November 25, 2016

The Legendary Moonlight Sculptor – Volume 6 – Chapter 7: Past Ties

 

Raja Zet, raja ketiga dari dinasti Belsos La Deus, telah menghilang dari semua buku di benua Versailles.

Namun kemudian, dengan sentuhan keberuntungan, anggota dari Crimson Wings menemukan sebuah referensi pendek tentang dia disalah satu perpustakaan pribadi.

“Tampaknya ada suatu rahasia yang berhubungan dengan dia.”

“Mungkin. Ayo cari tahu lebih banyak.”

Dan sejak saat itu, para anggota guild tersebut mulai menyelidikinya. Mereka menanyai para NPC yang mengetahui sejarah dan mencari jejak-jejak apapun tentang raja itu atau zaman dia hidup.

Meskipun mereka tidak punya harapan yang tinggi, segalanya menunjuk pada suatu quest tingkat tinggi.

Selama pencariannya, salah satu anggota guild itu mencapai Kerajaan Mersel yang jauh, dimana dia bertemu dengan Count Kresse, seorang pengatur siasat yang sangat pandai namun pelit, dia mempercayakan sebuah misi pada tamunya:

“Raja Belsos memiliki banyak harta karun. Dan yang paling berharga diantaranya adalah Black Flute(seruling hitam), dibuat dari sebuah tanduk. Jika kau menemukannya dan membawanya padaku, aku akan memberimu hadiah yang tinggi. Tetapi pastikanlah bahwa hanya orang-orang yang bisa dipercaya yang boleh mengetahui tentang masalah ini.”

*Ding*

Quest baru: Shadow of the returned King

Sang raja yang agung, yang dahulu pernah berkuasa atas banyak negeri, sekarang tertidur dalam tanah yang gelap. Ada kalanya ketika kekuatannya adalah hal yang mutlak dan sekarang makamnya dipenuhi dengan emas, perak dan item-item magis yang langka. Namun meski demikian, tak ada orang yang cukup berani yang mendekati makam itu.

Jika kamu menemukan Black Flute di makamnya dan membawanya kepada Count Kresse, kamu akan mendapatkan hadiah yang setimpal.

Tingkat Kesulitan: A

Hadiah:

Harta dari makam Raja.

Pembatasan:

Tak ada sihir yang bisa digunakan didalam reruntuhan.

Biasanya para player akan mendapatkan quest dengan menemukan sesuatu yang tak biasa selama perburuan atau berbicara dengan NPC tertentu. Kebanyakan dari quest-quest itu adalah permintaan untuk menemukan suatu bahan, melindungi sesuatu atau membersihkan area yang dihuni monster.

Namun, berkat keberuntungan dan penyelidikan yang panjang, guild Crimson Wings berhasil menemukan quest rahasia kelas A.

“Bagus! Ini adalah reruntuhan Makam Raja!”

Mereka menemukan lokasi reruntuhan tersebut dan bahkan peta bagian dalamnya. Guild tersebut merayakan keberhasilan mereka, tanpa melupakan untuk menjaga rahasia mereka dengan hati-hati.

“Lalu kenapa kalau guild Hermes punya BadRay? Jika kita menyelesaikan quest ini, kita akan bisa mengubah segalanya!”

Teros, pemimpin guild Crimson Wing, sedang berpidato untuk rekan-rekan anggota guildnya.

Di awal game, guild-guild muncul dimana-mana seperti jamur yang tumbuh setelah hujan. Tetapi sekarang situasinya telah stabil dan persaingan utama terjadi diantara beberapa guild terbesar dan terkuat.

Tetapi segara setelah semua ini akan berubah. Guild-guild menjadi cukup besar untuk mengklaim kendali atas seluruh kerajaan, yang artinya saat-saat persaingan yang tenang akan segera berakhir.

Itu sebabnya sangat penting untuk mendapatkan kekuatan sebanyak mungkin sebelum konfrontasi baru dimulai. Kekuatan berdasar pada item-item langka, level tinggi dan sekutu yang berpengaruh, dan semua ini disediakan oleh quest yang sulit.

Guild Crimson Wings mengumpulkan semua anggota mereka yang berlevel tinggi, 200 player dengan level diatas 330, dan mempekerjakan 50 player dengan level diatas 350 dari Dark Gamer Union.

Hasilnya adalah sebuah skuad yang sangat kuat terdiri dari 250 orang. Dan jika mereka gagal, guild Crimson Wings akan kehilangan 60% dari kekuatannya selama 4 hari penuh dalam waktu Royal Road.

Dalam hal ini, guild lain mungkin memanfaatkan kelemahan mereka untuk mencoba merebut kastil mereka.

Itulah sebabnya para anggota guild Crimson Wings mengambil langkah-langkah yang memungkinkan untuk mencegah bocornya informasi apapun. Mereka mempekerjakan player dari luar guild, tetapi tak satupun dari mereka mengetahui kemana dan, yang lebih penting, kapan mereka akan pergi.

Di hari yang ditentukan, mereka berkumpul di reruntuhan yang ditinggalkan, tersembunyi di pusat Benua Versailles.

“Kita akan menggali pintu masuk ke reruntuhan. Seperti yang kalian ketahui, ini adalah quest kelas A. Berhati-hatilah jangan sampai mati, setiap kematian akan menjadi kerugian yang besar bagi guild kita. Gale.”

“Ya, ketua.”

“Kau akan memimpin party pengintai.”

“Baik! Serahkan padaku.”

Gale sangat bangga ditugaskan pada tugas yang penting seperti itu sebagai pengintai.

Party pengintai terdiri dari belasan Thief, yang tugasnya adalah mendeteksi jebakan dan monster yang ada di jalur dari pasukan utama yang dipimpin oleh ketua guild sendiri.

Mereka mulai perlahan-lahan menjelajahi area tersebut. Langkah demi langkah, para player menyisir satu per satu bagian reruntuhan tersebut. Para Thief berada didepan, diikuti oleh para Warrior, dengan para Priest di barisan belakang.

Meskipun nantinya tidak bisa menggunakan mantra penyembuhan karena pembatasan quest tersebut, mereka masih bisa menyediakan bantuan dalam situasi yang kritis atau menarik anggota yang terluka keluar dari bahaya.

“Hati-hati!”

“Jangan melewatkan apapun!”

Reruntuhan itu dihuni oleh monster-monster berbahaya dengan cakar-cakar yang tajam dan dipenuhi dengan banyak jebakan yang disembunyikan dengan cerdik. Jebakan-jebakan itu ditempatkan hanya beberapa meter dari jebakan lain dan saling terhubung, bahkan player berlevel 300 yang secara tak sengaja mengaktifkan salah satu jebakan itu akan tewas beberapa saat kemudian.

Jika jebakan semacam itu dipasang di dungeon biasa, akan sangat sedikit player yang mau masuk.

Selain itu, para monster di reruntuhan ini memiliki level yang sangat tinggi dan tidak mudah untuk menangani mereka.

Banyak anggota dari Dark Gamer yang disewa, yang harus pergi di barisan depan dan mengintai jalan, mati karena jebakan. Sampai sekarang guild itu telah kehilangan 30 orang.

“Kita tidak boleh menyerah! Kerugian kita memang besar, tetapi jika kita mundur sekarang, segala sesuatu yang kita lakukan hari ini akan lenyap dan kematian rekan-rekan kita akan sia-sia.”

Teros menyemangati para player yang tersisa dan mereka terus maju kedalam reruntuhan meskipun dihadapkan dengan kerugian. Beberapa dari Dark Gamer lebih suka meninggalkan tempat ini, tetapi mereka telah terikat oleh kontrak. Selain itu, mereka dijanjikan biaya ganti rugi jika mati.

Ketika para player mencapai bagian dalam reruntuhan, mereka tidak bisa menahan keterkejutan mereka. Pintu masuk menuju Reruntuhan Makam Kerajaan diblokir oleh gerbang yang sudah jelas telah diperkuat dengan sebuah gambar dari kalajengking merah dan beberapa prasasti dalam suatu bahasa yang tak diketahui.

Didepan pintu tersebut terdapat sebuah batu altar kecil.

“Bisakah seseorang membaca prasasti di pintu itu?”

Untuk menjawab pertanyaan Teros, para Mage dan para Priest mendekati pintu itu. Mage mengetahui berbagai bahasa kuno, sedangkan Priest mengetahui symbol-simbol suci. Tetapi symbol-simbol pada pintu tersebut tampaknya tidak termasuk pada kedua kategori diatas.

Beruntungnya, salah satu Mage terbaik dari Crimson Wings, Shavron mengenali symbol-simbol tersebut.

“Ini adalah bahasa Varon.”

“Apa bedanya dengan bahasa Mage?”

“Mereka berasal dari huruf rune. Tetapi bahasa itu digunakan oleh para Shaman bukannya Mage.”

“Itu benar. Jadi untuk memberikan suatu kata sandi, beberapa karakter sedikit di deformasi. Aku mempelajarinya secara kebetulan dan tidak berpikir itu akan berguna.”

“Sudahlah, baca tulisannya.”

Shavron mulai dengan hati-hati mengartikan symbol-simbol pada pintu tersebut.

“Pintu masuk ke Makam Kerajaan akan terbuka untuk seseorang yang menunjukkan rasa hormat sejati. Selama masa hidupnya, sang Raja menyukai dan menghormati kalajengking, dan hanya seseorang yang membawa 7 patung kalajengking akan bisa membuka pintu ini dan masuk kedalam makam.”

Pasti karena itulah altar didepan makam memiliki 7 tumpuan kecil dengan 7 permata merah.

“Patung?”

Semua anggota skuad tersebut kebingungan.

Seperti yang lainnya, Teros terdiam selama beberapa saat, tetapi dia dengan cepat pulih dan mengirim sebuah pesan kepada seluruh anggota guild, bukan hanya kepada mereka yang berpartisipasi dalam misi tersebut, tetapi juga kepada anggota guild yang lainnya yang tersebar diseluruh benua dan kerajaan-kerajaan.

“Sculptor. Carilah seorang Sculptor, yang bisa membuat patung kalajengking!”

****

Di pagi hari yang cerah dan hangat, sekelompok player meninggalkan Benteng Serabourg melalui gerbang timur.

“Wow! Keren!”

“Lihat, mereka bahkan punya Pluto dan Haisyns…”

“Dan pemimpin mereka adalah Oberon!”

“Hebat! Mereka pasti akan pergi ke Lands of Despair lagi.”

Para player yang berburu disekitar Serabourg tidak bisa menahan kekaguman mereka. Berpartisipasi dalam suatu petualangan yang berbahaya seperti itu adalah batas dari impian mereka pada saat itu.

“Aku iri! Kapan kita bisa pergi berpetualang seperti itu?”

“Tidak dalam waktu dekat. Ayo pergi, kita harus banyak berburu jika kita ingin menaikkan level kita dan bisa bergabung dengan mereka. Mereka hanya menerima player dari level 250.”

“Eh, benarkah?! Mungkin ada banyak orang seperti itu di kerajaan-kerajaan pusat, tetapi di kerajaan kita mereka kurang dari 1 banding 100.”

“Itu sebabnya mereka adalah player elite.”

Party yang menyebabkan kehebohan itu, terus berjalan. Mereka bergerak secara serempak, mengangguk dengan bangga pada player-player yang ditemui, yang melihat mereka dengan kekaguman dan rasa hormat.

Segera party tersebut mencapai perbatasan timur dari kerajaan dan pemimpin mereka memberi perintah untuk berhenti.

“Kalian sudah melakukannya di kota, tetapi aku akan meminta kalian untuk memeriksa senjata dan equipment kalian lagi.”

Mengikuti perintahnya, Oberon duduk di tanah dan mulai memeriksa equipment miliknya.

Biasanya posisi ketua party diduduki oleh seorang Warrior dengan statistik Leadership yang tinggi.

Bertarung dibawah komando dari seorang player seperti itu, semua orang akan menerima lebih banyak exp dan sedikit peningkatan statistik.

Karena berburu di Lands of Despair sangat sulit, Warrior yang paling berpengalaman dan terkenal dipilih untuk memimpin party, Oberon.

“Semuanya bagus.”

“Aku sudah selesai persiapan.”

Setelah menunggu untuk setiap anggota party melapor, Oberon mengangguk menyetujui dan memerintahkan untuk bergerak.

Di batas timur Kerajaan Rosenheim dibangun sebuah tembok yang tinggi, tembok itu memblokir jalannya para monster yang tinggal di sisi lain. Dan untuk lewat ke Lands of Despair, seseorang harus mendaki tangga ke puncak tembok dan dengan hati-hati menuruni tangga tersembunyi yang terletak disisi lain.

“Wow! Ternyata ada tempat seperti ini….”

“Ya, pemandangan yang spektakuler.”

Para player yang bergabung dengan party berburu ini untuk yang pertama kalinya merasa sangat takjub.

Namun Oberon, Pluto dan Haisyns hanya tersenyum ringan.

“Ayo pergi. Sebentar lagi kalian akan melihat sesuatu yang bahkan lebih menakjubkan lagi….”

Mereka bertiga adalah yang paling berpengalaman dalam party ini, mereka telah meninggalkan

Kerajaan sebelumnya lebih dari 5 kali dan sudah mengetahui apa yang telah menunggu didepan.

Party itu baru saja turun dan bergerak sedikit menjauh dari tembok ketika mereka diserang oleh sekawanan serigala. Para Serigala dengan level sedikit dibawah 200, dan jumlahnya lebih dari seratus dengan cepat mendekati para player itu.

Dengan tenang menatap para serigala, Oberon memberi perintah.

“Kenapa kalian berdiri diam saja?! Ini hanya permulaan! Para Mage, serang!”

“Fireball!”

“Wind Blade!”

“Blessing!”

Beberapa orang dari 30 anggota party tersebut segera mulai mengeluarkan sihir satu per satu.

Berbagai sihir elemen diarahkan pada para serigala, membakar, memotong dan meledakkan banyak monster pada saat yang bersamaan.

“Guaaaaaah!”

Si komandan berteriak sekeras mungkin. Teriakan ini mirip dengan Lion’s Roar, tetapi bukannya meningkatkan Fighting Spirit, teriakan itu meingkatkan Vitality dan Stamina dari player terdekat.

“Para Mage, targetkan ke samping dan pada yang jauh!, para Warrior, serang!”

Semua Warrior dan Paladin menggenggam pedang dan gada mereka dan masuk kedalam pertempuran, di pimpin oleh Oberon.

“Mereka beracun. Hati-hati, jangan biarkan mereka menggigit kalian! Masing-masing dari kalian harus memperhatikan HP dan MP kalian dan mundur ke para Mage dan Priest ketika dibutuhkan. Jika kau mati, itu adalah salahmu sendiri.”

Oberon terus memberikan perintah.

Pertempuran yang berbahaya telah dimulai. Para monster datang dari segala sisi. Para Warrior berusaha untuk tidak membiarkan mereka mendekati para Mage dan berusaha agar tidak mati dari serangan tiba-tiba.

Gada dan pedang menyerang tubuh para serigala dengan kekuatan mematikan, para Priest meneriakkan mantra penyembuhan, para Mage mengeluarkan sihir berulang kali. Selama beberapa menit berikutnya, party tersebut menangkis satu demi satu serangan yang datang.

Akhirnya, ketika jumlah dari serigala berkurang lebih dari setengah, seolah-olah mengikuti perintah, para monster mundur dan menghilang secara tiba-tiba seperti saat mereka muncul sebelumnya.

“Horeee! Menang!” Teriak beberapa pendatang baru.

“Apa yang akan datang selanjutnya jika kita yang baru saja memasuki Lands of Despair sudah menghadapi monster semacam itu?” Tanya orang lain.

Namun tak ada jawaban. Oberon dengan tenang menatap mereka dan berkata:

“Kerja bagus. Kita akan beristirahat sejenak untuk menunggu para Mage memulihkan MP mereka.”

Setelah pertempuran yang sengit, party itu memutuskan untuk beristirahat didekat medan pertempuran yang sebelumnya. Beberapa player pergi mengumpulkan item-item yang telah ditinggalkan para serigala yang mati.

“Apa yang harus kita lakukan dengan kulit-kulit ini?”

“Ya, dan daging serta gigi-gigi ini?”

Para player yang datang kesini untuk pertama kalinya tengah menatap pada rekan-rekan mereka yang lebih berpengalaman yang duduk ditanah sambil berbicara dengan santai.

“Jika kalian mengambil semuanya, item-item itu mungkin menjadi beban nantinya.” kata Pluto.

“Benar. Kulit, gigi dan yang lainnya tidak terlalu berharga. Ambillah jika kalian mau.” tegas Oberon.

Namun tak ada player yang mau mengumpulkan item-item itu setelah mendengar kata-katanya, dan seseorang yang sudah mengumpulkan beberapa item, membuangnya dihadapan para player yang lebih berpengalaman.

“Pasti ada sesuatu yang berharga menunggu kita didepan dan sampah ini hanya akan memenuhi tempat saja.”

Setelah beristirahat sejenak, party itu bersiap-siap dan maju lebih jauh lagi ke Lands of Despair.

“Waspadalah, kalian mungkin sudah mengerti apa yang menunggu kita didepan. Saling melindungi dan dengan demikian tak seorangpun akan mati.”

Party tersebut hanya bergerak sekitar 100 meter dari tempat mereka beristirahat, kemudian sebuah titik hitam muncul di kejauhan. Perlahan-lahan semakin besar dan mendekati party itu dengan kecepatan tinggi!

Yang pertama menemukannya adalah para Archer yang memiliki penglihatan paling tajam.

“Monster!”

“Ambil posisi. Monster mendekat!”

Seperti yang sebelumnya, para player dengan cepat membentuk formasi pertempuran, menyembunyikan para Mage dan para Priest dibelakang punggung para Warrior. Para Mage mempersiapkan sihir mereka, para Priest memperbarui blessing, para Thief menghunus belati mereka dan bersembunyi di samping party. Semua orang sudah siap dengan penyergapan.

Akhirnya titik hitam itu berada cukup dekat untuk bisa diidentifikasi.

“Apa?… Itu adalah seorang Orc!”

“Orc yang sangat kurus…”

Orc kecil dan kurus, mengenakan pakaian yang berdebu dan sobek-sobek dengan cepat mendekati party tersebut.

“Chwiik!”

Taptaptap…

“Chwiik!”

Setiap tiga langkah dia mengeluarkan suara keras yang aneh, sambil melindungi ransel besar yang ada dipunggungnya.

“Tidak ada Orc di area ini sebelumnya…”

“Lalu darimana Orc yang satu ini berasal?”

“Dan apa yang dia bawa?”

Tampak seperti Orc mini ini secara tiba-tiba memutuskan untuk melakukan perjalanan atau berpindah ke tempat baru dengan semua barang miliknya.

Tak seorangpun di party tersebut pernah mendengar tentang sesuatu seperti ini. Sementara mereka berdiri disana dalam kebingungan, menebak-nebak apa yang terjadi, Orc itu semakin dekat hingga wajahnya bisa dilihat.

Dia tampak sangat lelah, tetapi pada saat yang sama dia memiliki tekad yang sangat kuat dimatanya.

“Chwiik!”

Dia berteriak dua kali lebih keras dari sebelumnya dan kemudian melewati party itu dengan lengkungan yang besar, tidak melambat bahkan sedetikpun. Dan meskipun tak seorangpun mengetahui kenapa dia melakukan hal itu, mereka semua simpatik pada dia, melihat seberapa sulitnya bagi Orc itu untuk melangkah, seperti ada sebuah gunung di pundaknya.

Dan kemudian mata Orc itu tiba-tiba menjadi cerah dan dia melaju ke tempat dimana party itu meninggalkan item-item drop beberapa saat yang lalu! Dia berlari ke tempat itu dan mulai mengambil item-item itu.

“Apa yang dia lakukan?”

“Entahlah. Dia aneh.”

“Sepertinya dia sudah gila.”

Para anggota party masih berdiri diam dan menatap Orc aneh itu. Dan dia masih menggeledah bekas medan pertempuran itu, dan dimanapun dia lewat, semua item menghilang. Dengan tangan kanannya dia mengambil gigi dan kulit, tangan kirinya mengambil daging serigala.

Tiba-tiba matanya berkilauan bahkan lebih cerah, seperti seekor hewan buas yang menemukan makanan untuk pertama kalinya dalam 10 hari. Dia menemukan 3 koin silver!

“Chwiiik!”

Setelah mendapatkan uang yang tak terduga, Orc itu melanjutkan berlari kearah Kerajaan Rosenheim, tertawa dengan puas.

****

“Hampir sampai.” gumam Weed dengan pelan.

Tentu saja Orc itu adalah dia.

Setelah berubah menjadi mini Karichwi, dia berlari melintasi Lands of Despair. Tetapi pertama-tama dia menggunjungi desa-desa pengasingan yang paling dekat dengan pegunungan.

Setelah sedikit pembujukan, mereka semua setuju untuk ikut serta dalam peperangan melawan pasukan undead.

“Kami tidak suka Orc, tetapi jika undead menang, tak akan ada yang selamat. Kami akan bergabung dengan peperangan untuk mempertahankan kampung halaman kami yang baru.” kata si Blacksmith di desa pertama sebelum mengumpulkan para prajurit sebanyak mungkin dan berangkat ke Pegunungan Yuroki.

Hal itu kemudian terulang di desa-desa yang lain dengan cara yang sama.

Umumnya, tidaklah sulit untuk membujuk mereka untuk bertarung melawan para undead, masalah utamanya adalah perjalanannya. Desa-desa itu tersebar di seluruh Lands of Despair dan dia harus mengunjungi masing-masing desa itu.

Lelah sekali…

Weed yang berlari dengan kecepatan tertinggi sepanjang waktu ini tengah mengalami stress berat.

Bahkan bagi seorang yang terlatih dengan pekerjaan yang berat, ini adalah sebuah tantangan yang sulit, dan Weed telah berubah menjadi seorang Orc mini. Selain itu dia memiliki beban yang berat dipunggungnya yang terdiri dari ransel berisi item-item miliknya dan patung Orc kecil namun berat.

Karena semua itulah dia tidak bisa merasakan kakinya lagi.

Meskipun beberapa hari pertama berjalan relatif bagus. Dia masih berada pada kekuatan penuh dan berlari benar-benar sangat menyenangkan. Dia harus menghindari monster-monster berbahaya bagaimanapun caranya! Berpacu dengan kematian seperti itu sangat menyenangkan bagi Weed.

Lands of Despair berada diantara 10 wilayah paling berbahaya di Royal Road, nyaris tak ada informasi tentang tempat itu. Tak seorangpun mengetahui monster seperti apa yang menghuni, berapa banyak atau dimana sarang mereka berada.

Tetapi Weed memiliki sebuah peta tentang dataran ini.

Peta tersebut memiliki letak persisnya desa-desa dan area-area berbahaya yang harus dihindari. Dan terlebih lagi — informasi tentang masing-masing lokasi!

Weed berlari sambil menghindari area-area berbahaya. Oleh karena itu, meskipun perjalanannya membutuhkan waktu yang lama, perjalanannya sangat aman.

Disisi lain, mereka yang tidak memiliki pengetahuan seperti itu, cepat atau lambat berjalan ke tempat yang salah dan mati dalam pertempuran. Dan itulah sebabnya dataran ini dirumorkan sangat berbahaya.

Namun meskipun dia mengetahui caranya, dia memiliki waktu yang terbatas. Peperangan melawan Immortal Legion akan dimulai dalam 20 hari, dan selama waktu itu dia harus menyelesaikan semua persiapan dan kembali.

Ketika dia masih berada pada kekuatan penuh, dia berlari dengan 4 kaki. Orc Karichwi yang kurus berlari seperti angin melewati Lands of Despair yang berbahaya.

24 jam penuh dalam sehari Weed berada pada ketegangan yang terus-menerus, karena dia harus memperhatikan monster yang kadang-kadang berkeliaran. Dia bahkan makan sambil berlari. Sebagai hasilnya dia kehabisan stamina dan sakit.

Kamu kelelahan.

Kekuatanmu berkurang karena kamu tidak beristirahat dalam waktu yang lama.

Statistik Stamina, Strength dan Agility milikmu berkurang.

Kamu disarankan untuk beristirahat.

Jika kamu tidak beristirahat, kamu mungkin akan kehilangan kesadaran karena kelelahan.

Pingsan karena kelelahan dan menunggu kematian karena cakar monster. Apa yang bisa lebih konyol dari itu? Dia mungkin adalah player pertama di Royal Road yang mati karena kelelahan.

Setelah membaca pesan ini, Weed menjadi marah.

“Jadi selama ini usahaku belum cukup keras?!”

Sepanjang waktu ini dia berpikir bahwa dia bekerja sampai batas kemampuannya. Dan sekarang dia mendapatkan sebuah pesan seperti itu! Pada saat ini dia teringat seluruh waktunya di Royal Road dan penyesalan atas semua kemungkinan yang dia lewatkan telah memenuhi dirinya dan dia berteriak.

“Aaaaaah!”

Dan kemudian hujan turun.

Hujan itu sangat lebat, seolah-olah Tuhan membuat lubang di langit dan semua air di dunia ini mengalir melalui lubang itu sekarang. Itu adalah hujan yang sangat lebat diseluruh Lands of Despair. Tanah yang kering dengan serakah menyerap air. Rerumputan yang layu mulai terisi dengan kehidupan.

Dan Weed terus berlari.

Awalnya hujan itu sama sekali tidak mengganggunya, sebaliknya, air yang dingin hanya mendinginkan tubuhnya yang telah panas!

Tetapi tak peduli seberapa lama dia berlari, hujan itu tidak berhenti.

Dan saat itulah dia mendapatkan syok besar yang kedua kalinya.

“AAAH!

AAAAAH!

AAAAAARGH!”

Hujan itu berlangsung selama 3 hari 3 malam. Tanah dipenuhi kubangan-kubangan lumpur dan aliran-aliran air, yang menghalangi jalan seperti sungai-sungai kecil.

Weed harus berusaha keras untuk menghindari semua itu. Sayangnya, dia sendirian pada perjalanan ini dan tak akan ada siapapun yang akan membantu dia jika dia membuat kesalahan yang fatal.

Lands of Despair berubah menjadi kolam lumpur raksasa, yang membuatnya sangat sulit untuk dilewati bagi seorang Orc berkaki pendek. Dan bagian yang paling tidak menyenangkan adalah bahwa dia tidak bisa berhenti untuk beristirahat karena hujan lebat yang terus-menerus.

Cuaca di Royal Road dikenal berubah dengan sangat cepat dan drastis. Banyak website Royal Road memiliki kelompok-kelompok diskusi yang berusaha untuk mengetahui pola cuaca dan membuat ramalan cuaca.

Tetapi Weed melewati wilayah yang nyaris tidak pernah dijelajahi. Dan tentu saja petanya tidak berguna terhadap cuaca.

“Musim dingin… Aku benci musim dingin! Chwiik! Musim panas juga… Benci musim panas. Musim semi dan musim gugur adalah yang terbaik.” dia bergumam sambil berlari.

Weed sudah jatuh berkali-kali, tetapi setiap saat dia selalu bangkit dan terus berjalan.

Hujan deras masih terus turun tanpa tanda-tanda akan berhenti, dan dia perlahan-lahan kehilangan kekuatannya. Dia juga demam.

“Hanya kelelahan. Tak ada yang salah dengan hal itu.” dia berusaha menyakinkan dirinya sendiri. Waktu terus berjalan dan dia harus buru-buru.

Namun tindakan yang mengabaikan tubuhnya tidak akan berlalu tanpa konsekuensi. Kecepatannya semakin berkurang, berat dari ransel rasanya semakin bertambah. Dia memiliki lingkaran hitam dibawah matanya dan wajahnya berubah menjadi pucat kebiru-biruan.

Kamu sangat kelelahan.

Pemulihan Stamina telah berhenti.

HP perlahan-lahan berkurang.

Untuk mencegah pingsan karena kelelahan, kamu sangat disarankan untuk beristirahat.

Weed tidak bisa membiarkan dirinya untuk pingsan di tengah-tengah dataran yang kebanjiran. Dia mencari-cari tanaman herbal dalam tasnya dan mulai mengunyahnya satu demi satu. Dia melakukan segala sesuatu yang dia biasa untuk mempertahankan tubuhnya yang kelelahan dalam kondisi bekerja.

Dengan cara seperti itu, terus-menerus mendesak dirinya, dia mencapai Kerajaan Rosenheim dalam 6 hari. Atau lebih tepatnya, pada hari ke-7 dia melihat dinding Benteng Serabourg.

“Sculptural Shapeshifting off!”

Setelah meneriakkan itu dia jatuh berlutut, tetapi sudah dalam tubuh manusianya.

Itu adalah sebuah keajaiban bahwa dia berhasil sampai di Serabourg tanpa mati. Melintasi Lands of Despair adalah hal yang paling berbahaya yang dia lakukan sejak dia mulai bermain Royal Road. Bukan karena disana dipenuhi oleh monster berbahaya, tetapi karena dia nyaris mati karena kelelahan.

Setelah bertransformasi kembali menjadi manusia, Weed duduk di tanah selama beberapa saat dengan pandangan kosong. Tubuhnya akhirnya bisa bersantai dan dia tidak bisa menggerakkan dirinya lagi.

Sementara itu para player yang melewati dia pada perjalanan mereka pergi dari dan menuju ke kota.

Dan kebanyakan dari mereka terutama para cewek tidak bisa mengabaikan dia begitu saja!

“Bersemangatlah….”

“Bertahanlah paman. Jangan kehilangan harapanmu!”

“….”

Satu demi satu koin kecil dilemparkan ketanah didepan Weed. Dan mendengar bunyi krincingan yang manis dari uang, dia tidak pernah mengaku bahwa dia bukanlah seorang pengemis. Jadi dia dalam diam mengumpulkan uang-uang itu menjadi tumpukan kecil.

3 silver dan 14 copper.

Ada kalanya, ketika dia masih sekolah, saat dia tidak memiliki apa-apa untuk dimakan. Hampir semua uang saku bulanannya yang diberikan oleh pemerintah dia habiskan untuk adiknya. Jadi dia sering makan makanan kadaluarsa. Bagi seseorang yang mengalami hal semacam itu, setiap koin adalah sebuah berkah.

“Uhoh….”

Weed akhirnya memaksa dirinya untuk bangkit. Tubuhnya masih kelelahan dan kakinya bergetar.

Itu adalah salah satu dari saat-saat ketika dia merasa bahwa Royal Road dibuat terlalu sempurna. Dia bukan hanya kelelahan secara fisik, namun lelah secara mental juga. Berlari selama 7 hari tanpa henti bukanlah sesuatu yang bisa dilakukan siapa saja.

Dan jika dia tidak menggunakan 4 kaki untuk berlari, itu akan membutuhkan waktu lebih banyak lagi.

Weed menggelengkan kepalanya dan perlahan-lahan menuju ke dinding kota. Dia setuju bertemu dengan Mapan di air mancur di alun-alun pusat.

Belakangan ini Kerajaan Rosenheim memiliki lebih banyak player dari pada sebelumnya. Sekarang populasinya sedikit dibawah kerajaan-kerajaan dipusat benua.

Kerajaan-kerajaan di perbatasan yang lainnya juga menyadari bahwa populasi di Rosenheim sedang meningkat. Dan tentu saja penyebabnya adalah patung Sphynx raksasa. Bukan hanya memiliki efek yang restoratif, patung itu juga memberi berbagai peningkatan statistik juga. Selain itu monster terdekat menjadi jauh lebih mudah untuk diburu.

Tentu saja, situasi ini tak akan berlangsung untuk waktu yang lama.

Ketika kerajaan lain mendapatkan Sculptor, Painter dan seniman yang lainnya milik mereka sendiri, para player akan menyebar sekali lagi.

Kerena patung Sphynx tersebut, banyak player memilih profesi sebagai seorang Sculptor. Dan seiring waktu lebih dan lebih banyak Fine Piece dan Masterpiece akan muncul di kerajaan-kerajaan lain, dan kemudian Rosenheim akan kehilangan keunggulannya.

“Weed! Aku disini.”

Berpikir secara mendalam, Weed tidak menyadari bahwa dia telah sampai di alun-alun pusat, dimana dia bertemu dengan Mapan. Mapan melambaikan tangannya, untuk mendapatkan perhatian temannya.

“Wow! Sudah lama sekali. Ini, aku mendapatkan apa yang kau minta.”

Seperti seorang Merchant sejati, Mapan sudah mempersiapkan segalanya.

“2.000.000 panah perak, beberapa senjata dan perak yang cukup untuk dileburkan menjadi 60.000 senjata.”

Barang-barang itu diletakkan kedalam 10 gerobak.

“Aku berusaha mendapatkannya semurah mungkin. Pada akhirnya aku membeli semuanya dengan harga 65.000 gold. Aku tahu kita setuju pada harga 70.000 gold, tetapi kau bisa membayarnya dengan harga yang sebenarnya. Apa kau mau bayar nanti?” Mapan menyelesaikan kata-katanya dengan hati-hati.

Sejujurnya, dia sangat berterima kasih kepada Weed, karena Weed memperkenalkan dirinya kepada kelompok Pale dan para Geomchi, yang benar-benar membantu dia untuk mendapatkan uang tambahan. Selain itu, kesepakatan ini membantu dia menaikkan skill perdagangannya cukup banyak.

Jadi dia berpikir akan memberi diskon untuk kesepakatan yang besar seperti itu, atau setidaknya menunda pembayaran.

Namun Weed menggelengkan kepalanya.

“70.000. Aku akan membayarnya cash.”

“Woah! Sungguh?”

Mapan tahu bahwa Weed adalah kantung uang, tetapi tidak menyangka bahwa dia sekaya itu! Namun kemudian membuat dia mulai khawatir. Ini adalah Weed, teman lamanya, yang tidak akan menggerakkan jari-jarinya tanpa alasan yang bagus.

Dan seperti yang dia duga, Weed melanjutkan:

“Tetapi hanya setelah kau mengantarnya ke tempat tujuan. Disana aku akan membayarmu dengan jumlah penuh.”

“……”

Mapan mendesah lega.

Dia menganggap dirinya beruntung, dia tetaplah orang yang bertanggung jawab untuk mengantar, karena tak mungkin Weed akan bisa membawa barang-barang itu yang berjumlah 10 gerobak.

“Jadi kemana aku harus mengantarnya?”

“Ke Lands of Despair.”

“…..”

“Pegunungan Yuroki tepatnya.”

“…..”

“Dan itu harus sampai dalam 10 hari.”

“Sialan!”

Mengatakan bahwa Mapan sedang marah akan menjadi sebuah pernyataan meremehkan! Dia hendak meluapkan amarahnya dihadapan Weed, saat Weed menyerahkan kartu as miliknya kepada Mapan.

Peta Lands of Despair! Dengan itu semua orang akan bisa menghindari area berbahaya dan mencapai tempat tujuan dengan mengikuti rute aman.

Dan Mapan tidak punya pilihan selain setuju. Selain itu….

Desa-desa pengasingan…. Ini adalah kesempatan untuk meningkatkan skill-skill perdagangan milikku!

Dengan membuat kesepakatan yang bagus di pemukiman yang belum di kunjungi oleh Merchant lain, Mapan akan bisa mendapatkan banyak exp dan menghasilkan banyak uang.

Fame dan kekayaan telah menguasai imajinasinya.

“Permisi kalau begitu. Aku harus buru-buru.”

Setelah mengucapkan selamat tinggal kepada Weed, Mapan bergegas memeriksa gerobak dan segera pergi menuju Lands of Despair.

Weed memutuskan untuk mengambil rute lain. Berpergian menggunakan portal memiliki batasan tertentu mengenai maksimum barang bawaan yang bisa dibawa, jadi hal itu tidak sesuai dengan kebutuhannya. Selain itu, dia masih harus mengunjungi desa-desa pengasingan yang tersisa. Oleh karena itu, setelah dengan cepat mengunjungi beberapa toko dan menyelesaikan persiapannya, dia pergi ke kandang kuda, dimana dia membeli seekor kuda, lalu dia menuju ke gerbang kota.

****

Di alun-alun utama dari Serabourg tiba-tiba muncul portal yang memancarkan cahaya yang terang, yang mana ada dua player yang muncul didalamnya.

Seorang wanita yang cantik berpakaian serba merah, dan seorang Monk botak.

“Jadi kau bilang ada seorang Sculptor disini?” tanya si Monk dengan suara tenang.

“Ya. Tidakkah kau membaca diforum-forum?

Ada kegemparan yang besar tentang kontruksi dari patung itu….”

“Hmph! Memangnya aku tidak punya pekerjaan yang lebih baik apa. Fakta bahwa kita harus datang ke kerajaan pinggiran ini saja sudah cukup memuakkan! Jika bukan untuk quest sialan itu…”

“Hahaha. Tenang, segera kita akan menyelesaikannya, dan kau akan mendapatkan apa yang kau mau.”

Psyche dan Mako berjalan-jalan di kota, saling mengobrol. Psyche adalah seorang gadis yang memakai jubah merah yang indah, dan Mako adalah seorang Monk, memakai pakaian seremonial berwarna kuning cerah.

“Hmmm…. Orang-orang itu…”

“Seorang penyihir dan orang suci.”

“Apa yang mereka lakukan di Rosenheim?”

Orang-orang disana-sini mulai membicarakan mereka secara terbuka. Kedua player ini dari Hall of Fame Royal Road yang dikenal luas didalam game.

Psyche dan Mako, yang telah terbiasa dengan reaksi semacam itu, tak tampak peduli sedikitpun. Dan meskipun mereka tidak menunjukkan kekuatan mereka, setiap player yang melihat mereka, mendapatkan kesan bahwa tak ada yang tak bisa mereka lakukan.

“Psyche, kau ingat game yang dulu kita mainkan?”

“Huh?”

“Aku penasaran apa yang orang itu lakukan sekarang?”

“Mako, kau membicarakan tentang orang itu, Weed, lagi?”

“Ya. Tentang bajingan itu. Dia adalah satu-satunya orang yang berada didepanku dan mempermalukan aku.”

Banyak player terbaik dari Continent of Magic yang memainkan Royal Road sekarang. Dan sebagian besar dari mereka tengah mencari Weed.

Belum lama ini, banyak rahasia-rahasia tua dari Continent of Magic telah ditemukan karena Weed. Dia selalu berburu sendirian di lokasi-lokasi yang paling berbahaya dalam game, dan ketenarannya benar-benar absolut.

Mako dan Psyche, seperti banyak orang yang lain, mengikuti jejak langkah Weed dengan penuh semangat. Berkali-kali mereka menonton Weed berburu dari kejauhan, dan mereka melihat, meskipun terdengar tak masuk akal, dia bertarung seperti hidupnya dipertaruhkan.

Ketika dia memasuki dungeon, dia membunuh semua moster didalamnya. Dia sangat ganas dan efisien ketika bertarung melawan monster-monster yang paling berbahaya didalam game. Para player yang mengikuti dia gemetaran dalam kegembiraan, melihat setiap tebasan menghabisi satu nyawa.

Saat itu Weed dianggap sebagai player yang paling berbahaya dan yang paling sukses yang tidak pernah menyerah, tetapi selalu terus maju kedepan, bertarung dan menang. Itu sebabnya semua orang menyebut dia sang Dark Knight.

Psyche dan Mako mencapai gerbang timur.

“Menurut informasi kita, si Sculptor terakhir kali terlihat disekitar sini.”

“Itu dia!”

Psyche menunjuk pada Weed yang menunggangi kuda.

Setelah melalui begitu banyak kesulitan dalam 7 hari terakhir, Weed memutuskan bahwa dia akan kembali dengan cara yang nyaman.

Lands of Despair memiliki sekelompok kecil kuda liar, tetapi hanya para player dari profesi tertentu seperti Knight dan Mercenaries (tentara bayaran) yang bisa menjinakkan kuda-kuda liar itu. Mereka bahkan bisa membuat kuda-kuda itu berlari lebih cepat.

Tetapi para Sculptor tak memiliki kemampuan yang berkaitan dengan kuda. Bahkan para Druid bisa menggunakan ‘Wolf Spirit’ dan para Bard menggunakan nyanyian mereka. Tetapi Sculptor….

Profesi yang hanya bisa berkembang melalui kerja keras.

Setelah melintasi Lands of Despair, Weed tampaknya benar-benar memahami profesi Sculptor.

Hya! Mari kita lihat seberapa cepat kau bisa berlari!

Dia baru saja mau memacu kudanya, ketika dua player menghadang jalannya. Seorang wanita berpakaian jubah merah dan seorang Monk botak. Tidak memberi dia waktu untuk mengungkapkan kemarahannya, si wanita bertanya:

“Apa kau seorang Sculptor?”

“Ya… Itu adalah profesiku, dan apa yang kalian inginkan dariku?” tanya Weed dengan waspada.

Dia tidak menyukai masalah yang tak diperlukan dan dia tidak punya waktu untuk melayani mereka.

Psyche tersenyum ringan dan melanjutkan.

“Itu artinya aku benar. Itu adalah kau yang membangun piramid itu. Bisakah kau membuatkan patung kalajengking kecil untuk kami, paman?”

“Sayangnya tidak. Sepertinya kau membeli beberapa patung kecil dariku sebelumnya, tetapi sayangnya aku tidak membuat suvenir lagi.”

Weed tidak punya banyak waktu untuk dihabiskan hanya untuk beberapa koin silver, jadi dia memutuskan untuk berbohong. Keuntungan tambahan selalu disambut, tetapi sekarang ini dia punya sebuah quest yang penting menunggu dia, dengan harapan hadiah yang besar.

“Tetapi kami sedang mengalami keadaan darurat. Kami membutuhkan patung-patung     itu sekarang. Tolong, bisakah kau membantu kami?”

“Aku minta maaf, tetapi itu mustahil. Mintalah Sculptor yang lain.”

Weed menolak dengan tegas, menunjukkan bahwa dia tidak akan melanjutkan percakapan ini.

Tetapi Psyche, menyadari bahwa situasinya berkembang kearah yang salah, menyerahkan pada Weed sebuah permata kecil.

“Kami sudah berbicara dengan Sculptor lain. Mereka bilang bahwa kami membutuhkan seorang Sculptor dengan level skill tahap Intermediate. Hanya seorang Sculptor seperti itu yang bisa membuatkan patung yang kami butuhkan.”

Sayangnya bagi Weed, situasinya menjadi semakin dan semakin rumit, sudah jelas bahwa mereka tidak akan membiarkan dirinya pergi dengan mudah.

“Level skill milikku tidaklah sehebat itu, selain itu aku sedang buru-buru.”

“Kami tahu bahwa ini adalah permintaan yang sulit. Jadi jika kau setuju untuk membantu kami, kau akan mendapatkan permata ini sebagai hadiahnya.”

Ruby merah berkilauan merebut perhatian Weed sepenuhnya. Dia sudah memiliki pengalaman mengerjakan permata dan dia dengan mudah memperkirakan nilainya.

Aku bisa menjualnya seharga 400 gold. Atau bahkan 500 gold jika aku mengeluarkan sedikit usaha.

Penyesalan pada menghabiskan 70.000 gold hanya memperkuat keserakahannya.

Weed dengan cepat turun dari kuda, tersenyum cerah dan berkata:

“Jika kalian memberiku sedikit waktu, aku akan membuatkan patung sekarang. Kalian bisa mengandalkan aku!”

Psyche dan Mako saling menatap dengan bingung.

Ketika mereka menyebutkan permata, sikap si Sculptor berubah 180 derajat! Dia bahkan tampak lebih muda! Mereka belum pernah melihat perilaku semacam ini sebelumnya didalam game.

“Kami membutuhkan 7 patung. Bisakah kau mulai membuatnya sekarang?”

“Hmmm…. 7?”

“Apakah terlalu banyak?”

Psyche menatap Weed, sedikit khawatir. Weed menjawabnya dengan penampilan sedih.

“Asal kau tahu, aku adalah seorang seniman. Aku mengagumi seni, itu sebabnya aku menjadi Sculptor. Meskipun membuat patung yang sama, aku harus mengeluarkan banyak upaya untuk mempertahankan originalitasnya, aku harus menggunakan teknik-teknik spesial.”

Weed mengatakan hal itu dengan mata sejernih kristal layaknya pria paling jujur didunia. Dari samping, dia tampak seperti player yang paling bermoral yang mengabdikan hidupnya pada seni. Weed yang memiliki banyak pengalaman dalam masalah seperti ini telah menjadi seorang aktor yang luar biasa.

“Oh! Aku tidak pernah berpikir tentang hal itu. Jika demikian, jika kau membuatkan kami patung-patung itu, kami akan memberi permata lain sebagai imbalan. Bisakah kau membuat patung tersebut dari bahan ini?”

Psyche mengeluarkan 7 batu merah. Pada saat itu dia dengan waspada memeriksa sekeliling.

Si Monk menempatkan tangannya pada gagang pedang. Jika mereka melihat pergerakan yang mencurigakan, mereka akan segera menghabisi si Sculptor.

Tetapi Weed hanya menatap batu-batu itu.

Untuk mengukir batu-batu itu, seseorang memang membutuhkan skill tahap Intermediate. Dengan Zahab’s Sculpting Knife aku bisa mengerjakan batu-batu itu dengan mudah.

Tak mengherankan jika para Sculptor yang lain menolak pekerjaan itu, bermain-main dengan batu permata hanya dengan skill tahap Beginner sangatlah berbahaya.

“Tentu, aku bisa. Tunggu sebentar. Aku akan membuatkan kalajengking yang terbaik didunia.”

Weed menenangkan diri, tetapi menjaga penampilannya yang sangat fokus, dan mulai bekerja.

Biasanya ada banyak player yang ingin tahu berkumpul untuk menonton dia, tetapi kali ini Psyche dan Mako menyingkirkan perhatian yang tak diinginkan.

“Hei, Mako…”

“Ada apa, Psyche?”

“Apa kau pikir dia memainkan game ini juga? Yang aku maksudkan Weed.”

Pergerakan tangan yang terampil dari si Sculptor membeku untuk sesaat, sebelum melanjutkan pekerjaannya, seperti tak terjadi apa-apa.

Itu tidak mungkin, bahwa di dunia yang luas ini, seseorang membicarakan tentang dirinya! Mereka pasti membicarakan tentang seseorang dengan nama yang sama.

“Hmmm. Kemungkinan besar. Aku mendengar bahwa dia menjual akunnya di Continent of Magic dan berpindah kesini. Ada rumor-rumor bahwa dia tidak hanya memainkan game ini, tetapi menjadi seorang Paladin dari Order of Freya. Tentu saja kau tidak seharusnya terlalu mempercayainya, tetapi….”

“Hah? Apa dia menyadari kesalahannya dan memutuskan untuk mengikuti jalur yang benar? Dark Knight itu, yang menghancurkan segalanya yang ada dihadapannya, seperti sebuah mesin kematian!”

Tangan Weed mulai sedikit gemetar. Dia secara sembunyi-sembunyi melirik wajah mereka.

Mako menambahkan dengan suara yang pelan:

“Aku sangat ingin bertemu dia…”

“Aku tahu, Mako. Ketika kau mulai bermain game ini 2 tahun yang lalu, satu-satunya penyesalanmu adalah tidak bisa membunuh Weed di Continent of Magic.”

“Ya… Aku ingin mengalahkan orang yang dianggap terkuat oleh semua orang.”

“Aku mengerti perasaanmu. Semua orang, yang pernah mencapai hal-hal yang signifikan di Continent of Magic pasti memiliki perasaan itu.”

“Sudah pasti! Untuk mengalahkan orang terkuat. Untuk merebut posisinya dan membuat dia menderita.

Jika dia ada disini, kuharap aku bisa bertemu dia. Tidak, aku pasti akan bertemu dia! Benua ini sangat besar, tetapi jalan kami pasti akan bersimpangan suatu hari nanti.”

“Dan apa yang akan kau lakukan ketika kau bertemu dia?”

“Oh, aku akan dengan senang hati menyapa dia. Aku akan sangat senang. Hohoho!”

Psyche mengeluarkan senyum sinis.

“Itulah tepatnya pemikiranku. Ketika aku bertemu dia, aku dengan senang hati akan menyambut dia.”

“Benar. Kita harus membunuh dia setidaknya seribu kali.”

Tangan Weed bergerak begitu cepat, hingga tangannya nyaris tak terlihat. Hanya Zahab’s Sculpting Knife yang memantulkan cahaya dari waktu ke waktu.

“Sculptor, tak perlu terlalu terburu-buru seperti itu…”

“Tidak…”

Weed menyelesaikan patung-patung itu secepat mungkin dan menunjukkannya pada Psyche.

“Kerja yang bagus.”

Psyche mengangguk dengan puas, menyerahkan pada Weed hadiah yang dijanjikan dan berbalik ke rekannya.

“Kita akhirnya bisa kembali.”

“Ya, ayo bergegas.”

Mako dan Psyche mengatakan selamat tinggal pada si Sculptor, berbalik dan berjalan menjauh.

Ketika mereka sudah cukup jauh, Weed mendesah lega.

Phew! Aku benar-benar tak boleh memberitahu siapapun bahwa aku pernah memainkan Continent of Magic.

Semakin besar ketenarannya, semakin besar kebencian yang orang lain rasakan terhadap dirinya.

Bagaimanapun juga dia berurusan dengan semua orang yang pernah dia serang tanpa ampun.

Dia telah mendengar tentang Psyche dan Mako sebelumnya. Tetapi berkat virtual reality, dia bisa melihat wajah-wajah dari orang-orang yang mungkin akan menjadi musuh terburuknya di masa depan.

sumber : http://sekkinokyou.id/

Translator / Creator: alknight