November 28, 2016

The Legendary Moonlight Sculptor – Volume 6 – Chapter 9: Sculptures of Her

 

Sejak Weed dan Seoyoon memasuki Lembah Yunopu bersama-sama, mereka tidak saling berbicara satu sama lain.

Tetapi setiap kali beristirahat, mereka berbagi makanan. Dan tentu saja Weed adalah orang yang memasak makanannya, meskipun hal itu tidak terlalu mengganggu dia, karena dia tidak harus berlari kali ini, tetapi berjalan dengan santai sambil berburu Yeti di sepanjang jalan.

Awalnya mereka bergerak terpisah sekitar 100 meter. Tetapi jarak itu perlahan-lahan berkurang.

Setelah pertempuran yang sulit, Weed adalah yang pertama memperpendek jarak tersebut menjadi 50 meter, karena dia khawatir diserang oleh kelompok Yeti yang lain. Dan setelah beberapa kali berbagi makanan jarak tersebut menyusut menjadi 30 meter.

Biasanya Seoyoon mendekati Weed hanya untuk mengambil bagian makanannya tanpa sepatah katapun dan kembali lagi ke tempatnya. Mereka berdua makan sendiri-sendiri, dengan hati-hati mengawasi sekeliling.

Setelah hari lain berlalu, jarak mereka menjadi 20 meter. Dan mereka bertarung pada jarak yang sama dari satu sama lain, yang mana hal itu memberi Weed sebuah kesempatan untuk mengamati gadis itu dari dekat.

“…..”

Setelah salah satu pertempuran, Seoyoon berhenti dan melepaskan armor baja miliknya. Dia benar-benar memakai Heavy Fullplate Armor. Weed punya banyak kesempatan untuk mengapresiasi kilauan armor mahal itu. Tetapi apa yang Weed tidak tahu adalah bahwa Seoyoon memakai chainmail dibawah armor itu.

Profesi melee benar-benar hebat, pikirnya dengan iri.

Knight dan petarung jarak dekat lainnya memiliki kemampuan untuk memakai segala macam armor yang berbeda pada saat yang sama. Dengan memakai 3 macam armor: armor besi, kulit dan kain pada saat yang sama, seseorang bisa mendapatkan pertahanan terbaik.

Satu-satunya masalah adalah dibutuhkan statistik Strength, Agility dan Endurance yang tinggi untuk menahan beratnya armor-armor itu. Jika statistik-statistik itu tidak cukup tinggi, seseorang akan dengan cepat lelah dan kehilangan kemampuan untuk bergerak.

Setelah mencapai tahap Intermediate dari skill Blacksmith, Weed juga mendapatkan kemampuan itu, namun karena dia memiliki statistik yang tak memadai, dia tidak berani memakai 3 macam armor seperti seorang Knight.

Tenggelam dalam pikiran-pikiran itu, Weed hampir menabrak Seoyoon yang dengan cermat memeriksa armor miliknya yang telah dilepas.

Apa sudah waktunya untuk perbaikan?

Hampir seluruh permukaan armor itu dipenuhi dengan retakan, beberapa bagian bahkan telah terlepas.

“Chwiik!”

Weed segera mendekati Seoyoon dan mengambil armor itu dari tangannya. Dia melakukannya secara tak sadar, karena dia selalu memperbaiki armor milik orang-orang disekitarnya.

Dan kemudian dia menyadari tatapan pembunuh dari Seoyoon.

“Chwi, chwiik…”

Tercermin pada mata Seoyoon adalah seorang pencuri kecil berwarna hijau! Jadi Weed mengeluarkan alat-alat miliknya dari dalam tas, memperbaiki armor tersebut, dan mengembalikan armor itu kepada Seoyoon secepat mungkin.

Seoyoon mengambil kembali armor miliknya seolah tak ada yang terjadi dan mulai memeriksanya dengan cermat. Ketahanannya meningkat, dan bagian-bagian yang tadinya rusak terlihat benar-benar bagus.

Lalu Seoyoon melepaskan chainmail miliknya dan menyerahkannya sendiri pada Weed kali ini. Weed dalam diam mengambilnya dan memperbaiki, dan kemudian melakukan hal yang sama armor kulit milik Seoyoon.

Ketika gadis itu melepaskan set armor yang terakhir, dia nyaris telanjang. Sebagai pria normal, Weed tergoda untuk mengamati tubuh Seoyoon, tetapi pada saat-saat terakhir, dia menghapus pemikiran-pemikiran itu.

Dia lebih menyayangi nyawanya.

Dan sejak hari itu, Weed bertanggung jawab bukan hanya pada makanan, tetapi juga pada perbaikan perlengkapan.

Sebenarnya, skill seperti memasak dan repair sangatlah langka diantara para Orc yang tak memiliki kecerdasan. Beberapa Elf, Hobbit atau Dwarf memang memiliki skill Memasak atau Blacksmith tahap Intermediate, tetapi para Orc… mustahil!

Tetapi Seoyoon tampaknya sama sekali tidak mempedulikan tentang hal itu. Mungkin dia berpikir bahwa Orc yang kebetulan dia temui bukanlah Orc biasa, atau mungkin dia hanya tidak tertarik pada mahluk-mahluk disekitar.

Apapun itu, Weed tidak berniat untuk menjelaskan tentang dirinya sendiri, jadi dia hanya berjalan kedepan dalam diam. Namun ketika Seoyoon log out dari game, dia tak memiliki hal yang bisa dikerjakan, karena dia tidak berani melanjutkan perjalanan sendirian.

Seoyoon meninggalkan Royal Road setiap 4 jam. Mungkin dia harus makan, atau istirahat. Setelah log out, dia selalu muncul tepat 2 jam kemudian.

Weed sendiri makan dengan cepat. Selain itu, karena quest itu, dia menghabiskan semua waktu luangnya didalam game, dan sebagai hasilnya, dia hanya tidur 2 jam sehari selama beberapa hari belakangan.

Karena dia begitu sering log out, aku harus melakukan sesuatu yang berguna untuk sementara waktu.

Dan Weed mulai membuat patung.

Jika menghitung semua waktu ketidakhadiran gadis itu, itu akan cukup bagi Weed untuk melewati sisa perjalanannya sendirian dan mencapai benteng.

Namun resikonya terlalu besar. Kadang-kadang para Yeti muncul dalam kelompok berjumlah 3 atau lebih, dan itu sangatlah sulit untuk menghadapi mereka semua sendirian.

Dan jika dia mati, dia tidak akan bisa log in ke Royal Road selama 24 jam! Yang mana sama dengan 4 hari di waktu Royal Road….

Dibawah situasi seperti itu, cara teraman juga yang terpendek dan yang terbaik adalah mengikuti Seoyoon. Kadang-kadang bahkan Weed bisa menahan naluri keserakahannya yang tak masuk akal.

“Ya, memahat selalu menjadi cara terbaik untuk menghabiskan waktu luang.”

Belakangan, Sculpture Mastery miliknya telah naik secara signifikan dan karyanya menjadi lebih beragam. Sebenarnya tidaklah mengejutkan karena dia telah membuat patung dari berbagai macam monster, kastil, orang, naga dan bahkan sebuah makam dengan sebuah sphynx.

Namun Weed memutuskan untuk membuat lebih banyak patung Seoyoon.

“Aku harus mengukir apa yang telah aku lihat sejauh ini saat aku memiliki waktu.”

Patung pertama penuh dengan gerakan. Sisi dingin dari Seoyoon, bertarung dengan monster. Dia mengukir prajurit wanita memegang pedang.

*Ding*

Fine Piece!

Kamu telah menyelesaikan patung “Beauty with a sword”!

Sang ahli, yang tangannya hanya menciptakan patung-patung hebat, meninggalkan sebuah patung dari seorang wanita cantik di dataran terpencil! Wajahnya yang dingin penuh dengan kemarahan terhadap musuh-musuhnya.

Nilai artistik: 260

Efek:

• Siapapun yang melihat patung ini, regenerasi HP dan MP miliknya meningkat sebesar 4% selama sehari

• Kecepatan pergerakan meningkat 5%

• Strength dan Agility meningkat sebesar 10 poin

• Intelligence dan Wisdom meningkat sebesar 3 poin

• Semangat bertarung para pria meningkat

Efek-efek ini tidak bisa ditumpuk dengan efek patung lain.

Jumlah Fine Piece yang diciptakan: 10

EXP Sculpture Mastery telah naik

Fame naik sebesar 19 (+19 FAME)

Endurance naik sebesar 2 poin (+2 END)

Art naik sebesar 1 poin (+1 ART)

Stamina naik sebesar 3 poin (+3 STM)

Sculpture Mastery miliknya meningkat lagi!

Weed berteriak dengan tidak sabar:

“Check skill. Sculpture Mastery!”

Sculpture Mastery: Intermediate Level: 9 | 46%

Kamu bisa menciptakan patung, menjualnya dengan harga tinggi, dan merebut hati para gadis.

Meskipun Weed menciptakan sebuah Fine Piece, skillnya hanya meningkat sebesar 3%.

“Karya yang mengerikan. Fine Piece terburuk. Apa aku melakukan sesuatu yang salah?”

Bahkan jika targetnya adalah Fine Piece, itu tidak berarti dia bisa mengerjakan pekerjaannya dengan setengah hati untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. Bahkan ketika mengerjakan patung kecil, seorang Sculptor harus menempatkan hati dan jiwanya kedalam pekerjaannya.

Contohnya, dalam pertarungan, seseorang bisa menang bahkan tanpa menggunakan kekuatan penuhnya. Tetapi ketika mengukir sebuah patung, bahkan patung yang paling kecil, seseorang harus menghabiskan minimal setengah jam agar karyanya tidak gagal, yang akan menurunkan Fame.

Patung-patung dari Seoyoon bukan membutuhkan setengah jam tetapi setengah hari dalam waktu game. Dia harus bekerja secara menyeluruh pada setiap detail dan fitur-fitur wajah untuk mendapatkan gambaran dari si gadis kedalam patung tersebut.

Dan tentu saja, menciptakan patung raksasa seperti Ice Dragon, Piramid dan Sphynx membutuhkan seminggu atau lebih.

“Mungkin aku menyadari detail yang salah?” Weed menanyai dirinya sendiri.

Tepat 4 jam, ketika Seoyoon meninggalkan game lagi, dia mulai mengerjakan patung yang selanjutnya.

Dan meskipun dia membuat Fine Piece lagi, “Female Warrior with a Sword”, skillnya hanya meningkat sebesar 4%.

“Mungkin aku kekurangan pemahaman? Itu sebabnya aku mendapatkan peningkatan skill yang kecil seperti itu?”

Hari berikutnya, setelah dia ditinggalkan sendirian lagi, Weed mulai mengukir patung yang lain. Dia berusaha untuk menggambarkan kecantikan Seoyoon yang tiada tara yang membuat dia gila.

Dia mengukir sebuah patung dari seorang gadis cantik, yang memandang matahari terbenam dengan wajah tenang dan sangat sedih, hampir menangis. Dia mengukir gambaran dari seorang gadis yang memendam kesedihan yang dalam didalam hatinya.

“Hmmm. Ini sulit.”

Itu adalah pertama kalinya bagi Weed merasa begitu kesulitan untuk menciptakan sebuah patung. Dia terbiasa menggunakan perasaan seperti tangannya bergerak sendiri, karena level skillnya sangat tinggi.

Tetapi semakin tinggi level skillnya dan semakin banyak pengetahuan yang dia miliki, semakin sulit bagi dia untuk menciptakan karya.

“Sialan! Kenapa seperti ini?”

Weed sudah banyak menciptakan patung dari Seoyoon, tetapi setiap kali hal itu menjadi semakin dan semakin sulit. Semakin dia menatap Seoyoon, semakin banyak yang dia sadari dan semakin dia ingin menggambarkan pesona Seoyoon. Dan hal itu adalah sebuah tugas yang sangat sulit.

Kali ini Weed menciptakan sebuah Grand Piece dan skillnya meningkat sebesar 13%.

Tetapi semakin dekat dia dengan tahap selanjutnya dari Sculpture Mastery, semakin sulit untuk meningkatkannya. Dan untuk benar-benar mencapai tahap selanjutnya, dia membutuhkan sesuatu yang spesial. Contohnya untuk maju dari tahap Beginner ke Intermediate dia harus membuat sebuah patung dari Headless Dullahan.

Dan untuk maju dari tahap Intermediate ke Advanced, dia harus membuat sesuatu yang benar-benar luar biasa.

“Benar. Aku tidak akan pernah sampai ke tahap Advanced dengan Fine Piece. Dengan exp 63% pada level saat ini, itu akan membutuhkan 3 atau 4 Grand Piece…”

Sekarang Weed mulai secara cermat mengamati setiap pergerakan Seoyoon. Bukan hanya dalam pertempuran, tetapi juga diluar pertempuran. Bagaimana dia berjalan, dengan tangan mana dia memakan makanan, dimana dan bagaimana dia duduk, Weed mengukir segalanya dengan tegas dalam ingatannya.

Si Orc kecil dan jelek ini diam-diam memata-matai Seoyoon!

Jika dia menyadari bahwa dia didampingi oleh seorang player, dia akan pergi jauh-jauh atau bahkan membunuh bajingan menyebalkan itu.

Kadang-kadang itu sulit bagi Seoyoon untuk menatap orang lain, itulah sebabnya dia berusaha bersembunyi dari semua orang dengan pergi ke suatu tempat yang terpencil. Kadang-kadang dia tidak bisa menemukan tempat seperti itu, para laki-laki akan mengejar dia kemana-mana, saling bertarung, dan memerkan kekuatan mereka. Tetapi dia masih tidak berbicara kepada mereka, yang mana hal itu membuatnya dalam masalah dan membuat dia menjadi seorang PK pada akhirnya.

Jika Seoyoon mengetahui bahwa ada seorang pria disampingnya, dia tidak akan mau untuk terus bersama dengan pria itu.

Tetapi tidak dengan seorang Orc! Orc biasa tidak akan menyebabkan rasa jijik pada dia. Dan itu sebabnya Weed berhasil untuk melihat Seoyoon yang sebenarnya yang bertarung melawan para monster dan tidur dibawah matahari yang hangat. Wajahnya masih tetap tanpa ekspresi, kecuali matanya…

Dengan kesedihan di matanya, dia memperhatikan dedaunan yang berguguran dari pohon. Dia sering menatap sungai kecil di tengah-tengah lembah sambil duduk melamun dan menunggu makanan disajikan.

Pernah, ketika berjalan, Seoyoon memetik bunga dan meletakkannya pada rambutnya. Dia sendiri tidak menyadarinya sama sekali, tetapi Weed nyaris melompat karena terkejut!

“……”

Weed berpikir bahwa Seoyoon adalah seorang pembunuh yang tidak memiliki kelembutan dalam hatinya. Hal itu benar-benar berkebalikan dari apa yang dia perlihatkan kepada orang lain. Namun kemudian Weed menyaksikan Seoyoon menatap dua tupai yang bermain dengan mata sedihnya…

Weed memahaminya.

“Ya, itu dia!”

Weed menenggelamkan dirinya kedalam pekerjaannya lagi.

“Ketika membuat patung, seseorang tidak boleh begitu saja membuat kesimpulan. Meskipun kau berpikir bahwa kau benar-benar memahami seseorang, kau harus berhenti dan memikirkan ulang hal itu. Tak semuanya itu sederhana.”

Dia mungkin hanya membuat kesalahan yang lain sekarang ini. Tapi kesalahan ini akan membawa dirinya ke langkah yang lebih dekat dengan Seoyoon yang sebenarnya.

“Aku seharusnya tidak hanya menunjukkan penampilannya yang dingin yang tertangkap mata, tetapi perasaannya juga. Aku harus mencoba dan mempercayakan hatiku lagi, bukannya memikirkan hal itu lagi dan lagi. Aku harus mencoba untuk menciptakan Seoyoon yang aku rasakan, bukannya Seoyoon yang aku lihat.”

Zahab’s Sculpting Knife mulai menari lagi ditangannya.

Untuk menggambarkan penampilan gadis itu adalah pekerjaan yang relatif mudah, tetapi untuk menggambarkan keharmonisan dari perasaan unik fitur-fitur wajah Seoyoon, itu sangatlah sulit.

Weed melupakan segala sesuatu yang dia ketahui tentang Seoyoon dan mulai mengukir kesan yang dia dapat setelah memperhatikan dia untuk waktu yang lama. Pada patung ini dia tidak menekankan pada penampilan Seoyoon, tetapi pada perasaan dan kemanusiaan yang dia lihat dalam diri Seoyoon.

Dan hanya membuat patung dari Seoyoon tidak akan cukup. Lokasi dimana Weed membuat patung itu dipenuhi dengan batu-batu tajam yang tidak enak untuk dilihat. Dan agar berhasil, dia harus memperbaiki tempat itu.

“Dia adalah seoarang gadis, jadi harus ada bunga-bunga. Banyak bunga.”

Pertama-tama, Weed dengan hati-hati menciptakan bunga yang Seoyoon letakkan pada rambutnya sebelumnya. Lalu dia melanjutkan mengerjakan batu-batu yang mengelilingi patung yang akan dibuat.

Dia ingin mengukir banyak bunga dari batu-batu itu, dan setiap bunga akan membutuhkan waktu yang lumayan banyak. Itu akan sulit untuk menyelesaikannya sebelum Seoyoon kembali.

“Tidak. Aku tidak boleh menyerah sekarang… Aku tidak boleh berhenti disini.”

Weed melanjutkan untuk mengukir bunga, menunggu gadis itu kembali. Tetapi secara mengejutkan, dua jam telah berlalu dan Seoyoon masih belum kembali.

“Mungkin dia tidur?”

Dia begitu fokus pada pengamatan dan pekerjaannya hingga dia benar-benar lupa akan waktu. Ini sudah malam di dunia nyata, dan apa yang lebih penting, mereka hampir mencapai ujung Lembah Yunopu, dan dia bisa melanjutkan perjalanan sendirian.

“Jadi dia tidak akan kembali untuk beberapa saat. Aku punya waktu, jadi aku harus menyelesaikan patung ini dan kemudian pergi. Tak ada alasan untuk menyerah pada pekerjaan yang sudah aku mulai…”

Weed melanjutkan untuk mengukir bunga yang selanjutnya.

****

Dr. Cha Eunhee dari rumah sakit rehabilitasi sedang memeriksa pasien utamanya, seperti yang dia lakukan setiap pagi.

“Apa kau lelah? Mungkin kau harus istirahat dari Royal Road?”

“…..”

Seoyoon seperti biasanya, tetap diam, yang mana hal itu tidak mengejutkan bagi dokternya. Dia menenggelamkan dirinya dalam-dalam, dan tidak menunjukkan reaksi apapun pada bagian luar, tetapi hal itu tidak berarti dia menolak semuanya. Biasanya Seoyoon akan mengikuti nasihat dari orang-orang yang benar-benar peduli terhadap dirinya.

Sepertinya aku harus menerima bahwa aku berada di jalan buntu. Seoyoon masih tidak berbicara, meskipun segala metode penyembuhan dilakukan… Mungkin sudah saatnya untuk mencoba sesuatu yang berbeda?

Dr. Cha Eunhee mulai berpikir.

Royal Road adalah salah satu terapi terbaru bagi orang-orang yang menutup dirinya dari dunia luar.

Setelah mereka mulai bermain dan merasakan kehidupan dalam game, status mereka di dunia nyata akan mulai meningkat.

Namun meskipun dia telah lama berada didalam game, kondisi Seoyoon tidak berubah sama sekali.

Haruskah aku menekan dia lebih keras? Tetapi orang dengan watak kuat seperti Seoyoon akan lebih baik ketika disemangati untuk berubah sendiri. Penggunaan obat-obatan, hipnotis dan berbagai cara yang lain hanya akan membuatnya semakin buruk…

Sebagai seorang psikolog yang sangat berpengalaman, Cha Eunhee adalah yang paling khawatir bahwa pasiennya akan mengunci hatinya terlalu dalam, hingga tidak ada cara lagi untuk membawanya kembali. Seoyoon sudah berada di jalur ini.

Dia tidak menunjukkan ekspresi apapun, jadi itu sulit untuk menentukan kondisi penyakitnya. Beruntungnya aku mengenal dia. Orang yang baik dan jujur seperti Seoyoon tidak akan mengunci hati begitu cepat. Tetapi… Kenapa dia belum mulai berbicara?!

Ini adalah saatnya untuk makan malam dan Seoyoon pergi ke ruangan sebelah. Dia ditempatkan di bangsal VIP terbaik dari rumah sakit tersebut, jadi dia makan di ruangan sebelah. Tentu saja, jika pasiennya terlalu lemah, makanan akan diantarkan ke ranjangnya, tetapi Seoyoon bisa berjalan sendiri.

“Oke, aku akan mengintip apa yang dia lakukan di dalam game belakangan ini.”

Cha Eunhee menampilkan rekaman bermain di layar.

Hampir semua waktu luang Seoyoon dihabiskan dengan bertarung dengan monster. Hal itu tidak memberikan bantuan medis yang diperlukan, tetapi Cha Eunhee masih melanjutkan untuk melihat rekaman tersebut setiap hari.

Semakin tinggi level Seoyoon, semakin kuat monster yang dia hadapi. Pertarungan perlahan-lahan menjadi lebih lama dan lebih ganas. Terkadang seluruh medan pertempuran berlumuran darah dan Seoyoon tampak seperti seorang dewi peperangan.

Hal ini secara sementara melegakan stress pasien, tetapi tak lebih dari itu…

Setelah melihat rekaman seperti itu, butuh usaha yang besar bagi Cha Eunhee untuk menahan hasratnya untuk memainkan karakternya sendiri.

“Ya, Seoyoon memiliki level yang sangat tinggi, kalau dia bisa berburu di Lands of Despair.”

Dr. Cha Eunhee sedikit iri. Jika dirinya di tempat Seoyoon, dia akan mati karena monster terlemah yang ada disana.

Tetapi dikebanyakan waktu, Seoyoon bertarung dan menang. Bukan hanya karena levelnya yang tinggi, tetapi juga karena pengalamannya yang luas yang dia dapatkan dari banyak pertempuran.

“Sekarang. Aku harus melihat seluruh sisa rekaman sebelum dia kembali.” Cha Eunhee menggunakan mode fastforward.

Seoyoon masih menjelajahi Lands of Despair dan bertarung dengan para monster. Semuanya masih sama.

Tetapi kemudian…. Sesuatu yang tidak biasa terjadi.

Si gadis sedang beristirahat dan menatap matahari terbenam ketika dua monster mulai mendekati dia dari belakang, seekor Hunter of Plain dan seekor monster pendek yang mengerikan.

“Oh… Dia akan berada dalam masalah jika mereka menyerang secara bersamaan.”

Tetapi Cha Eunhee tidak terlalu khawatir.

Jika dia mati, Seoyoon akan meninggalkan kapsul pada saat yang sama dan Cha Eunhee pasti menyadarinya. Tetapi hal itu tidak pernah terjadi…

Apa yang terjadi selanjutnya adalah yang mengejutkan Cha Eunhee.

Ketika Hunter of Plain tewas, Seoyoon menatap monster yang lain yang ternyata adalah seekor Orc.

Tetapi tak ada yang terjadi! Mereka hanya saling menatap satu sama lain selama beberapa saat dan kemudian Seoyoon menurunkan senjatanya dan berjalan menjauh.

Namun beberapa saat kemudian dia bertemu dengan Orc yang sama lagi dan segera mereka mulai berburu dan makan bersama-sama.

Si Orc bahkan memperbaiki armor Seoyoon yang rusak!

Seoyoon suka berkelana sendirian dan tidak pernah membiarkan orang lain mendekat. Namun Orc ini tampaknya tidak mengganggu dia sama sekali.

“Terakhir kali dia berteman dengan instruktur Training Hall di Serabourg. Mungkin itu lebih mudah bagi Seoyoon untuk dekat dengan NPC dan monster? Orc ini lumayan. Dia pembantu yang hebat. Aku penasaran dimana aku bisa mendapatkan Orc seperti itu? Tunggu sebentar!!”

Tiba-tiba Cha Eunhee hampir melompat dari kursinya.

“Orc! Orc macam apa yang memiliki skill seperti itu? Itu adalah seorang manusia, seorang player!”

Setelah pertempuran dia mengumpulkan item-item drop, menggunakan herbal penyembuhan, dan memasang perban pada luka, memasak… Jika kau berusaha cukup keras, kau bisa menemukan monster lain yang seperti itu didalam game. Contohnya, Cursed Goblin atau miniboss spesial yang memiliki kecerdasan buatan (AI) yang maju.

Tetapi seorang psikolog berpengalaman seperti Cha Eunhee, tidaklah semudah itu untuk dibodohi. Dia menyadari detail terkecil: cara dia bergerak, bertarung, dimana dia memandang, dan bagaimana dia mengambil item-item.

Segala sesuatunya mengarah pada orang asli dan hidup.

“Tidak mungkin…”

Cha Eunhee tersentak, seperti dia tersambar petir.

Dia melihat sesuatu yang mirip di Hall of Fame! Terlebih lagi, dia yakin bahwa itu adalah Orc yang sama dari video tersebut.

“Tak ada lagi Orc lain yang seserakah itu dalam game ini selain Orc yang satu itu!”

Jantung si Dokter mulai berdebar keras. Tentu saja fakta bahwa Seoyoon melakukan perjalanan dengan seseorang adalah berita bagus, tetapi Cha Eunhee adalah seorang fans berat dari Royal Road.

“Hanya ada 2 hari yang tersisa sebelum peperangan! Apa-apaan sih yang dia lakukan!”

****

Di lantai batu, bunga-bunga sedang bermekaran.

Diukir dari bebatuan, bunga-bunga itu tampak sangat nyata dan hidup. Begitu nyata hingga pada beberapa bunga-bunga itu ada kupu-kupu batu yang hinggap dan aroma menyenangkan tampak menyebar di udara.

Karena lahan bunga tersebut terbuat dari batu, bunga-bunga itu memiliki warna yang tidak biasa. Putih, abu-abu dan hitam, memiliki pola warna dan tanpa pola warna. Bersama-sama bunga-bunga itu menciptakan sebuah suasana misterius pada medan berbatu, di pusat tempat itu, Weed sepenuhnya tenggelam dalam menciptakan patung utama.

“Aneh….”

Semakin dekat dia dengan menyelesaikan karya itu, semakin kuat perasaan bahwa air mata hendak mengalir keluar di mata Seoyoon yang indah. Dan meskipun bagian lain dari patung itu tidak memberikan kesan sama sekali, matanya dipenuhi dengan kesedihan yang tak tertahankan…

Mengikuti nalurinya dan mempercayai dorongan hatinya, dia menciptakan sebuah patung yang sangat sedih. Hal itu bahkan tampak seperti karena simpati kepada si cantik, semua bunga disekeliling menangis juga.

Karena menyadari fakta itu, suasana hati Weed juga memburuk.

“Aku harus membuat dia lebih senang. Aku tidak bisa mengubah matanya lagi, tetapi aku bisa melakukan sesuatu pada bagian lain dari wajahnya!”

Sangat pelan-pelan dan hati-hati Weed mengerjakan wajah patung tersebut dan pada akhirnya dia menciptakan seorang gadis yang tersenyum sepenuh hati namun sedih.

Saat Weed menyelesaikan patung tersebut, sebuah jendela pesan muncul didepan Weed.

*Ding*

Harap berikan nama pada patung yang diciptakan.

“Memberi sebuah nama?”

Hal ini belum pernah terjadi sebelumnya. Weed memiringkan kepalanya dalam bingung dan berkata:

“Seoyoon.”

Kamu memilih untuk memberinya nama “Seoyoon”?

“Ya.”

Magnum Piece!

Kamu telah menyelesaikan patung ‘Seoyoon’!

Karya ini mengandung kontradiksi.

Bergantung pada perasaan dan suasana hati mereka, setiap orang akan melihat sesuatu yang

berbeda pada patung ini.

Sculptor muda dan sangat berbakat ini menciptakan sebuah patung di dataran ini yang menyebabkan perasaan bercampur aduk.

Nilai artistik: 8.700

Efek:

• Regenerasi HP dan MP meningkat sebesar 40% selama sehari.

• Kecepatan pergerakan meningkat sebesar 20%

• Semua statistik naik sebesar 30 poin

• Efek dari 2 statistik berbeda meningkat sebesar 30%

• Memberi bonus pada serangan elemen Tanah selama siang hari.

• Patung ini memancarkan aroma spesial yang menyembuhkan luka.

• Jika hak kepemilikan patung ini dipindahkan kepada orang tertentu, efek-efek patung akan

meningkat sebesar 20% untuk orang itu.

• Dalam kasus diatas, efek untuk orang lain menurun sebesar 60%

Efek-efek ini tidak bisa ditumpuk dengan efek patung lain.

Jumlah Magnum Piece yang telah diciptakan: 1

Skill Sculptural Comprehension naik 1 level

Skill Handicraft mencapai level 2 tahap Advanced.

Efesiensi dari semua skill kerajinan meningkat sebesar 8%.

Hal ini akan mempengaruhi berbagai aspek.

• Fame meningkat sebesar 1680 poin (+1680 FAME)

• Art naik sebesar 65 poin. (+65 ART)

• Stamina naik sebesar 7 poin. (+7 STM)

• Endurance naik sebesar 4 poin. (+4 END)

• Charm naik sebesar 40 poin. (+40 CHARM)

Semua hak pada patung ini milik Master Weed. Jika patung ini diberi kehidupan dikemudian hari, patung ini akan setia pada dia.

Sebagai hadiah karena menciptakan Magnum Piece, semua statistik naik sebesar 3 poin.

Magnum Piece!

Weed telah menciptakan sesuatu yang bahkan tidak pernah dia mimpikan.

“Yeeeeaaah!”

Dari zaman dahulu kala, ada banyak karya seni yang tertinggal didunia ini! Dan kebanyakan dari karya-karya itu mengambarkan seorang wanita. Mungkin karena wanita sangat rumit dan indah.

Tetapi Weed senang bukan hanya karena dia berhasil menciptakan sebuah Grand Masterpiece. Yang terpenting adalah karena patung itu Sculpture Mastery miliknya mencapai tahap Advanced.

Sculpture Mastery mencapai tahap Advanced level 1.

Sekarang kamu bisa mengukir pola tertentu dan membuat patung dengan bahan apapun.

Sculpture Mastery milikmu mencapai tahap Advanced.

Hal ini mempengaruhi statistik dan skill-skill milikmu.

Efesiensi teknik Sculpting Blade meningkat sebesar 30%.

Properti tambahan telah ditambahkan pada kemampuan tersebut.

Konsumsi MP berkurang setengah.

Sculpture Mastery terhubung pada skill-skill kerajinan lainnya.

• Skill Blacksmith:

Kamu sekarang bisa menciptakan patung perungu.

Patung-patung yang diciptakan dengan menuangkan logam cair kedalam cetakan akan lebih keras dan memiliki daya tahan lebih tinggi.

• Skill Memasak:

Hidanganmu sekarang lebih lezat dan beragam.

Juga masakan akan menjadi lebih indah dari sudut pandang artistik.

• Skill Menjahit:

Kamu sekarang bisa mendekorasi pakaian untuk menciptakan pakaian adat.

Semua statistik meningkat sebesar 20 poin (+20 ALL STATS)

• Fame naik sebesar 600

• Art naik sebesar 20 poin

Skill baru:

Moonlight Sculpting

Teknik ini hanya tersedia untuk player dengan skill tahap Advanced.

Sekarang, selain Fine Piece, Grand Piece dan Masterpiece, sebuah tingkatan tersembunyi dan baru dari patung telah tersedia — Moonlight Sculpture.

Patung jenis ini melambangkan alam, hal itu memungkinkan untuk melindungi teman-temanmu dari musuh.

Sang ahli, yang ingin melindungi seseorang yang dia sayangi dari semua mara bahaya, akan mengapresiasi kemampuan yang luar biasa berharga ini.

Kamu bisa mempelajari lebih banyak tentang Moonlight Sculpting di guild Seni.

Dia akhirnya melewati skill tahap Intermediate ke tahap Advanced!

“Hahahahaha!”

Weed tertawa dengan senang.

Apa yang bisa lebih menyenangkan bagi seorang Sculptor daripada mencapai skill Sculpture Mastery tahap Advanced.

Profesi Blacksmith memang jauh lebih populer, dan tentunya seseorang pasti telah mencapai tahap Advanced pada skill itu, tetapi diantara para Sculptor, dia adalah yang pertama. Satu-satunya Sculptor yang memiliki skill tahap Advanced di seluruh Benua Versailles!

“Sekarang aku tidak menyesal menjadi seorang Sculptor!”

Weed merasa seperti seluruh dunia sedang tersenyum pada dia. Tetapi kemudian dia dengan cepat sadar dan mulai memikirkan tentang masa depan yang akan segera tiba.

“Ini bukanlah saat yang tepat.”

Seoyoon harusnya akan segera kembali.

Patung Magnum Piece ini memiliki efek spesial dan sulit untuk dilewatkan. Sebuah konsekuensi yang tak terhindarkan dari Sculpture Mastery.

Ketika gadis itu kembali, dia mungkin akan menemukan patung ini, dan kemudian patung-patung yang lain. Ketika dia mengetahui tentang patung-patung itu, Seoyoon tidak akan membiarkan Weed pergi begitu saja.

“Waktunya kabur!”

Weed menatap patung miliknya untuk yang terakhir kalinya dan berangkat menuju jalan keluar dari Lembah Yunopu.

Sang ahli Sculptor yang hebat, yang baru saja menciptakan Masterpiece dan mencapai Sculpture Mastery tahap Advanced harus melarikan diri dari lembah ini secepat mungkin.

****

Larut malam (waktu game) Seoyoon kembali log in.

Setelah muncul, dia memeriksa sekelilingnya seperti biasanya.

Orc!

Dalam beberapa hari belakangan, dia telah terbiasa dengan kehadiran Orc itu.

Orc itu kadang-kadang memberi dia makanan, memperbaiki armor miliknya, melindungi punggungnya.

Seorang Orc yang berguna.

Namun tak peduli seberapa lama Seoyoon mencari dia, dia tak bisa ditemukan dimana-mana.

Dia pergi.

Meskipun mereka melakukan perjalanan bersama-sama, Seoyoon tidak terlalu terbuka pada dia, tetapi tetap saja Seoyoon merasa sedikit hampa. Dia sendirian lagi.

Setelah memeriksa armor dan pedangnya, dia mulai berjalan.

Setelah meninggalkan Lembah Yunopu, dia akan mencari tempat baru yang dihuni oleh banyak monster yang berbeda. Tetapi kemudian mencium suatu aroma yang tidak biasa.

“….?”

Dia mengikutinya. Dan pada akhirnya dia sampai di sebuah padang bunga kecil, ditengah-tengahnya ada sebuah patung yang berdiri.

Sebuah patung dari seorang gadis, patung itu tertawa dan menangis pada saat yang sama. Dan patung itu tampak sangat mirip dirinya.

“…..”

Seoyoon membeku dalam kebingungan.

Menangis? Aku?

Itu seperti dia sedang menatap cermin. Tetapi didalam cermin tersebut dia sedang menangis.

Tidak. Tak mungkin itu aku. Aku tidak pernah menangis. Setidaknya sejauh yang bisa aku ingat…

Seoyoon telah lupa kapan dia terakhir kali menangis. Belakangan ini yang dia lakukan adalah berusaha untuk menjadi sekuat mungkin.

Sejak dia masih kecil, dia selalu menyembunyikan kesedihannya dalam hatinya. Dia sangat ingin menghindari semua penderitaan dan rasa sakit. Dan cara terbaik yang dia temukan untuk melakukan hal itu adalah dengan menghindari semua orang. Jika tidak ada orang yang berbicara pada dirinya, tak ada yang bisa menyakiti dia, dan dia bisa hidup dalam damai.

Dan dia tidak harus menangis. Tidak harus merasakan rasa sakit, yang menghancurkan hatinya berkeping-keping.

Itu sebabnya dia selalu tenang. Kemarin, hari ini dan esok. Dia tidak akan pernah membuka hatinya kepada siapapun.

Pada suatu poin, itu menjadi sulit baginya untuk berbicara, dia mulai takut menjadi dekat dengan orang lain. Dia berhenti berbicara bahkan pada dirinya sendiri. Dia menyembunyikan perasaannya jauh didalan hatinya.

Dia mengancam siapapun yang mencoba untuk dekat pada dirinya dengan keraguan dan kecurigaan.

Berusaha menghindari rasa sakit dan kesedihan, dia juga telah kehilangan kebahagiaan.

Tangisan yang datang dari kedalaman jiwanya, naik ke dadanya, dengan semua perasaan yang dia sembunyikan didalam hatinya keluar bersama dengan tangisan itu.

“….”

Seoyoon menyembunyikan wajahnya dengan kedua tangannya, air matanya mengalir turun ke pipinya.

****

Hall of Fame di website Royal Road!

Waktu yang ditentukan untuk quest tersebut semakin dekat dan ketegangannya semakin meningkat.

“Hari peperangan melawan Immortal Legion sudah dekat.”

“Bisakah Orc itu menyelesaikan questnya? Bagaimanapun juga itu adalah sebuah quest kelas A.”

“Lihatlah wajahnya. Sangat mengerikan! Seseorang dengan wajah seperti itu bisa mengatasi apapun.”

“Dia bisa. Dia harus bisa. Karena aku adalah seorang Mage.”

“Aku juga seorang Mage. Aku telah memilih spesialisasi Dark Magic dan cukup menderita…. Sekarang aku pasti menjadi seorang Necromancer.”

“Beritahu kami lebih banyak tentang Necromancer.”

“Tunggu, tunggu saja….”

“Apa ada orang yang mengetahui berita yang baru?”

Event yang akan datang secara aktif didiskusikan di forum.

Sudah ada banyak topik dengan berbagai pertanyaan dan pemikiran tentang peperangan melawan undead dan profesi baru tersebut. Ratusan ribu player membaca topik tersebut disetiap detik dan meninggalkan komentar.

Setiap menit seseorang menanyakan tentang beritanya.

Karena quest tersebut secara langsung mempengaruhi para Mage, mereka adalah yang paling memanaskan diskusi.

“Aaaaaah! Aku ingin tahu hasilnya. Semua Mage setuju dengan aku, kan?”

“Aku bukan hanya tertarik dengan hasilnya, tetapi dengan pertempurannya juga. Perang melawan undead dengan skala sebesar itu! Itu adalah tingkatan yang benar-benar baru, tak ada yang mirip ini yang pernah terjadi sebelumnya!”

“Ya, aku sudah bosan tentang penyerbuan biasa. Kebanyakan penyerbuan-penyerbuan itu selesai sangat cepat dan semuanya berlangsung dengan cara yang sama.”

“Para Warrior menyerbu, para Mage saling menghujani lawan dengan sihir… Aku sudah terlalu sering melihatnya.”

“Jika salah satu pihak jauh lebih kuat, itu akan menarik.”

Orang-orang berganti mengeluh tentang penyerbuan.

Setelah suatu guild mulai menjadi lebih unggul dari guild lainnya, guild-guild lain segera membentuk aliansi sementara dan mengembalikan guild yang unggul tersebut menjadi seperti sedia kala.

“Aku ingin segera melihat bagaimana peperangan itu berlangsung…”

“Dimana? Tidak ada pengumuman penyiaran pada channel apapun.”

“Benar… Jadi kita harus menunggu sampai videonya muncul di Hall of Fame?”

“Kemungkinan besar begitu.”

“Huh! Apa sih yang dilakukan orang-orang TV?”

Dan kemudian ada orang baru bergabung dengan percakapan.

“Kawan! Di Liberty City of Somren, player yang dipanggil Weed menyelesaikan quest lain. Jangan terkejut, tetapi itu adalah Weed dari Continent of Magic!”

“Weed dari Continent of Magic?!”

“Aku mendengar bahwa dia bermain Royal Road, beberapa orang bahkan mengatakan bahwa dia bergabung dengan Order of Freya.”

“Ya. Kami juga berpikir demikian.” lanjut si player baru. “Tetapi kali ini dia menyelesaikan quest tersebut, berhubungan dengan mengalahkan para Necromancer!”

“Tunggu. Jadi itu adalah quest berantai setelah menyingkirkan para vampir dan mengembalikan Crown of Fargo?”

“Necromancer? Jadi Orc dari video itu…..?”

“Weed. Weed menjadi seorang Orc dan bertarung melawan pasukan undead!”

Pada saat ini, thread diskusi tentang video tersebut secara mendadak meledak. Hanya dalam waktu beberapa menit, ribuan atau bahkan jutaan pesan muncul satu demi satu. Beberapa orang senang, beberapa marah, tetapi tak ada yang acuh tak acuh.

Sang Pahlawan dari Continent of Magic.

Meskipun puncak popularitas dari game itu telah lama berlalu, banyak mantan player masih memiliki kenangan berharga mereka tentang hal itu. Mereka suka mengenang masa lalu.

“Ya… Siapapun yang melihat dia beraksi setidaknya sekali, tidak akan pernah lupa akan karisma dan kehebatan yang dia tunjukkan di Continent of Magic.”

“Benar, dia adalah Dark Knight sejati, menyapu bersih musuh seperti badai.”

“Kombinasi skill, efesiensi penggunaan kemampuan, dan secara cerdas memanfaatkan fitur-fitur medan dalam pertempurannya yang tiada akhir. Tak ada kompromi. Weed adalah model panutan untuk banyak dari kita semua!”

“Weed membuka jalan ke tempat-tempat yang tak seorangpun bisa melakukannya. Dia adalah seorang legenda.”

Para mantan player Continent of Magic meninggalkan banyak pesan. Orang lain menanyakan pertanyaan.

“Siapa itu Weed?”

“Apa Weed sehebat itu?”

“Kau tidak tahu Weed, karena dia pasti bergabung dengan Royal Road belum lama ini. Semua orang yang pernah bermain Continent of Magic mengetahui dia. Dia memiliki berbagai rekor!”

“Aku pernah mengikuti dia. Biar aku ceritakan tentang hal itu. Kami pergi ke Rosenda Plains saat itu. Mereka dihuni oleh Hell Guardian dan Cerberus. Dan Weed membantai mereka! Itu benar-benar keren.”

“Tetapi dengan level yang tinggi, itu seharusnya bukanlah masalah?”

“Ya. Memang benar. Tetapi pada saat itu tak seorangpun pernah berburu disana. Weed adalah yang pertama. Tak seorangpun dari teman-temanku dari Continent of Magic mempercayainya. Itu sebabnya aku mengikuti dia, untuk memeriksanya sendiri. Dan dia benar-benar membantai semua monster, tanpa membuat kesalahan apapun. Dalam pertempuran dia seperti seekor binatang buas, gunung mayat tertinggal dibelakang dia. Tetapi itu bukanlah semuanya.”

“Ada yang lain lagi?”

“Jangan terkejut. Dulu dia pernah berburu selama 200 jam tanpa istirahat!”

“200 jam?!”

Banyak player dari Royal Road mencurahkan waktu luang mereka pada game. Banyak dari mereka, yang menganggap diri mereka sendiri adalah player yang hebat membanggakan tentang hal itu. Dan tentu saja mereka semua setidaknya sekali secara tidak sengaja lupa makan atau bermain sampai terlalu lama.

Tetapi bahkan bagi mereka, bermain 200 jam nonstop adalah sesuatu yang mustahil. Weed bukanlah legenda tanpa sebab.

Dan kemudian beberapa player dengan informasi yang baru bergabung kedalam diskusi.

“Kami berburu di Lands of Despair. Mungkin itu tidaklah terlalu sulit bagi para player dari pusat benua, tetapi di Rosenheim hanya ada beberapa puluh orang yang berani pergi kesana. Dan kami bertemu seorang Orc kurus disana….”

“Jika kalian masih belum paham, kami bertemu Karichwi disana! Dia kurus kali ini, tetapi wajahnya sama.”

“Peperangan melawan Immortal Legion akan terjadi di Lands of Despair!”

Semua orang menunggu di Hall of Fame untuk melihat hasilnya.

Mungkin jika seseorang memposting informasi penuh tentang quest tersebut, orang-orang tidak akan begitu cemas. Tetapi tidak adanya berita apapun hanya meningkatkan rasa penasaran dari banyak player.

****

Bagian baru “The Versailles Continent” dibuka pada KMC Media.

Dan hari ini Shin Hye Min dan Oh Joowan membacakan berita pertama.

“Harga dari mithril terus naik. Guild Pirate yang memiliki tambang mithril sendiri, sudah menaikkan harga sebesar 20%. Hal itu menyebabkan kegemparan diantara para player lain.”

“Bagaimana caranya untuk memperkuat senjatamu? Efek dari batu poles yang ditemukan sejauh ini tidak terlalu hebat. Tetapi apa kau tahu, bahwa seorang Blacksmith dengan skill tahap Intermediate bisa meningkatkan ketahanan dan damage dari senjatamu secara signifikan?”

“Rute perdagangan baru telah terbuka diantara kerajaan Lootun dan Kerajaan Thor. Jalan tersebut melewati Forest of No Return. Guild Scarlet Wolves membersihkannya dari para monster dan membangun jalan. Para Merchant yang menggunakannya harus membayar pajak sebesar 10%.”

“Meskipun mereka kehilangan 10% dari pendapatan mereka, mengingat seberapa dekat rute itu, banyak player akan memilih menggunakan rute itu.”

“Benar. Untuk sementara waktu pendapatan guild itu akan naik. Banyak player akan mempertimbangkan untuk bergabung dengan mereka.”

Kisah-kisah dari Benua Versailles.

Awalnya ada informasi tentang monster, tempat berburu dan profesi. Kemudian diskusinya beralih mengenai politik, sosial dan ekonomi. Ketika kekuatan besar, seperti kerajaan, saling berhadapan satu sama lain dan banyak quest baru akan muncul.

Oleh karena itu, bagian kedua adalah berbagi diantara ahli dalam berbagai bidang.

Hari ini mereka mendiskusikan quest mengenai menghentikan Immortal Legion.

“Levelnya sangat tinggi. Banyak player berharap akan keberhasilannya, tetapi kemungkinan besar quest itu akan gagal.”

Ahli militer Yee Yonghan dengan percaya diri menyatakan sudut pandangnya.

“Dalam perang apapun, kuantitas bukanlah bagian yang paling penting. Apa yang penting adalah bukan seberapa banyak prajurit yang kau miliki, tetapi seberapa baik mereka mengikuti perintahmu dan bekerja bersama-sama.

Itu mustahil untuk bertarung melawan pasukan undead dengan pasukan yang beragam seperti itu — Orc, Dark Elf dan Manusia.”

Han Yeelseo, yang duduk disamping dia, mengangguk setuju. Dia bermain Royal Road juga dan berada diantara Top 300 player terkuat.

“Benar. Untuk memimpin ras yang berbeda seperti itu, dia memerlukan banyak Leadership. Akankah dia bisa memimpin mereka pada peperangan?”

“Aku berpikiran demikian juga. Bertarung bersama Orc dan Dark Elf melawan pasukan undead adalah membuang-buang waktu. Jika aku ditempat dia, aku akan pergi dari sana sejak lama.”

“Dan tak seorangpun akan menghakimimu. Quest ini mustahil untuk dikerjakan sendirian. Dan sejauh yang aku tahu, tak satupun dari guild-guild Top 50 menerima permintaan untuk bantuan. Di guildku, Crimson Mercenaries, tak seorangpun mendengar sesuatu tentang hal itu. Itu sebabnya dia pasti akan gagal dalam quest tersebut.”

“Itu sangat memungkinkan bahwa setelah kematian mereka, semua Orc dan Dark Elf akan menjadi undead dan menyerang kerajaan-kerajaan lain. Menurut penelitian kami, semua quest kelas B yang diterima sejauh ini selalu berhubungan dengan mengalahkan kelompok kecil dari monster yang sangat kuat atau melewati suatu rute yang sangat sulit. Namun quest kelas A akan mempengaruhi situasi pada keseluruhan benua.”

“Tetapi kau tidak perlu khawatir tentang hal itu. Ketika Immortal Legion datang, guild kami, Crimson Mercenaries akan ada untuk mempertahankan kerajaan manusia.”

Hampir semua yang berpartisipasi pada diskusi ini beranggapan bahwa quest itu akan gagal. Banyak dari player yang diundang menggunakan kesempatan ini untuk menarik anggota baru ke guild mereka, menjanjikan bantuan pada bencana yang akan datang.

Shin Hye Min mengerutkan kening.

“Jadi quest yang didukung oleh banyak player ini mungkin akan gagal?”

“Siapa yang tahu… Mungkin quest itu sudah selesai, atau….”

“Atau dia mengabaikannya dan melarikan diri sejak lama.”

Semua orang berbicara tentang kegagalan.

Tetapi kemudian mereka menghadapi protes keras dari para player biasa. Dari orang-orang yang mengetahui Weed! Mereka, yang menunggu dengan cemas untuk profesi Necromancer, mengucapkan sumpah serapah pada mereka para peserta diskusi.

Translator / Creator: alknight