December 15, 2016

The Legendary Moonlight Sculptor – Volume 8 – Chapter 6: Hollow Dungeon

 

Weed dan rekan-rekannya pergi ke area dimana mereka telah memburu King Snake.

Mereka adalah orang pertama yang menemukan dungeon tersebut. Di pintu masuk gua tersebut, Weed mengumpulkan semua senjata dan armor teman-temannya dan menggunakan skill-skill miliknya pada armor dan senjata tersebut.

“Sword Grind, Armor Polish, Iron Clothes!”

Efek samping skill produksi!

Sebelum memasuki dungeon, semua orang makan makanan sampai mereka puas. Efek-efeknya jauh lebih tinggi daripada efek-efek blessing kombinasi dari seorang Bard dan seorang Shaman. Berkat Handicraft miliknya yang tinggi, itu memberi cukup banyak keuntungan pada skill-skill miliknya dan dengan demikian mereka tak membutuhkan untuk memperbaiki equipment mereka secara sering.

“Dari sini akan menjadi perburuan yang ganas.”

Surka merenggangkan tangannya.

“Kali ini kita harus sampai setidaknya level 300.”

Pale telah memiliki level 296 berkat perburuan mereka yang sering. Romuna, Surka, dan Irene juga berlevel hampir sama. Tetapi pacarnya, Maylon sudah berlevel 310. Bukankan itu sesuatu yang umum bahwa semua pria ingin menjadi kuat didepan pacar mereka!

Menjadi lebih kuat.

Pale tidak menghabiskan semua waktunya untuk berburu seperti Maylon. Dia menghabiskan lebih banyak waktu untuk meningkatkan Archery Mastery miliknya. Sementara melatih karakternya, dia fokus pada peningkatan skill-skill dan penguasaannya. Saran dari para Geomchi telah menjadi bantuan yang hebat bagi dia.

Dengan busur dan panah, dia harus menekan desakan untuk menembak begitu saja pada tubuh monster. Dia harus mencari saat yang tepat untuk menyerang kelemahan musuh.

Jika kau menembakkan sebuah panah di saat yang sama dengan sebuah pedang yang menyerang musuh, maka damage yang dihasilkan darinya akan lebih besar dari biasanya. Sekaranglah saatnya untuk menunjukkan skill-skill miliknya pada Maylon.

Di pintu masuk dari gua ada para Skeleton Knight. Mereka adalah beberapa monster yang berpatroli di area-area tersebut.

“Ma…Manusia hidup.”

“Mereka adalah…mahluk hidup…. mati!”

Skeleton Knight.

3 Skeleton Knight menunggangi Phantom Horse (kuda hantu) datang menyerbu.

*Neiiighhhh!*

Teriakan menakutkan dari para kuda hantu.

“Fire Fist!”

Surka melompat kedepan dan menembakkan kobaran api. Serangan itu menghantam para Skeleton Knight.

Weed khawatir bahwa itu akan tak masuk akal untuk membuat Surka bertarung jika dia dengan jarak kekuatan yang jauh. Sepertinya kekhawatiran Weed tak terlalu berarti. Surka menyerang para Skeleton Knight dan kemudian memutar.

“Strike! Yon han kwan (Rapid Shadow Fist)!”

Dia bergegas ke belakang untuk menyerang para Skeleton Knight dari belakang.

“Ah ha!”

Weed sedikit mengagumi dia. Dalam sebuah pertarungan melawan musuh, hal itu tak akan membantu jika hanya memiliki tubuh yang lebih fleksibel. Kau harus bergerak secara alami dan menghindari serangan-serangan musuh.

Hal itu membutuhkan pembacaan cepat dan reflek yang cepat untuk berhasil pada prestasi yang sulit semacam itu. Penggunaan yang bagus dari skill jarak dekat bisa digunakan untuk membunuh musuh dengan cara yang tidak bisa dilakukan skill jarak jauh. Tetapi hal itu bukan berarti bahwa Cleric dan Wizard tak memiliki peran yang penting.

Namun, Surka memiliki penilaian yang sangat bagus.

Dia bergegas maju pada serangan Skeleton Knight untuk menggurangi damage yang dia terima, memungkinkan dia untuk mencegah serangan musuh lebih jauh lagi dan menyerang titik buta musuh.

Surka memutar tubuhnya untuk menyerang Skeleton Knight.

Rekan-rekannya tidak diam saja.

Pale dan Maylon menembakkan panah dengan cepat.

*Swiiiiishhh.*

Anak panah terus terbang tanpa henti.

Panah-panah itu terbang disekitar Surka dan menembus Skeleton Knight dengan tepat.

“Ga…ga…gahhh!”

Si Skeleton Knight terlalu sibuk dengan serangan Surka hingga tak bisa menghindari panah-panah itu.

Geomchi2, Geomchi3, Hwaryeong dan Zephyr menangani Skeleton Knight yang ada disebelah kiri, sementara Skeleton Knight yang ada disebelah kanan diurus oleh Geomchi, Geomchi4, dan Geomchi5.

Para Geomchi dengan sungguh-sungguh memamerkan skill pertempuran mereka pada party tersebut.

“Aku tidak boleh berdiam diri.”

Weed mengeluarkan Armor Tallock yang dia simpan dalam ranselnya. Kemilau yang indah dari armor tersebut! Armor itu mendekati warna putih karena terbuat dari Mithril. Namun, mithril ini memiliki sifat menyerap cahaya. Jadi armor itu sekarang benar-benar berwarna hitam. Dalam kenyataannya, dimasa lalu kebanyakan armor milik Weed berwarna hitam. Akhirnya sudah saatnya untuk memakai sesuatu yang bagus, dia jarang sekali mengganti armornya dan biasanya cenderung memperbaiki armor dan meningkatkan Endurance miliknya. Tetapi Armor Tallock memiliki penampilan hitam dan mahal. Weed dengan hati-hati memolesnya dengan kain.

“Armor Polish.”

*swishswishswish*

Itu sulit bahkan bagi dia untuk menyentuh armor langka. Bagaimanapun juga itu bukanlah armor biasa. Jika dia menjualnya, dia akan mendapatkan setidaknya 10 juta won. Sepenuhnya mungkin untuk menemukan seseorang yang ingin memilikinya! Armor itu adalah salah satu harta Weed.

Armor telah dibersihkan.

Pertahanan armor meningkat 20%

Weed memakai Armor Tallock. Armor itu dibuat menggunakan mithril sebagai material utama dan memiliki pola merah dari Order of Freya di dadanya.

Armor Tallock telah dipakai.

• Defense meningkat 102 poin

• Faith meningkat 100 poin

• Fame meningkat 300 poin

• Strength meningkat 40 poin

• Agility meningkat 30 poin

• Charm meningkat 25 poin

• Fighting Spirit meningkat 40 poin

• Mana meningkat 15%

• Serangan sihir yang diterima berkurang 10%

• Kekebalan sihir Fear dan Confusion telah didapatkan

• Hubungan dengan para Dwarf telah meningkat

Kemegahan dari item unik!

Hwaryeong tak bisa menyembunyikan kekagumannya karena dia berada diluar pertempuran.

“Armor itu tampak sangat cantik.”

Weed sedikit kecewa.

Efek untuk para Dancer tak berguna untuk pertempuran.

Irene mengetahui perannya dalam pertempuran sebagai seorang Priestess.

“Mundurlah jika terdesak jadi aku bisa menyembuhkan kalian.”

Seperti yang diduga Irene.

Tidak bisakah dia lebih halus lagi?

Weed mendesah pelan dan kemudian dia mengeluarkan pedangnya untuk bergabung dalam pertempuran.

“Sculpting Blade!”

Itu adalah sebuah teknik pedang menakutkan yang mengabaikan pertahanan musuh dan menyerang bagian tubuh. Weed menyerang Skeleton Knight dengan pedangnya. Tampak seolah-olah musuh membeku ditempat saat Weed mengarahkan serangannya pada dia.

*Kakaaaang!*

Si Skeleton Knight menebas kearah Weed menggunakan pedangnya. Weed menutup matanya saat serangan tersebut datang.

Skill Closed Eyes telah digunakan.

Kamu tidak bisa melihat tetapi rasa sakit diredakan.

Karena statistik Endurance miliknya yang tinggi dan armor hitam miliknya serta skill tersebut, dia tak menerima damage yang banyak dari serangan kuat semacam itu.

“Ma….Manusia buka matamu!”

“Aku tidak mau. Aku sudah cukup kuat untuk mengalahkanmu dengan mata tertutup.”

“Manusia…. apa kau bilang… itu sebuah penghinaan bagiku sebagai seorang ksatria.”

Si Skeleton Knight mendapatkan kekuatan lebih banyak melalui kemarahan.

Undead Frenzy!

Adalah sebuah kemampuan yang meningkatkan kekuatan mereka sebesar 10 sampai 20%. Setiap kali dia terpukul oleh serangan Skeleton Knight, Weed akan menutup matanya dan kemudian menyerang balik.

Pertempurannya kemudian berubah. Skeleton Knight itu mulai menggerakkan bahu tulangnya kearah Weed. Mengarah ke lengan dan pinggangnya. Kemudian dia menutup matanya.

“Kurasa serangannya datang kearah dada.”

Dia mengantisipasi serangan musuh. Karena itulah satu-satunya cara monster itu bisa menyerang.

“Daemon Blade!”

Pedang milik Skeleton Knight tertutupi dalam pola iblis. Dia mulai menggunakan skill. Kekuatan kejahatan tersebut menyebabkan penciptaan sebuah skill yang menyebabkan darah mengalir dari luka.

Skeleton Knight itu menebaskan pedangya dengan cepat dan 3 afterimage mengarah pada Weed.

‘Yang diatas dan yang dibawah adalah ilusi! Dari gerakan bahunya, hanya satu yang asli. Tebasan yang mengarah ke leherku.’

Weed membuat penilaian itu dengan mata tertutup dan bereaksi. Dia bisa menilai secara akurat skill-skill dari undead. Satu kesalahan dan dia akan menerima damage yang besar. Bahkan dengan Endurance miliknya yang tinggi, sulit untuk menerima serangan mematikan. HP miliknya akan turun dengan cepat dan kekuatannya akan berkurang banyak. Dia akan lumpuh untuk sementara waktu dan berpotensi kehilangan lengan atau kaki.

“Serangannya menargetkan tenggorokanku.”

Dia terus menutup matanya saat dia membiarkan Skeleton Knight menyerang dirinya di bahu dengan pedang tersebut.

Serangan Skeleton Knight telah mengurangi HP sebesar 630 poin.

Armor Tallock bisa memblokir damage 3 sampai 4 kali lebih banyak daripada armor normal. Namun merupakan sebuah armor tak berguna jika penggunanya tak memiliki skill. Kebanyakan profesi tipe Warrior tidak repot-repot untuk mempelajari skill.

Sangat sembrono untuk bertarung dengan mata tertutup bahkan jika hal itu untuk meningkatkan statistik Endurance miliknya. Kebanyakan orang tak mau repot-repot untuk berjuang meningkatkan Endurance. Namun, Weed tidak melewatkan apapun yang sepele yang berkaitan dengan pertempuran.

Dia tak menggunakan matanya. Dengan melakukan demikian, dia akan meningkatkan exp skill jauh lebih cepat daripada biasanya, jadi efek skill tersebut akan meningkat. Bahkan dengan Endurance dan Defense yang tinggi, dia ingin memaksimalkan penggunaan dari Closed Eyes juga.

Hal itu tak bisa dihindari bagi para pemula untuk menutup mata mereka pada pertempuran pertama mereka. Namun menggunakan skill tersebut sangatlah berbeda.

Weed memiliki keberanian untuk menutup matanya dan menggunakan skill tersebut ditengah-tengah pertempuran yang sulit semacam itu. Surka berkata dengan kagum.

“Respon Weed sangat bagus pada pertempuran. Dia benar-benar yang terbaik.”

Zephyr terpaksa setuju.

“Dia membalas lebih banyak untuk segala sesuatu yang mereka berikan pada dia. Aku tidak akan mau menjadi musuhnya.”

Para Geomchi bertarung sambil tertawa.

Menutup matamu mungkin bekerja diawal-awal, namun kemudian hal itu mungkin menjadi sebuah kebiasaan buruk….

“Skill miliknya masih berkembang bagaimanapun juga.”

Dengan menutup mata, akan mudah untuk kehilangan jejak musuh dalam pertarungan. Tetapi dia secara sengaja menutup matanya. Dia mengenal dengan baik pergerakan musuh. Dia tau dimana musuh menyerang dan bagaimana caranya untuk menyerang balik. Pengembangan skill tak hanya bergantung pada indra saja. Geomchi3 dan Geomchi4 berkata.

“Inilah perburuan.”

“Akan bagus jika kita bertemu Weed lebih awal.”

Geomchi5 tertawa.

“Dungeon bukanlah masalah yang besar, mereka hanya memiliki 6.000 monster kan? Segera mereka akan binasa.”

Geomchi2 menatap sekeliling dungeon.

“8 hari mungkin terlalu lama. Coba kita lihat apakah kita bisa menyelesaikan dungeon ini dalam semalam! Ayo berangkat!”

Geomchi2, Geomchi3, Geomchi4, dan Geomchi5!

Bertarung sangat familiar bagi mereka sama seperti makan. Itu akan menjadi perburuan yang kejam selama 8 hari, tetapi mereka akan menikmati setiap momen dari hal itu.

Namun, hal itu akan sulit bagi para anggota party yang bukanlah monster seperti Weed dan para Geomchi. Namun, semua orang telah berubah cukup drastis, mereka bukanlah mereka dimasa lalu.

Para Geomchi sangat diperlukan, tetapi skill-skill tempur milik Pale, Hwaryeong, Surka, dan Zephyr telah meningkat drastis.

“Lebih banyak Skeleton Knight! Ada 5 kali ini!”

Pale telah mengkonfirmasi setelah Weed mengirim dia untuk mengintai. Biasanya Pale akan menjadi pemimpin, tetapi segalanya berbeda ketika Weed ada. Semuanya diserahkan pada Weed.

Weed berdiri digaris terdepan pertempuran dan mengeluarkan damage dengan ilmu pedang dan Endurancenya yang tinggi. Seseorang yang bertarung secara langsung biasanya lebih berguna sebagai seorang pemimpin dari pada seorang Archer. Weed memiliki skill First Aid, menyediakan makanan dan perbaikan, dan skill-skill yang efektif yang tak seorangpun miliki!

“Hwaryeong buat dua dari mereka tidur dengan skillmu!”

“Enchanting Dance!”

Hwaryeong membuat dua para Skeleton Knight tertidur dengan tariannya. Sementara itu anggota yang lain melawan Skeleton Knight yang lainnya. Rotten Lich Dungeon meningkat dalam level saat mereka bergerak maju.

Mereka akan menghadapi para Skeleton Knight, Chimera, dan monster-monster lain dengan level yang sama. Para monster setidaknya berlevel 300 dan dalam kasus yang parah mereka memiliki level sampai 360.

Karena dungeon itu adalah benteng untuk Immortal Legion, tak mengherankan bahwa monster-monster memiliki level yang tinggi. Namun Weed memiliki satu kemampuan keseluruhan dalam skill produksi. Yang mana bisa meningkatkan damage dan Defense seluruh party setidaknya masing-masing sebesar 10% dan 20%.

Mereka bisa bertarung dengan jumlah musuh yang lebih sedikit berkat tarian Hwaryeong. Party tersebut datang dan menghancurkan kelompok yang terdiri dari 7 sampai 8 Skeleton Knight.

Menjelajahi dungeon berlevel tinggi memerlukan perhatian khusus. Para Dancer memiliki peran yang besar dalam mengganggu perhatian musuh. Tentu saja, kadang-kadang skill seorang Dancer bisa gagal.

Mereka bisa jatuh karena menari. Setelah mereka kehilangan keseimbangan kemudian skill akan kehilangan kekuatannya untuk sementara waktu. Semakin tinggi level musuh, semakin banyak tarian yang dibutuhkan.

Hwaryeong harus terus menari secara tak nyaman. Kakinya terhuyung-huyung dan ada rasa sakit pada kakinya, tetapi dia masih menari dengan kuat. Kadang-kadang tarian tersebut akan gagal ketika ada para Chimera, sebuah bentuk dari zombie yang menularkan wabah.

Hal itu karena mereka tak memiliki mata untuk melihat keindahan dan perbedaannya levelnya cukup jauh karena mereka setidaknya level 350. Lich itu membuat Chimera dengan sebuah kepala serigala dan tubuh iblis.

“Makan para manusia!”

Mereka hanya bisa digoda dengan makanan. Tarian seorang Dancer biasanya terbatas pada manusia dan monster-monster humanoid. Untuk melampaui batasan-batasan ini, diperlukan skill dalam jumlah yang banyak.

“Expnya benar-benar banyak.”

Setelah berburu selama beberapa saat, Irene terkejut ketika dia memeriksa jendela statistik miliknya.

Mereka berburu 3-4 kali lebih cepat daripada biasanya. Mereka juga penemu dungeon, jadi mereka menerima exp 2 kali lebih banyak.

“Ini berkat Weed dan para Geomchi.”

Irene menatap Weed dan para Geomchi dengan mata iri. Para Priest/Priestess dikenal memiliki kekuatan serangan yang lemah. Weed memiliki skill berubah menjadi undead, tetapi itu akan cukup tak berguna selama perburuan bersama kelompok. Oleh karena itu, para Warrior kuat dan Priest akan bagus. Weed berkata.

“Kurasa monster di wilayah ini menjadi lebih kuat. Mulai sekarang pertempuran akan menjadi lebih cepat.”

“Whoa!”

“Ah, ini dia!”

Mata Zephyr menggelap.

Hwaryeong menahan nafasnya.

Sampai sekarang mereka berburu dengan nyaman. Saat Weed mengatakan hal itu, artinya itu adalah saatnya untuk perburuan yang sebenarnya! Kecepatan berburu party tersebut semakin cepat.

Sekarang, mereka tak bisa beristirahat dan menyusuri tempat berburu dengan cepat, dan jika tak ada yang terluka setelah pertempuran, mereka akan segera melanjutkan pergi ke tempat perburuan yang selanjutnya.

Jadi, sejak mereka memulai perburuan ini, mereka telah menyelesaikan beberapa ronde pertempuran.

Setelah pertempuran berakhir, orang-orang yang membutuhkan penyembuhan dengan senang duduk disamping si penyembuh. Mereka yang bisa berdiri, bebas untuk melakukan apapun untuk melanjutkan perburuan di wilayah selanjutnya.

Mereka bangkit dan mulai berburu lagi. Masalahnya adalah bahwa kecepatannya sedikit meningkat.

Jarak antara perburuan dan perburuan lainnya membuat mereka tak bisa beristirahat.

Weed memimpin rekan-rekannya kedalam lebih banyak pertempuran dengan semakin dan semakin cepat. Mereka berburu pada kecepatan yang menakutkan sehingga mereka mendapatkan exp dan item-item dengan cepat.

“Aku naik level.”

Seseorang akan berkata demikian mulai saat ini dan seterusnya. Rekan-rekan mereka akan segera mengatakan.

“Selamat.”

“Aku hampir naik level.”

“Ayo terus berburu kalau begitu!”

Tak ada waktu untuk istirahat. Irene memiliki banyak MP. Dia akan menyembuhkan mereka sebanyak yang dia bisa dan mereka akan terus bertarung. Kapanpun HP mereka turun dibawah 30%, dia akan menyembuhkan mereka.

Untuk bertahan hidup selama mungkin. Weed akan merawat mereka. Dengan skill First Aid tahap Advanced miliknya, dia bisa menyembuhkan dalam sekejap. Mereka hanya membutuhkan istirahat pendek untuk diperban.

Zephyr dan Hwaryeong telah memasrahkan diri mereka pada nasib mereka.

“Guah!”

“Aku aku akan mati! Weed aku memerlukan First Aid.”

Mereka secara sengaja menerima serangan. Skill Skeleton Knight. Status kegelapan. Mereka secara sengaja akan masuk kedalam keadaan terkena status tersebut.

Bahkan jika itu sakit, mereka bisa berbaring dan sedikit beristirahat dengan nyaman. Jika HP mereka jatuh, makan Irene akan menyembuhkan mereka. Setelah beberapa saat Weed akan memasang perban pada mereka, sehingga itu hampir mustahil bagi mereka untuk mendapatkan luka yang fatal.

Hwaryeong dan Zephyr memiliki pemikiran yang sama ketika mereka berburu bersama Weed untuk yang pertama kalinya. Mereka berdua ingin menyelesaikannya setelah menerima serangan Skeleton Knight.

“Serangan itu mengenaiku.”

“Sekarang aku bisa beristirahat.”

Zephyr dan Hwaryeong hanya sedikit tersenyum. Kemudian Weed berteriak dan mendekat.

“Pale!”

“Ya!”

“Membutuhkan waktu sekitar 45 detik untuk memasang perban. Tetapi itu tidak cukup untuk membuat Zephyr dan Hwaryeong kembali. Pancing para monster menjauh kemudian bawalah mereka kembali kesini.”

“Baiklah!”

Zephyr dan Hwaryeong berbaring terluka dan mengerang.

“Aku tidak akan pernah bisa keluar dari neraka ini.”

“Aku ingin mati dengan tenang.”

Hal ini karena kecepatan berburu yang menakutkan.

****

Seechwi adalah seorang Orc!

Sejak awal, para Orc memiliki banyak keuntungan.

Mereka memiliki HP dan stamina yang luar biasa, pinalti kematian mereka lebih rendah, dan mereka memiliki defense yang tinggi. Bahkan jika para Orc mati, exp skill yang hilang sangatlah sedikit.

Itu adalah satu hal yang para Orc miliki diatas ras-ras lain. Mereka berjumlah besar dan para Orc sering mati, tetapi mereka memiliki tingkat pertumbuhan yang tinggi. Banyak orang datang ke desa itu.

Banyak dari mereka adalah para player Orc berusaha membentuk party.

“Chwikchwik. Ayo berburu rubah.”

“Chwik. Chwik! Daging rubah sangat lezat.”

Jumlah orang dikota meningkat dan para Orc semakin banyak. Para Orc menjual daging di toko.

Banyak Orc-Orc baru terus terlahir. Kota tersebut meluas sangat cepat.

Para Orc baru lahir di desa dekat Pegunungan Yuroki. Membutuhkan waktu yang lama bagi sebuah desa manusia untuk menjadi besar, tetapi bagi para Orc satu-satunya hal yang mereka butuhkan adalah makanan. Seechwi menjelajahi Pegunungan Yuroki untuk menemukan Seoyoon. Namun untuk menemukan satu orang mendekati mustahil. Namun Seechwi memiliki sebuah senjata rahasia.

“Itu tampak familiar dengan arah yang Seoyoon tempuh.”

Dia bisa menonton video dalam kapsul Seoyoon! Seoyoon berburu dengan sedikit keberuntungan sehingga dia bisa terkejar.

Beruntungnya Seoyoon melawan 3 sampai 4 monster sekaligus.

Semua monster menyerahkan nyawa mereka ketika mereka menyerang Seoyoon. Dia membunuh semua pasukan ogre yang suka berperang di Pegunungan Yuroki. Seechwi berusaha untuk berkata selembut mungkin.

“Seoyoon. Chwichwichwik!”

Suara sengau yang mengerikan keluar ketika dia berbicara. Seechwi tertawa dan berkata.

“Aku akan ikut bersamamu. Aku Cha Eunhee. Chwichwit.”

“……”

Seoyoon tidak mengatakan apa-apa.

Namun Seechwi tahu hal ini bukanlah penolakan. Jika dia menolak maka dia akan berjalan pergi.

Seoyoon tidak menolak karena itu adalah seseorang yang dekat dengannya.

“Chwichwik. Ayo cari quest dan menjual japtem.”

Seechwi ikut bersama Seoyoon yang telah mendapatkan sebuah quest dari Dark Elf meskipun dia tidak mengatakan apapun. Itu lebih melegakan sekarang bahwa seseorang bersama Seoyoon daripada membiarkan dia sendirian. Tetap saja itu benar-benar berbahaya dan dia bisa mati dalam pertempuran.

Namun, berkat Seoyoon semuanya menjadi tidak berbahaya sama sekali. Dia mengurus Seechwi karena dia lemah. Seechwi tersenyum melihat bahwa ada sedikit perubahan.

“Oke. Ini artinya bahwa pikirannya telah terbuka sedikit.”

Itu sulit untuk memulai proses penyembuhan. Pengobatan apapun tak berguna jika si pasien tak bersedia membuka hatinya.

Setelah dia melihat Seoyoon menangis, itu sudah cukup untuk menunjukkan bahwa dia masih memiliki emosi.

“Questnya adalah untuk mendapatkan beberapa buah merah. Oke chwit. Aku akan mendapatkan beberapa buah dan kembali. Chwit.”

Tetua Dark Elf menginginkan Red Dawn Fruit sebelum dia mati. Seoyoon dan Seechwi mendapatkan informasi tentang quest tersebut. Itu bukanlah kepribadian Seoyoon untuk menolak permintaan seperti ini.

“Monster-monster ini memberi banyak exp dan item. Ayo berburu disini.”

Seoyoon mendengarkan Seechwi saat dia memimpin dirinya. Kemudian dia menyelesaikan sekitar 30 quest.

*Ding*

The Great Orc

Pada saat sendirian mereka sangat rentan tetapi karena karakteristik ras mereka, bersama-sama mereka sangat kuat.

Para Orc menyukai seorang pemimpin yang kuat. Kamu telah membuktikan dirimu sebagai seorang Orc yang kuat.

Apa kamu mau menjadi komandan Orc?

Profesi Orc Commander!

Para Orc memiliki banyak profesi yang berurusan dengan persenjataan berat. Para Komandan Orc adalah sebuah profesi spesial. Seechwi belum memiliki profesi. Sebuah kesempatan untuk mendapakan sebuah profesi nyaris selalu keluar. Dia terlalu asyik mengerjakan quest.

Bukannya meningkatkan levelnya sendirian, dia mendapat sebagian besar exp dari Seoyoon. Jumlah exp dari berburu bersama Seoyoon sangat kecil karena perbedaan level yang besar, tetapi dia masih menerima beberapa exp karena dia berada dalam party. Exp itu jauh lebih banyak daripada yang akan dia terima dari berburu sendirian! Berkat berburu dengan Seoyoon, kesempatan untuk menjadi seorang Orc Commander terbuka.

“Aku akan melakukannya. Chwitchwit!”

Seechwi menjadi seorang Orc Commander dan berkeliaran bersama Seoyoon melakukan quest-quest.

Mereka pergi dari Desa Orc menuju ke Desa Dark Elf sambil berburu.

Biasanya seseorang dengan penampilan seperti Seoyoon akan menarik perhatian tetapi dia biasanya menyembunyikan wajahnya ketika dia pergi ke kota. Seechwi juga setuju Seoyoon menyembunyikan wajahnya.

Bukanlah ide bagus untuk menarik perhatian orang-orang dengan wajah yang cantik. Tak ada perlunya untuk bersosialisasi dengan orang-orang seperti itu. Kemudian mereka berhasil mendapatkan beberapa informasi dari Dark Elf Granbell.

“Seechwi. Kau mungkin seorang Orc, tapi kita adalah teman. Dalam kenyataannya, para Dark Elf biasanya bertentangan dengan para Orc tetapi aku masih menganggapmu seorang teman.”

Kemampuan Seechwi membantu dirinya juga disini. Seorang dokter psikoanalisis!

Psikoanalisis bukan hanya menebak apa yang orang pikirkan. Itu hanyalah permukaannya saja, dan apa yang sebenarnya adalah tentang melihat pemikiran rahasia dan emosi yang orang sembunyikan dalam hati.

Seechwi terspesialisasi dalam psikoanalisis dan dia memahami kecenderungan penduduk desa.

Seorang Orc perempuan menyanjung Dark Elf!

Seechwi menggunakan psikologi miliknya untuk meningkatkan kedekatannya dengan para penduduk.

Melalui usaha kerasnya, dia menyadari bahwa para Dark Elf suka menerima sanjungan. Dark Elf Granbell tertawa.

“Temanku senang bahwa kau memberi dia buah merah yang ingin dia makan. Meskipun kau bukan seorang Dark Elf, biarkan aku memberitahumu tentang sebuah tempat berburu yang bagus. Jika kau pergi ke timur dari sini, kau akan menemukan sebuah dungeon untuk berburu. Dungeon itu adalah sumber dari para undead yang telah mengganggu kami. Akan ada banyak hal untuk diburu disana.”

Seechwi memiliki Fame yang tinggi untuk ukuran levelnya. Para Orc memiliki pertumbuhan Fame dan level yang cukup tinggi.

Tetapi Fame tersebut meningkat pesat dengan mengerjakan quest dan berburu bersama Seoyoon.

Mereka telah menerima banyak informasi tentang tempat berburu. Seechwi dan Seoyoon menuju ke tempat berburu tersebut untuk menjadi penemu yang pertama.

“Jika aku mendapatkan dobel exp, maka aku akan naik level lebih cepat! Chwichwik!”

Seechwi memiliki level yang cukup tinggi sampai dia menjadi seorang Orc.

Dia memilihnya karena para Orc sangat menarik, jadi dia tidak menyesalinya dan dia ingin naik level dan menjadi lebih kuat segera mungkin. Dobel exp.

Jarak diantara dirinya dan Seoyoon akan mendekat dengan cepat jika dia naik level lebih cepat.

Seechwi dan Seoyoon pergi ke lubang tersebut.

“Huh. Chwichwichwit!”

Pesan penemuan tidak muncul.

“Aku tak bisa percaya ini. Chwitchwitchwit.”

Seechwi kemudian mengingat sesuatu.

“Siapa lagi yang telah mendengar cerita itu? Itu pasti dia…”

Karichwi yang telah berburu bersama Seoyoon!

Seorang Orc dengan kehadiran legendaris. Dia menjadi terkenal melalui video Hall of Fame dan penyiaran KMC Media.

“Ayo cari tahu. Chwitchwit!”

Seechwi memimpin Seoyoon kedalam untuk menemukan Weed. Ada banyak area dimana monster-monster telah dibasmi. Akhirnya mereka bertemu Weed dan partynya.

“Orc.”

Bagi Surka dan Irene, melihat seorang Orc disini cukup menakjubkan. Orc itu juga di dampingi oleh seorang wanita. Seechwi terkejut. Dia tidak tahu bahwa begitu banyak orang sedang berburu disini.

Seechwi berkata dengan kikuk.

“Aku tidak tahu bahwa ada party yang lain. Apa kalian yang pertama kali menemukan dungeon inii?

Chwik.”

“Ya.”

Pale memutuskan untuk melangkah maju karena Weed tidak tampak seperti dia akan mengatakan sesuatu.

“Kalau begitu, apa kalian tahu jalan keluarnya! Benar-benar sulit untuk sampai kesini. Chwichwik.”

Wajah Seechwi tampak sangat tangguh tetapi dia bisa menyesuaikan dengan party tersebut.

Untuk datang sejauh ini pasti sulit.

Orc. Untuk datang sejauh ini, itu pasti sebuah quest dan juga seorang player berlevel sangat tinggi tetapi meski demikian itu akan sulit.

Untuk melewati Hutan Karaka kami harus mengalahkan King Snake.

Mereka telah menderita dan mendapatkan hak untuk berburu di dungeon ini. Tetapi sekarang ada party lain dan ada situasi yang tak terhindarkan. Pale menggelengkan kepalanya.

“Hal itu tak diperlukan. Ini bukanlah sebuah dungeon yang kecil, jadi berburulah sesuka hatimu.”

“Ya. Silahkan berburu. Terlalu sedikit orang untuk sebuah dungeon sebesar ini.”

Surka berkata. Party tersebut menjadi sangat sopan. Di Benua Versailles, dungeon berlevel tinggi dimonopoli dan pembunuhan adalah hal umum terjadi disana. Itu adalah hal umum untuk ditendang keluar jika kau tidak mendapatkan ijin dari party lain. Juga memungkinkan untuk memaksa party berburu yang lain keluar. Seechwi tampak senang.

“Terima kasih banyak. Chwitchwit.”

“Tetapi kemana kalian akan pergi berburu? Kalian bisa bergabung dengan kami jika kalian mau. Apa itu tak apa-apa Weed?”

Seechwi tersenyum pada apa yang dikatakan Pale. Sangat langka untuk menemukan orang-orang yang baik dan polos seperti itu di Benua Versailles. Bahkan lebih sulit untuk para Orc. Kebanyakan orang tidak akan membiarkan orang lain bergabung dengan party mereka. Bisa dilihat bahwa mereka adalah orang-orang yang peduli karena mereka menggundang Seechwi dan Seoyoon untuk bergabung dengan party mereka.

“Kerja bagus, Pale.”

“Ya! Begitulah seharusnya.”

“Membantu orang lain yang membutuhkan.”

“Hahaha. Ini bukan seperti aku kehilangan sesuatu.”

Geomchi2, Geomchi3, Geomchi4, dan Geomchi5 memuji Pale secara bersamaan. Mereka semua melihat dia sebagai seorang wanita dan mereka bahkan tidak melihat dia sebagai seorang Orc! Itu adalah sebuah kelompok orang-orang yang baik. Seechwi berterima kasih pada Geomchi2, Geomchi3, Geomchi4, dan Geomchi5.

“Sungguh orang-orang yang baik.”

Seechwi tersenyum dan berkata.

“Senang bertemu kalian. Namaku Seechwi. Chwit! Ini adalah Seoyoon. Chwit!”

“Bagaimana bisa dia ada disini!”

Weed terkejut saat dia melihat Seoyoon. Dia menutupi wajahnya sehingga Weed tak bisa melihat bahwa itu adalah Seoyoon. Tetapi itulah suasana yang Seoyoon miliki! Weed hanya bisa melihat armor dan pedang yang dimiliki Seoyoon. Masalahnya adalah bahwa Seoyoon sudah menemukan patung yang Weed buat menggunakan dia sebagai model.

“Aku tak berpikir bahwa kau akan mengejar aku. Namun kau mencoba untuk menangkap Karichwi dan bukan aku.”

Weed memberi pesan pada partynya.

— Fakta bahwa aku adalah Orc Karichwi adalah rahasia.

— Ya, aku tahu.

Partynya dengan mudah mendengarkan Weed. Orc Karichwi sudah mendaki ke puncak dari Hall of Fame. Tak diperlukan untuk mengatakan pada orang lain dan menyebabkan masalah yang tak diinginkan Weed. Dalan kenyataannya, Weed takut jika mereka memberitahu orang-orang.

Dia memiliki alasan untuk ketakutannya. Itu akan menjengkelkan jika Seoyoon mengejar dia secara kejam dengan pedangnya. Dia tak pernah takut pada para monster boss.

Harga dirinya sebagai seorang pria!

Tak masalah selama mereka tidak mengatakan apa-apa.

Weed sekarang meningkatkan kecepatan berburu karena Seoyoon bergabung dalam party tersebut. Dia ingin mencegah partynya berbicara dengan Seechwi dan Seoyoon. Semua orang dalam party tersebut kecuali Weed sedang khawatir.

Apa mereka bisa bertarung dengan benar?

Aku harus melindungi party tersebut.

Geomchi2, Geomchi3, Geomchi4, dan Geomchi5 mulai saling bersaing.

Ksatria pemberani yang datang untuk membantu ketika para monster menyerang. Itu adalah cara terbaik untuk mendapat perhatian orang lain di Benua Versailles. Seechwi dan Seoyoon diposisikan disamping Irene. Kemudian para Skeleton Knight muncul.

Seoyoon mengeluarkan pedangnya dan melaju kedepan dengan mengagumkan.

*Kwakwakwakwakwang!*

Sebuah serangan yang kuat datang dari pedang tersebut! Pedang itu memiliki kekuatan penghancur yang luar biasa. Lebih mudah untuk bertarung ketika kau menggunakan Mana tetapi sulit untuk terus berada didalam jangkauan MP.

“Krahhagh!”

“Tulang-tulangku… tercinta….”

Para Skeleton Knight dihancurkan secara brutal.

Para monster yang Weed dan para Geomchi harus menyerang berkali-kali untuk membunuhnya, Seoyoon menghabisinya dengan mudah.

“…..”

Geomchi4 membuka mulutnya lebar-lebar.

Tak ada lagi harapan!

Kesempatan untuk memamerkan diri mereka sendiri dalam pertempuran telah menghilang. Weed sudah mengenal Seoyoon, tetapi hal itu mengejutkan para anggota party yang lainnya. Ini adalah pertama kalinya mereka melihat seorang player berlevel setinggi itu.

Stamina tanpa akhir.

Karakteristik seorang Berserker untuk bertarung melawan monster secara terus menerus. Bersama Seoyoon, perburuan menjadi semakin cepat.

Para Dark Shaman menggunakan dark magic. Kekuatan mereka meningkatkan strength dari para undead. Serupa dengan Dark Speculation.

Menggunakan black magic pada para undead. Party tersebut bertarung dalam sebuah pertempuran tanpa henti melawan undead berlevel tinggi.

“Guah. Ini terlalu sulit.”

Pale kehabisan nafas.

“Aku lebih suka mati daripada lanjut terus.”

Maylon ingin mati. Namun, dia sudah melihat Hwaryeong dan Zephyr, jadi bahkan jika kau ingin mati, Irene akan menyembuhkanmu.

“Tak seorangpun boleh mati tanpa seijinku.”

Kebaikan tertinggi dari seorang Priestess! Tak seorangpun bisa mati selama pertempuran.

Situasinya berubah sekarang. Mereka memohon pada Irene untuk membiarkan mereka mati. Tetapi Irene menolak untuk membiarkan mereka mati.

Dibawah perlindungan Irene yang ketat, mereka tidak diijinkan untuk mati. Hal itu hanya membuat party tersebut semakin menderita dan meningkatkan keinginan mereka untuk mati!

Mereka terus bertarung melawan puluhan musuh dalam jangka waktu 1 jam. Mereka terbiasa untuk beristirahat secara tak berlebihan dan dengan santai mengobrol sambil berburu. Tetapi berbeda dengan Weed.

Hampir tanpa istirahat, berburu tanpa henti.

Dia mempertimbangkan dan mengatur secara menyeluruh berbagai pergerakan dan kemunculan para monster serta mengatur waktu, HP, MP, stamina, dan kelelahan. Jika tak cukup MP, dia akan menggunakan perban untuk menyembuhkan.

Dia menghajar para monster secara menyeluruh dengan skill tempur jarak dekat miliknya. Perburuan menjadi beberapa kali lebih sulit. Ada beberapa saat-saat antara hidup dan mati dalam jangka waktu satu jam. Makan yang tepat digantikan dengan memakan dendeng atau roti sepanjang jalan. Rekor pemecah waktu.

Pertempuran keras tanpa henti terjadi.

Ini adalah pengalaman pertama perburuan yang sebenarnya bagi Pale dan Irene.

Weed akan menyapu bersih para monster saat di Continent of Magic. Sekarang dia melakukan hal yang sama disini di Benua Versailles. Sayangnya, partynya menyaksikannya untuk diri mereka sendiri.

Mereka berpikir mereka akan menjadi gila saat hari-hari berlalu.

“Apa mereka manusia…”

Selama 2 hari mereka terus mengeluh dan kemudian mereka berhenti. Jika mereka punya energi untuk mengeluh, mereka lebih baik beristirahat. Berburu pada kecepatan yang luar biasa seperti itu membutuhkan stamina yang tinggi. Mereka bisa bertahan 3 atau 4 hari. Tetapi mereka dipaksa untuk pergi lebih jauh lagi daripada yang pernah mereka lakukan sampai sekarang.

Lalu pada hari ke-7.

Kamu telah memburu semua monster di Rotten Lich Dungeon.

Gelar Lich Dungeon Hunter telah diberikan.

Fame meningkat 100 poin.

Hak untuk dobel exp dan drop rate selama seminggu telah menghilang.

Pada hari Ke-7 mereka berhasil membunuh semua monster di dungeon tersebut. Weed berhasil meningkatkan skill pedang miliknya 5 level. Namun hal itu memiliki efek samping yang parah pada party tersebut.

“Kerr haa haa haak!”

Pale, Maylon, Surka, dan Hwaryeong tumbang. Mereka terlalu lelah untuk berdiri. Hanya Weed, Seoyoon, Seechwi, dan para Geomchi yang tersisa. Seechwi juga tak punya banyak kekuatan yang tersisa.

Meskipun dia merupakan seorang penjaga berlevel rendah, dia berhasil mendapatkan exp dalam jumlah yang cukup banyak.

“Para monster ini!”

Dimatanya, Weed dan para Geomchi bukanlah manusia.

Awalnya dia berpikir bahwa Weed dan para Geomchi hanya orang-orang yang jantan, tetapi kemudian memutuskan bahwa mereka adalah para monster setelah dia terseret oleh mereka. Karena dia berlevel rendah, dia harus berada dalam pertahanan. Geomchi2 tidak ragu-ragu untuk melindungi Seechwi meskipun penampilannya demikian.

Itu adalah hal yang tak biasa bagi pria untuk melakukan hal semacam itu dijaman sekarang. Tetapi adapun untuk perburuannya…

“Yah, sampai jumpa lagi. Chwiichwiik!”

Seechwi log out dan Seoyoon juga log out tanpa mengatakan apa-apa.

Bahkan jika dia bertarung untuk melegakan stress, ini terlalu berlebihan. Party tersebut hendak pergi, tetapi kemudian Weed menatap Geomchi.

“Master.”

“Huh?”

“Kau harus berhati-hati ketika kau berburu. Aku punya peta dari dungeon, jadi aku bisa menemukan dimana yang tak banyak terdapat monster.”

“Yah, kurasa begitu. Haruskah aku menggunakan perban dengan bebas?”

“Perban itu harus digunakan secukupnya.”

Translator / Creator: alknight