December 29, 2016

The Legendary Moonlight Sculptor – Volume 9 – Chapter 6: A Man’s Romance

 

Weed dengan lembut membuka matanya dan melihat api unggun menyala didekatnya.

“Apa ada yang selamat?”

Meskipun dia tak punya kekuatan lagi dan HPnya tersisa sedikit, dia tidak mati.

Kamu telah terjangkit flu

Kekuatan fisik menurun 36%

Efek skill menurun 40%

Dengan beristirahat, tubuhmu akan stabil dan kembali normal.

Sisa-sisa dari flu masih ada dalam tubuh. Jika kau terlalu membebani dirimu sendiri, kesempatan flu itu kembali sangatlah tinggi.

Dia mengatasi flu yang dia pikir dia akan mati karenanya. Udara hangat mulai memenuhi gua itu.

Udara dingin masuk?

Dia melihat langit-langit gua tersebut runtuh, sepenuhnya memblokir jalan masuk dengan batu yang besar.

“Jejak-jejak ini?”

Gemetar, Weed mengkonfirmasi langit-langit yang runtuh tersebut.

Ketika dia mengkonfirmasi bahwa langit-langit telah runtuh, Weed gemetar dalam teror.

Sebuah skill kuat telah sepenuhnya menghancurkannya.

Dia benar-benar berniat menguburku hidup-hidup!

Seolah-olah dengan paksa menyuapi dia dengan makanan tidaklah cukup, Seoyoon ingin mengubur dia hidup-hidup.

Weed membaringkan dada telanjangnya.

“Entah bagaimana, aku hidup. Melarikan diri sangat sulit untuk dilakukan.”

Jalan masuk sepenuhnya terblokir dan meskipun dia menggunakan skill memahat miliknya untuk memotong batu dan logam sedikit demi sedikit, melarikan diri tampaknya mustahil.

Dalam skenario kasus terburuk dia bisa memanggil Bingryong. Tak peduli seberapa bodohnya Bingryong, batu-batu ini bisa dengan mudah dibersihkan.

Area tersebut tetap tersumbat batu, dan lubangnya tidaklah cukup besar untuk seseorang bisa lewat, tetapi kau bisa menghirup udara segar melalui lubang itu,

Tiba-tiba, Weed memiliki kekhawatiran lain.

“Alveron! Apa yang terjadi pada Alveron?”

Alveron juga sama menderita karena flu yang parah. Para Priest memiliki berbagai skill yang menyediakan banyak dukungan. Terlebih lagi, dia adalah seorang kandidat High Priest untuk Order of Freya.

Jika dia mati akan ada konsekuensi yang serius.

Bukan hanya dia gagal dalam quest tersebut, tetapi dia juga akan kehilangan poin kontribusi pada Order of Freya.

Itu adalah hasil yang terburuk.

“Dia mutlak tak boleh mati!”

Weed pergi lebih jauh kedalam gua untuk memeriksa kondisi Alveron yang berbaring.

“Kau hidup.” Weed memeriksa kondisinya dan merasa lega.

Alveron yang bertahan dari dingin tersebut, tersenyum. Meski demikian, itu bukanlah alasan yang cukup bagus untuk mengabaikan penyakit flunya.

Dia melihat sebuah bentuk aneh di lantai.

Weed menyentuhnya dengan menepuknya menggunakan kaki.

“Apa ini?”

Dilantai tertutupi dengan mantel tebal yang panjang. Itu adalah mantel yang tidak dia lihat sebelumnya, tetapi ada sesuatu yang menonjol didalamnya. Berbentuk manusia.

“Aku tidak berpikir itu adalah seekor monster?”

Weed terkejut melihat jubah yang keluar. Weed terkejut pada apa yang dia lihat setelah mengintip dibawah mantel tersebut.

Seoyoon basah dengan keringat dingin dibawah mantel tersebut!

Weed berspekulasi.

“Meskipun dia tidak menguburku hidup-hidup, namun dia menyiksaku.”

Ketika Weed terbaring karena flu, Seoyoon bisa saja melakukan pelecehan kapanpun.

Sungguh trik yang jahat!

Alveron, yang mengurus Weed juga terjangkit flu, meninggalkan semua tanggung jawabnya pada Seoyoon.

Dia menghabiskan berjam-jam diluar untuk mengumpulkan kayu bakar. Dia berpikir bahwa Weed dan Alveron mungkin mati, jadi dia membuatkan mereka makanan, tetapi lupa untuk membuat makanan untuk dirinya sendiri. Ditengah-tengah hal itu, dia merasa tubuh fisiknya melemah.

Sedikit merasa dingin. Jika dia kembali untuk beristirahat, dia tidak akan sakit.

Namun, Alveron baik-baik saja sampai batas tertentu, tetapi Weed berada di ambang kematian, jadi Seoyoon merawat dia sepanjang malam. Dia mengganti kain di kepalanya dengan kain yang dingin,  dan menjaga api tetap menyala.

Karena dia tak bisa beristirahat, penyakit flu Seoyoon memburuk dan dia pingsan. Weed memikirkan situasi yang berbeda dan mengeluarkan teori.

“Aku yakin itu adalah untuk melecehkan aku!”

Ngomong-ngomong, Weed selamat.

Weed mengeluarkan alat-alat memasak dari ranselnya. Dia hendak membuat makanan yang akan mengisi staminanya.

Ini adalah saat yang baik untuk memasak. Weed menggunakan Belut, Sashimi, dan Goldfish untuk membuat sup.

Bouillabaisse. (Nama Hidangan Perancis)

Belut, dan beberapa ikan lainnya adalah beberapa bahan yang digunakan untuk membuat Hidangan Perancis ini. Memakan makanan sehat ini sangat luar biasa jika untuk meningkatkan pencernaan.

Dirumah, seseorang bisa merasakan rasa yang nikmat dari seafood, tetapi karena mereka tak memiliki perlengkapan yang diperlukan, makanannya tak sempurna.

Weed menatap Alveron dan Seoyoon yang sakit dan memberi mereka Bouillabaisse.

“Sekarang aku merasa sedikit lebih baik.”

Keegoisan yang ekstrim.

Seorang pria yang memasak dan memakan makanannya sendirian kehilangan nafsu makannya, dan karena dia acuh tak acuh, itu menjadi lebih sulit untuk makan.

Tetapi kau harus selalu makan makanan lezat saja! Misalnya menghancurkan pohon apel akan mengakhiri dunia, Weed tetap akan memakan apel-apel tersebut.

Jika dia harus memilih antara menghancurkan dunia atau harus menanam pohon apel, Weed akan segera memilih pohon apel dan memakan semua buahnya sendirian.

Kamu telah memulihkan Stamina dan Vitality mu.

Bouillabaisse meningkatkan resistensi dingin sebesar 15%. Weed membagi makanannya untuk Alveron dan dirinya sendiri.

“Makan ini, sehingga kau akan memulihkan HPmu lebih cepat. Kemudian kita bisa kembali bekerja.”

Setelah itu adalah Seoyoon.

“Aku pasti akan membayar hutangku.”

Balas dendam karena diberi makan makanan yang sulit untuk dimakan.

Weed memasukkan garam, cabe, dan bawang putih kedalam Bouillabaisse yang tersisa. Tetapi dia menjadi pilu ketika dia melihat wajah Seoyoon.

Dia terjangkit flu dan tak sadarkan diri tetapi bahkan wajah tidurnya sangat cantik.

Kulit bersihnya benar-benar tanpa kecacatan. Hidung mancung dan bibir merah. Titik-titik keringat memenuhi hidung dan keningnya.

Sungguh sempurna garis leher dan garis tulang selangka miliknya! Tak peduli dimanapun, tak ada area yang jelek. Keharmonisan sempurna telah tercapai dalam kecantikannya yang menstimulasi!

Pesona mengalir dari matanya, yang mana sedikit terbuka karena rasa pusingnya. Seoyoon memiliki kecantikan yang seperti peri bahkan ketika tidur.

Aku akan menahannya untuk sekarang ini. Tak peduli bagaimana itu disajikan, aku hidup dengan memakan makanannya. Dan kurasa ada alasannya bumbu-bumbu yang berharga disia-siakan.

Dia mengangkat tubuh bagian atas Seoyoon dan menyuapkan sesendok Bouillabaisse kedalam mulutnya. Weed merasa hatinya tertahan saat melihat Seoyoon yang makan dengan matanya tertutup.

҅Meskipun aku harus membalas dendam… Meskipun aku harus makan makanan menjijikkan itu…҆

Dia makan dan beristirahat hari itu. Hal itu untuk memulihkan staminanya yang telah habis yang disebabkan karena penyakit.

Weed merasa segar setelah beristirahat penuh selama sehari. Namun, karena Seoyoon dan Alveron masih terbaring karena demam mereka yang parah, Weed tak bisa kembali ke aktivitasnya.

Flu yang mengerikan ini. Masih belum menghilang.

Kekuatan dari Valley of Death.

Itu adalah sebuah tempat yang bahkan lebih sulit karena mereka harus bertarung, bukan hanya dengan monster, tetapi juga dengan rasa dingin.

Untuk saat ini dia akan memasak makanan sedikit demi sedikit sampai tubuhnya kembali normal, dan akan beristirahat sambil mengukir patung.

Adegan romantis dari mengukir patung dari bentuk tidur Seoyoon didalam sebuah gua kecil.

Ini tidaklah terlalu buruk.

Weed puas saat dia melakukannya. Bagaimanapun juga, itu bukanlah hal yang biasa untuk mencuri-curi pandangan pada bentuk tidur dari seorang gadis secantik Seoyoon.

Dia tidur ditempat yang sama dengan seseorang yang cantik, dan juga kebahagiaan dari menyuapi dia makanan 3 kali sehari sambil menopang kapalanya. Weed menikmati situasi tersebut yang diimpikan setiap pria.

Setelah mendapatkan kembali kesadarannya, Seoyoon mencoba untuk tidak makan karena rasa malunya. Pipinya menjadi merah cerah dan dia dengan cepat mengedipkan matanya. Dia jelas-jelas mencoba untuk menentang perawatnya, tetapi Weed tidak akan mundur.

Sebanyak yang telah dia lalui, dia tidak mau untuk terlihat seperti seorang penurut.

“Kamu sudah memakan ini sebelumnya.”

“……”

Karena itu sudah dimasak, dia tak punya pilihan selain memberikannya pada Seoyoon! Wanita adalah salah satu dari banyak godaan bagi pria.

Hanya tangannya kecil dan lembut.

Itu akan menjadi sebuah strategi brilian untuk mencoba dan menggunakan efeknya.

Seoyoon sedikit membuka mulutnya dan makan makanan yang disuapkan padanya. Setelah menyuapi dia beberapa kali, dia menjadi terbiasa untuk disuapi.

Meskipun aku sering menyuapi dia kemarin.

Weed teringat masa lalu lagi.

Setelah kematian orang tuanya, dia secara langsung membesarkan adiknya. Sementara jarak usia diantara kedua bersaudara itu tidaklah jauh, saat itu sudah besar.

Ketika adiknya masih kecil, masalah terbesarnya adalah makanan. Mereka tak memiliki hidangan sampingan yang layak, dan ketika saat-saat yang benar-benar sulit, mereka makan nasi yang ditaburi garam pada malam hari.

Dalam kebanyakan keluarga semiskin keluarganya, mencari bantuan dari pemerintah atau lembaga pelayanan masyarakat. Mereka biasanya menyediakan kebutuhan yang paling dasar untuk bertahan hidup.

Namun, pemerintah biasanya hanya memberi asupan dasar, seperti beras.

Orang-orang yang mengendalikan ekonomi sangat pesimis tentang nenek miskin dan kedua bersaudara yang masih muda yang tinggal bersamanya.

Itulah sebabnya, untuk mengirim mereka ke panti asuhan atau memisahkan mereka melalui adopsi,  mereka tak menyediakan bantuan.

Karena hal itulah, mereka hanya memiliki nasi dan garam untuk dimakan. Tentu saja, si adik mencoba untuk tidak makan.

“Makanlah. Jika kamu memakan sesuatu, perutmu setidaknya akan kenyang.”

Saat dia menggatakan hal ini, Weed mendapatkan tanggung jawab untuk menyuapi dia. Weed secara tak sadar mulai menyuapi Seoyoon makanan dengan tulus. Dia juga mengelus rambutnya.

“Makanlah yang banyak.”

“………”

Seoyoon seketika menjadi kaku!

Setelah dia makan makanannya tanpa mengatakan apa-apa, dia berbaring dan tidur lagi. Menghadap dinding, dia tak perlu mengatakan apapun sementara wajahnya menjadi lebih merah daripada buah kesemek.

— Kakak, apa yang kamu lakukan sekarang?

Kemudian, sebuah whisper datang dari adiknya.

Weed terkejut seperti seorang kriminal yang tertangkap basah. Itu karena kehadiran Seoyoon.

Meskipun hal ini karena quest, dia tak pernah tertangkap berduaan dengan seorang gadis, bahkan dalam mimpinya.

Jika seseorang bertemu seorang gadis, itu akan mengeluarkan uang. Kemewahan dan kesenangan,  cara yang mudah untuk pengeluaran yang berlebihan.

Dalam upaya untuk menghemat bahkan sedikit lebih banyak, kau harus hidup sebagai seorang bujangan.

Itulah penampilan luar Weed dalam kehidupan. Seperti itulah seberapa jauh dia menjauhkan dirinya sendiri dari wanita saat dia tumbuh.

Weed menjawab adiknya.

— Aku berada ditengah-tengah penjelajahan.

Biasanya, orang harus bertemu dan menambahkan masing-masing sebagai teman sebelum bisa saling mengirim whisper. Namun, anggota keluarga bisa segera mengirim dan menerima whisper.

— Penjelajahan? Apakah itu berkaitan dengan quest?

— Itu benar.

— Quest macam apa itu?

Yurin menunjukkan ketertarikan yang besar. Karena belum lama sejak dia mulai bermain Royal Road, dia terkubur dalam quest-quest.

— Hmm, biasa saja. Aku pergi sedikit ke wilayah utara.

— Wilayah utara? Kudengar bahwa disana nyaris tak ada seorangpun yang bisa pergi kesana, dan orang-orang disini mengatakan hal yang sama? Itu adalah sebuah tempat yang sangat dingin. Apa kamu baik-baik saja, kak?

— Tentu saja. Jika itu adalah tentang rasa dingin ini, aku bisa melepaskan jubahku karena panas. Aku bahkan menghancurkan es dan mandi beberapa saat yang lalu. Ahchoo!

— Kakak, bukankah kamu batuk barusan?

— Tidak, apa yang kamu katakan! Ini sangat panas hingga aku meneteskan keringat dari keningku.

Weed membesarkan api dan mendekat dan duduk sambil berbicara. Membual dan menyombong.

Bahkan jika dia akan mati, dia tidak akan pernah menunjukkan kelemahan didepan adiknya. Dia ingin memberi kesan dari seorang kakak yang kuat.

— Aku mengerti. Jika kamu mengerjakan quest di wilayah utara, itu pasti sulit.

— Tidak, sesuatu dilevel ini bukanlah apa-apa.  Aku selalu mengerjakan quest setingkat ini.

Huhu. Weed tertawa dengan lantang.

— Kalau begitu, quest macam apa yang kamu kerjakan?

— Aku mencari “Valley of Death” di wilayah utara dan menyelidiki harta yang ada disana, dan aku menaburkan benih. Yang lebih penting lagi, bukankah ini sudah 4 minggu untukmu? Bisakah kamu meninggalkan kota sekarang?

— Ya, hari ini sudah 4 minggu.

— Selamat. Sepertinya kamu sekarang bisa bepergian ke Benua Versailles yang luas sesuai keinginanmu. Berhati-hatilah jangan meremehkan bahkan seekor kelinci sekalipun. Dan jangan mengganggu para serigala, karena mereka sangat kuat.

— Terima kasih, kak. Aku akan berhati-hati.

— Ngomong-ngomong, apa profesimu?

Weed menaruh beberapa harapan pada dia.

Era macam apa saat ini? Kebanyakan keluarga sudah biasa memiliki pendapatan ganda. Ini adalah sebuah dunia dimana sebuah keluarga tak akan bisa bertahan dengan satu sumber pendapatan!

Kenyataannya adalah Weed, sendirian, bisa mengirim adiknya ke universitas, dan mendapatkan cukup uang untuk mendukung gaya hidup mereka saat ini. Dia menunjukkan pemikiran yang hemat melalui membuat apapun yang dia butuhkan, dan menjual semua item-item miliknya. Selain itu untuk menambah pendapatan dia mengumpulkannya melalui quest dan Hall of Fame, pendapatan dari gold membuat dia agak kaya.

Namun, jika mereka menjadi sebuah keluarga berpendapatan ganda, mereka bisa mencari lebih banyak uang daripada yang mereka miliki.

Aku akan senang jika itu bukanlah sebuah profesi yang aneh seperti milikku.

Adiknya menjawab.

— Profesiku! Aku mendapatkannya dari quest berantai yang aku peroleh melalui asosiasi yang sangat tidak biasa. Bisakah kamu percaya bahwa aku mendapatkannya melalui sebuah quest yang diberikan oleh pemilik restoran setelah aku selesai mencuci piring?

— Aku mengerti.

Tiba-tiba, quest yang instruktur berikan padanya muncul dalam pikirannya. Quest berantai yang dia dapatkan saat dia makan bekal instruktur.

— Begitulah bagaimana aku mendapatkan profesi dari “Aqualight Painter”.

Wajah Weed berubah suram.

— Aqualight Painter?

— Ya. Itu adalah sebuah profesi rahasia.

— ……….

Weed merasa seolah-olah dunia telah hancur.

Tampaknya takdir kita tidak akan mengijinkan kita untuk mendapatkan sebuah profesi yang normal!

 Aqualight Painter.

Hanya mendengar namanya membuat profesi tersebut yang bisa mendapatkan sebuah keberuntungan yang tak dapat diperoleh.

Setidaknya dengan sebuah profesi yang berkaitan dengan petualangan, seperti Grave Robber, seseorang bisa mendapatkan beberapa item dan mendapatkan uang. Namun, kedua bersaudara itu berakhir dengan sebuah profesi yang berkaitan dengan seni. Dan, dalam kasus adiknya, gelar “Legendary” bahkan tidak ada.

“Aku bisa mendapatkan uang sendiri. Hal itu tidak seperti aku punya harapan yang besar sejak awal. Jika itu adalah sebuah profesi dimana dia bisa bersenang-senang,  tak masalah.”

Namun, profesi yang berkaitan dengan seni tidaklah biasa, jadi adiknya bisa mendapatkan perjalanan yang cukup menyenangkan.

— Lebih dari itu, aku benci dingin, jadi kurasa itu akan terlalu berlebihan bagiku untuk pergi kesana.

— Kemungkinan besar itu akan sulit. Jika Vitality milikmu rendah, maka kamu akan segera mati membeku.

— Aku mengerti.

— Namun, jangan kecewa. Aku akan memperkenalkan padamu beberapa orang yang bisa membantumu.

— Siapa mereka?

— Para Geomchi. Jika itu adalah mereka, mereka mungkin bisa banyak membantumu. Para Geomchi saat ini berkeliaran diseluruh benua, melaksanakan pelatihan bebas. Jika kamu menghubungi mereka, mereka akan mengesampingkan segala hal dan datang untuk membantu. Orang-orang itu mungkin akan memberimu beberapa equipment dasar yang sesuai. Aku akan menyelesaikan hutangnya setelah itu, jadi jangan khawatir dan dapatkan apa yang kamu inginkan.

— Ya, aku mengerti. Tapi kak, bukankah kamu mengatakan bahwa kamu memiliki teman-teman yang sering berburu bersamamu?

— Apakah yang kamu bicarakan adalah Pale-nim, Irene-nim dan Surka?

— Ya, kenalkan orang-orang itu padaku juga.

— Tentu aku akan mengenalkan kamu. Aku akan memberitahu mereka untuk menghubungimu nanti. Meskipun mereka tak bisa menemuimu karena mereka jauh.

— Jarak bukanlah masalah…. Ngomong-ngomong, aku mengerti. Kalau begitu, kurasa aku harus keluar kota. Aku akan mengirim whisper padamu nanti.

— Baiklah, berhati-hatilah terhadap para kelinci.

— Ya, Jangan khawatir tentang aku dan berhati-hatilah.

Setelah Weed selesai berbicara dengan adiknya, dia membawa beberapa kayu bakar untuk ditaruh pada api unggun, sambil berhati-hati agar langkah kakinya tidak menimbulkan keributan. Bahkan ketika dia sedang memasak makanan, dia menghabiskan waktu ekstra agar tak membuat keributan. Hanya saat dia memahat, suara kecil bisa terdengar.

Dengan cara ini, dua minggu berlalu dan tubuh Alveron pulih.

“Weed-nim,  aku memalukan.”

“Jangan khawatir, tak masalah.”

“Karena staminaku telah pulih, kupikir aku bisa mengeluarkan kekuatan suci.”

“Oh, itu melegakan.”

Weed menganggukkan kepalanya.

Jika seseorang memiliki akses privat pada sihir penyembuhan, itu jauh lebih mudah untuk menyingkirkan penyakit.

“Oh Dewi Freya, bersihkanlah rasa sakit dan stress dari mereka yang mengikutimu dan bergantung padamu. Cure Disease.”

Pertama-tama Alveron menggunakan sihir Cure Disease pada Weed.

Karena kekuatan suci, kemampuan resistensi fisik terhadap penyakit meningkat.

Sebagian besar penyakit bisa disembuhkan.

Flu telah disembuhkan.

Kemampuan fisik kembali normal.

• Resistensi terhadap dingin secara permanen meningkat 2%

• Resistensi terhadap sihir es secara permanen meningkat 0.2%

Bersama dengan penyembuhan flu tersebut, Weed mendapatkan sedikit resistensi permanen terhadapnya. Alveron menggunakan sihir yang sama pada Seoyoon dan dirinya sendiri.

Karena mereka mengalami flu yang lebih parah daripada Weed, sihir itu tidak menyembuhkan mereka secara penuh.

Tetapi setelah makan makanan yang bagus untuk kesehatan dan beristirahat selama sehari, mereka bisa bergerak lagi.

“Itu adalah flu terburuk yang pernah terjadi.”

Weed memindahkan batu yang memblokir pintu masuk gua. Sekarang, sudah saatnya untuk membuat para monster dari Valley of Death merasakan kepahitan.

****

Zephyr menguap.

“Hoaaam! Sungguh membosankan.”

“Tetap saja, kau memburu banyak monster.”

Hwaryeong berkata saat dia mengepang rambutnya menjadi dua kepangan.

“Tak seperti kita yang biasanya. Itu benar-benar kesenangan yang sebenarnya ketika berburu bersama Weed-nim.”

“Benar, itu adalah pengulangan tanpa akhir dari menyerang dan menyerang.”

“Ketika aku memikirkannya lagi, aku merasa seolah-olah tubuhku masih penuh dengan perban.”

Perburuan kematian yang mereka lakukan selama 8 hari ketika mereka bersama Weed dan para Geomchi! Ingatan menakutkan dari pekerjaan yang keras menjadi indah saat waktu berlalu. Setelah itu, kebanyakan perburuan tidak terasa melelahkan.

Menatap monster Skeleton Knight yang berlari kearah mereka, Romuna mendengus.

“Sesuatu seperti ini sangatlah mudah.”

“Aku tidak merasa bersemangat seperti aku yang biasanya.” kata Surka, saat dia memukul wajah Skeleton Knight dengan tinjunya yang imut.

Ketegangan yang membuat tulang punggung dan leher seseorang merasa dingin! Ketegangan semacam itu telah menghilang.

Sekarang, mereka mengobrol sambil berburu monster dan bahkan ketika monster-monster muncul dari suatu tempat saat mereka beristirahat, mereka tidak terkejut.

Romuna, si Mage, bergerak diantara para monster, membutakan mereka dan merapal magic.

Panah Pale tak pernah meleset, dan dia bisa menembakkan 3 panah pada saat yang sama dan membuat panah-panah itu menyerang target yang berbeda.

Dalam kasus Hwaryeong, dia sekarang bisa memperbaiki makeup miliknya ketika bertarung dengan seekor monster.

Zephyr berkata, “Irene-nim. Ini membosankan. Beri Blessing pada para monster. Kupikir aku akan tertidur karena kebosanan.”

“Baik, akan aku lakukan. Aku akan melakukannya untuk skill mastery. Kekuatan yang akan mengobarkan kehendak bertarung seseorang, akan mengeluarkan kekuatannya sampai melampaui batas seseorang. Seluruh party akan semakin kuat.”

Irene meningkatkan Strength para monster. Dia meningkatkan kemampuan mereka sebesar 20%.

Meskipun seorang Priestess meningkatkan Strength monster, tak ada tambahan exp poin yang diberikan, ataupun menjatuhkan item-item spesial.

Hanya untuk kesenangan.

Untuk mendapatkan kesenangan lebih banyak dalam bertarung, Irene dan partynya meningkatkan kemampuan para monster.

Wajah Seechwi menjadi biru pucat.

“Kalian dasar para monster!”

Dia tak pernah berpikir dia lebih lemah dari siapapun juga. Tetapi, Skeleton Knight adalah monster diatas level 320. Mereka tak mudah untuk diburu bahkan dengan sebuah party.

Mereka memburu monster-monster semacam itu dengan cara yang sangat berbahaya.

Seechwi menjadi sangat waspada.

“Unni, sekarang.”

“Ya, baiklah! ChiChik!”

Pada sinyal Surka, seechwi menerobos masuk kedalam kelompok Skeleton Knight.

Bagi seseorang dengan level rendah seperti dirinya, dia hanya bisa mengambil item-item.

Mengambil item-item sambil bergerak diantara para Skeleton Knight.

Karena jumlah monster yang banyak, itu tidaklah mudah. Dan karena mereka tidak sukses dalam setiap perburuan, mereka harus mendapatkan semua item ketika mereka tersedia.

Meskipun dia memiliki profesi sebagai Orc Commander, statistik Charisma atau Leadership miliknya tidak memberi banyak manfaat pada party tersebut karena perbedaan level mereka yang besar.

Sampai pada poin maningkatkan damage fisik sebesar 3% dan tingkat pemulihan sebesar 2%!

Kemampuan miliknya akan memiliki efek yang lebih besar jika dia memimpin para Orc, tetapi dia adalah satu-satunya Orc dalam kelompok tersebut.

****

Tetapi siapa yang sangka bahwa seorang gadis pelukis yang tampak lembut akan mau memukuli para kelinci tanpa ampun?

“Mati, mati!”

Ketika para kelinci beristirahat, Yurin menggunakan kakinya untuk menghajar mereka. Mereka bekerja untuk mendapatkan uang saat siang hari dan berburu pada malam hari.

Berburu di malam hari adalah untuk mengumpulkan lebih banyak exp poin. Tetapi Yurin yang merupakan seorang Painter, HP dan serangannya tidaklah sangat kuat. Itu sulit bagi dia hanya untuk memburu seekor kelinci.

“Berburu jauh lebih sulit dari yang aku pikirkan.”

Setelah memburu kelinci, dia beristirahat.

Sebelum dia naik level, berburu sangatlah sulit bagi dia bahkan ketika dia memiliki equipment yang bagus. Pada saat itu, dia mendapatkan whisper dari Pale.

— Halo. Aku Pale.

— Ya. Halo.

Yurin dengan sopan menyapa dia. Yurin selalu bertindak sopan terhadap orang yang tidak dia kenal.

— Kamu adiknya Weed-nim, kan? Aku temannya Weed-nim yang selalu berburu bersamanya sejak kami masih pemula.

— Ah, orang yang terampil dalam menembakkan panah!

— Hahaha! Tampaknya Weed-nim sudah cerita tentang aku. Terampil dalam menembakkan panah, itu berlebihan. Apa dia mengatakan sesuatu yang lain?

— Ya, dia bilang padaku agar tak pernah menggodamu. Karena kamu sangat pemalu.

— Ah, begitukah. Aku sedikit pemalu. Selain itu….?

— Aku mendengar kamu kadang-kadang bermain sendirian menggali ditanah.

— Kuuk!

Yurin dengan senang berbicara dengan teman-teman Weed. Cara Pale yang lembut dan sopan dalam berbicara memberi Yurin perasaan bahwa Pale adalah orang yang baik.

“Tetap saja, untuk berburu dengan Oppa, aku bahkan belum bisa melakukannya.”

Diluar kecemburuan, dia berlagak bahwa dia tak punya niat yang buruk. Tetapi dia tersenyum, menikmatinya.

— Ngomong-ngomong dimana kamu?

— Rhodium.

— Kamu berada di City of Artists. Kami di Pegunungan Yuroki. Itu akan membutuhkan sekitar seminggu untuk sampai disana.

— Kamu akan datang kesini?

— Tentu saja. Jika ada sesuatu yang bisa kami bantu, akan kami lakukan.

— Kamu tak perlu melakukannya. Aku yang akan pergi kesana.

— Maaf?

— Bisakah kamu menjelaskan lingkungan sekitarnya?

Yurin mengeluarkan arang dan kertas dan menyiapkan dirinya untuk menggambar. Pale tak bisa berkata-kata pada ide Yurin yang tak masuk akal.

Berapa lama waktu yang diperlukan untuk datang ke Pegunungan Yuroki dari Rhodium?

Ditambah, karena monster-monster muncul berkelompok, Pegunungan Yuroki bukanlah suatu tempat yang bisa didatangi seorang pemula. Tetap saja, Pale menjawab pertanyaan Yurin.

— Dibelakang kami, ada 2 pohon yang tinggi. Ada batu didepan kami. Batu ukuran normal, berwarna abu-abu terang.

— Seperti apa dataran disekitarmu?

— Ada banyak rumput disekitar. Juga ada banyak bunga liar, ada lebih banyak lagi disebelah kanan. Sebuah gunung bisa kami lihat di kejauhan yang tak terlalu curam, dan ada banyak sekali pepohonan. Ada Kastil Dark Elf setelah melintasi sekitar 2 pegunungan.

— Cuaca?

— Cerah. Ada beberapa awan.

Pale bingung bahkan ketika dia menjelaskan lingkungan sekelilingnya.

“Pale, apa yang kau lakukan?”

Tanya Romuna.

“Aku tidak tahu. Yurin-nim memintaku untuk menggambarkan lingkungan sekeliling, jadi aku menggambarkannya untuk dia.”

“Apa dia penasaran dengan tempat ini?”

Romuna memiringkan kepalanya, tak bisa memahami.

Menilai dari pemandangannya saja, tempat itu cukup luar biasa. Ketika matahari terbit dipagi hari dan terbenam dimalam hari, tak ada yang lebih indah lagi.

Suasana ketika tempat itu berkabut atau hujan sangatlah hebat. Menatap hutan hujan, seseorang bisa jatuh kedalam pemikirannya sendiri.

Bagi mereka yang sensitif, itu adalah tempat terbaik untuk menghabiskan waktu mereka.

Zephyr mendekati Pale.

“Seperti apa suaranya?”

“Huh?”

“Apa suaranya lembut?”

Zephyr, yang belum memiliki pacar, secara alami penasaran tentang Yurin.

“Jika dia adalah adik Weed-nim, dia pasti memiliki kemampuan yang kuat untuk mempertahankan mata pencaharian. Dia tidak akan membuatku kelaparan dalam situasi apapun.”

 Sejauh ini, dia telah bertemu dengan berbagai wanita. Wanita cantik dan percaya diri!

Tetap saja, mereka sibuk memberikan nomor mereka ketika mereka mengetahui latar belakang Zephyr.

Zephyr tak mau bertemu dengan wanita seperti itu lagi. Seorang wanita yang bisa dia temui dari hati ke hati tanpa mempedulikan soal uang atau status.

Seperti seorang pria berhati naif yang baru memulai kencan, dia ingin mendapatkan seorang pacar.

Pale menatap Zephyr seolah-olah mengasihani dia. Ada hal-hal yang tak bisa dilakukan bahkan dengan wajah tampan, mata tajam, dan tutur kata yang jelas.

“Aku minta maaf. Zephyr-nim.”

“Hm?”

“Untuk mempersiapkan situasi semacam itu, Geomchi3-nim mengatakan padaku.”

Jantung Zephyr menjadi berat.

Dia teringat wajah kaku dan berotot milik Geomchi3.

Dia adalah seorang pria yang jauh lebih menakutkan didunia nyata daripada di Royal Road. Jika ada seorang Orc di dunia nyata, orang yang akan bisa menangkap Orc itu dengan mudah, itu pasti Geomchi3.

“Apa yang dia katakan?”

“Aku akan menyampaikan pesannya apa adanya. Jika seseorang berani menyentuh Yurin, dia akan membunuh pria itu.”

“………”

“Geomhachi mengatakan lebih dari itu. Dia mengatakan bahwa jika seorang pria membuat Yurin menangis, dia akan mematahkan tulang punggungnya.”

“………”

“Geomwuchi dan Geomwubakchi juga mengatakan sesuatu sebagai tambahan….”

Zephyr ingin menutup telinganya.

“A-Aku tak berani mendengarnya.”

Pale menatap dia seolah-olah mengasihani dia.

“Itu sulit bagiku untuk mengatakannya juga. Aku juga tidak mau mengingatnya. Jadi ketika aku mendengar sesuatu, aku hanya menambahkannya dalam jumlah.”

“Jumlah?”

“Mati 309 kali, jus sayuran 68 kali, opname setidaknya sebulan di rumah sakit 93 kali, tubuh bagian bawah lumpuh 30 kali, kematian yang tak bisa aku deskripsikan dua kali. Sesuatu yang tidak hidup maupun mati… Jika kamu masih mau, aku bisa memberitahumu seperti apa suara Yurin-nim.”

“Kuhuk!”

Zephyr akan menyerah pada Yurin sepenuhnya.

Kepercayaan dirinya untuk mendekati Yurin, yang seperti adik bagi para Geomchi, telah lenyap. Selain itu, jika dia berpikir dengan hati-hati,

Yurin adalah adik kandung Weed.

Jika dia mempertimbangkan pembalasan yang berlarut-larut yang datang dari Weed tak seperti pembalasan sederhana dan singkat dari para Geomchi, Yurin adalah seseorang yang sudah pasti tak bisa dia dekati.

Berdasarkan pada deskripsi Pale, Yurin melukis. Skill melukisnya tidaklah sangat bagus. Bukannya seni atau musik, dia adalah seseorang yang hanya fokus pada belajar akademik. Meskipun dia tidak memiliki bakat atau persepsi yang luar biasa, dia berusaha untuk sedeskriptif mungkin.

Dia mempertimbangkan seluruh posisi serta rincian dari mereka. Kurva lembut dan sensitifitas feminism tengah digambar dengan warna yang hangat. Dan, dia menyelesaikan lukisan sama seperti yang dideskripsikan Pale.

Yurin mengulurkan tangannya diatas lukisannya.

“Picture Teleportation!”

Skill spesial dari seorang Aqualight Painter. Pemandangan pada kertas itu mulai bergoyang.

Skill: Kamu telah menggunakan Picture Teleportation.

Maksimum MP berkurang setengah selama 4 hari.

Sebuah skill fantastis yang memungkinkan seseorang untuk berteleport kemanapun di benua asalkan seseorang bisa mengetahui geografisnya secara tepat. Pada lukisan itu, Yurin menggambar dirinya sendiri.

Ketika dia menggambar dirinya sendiri, tubuh fisiknya secara mistis menghilang dari dataran Rhodium.

Kaki, tubuh, dan akhirnya kepala. Jika Yurin menutup matanya sebentar dan membukanya lagi, dia akan bertemu Pale, Irene, Romuna, dan Hwaryeong.

Mereka terkejut melihat Yurin yang muncul secara tiba-tiba.

Bagi Zephyr atau Seechwi, dia tampak muncul dari tanah. Itu adalah skill spesial yang hanya bisa digunakan oleh para Aqualight Painter.

****

Weed memutuskan untuk secara menyeluruh memahami lingkungan sekeliling dari Valley of Death terlebih dahulu.

“Aku tak bisa menyelesaikan questnya secara langsung.”

Dia memiliki harapan yang tinggi karena dia bersama dengan Seoyoon dan Alveron. Tetapi sayangnya, ada masalah untuk menyelesaikan quest tersebut dengan cepat.

Para Ice Troll yang kuat adalah bagian dari alasan tersebut, tetapi iklim dan geografinya juga buruk.

“Setidaknya, aku harus memahami geografinya.”

Menahan rasa dingin, Weed terbang keatas Valley of Death menunggangi Bingryong. Dia bisa melihat seluruh Valley of Death setelah terbang tinggi di langit. Salju dan es menutupinya sampai garis pertemuan langit dan bumi.

Gunung, sungai, kota-kota membeku.

Mereka adalah bagian dari pemandangan spesial yang hanya bisa dilihat di langit dari Provinsi Utara.

Ada banyak tempat-tempat yang belum ditemukan di Provinsi Utara. Quest-quest yang bisa didapatkan dengan pergi ke kota-kota dan kastil-kastil sama seperti surga bagi para petualang.

“Jika mereka bisa menahan udara dingin ini.”

Weed membungkus tubuhnya dengan jubah sebanyak yang dia bisa. Meskipun dia memerintah Bingryong untuk terbang pelan-pelan, anginnya sangat kencang.

Jika dia tidak mau terjangkit flu lagi, dia harus mengakhiri pengamatan wilayah sesegera mungkin.

Weed fokus pada Valley of Death. Ditengah pegunungan, tempat yang tampak seperti sepasang ular yang panjang menjulur ditanah adalah Valley of Death.

Diatas gunung, ada monster yang seperti Ice Troll yang tak terhitung jumlahnya ditempatkan seperti para prajurit penjaga kastil. Hanya ketika dia mengalahkan mereka, dia bisa menyelesaikan questnya.

“Ujung dari lembah ini adalah tempat dimana kepala ular bertemu.”

Meskipun dia memperkirakan dengan matanya, panjangnya hanya sekitar satu kilometer.

Lembah itu sendiri tidaklah terlalu besar. Dan ketika mereka hendak melintasi sekitar sepertiga dari lembah tersebut, dia bisa melihat para prajurit dan knight yang membeku menunggu disana.

“Mereka adalah prajurit Niflheim.”

Disekitar kaki para prajurit, ada banyak senjata-senjata yang berkarat.

Whiiiing!

Pengamatan lebih lama akan berbahaya.

Kondisi badannya hampir memburuk, saat partikel-partikel es kecil mulai berhembus bersama dengan angin yang dingin.

“Lagipula, aku bisa memahami situasinya.”

Weed menghentikan pengamatan.

Dia menemukan sebuah gua yang lebih besar disekitar bukit terdekat dimana para Wyvern bisa masuk.

Sampai mereka menaklukan Valley of Death, tempat tersebut akan menjadi markas mereka. Rasa dinginnya bahkan akan membekukan kulit mereka!

Mereka tidak tahu kapan salju akan datang dan tanah yang mengeras membatasi pergerakan mereka.

Diatas semua itu, para monster menjadi semakin kuat di malam hari. Para Wyvern dan Bingryong dikasifikasikan sebagai monster, jadi mereka juga menjadi lebih kuat dimalam hari.

Tetapi, sementara rasa dingin tak menjadi halangan bagi Bingryong yang tubuhnya terbuat dari es,  para Wyvern tak bisa bertarung.

Weed menggelengkan kepalanya.

“Ini bukanlah sebuah quest yang mudah.”

Dia sedikit memahami bagaimana caranya menghadapi Ice Troll atau Lamia.

Menggunakan Bingryong dan para Wyvern, mereka memburu para Ice Troll sedikit demi sedikit.

Tetapi karena mereka harus berhenti dimalam hari, mereka memberi para Ice Troll waktu untuk pulih pada akhirnya. Mereka adalah monster-monster yang berkumpul lagi seperti para semut setelah sehari.

Mereka memiliki status kehidupan yang sangat kuat, dan tingkat reproduksi mereka sangat luar biasa juga.

Jadi, pada malam hari hanya Bingryong dan Weed yang bertarung, sementara Seoyoon, Alveron, dan para Wyvern beristirahat didalam gua.

Seoyoon selalu log out dari Royal Road dimalam hari untuk beristirahat.

Ketika hal itu terjadi, entah itu Alveron, Weed, atau para Wyvern tak memiliki sesuatu untuk dikerjakan didalam gua.

“Alveron.”

“Ya?”

“Perhatikan apinya.”

“Dimengerti.”

Alveron meletakkan kayu bakar dalam jumlah yang banyak untuk menjaga api agar tidak padam. Para Wyvern meringkuk dekat api dengan sayap mereka terlipat.

“Dingin sekali.”

“Kupikir aku akan mati membeku ketika aku bertarung disiang hari.”

Para Wyvern berbicara tentang situasi mereka yang menyedihkan dan menghangatkan tubuh mereka didekat api.

“Kurararararara!”

Dari waktu ke waktu, mereka mendengar raungan Bingryong yang berada diluar gua.

Karena dia kuat terhadap rasa dingin dan memiliki HP yang tinggi, dia harusnya baik-baik saja.

Weed sama sekali tidak khawatir tentang Bingryong. Dalam kenyataannya, Bingryong sangat penakut dan pengecut.

Meskipun dia memiliki tubuh yang besar dan bermartabat, dalam kenyataannya, dia melarikan diri ketika HPnya turun hanya sedikit atau ketika dia merasakan sedikit bahaya.

Oleh karena itu, dia nyaris tak pernah masuk dalam situasi berbahaya.

Ketika HPnya menurun hanya 20% dari maksimum HPnya, Bingryong mundur ke dekat Alveron dan bertingkah bodoh.

Weed menganalisa situasinya dengan seksama.

Jika kita terus seperti ini, akan mustahil untuk menyelesaikan quest.

Bahkan jika mereka mengurangi jumlah Ice Troll selama siang hari, jumlah mereka meningkat lagi pada malam hari.

Ada banyak monster di lembah itu. Jika mereka hanya melawan para Ice Troll, itu mustahil untuk menyelesaikan questnya.

Itu adalah sebuah tempat yang bagus untuk berburu dan meningkatkan anak buahnya, tetapi dia tak bisa terus berada disini selamanya.

Ngomong-ngomong kita harus melakukan sesuatu terhadap rasa dingin ini! Jika kita melakukannya, maka aku mungkin menjadi lebih dekat dengan jawaban yang aku pikirkan.

Ice Troll, Lamia dan monster-monster lain tak bisa menunjukkan kemampuan penuh mereka karena rasa dingin tersebut.

Weed menggunakan semua kulit serigala yang dia miliki untuk membuat pakaian dan makan dengan tepat.

Ikan goreng dicampur dalam wine manis… Tetapi rasa dinginnya terlalu parah untuk menggunakan makanan sebagai pengganggu untuk melupakan ketidaknyamanan.

Skill menjahit dan memasak memiliki batas. Weed memegang pisau pahatnya.

Translator / Creator: alknight