December 21, 2016

The Legendary Moonlight Sculptor – Volume 9 – Chapter 3: Wonder of the Northern Region

 

Seoyoon log out di waktu yang sama secara rutin.

Hal itu mengikuti jadwal yang ditetapkan untuk dia seperti makan dan kemudian berjalan-jalan.

Dibandingkan dengan hal itu, Weed pergi ke pasar pagi-pagi dan memasak.

Dia meminimalkan waktu yang digunakan yang paling diperlukan untuk kehidupan sosialnya seperti pergi ke dojo untuk melatih tubuhnya dan tidur. Selain waktu yang diperlukan tersebut, dia menghabiskan kebanyakan waktunya didalam Royal Road.

Berkat hal itu, Weed bisa menggunakan waktu ketika Seoyoon tidak ada. Ketika Seoyoon tidak ada, dia menuju ke dataran tinggi Morata. Tempat rahasia milik Weed sendiri.

“Tepat disini.”

Weed merasa sangat segar menatap kembali ke masa lalu. Patung raksasa pertama!

Patung besar yang dibuat menggunakan alam dari wilayah Utara. Keajaiban Wilayah Utara. Tempat ini adalah dimana patung Ice Dragon Grand Piece berada.

Sejak dia datang ke Morata, dia ingin datang kesini tetapi dia tidak bisa karena dia bersama dengan Seoyoon! Sebelum dia membuat Ice Dragon, dia membuat Patung Es menggunakan Seoyoon sebagai modelnya.

Karena patung Seoyoon tepat disamping Ice Dragon, dia tak bisa membawa Seoyoon bersamanya.

Penuh kegembiraan, Weed hampir berlari kesana.

“Patung Ice Dragon! Aku akhirnya kembali.”

Dia penuh dengan harapan. Bahkan dalam rasa dingin yang tak masuk akal ini, sebagian besar rasa dingin tersebut berkurang sampai pada poin seseorang bisa menahannya dengan melihat Patung Ice Dragon.

Dia bisa mengatakan bahwa itu adalah salah satu dari beberapa mahakarya miliknya.

Tetapi ketika Weed mencapai puncak bukit tersebut, dia hanya bisa melihat sebuah gunung yang besar. Gunung es yang sangat curam!

Itu adalah sebuah gunung es yang tak ada sebelumnya. Ketinggiannya sangat rendah, tetapi karena kemiringannya sangat curam, itu bisa dilihat sebagai balok es raksasa.

“Tak mungkin! Aku sangat yakin ini adalah tempat Patung Ice Dragon berada.”

Tak peduli bagaimana dia melihatnya, patung itu tak bisa dilihat dimanapun.

“Aku ada disini…..”

Bahkan ketika dia berpikir kembali dengan sangat hati-hati, patung itu sudah pasti ada disini.

Tak mungkin dia bisa salah tentang lokasinya.

Karena dia menghabiskan banyak waktunya disini, dia tak akan pernah bisa melupakan tempat ini.

Tetapi Patung Ice Dragon tak ada disini.

“Mungkinkah seseorang menghidupkan patungku dan membawanya?”

Weed menggelengkan kepalanya. Ada kemungkinannya.

Sekarang ini, ada peningkatan jumlah Sculptor tetapi tak banyak yang mencapai level tinggi.

Bahkan dengan mempertimbangkan kebetulan, tak mungkin Sculptor seterampil itu akan datang kesini, dan kemungkinan tentang Sculptor memiliki skill untuk menghidupkan patung sangatlah rendah.

Seseorang bisa menghidupkan patung milik orang lain, namun ada pinalti yang besar menyertainya.

Karena itu sama saja dengan menghancurkan karya milik Sculptor lain, Fame berkurang dan ketenaran meningkat. Selain itu, karena statistik Art atau Luck bisa menurun juga, sangat jarang bagi seorang Sculptor untuk menyentuh patung milik Sculptor lain.

Kemudian, dia menemukan Patung Es Seoyoon.

Patung Es Seoyoon tertutupi salju dalam jumlah yang cukup banyak! Jika gunung es tersebut tidak melindunginya dari badai salju, patung itu akan terkubur didalam salju.

“Kalau begitu, mungkinkah…..”

Weed menggerang. Kemudian tiba-tiba menatap gunung es tersebut.

“Kalau begitu ini adalah patung Ice Dragon?”

Melihatnya dengan cermat, dibelakang gunung es tersebut, ada ekor Ice Dragon yang menyembul keluar.

Karena patung tersebut ditinggalkan tak tersentuh untuk waktu yang lama, patung itu menjadi tak bisa dikenali, tertutup oleh salju dan es.

Banyak salju dan es menempel pada patung tersebut, jadi ukurannya meningkat dua atau tiga kali dari ukuran semula. Dia berdiri didepan gunung es tersebut, “Jadi ini yang terjadi. Yah, tak masalah karena aku menemukannya. Oh, patungku yang berharga. Aku akan membagikan kehidupanku padamu yang dibuat dengan jiwa seni yang suci, sekarang bangunlah dari tidurmu dan bergabunglah denganku. Sculptural Life Bestowal!”

Weed menyentuh gunung es tersebut dengan lembut.

*Krak!*

Bagian luar es tersebut retak dan terpecah.

Didalamnya, sesuatu bergerak.

Kurururururur

Getaran yang kuat!

Kamu telah memberi kehidupan pada sebuah patung.

Kemampuan dari patung tersebut ada disesuaikan menjadi level 382, menurut 812 poin statistik Art saat ini.

Namun, berdasarkan pada kemampuan dari pengecualian Grand Piece, 10% level akan ditambahkan. Levelnya meningkat menjadi 420.

Sebagai tambahan, karena itu adalah seekor monster bersayap yang bisa terbang, 10% dari levelnya akan berkurang sebagai pinalti.

Karena dibuat dari material khusus, es, 15% level telah ditambahkan.

Sebaliknya Stamina dan HP akan melemah.

3 atribut akan diberikan pada patung tersebut.

Kualitas dan kemampuan dari atribut akan berbeda berdasarkan bentuk dan level dari patung tersebut.

• Atribut Water (100%)

• Atribut Ice (100%)

• Atribut Sihir (100%)

Tak ada penguasaan Air.

Memiliki Fighting Spirit yang sangat kuat dengan Defence dan Magic Defence yang tinggi.

Dia bisa membekukan musuh menggunakan kekuatan rasa dingin.

Dia bisa menggunakan sihir Es.

Dia bisa meningkatkan kemampuannya sampai maksimal 30% di wilayah dingin.

Namun, dia akan melemah di cuaca hangat.

Menggunakan Intelligence yang tinggi, dia bisa menggunakan sihir.

Dia bisa menggunakan tipe sihir apapun, tetapi tambahan damage akan ditambahkan ketika menggunakan sihir yang sama dengan atributnya.

Karena itu adalah sebuah patung yang dulunya Wonder of Northern Region (keajaiban wilayah utara), kemampuan khusus telah ditambahkan.

Ice Breath!

Bisa digunakan sekali sehari. Itu akan menjadi serangan terkuat.

• 5.000 mana telah digunakan

• 10 poin statistik Art berkurang secara permanen.

Pengurangan tersebut bisa dipulihkan dengan menciptakan patung-patung atau aktifitas artistik yang lain.

• 2 level telah berkurang.

Karena pengurangan level, statistik yang terakhir ditingkatkan akan berkurang 10 poin.

Pengurangan statistik tersebut bisa ditingkatkan lagi ketika level naik lagi.

Perhatikanlah patung yang dihidupkan.

Ketika dia kehilangan nyawanya, jiwanya bisa dibangkitkan.

Ketika sepenuhnya hancur, patung tersebut tidak bisa dibangkitkan lagi.

*Kurururung! Kurururung!*

Getaran dari gunung es tersebut tak ada hentinya. Apapun yang terjadi, Weed hanya terus menunggu sampai Ice Dragon tersebut bangkit. Kemudian harapannya menjadi kenyataan.

“Master. Master yang memberiku kehidupan, apa engkau disana?”

“Ya. Aku disini.”

Weed merasa bangga. Tak seperti para Wyvern atau Geumini, Ice Dragon itu tampak memiliki kecerdasan yang tinggi.

Tetapi, kalimat berikutnya yang dikatakan si Ice Dragon cukup untuk membuat Weed kecewa.

“Selamatkan aku. Aku tak bisa keluar. Aku tak bisa bergerak karena es tebal ini membekukan tubuhku.”

“Kau idiot tak berguna!”

Selama beberapa saat, Weed secara serius mempertimbangkan meninggalkan Ice Dragon itu seperti ini dan kembali.

“Aku sungguh idiot. Kenapa aku memberi kehidupan pada makhluk semacam ini…”

Naga itu hanya besar dalam ukurannya dan sangat lemah!

“Tetapi akan sedikit sia-sia untuk meninggalkannya.”

Weed berakhir bekerja.

Mengandalkan sebuah tali, dia harus membersihkan salju dan es, naik turun dari Ice Dragon tersebut.

Setelah bekerja selama sehari semalam, kepala Ice Dragon itu akhirnya muncul. Wajah bermartabat dari naga. Mata yang tampak kuat dan ganas. Janggut putih dan panjang. Ice dragon itu tampak tampan.

“Master, tolong cepat singkirkan es yang menutupi tubuhku. Aku ingin merasakan kebebasan.”

“Baiklah. Tunggu sebentar lagi.”

Ketika Seoyoon log ini, Weed pergi kemana Seoyoon berada, mempersiapkan makanan. di waktu luangnya, dia membersihkan es yang menutupi Ice Dragon.

Pekerjaan sederhana dan berulang-ulang!

Itu adalah sebuah pekerjaan dimana kau harus bergelantungan pada ketinggian yang tinggi, terhantam oleh angin dingin sepanjang waktu.

Sepanjang hari, Ice Dragon itu hanya menggerakkan bagian kepalanya yang bebas.

Weed mengasihani dirinya sendiri.

“Sekarang aku berakhir mengerjakan segala macam pekerjaan.”

Setelah membersihkan es dan salju, dia akhirnya berhasil membuat sepertiga dari tubuh Ice Dragon terbebas.

“Master.”

“Apa.”

Kata Weed dengan dingin.

“Kupikir aku bisa keluar dengan kekuatanku?”

“Ya?”

Weed turun dari tubuh Ice Dragon dan mundur sedikit.

Seolah-olah untuk melihat Ice Dragon terbebas sendiri.

“Kuwuwuwuwu!”

Ice Dragon itu meraung dengan ganas.

Dan mencoba untuk menggerakkan tubuhnya untuk terbebas dari tumpukan es tersebut.

“Urggg!”

Suara mengeluarkan segala yang dia miliki dan mencoba segala yang dia bisa! Weed menonton adegan tersebut dengan sangat gugup hingga telapak tangannya berkeringat.

“Tolong keluarlah.”

Jika Ice Dragon tidak bisa keluar sendiri, dia harus menyingkirkan lebih banyak es dan salju.

Karena dia tidak mau lagi, dia berdoa penuh harap. Tubuh Ice Dragon memiliki bagian atas yang tebal dan semakin ramping kearah bagian bawah.

Diatas semua itu, karena kedua kakinya relatif lemah, jadi itu tampak bisa lolos sendiri jika dia berusaha.

“Kurarararararara!”

Raungan Ice Dragon! Itu memiliki kekuatan untuk menciptakan retakan tipis pada es terdekat dan menghembuskan salju kemana-mana.

Monster-monster juga membeku karena Fighting Spirit yang tinggi milik Ice Dragon. Ini adalah naga legendaris! Itu tak bisa dibandingkan dengan naga yang sebenarnya pada setiap aspek, tetap saja, penampilannya tampak sangat mirip.

“Tentunya, itu adalah patungku.”

Weed mengepalkan tangannya. Dia memiliki seorang anak buah yang tak kekurangan apapun.

Dia tak bisa membuat pelayan selamanya. Karena dia tidak memiliki rencana apapun untuk memberi kehidupan pada patung-patung, Ice Dragon lebih berharga bagi dia.

Tetapi itu hanya untuk sesaat.

Dang!

Si Ice Dragon jatuh tanpa kekuatan yang tersisa pada kakinya. Ice Dragon berbaring dengan perutnya di tanah!

“Master, aku tak punya kekuatan yang tersisa.”

Untuk menopang tubuhnya yang besar, dia tak memiliki level yang cukup. Dalam arti tertentu, seekor naga cacat dengan tubuh besar yang tak berguna! Setelah beristirahat untuk waktu yang lama, si Ice Dragon mengangkat tubuhnya.

“Master, beri aku nama.”

“Namamu adalah….”

Weed tiba-tiba penuh dengan penyesalan.

Bahkan jika dia memberinya nama, dia tidak yakin apakah naga itu bisa mengerjakan tugasnya.

“Yah ngomong-ngomong, katakan saja Bingryong.”

Sebuah nama sederhana yang mudah untuk di ingat!

“Terima kasih Master.”

Bingryong sangat senang.

Kemudian ekspresi wajahnya berubah menjadi penuh senyuman.

Jika itu adalah sebuah patung, dia tidak akan bisa melakukannya, tetapi karena dia telah diberi kehidupan, dia bisa mengubah ekspresi wajah juga.

“Master, kau tak harus sekecewa itu terhadap aku. Kekuatanku perlahan-lahan kembali.”

“Apa maksudmu?”

“Dataran ini, energi ini memberiku kekuatan.”

Tubuh Bingryong yang terbuat dari es menjadi lebih putih dan jernih. Tubuh Bingryong menyerap dingin! Dia bisa mengerahkan kekuatan yang bahkan lebih kuat.

Dia mengangkat tubuh bagian atasnya menggunakan kaki dan tangan dan membuka sayapnya yang sepanjang puluhan meter. Kemudian tumpukan salju disekitarnya tersebar. Martabat Bingryong yang luar biasa! Weed mengangguk.

“Meskipun dia hanya berguna di wilayah utara, dia tidaklah buruk.”

Meskipun Strength dan HP miliknya sangat rendah, Bingryong bertarung menggunakan magic dan serangan nafas! Weed mendapatkan anak buah yang sangat menakjubkan.

Seoyoon dan Alveron dalam diam mengumpulkan tongkat pancing dan alat-alat yang diperlukan untuk berburu.

Pekerjaan yang mereka lakukan untuk mengumpulkan makanan akhirnya berakhir. Setelah persiapan selesai, Weed mendesah dalam-dalam.

“Apa boleh buat. Tak pernah tahu hal ini akan terjadi.”

“…….?”

Seoyoon memiringkan kepalanya, bingung tentang kata-kata ambigu dari Weed.

Alveron bertanya secara langsung.

“Apa kau punya masalah?”

Weed memutar tubuhnya kearah dimana angin berhembus. Kemudian jubahnya berkibar.

“Yah, aku tidak mencoba untuk pamer atau apapun tapi… lihat saja dengan nyaman.”

Tak perlu terkejut juga. Karena ini bukanlah apa-apa bagiku.

“Huhu. Sungguh, hal semacam ini seperti kehidupan sehari-hari bagiku.”

“Maaf?”

“Bingryong!”

Weed berteriak keras. Dia mencoba memanggil Bingryong, anak buahnya.

“Master, aku datang.”

Bingryong meringkuk dibelakang sisi terjauh dari gunung dan terbang kearah langit.

Seekor Ice Dragon yang tiba-tiba muncul entah dari mana! Dia menunggu di tempat yang ditunjuk sampai Weed memanggilnya. Dimana angin dan salju datang dengan ganas, naga yang terbuat dari es membuka sayapnya lebar-lebar.

Bahkan Weed yang membuatnya dan melihatnya, merasa merinding.

Penampilan menggetarkan dari si naga. Tekanan dan karisma dari ukurannya yang menakutkan! Itu seolah-olah sebuah gunung sedang bergerak.

Cakrawala menjadi berwarna merah dengan tenggelamnya matahari. Bingryong terbang melintasi langit. Tubuhnya terbuat dari es memancarkan aura misterius yang tak bisa disebutkan.

Seleuleung.

Seoyoon melangkah kedepan. Bingryong datang dan Seoyoon mencoba untuk melawannya tanpa rasa takut. Weed merentangkan tangannya dan dengan lembut menghentikan dia.

Seoyoon menoleh kebelakang dan mengangguk dalam diam. Kemudian Bingryong membuka mulutnya.

“kurarararara!”

Itu adalah sebuah raungan yang menakutkan. Sebuah raungan yang membuat Weed atau Seoyoon bergetar dari jarak yang jauh! Saat dia melakukannya, Bingryong terbang di langit yang indah seperti yang direncanakan sebelumnya.

Setiap kali dia menggerakkan sayapnya yang sepanjang puluhan meter, tekanan angin yang kuat terjadi. Bingryong terbang kebawah dengan kecepatan yang cepat dan mendarat didepan Weed, Seoyoon, dan Alveron dengan anggun. Itu adalah penampilan seekor naga sepanjang lebiih dari 300 meter.

“Ahem!”

Weed mendekati Bingryong saat dia berdeham. Dalam kenyataannya, naga itu tak punya banyak martabat seperti yang dia tunjukkan.

Naga itu tampak bagus, tetapi dia tidaklah terlalu efisien.

Meskipun naga itu sangat besar, karena dia memiliki strength dan stamina yang lemah, dia akan cepat lelah jika dia berjalan sebentar saja.

Kaki itu bergetar ketika berdiri untuk waktu yang lama. Kadang-kadang  dia memiliki saat-saat yang sulit hanya untuk membuka sayapnya. Meskipun semua itu tidak akan mungkin jika dia tidak berada di wilayah Utara. Karena dia bahkan tak bisa mengurus tubuhnya sendiri, sebenarnya tak memiliki banyak kemampuan fisik. Tetap saja, kehadiran Bingryong tidaklah sia-sia.

“Jangan terlalu terkejut. Dia adalah anak buahku.”

Weed dengan mudah menaiki tubuh Bingryong.

Dia hanya menaiki Bingryong, tetapi pandangannya menjadi jauh lebih luas. Seoyoon dan Alveron terlihat sangat kecil.

Mereka menatap Weed untuk waktu yang lama.

“Huhuhuhu.”

Weed mengeluarkan senyum arogan. Dia berpikir dirinya saat ini akan tampak sangat keren. Weed menunggangi seekor Ice Dragon!

Jubahnya berkibar tertiup angin dan Armor Tallock menjadi semakin berkilauan juga. Yang membuat semuanya lebih baik lagi, langitnya berubah menjadi berwarna merah dengan terbenamnya matahari.

Pemandangan ini sangat sempurna dengan pencahayaan dan item-item yang ditambahkan pada efek itu.

Tak mungkin untuk melihat apapun yang lain selain tampan ketika menatapnya dari bawah. Tentu saja, dia tidak mempertimbangkan Bingryong sama sekali, yang nyaris tak bisa menahannya mendapati Weed sendirian diatas punggungnya. Weed tiba-tiba memiliki desakan untuk menyanyi.

“Aku tak bisa tidak bernyanyi di tempat seperti ini.”

Dia mengeluarkan Serena’s Harp yang dia dapatkan dari Rhodium.

Diriring!

Tangan Weed bergerak dengan terampil pada harpa tersebut. Harpa itu mengeluarkan suara yang jernih. Dibawah langit dengan matahari terbenam, bermain harpa duduk diatas seekor Ice Dragon.

Bukankah ini penampilan dari seorang pahlawan!

Itu adalah adegan yang indah yang hanya muncul dari kisah penyair mabuk. Weed menatap Seoyoon.

“Jika seperti ini, dia mungkin mendapatkan fantasi tentang aku.”

Jika dia menunjukkan kemampuan dan perasaan seperti itu, hal itu memungkinkan. Ditambah, jika itu adalah sebuah pemandangan seindah ini, mungkin Seoyoon akan menyukai dia.

Diriring. Diriring!

Weed terus bermain harpa, menatap matahari terbenam.

Mabuk dalam suasana. Kemampuan Weed bermain harpa tidaklah buruk.

Dia memainkan beberapa lagu dengan harpa yang dia miliki untuk waktu yang lama, jadi kemampuannya meningkat. Setelah dia memainkan harpa, Weed tersenyum.

Untuk menjadi seorang pahlawan dari pemandangan seindah ini. Dia merasa bersemangat. Weed berteriak kearah Alveron dan Seoyoon yang ada ditanah.

“Ayo pergi ke Valley of Death. Menunggangi Ice Dragon ini!”

“……”

Seoyoon tak mengatakan apa-apa.

Dia hanya mengalihkan pandangannya pada Weed dan Bingryong dan menggelengkan kepalanya.

Weed memberi tawaran sekali lagi.

“Tak apa-apa. Dia adalah anak buahku, jadi tak satupun dari apa yang kau khawatirkan akan terjadi. Kau tak perlu takut. Kau bisa menunggangi dia tanpa kekhawatiran apapun!”

Mereka menunggangi Bingryong dan terbang ke Valley of Death.

Ini adalah transportasi yang Weed rencanakan!

Alveron menaiki Bingryong tanpa masalah apapun. Tetapi Seoyoon berdiri diam dimana dia berada dan tidak menaiki Bingryong.

“Hm!”

Weed merasa sedikit kecewa.

“Itu akan menjadi bantuan yang besar jika aku bisa membawa dia.”

Warlock yang terfokus pada pertempuran! Dia tak bisa melupakan cara Seoyoon membantai para monster.

Tetapi dia tidak benar-benar berpikir Seoyoon akan diperlukan.

“Aku menyelesaikan semua quest tak peduli seberapa sulitnya itu.”

Tentu saja, dia harus mengalami segala macam kerja keras.

Semua upaya yang dia kerahkan untuk menyelesaikan quest-quest dimulai dari nol.

Ingatan dari dia melawan Death Knight untuk mendapatkan item suci Freya di Lavias, dan ingatan mengurus para Paladin selama berbulan-bulan untuk menyingkirkan para vampir.

Saat-saat menggembirakan ketika dia bertarung melawan Immortal Legion, mengkomando para Orc di Lands of Despair.

Ada bantuan tak langsung dari Mapan, tetapi dia selalu sendirian di saat-saat kritis. Tak perlu kecewa karena Seoyoon tidak bersama dirinya.

Weed memutuskan.

“Jika dia tidak mau, tak perlu memaksa dia. Meskipun itu sedikit disayangkan.”

Jika Seoyoon mengatakan dia tak bisa pergi bersama dirinya, Weed tak bisa memakasa Seoyoon untuk pergi bersamanya.

Weed mengatakan pada Seoyoon setelah membuat keputusan.

“Beristirahatlah di Morata. Aku akan menyelesaikan dan kembali secepatnya…. Ayo pergi, Bingryong!”

Dengan itu sebagai sinyal, Bingryong membuka sayapnya. Bingryong nyaris tak bisa berdiri pada saat itu.

Karena dia tak punya kekuatan yang tersisa dalam tangan atau kakinya, terbang di langit jauh lebih mudah bagi dia. Dengan Weed dan Alveron di punggungnya, Bingryong terbang ke langit.

Setelah sekitar 3 jam!

“Achoo!”

“Uhuk!”

Weed dan Alveron kembali ke dimana mereka mulai menunggangi Bingryong dan gemetar.

Kamu telah mengalami flu yang serius.

Kemampuan fisik berkurang sebesar 45%

Efek skill berkurang 60%

Flu bisa mengarah pada penyakit lain.

Maksimum HP dan MP berkurang.

Ketika menggunakan skill memahat, ada kemungkinan patungnya akan hancur karena flu tersebut.

Dengan flu yang tak pernah dia inginkan lagi sebagai bonus! Alasan kenapa segalanya menjadi seperti ini sangatlah sederhana. Bingryong sangat cepat di langit.

Masalahnya adalah Weed ataupun Alveron yang menunggangi diatasnya harus gemetar dalam dingin.

Itu cukup dingin hanya dengan berdiri, tetapi mereka terbang di langit dengan kecepatan yang luar biasa.

Semakin tinggi ketinggiannya, temperaturnya semakin rendah dan angin menjadi lebih kencang. Pada akhirnya, mereka kembali tak bisa menahannya lebih lama lagi. Seolah-olah dia mengetahuinya, Seoyoon tengah menunggu ditempat itu dengan api unggun yang menyala.

“Achoo!”

Weed mendekati api unggun saat dia bersin-bersin.

Pepatah tua memang benar. Jika kepala dalam keadaan buruk, tubuh harus melalui kerja keras. Pikir Seoyoon saat dia menyalakan api unggun. Dia sudah terbiasa untuk berkamping sendirian.

Memperhatikan dengan cermat apakah ada monsters disekitar, dia mengumpulkan kayu, menyalakan api, dan memasak makanan yang bisa dimakan. Dia mempelajari bagaimana caranya memasak di rumah kayu dari istri instruktur Training Hall.

Karena itu adalah ketika dia pertama kali bertemu Weed, dia bisa mengatakan ada suatu hubungan yang dalam. Memasak hanya untuk seseorang.

Dia hanya makan untuk membuat rasa lapar menghilang, jadi dia hanya memasak sedikit.

Resep-resepnya juga sederhana, jadi dia menggunakan apa yang dia dapatkan dari berburu.

Jika dia sudah bosan dengan itu, maka dia makan roti yang dia beli dari toko atau mengambil buah-buahan liar. Karena hal itulah, skill memasak miliknya tidak berkembang dari level 3 tahap pemula.

Kemudian, dia makan lebih dari yang diperlukan saat dia makan makanan yang dimasak Weed.

“Lezat.”

Itu tidaklah buruk untuk makan makanan yang dibuat dengan kepedulian seseorang bukannya makanan yang dibuat hanya untuk menyingkirkan rasa lapar.

“Pfft.”

Ketika dia berpikir tentang hal semacam itu, dia hampir tertawa keras ketika dia melihat Weed dan Alveron muncul. Wajah dan seluruh tubuh mereka tertutupi es. Mereka kembali tampak seperti tikus menyedihkan yang membeku. Bahkan jika itu adalah Seoyoon, penampilan mereka sangat mengerikan cukup untuk membuat dia tertawa.

Weed berjalan dengan Seoyoon dan Alveron menuju Valley of Death. Menggunakan informasi yang didapatkan dari Morata, mereka bergerak hanya menggunakan wilayah-wilayah aman. Dia menikmati bertarung melawan monster, tetapi ada waktu yang tepat untuk segalanya.

Mereka tak bisa memperlambat perburuan sementara tak mengetahui monster apa yang akan keluar dari area tersebut. Dipagi hari mereka berjalan sambil makan, dan dimalam hari, mereka masuk kedalam gua atau mendirikan tenda untuk lolos dari dingin. Perjalanan yang penuh dengan kerja keras!

Karena Weed masih flu, dia memakai berlapis-lapis pakaian kulit serigala.

Selain itu, ada pertarungan mental yang ganas. Weed mengambil satu langkah mundur.

“Uhuh! Pemandangan disini sangat bagus. Jalanlah duluan, aku akan berjalan perlahan-lahan menikmati pemandangan.”

Es yang bening berdiri tegak disana-sini.

Es dari dataran seluas itu sangatlah misterius.

Angin ganas berhembus dibumi yang tertutup es dan salju. Weed berencana untuk berjalan dibelakang Alveron.

Alveron membuka mulutnya.

“Dewi Freya achoo! telah memberitahuku untuk menjadi rendah hati.”

Kemudian mengambil tiga langkah kebelakang.

Alveron perlahan-lahan bersembunyi dibelakang Weed.

“Jika kau adalah seorang Priest dari Order of Freya, kau seharusnya memimpin jalan untuk orang lain.”

“Misiku adalah untuk membantu Weed-nim. Aku minta maaf tetapi aku tak bisa berdiri didepanmu.”

“Ahem!”

Weed terbatuk sangat keras.

Sejujurnya, angin berhembus dari depan sekarang.

Karena seseorang yang ada didepan akan menjadi yang paling dingin, mereka berusaha untuk berdiri dibelakang. Tetapi angin mengubah arahnya. Alveron mempercepat langkahnya.

“Dewi Freya telah memberitahuku untuk memimpin jalan.”

“Kupikir aku mendengar hal itu juga. Alveron.”

“Tetap saja, kau tidak punya tanggung jawab sebanyak aku sebagai seorang Priest.”

“Apa yang kau katakan? Monster mungkin akan muncul. Aku yang akan memimpin.”

Tak ada apa-apa disekitar, tetapi Weed menggunakan bahaya sebagai alasan untuk berjalan didepan.

Alveron mempercepat langkahnya untuk menghindari angin dingin. Hanya Seoyoon yang berjalan dalam diam, kadang-kadang  melihat mereka dengan bengong.

Anginnya sangat dingin.

“Achoo!”

Semakin cepat seseorang berjalan, semakin cepat stamina habis dan dengan demikian semakin cepat rasa dingin menghantam. Weed dan Alveron mengambil kemalangan mereka sendiri.

Seperti itulah, selama siang hari, ketika suhunya relatif hangat mereka berjalan, selama malam hari mereka beristirahat didalam gua atau di bawah tebing untuk berlindung dari angin.

Setiap malam Weed menampilkan skill memasak miliknya.

“Sup ikan dengan banyak bawang putih!”

Terdengar mengerikan tetapi dalam kenyataannya itu adalah sebuah sup yang rasanya lezat. Sup tersebut memberi perasaan hangat diseluruh tubuh.

Jika mereka tidak memiliki makanan semacam itu, akan gila untuk bergerak sementara mereka mengalami flu. Kadang-kadang ketika flu menjadi semakin buruk karena cuaca, mereka memakan daging yang direndam dalam wine. Bintang yang tak terhitung jumlahnya bersinar di langit malam yang tak biasanya cerah.

Waktu makan adalah satu-satunya waktu ketika mereka bisa beristirahat dan menyingkirkan beberapa rasa lelah dari perjalanan yang keras. Kemudian suatu hari setelah selesai makan didalam sebuah gua, Weed mencoba untuk mengambil piring seperti biasanya.

Tetapi Seoyoon tiba-tiba merebut piring-piring tersebut dari dia.

Piring kayu yang Weed buat sendiri dengan mata uang yang digunakan di Benua Versailles terukir diatasnya!

Dia mengukir dalam gambar tersebut agar tidak lupa bahwa dia harus mendapatkan uang bahkan ketika dia makan. Weed mengangkat kepalanya. Mata jernih milik Seoyoon menatap dirinya.

“…..”

Dada Weed sakit.

“Jadi dia mengambil piringku yang berharga begitu saja. Dia memiliki mata yang bagus.”

Itu bukanlah piring-piring perak atau emas terbaik. Hanya piring kayu sederhana yang bagus untuk menampung makanan. Menurut rumor, ada beberapa piring yang terdapat batu permata diatasnya. Piring Verjua yang memiliki harga diatas 6000 gold.

Kecuali itu adalah seseorang yang memiliki uang melimpah, itu bukanlah piring-piring yang bisa digunakan siapapun. Seperti ini, piring-piring bagus seringkali harganya mahal.

Weed membuat piring sendiri untuk menghemat uang, tetapi Seoyoon merenggutnya dari dia. Namun itu adalah kesimpulan Weed. Seoyoon tidak mencoba untuk merebutnya dari dia.

Tanpa mengatakan apa-apa, dia membawanya keluar dan membasuhnya dengan salju. Seoyoon mencuci piring!

Karena dia selalu mendapatkan makanan enak dari Weed, dia menggunakan caranya sendiri untuk menunjukkan rasa terima kasih.

Bingryong!

Dia dengan senang membuka sayapnya dan terbang memutar-mutar dilangit.

Kemudian ketika dia melihat seekor monster, dia mendarat dan menyerang apapun yang dia lihat.

“Kurararara!”

Dia turun dari langit dan dengan ganas menginjak monster atau menggigitnya.

Hampir tak ada monster yang tersisa dimana dia menyerang. Itu adalah perburuan untuk makan, tetapi itu lebih untuk meningkatkan exp dan kemampuan bertarung.

“Aku tak bisa menghadapi siapapun yang lebih kuat dari aku! Untuk membuka sayapku dibawah langit ini dan diatas bumi ini, aku harus menjadi lebih kuat!”

Bingryong mengetahui bahwa dirinya adalah mahluk yang besar, tetapi kenyataannya bahwa dia tidak bisa menggerakkan tubuhnya sendiri dengan benar sangatlah menyakitkan bagi dirinya! Karena Fighting Spirit milik Bingryong sangat tinggi, monster-monster biasa membeku seketika.

Bingryong tidak meremehkan siapapun dan bahkan memburu monster-monster itu. Para monster mendapatkan exp skill dan exp melalui membunuh. Karena itu memungkinkan bagi dia untuk menjadi lebih kuat bergantung pada upaya yang dikerahkan, Bingryong tidak beristirahat.

“Seekor monster yang lebih kuat! Untuk membuat diriku lebih kuat, aku butuh lawan yang lebih kuat! Muncullah, seorang yang bisa membuat hatiku berguncang!”

Raungan Bingryong mengguncang es yang menutupi bumi. Monster-monster kuat wilayah utara. Ada banyak monster kelas bos atau monster yang kuat di masing-masing gunung es. Ada banyak yang berlevel diatas 400 disana-sini.

Selain itu, di Forest of Massacre (hutan pembantaian), monster-monster kuat yang biasanya sangat sulit ditemui membentuk rantai makanan dan hidup disana.

“Kuwuwuwu!”

Di gunung es, Bingryong menginjak-injak monster-monster lemah dan ketika monster kelas boss benar-benar muncul, dia membuka sayapnya.

“Kalau begitu sampai jumpa lagi.”

Bingryong sangat pengecut tak seperti ukurannya yang besar.

Oleh karena itu, jika dia bertemu musuh yang sama atau lebih kuat dari dirinya, dia melarikan diri. Dia berkembang dengan cara seperti itu. Weed berjalan sambil membersihkan salju.

“Alveron, sedikit lagi.”

“Ya.”

Tadi malam banyak salju telah turun.

Berkat hal itu, sulit untuk berjalan dengan tumpukan salju yang sampai pada lutut mereka. Flu yang serius tidak membaik dengan mudah.

Stamina mereka menurun dengan mudah, jadi mereka bergantian untuk bergerak maju.

“Weed-nim aku minta maaf. Aku tak bisa melanjutkan lagi.”

Weed dan Seoyoon bisa berhasil, tetapi Alveron yang adalah seorang Priest dengan mudah kelelahan.

“Oh yah. Mari kita istirahat sebentar.”

Perkembangannya menjadi lambat karena Alveron. Berjalan di daratan yang dingin dan membeku menghabiskan banyak stamina. Alveron yang memiliki stamina yang lemah juga tak bisa berjalan jauh dibawah kondisi normal.

Tetapi karena ada tumpukan salju, dia mendapati saat-saat yang lebih sulit. Disekeliling mereka, hanya ada serigala yang berkeliaran mencari makanan.

“Harusnya ada sebuah cara. Cara untuk bergerak lebih cepat. Kita membutuhkan sebuah metode transportasi.”

Di Benua Versailles ada banyak metode transportasi. Yang paling populer adalah kuda!

Kuda diperdagangkan secara umum di kota-kota.

Terlebih lagi, ada pelatih kuda profesional. Seekor kuda yang bagus yang akan mengikuti perintah pemiliknya dengan baik, atau seekor kuda cepat yang seperti kilat.

Karena kuda bisa digunakan bahkan dalam pertempuran, waktu perjalanan diantara tempat berburuan atau kota bisa berkurang.

҅Di tempat yang dingin seperti ini, semua kuda akan membeku hingga mati. Bahkan meskipun mereka bertahan, kuda itu tak akan bisa berlari dengan baik.҆

Kuda bisa berlari dengan baik di dataran.

Untuk berlari di daratan yang tertutup salju dan es akan terlalu berlebihan. Kemudian, sebuah ide muncul dikepala Weed!

“Itu dia! Kenapa aku tidak memikirkannya lebih awal? Ada pepatah mengatakan tak ada kuda, serigala pun jadi. (pepatah ngaco)”

Para serigala berkeliaran disekitar.

Ketika mereka bertemu Seoyoon atau Weed, mereka perlahan-lahan menjauh. Ada pengecualian ketika ada banyak serigala di area tersebut.

Weed meminta Seoyoon.

“Tolong bantu aku menangkap para serigala disekitar area ini.”

Seoyoon dalam diam menghunus pedang miliknya berpikir bahwa itu adalah untuk makanan.

Tetapi permintaan Weed adalah sesuatu yang sedikit berbeda.

“Kau harus menangkapnya tanpa membunuhnya. Tetapi jika memungkinkan, hajar mereka hingga mereka akan berpikir lebih baik mati dari pada disiksa.”

“……..”

Seoyoon menghunus pedangnya dan menghajar para serigala. Untuk berburu serigala, mereka bahkan tak perlu menggunakan skill.

*Woof! Woof!*

Jika para monster memiliki kecerdasan, mereka akan memilih melarikan diri ketika menghadapi lawan yang mustahil dikalahkan.

Ketika nyawanya terancam, para serigala yang ketakutan mulai melarikan diri. Seoyoon mengejar para serigala dan mematahkan kaki mereka tanpa ragu-ragu.

Hal itu adalah untuk melumpuhkan mereka.

Para serigala meluncur diatas es. Setelah menjadi tak bisa bertarung, mereka hanya menunggu ajal.

Kemudian Weed mendekati mereka.

“Ya ampun, malang sekali kau, apakah itu sakit?”

Para serigala menunjukkan kewaspadaan.

Itu adalah manusia.

Salah satu dari manusia-manusia yang menjadikan mereka lumpuh seperti itu mendekati mereka.

Tetapi Weed tidak membunuh para serigala itu.

Dia memberi herbal pada luka dan memasang perban pada mereka.

*Grrrrrrrr!*

Kebanyakan hewan akan merasa berterima kasih. Tetapi tetap saja, para serigala tidak meninggalkan sisi ganasnya.

Ketika tubuh mereka pulih, mereka menunjukkan taring mereka untuk menggigit Weed. Seperti binatang buas, mereka tak bisa mempercayai manusia. Weed mundur diam.

“Sepertinya kau sudah lebih baik, aku akan pergi. Bagaimanapun juga seseorang dari jenismu mungkin sedang kesakitan disuatu tempat.”

Biasanya dia akan memburu para serigala dengan suka ria, tetapi Weed mundur tanpa menjadi terlalu serakah.

*Grrr, Grrr Grr Grr!*

Para serigala berusaha keras untuk berdiri menggunakan keempat kaki mereka. Itu adalah saatnya bagi mereka untuk kembali ke markas.

Kemudian Seoyoon datang lagi. Kemudian dia menghajar para serigala tanpa sepatah katapun. Seperti itulah, para serigala dihajar dan Weed menyembuhkan mereka selama beberapa minggu.

Jadi satu menghajar, satu menyembuhkan untuk membuat mereka merasa berterima kasih pada mereka.

*Jilat jilat.*

Seekor serigala muda menatap Weed dan menjilat tangannya.

“Ya. Anak baik.”

Weed menyentuh kepala serigala itu.

Dia memberi para serigala itu ikan kering secara spesial. Sekarang, sebagian besar serigala mengayunkan ekor mereka.

Kadang-kadang  mereka menunjukkan perut mereka.

Mereka telah dijinakkan!

Mereka menjadi pengikut Weed.

Tetapi tetap saja, ada beberapa serigala yang tidak menerima Weed sampai akhir.

Mereka adalah para serigala tingkat kapten.

Untuk serigala yang seperti itu, Weed membawa mereka ke belakang bukit, memegang leher mereka.

“Hoohoohoo, kalian anak-anak baik. Kalian pasti sangat kesakitan. Kalau begitu aku akan menyembuhkan lukamu bahkan dengan lebih banyak perawatan. Kupikir itu lebih baik untuk merawat disebelah sini dan sana.”

Senyum lembut dan mata penuh kepedulian!

Tak mungkin untuk mengetahui apa yang terjadi disana, tetapi Weed kembali dengan tasnya menjadi sedikit lebih berat. Jumlah daging dan kulit meningkat.

Bagi para serigala, saat-saat yang mengerikan telah terjadi.

*Ghing Ghing Ghing!*

Para serigala memeluk Weed ketika dia kembali, tak mengetahui apa-apa.

Alveron ataupun Seoyoon merasakan rasa dingin menjalar pada tulang punggung mereka, tetapi Weed hanya memiliki senyum bak malaikat diwajahnya.

“Ya, kalian adalah hewan-hewan manis.”

Mereka adalah para serigala yang sudah terbiasa dengan sentuhan dan makanan Weed.

“Makanlah yang banyak.”

Weed memberi makanan yang lebih dari cukup pada para serigala.

Ketika para serigala makan, dia dengan cepat membuat sesuatu menggunakan kayu dan urat monster.

“Aku harus membuat dasarnya dengan bilah baja untuk membuatnya bergerak kedepan dengan mudah dan aku harus mengikat urat tersebut tiga kali jadi para serigala tidak bisa melarikan diri.”

Objek tersebut Weed buat menggunakan skill blacksmith dan menjahit yang terbaik! Bahkan ketika objek tersebut dipasang pada tubuh mereka, para serigala tidak melawan sama sekali. Kemudian selesailah!

Kereta luncur yang ditarik oleh para serigala!

Kereta itu memiliki bentuk yang berbeda dari kereta perang. Puluhan serigala memimpin didepan dalam sebuah kelompok, dan kereta luncur tersebut bisa meluncur diatas es.

Karena kereta luncur itu rendah, hanya sedikit hambatan dari udara, dan karena tak memiliki roda, kereta itu bisa meluncur diatas es. Dia membuat transportasi yang sesuai dengan wilayah utara. Weed memerintah para serigala untuk bergerak maju. Kereta luncur itu bergerak cepat, meluncur diatas salju dan es.

Itu memberi kesenangan yang tak bisa dibandingkan dengan menunggangi kuda atau transportasi yang lain. Kecepatannya cukup cepat dan stabil!

Alveron dan Seoyoon bisa bersantai dan menikmati pemandangan. Tetap saja, bahkan jika ada kereta luncur, bergerak pada malam hari masih beresiko. Bukan hanya ada monster-monster kuat, cuaca Benua Versailles sangat tak bisa diprediksi, jadi jika mereka tersapu badai salju, itu akan sulit untuk bertahan hidup. Pada saat-saat seperti itu, mereka harus beristirahat didalam gua-gua yang hangat.

*Auuuuuuuuuu!*

Teriakan penuh sesal dari para serigala bergema setiap malam. Setelah empat hari seperti itu, mereka bisa sampai di Valley of Death dengan cepat. Pertama-tama Weed memeriksa bentuk geografis lembah tersebut.

“Sangat tinggi dan sangat berbahaya.”

Dengan lembah ditengah-tengahnya, ada tebing yang sangat curam. Dibelakang lembah, terdapat gunung yang besar. Meskipun gunung itu tak seberbahaya Pegunungan Yuroki, itu adalah sebuah gunung yang tertutupi salju dan es.

Ditambah, ada banyak monster yang ada diatas bukit itu seolah-olah membuktikan bahwa nama Valley of Death bukanlah sebuah gurauan.

“Keukeukuakua!”

Ice Troll dengan pemulihan fisik yang luar biasa dengan tubuhnya yang paling sesuai dengan lingkungan dingin.

Ice Troll yang biasanya aktif dalam jumlah satu atau dua, berkumpul dalam jumlah ratusan disini.

Tak seperti para Troll yang biasa yang berwarna hijau, Ice Troll disini berwarna putih seperti salju, tetapi lengan mereka yang panjang dan tubuh berotot mereka yang menjijikkan sama saja. Ice Troll adalah monster level tinggi dengan level diatas 320.

Selain itu, karena mereka hidup di wilayah dingin, tak banyak yang memburu mereka sebelumnya, dan karena tingkat pemulihan milik para Troll sangat tinggi, itu adalah monster yang sangat sulit untuk diburu.

“Kyao! Kyao!”

“Kuahah!”

Setelah menemukan Weed dan Seoyoon, para Ice Troll berteriak dalam kekecewaan.

Para Ice Troll yang menikmati kekerasan dan pembantaian ingin bertarung dengan Weed dan Seoyoon, tetapi karena tebingnya terlalu curam, mereka tak bisa turun dan hanya bisa berteriak.

“Kesinilah. Naiklah. Aku akan memelukmu. Apa kau punya kepercayaan diri untuk menghabiskan malam penuh godaan bersamaku? Maka datanglah.”

“Menghabiskan malam yang panjang bersama kami. Sangat dingin disini. Tolong peluklah aku dengan pelukanmu yang hangat.”

Lamia dengan tubuh setengah wanita!

Dengan senyum cerah yang menarik, mereka menggoda Weed dan Alveron.

Mereka menunjuk menggunakan jari-jari ramping mereka. Seolah-olah mereka akan menjadikan impian apapun milik pria menjadi kenyataan! Tetapi jika matamu bergeser ke tubuh bagian bawah, seseorang hanya akan menggelengkan kepala mereka.

Tubuh bagian bawah Lamia adalah seperti ular. Tubuh ular yang secara bertahap membesar ditambah ekor yang panjang!

Lamia memiliki kemampuan bertarung seperti Ice Troll dan memiliki kecerdasan yang tinggi juga. Lamia adalah monster yang sangat sulit untuk ditangani. Seperti inilah, disana tidak hanya ada Lamia dan Ice Troll.

Lizardman dan Lizardking!

Evil Spirit Soldier yang menjaga Valley of Death. Servant Evil Spirit Tracker, Priest of Diverse, tempat itu penuh dengan monster-monster lokal juga.

“Aku tak pernah mendapatkan sesuatu yang berjalan dengan mulus.”

Weed bergumam tanpa sadar.

Tak mungkin kesenangan akan terjadi seperti membantai semua monster yang ada didasar lembah itu. Lebih tepatnya, sebaliknya, kita harus menyerang monster diatas lembah tersebut. Weed dan Seoyoon mulai menyelidiki sekitar Valley of Death. Kemudian, mereka berhasil menemukan sebuah kastil tak jauh dari lembah itu.

Kastil Vent Kekaisaran Niflheim! Ini sudah pasti tempat yang dibicarakan penduduk Morata.

“Mereka mengatakan para ksatria Kekaisaran tinggal disana.”

Kastil tua yang dibangun menggunakan bebatuan persegi.

Meskipun ada banyak tempat-tempat yang hancur karena usia, tetapi…. ya.

“Jangan mendekat!”

Teriak para prajurit diatas dinding kastil.

Ada beberapa tempat dimana manusia tak bisa hidup. Armor milik para prajurit sudah diambang hancur.

Weed bisa memakai armor semacam itu. Aku tak punya niat untuk menyia-nyiakannya.

“Jangan mendekatiku!”

“Kami datang untuk membantu kalian semua!”

Weed berteriak, tetapi tak seorangpun mendengarkan.

“Aku tak tahu monster macam apa kalian, tetapi aku tak akan bisa dibodohi lagi!”

“Kami adalah manusia dan kami ingin masuk.”

“Diam! Jika kau mendekat lagi, kami akan menyerang.”

Kemudian sebuah suara lonceng terdengar.

Para prajurit membidik Seoyoon.

“……..”

Weed tak bisa berkata apa-apa.

Mereka tak punya kepercayaan. Dalam situasi semacam ini, yang paling dibutuhkan adalah pembicaraan sekarang ini. Weed menatap Alveron. Alveron memahami mata itu…

“Sebagai Priest dari Order of Freya. Aku telah mempelajari pemulihan dan blessing secara profesional.

Aku akan mewakili mereka.”

“Order of Freya? Kami tak mempercayai siapapun. Kami akan menyerang jika kau mendekat lagi.”

Kastil Vent tak mengijinkan siapapun untuk mendekat. Bahkan jika Weed sangat terkenal, hal itu tak mencapai kastil ini.

Fame ada untuk menyebar, hal itu tak diperlukan untuk lewat dari orang ke orang, tetapi karena Kastil Vent tak punya komunikasi dengan dunia luar, hal itu tak berguna.

“Aku tak bisa masuk kesana.”

Weed tak bisa berbuat apa-apa selain meninggalkan Kastil Vent.

Aku tak berpikir aku bisa pergi ke asrama.

“Kami dilahirkan dalam keluarga miskin. Bahkan jika aku memaksakan jalanku, aku hanya akan dirampok oleh mereka seperti di Morata. Aku sangat yakin akan hal itu.”

Weed kembali ke Valley of Death. Aku akan menyerangmu segera.

Apa yang terjadi pada dia.

“Kuahahahahahahaha!”

Para Wyvern berteriak karena kedinginan.

Geumini terbang melintasi langit dan sampai.

“Ya, kalian berkerja keras.”

Weed menyentuh mereka.

Kemudian menggunakan kulit serigala yang dia miliki, dia membuat pakaian untuk para Wyvern. Hanya karena kondisinya yang menyedihkan, kualitas dari pakaian-pakaian tersebut sangat rendah.

Wahil, Wahthul, Wahsam, Wahoh, Wahyook, Wahchil.

Awalnya para Wyvern memiliki kepribadian yang ganas, tetapi mereka yang dilahirkan dari patung sangat berbeda.

“Pakaianku lebih bagus!”

“Lihatlah warna pakaian kulitku!”

Seperti yang diduga dari para Wyvern artistik, mereka memamerkan pakaian mereka. Kulit serigala yang tidak dikerjakan dengan benar.

Sobekan kulit tingkat rendah dibuat untuk menutupi pakaian. Para Wyvern dengan senang memakainya.

“Sudah pasti, master kita adalah yang terbaik!”

Hadiah itu menyingkirkan semua kebencian yang mereka miliki terhadap Weed karena membuat mereka terbang sejauh ini ke Provinsi Utara, dan bahkan membuat mereka merasa berterima kasih pada dia karena membuatkan mereka pakaian.

Dalam kenyataannya, Weed mengeluh sambil dia membuat pakaian dengan kulit serigala.

“Apa boleh buat karena cuacanya sedikit dingin. Sekawanan makhluk tak berguna!”

Agar mereka bisa bergerak secara normal, dia harus membuatkan mereka pakaian.

Jadi, dia terpaksa membuat pakaian-pakaian itu tanpa mengerahkan sedikitpun kepedulian.

“GolGolGol.”

Geumini yang tubuhnya sepenuhnya dari emas mendapatkan beberapa pakaian dari dia. Pakaian-pakaian yang Weed pakai selama masa-masa newbie!

Dia memberi Geumini pedang dan armor yang memiliki kemungkinan terendah ketahanan dan hanya bisa dipertahankan melalui perbaikan dan penyesuaian yang tak terhitung lagi jumlahnya. Equipment yang diwariskan untuk generasi berikutnya.

Para Wyvern dan Geumini memiliki penampilan yang menyedihkan karena memiliki pemilik yang miskin dan pelit. Tetap saja, para Wyvern mengangkat kepala mereka tinggi-tinggi.

“Pakaianku adalah yang paling bagus!”

“Tidak. Pakaianku. Pakaianku bahkan lebih bagus!”

“Mau berkelahi dengan aku?”

“Ya, ayo berkelahi!”

Para Wyvern yang ganas mencoba untuk saling berkelahi mengatakan bahwa pakaian mereka adalah yang terbaik.

“Pakaianku adalah yang terbaik. GolGolGol!”

Bahkan Geumini bergabung dalam perkelahian tersebut agar tidak kalah dalam perkelahiannya dan menghunus pedang-pedang miliknya. Salah satunya adalah Clay Sword. Pedang berguna yang Weed dapatkan di Lavias! Pedang yang satunya adalah pedang yang juga bagus.

Holy Sword of Agatha dari Order of Freya! Dia telah melelang pedang Agatha yang satunya, tetapi dia memberikan satu yang tersisa pada Geumini. Menggunakan dua pedang dan menyerang lawan seperti kilat adalah spesialisasi Geumini. Saat para anak buah Weed berusaha untuk bertarung dengan mempertaruhkan harga diri mereka.

“Kurararararara!”

Bingryong muncul dengan raungan yang menggelegar! Tubuh besar yang sepanjang ratusan meter. Mulut terbuka yang tampak seperti dia akan menghembuskan serangan nafas kapanpun! Jenggot yang dilukiskan secara mendetail.

Menggerakkan ekornya yang panjang kekiri dan kanan, Bingryong terbang di langit dengan kecepatan yang tinggi.

“Kurararara!”

Dia meraung lagi. Karena kekuatan tersebut, para Wyvern atau Geumini tak bisa bergerak. Dibandingkan dengan Bingryong yang sangat besar, tubuh besar milik para Wyvern tampak seperti mainan anak-anak.

Saat Bingryong mendekat, para Wyvern dan Geumini menundukkan kepala mereka.

Mereka telah sepenuhnya menerima Bingryong sebagai puncak dalam kompetisi mereka.

*Baaam!*

Bingryong mendarat dengan keras. Tanah dimana dia mendarat berguncang seolah-olah telah terjadi gempa bumi.

Dia sedang pamer.

Kepercayaan diri itu dan penampilan sombong!

Tetapi kaki Bingryong tak bisa menahan berat badannya.

*Gedebuk!*

Lalu Bingryong jatuh ketanah.

Dia mati-matian menggerakkan kakinya yang pendek. Dia berusaha bangun menggunakan sayapnya juga, tetapi itu tidaklah mudah.

Bukan hanya karena tanahnya licin, dia tak memiliki kekuatan untuk membuat tubuhnya yang besar berdiri. Tiba-tiba suasananya menjadi dingin.

Dimana para Wyvern, Geumini dan Bingryong berada adalah aliran rasa dingin tiada akhir.

 

Translator / Creator: alknight