December 21, 2016

The Legendary Moonlight Sculptor – Volume 9 – Chapter 4: Conquest

 

Setelah beristirahat selama sehari, Weed mulai fokus pada penyerangan Valley of Death di pagi hari, tepat setelah matahati terbit.

Meskipun kondisinya memburuk sebesar 20% karena flu, dia tidak mendapatkan istirahat yang cukup  dan sepenuhnya memulihkan dirinya.

“Sudah umum untuk terjangkit flu. Untuk menghindari terjangkit flu di wilayah utara adalah sebuah kemewahan. Alveron!”

Alveron duduk disana ketika Weed berbalik.

Seorang rekan yang bisa diandalkan yang selalu bisa dia percayai!

Seperti yang diharapkan dari kandidat High Priest, dia memiliki faith dalam jumlah yang sangat besar.

Tak seperti kebanyakan karakter kuat, dia relatif baik dan patuh, dia selalu berguna.

“Ya.”

“Kita akan menghadapi pertarungan yang sangat penting. Beri Blessing pada Wahil, Wahthul, Wahsam, Wahoh, Wahyook, Wahchil, Geumini, dan Bingryong.”

“Baik, aku mengerti.”

Weed menyebutkan masing-masing nama dari patung-patung itu.

Ini adalah pertimbangan yang cermat!

Tetapi dalam kenyataannya, mereka dengan mudah menjadi sedih karena mereka adalah bentuk kehidupan dari kecemburuan dan keegoisan.

“Apa bagusnya aku membuat hal-hal semacam itu.”

Weed hanya bisa mendesah kapanpun dia melihat patung-patung miliknya.

Kecerdasan yang sangat rendah!

Serakah terhadap makanan!

Serakah terhadap uang dan item!

Mereka adalah para anak buah yang tak akan pernah bisa dia percayai.

Tetapi patung-patung itu tak bisa diapa-apakan lagi mengenai hal itu. Seperti kata pepatah, buah jatuh tak jauh dari pohonnya.

Level mereka relatif tinggi berkat statitistik Art milik Weed yang tinggi, tetapi statistik Intelligence atau Wisdom milik Weed secara menyedihkan sangat rendah.

Karena hal itulah, hanya patung-patung sederhana dan idiot yang muncul.

Alveron merapal holy magic.

“Kekuatan kegelapan yang berusaha dengan keras dilemahkan. Perlindungan suci. Maksimumkan dia yang bertarung melawan kejahatan. Bless!”

Cahaya putih memancar dari Alveron dan menyelimuti para Wyvern, Geumini, dan Bingryong. Skill spesial milik seorang Priest yang meningkatkan defense dan strength. Skill itu juga meningkatkan berbagai Resistensi Elemen.

Alveron merapalkan holy magic yang lain.

“Bantulah hembusan nafas kehidupannya agar tidak meninggalkan dia. Hand of Life.”

Skill yang menambahkan jumlah yang besar pada HP!

Alveron menjadi semakin kuat saat Weed tidak bersama dia.

“Bagus, dia sangat berguna.”

Weed menunjukkan ekspresi kecewa.

Dibandingkan ketika mereka sampai di Morata, banyak waktu telah berlalu, jadi dia menjadi jauh lebih kuat.

Tetapi Alveron adalah rekannya hanya untuk sebuah quest yang spesifik.

Karena Weed tidak bisa memerintah dia setelah questnya berakhir, hal itu sangat disayangkan.

“Master aku akan menyerang.”

Wahil mengepakkan sayapnya.

Setelah mendapatkan berbagai blessing, dia menjadi penuh kekuatan dan menunjukkan sifat ganasnya yang menikmati pertarungan.

Weed tidak perlu menghentikan dia.

“Baiklah. Yang penting berhati-hatilah.

Geumini.”

“Master. Kenapa kau memanggilku? GolGolGol.”

“Bertarunglah sambil menunggangi Wahil.”

“Itu dingin. Tidak bisakah aku beristirahat didekat api unggun? Gol Gol Gol.”

Geumini terbuat dari emas.

Sama seperti tubuh emasnya yang mahal, dia sangat malas.

Weed menjawab dengan sangat jujur.

“Jika kau tidak bertarung, aku akan meleburmu.”

“Aku akan mengikuti kata-kata Masterku. Gol Gol Gol.”

“Ambil busur ini.”

Weed memberi dia busur yang dia pakai.

*Wus wus wuuus!*

Membuat suara yang sedikit gaduh, keenam Wyvern terbang ke langit.

Para Wyvern berpengalaman yang selamat dalam pertempuran melawan Immortal Legion. Para Wyvern berputar-putar di langit dengan anggun.

Sama seperti seekor elang pemangsa, menunggu celah! Tetapi para Wyvern dengan cepat mengubah pikiran mereka.

“Gah. Aku akan membeku hingga mati. Ayo serang.”

Meskipun ini sudah pagi hari, karena atmosfir yang dingin, kemampuan fisik para Wyvern telah menurun. Dengan demikian, para Wyvern memutuskan untuk tidak berputar-putar dilangit. Dengan Wahil sebagai pemimpin, mereka terbang ke langit.

Setelah melanjutkan seperti itu, mereka menikuk lurus kearah para monster yang ada diatas Valley of Death. Para Wyvern menyerang sambil menukik kebawah dengan kecepatan yang mencengangkan.

Menggunakan cakar sekeras baja, mereka mencakar Ice Troll atau Lamia.

“Bunuh!”

“Ini adalah wilayah kami!”

“Bertarung!”

Para Ice Troll meneriakkan teriakan perang dan menyerang menggunakan senjata mereka sementara Lamia menggunakan sihir mereka, menjulurkan lidah mereka seperti seekor ular.

“Eye of Temptation!”

Sihir dari Lamia. Terlepas dari ras, sihir itu melemahkan semua kekuatan pria. Di dasar lembah, Weed berpikir dia telah membuat kesalahan besar.

“Apa Lamia memiliki kemampuan semacam itu?”

Lamia biasanya dianggap sebagai monster langka, jadi tak banyak kemampuan mereka yang diketahui.

Yang diketahui hanyalah bahwa level mereka sekitar akhir level 200’an, tetapi tak satupun ada yang tahu tentang bagaimana mereka bertarung. Sihir yang digunakan Lamia adalah semacam kutukan, tetapi sihir itu tak bisa dihilangkan dengan holy magic. Mereka telah menghadapi lawan yang merepotkan. Ini adalah spesialisasi Lamia yang tidak diketahui publik. Tetapi para Wyvern sama sekali tak terpengaruh.

“Kenapa kita tidak terpengaruh?”

“Apa-apaan ini.”

“Mungkinkah karena kita adalah mahluk yang hebat?”

“Sepertinya begitu. Karena kita begitu hebat, kita tidak akan terpengaruh oleh kutukan kecil semacam itu.”

“Tunggu! Kita laki-laki atau perempuan?”

Tak ada Wyvern yang bisa menjawab pertanyaan yang ditanyakan oleh Wahsam.

Weed kemudian menyadarinya.

“Tak ada laki-laki diantara mereka!”

Ketika para Wyvern dibuat, Weed sedang sibuk berperang melawan Immortal Legion. Tak ada banyak waktu, tetapi dia harus memahat dengan cepat tanpa mempedulikan kualitasnya. Perut buncit dan wajah kaku!

Karena dia berlomba dengan waktu ketika memahat, dia tak bisa membuat sesuatu yang menggambarkan jenis kelamin mereka. Berkat hal itu, para Wyvern memiliki tubuh yang tak bisa menyebutkan jenis kelamin mereka.

Lalu bagaimana dengan Geumini?

Dalam kasus Geumini, dimulai dengan wajah, dia jelas-jelas memiliki penampilan seorang pria. Tetapi Geumini juga tak terpengaruh oleh godaan Lamia. Kadang-kadang, Guemini sibuk menatap dirinya sendiri di cermin.

“Aura berkilauan ini. Wajah emas ini. Tak akan ada yang lebih indah dari aku didunia ini.”

Mengatakan dirinya begitu indah, dia jatuh cinta dengan dirinya sendiri.

Pada akhirnya, tak seorangpun jatuh pada godaan Lamia.

“Poison of Eucla!”

Karena sihir mereka tak berhasil, mereka mulai menyemburkan racun mematikan ke segala tempat.

Beberapa jarum-jarum beracun menyengatkan.

Asap racun biru menyebar bersama angin, para Ice Troll mengayunkan tombak mereka.

Para Wyvern terbang di langit dan menukik dari waktu ke waktu untuk mencakar dan mematuk menggunakan cakar dan paruh mereka untuk menyerang para Lamia dan para Ice Troll.

Berkat pengaruh blessing yang luar biasa, kemampuan fisik para Wyvern menguat secara tak biasa.

Mereka bisa bertarung secara setara melawan satu sampai dua Ice Troll! Tetapi disana ada puluhan Ice Troll.

“Dasar burung sialan! Mati!”

“Kesana!”

Kapanpun para Wyvern mendekat ketanah untuk menyerang, para Ice Troll berkumpul disekitarnya.

Ketika hal itu terjadi, para Wyvern terbang keatas untuk menghindari serangan yang terfokus.

“Dasar burung-burung pengecut!”

“Turunlah. Ayo bertarung!”

Para Ice Troll berteriak, penuh dengan kemarahan. Jika mereka adalah para Orc, mereka akan turun untuk bertarung secara adil. Tetapi para Wyvern memiliki kepribadian yang mengerikan dan pengecut.

“Kalian makhluk-makhluk rendahan yang bahkan tak tahu bagaimana caranya untuk terbang.”

“Kenapa kalian tak mencoba untuk datang keatas sini?”

Para Wyvern dengan cerdas mencakar dengan cakar dan menyerang! Serangan itu tak menghasilkan banyak damage pada para Ice Troll. Troll memiliki pemulihan fisik yang luar biasa. Kebanyakan luka pulih dengan kecepatan yang bisa dilihat dengan mata.

Karena mereka memiliki kecepatan pemulihan yang mengerikan yang akan memungkinkan mereka untuk menumbuhkan lengan dan kaki baru ketika terpotong, itu mustahil bagi para Wyvern untuk membunuh para Ice Troll.

“Mereka melakukannya dengan cara seperti itu!”

“Ayo cepat dan bunuh mereka!”

Ketika para Wyvern mendekati tanah, para Ice Troll berlari kearah mereka tanpa sedikitpun kelelahan.

Para Troll jauh lebih tinggi daripada para Orc. Tubuh tinggi itu berlari dengan kecepatan penuh diatas tanah yang berlapiskan es, terpeleset berkali-kali.

Ketika puluhan Ice Troll jatuh, mereka saling bertumpang tindih, jadi mereka tidak akan bisa bangun selama beberapa saat. Pada kesempatan itu, para Wyvern akan mencakar dan mematuk dengan ganas. Meskipun para Ice Troll pulih dengan cepat, stamina yang digunakan sangat banyak.

Ini bukanlah serangan langsung, namun merupakan metode utama untuk melemahkan para Ice Troll.

Hanya memilih Ice Troll yang jatuh ditanah, Geumini menembak dengan akurasi yang tinggi. Karena angin yang disebabkan oleh para Wyvern besar yang terbang, salju menumpuk pada sisi lembah ambruk.

Disisi lain dari lembah tersebut, ada Lizardmen yang dipimpin oleh Lizard King, Ghost Soldier, Servant,  dan Ghost Follower telah menunggu.

“Kita hanya harus menghadapi satu sisi pada satu waktu.”

Weed mengirim para Wyvern secara sengaja ke tempat para Ice Troll dan Lamia berada. Itu mustahil untuk bertarung melawan gerombolan monster diatas lembah. Tetapi berkat faktor geografis dari Valley of Death, mereka tidak harus menghadapi mereka pada saat yang bersamaan.

Mereka hanya harus menghadapi musuh di satu sisi dari lembah. Dengan kata lain, pembagian dan penaklukan!

“Master, kami tak bisa menang hanya dengan kami saja.”

Pada saat itu, Wahil meminta bantuan.

Sebagai Wyvern yang bisa terbang, mereka jarang sekali berada didalam situasi yang berbahaya.

Karena jika sayap mereka baik-baik saja, mereka bisa terbang menjauh kapan saja! Tetapi karena monster yang banyak sekali di tanah, mendaratkan serangan kritikal sangat mustahil. Melawan 5-6 Ice Troll kapanpun mereka menukik turun, hanya beberapa Wyvern akan mendapatkan masalah ketika hendak memisahkan mereka.

“Bingryong, sudah saatnya kau beraksi.”

“Baik. Master.”

Akhirnya, dengan perintah Weed, Bingryong yang tengah menunggu, membuka sayapnya lebar-lebar dan terbang.

“Kurararara!”

Dengan pemandangan naga yang mengesankan, para Ice Troll dan para Lamia menciut.

Bingryong yang meraung terbang dan menginjak-injak para Ice Troll.

*Pudeudeuk!*

Berat badannya adalah kemampuan serang tersendiri. Bingryong meratakan para Troll hanya dengan menginjak mereka! Kapanpun Bingryong menggerakkan sayapnya dan menendang, para Ice Troll dan para Lamia akan terjatuh. Meskipun Bingryong dimarahi karena tak berguna dan karena dia kekurangan kekuatan, hal itu hanya karena dia terlalu berat!

Melawan musuh yang ringan, dia memiliki potensi yang besar. Ketika Bingryong menggerakkan sayap atau kakinya, Ice Troll mati tanpa memiliki kesempatan apapun.

“Kurararara!”

Ketika dia meraung dari waktu ke waktu, area sekitar bergetar. Bingryong yang kekuatannya meningkat karena blessing dari Alveron, sedang berguling-guling.

“Bunuh dia.”

“Hancurkan bongkahan es itu!”

Para Ice Troll menyerang.

Meskipun ada banyak yang terpeleset dan jatuh karena terdesak diantara mereka sendiri, lebih dari 5 dari mereka menempel pada Bingryong dan mengayunkan tombak dan kapak. Dari dalam Valley of Death, Ice Troll yang tak terhitung jumlahnya muncul.

Jumlahnya lebih dari 100!

Lebih banyak Ice Troll daripada yang mereka hadapi telah muncul. Itulah alasan dibalik kenapa tempat ini disebut Valley of Death. Kemudian, Bingryong melebarkan sayapnya dan terbang keatas. Kemudian menarik nafas dalam-dalam.

“Huuuuuuuup!”

Udara yang banyak terhisap masuk kedalam lubang hidung Bingryong yang besar. Perutnya yang normalnya sudah buncit menjadi semakin buncit. Kemudian tubuh yang terbuat dari es itu menjadi semakin dan semakin putih. Kemudian, mulut Bingryong terbuka lebar.

“Puwaaaaaaa!”

Ice Breath!

Dia menggunakan skill ultimate miliknya yang hanya bisa digunakan sekali sehari. Para Ice Troll yang menyerbu membeku ditempat. Mereka membeku, menempel dengan tanah.

“Lari.”

“Lari!”

Para Ice Troll dan para Lamia menjadi bingung. Monster-monster yang menerima secara langsung serangan nafas Bingryong berada di ambang kematian, dan para monster yang berada disekitar wilayah serangan utama setengah membeku dan menjadi sangat lambat. Aura intens yang di keluarkan oleh naga yang agung.

Sayangnya, itu adalah sebuah skill yang bisa digunakan hanya sekali sehari. Meskipun skill itu membeku jumlah monster yang sangat banyak, lebih banyak lagi Ice Troll yang muncul. Bingryong sibuk mencoba untuk bertahan.

“Bingryong, jatuhkan mereka ke bawah.”

Akhirnya Weed memberi perintah.

Ada banyak sekali monster yang berkumpul di Valley of Death, dia tak bisa menyerahkan monster-monster yang muncul tanpa akhir itu kepada Bingryong dan para Wyvern.

“Master, aku akan melaksanakan perintahmu.”

Karena Bingryong bertarung diatas bukit lembah itu, para Ice Troll terdorong dan berguling menuruni lembah.

“Guahak!”

Para Ice Troll yang jatuh dari bukit itu dihadapi oleh Weed atau Seoyoon.

“Achoo!”

Weed mengambil kepemimpinan bahkan ketika dia nyaris tak bisa berdiri karena flu.

“Gah, flu ini membunuhku.”

Tubuhnya panas karena demam.

Valley of Death benar-benar sangat dingin. Bukan hanya karena para monster, suhunya pada dasarnya sangat rendah.

Angin kencang yang bahkan bisa membekukan makhluk hidup apapun berhembus.

Angin yang datang dari pusat lembah memperburuk flu yang diderita Weed dan Alveron setiap kali angin itu berhembus.

Menahan kakinya yang gemetar, Weed mengeluarkan pedangnya.

“Aku hanya bisa berusaha sebaik mungkin. Moonlight Sculpting Blade!”

Skill pedang dengan cahaya suci mengalir disekitarnya. Kapanpun Weed mengayunkan pedang miliknya, jejak lintasan cahaya bertahan selama waktu yang panjang.

Tak seperti menebas atau menikam musuh secara langsung seperti biasanya, sebuah pedang yang menyingkronkan tubuh dan pedang yang mengalir dengan bebas! Skill pedang yang Weed latih untuk waktu yang lama masih ada dan muncul sebagai cahaya.

Wobble!

Kapanpun kekuatannya mengendur dari tangan dan kakinya, para Ice Troll mendekat membahayakan.

Para Ice Troll yang terluka. Bersama dengan suara detakan dada yang keras, mereka datang, memegang tombak dan kapak tinggi-tinggi.

“Kyao!”

Para Ice Troll menghembuskan nafas dengan berat dan mengayunkan kapak.

“Bahaya.”

Weed merunduk dan menghindari kapak tersebut. Kemudian, dalam keadaan yang rendah, dia berguling kedepan, lewat setelah menebas lutut mereka. Dia biasanya tidak menggunakan metode seperti itu, tetapi dia dalam keadaan terjepit. Lebih dari 10 Ice Troll jatuh dari tebing.

Meskipun Vitality mereka menurun banyak, hal itu tak berarti serangan mereka juga menurun! Mereka juga memiliki level yang lebih tinggi daripada Weed, jadi dia harus berhati-hati.

“Kurrrr. Bajingan pengecut.”

“Kurrr. Kau akan mati di tangan kami.”

Para Ice Troll bernafas dengan cepat karena kemarahan.

Kapanpun mereka menghembuskan nafas, nafas kabut putih keluar.

“Terlalu banyak.” Mata Weed merendah.

Ketika bahaya mendekat, dia bisa menilai situasinya secara rasional dengan pandangan kejauhan.

Jika tubuhnya dalam keadaan normal, dia akan bisa menghadapinya, tetapi dalam keadaannya saat ini yang flu, Strength, Agility, dan HP miliknya secara keseluruhan sangat melemah.

Karena penguasaan skill pertempurannya melemah juga, bisa dikatakan bahwa semua poin kuat miliknya telah menghilang.

“Tetap saja, aku tak boleh menyerah. Aku tak boleh mundur sekarang.”

Weed mengangkat pedangnya.

Jika dia tak bisa menghabisi mereka dengan cepat, dia bisa terus bertarung meskipun itu akan sedikit beresiko. Bahkan jika dia menerima damage sedikit, dia harus menunggu celah dan menghadapi mereka satu per satu.

“Karena aku tak bisa membiarkan Alveron mati.”

Dibelakang Weed, ada Alveron yang tak bisa berlari cepat. Jadi dia harus berdiri tak peduli apa yang terjadi.

Phusuk!

Kemudian, ada seberkas cahaya melintas diantara kelompok Ice Troll. Seoyoon menghabisi monster-monster yang menuju kearahnya dan membantu Weed. Formasi Ice Troll yang mengepung Weed kocar-kacir.

“Kurrrr!”

“Ada wanita manusia yang telah membunuh teman-teman kita.”

“Bunuh wanita itu.”

Saat para Ice Troll menyerang Seoyoon, Weed bisa beristirahat untuk sesaat.

“Pertempuran yang sebenarnya dimulai sekarang.”

Meskipun kondisi Weed tidaklah normal, dia terus berpartisipasi dalam pertempuran itu. Garis cahaya yang tajam dan sangat indah bertumpang tindih dan menciptakan keindahan yang menyeramkan. Sisi ofensif dari Moonlight Sculpting Blade!

Seperti profesi seniman pada awalnya, skill pedang itu sangat indah juga. Dibandingkan dengan itu, Seoyoon menggunakan serangan-serangan yang jauh lebih sederhana. Dia menghindari serangan monster dengan lembut, pergerakan yang seperti tarian. Kemudian ketika dia melihat celah, dia menebas musuh seketika.

Jika monster tidak mati, hal itu karena tingkat pemulihannya yang sangat tinggi, Seoyoon menyerang leher lagi. Itu adalah cara yang kejam, tetapi dalam kenyataannya, itu jauh lebih lembut dibandingkan cara yang digunakan Weed. Weed mendapatkan kepercayaan diri ketika sejumlah besar Ice Troll telah diurus.

Weed berkata pada para Ice Troll.

“Cobalah untuk menyerangku.”

“Kuaaaaa!”

Para Ice Troll yang marah menyerang Weed. Kapanpun mereka melakukannya, Weed menutup matanya.

Skill Closed Eye meningkat.

Toughness naik 1 poin.

Weed menggunakan serangan Ice Troll untuk meningkatkan skill miliknya! Ketika HP miliknya berada dalam keadaan minimum, dia akhirnya akan memburu para Ice Troll. Kemudian ketika dia membunuh seekor Ice Troll, dia memegang sebuah gelas yang terbuat dari kayu ke dekat tubuh Ice Troll tersebut.

“Ini adalah darah yang berharga, darah terus keluar.”

Darah Ice Troll adalah bahan penting yang diperlukan untuk membuat healing potion. Dibandingkan dengan uang, satu botol darah akan setara dengan 1 gold. Itu adalah sebuah item langka. Sebuah item langka yang diinginkan oleh banyak orang dan di jual oleh sedikit orang.

Botol dari bahan potion yang berharga seperti itu bisa didapatkan disini ketika mereka memburu 3-4 Troll. Sebuah item yang ditempatkan pada daftar yang harus didapatkan milik para Dark Gamer, Ice Troll Blood. Yang umumnya diambil bahkan hingga tetes terakhir (untuk dijual). Metode berburu seperti itulah yang digunakan Weed.

****

Untuk mendapatkan uang, Yurin mengerjakan quest-quest kecil.

“Jika kau membersihkan piring-piring ini dalam satu jam. Aku akan memberimu 3 copper lebih banyak.”

Di restoran tempat Yurin bekerja, piring-piring telah tertumpuk seperti sebuah gunung. Ada sisa-sisa makanan yang menjijikkan menempel pada piring-piring itu dan baunya sangat buruk. Sampai pada poin dimana tak seorangpun akan berani membersihkan piring-piring itu.

“Yah, aku harus mencobanya.”

Yurin menggosok piring-piring itu dengan sangat keras. Membersihkannya, sampai pada poin piring-piring itu akan berkilauan.

“Saatnya mencari uang. Untuk masa depan. Untuk membeli buku skill, aku akan menyimpan uang sedikit demi sedikit.”

Yurin ingin mengambil jalur terhebat dan terjujur. Targetnya adalah untuk menjadi seorang Mage hebat yang bisa membunuh puluhan ribu monster dengan mengendalikan magic!

Menyelimuti area terbuka dengan api, menyebabkan banjir untuk menyapu bersih musuh. Itu adalah impian yang seperti cerita, tetapi hal itu masih mungkin.

Di permulaan Royal Road, ada seorang Mage yang bertarung melawan puluhan ribu pasukan monster pada iklan dari Unicorn Corporation. Karena hal itulah, ada banyak player yang memilih untuk menjadi seorang penyihir. Mereka memiliki kemampuan fisik yang lebih lemah daripada Warrior. Mereka tak memiliki HP yang tinggi yang memungkinkan mereka untuk selamat bahkan setelah beberapa kali diserang.

Bahkan ketika para monster datang, mereka akan sibuk melarikan diri, dan itu adalah para penyihir yang secara malang masuk kedalam perangkap dan akan tewas karenanya. Lebih tepatnya, itu lebih lemah dalam kenyataannya, jadi mereka tidak akan bisa membawa tas dengan item yang cukup didalamnya. Sebuah profesi yang harus memakai jubah kulit tipis dan berjalan-jalan membawa sebuah tongkat dan tak bisa memakai armor keren seperti para Warrior! Meskipun begitu, adalah para Mage yang memiliki serangan magic tanpa batas dan kekuatan serangan tertinggi.

*Ding*

• Fame naik 1 poin karena membersihkan semua piring.

• Karena kamu telah menyelesaikan tugas rumahan, kamu sekarang lebih dikenal di kota sebagai seseorang yang ahli dalam mencuci piring.

Pemilik restoran datang.

“Terima kasih atas kerja kerasmu. Aku akan memberi 3 copper lebih banyak seperti yang dijanjikan.”

“Phew. Terima kasih.”

Yurin tersenyum dan mengambil uangnya. Setelah ini, dia akan bisa mendapatkan lebih banyak pekerjaan dengan mudah.

“Kudengar kau mementingkan kebersihan. Item-item di toko item kami sangat berdebu. Bisakah kau membersihkannya untukku? Aku ingin kau menyelesaikannya dalam 5 jam. Aku akan memberimu 30 copper untuk satu jamnya.”

“Baik. Percayakan saja padaku.”

Yurin berpindah tempat kerjanya ke toko item.

Itu adalah sebuah pekerjaan untuk membersihkan item-item yang biasanya tidak dicari oleh orang-orang.

Saat Yurin membersihkan tempat itu, dia mempelajari berbagai item yang tidak dia ketahui sebelumnya.

Dia bisa saja hanya membersihkan debu-debu yang bisa dilihat. Tetapi Yurin membersihkan masing-masing item secara menyeluruh.

Dia membersihkan item-item itu semalaman, mengganti kain kering puluhan kali.

*Ding*

Kamu telah membersihkan item-item di toko item secara menyeluruh.

Fame naik 2 poin.

Pemilik toko item itu menatap item-item

yang bersih berkilauan dan menjadi senang.

“Kamu adalah orang pertama yang mengerjakan pekerjaan ini secara menyeluruh…. Aku akan memberimu secara spesial 20% lebih banyak.”

“Terima kasih.”

“Ah, haruskah aku memperkenalkan padamu sebuah pekerjaan? Apa kamu melihat toko armor yang ada disebelah sana? Meskipun toko itu berjalan dengan baik, tampaknya disana ada item-item yang tidak benar-benar terjual. Siapa yang tahu apakah seseorang akan membeli item-item itu jika dibersihkan dan dipindahkan. Kudengar pemiliknya mencari seseorang untuk dipekerjakan, jadi cobalah tempat itu.

Jika kamu mengatakan pada si pemilik bahwa aku yang memperkenalkan kamu, dia tidak akan menolakmu.”

“Ya, terima kasih.”

Yurin dengan ceria mengatakan selamat tinggal dan pergi ke toko armor. Tak banyak perbedaan disana juga. Sekali lagi, membersihkan armor-armor tua. Sekarang dia menjadi seorang ahli dalam pembersihan.

“Itu adalah armor-armor dan perisai yang melindungi kehidupan seseorang, jadi ekstra berhati-hatilah.”

“Baik.”

“Aku tidak benar-benar mempercayaimu, tetapi karena seorang teman baikku memperkenalkan kamu, aku akan mempercayakan pekerjaan itu padamu. Berhati-hatilah agar tidak membasahi logam-logam itu. Aku akan membayarmu 50 copper untuk 1 jam. Dibandingkan dengan pekerjaan yang telah kamu kerjakan, itu tidaklah terlalu sedikit kan? Karena ada banyak untuk dijual, jika kamu menyelesaikannya dalam sehari, aku akan memberimu beberapa bonus. Karena pekerjaan yang harus kau kerjakan terbatas, bekerja keraslah.”

Pemilik dari toko armor itu adalah orang yang besar berkumis dan berkepribadian sangat teliti. Yurin bekerja disana dengan sukses juga. Dia membersihkan armor-armor sampai pada titik bahkan tak ada setitik debu yang tersisa. Rhodium memiliki banyak pengemis.

Mereka yang berusaha untuk hidup dengan kemudahan dengan mendapatkan bahkan sedikit uang dari para turis yang datang untuk melihat-lihat karya seni dan pemandangan yang indah! Itu bukanlah pilihan yang buruk. Karena Rhodium menjadi sebuah kota turis, seseorang bisa mengharapkan perlakuan yang baik.

Meskipun seni dikenal sebagai pekerjaan yang penuh dengan penderitaan kelaparan, seseorang bisa mendapatkan uang yang lumayan banyak dengan mengerjakan pekerjaan rumahan bahkan ketika seseorang menjadi seorang pengemis. Tetapi seseorang hanya bisa mendapatkan jumlah uang tertentu. Mendapatkan pekerjaan yang lebih dan lebih besar saat dia pergi, Yurin bekerja dimanapun mengerjakan apapun yang dia bisa untuk mendapatkan uang.

“Setelah membeli buku mantra, aku harus membeli cincin yang meningkatkan serangan magic. Aku ingin memiliki jubah juga, tetapi itu akan sulit untuk didapatkan.”

Untuk menjadi seorang Mage, banyak uang yang diperlukan. Jadi Yurin bekerja seperti orang gila. Dia berusaha mengerjakan apapun untuk mengumpulkan uang.

Jika dia menjadi seorang pegawai toko, dia bisa mendapatkan uang lebih mudah, tetapi pekerjaan semacam itu tak memberi banyak uang. Dengan demikian, bermimpi menjadi seorang Mage hebat, dia melompat kedalam jalan yang keras dari pekerjaan.

Kemudian suatu hari.

Sekarang dia meningkatkan persahabatan dengan sebagian besar pemilik toko dan meningkatkan Fame. Ketika dia mencuci piring, pemilik restoran memanggil dia.

“Yurin aku punya permintaan padamu….”

Yurin menjawab saat dia tersenyum.

“Ya. Mintalah apapun padaku. Apakah ada yang harus dicuci lagi?”

“Tidak, bukan itu. Ketika kamu pergi ke dekat sungai yang ada disebelah sana, seorang pria tua keluar sendirian setiap malam ketika bulan muncul. Aku meminjam sesuatu dari pria tua itu. Bisakah kamu membantu aku untuk mengembalikannya?”

Pemilik restoran itu menunjukkan pada Yurin sebuah buku.

“Apa ini?”

“Ini tentang gambar dan lukisan paling baru yang populer di kerajaan. Aku meminjamnya beberapa hari yang lalu, tetapi aku tak bisa mengembalikannya karena sibuk pada pekerjaan restoran. Kuharap kamu bisa membantuku mengembalikannya.”

*Ding*

Cook Balon’s Request (permintaan koki Balon)

Balon adalah seorang koki penuh harga diri.

Dia terkenal karena tidak begitu saja membuat makanan untuk siapa saja.

Pergilah ke Sungai Hesny dan kembalikan buku tersebut kepada seseorang yang dibicarakan Balon.

Tingkat kesulitan: E

Hadiah: 30 copper

Persyaratan quest:

Seseorang yang dipercayai Balon.

 

 

Translator / Creator: alknight