhi kematian.”

Setelah Weed selesai makan dengan cepat, ia mengambil pedang kayu di genggamannya dan berdiri di depan orang-orangan sawah

“Dia melakukannya lagi.”

“Dia gila.”

“Ku pikir dia dendam terhadap orang orangan sawah tersebut atau semacamnya.”

“Ku pikir dia tidak akan berhenti sampai dia menghancurkan orang orangan sawah tersebut sampai menjadi potongan-potongan kecil.”

Apakah itu hanya perasaanku saja atau orang-orangan sawah itu tampak seperti gemetar pada saat itu? pedang kayu Weed menebas setiap inci dari orang-orangan sawah itu. Pertanyaan yang sama muncul di antara semua penonton.

“Kenapa sih pria it uterus menebas orang-orangan sawah?”

“Ku pikir itu adalah hal yang sia-sia, jika ia ingin menaikkan rating mastery untuk skill, jauh lebih baik pergi ke lapangan dan mempraktekkannya pada kelinci daripada orang-orangan sawah di sini.”

“Lihatlah apa yang dia lakukan. Dia tidak menggunakan skill apapun. Bagiku, dia terlihat seperti menebas orang-orangan sawah dengan brutal. “

“Mungkin dia sedang meningkatkan stats karakternya,” komentar seorang ksatria berbaju besi menyilaukan, dengan segera menarik perhatian orang-orang di tempat tersebut.

“Dapatkah kita meningkatkan stats hanya dengan hanya memukul orang-orangan sawah?” Tanya seorang ranger berkulit gelap.

“Hah? Ah, ya, itu benar, “kata ksatria.

“Lalu, kenapa kau tidak mencoba terus memukul orang-orangan sawah daripada susah-susah meningkatkan levelmu?” Ranger bertanya lagi.

Ksatria bernama Pluto memiliki level yang cukup tinggi, sehingga ia telah mendapat banyak informasi dari sumber terpercaya. Dia juga satu-satunya orang yang dapat menebak benar alasan Weed melakukan hal tersebut.

Jika karakter menggunakan stamina nya, vitalitas dan stamina akan berkembang sebagai akibatnya, dan jika penyihir merapalkan banyak sekali mantra, Wisdom dan Intellegence-nya akan meningkat.

Tapi peningkatan semacam itu adalah hal yang sepele dibandingkan dengan poin bonus stat yang didapat ketika level-up.

Setengah hari dari memukul orang-orangan sawah tanpa istirahat mungkin meningkatkan satu atau dua stats. Mengingat bahwa jumlah poin stat bonus sebagai hadiah untuk level-up di atas lima point, apa yang Weed lakukan tampak konyol.

“Ini benar-benar konyol.”

Sebuah penyihir menggeleng saat mendengar penjelasan Pluto. Tapi sang Ksatria Pluto berpikir sebaliknya.

“Ini tidaklah sia sia,” kata Pluto.

“Maksudmu?”

“Kau hanya bisa memperoleh sedikit Exp jika membunuh monster yang lebih rendah levelnya darimu. Kau tahu itu, kan? “

“Tentu saja”

“Dengan kata lain, semakin tinggi levelmu, semakin sulit untuk level-up. Tetapi jika kau meningkatkan stats karakter dengan latihan semacam ini di tahap awal, kau bisa berburu monster lebih mudah nanti. Ini akan berlaku sepanjang game. “

“Kau tahu metode ini, jadi ku kira kau pasti melakukan pelatihan yang sama? Bukankah semua orang akan melakukan hal yang sama jika mereka tahu tentang hal itu? “

“Tidak juga. Bahkan jika orang tahu, tidak ada yang akan melakukannya. Kembali lgi ke masalah awal, menurutmu adakah orang yang ingin terus menerus memukul orang-orangan sawah selama sepuluh jam hanya demi meningkatkan satu  stats poin? “

“…”

“Ada batasan seberapa jauh kau dapat meningkatkan stats karakter melalu metode ini, memukul orang-orangan sawah yang dikenal sebagai lawan terlemah. Jika berbicara tentang Strength, ku perkirakan kau bias meningkatkan sampai empat puluh atau lebih. Apakah ada orang yang ingin terus memukul orang-orangan sawah selama satu bulan untuk menaikkan empat puluh poin Strength? Aku pasti akan segera lelah dan menyerah hanya dalam hitungan hari. “

Kerumunan yang menonton Weed mengangguk secara serempak.

Kau pasti lebih suka mencari senjata keren daripada menyerang orang-orangan sawah tanpa henti selama sebulan penuh untuk meningkatkan Strength sebesar 40 poin. Item yang meningkatkan 40 pin Strengh adalah unik,  namun jauh dari kata langka.

“Metode Ini hanya bekerja pada pemula yang tidak bisa keluar dari kota. Metode ini pernah populer, tapi itu cepat ditinggalkan karena  dalam jangka waktu yang panjang, itu terlalu membosankan, dan melelahkan. “

Weed mendengar diskusi panas yang sedang dilakukan orang-orang di sekelilingnya. Dia berharap dia bisa berlatih di tempat lain, tapi selama ia tidak bias meninggalkan kota, ia tidak bisa menghindari untuk menarik perhatian yang tidak dia inginkan.

Apa yang membuatmu mengatakan bahwa ini membosankan dan melelahkan? Weed mengayunkan pedang kayunya dengan kekuatan penuh.

Jika kau bekerja keras, avatar karaktermu akan semakin kuat. Ketika karaktermu berkembang, kau dapat mengalahkan monster kuat dan mendapat lebih banyak uang. Bagi Weed, metode ini adalah hiburan yang menyenangkan baginya.

Pada dasarnya, Weed hanya melakukan latihan fisik secara rutin. Selama ini, instruktur memandangnya dengan mata kepuasan.

*****

Tiga minggu telah berlalu. Weed login Royal Road setiap hari, bahkan sampai kurang tidur, itu terlihat hampir seperti kecanduan baginya. Berkat kondisi fisiknya, yang telah dia bangun sebelum ia mulai bermain Royal Road, memungkinkan dia untuk bertahan dengan tidak lebih dari empat jam tidur sehari. Sekarang dia kembali mengingat tiga minggu terakhir, itu membuatnya mual ketika mengingatnya.

Begitu ia masuk ke permainan, ia menghabiskan rata-rata 80 jam menebas orang-orangan sawah, yang mana membuatnya lelah secara mental. Kalau bukan karena pesan pop-up yang sesekali muncul menyemangatinya, dia pasti sudah menyerah.

Strength meningkat 1 poin. (+1 STR)
Agility meningkat 1 poin. (+1 AGI)
New Stat : Fighting Spirit
New Stat : Sustenance

Di Royal Road, sebuah Stats baru kadang-kadang muncul disamping stats yang asli.

Fighting Spirit

Dapat memanggil kekuatan super sementara, atau melumpuhkan monster lemah dengan kekuatan pandangan mata. Anda dilarang mendistribusikan bonus poin stat ini, dan stats ini akan naik secara spontan, tergantung pada tindakan karakter, terutama jika Karakter melawan monster untuk waktu yang lama, atau sering menghadapi monster yang memiliki level lebih tinggi dari level karakter saat ini.

Pop-up pesan yang berhubungan dengan skill kadang-kadang muncul juga. Tapi satu satunya skill yang dimiliki Weed pada saat itu adalah Sword Mastery.

Level Up: Sword Mastery [3]
Meningkatkan serangan pedang (+30% ATK)
Meningkatkan kecepatan serang pedang (+9% ATK SPD)

Sustenance

Mengurangi stamina yang digunakan ketika beraksi. Anda dilarang mendistribusikan bonus poin stat ini

Setiap kali pesan pop-up muncul, Weed diam-diam senang dengan kemajuan yang dia buat. Tapi apa yang paling mengganggunya adalah rasa frustrasi bahwa dia merasa tertinggal dalam mencapai tujuannya.

Selama tiga minggu terakhir, seiring mengabdikan dirinya menebas orang-orangan sawah, Strength hanya meningkat 28 poin, Agility 25, dan Vitality 22.

“Kecuali mengikuti sesuai jadwalku, aku akan berakhir dengan membuang-buang waktu lebih banyak waktu yang berharga dengan orang-orangan sawah ini bahkan setelah pembatasan empat minggu selesai. Aku harus menyelesaikannya sebelum aku bisa meninggalkan kota. “

mata Weed terbakar dengan tekad.

*Suara Gemuruh*

Pada saat itu, perut Weed memutuskan sudah waktunya untuk makan. Selain masalah atas peningkatan stats yang lambat, ia tersiksa oleh kenyataan bahwa ia mulai kehabisan roti.

Dia bisa lari ke air mancur di dekatnya dan mengisi canteen dengan air, tapi roti berbeda – ia harus membayar uang untuk itu.

*Snifff-snifff* Dia mencium aroma datang dari suatu tempat.

Weed, mengayunkan pedang kayu, berhenti dan melihat sekilas ke instruktur, yang mengambil kotak makan siangnya untuk istirahat makan siang.

“Hehe, Instruktur yang terhormat.” Weed mengatakan, sambil mengibaskan ekornya yangtak terlihat, ia berjalan ke instruktur.

“Hmm, siapa ini, tidak lain dari Weed-nim? Apa yang membawamu kemari? “Kata instruktur hangat.

“Apakah tidak merasa kesepian jika makan siang hanya sendirian? Aku di sini untuk menemanimu, “kata Weed penuh hormat.

*Menggeram*

Sementara perutnya bergemuruh, Weed berbohong dengan wajah polosnya, tapi ia tidak bisa menipu instruktur.

“Aku mengetahuinya bahwa kau lapar. Duduklah di sampingku! Aku telah membawa banyak makanan, cukup untuk memberi makan dua mulut. “

“Terima kasih Pak”

“Cukup dengan kerendahan hatimu! Ini adalah kehormatan bagiku untuk dapat makan siang bersama calon petualang besar sepertimu, Weed-nim. Aku yakin, suatu saat pasti dirimu akan sukses, terkenal sampai di luar Citadel of Serabourg ini. Ketika hari itu datang, ingatlah aku! “

“Ya pak. Aku  pasti akan ingat. “

Setelah sedikit menyanjung instruktur, Weed menikmati makan siang bersama-sama dengan dia. Pemandangan yang cukup menyedihkan baginya, namun ia bersyukur bahwa dengan sedikit usaha, dia bisa mengisi perutnya.

Lagipula dia tidak merayu pria nyata. Apa yang salah dengan mencoba akrab dengan NPC yang memiliki kecerdasan buatan?

Selain meningkatnya stats Weed, dia juga telang meningkatkan keakraban dengan instruktur. Hal tambahan tersebut cukup mengagumkan.

Sementara Weed sibuk melahap makan siang, instruktur tiba-tiba bertanya, “omong-omong, bagaimana pendapatmu tentang Sculpture Mastery?”

Sculpture Mastery? Apa itu Sculpture Mastery?

Weed mengunyah segenggam nasi dan menelannya sebelum ia bertanya kembali, “Apa yang kau maksud dengan Sculpture Mastery?”

“Saya hanya ingin tahu pendapatmu. Aku ingin tahu bagaimana pendapatmu tentang Sculpture Mastery secara umum, “kata instruktur.

Pada saat itu, Weed segera memutar otak meskipun itu menjadi tak masuk akal untuk mencoba mengubahnya ke nilai numerik, dikalikan sekitar lima.

Sejauh ini aku tahu bahwa instruktur adalah seorang yang berpikiran sederhana dan pendek. Dia dengan tulusnya percaya bahwa pedang itu tak terkalahkan, dan menurutnya adalah sebuah kemulyaan bnaginya untuk latihan tanpa henti sampai keluar keringat di Training Hall. Dan sekarang dia meminta pendapatku tentang Sculpture Mastery?

Begitu Weed mengumpulkan ide di pikirannya, dia mengerutkan kening.

“Instruktur yang terhormat! Aku tidak percaya kau bahkan berani menyebutnya. Aku adalah seorang pendekar pedang. Apakah kau meminta pendapatku atas hal semacam itu, ya Tuhan, tolonglah, Sculpture Mastery? Aku kecewa mendengarnya. Ini adalah jawabanku, tidak pernah terlintas sekalipun dipikiranku hal seperti kerajinan rendah semacamnya. “

Meskipun Weed membalas dengan nada menyinggung, yang mana dalam situasi seperti ini seharusnya membuat instruktur marah, instruktur tiba-tiba malah bertepuk tangan gembira.

“Aku tahu kau akan berkata begitu!”

“Ini diluar dari pertanyaan. Hal-hal seperti Sculpture Mastery hanyalah kesalahan yang mengerikan dari Tuhan yang tidak pantas kita berdua perhatian. Mengapa saya, seorang pendekar pedang, harus memikirkan itu? “

“Mengobrol denganmu sungguh menyenangkan, Weed-nim” Weed merasa bahwa, meskipun itu tak terlihat, persahabatannya dengan instruktur naik ke tingkat yang lebih tinggi pada saat itu.

Ini adalah cara untuk berteman dengan seseorang. Kau tidak perlu menumpahkan darah dengan mereka. Kau tidak perlu menghambur-hamburkan waktu dan uang pada mereka. Yang perlu kau lakukan hanyalah bergabung dengan mereka dan berbicara buruk tentang sesuatu atau seseorang seketika itu juga, dan itu akan meningkatkan simpati mereka.

Weed mengharapkan instruktur untuk mengubah topik pembicaraan, tapi ia mengusap bagian belakang kepalanya dan tetap membicarakannya.

“Menurut kabarnya, seorang pria tak dikenal yang menguasai teknik patung dan mengukir sinar bulan,” kata instruktur.

“Saya ragu, Pak. Sebuah rumor selalu rentan terhadap keraguan. Bagaimana mungkin ada orang bisa belajar Sculpture Mastery dan mengukir sinar bulan? Mungkin itu cuma kerikil dengan bentuk sebuah bulan? “Kata Weed dengan riang.

“Kau berpikir seperti itu juga? Tapi saya diberitahu oleh pendahulu saya. Nama beliau adalah Mellium, saat ini ia seorang Royal Knight … “

Sculpting dianggap sebagai skill yang sia-sia, tidak lebih dari pemangkasan blok kecil kayu untuk membuat ornamen cantik.

Rumor mengatakan bahwa jika kau meningkatkan Skill tersebut melampaui tahap tertentu, Kau dapat membuat senjata proyektil logam. Tapi itu pasti salah satu dari Skill usang dan tidak ada orang yang peduli mempelajarinya.

“Setelah Weed mendengar hall tersebut,  pertanyaan mengenai Sculpture Mastery mulai membuatnya tertarik. Tak diragukan lagi pasti kerajinan tidak mungkin menyaingi pedang kita dalam keadaan apapun, tapi apakah kau yakin akan kebenaran rumor tersebut? Aku meminta bantuanmu karena kau adalah seorang pria yang dapat dipercaya. Jika kau menerima permintaan saya, saya akan senang mendengarnya, “kata instruktur.

Kemudian pesan pop-up muncul di depan mata Weed ini.

Ting

Seorang Pematung Misterius Dikabarkan Telah Mengunjungi Royal Palace:

Sebuah rumor bahwa seorang pria yang telah menguasai seni patung mengukir cahaya bulan telah dianugrahi gelar bangsawan di istana Rosenheim Kingdom untuk waktu yang lama. Cari tahu kebenaran rumor tersebut untuk menentukan apakah itu benar atau tidak!

Tingkat kesulitan : E

Syarat Quest:

Bersahabat dekat dengan instruktur dan hanya tersedia bagi mereka yang belum mempelajari skill Sculpture Mastery

Diakui dapat diandalkan oleh instruktur dalam hasrat untuk Sword Mastery.

Weed hampir berteriak kegirangan. Nalurinya mengatakan bahwa Quest ini adalah yang paling langka dari yang langka.

Hal ini dikarenakan harus memenuhi kondisi yang sangat sulit untuk memulainya. Bersahabat dekat dengan instructor, siapa yang bakal memikirkan itu?

Sebagian besar pemain  pada umumnya bahkan tidak tahu lokasi Training Hall, apalagi mengunjunginya ketika mereka memperoleh keterampilan baru, mereka tidak perlu datang jauh-jauh untuk berlatih dengan orang-orangan sawah. Selain itu, adalah hal yang langka untuk menemukan orang yang mau membuang-buang waktu memukul orang-orangan sawah berulang untuk meningkatkan stats secara brutal seperti itu, seperti yang telah dilakukan Weed.

Jika kau menggali cukup dalam, kau mungkin menemukan beberapa pemain seperti itu, tetapi dalam kasus Weed, ia telah menghabiskan hampir seluruh dari tiga minggu terakhir dengan orang-orangan sawah. Siapa lagi yang bisa berjuang sekeras itu?

Berbicara tentang bersahabat dekat dengan instruktur, hampir tidak mungkin untuk mencapainya kecuali seseorang seperti Weed yang mendekatinya, menjilat hanya untuk mendapat bagian dari makan siangnya.

Bahkan dengan semua kondisi di atas terpenuhi, kau masih harus memulai petualangan baru di Citadel of Serabourg di Rosenheim Kingdom melalui segala rintangan, terlebih lagi kau harus menemukan saat yang tepat untuk bergosip tentang Sculpture Mastery bersama dengan instruktur.

Ini bagus. Aku hamper saja bangkrut dan mati kelaparan. Pada tingkat kesulitan E, Quest ini sepertinya sangat mudah untuk diselesaikan.

Weed mengangguk pada instruktur.

“Saya merasa terhormat untuk menerimanya. Meskipun saya tidak percaya semua omong kosong itu, saya akan mencari tahu apa itu ukiran sinar bulan. “

Anda Menerima Quest

“Aku menghargai hal itu Weed-nim. Aku mempercayakan kau dengan tugas ini. Ambillah uang ini sebagai pengawal, “kata instruktur, menyerahkan dua silver. “Aku memberikan saran padamu: kunjungi toko patung terlebih dahulu dan kumpulkan informasi dari sana”

Sepotong rye bread, rasanya hambar tpi sudah cukup untuk mengisi perut, dan harganya tiga copper. Karena koin silver senilai dengan seratus koin copper, adalah aman untuk mengatakan bahwa Weed baru saja menerima setara dengan enam puluh enam buahrye bread untuk mengawali quest, ditambah kembalian.

Ia yakin bahwa setelah pencarian selesai, dia bisa berharap imbalan lebih dari instruktur.

“Bagus! Aku tidak perlu khawatir kehabisan roti untuk saat ini. ”

Bertahun-tahun pengalaman hidup terlantar dan kelaparan membuatnya tak ingin merasakan kekurangan gizi.

 

Translator / Creator: alknight