December 29, 2016

The Legendary Moonlight Sculptor – Volume 9 – Chapter 5: In the Cave

 

Sementara didalam gua kecil dan tua, tubuhnya menjadi semakin panas karena demam.

Dia sudah flu dan sekarang semakin memburuk.

Kamu kelelahan.

Kemampuan fisik menurun 62%

Kamu tak bisa menggunakan skill bertempur

Karena HP dan Stamina Menurun, kamu tak bisa bergerak.

Kamu mungkin mengalami rasa pusing.

Jika tidak diobati dengan benar, kamu mungkin akan mati.

Provinsi Utara jauh lebih dingin daripada Pusat Benua. 4 dari 7 hari dalam seminggu hujan salju, dan angin yang kuat dan dingin berhembus. Valley of Death bahkan lebih dingin lagi, jadi staminanya jatuh sangat rendah karena dia terlalu memaksakan dirinya dengan melakukan perjalanan dan bertempur.

Quest Valley of Death bukan hanya mengharuskan orang yang mengerjakannya untuk bertarung dengan monster-monster kuat, tetapi juga menghadapi cuaca yang sulit. Bahkan dalam keadaan normal dan sehat, itu sulit untuk menahannya, tetapi karena dia mengalami flu, situasinya menjadi jauh lebih buruk.

Flu tersebut telah memburuk saat dia melanjutkan perjalanan, dan sekarang dia bahkan tak bisa bergerak lagi. Dahi dan punggungnya sudah basah dengan keringat. Dia bahkan tak bisa mengendalikan badannya yang menggigil dengan benar.

“Aku akan mati seperti ini lagi.”

Weed ingin berteriak.

Ini tidak seperti dia sedang bertarung dengan monster mematikan, akan tetapi dia hampir mati karena flu belaka!

Biasanya, dia setidaknya akan bisa memulihkan HP dengan holy magic milik Alveron. Jika dia memulihkan HP, akan ada kesempatan yang lebih besar untuk menyingkirkan flu tersebut. Namun hal itu bahkan mustahil sekarang ini.

“Uhuk. Uhuk.”

Alveron tengah meringkuk di pojokan, terbatuk.

Sama seperti Weed, dia mengalami flu yang mengerikan dan berada diambang kematian. Bahkan jika kau adalah seorang kandidat High Priest, flu tidak akan pandang bulu.

“Aku benar-benar akan mati sekarang.”

Karena menurunnya Vitality dan HP, dia bahkan tak bisa mengangkat jari.

Disekeliling mereka hanya ada es dan salju.

Mereka entah bagaimana bisa menemukan gua didekat Valley of Death dan masuk kedalamnya, tetapi hal itu tak banyak membantu untuk menangkal rasa dingin.

Jika mereka mengalami flu parah di sebuah tempat seperti ini, mereka tak punya jalan keluar lain selain mati.

Karena tubuhnya yang sakit akan tetap dan membeku, bahkan jika dia log out, hal itu tidak akan membuat perbedaan. Tampaknya dia tidak bisa menghindari kematian.

“Aku ceroboh.”

Meskipun dia dipenuhi dengan penyesalan, itu adalah sesuatu yang tak bisa dia kembalikan. Dia menggunakan semua herbal yang mungkin akan berguna terhadap penyakit ketika dia memasak sup di kota Morata.

“Sekarang aku benar-benar tak bisa melakukan apa-apa.”

Weed memejamkan matanya dalam diam.

Tanah berbatu terasa sedingin bongkahan es, dan udara dingin datang dari segala tempat. Dalam kondisi seperti ini, flu hanya menjadi semakin memburuk. Tangan dan kakinya sudah mati rasa.

Kematian mendekat.

“Kenapa aku harus sakit…. sungguh menyedihkan.”

Dengan mata tertutup, dia menatap kembali ke masa lalunya.

Sejak dia kecil dia mengerjakan perkerjaan apapun demi mendapatkan uang. Untuk membantu neneknya yang bekerja di pasar, bahkan pada umur seperti itu, dia bekerja dimanapun selama mereka menerima pekerja dibawah umur, ketika dia harusnya bermain dengan teman-teman seusianya.

Karena itu ilegal, keadaan bekerjanya adalah kemungkinan yang terburuk, dan dia tak pernah dibayar tepat waktu.

Tetap saja, karena dia bekerja sepanjang liburan tanpa tidur, dia hanya bisa mendapatkan sedikit uang.

Tetapi sekarang dia memiliki tipe pekerjaan yang belum pernah dia kerjakan sebelumnya, dan karena terlalu memaksakan dirinya, tubuhnya tak bisa menahannya.

“Dasar lemah! Kau berakting karena kau tak mau bekerja? Jika kau tidak mau bekerja seperti ini, maka menyerahlah sekarang juga!”

Si boss, yang tidak membayarkan upahnya selama 3 minggu, berteriak pada dia. Bahkan ketika dia berkeringat sekujur tubuh karena demam, dan lingkaran hitam terbentuk disekitar matanya, si boss tak pernah mengakui bahwa Lee Hyun sedang sakit.

Saat itu dia tak bisa makan banyak jadi staminanya tidaklah sangat bagus, dan karena hal itulah dia selalu dimarahi. Para karyawan lain juga, memarahi dia kapanpun dia melakukan sesuatu yang salah, entah itu besar atau kecil.

“Dasar tak berguna.”

“Kenapa kita harus menggunakan seseorang yang tak berotak seperti dia?”

“Lebih baik kau tak ada disini. Kau hanya menyebabkan masalah.”

“Dasar sampah! Karena kau, kami harus bekerja lebih banyak sekarang.”

“Hanya untuk mencuri atau sesuatu yang lainnya disini, bukannya bekerja.”

Dia menahan komentar-komentar pedas yang tak terhitung jumlahnya itu. Pada hari itu, dia ingin bangun dan bekerja jika memungkinkan, tetapi tubuhnya tak bisa bergerak.

Tetapi tak seorangpun khawatir tentang dia ataupun mereka memberitahu dia untuk pergi kerumah sakit. Ketika dia masih muda, dia meringkuk dan menangis sudut dimana tak seorangpun memperhatikan. Hal itu sangatlah menyakitkan.

Setelah hari itu, dia paling membenci yang namanya sakit.

Bagi seseorang seperti dia yang harus mendukung adiknya, sakit adalah suatu kemewahan yang tak terbayangkan. Tetapi, dia hanya bisa merasa sedih dan menyedihkan ketika rasa sakit datang.

“Sialan.”

Weed merasa matanya menjadi basah.

“Aku selemah jumlah air mata yang aku keluarkan. Aku tidak akan pernah menangis.”

Dia menggertakkan giginya dan menahannya. Kali ini rasa sakit tidak akan bertahan lebih lama lagi.

Tubuhnya sangat lemah dan status kehidupannya masih terus menurun. Dia masih hidup berkat Endurance miliknya yang sangat tinggi, tetapi segera, dia akan mati. Dia hanya harus menunggu sebentar lagi untuk mati, dan kemudian dia juga akan mati sepenuhnya. Hanya, kematian yang tiada akhir.

Tepat saat itu, skill spesial aktif sebagai seorang Blood Necromancer.

Dibangkitkan sebagai Undead.

Bergantung pada level dan penguasaan skill miliknya, dia akan dibangkitkan sebagai seorang undead.

Sebagai seorang prajurit undead yang menguasai black magic dan kekuatan kematian. Ketika dia mati, setidaknya flu yang dia derita akan menghilang.

“Aku hanya harus naik level dan kembali berusaha meningkatkan skill mastery yang telah hilang seperti orang gila untuk sementara waktu.”

Dengan mata tertutup, dia menunggu kematian.

Tanpa berburu atau menggunakan skill memahatnya, ini adalah pertama kalinya dia hanya berbaring dan beristirahat sepenuhnya seperti ini. Ketika bertarung atau beristirahat untuk memulihkan HP dan Stamina, dia selalu membuat patung. Alasan kenapa pertumbuhan Weed sangat cepat adalah karena tingkat kefokusan dan usaha yang seperti itu.

Tetapi bahkan saat waktu berlalu, dia tidak mati.

“Apa yang terjadi?”

Weed membuka matanya sebagian.

Tubuhnya terasa sakit semua dan membuka matanya menyebabkan rasa pusing, tetapi dia ingin memeriksa situasinya.

Dan sekarang dia bisa mengerti alasannya!

Seoyoon!

Dia menghilang entah kemana dan membawa segunung kayu bakar.

“Hal itu tidak akan mudah…..”

Disekitar sini, tak banyak kayu yang bisa digunakan untuk menyalakan api. Untuk mendapatkan kayu bakar, dia harus pergi melewati badai salju dan berjalan jauh. Seoyoon menumpuk kayu tersebut dan menyalakan api.

Saat udara sekeliling menjadi lebih hangat, Weed bisa merasakan sedikit kehangatan meresap kedalam dagingnya. Seoyoon mengeluarkan kaleng besi kecil. Kaleng itu menjadi hitam karena penggunaan yang begitu sering untuk memasak diatas api secara langsung.

Kaleng itu dijual seharga 4 copper di general store, tetapi kaleng itu dijatuhkan ketika berburu rubah didekat benteng. Itu adalah sesuatu yang bahkan tak digunakan para pemula.

Seoyoon melirik Weed seolah-olah dia malu karena mengeluarkan kaleng besi pemula. Weed menutup matanya lagi.

Itu karena rasa pusingnya menjadi semakin parah saat suhu tubuhnya meningkat.

“Haus.”

Weed merasakan rasa haus dan rasa sakit yang serius. Rasa haus tersebut adalah karena rasa panas dari kobaran api yang tiba-tiba.

Tetapi segera, sesuatu menyentuh bibirnya.

“Apa ini?”

Sebuah aroma tak diketahui keluar darinya.

Weed membuka mulutnya.

Kemudian, sesuatu masuk kedalam mulutnya sedikit demi sedikit. Itu adalah bubur.

Menggunakan skill memasak yang dia miliki, Seoyoon membuat bubur dan menyuapi Weed.

Masalahnya adalah bahwa bubur itu sangat asin dan pedas!

“Berhenti menjejaliku dengan benda itu!”

Weed menjerit didalam kepalanya.

Dia menyuapi Weed bubur terburuk yang pernah ada, dan bubur itu bahkan tak memiliki rasa yang benar! Ditambah, bubur itu beraroma amis. Weed bisa menebak apa yang Seoyoon gunakan untuk membuatnya.

“Dia memasukkan ikan kedalamnya.”

Seoyoon memasukkan beras yang dia miliki untuk keadaan darurat kedalam air bersama dengan ikan untuk membuat bubur.

Bubur tersebut dibuat seolah-olah dia mencoba untuk menggoreng ikan itu, tetapi karena dia tidak membersihkan ikan itu dengan benar, aroma amisnya masih sangat kuat.

Nasinya juga tidak benar-benar masak juga, dan rasanya mengerikan. Seoyoon dengan paksa menyuapi Weed dengan bubur yang rasanya mengerikan!

“Urgh!”

Bahkan ketika Weed menutup mulutnya, Seoyoon membuka mulutnya dengan paksa dan memasukkan bubur kedalamnya. Jika Weed memiliki kekuatan untuk berbicara, dia pasti akan menghentikan Seoyoon.

Tetapi kekuatan Weed pada dasarnya terhenti tepat sebelum dia mati, jadi dia tak bisa berbicara bahkan sepatah kata pun. Setelah makan sedikit demi sedikit, rasa laparnya menghilang.

Itu adalah sebuah siksaan untuk makan, tetapi rasa lapar dan rasa hausnya tetap terpuaskan. Namun Seoyoon tidak berhenti hanya dengan menyuapkan bubur itu padanya.

Kemudian Weed menyadari.

“Kau dasar pembunuh!”

Selama ini, mendengarkan dia dengan patuh dan bertindak baik pasti hanyalah sebuah akting.

“Dia mencari kesempatan! Dia berencana menyiksaku seperti ini saat aku tak punya kekuatan untuk melawan” pikir Weed.

Dia hanya bisa menyesali situasinya. Dalam situasinya yang tak berdaya, dia harus menahan keganasan Seoyoon. Bubur itu terus dia suapkan padanya, sesendok demi sesendok! Sebuah bahaya besar sedang mendekati Weed.

“Mati saja. Aku hanya harus mati. Kemudian segalanya akan berakhir.”

Weed berharap dia bisa mati sekarang. Dia benci menderita karena demam dan pusing. Jika dia dibangkitkan sebagai undead, level dan skill mastery miliknya akan menurun, tetapi setidaknya dia akan menjadi lebih nyaman.

Tetapi bahkan jika dia ingin mati, dia tidak bisa.

“Seseorang tolong bunuhlah aku.”

Pipi Weed penuh dengan makanan.

Seoyoon menyuapi dia 150 sendok bubur. Itu setara dengan 4 mangkok penuh!

Dia menyuapi Weed bukan hanya untuk membuat dia kenyang, tetapi sampai pada poin tepat sebelum Weed akan meledak karena terlalu kenyang.

Setelah makan yang cukup, seseorang tidak akan mau makan lagi, tetapi Seoyoon menyuapi dia lebih banyak secara paksa. Tak seorangpun akan memahami mimpi buruk apa itu.

*Step. Step. Step.*

Dia mendengar Seoyoon berjalan kearah Alveron.

Karena rasa panas tersebut, dia merasa pusing, tetapi dia bisa mendengar suara itu dengan sangat jelas.

Karena itu adalah suara dari iblis yang menyiksa dirinya, dia mau tak mau harus mendengarnya. Weed berdoa.

“Syukurlah. Alveron, kau sedikit menderita juga sepertiku.”

Bahkan dalam situasi semacam itu, kemalangan orang lain adalah kebahagiaan Weed. Membuka sedikit matanya, dia melihat Seoyoon menyuapi Alveron bubur buatannya.

Dia dengan hati-hati menyuapi Alveron. Weed bergidik.

“Sungguh kejam. Dia adalah seorang iblis yang menyamar menjadi manusia.”

Dari usaha untuk tidak menumpahkan setetespun dan menyuapkan segalanya, Weed melihat kejahatan murni. Cara bagaimana Seoyoon menggerakkan tangannya mengingatkan Weed tentang cara yang hati-hati dari menyerahkan racun. Tetapi, tak membutuhkan waktu yang lama untuk menyuapi Alveron.

Dia mendinginkan bubur itu dengan meniupnya ketika dia menyuapi Weed, tetapi dia begitu saja menyuapi alveron. Dan tak banyak juga yang tersisa. Weed dipaksa makan hampir 2/3 dari kaleng tersebut, jadi Alveron tidak harus makan sebanyak itu.

Weed berpikir,

“Jadi aku adalah target utamanya. Dia ingin menyiksaku lebih banyak.”

Meskipun dia makan cukup banyak bubur, dia masih tak memiliki kekuatan. Deman dan rasa pusingnya menjadi lebih parah. Itu lebih buruk daripada flu. Penyakit itu merenggut kemampuan untuk bergerak.

Jika dia jatuh di tempat yang penuh dengan monster, dia pasti akan segera mati setelahnya, tetapi karena dia jatuh setelah bergerak kedalam gua, dia tidak mati dengan cepat. HPnya pulih sedikit karena dia makan makanan, tetapi seolah-olah untuk membuktikan bahwa kutukan flu itu sangat keras kepala, penyakitnya menjadi semakin memburuk. Karena memburuknya kondisinya, Weed menutup matanya, tak mampu menahan lagi.

“Ya, tak ada yang lebih mendepresikan daripada sakit.”

Ketika dia menutup matanya dan beristirahat, tidur menguasai dia. Pemikiran bahwa dia akan mati membuat dia merasa nyaman. Karena dia tak bisa melakukan apa-apa, dia merileks dan tertidur. Jika dia mau, dia bisa tidur di Royal Road.

Ada banyak orang yang tertidur di sebuah tempat dengan pemandangan yang indah, mendengarkan kicauan burung. Virtual reality memiliki banyak kegunaan, tetapi ini adalah pertama kalinya Weed tertidur. Karena dia selalu memiliki sesuatu untuk dikerjakan, dia berpikir tidur adalah sesuatu yang sia-sia.

Tetapi karena itulah dia memimpikan sebuah mimpi yang manis, sebuah mimpi yang tak seorangpun mau bangun dari mimpi tersebut. Seseorang merawat Weed yang sakit.

Dia mencairkan salju untuk membuat air, dan meletakkan kain basah pada keningnya. Ketika Weed bangun dari waktu ke waktu karena demamnya, dia bisa merasakan kepedulian seseorang.

Meskipun dia hampir mencapai akhir dari hidupnya, dia tidak mati. Seseorang merawat Weed seperti seorang ibu merawat anaknya.

Itu adalah seorang wanita yang paling cantik tetapi juga wanita yang paling kejam. Seoyoon sedang merawat Weed.

****

Ketika Yurin mendengarkan permintaan Balon, dia merasa senang.

“Jadi ini adalah quest yang sebenarnya!”

Setelah membangun hubungan, dia mendapatkan sebuah quest. Meskipun hadiahnya tidaklah banyak, Yurin menjadi bersemangat karena pemikiran tentang quest pertama miliknya.

“Aku akan mengembalikan buku itu untukmu.”

Kamu telah menerima quest!

Membawa buku tersebut, dia berjalan kearah sungai.

Cahaya berubah menjadi lebih terang.

Jalanan dihiasi dengan lukisan dan patung-patung.

Dari kejauhan, seorang Bard bisa terdengar sedang menyanyi.

Malam yang fantastis di Rhodium. Masing-masing individu seniman memamerkan bakan-bakat unik mereka sendiri-sendiri.

Jantung dari sungai Rhodium sangat bersih.

Banyak orang terutama para kekasih, berjalan-jalan dimalam hari.

“Orang tua.”

Orang tua secara tak terduga sangat mudah ditemukan, karena ada banyak orang tua disamping sungai sedang bercakap-cakap.

“Balon berkata dia adalah seseorang yang suka sendirian.”

Yurin menemukan seorang pria tua yang sendirian. Tetapi tetap saja, masih ada banyak pria tua disana.

Hanya ada satu orang yang merupakan pemilik buku tersebut! Jika dia memberikannya kepada orang yang salah, dia akan menggagalkan questnya.

Mencari dengan hati-hati, Yurin melihat satu orang. Itu adalah seorang pria yang melihat aliran sungai yang tak ada akhirnya. Kesendirian dan kesedihan yang tak terbatas tercermin pada wajah berduka pria tua itu.

”Orang itu sepertinya adalah orang yang tepat.”

Yurin berjalan kearah pria tua itu dan berkata.

“Halo, apa kau kenal dengan Balon?”

Pria itu menjawab tanpa menatap dia.

“Balon? Aku tak kenal orang seperti itu.”

Untuk beberapa alasan, suara pria itu bimbang.

“Pria ini bukan orang yang tepat?”

Namun, Yurin bersikeras. Karena tak seperti pria-pria tua lainnya, pria itu memiliki suasana yang berat disekitarnya.

“Restoran Balon berjarak beberapa menit dari sini, dan dikunjungi oleh banyak pengelana, apa kau yakin kau tidak kenal dia?”

“Oh, orang itu. Aku tahu dia adalah seorang Koki.”

“Balon memintaku untuk mengembalikan buku ini.”

“Oh, itu adalah bukuku. Dia meminjam buku itu, dan sekarang buku itu kembali padaku.”

Yurin memegang buku tersebut dengan kedua tangannya, dan dengan lembut menyerahkannya.

“Terima kasih banyak karena mengembalikan buku ini. Kuharap Balon sehat-sehat saja.”

*Ding*

Quest Balon’s Request selesai

Si tetua telah menerima buku tersebut.

Temuilah Balon untuk menerima hadiahnya.

Hadiah:

Kembali ke restoran Balon untuk menerima hadiahnya.

Karena itu adalah quest yang sederhana, dia tidak menerima exp atau reputasi apapun. Hadiahnya adalah makan gratis di restoran.

Yurin duduk disamping pria tua itu setelah menyelesaikan quest tersebut.

“Dia tampaknya kesepian.”

Pria tua yang kesepian duduk sendirian di tepi sungai. Yurin penasaran dengan pria tua itu yang menatap kosong pada sungai.

Yurin bertanya dengan hati-hati.

“Apa yang kau tatap?”

“Nona muda, sudah lama sekali sejak seseorang menunjukkan ketertarikan dalam hal ini. Di masa lalu orang-orang tidak percaya pada ceritaku, tetapi kamu mengembalikan bukuku, jadi aku akan menceritakan padamu. Apa yang aku lihat disana? Mungkin sebuah kanvas.”

“Kanvas?”

Dia menatap sungai itu, tetapi tak bisa menemukan kanvas diantara air itu.

Dimana kanvasnya?

“Kanvas air. Aku punya sebuah pemikiran untuk menggambar lukisan untuk waktu yang lama. Tetapi kemudian aku menanyai diriku sendiri, kenapa itu hanya digambar diatas kertas. Lukisan bisa digambar dimana saja seperti tanah dan batu. Jika kamu ingin menggunakan Alam sebagai sebuah kanvas, itu menyelaraskan dengan dunia itulah kualitas dasar dari seorang Painter (pelukis).”

Yurin penasaran tentang profesi tetua pelukis itu. Dia bertanya pada tetua pelukis itu dengan ekspresi serius.

“Nona muda, apa kamu juga berpikir bahwa itu mustahil untuk dilakukan?”

Yurin menggelengkan kepalanya dengan tegas.

“Tidak. Bukan begitu. Aku juga berpikir itu memungkinkan untuk melukis dimana saja.”

“Seperti yang kuduga, begitukah? Itu adalah sebuah peraturan sifat sejati dan harmoni dari lukisan bisa mengekspresikan sifat. Aku hanya menjalani kehidupanku dengan melekat pada lukisan.

Waktu yang aku habiskan berusaha untuk menggambar didalam margin yang dibentuk dari kertas.

Nona muda, aku punya permintaan untukmu.”

“Tentu, silahkan.”

“Sebuah legenda diwariskan diantara kami para Painter. Itu adalah tentang pelukis hebat melukis diatas sungai yang mengalir. Bisakah kamu mencarinya?”

“Kupikir aku akan bisa melakukannya.”

Yurin tak punya kepercayaan diri.

Ini bisa saja kegiatan harian yang berguna, tetapi dia tidak yakin dimana untuk mulai mencari.

“Tidak, itu seharusnya tidak terlalu sulit. Aku semakin tua, dan itu menjadi semakin sulit bagiku untuk melakukan perjalanan menyelidiki rumor-rumor di Kerajaan Rhodium. Aku tak punya banyak uang, tetapi aku punya sedikit untuk diberikan padamu.”

*Ding*

The favor of the Elder Painter

Rumor-rumor mengambarkan si Painter tak masuk akal.

Untuk mengambar sebuah lukisan legendaris diatas sungai.

Selidiki keaslian dari rumor-rumor tersebut.

Tingkat kesulitan : E

Hadiah:

3 silver

Persyaratan:

Mengembalikan item Balon

Orang yang mendengarkan cerita dari Painter tua.

Sebuah quest berantai!

Yurin tak bisa mengabaikan hadiahnya.

Untuk mendapatkan 3 silver dibutuhkan 15 jam mencuci piring.

Setelah mencapai level yang tinggi, seseorang bisa mendapatkan 3 silver dengan membunuh 1 monster. Tetapi di permulaan, 3 silver adalah uang yang jumlahnya lumayan banyak. Topi kecil dan buku mantra Fire Bolt bisa dibeli dengan jumlah itu.

“Tentu, aku akan mencari tahu.”

Kamu telah menerima quest!

Pria tua itu mengangguk.

“Terima kasih. Aku harus tahu kebenarannya. Jika rumor-rumor itu benar, waktu yang aku habiskan disini tidak akan sia-sia.”

Setelah meninggalkan tetua itu, Yurin menuju ke Guild Painter. Setidaknya pasti ada beberapa informasi yang bisa ditemukan disana.

Instruktur dari Guild Painter pasti tahu kan?

Berkat mengerjakan beberapa pekerjaan, menemukan Guild Painter tidaklah sulit. Tetapi si instruktur tak mau berbicara pada dia.

“Aku minta maaf, aku lebih suka untuk tidak berbicara dengan seseorang yang tak dikenal jika aku tidak harus.”

Yurin secara tak berdaya mulai berbicara pada anggota-anggota yang berbeda dari Guild Painter.

Namun, satu-satunya rekan berbicara yang dia dapatkan adalah penjaga gerbang.

Si penjaga gerbang mendengarkan permintaan Yurin, dan setelah pertimbangan yang lama, dia berbicara dengan hati-hati.

“Ada sebuah rumor yang kudengar. Itu sudah lama sekali, dan aku tidak mengingatnya dengan baik. Jika kamu mencari seluruh kebenarannya maka kamu harus menemui nenek Bellopaix. Karena dia adalah seorang Painter terkenal, dia harusnya bisa membersihkan semua keraguan.”

“Dimana nenek Bellopaix tinggal?”

“Kediaman keluarga Kiam. Kamu akan bisa menemui dia jika kamu pergi kesana.”

“Terima kasih.”

Yurin mencari kediaman keluarga Kiam. Kediaman mewah yang ada di Rhodium.

Yurin juga ditolak untuk masuk kedalam kediaman ditempat ini. Alasan dia ditolak masuk kedalam kediaman adalah karena Yurin tak punya Fame dan tidak kenal dengan siapapun.

Namun, Yurin tidak bergeming dan mengatakan apa yang ada didalam pikirannya.

“Aku datang karena aku harus berbicara dengan nenek Bellopaix tentang sebuah lukisan.”

“Kamu bilang sebuah lukisan? Nenek Bellopaix selalu menjadi seseorang yang memegang rasa sayang yang besar untuk para Painter. Masuklah. Beliau harusnya ada di taman.”

Si penjaga gerbang membiarkan Yurin lewat. Karena dia menyebutkan lukisan, kami tidak memerlukan persyaratan yang lain.

Saat Nenek Bellopaix sedang merawat bunga-bunga di taman. Yurin mendekat.

“Halo. Ini adalah pertama kalinya kita bertemu. Boleh aku bertanya apa anda tahu tentang rumor tentang lukisan yang dilukis diatas sungai?”

“Lukisan tentang sungai? Hulhul, bahkan ada orang yang telah mendengar rumor-rumor yang muncul dan datang untuk menemuiku. Ketika aku masih muda, aku pergi untuk melihat bentuk fantastic tersebut secara pribadi.”

“Kalau begitu kebenaran dibalik rumor-rumor dari lukisan tersebut…..”

“Tentu saja rumor-rumor itu benar. Aku melihatnya dengan mataku sendiri, rumor itu tidaklah palsu. Sapuan kuas dari lukisan itu sangat menakjubkan yang tak akan pernah kamu lupakan seumur hidup. Aku mendapatkan hobi mengumpulkan lukisan sejak saat itu. Lukisan dari air mengalir. Aku tak bisa melihat lukisan itu lagi, tetapi lukisan-lukisan tersebut harmonis dan komposisinya sangat sempurna.Lukisan-lukisan disekitar Rhodium tak memberi kesan yang sama. Mungkin karya-karya yang seperti itu tak akan pernah muncul lagi.”

Yurin bertanya-tanya.

“Jika itu adalah sebuah lukisan, anda bisa mengambilnya dan menatapnya kapanpun. Namun, karena itu adalah sebuah mahakarya jangka pendek, mungkin itu terlalu berlebihan untuk memberinya penghargaan setinggi itu?”

“Nona yang masih muda, kekuatan waktu sangat luar biasa. Jika seseorang tak memiliki kenangan bahagia, maka masa lalu dan masa depan mereka kemungkinan akan suram. Lukisan sangat penting bagiku untuk periode waktu yang lama yang telah aku jalani dan itu akan selamanya terukir didalam kenanganku.”

*Ding*

Quest the favor of the Elder Painter selesai

Rumor-rumor tentang pelukis yang melukis diatas sungai terbukti benar. Lukisannya saat ini tidaklah ada, tetapi tetap dipuji sebagai sebagai salah satu lukisan terbaik yang pernah ada.

Hadiah:

Kembalilah ke Elder Painter untuk menerimanya.

 

Kamu telah naik level!

Quest tersebut berhasil diselesaikan.

Berkat exp dari quest tersebut, dia bisa naik level.

Wow, tahap kedua dari quest berantai telah selesai.

Pada saat itu, Yurin melepaskan semua ketegangannya. Segera setelah Nenek Bellopaix mengetahui bahwa Yurin telah menyelesaikan quest tersebut, dia berbicara dengan wajah murung.

“Itu akan sulit untuk melihat pemandangan indah seperti itu lagi. Karena terlalu banyak orang mengasumsikan lukisan hanya bisa dikerjakan diatas kertas. Nona muda. Apa kamu berpikir aku akan bisa melihat pemandangan seperti itu sekali lagi sebelum aku mati?”

*Ding*

• Kamu bisa mendapatkan profesi rahasia Aqualight Painter.

Jika dipilih, Skill-skill  yang berkaitan dengan profesi yang spesial yang tidak kamu miliki akan bisa digunakan.

Apa kamu ingin memilih profesi ini?

Yurin tak pernah membayangkan dirinya menjadi seorang Painter. Namun saat dia melihat air mata di mata memohon milik Nenek Bellopaix, dia secara tak sadar mengangguk.

“Aku akan melukis lukisan itu sekali lagi.”

Yurin tiba-tiba tertelan dalam cahaya.

Perubahan profesi menjadi Agualight Painter.

• Skill baru: Painting

Painting: kamu bisa melukis apapun.

Kamu bisa meningkatkan reputasimu berdasarkan pada tipe tingkatan dari karya seni yang kamu buat.

• Skill baru: Coloring

Coloring: kamu bisa menggunakan warna pada lukisan kapanpun itu dibutuhkan. Level skillmu akan naik semakin banyak kamu menggunakan warna yang berbeda. Kamu bisa mengekstrak warna dari rumput dan bunga.

• Skill baru: Doodling

Doodling: jika mencoret-coret pada wajah atau tubuh, itu bisa melemahkan musuh atau menakuti mereka. Dimalam hari, efek ini digandakan. Namun, jika kamu terus-menerus menggambar monster yang lebih lemah, skill ini tak akan efektif.

• Skill baru: Quick Hand Movement

Quick Hand Movement: bisa menggambar objek bergerak menggunakan pergerakan tangan yang cepat. MP bisa digunakan untuk meningkatkan kecepatan pergerakan tangan, dan skill ini bisa digunakan dalam pertempuran.

• Skill baru: Artwork Emotions

Artwork Emotions: bisa digunakan untuk menentukan nilai karya dasar.

• Skill baru: Illustration Identification

Illustration Identification: hanya bisa didapatkan oleh Aqualight Painter.

Translator / Creator: alknight