November 21, 2016

The Legendary Moonlight Sculptor – Volume 6 – Chapter 3: First Time at the Movies

 

Awalnya, Lee Hyun ingin langsung pulang dengan adiknya. Seperti biasanya, tujuannya adalah pulang kerumah dan melakukan beberapa hal dirumah dan masuk ke Royal Road. Waktu untuk questnya sangat mepet, kurangnya waktu untuk persiapan membuatnya lebih buruk. Namun, bukan itu yang muncul dalam pikirannya.

Interview Universitas Korea! Bukan hal yang bagus untuk menghabiskan hari yang penting seperti ini dengan cara yang biasanya.

Lee Hyun mencoba berbesar hati dan melihat dompetnya. (Mungkin lebih dekat dengan menahan nafas, atau mempersiapkan diri.)

Lembaran-lembaran uang yang kaku.

Jika saja mereka tahu apa yang terjadi pada uang tunai setelah ditarik keluar. (Mungkin dia akan sangat menyesal membuang-buang uang)

“Hye Yeon.”

“Huh?”

“Ayo nonton bioskop.”

Sampai sekarang, sama sekali tidak pernah Lee Hyun pergi ke bioskop. Tetapi selalu ada yang pertama kalinya untuk segala hal.

“Sungguh?”

Bagi Hye Yeon, hal ini sangat tidak masuk akal.

Yang mengajak tak lain tak bukan adalah kakaknya! Orang yang pelit yang tidak akan pernah membuang-buang uang atau bahkan menggunakannya untuk naik bis. Seseorang yang tidak mau membeli peralatan sekolah kecuali benar-benar terpaksa. Dan sekarang mengajak nonton bioskop.

“Ya. Nonton biskop akan menyenangkan.”

Dengan tekad Lee Hyun yang kuat, mereka berdua menuju ke gedung bioskop.

Bioskop yang banyak film.

Terletak di mall yang besar, sebuah tempat yang pengunjungnya tidak pernah habis.

Saat dia memasuki gedung, dia terus-menerus merasa kagum.

“Menakjubkan.”

Bagaimana bisa ada suatu tempat yang mengumpulkan begitu banyak orang. Ini tampak seperti sesuatu dari dunia yang berbeda.

“Lihat kak, film ini tampak benar-benar menarik.”

“Tentu. Ayo pergi dan melihat-lihat.”

Dalam kenyataannya, ini juga adalah yang pertama kalinya bagi Lee Hye Yeon menonton bioskop. Meskipun dia memiliki uang saku yang cukup banyak, dan akan mendapatkan uang sendiri, dia tidak akan pernah menghabiskannya secara sembarangan. Ini adalah pertama kalinya bagi dia untuk pergi ke bioskop standart tinggi untuk nonton film.

“Begitu banyak film.”

“Yang mana yang paling populer belakangan ini?”

“Ada banyak poster dimana-mana.”

“Ayo kesana, kedengarannya menyenangkan.”

Lee Hyun dan Lee Hye Yeon membeli tiket setelah beberapa saat mengantri. Awalnya, dia hanya tahu bahwa kau harus membayar uang sebelum memasuki bioskop, namun, dia juga harus membeli tiket secara spesifik pada box office.

“Jadi begini cara kerjanya. Aku tahu ini akan terjadi. Ini normal.”

Lee Hyun mendadak tersenyum lebar. Senyum kepercayaan diri. Namun dia menyerahkan 10.000 won untuk membeli 2 tiket.

“Dua tiket.”

Kebanggan karena datang ke gedung bioskop!

Puas karena menjadi seorang pria berpendidikan!

Baru sekarang ini, dia merasa layak mengeluarkan sedikit uangnya. Meskipun berharga, menghabiskan uangnya masih terasa layak.

Tersenyum manis, karyawan tersebut berkata:

“Acara jam 3:30 untuk 2 tiket dewasa. Benar?”

“Ya.”

“Apa anda punya kartu debit atau kartu kredit?”

“Huh?”

Lee Hyun bingung.

Kartu kredit dan kartu debit!

Nama yang terdengar cukup signifikan, penyebutan dari kata-kata itu.

“Apa maksudnya itu?”

“Oh. Ya. MK capital, atau kartu kredit, kartu debit untuk mendapatkan diskon.”

“Lalu, jika demikian, berapa banyak diskonnya…”

Lee Hyun bertanya dengan ragu-ragu.

Si pegawai tersenyum riang. Itu adalah sebuah senyum yang cerah yang bisa mendorong semangat.

“2000 won per orang.”

“…..”

Pada saat ini, Lee Hyun menunjukkan senyum busuknya!

Diskon 2000 won, sebuah diskon yang tidak boleh diabaikan.

Diskon 2000 won per orang, total diskonnya 4000 won!

Tetapi Lee Hyun tidak memiliki kartu apapun.

Kartu kredit biasanya digunakan untuk belanja di mall, dan dia tak memilikinya karena dia tidak memenuhi syarat untuk mengajukan kartu kredit.

Hutangnya memang sudah lunas, tetapi catatan masih ada, dan tak ada kredit artinya tak ada kartu yang dikeluarkan.

Dia bahkan tidak punya ponsel.

” Hye Yeon.”

Dia menatap adiknya untuk mencari bantuan, tetapi adiknya mengelengkan kepala, situasinya sama untuk Hye Yeon.

Seorang anak SMA tanpa ponsel, atau sebuah kartu.

Pada akhirnya, Lee Hye Yeon merangkul tangan Lee Hyun untuk mendapatkan perhatiannya.

“Kakak. Itu hanya sebuah film, kita tidak harus menontonnya.”

Pada saat itu, Lee Hyun sudah yakin bahwa dia ingin menonton bioskop.

Menengok kebelakang, dia tidak ingat keluarganya pernah nonton bioskop bersama-sama.

Sebagai kakak, aku hidup demi adikku, Lee Hye Yeon.

Merasakan penyesalan, dia menyerahkan 20.000 tanpa ragu-ragu pada pegawai tersebut.

Sebuah tindakan yang besar!

“Tanpa diskon ataupun kredit, aku beli 2 tiket.”

“Semoga anda mendapatkan tempat yang bagus, tuan.”

Si pegawai loker mendapatinya menarik saat kedua bersaudara itu mencari tempat duduk yang bagus selama waktu yang tersisa. Filmnya dimulai jam 3:30 pm, masih ada 1 jam 20 menit yang tersisa. Lee Hyun menemani adiknya saat mereka masuk kedalam gedung bioskop. Ada ruangan game yang besar dan sebuah tempat dimana kau bisa membeli popcorn dan cumi-cumi.

Harga cumi itu hampir setengah dari tiket bioskop. Popcornnya juga begitu mahal.

Tempat ini, tak ada kata wajar disini.

Harga popcorn dan minuman cola di gedung bioskop lebih mahal daripada tiketnya!

Lee Hyun melihat ke sekeliling dan melihat ruangan permainan, mengajak adiknya kesana.

“Sampai waktunya pemutaran, ayo berkeliling.”

“Ya, ya.”

Keduanya masuk ke ruangan permainan.

Lagi, Lee Hyun terkagum.

Lebih dari 1000 won per ronde untuk masing-masing game…

Royal Road jauh lebih baik daripada semua ini!

Di virtual reality, kau bisa melakukan apapun. Untuk hiburan sederhana dari sebuah mesin lama, sebuah layar sederhana akan muncul dengan kendali tangan yang seharga 1000 won untuk setiap penggunaan. Kau membayarnya secara langsung dan juga jumlah yang diambil tidak akan kembali. Ini adalah sebuah tempat yang membuang-buang uang hanya dalam sekejap.

Dasar penjahat!

Lee Hyun mendesah sedih.

Dunia hiburan tidak bisa memberi pemikiran yang damai.

Harga-harganya keterlaluan tingginya!

Uang yang diperoleh dari tetesan keringat dan darah akan menghilang dalam sekejap dan tidak menghasilkan apa-apa.

“Kakak, game mana yang mau dimainkan?”

“Yah, ayo coba yang itu.”

Permainan yang terbaik bagi Lee Hyun saat ini adalah permainan yang paling murah. Semacam permaninan tenis untuk dua orang saling bersaing untuk menang. Di game itu, tangan Lee Hyun gemetar. Memainkannya dengan mengeluarkan uang.

Ini adalah ketakutan terbesar.

Sakit, rasa sakit yang mengerikan saat uang meninggalkan sakunya!

Mungkin melihat film horor yang paling menakutkan, dia masih tidak akan setakut ini. Lee Hyun dan adiknya membayar untuk bermain. Game yang paling murah adalah 500 won. Kehendak haruslah sangat kuat untuk bertahan selama 1 jam pada sebuah game yang biasanya selesai dalam 2 menit.

Jika menang 2 kali lagi melawan adiknya, maka semuanya akan selesai! Uangnya akan lenyap.

Wajah Lee Hyun tampak kaku saat dia tersenyum.

“Ini membosankan, ayo kita lihat game yang lain.”

“Ya, kak.”

Lee Hyun sekarang menemukan sebuah game yang bukan tipe kompetisi.

Game ini jauh lebih baik, selama aku bisa menang… semuanya gratis!

Dia menemukan game pesawat.

Tujuan dari game ini adalah untuk menerbangkan sebuah pesawat dan menghancurkan pesawat musuh dengan menembakkan misil. Ini sangat populer di abad 20, dan bahkan sekarang orang-orang masih menikmati game-game klasik dengan pengoperasian yang sederhana.

“Ayo coba yang ini.”

Lee Hyun dengan senang saat dia duduk didepan game itu.

Dua orang bisa memainkan game ini bersama-sama

dengan memasukkan 1000 won.

Aku bisa bertahan 1 jam dengan game ini!

Misi pertama adalah menyerang pesawat musuh. Terbang dengan bangga dan menembaki pesawat-pesawat musuh sambil memperhatikan pesawat teman tidak terserang juga. Kemenangan bukanlah hal yang sulit. Tetapi astronot yang muncul di misi kedua benar-benar tak masuk akal. Mengendarai UFO yang sangat cepat, menembakkan sinar laser yang memenuhi layar! Berbagai misil digunakan, tapi sia-sia, kekalahan tak bisa dihindari lagi.

“Aaaaaarrgghh!”

“Haha! Ini menyenangkan!”

Lee Hyun menahannya karena adiknya menikmatinya.

Karena Hye Yeon menyukai ini.

Mereka memainkan game pesawat tersebut lalu pergi mencari game yang lain.

[Temukan apa yang salah dalam gambar ini!]

Sebuah game yang benar-benar bisa berlangsung lama. Pertama-tama, diperlukan membayar untuk dua orang. Dua orang bisa memperhatikan dan mencari apa yang berbeda di layar tersebut sampai salah satu dari mereka menemukannya. Ketika kau berhasil melewati 10 tahap, kau bisa memenangkan sebuah teddy bear. Mata Lee Hyun menjadi merah karena dengan serius mencari apa yang salah pada gambar itu, namun Lee Hyun merasa dihianati. Itu seperti mencari sebuah mutiara di samudra!

Lee Hyun menganggap ini sebagai tantangan yang sangat menggiurkan. Untuk uang yang dikeluarkan, bisa mendapatkan boneka itu! Tetapi kemudian tahap ini bahkan lebih sulit. Menemukan potongan teka-teki yang hilang di pasir! Menemukan daun yang berbeda di sebuah hutan! Pulau apa yang tidak ada dipeta dunia! Menemukan seekor semut dengan 4 kaki!

Sepertinya misi tersebut hanya membuat dia benar-benar frustasi. Jika kau tidak bisa menemukannya dalam waktu yang ditentukan, maka uangnya akan hilang, itu seperti hidupnya sedang sekarat sedikit demi sedikit. Kapanpun mereka berdua gagal, jumlahnya yang dikeluarkan meningkat. Permainan mencari gambar diatur untuk melahap uang dengan kecepatan yang mengerikan.

Tetapi Lee Hyun melanjutkan dengan sabar.

Menggunakan uang adalah penyakit dari masa muda.

Aku akan menemukannya bagaimanapun caranya.

Pada poin ini, uang yang dikeluarkan jauh melampaui harga boneka itu. Meski demikian, satu tahap selanjutnya telah dilewati. Jadi sekarang adalah tahap akhir. Lee Hyun menatap tanpa berkedip dan menunggu. Akhirnya, apa yang muncul dari layar berikutnya…

Temukan bintang tertentu didalam Milky Way!

Sialan!

Lee Hyun dipaksa menyerah. Bahkan dengan konsentrasi, ini terlalu berlebihan. Setidaknya ada puluhan ribu bintang, bagaimana bisa kau tahu apakah ada yang hilang disuatu tempat ditengah-tengahnya.

Mustahil!

Dia merasa naif untuk yakin bahwa dia bisa mendapatkan teddy bear dari permainan [temukan apa yang salah dalam gambar ini], dia merasa bodoh. Ada waktu ketika melakukan pekerjaan sangat menyenangkan dalam hal itu.

Kurasa Royal Road adalah satu-satunya game yang layak dimainkan.

Mulai dari situ, Lee Hyun memutuskan untuk mencari permainan yang sederhana. Tetapi permainannya tidaklah banyak. Jika 2 player memutuskan kemenangan, maka permainan tersebut tidak akan berlangsung lama.

Aku tidak bisa menghabiskan lebih banyak uang lagi, adakah satu permainan yang bisa bertahan sedikit lebih lama?

Lalu Lee Hyun melihat sebuah game Tokyo Dancing dan merasa bahwa itu adalah yang dia cari. Kau terlebih dulu masuk kedalam ruangan kecil untuk bermain. Kau bertindak menurut instruksi yang muncul dan semua tindakanmu akan ditampilkan pada layar pusat. Itu adalah kompetisi menari, kau bersaing dengan skor hasil permainan.

Ini akan sulit.

Lee Hyun melihat instruksi dihadapan matanya dan aliran pergerakannya begitu cepat. Gerakkan tanganmu dan gerakkan kakimu di lantai saat kau mengikuti ritme musik, gerakan tubuh bahkan lebih menakjubkan, gerakan tarian menawan ditampilkan pada layar.

A Dance Showdown! (Pertarungan Menari)

Para gadis SMA dan gadis SMP mengelilingi permainan itu sambil mereka semua mengaguminya.

“Oh, kamu harus mencobanya, kak.”

“Apa kamu yakin?”

Lee Hyun benar-benar tak tahu apa-apa dalam menari! Yah, apa salahnya dicoba. Adiknya sangat senang melihat reaksinya dan secara pribadi ingin melihat dia menari.

Ada antrian, dengan orang sebanyak itu, itu akan membutuhkan 15 menit menunggu.

Selain itu, dia akan lebih suka menghemat waktu. Lalu Lee Hyun berdiri di akhir barisan. Kebanyakan yang berdiri dalam antrian adalah laki-laki.

Anak laki-laki yang memiliki kalung, anting-anting dan gaya rambut terbaru.

Lihat orang itu.

Ada apa dengan dia?

Abaikan saja dia.

Jangan. Dia pasti akan mempermalukan dirinya sendiri.

Mereka melirik dan saling berkedip satu sama lain. Meski begitu, perhatian mereka sudah terfokus pada Lee Hyun dan Lee Hye Yeon. Semua orang akan senang saat Lee Hye Yeon yang cantik memasuki ruangan game. Seorang gadis SMA yang cantik dan menarik. Kemudian mereka melihat dia bersama Lee Hyun dan melihat Lee Hye Yeon memainkan permainan yang meriah sambil tersenyum cerah. Semua orang tengah berada dalam mood yang buruk.

Ini adalah cara yang bagus untuk mempermalukan dia.

Anak laki-laki yang berdiri di antrian secara sengaja minggir. Berkat itu, giliran Lee Hyun datang dengan cepat.

“Kakak, semoga beruntung!”

“Ya, aku akan melakukan yang terbaik.”

Lee Hyun masuk kedalam ruangan kecil itu dan bulu kuduknya berdiri. Ditempat itu, dia tidak tahu tentang dimana untuk memulai atau bahkan memilih jenis tariannya. Ada bermacam-macam tarian berdasarkan wilayah dan waktu, tetapi dia tidak memiliki pengetahuan dasar. Akhirnya Lee Hyun memilih salah satu secara sembarangan.

Freestyle. Extreme Dance.

Secara tak sengaja, yang dia pilih adalah level kesulitan tertinggi untuk tariannya. Setelah memulai, dia sekarang harus menekan panah yang sesuai simbol yang muncul dengan cepat dan tepat untuk menari. Tarian yang dipilih tersebut hanya untuk orang-orang berkemampuan tinggi yang bisa melakukannya.

“Ya ampun, dasar pemula.”

“Orang bodoh yang memilih Extreme Dance.”

“Ini akan sangat memalukan.”

Pilihan Lee Hyun ditampilkan pada layar diluar, dan mereka secara terang-terangan menertawai dia.

Mereka berpikir bahwa segera setelah permainan dimulai, Lee Hyun akan panik dan bergerak secara sembarangan. Orang-orang dalam antrian diluar sangat menikmatinya.

Jika begini, bergantung pada ini, kau tidak akan malu.

Tubuhnya bergerak sekuat tenaga mengikuti gerakan tarian yang tak familiar, tetapi saat intruksi tangan dan kaki mendekat, dia kadang-kadang mendapatkan masalah. Berbagai panah dengan jarak yang berbeda menyebabkan Lee Hyun berjuang dengan susah payah saat panah-panah itu mengalir lebih cepat. Menekan pada waktu yang tepat, hal itu bukanlah tugas yang mudah. Dia melakukan tindakan yang rumit saat pikirannya mengingat panah-panah itu. HP dari karakter Lee Hyun dengan cepat menurun. Di latar belakang kerumunan telah memenuhi panggung tarian. Lawan Lee Hyun sangat luar biasa, menunjukkan kemampuan menari yang mengagumkan. Kemudian tiba-tiba, Lee Hyun mengubah gerakannya.

Menari. Aku tidak tahu bagaimana caranya menari.

Faktanya adalah, itu tidak mungkin untuk secara tiba-tiba melakukan sesuatu yang kamu tidak tahu apa-apa.

Seperti apa itu mengikuti ritme, merasakan musik, dia tidak tahu. Dia berpikir bahwa hanya orang yang berpendidikan tinggi yang akan bisa menari seperti ini. Tetapi jika ini tentang menggerakkan tubuh.

Aku memegang pedang, meskipun ini baik-baik saja karena aku tidak membutuhkan pedang ditanganku. Saat lawan mendekat padaku, aku berjalan berlawanan dengan mereka. Melawan musuh dengan tanganku. Musuhku memukul terlebih dulu saat aku menyerang dengan telapak tanganku sendiri.

Secara tiba-tiba, gerakan Lee Hyun berubah.

Kau bisa mengatakan bahwa tubuhnya sangat kaku. Tangan dan kakinya tak memiliki tempat untuk bergerak. Dari panah-panah yang keluar, dia dengan paksa mengikuti gerakan lawan, bukannya menyerang secara langsung. Dia mempertimbangkan tujuan dari menggerakkan tangan dan kakinya dan dia terbebas. Dia sekarang menendang dan berputar, memutar-mutar tubuhnya. Lengannya bergerak dengan sangat cepat. Dia menggunakan tinju dan sikunya dengan timing yang sangat tepat terhadap panah-panah itu.

Dengan segera, pergerakan Lee Hyun ditampilkan melalui layar.

“Apa yang terjadi?”

“Ini mengagumkan.”

Tindakan yang berhubungan dengan tarian. Dan ini berkaitan dengan musik. Dia mengikuti instruksi dengan matanya, mendengarkan dengan telinganya, dan dia memperhatikan. Dari tindakannya yang sebelumnya, gelombang telah berbalik. Meskipun karakter Lee Hyun hanya punya 1 kotak HP yang tersisa, dia membalik keadaan dan menguasai lawannya. Tepat seperti di Royal Road, dia adalah pemenang, kesabaran untuk memahami situasinya dan membaliknya.

“Ada apa dengan orang ini!”

Wajah dari orang-orang di antrian benar-benar konyol karena syok. Seorang pemula yang tidak tahu apa-apa sesaat yang lalu, melakukan pergerakan semacam itu dan dengan cepat menjadi ahli.

Menari dengan sama persis dan menekan panah-panah itu. Extreme Dance bergerak sangat cepat, karena itulah mustahil untuk beresonansi dengan tarian tersebut, dan mengikutinya dengan sama persis. Tetapi gerakan Lee Hyun menunjukkan bahwa dia bisa membuat tarian baru sebagai tanggapan. Tubuhnya bergerak dengan kecepatan yang mencengangkan, sambil membuat gerakan indah yang tanpa akhir.

“Wow, kau mengagumkan!”

“Seorang pria sejati.”

Pada gadis SMA dan SMP bersorak. Dengan segera penantang lain muncul. Berusaha mengakhiri kepopuleran Lee Hyun! Tetapi Lee Hyun telah terbiasa dengan pertarungan semacam itu. Dia sedikit mempelajari tentang bagaimana membuat masing-masing gerakan. Tubuh harus mengikuti aliran musik dan memposisikan diri pada panah-panah secara bersamaan.

Lee Hyun telah menang 10 kali berturut-turut.

Sebenarnya, itu bisa saja lebih dari itu, tetapi sudah hampir saatnya untuk film. Saat dia meninggalkan ruangan tersebut, para pemain lain menganggap dia aneh. Mereka mengkritik dia. Apa maksudmu? Kau baru saja masuk. Namun, dia tidak mempedulikannya. Saat dia bergerak, tatapan matanya menyebabkan mereka terkesiap dan melangkah mundur. Seperti menggerakkan tubuh kearah dimana panah muncul, Lee Hyun menemukan adiknya dan berbicara.

“Ayo lihat filmnya.”

“Ya.”

Sudah waktunya untuk pemutaran film.

Lee Hyun dan Lee Hye Yeon duduk di kursi yang empuk untuk menonton film. Dalam kenyataannya, filmya tidak semenarik itu. Film Korea memiliki cerita sederhana dan diikuti pola yang umum. Pria-pria dari jalanan. Mementingkan persahabatan mereka, dan kesukaan mereka terhadap pertarungan. Namun, keduanya berhubungan dengan organisasi yang berbeda dan terpisah dalam ketertarikan yang berlawanan. Namun, kemudian seorang heroin cantik muncul dan sebuah cinta segitiga tercipta diantara mereka, teman masa kecil itu menderita.

Persahabatan dan kekuasaan. Pada akhirnya, si pemeran utama laki-laki dihianati oleh teman yang paling dia percayai. Untuk mendapatkan kekuasaan dan uang, si wanita akhirnya melakukan penghianatan dengan menikam dari belakang dengan pisau. Pada saat itu, si protagonis laki-laki adalah seorang duta besar.

— Aku juga mencintai dia. Tetapi sebanyak aku mencintai dia, aku tak bisa bersamanya.

Si gadis cantik yang tragis itu berbicara saat si duta besar tengah berlumuran darah dilantai. Ditengah-tengah semua itu, seorang detektif muncul dan mereka berdua jatuh, itu adalah sebuah cerita yang tak tertahankan. Entah bagaimana film itu berakhir seperti itu.

“Apa-apaan cerita itu!”

“Tidakkah kau pikir film ini terlalu dilebih-lebihkan?”

“Penulisnya pasti menulisnya dengan kaki.”

“Cerita sederhana seperti itu membutuhkan 2 jam?”

“Film itu tidak telalu bagus.”

Para penonton megeluarkan komentar-komentar pedas secara bersamaan. Kebanyakan sambutan hangat dari tinjauan dilaporkan oleh situs-situs film menghasilkan reaksi ini, berimbas pada reputasi baik dari studio film yang membuat film itu. Namun bagi Lee Hyun dan Lee Hye Yeon, yang ingin nonton film bersama kakaknya, film itu baik-baik saja. Menabung uang memang penting, tetapi mereka juga menciptakan kenangan yang belum pernah mereka miliki sebelumnya. Kehidupan mereka yang penuh dengan cobaan dan tak ada waktu untuk bermain-main.

Oleh karena itu, datang ke bioskop untuk menonton film merupakan kesenangan tersendiri. Akan lebih baik untuk tidak marah dan kehilangan kesenangan ini hanya karena film yang mereka tonton tidak cukup bagus.

“Kakak, bagaimana menurutmu? Filmnya sedikit aneh, kan?”

Saat Lee Hye Yeon menatap kursi disampingnya, dia terkejut. Lee Hyun sedang menangis!

Persahabatan dan penghianatan. Suatu cerita yang jantan. Saat layarnya menampilkan pertempuran, tubuh Lee Hyun berguncang. Dia benar-benar tenggelam kedalam film tersebut selama 2 jam penuh.

Bahkan saat kredit muncul di akhir film, Lee Hyun masih belum pulih.

“Protagonis laki-laki dari film ini sangat keren. Cerita seperti itu. Film ini benar-benar menarik.”

“…..”

Setelah nonton film, saat Lee Hyun dan Lee Hye Yeon keluar ke jalanan, sudah hampir jam 6 pm.

“Kakak, aku lapar, ayo kita pulang.”

Saat Lee Hye Yeon berbicara, Lee Hyun menggelengkan kepalanya.

“Tidak. Kamu tidak akan makan nasi.”

Lebih dari itu,kita akan makan diluar!

Biasanya, mereka akan pulang dan setelah merasa lapar karena latihan pedang atau melukis, mereka akan makan nasi diolesi Gochujang (saus sambal). Hari ini bukanlah hari yang sibuk, ataupun ada rencana untuk berlatih pedang atau melukis. Faktanya, di rumah, kau bisa menghilangkan rasa lapar dengan makanan gratis! Namun Lee Hyun yang pelit baru saja menyebutkan makan diluar. Ini teramat sangat tidak biasa. Interview Lee Hye Yeon di Universitas Korea memang dianggap sepenting itu.

“Jadi, dimana kita akan makan?”

Lee Hye Yeon sangat senang. Faktanya, dia telah terkejut hanya dari menonton bioskop. Bukan hanya nonton bioskop, tetapi benar-benar menikmati makan diluar, dia benar-benar menantikannya.

“Tetapi dimana kita makan?”

Lee Hyun dan Lee Hye Yeon mulai berjalan dijalanan. Biasanya mereka tidak akan pernah makan diluar, jadi mereka tidak tahu akan pergi kemana. Saat mereka berjalan-jalan, Lee Hye Yeon menunjuk sebuah bangunan.

“Makanan disana enak. Semua teman-temanku memberitahu bahwa makanan disana lezat. Mereka bilang bahwa kimbap, tempura dan bahkan odennya juga enak.”

“Benarkah?”

Lee Hye Yeon menunjuk pada jajaran toko kecil. Itu tampak sangat biasa bagi Lee Hyun. Bagaimanapun juga, dia ingin memberi adiknya sesuatu yang spesial hari ini. Jadi dia mengumpulkan keberaniannya.

Mereka berada di tengah-tengah kota, dan wajar mereka pergi ke pusat kota.

“Ayo makan di restoran.”

Lee Hyun menunjuk kearah dimana hotel berada.

Sebuah restoran di hotel benar-benar berbeda.

Melihat kualitas interiornya yang tampak mahal, wajah tersenyum dari para pegawai penuh kelembutan, kesan keramahan dan orang-orang yang memakan hidangan yang tampak mahal, suasana didalam restoran ini benar-benar mewah. Kursi tamunya sangat nyaman saat dia menunggu untuk dipanggil.

Selain itu, semua dekorasi sekeliling tampak mahal.

Aku tidak akan kesini untuk yang kedua kalinya, tetapi sekali-kali, itu bagus untuk makan ditempat seperti ini, terutama pada hari seperti hari ini.

Lee Hyun memeriksa dompetnya.

Ada 200.000 won, digunakan untuk taksi, pergi nonton bioskop dan memainkan beberapa game. Masih ada 130.000 won yang tersisa.

Paling bagus, nasi akan cukup untuk dia.

Meski demikian, Lee Hyun masih tetap berharap. Ada sebuah meja yang mencolok, dimana seekor lobster dihidangkan. Pada saat ini, Lee Hyun langsung memikirkan kemungkinan harganya.

Kurasa harga bahannya sekitar 40.000 won. Tapi, dengan hotel ini, mempertimbangkan biaya tenaga kerja dan keuntungan, 70.000 won?

Dilihat dari berbagai sisi, mempertimbangkan 70.000 won untuk satu makanan sedikit keterlaluan, sesuatu yang tidak akan dibeli atau dilakukan kakak. Lee Hyun berpikir sedikit lebih keras tentang Royal Road dan berbicara untuk menghibur adiknya yang gugup.

“Tak apa-apa, mari kita makan banyak hari ini, setidaknya, sekali-kali ditempat seperti ini.”

“Tetap saja, itu tampak mahal disini… Kak, ayo keluar dan makan kimbap.”

Dalam kenyataannya, berada di restoran kelas atas seperti ini untuk pertama kalinya begitu menegangkan, tetapi dia datang kesini untuk bersantai dan dia menenangkan ketegangan dalam pikirannya.

Lihatlah karya seni yang mahal itu, bahkan bangsawan Kerajaan Rosenheim tidak akan mampu membelinya.

Pelayan mendekat setelah beberapa saat kemudian dan membuka menu untuk mereka.

“Apa yang anda inginkan hari ini? Menu spesial dari chef hari ini adalah Udang omar dengan Saus tiram…”

“Beri aku waktu untuk memutuskan.”

“Baik. Saya mengerti, tuan.”

Lee Hyun bersantai saat dia melihat menu tersebut.

Kemudian dia memeriksa harganya!

Harga lobster adalah 120.000 won.

Hanya dengan sekitar 40.000 won untuk harga bahannya, ketika kau melihat pada harga yang mencengangkan itu, mereka merampokmu.

Kenapa mahal sekali!

Harga tersebut membuat Lee Hyun sesak. Harga hidangan lobster relatif tidak mahal. Selebihnya, menu itu berisikan hidangan-hidangan yang mahal. Daging seharga 200.000 won, dengan wine harganya menjadi 300.000, lalu jika kau meminta wine luar negeri harganya melampaui 500.000 won.

Dengan uang miliknya, Lee Hyun tidak bisa membeli entah itu minuman wine, ataupun makanannya.

Harga dari restoran hotel adalah pembunuh!

Menggunakan berbagai pelayanan dan bahan-bahan terbaik, chefnya juga tingkat tinggi. Termasuk biaya interior dan suasananya saat makan, inilah yang membuatnya mahal. Namun, hal ini jauh melampaui jangkauan perkiraan harga Lee Hyun.

Aku benar-benar tidak bisa untuk memakan ini.

Uang yang berharga yang tersisa terlalu sedikit untuk makan ditempat seperti ini, dia mengerutkan kening. Secara naluri, Lee Hyun dan Lee Hye Yeon saling menatap pada saat yang bersamaan. Mata mereka terkunci. Hye Yeon sangat gugup.

Tidak, aku yang membawa kita kesini, meskipun mahal, aku tidak akan meninggalkan tempat ini sebelum makan.

Tak peduli seberapa sedikit uang yang dia miliki, dia tidak mau menunjukkan kekurangannya dan tampak miskin. Dengan seorang siswa SMA bersama dia, Lee Hyun tidak mau dia diusir saat ditengah-tengah meja makan. Beruntungnya, hidangan lobster adalah 120.000 won, uangnya masih tersisa 10.000 won.

” Hye Yeon, apa lobster tidak apa-apa?”

“Ya tapi, apa kakak yakin…”

“Kami pesan hidangan lobster.”

“Apakah hidangannya untuk anda berdua?”

“Ya.”

“Terima kasih, silahkan tunggu sebentar.”

Apa yang Lee Hyun tidak tahu.

Harga yang tertera pada menu restoran tersebut tidak termasuk pajak pemerintah dan biaya pelayanan sebesar 10%. Harga hidangan lobster itu pada dasarnya lebih dari 130.000 won. Tetapi itu belum seberapa. Meskipun mahal, mereka bisa berbagi, tetapi secara alami pesanan itu adalah untuk dua orang. Hidangan lobster harganya masing-masing 120.000 won. Oleh karena itu, harga untuk makanannya totalnya diatas 250.000 won.

“Makanannya pasti lezat. Makanlah sepuasmu.”

“Kakak. Apa kamu yakin tidak berlebihan?”

“Tidak apa-apa. Aku punya cukup uang.”

Lee Hyun menepuk sakunya.

Makanannya segera datang. Masakan yang dibuat oleh kepala chief dengan kaliber tertinggi dengan bahan-bahan segar.

“Wow! Ini benar-benar enak.”

“Ya, rasanya sangat nikmat.”

Lee Hyun menikmati rasa dari makanan tersebut. Seperti Royal Road, beberapa hal bisa membuat perbedaan yang besar dalam rasa dari masakan itu sendiri. Dia memahami keahlian yang dibutuhkan, terutama dengan seafood. Bahan-bahan seafood mudah rusak dan perlu disimpan. Juga harganya sangat mahal dan tidak bisa dimakan secara sering. Efek dari masakan dan memakannya memiliki efek yang besar ketika melakukan pertempuran.

****

Di restoran yang sama, 2 gadis SMA memakai seragam sekolah mereka sedang makan di meja terdekat.

“Woah! Makanan ini sangat lezat!”

“Sausnya tidak buruk juga.”

“Kepala chef berasal dari Perancis, dia sering muncul di majalah memasak.”

“Jadi begitu.”

“Kita datang lagi minggu depan.”

Gadis-gadis ini berasal dari keluarga kaya, dan mereka juga pecinta makanan, kadang-kadang mereka akan menabung untuk makan makanan di restoran seperti ini.

Kebahagiaan terbaik adalah ketika kau bisa makan makanan yang lezat.

Kedua gadis ini berbagi moto yang sama. Mereka akan berkunjung ke tempat seperti ini sepulang sekolah sebagai salah satu hobi mereka. Tetapi kemudian mata mereka memandang kearah meja yang berbeda dan melihat Lee Hye Yeon yang gembira yang sedang makan.

“Ah? Itu Hye Yeon, kan?”

“Aku tahu.”

“Oh! Itu pasti kakaknya.”

Lee Hye Yeon adalah sahabat kedua gadis itu.

Sejujurnya, di sekolah tak seorangpun tidak menyukai Lee Hye Yeon. Berkeinginan kuat, pintar, dan atletis.

Dengan kepemimpinannya, para gadis SMA yang lainnya akan selalu berkumpul dengan Hye Yeon sebagai pusatnya. Dia juga pelit, hal itu juga menakjubkan, karena dia tidak ikut serta dalam belanja atau makan diluar.

Dia kemudian berpikir.

Sialan. Dia hanya menghabiskan waktu dengan kakaknya, itu tidak adil.

Isane memiliki tatapan jahil di matanya.

Lee Hye Yeon selalu membanggakan pria ini, namun mereka tidak tahu kenapa. Teman-temannya sudah jelas tidak mengetahui alasannya.

Gadis berpenampilan sempurna ini tergila-gila pada tingkat akut mengikuti kakaknya. Tetapi saat kakaknya muncul di festival itu. Teman-temannya tidak mengerti kenapa dia begitu membangga-banggakan pria yang tampak begitu biasa ini, mereka berpikir itu hanyalah lelucon.

Mereka kemudian mengetahui bahwa Lee Hyun putus SMA karena uang. Di festival SMA, dia dengan cepat menyelesaikan tantangan sang putri dan membuatnya tampak seperti sangat mudah, membuat dia menjadi selebritis top. Dia berjalan dengan mudah diatas jembatan kayu sempit yang licin, menendang balon air yang terbang kearahnya di tengah udara. Di akhir, dia melompati tembok seperti layang-layang, membebaskan sang putri dengan waktu tercepat. Ketika si kakak membuka jeruji dan menyelamatkan Hye Yeon, betapa tampannya dia, dia tampak seperti seorang pria sejati! Sejak saat itu, para gadis SMA lebih tertarik pada tubuh Lee Hyun. Sekarang ketika Lee Hye Yeon bersama kakaknya, bahkan iblis pun tidak akan berani mendekat dan mengganggu dia.

Masih dimejanya, Isane berbisik.

“Ayo gabung dengan mereka.”

“Ingatlah sikap Hye Yeon…. apa masih tidak apa-apa?”

“Tidak apa-apa. Dengan kakaknya didepan dia, dia akan bertindak sopan.”

Isane bangkit dan berjalan dengan percaya diri ke tempat Lee Hye Yeon dan tiba-tiba memeluk dia.

“Tak terpikir kita akan bertemu di tempat seperti ini! Boleh kami duduk?”

“…….”

Tiba-tiba, teman-teman Lee Hye Yeon muncul dan membuat dia terkejut.

“Kalian!”

Tak sedikitpun Lee Hye Yeon menduga kemunculan yang tak menyenangkan ini.

Isane buru-buru menyapa Lee Hyun.

“Hai, kami teman sekelas Hye Yeon. Apa kamu keberatan jika kami bergabung?”

“Silahkan. Jangan sungkan-sungkan.”

Mendapati teman adiknya duduk di meja yang sama, itu bukanlah masalah. Sebaliknya, itu mungkin hal yang bagus.

“Terima kasih!”

Lee Hye Yeon mengerutkan kening saat dia melirik pada Isane yang tengah tertawa.

“Sekarang aku bisa sedikit santai. Hye Yeon, apa kamu baik-baik saja?”

“Sheesh!”

Ini tak terhindarkan lagi, Lee Hye Yeon tidak bisa melakukan apa-apa untuk menghentikan hal ini. Dia tidak menyukai tamu yang tak diundang mengganggu kedalam saat-saat yang membahagiakan bersama keluarga. Namun, dia harus dengan cepat memperbaiki ekspresinya. Dia tidak lupa bahwa dia masih duduk didepan kakaknya. Marahnya bisa disimpan untuk nanti.

Lihat saja disekolah! Mampus kalian!

Apapun situasinya, Lee Hyun senang melihat teman-teman adiknya. Dengan berbagai macam hidangan yang disajikan, keempat orang menikmati makan malam dengan santai.

Meski demikian, sepertinya Hye Yeon merasa nyaman disekolah.

Dimata Lee Hyun tampak seperti bahwa kehidupan sekolah adiknya tidak buruk. Sehari-harinya, dia sangat sibuk berburu di Royal Road, dan sekarang dia mengistirahatkan jiwanya yang kelelahan.

“Oh! Indah sekali.”

Selama makan, mereka melihat dari sisi meja, patung es yang diangkut dekat jendela.

“Lihat itu.”

Lee Hyun memutar kepalanya dan menatap patung itu. Itu adalah sebuah patung dari wanita Korea yang mengenakan pakaian elegan dengan pita kepang yang halus di rambutnya. (Pita kepang adalah sebuah ornamen pernikahan)

Lumayan.

Karena Lee Hyun punya sedikit pengalaman dengan patung es, dia bisa memahami bahwa patung itu dibuat dengan kemampuan yang sangat mengagumkan.

Patung itu memberi getaran perasaan, namun juga cukup lembut. Buatan tangan seorang ahli.

Saat Lee Hyun dan adiknya berpikir tentang patung tersebut, seorang pelayan mendekat.

“Para tamu sekalian, saya minta maaf tetapi disini akan sedikit ramai karena kami sedang ditengah-tengah persiapan acara ulang tahun pernikahan untuk seorang tamu spesial kami. Saya harap anda sekalian bisa memaklumi.”

“Kami baik-baik saja.”

Dibelakang tampak beberapa pegawai restoran sedang mengatur posisi patung es itu, tetapi segera setelahnya Lee Hyun dan adiknya selesai makan. Akhirnya, hidangan penutup dari buah-buahan dan es krim datang dan mereka berempat memakannya dalam sekejap.

“Ah, aku kenyang.”

“Itu benar-benar lezat.”

Mereka berempat pergi ke kasir untuk membayar. Yang pertama adalah Isane dan Song Miyong.

Kemudian Lee Hyun mengeluarkan dompetnya untuk membayar.

*KREEEK !! CRUSH*

sumber : http://sekkinokyou.id/

Translator / Creator: alknight