November 16, 2016

The Legendary Moonlight Sculptor – Volume 5 – Chapter 7: Simple-minded Orc Karichwi

 

Pegunungan tersebut dipenuhi dengan para Orc!

Orc scout. Orc champion. Orc warrior.

Dimasa lalu, Weed telah sering berada dalam banyak situasi yang berbeda dan meskipun dia tetap tenang apapun yang terjadi, tetapi sekarang ini dia bahkan tidak bisa tetap tak terpengaruh.

Jika mereka mengetahui penyamaranku, habislah aku.

Weed basah kuyup dengan keringat, karena dia mendaki lereng pegunungan.

Namun tak peduli seberapa beraninya seseorang, itu akan sulit untuk menyesuaikan perilakumu ketika hanya ada Orc disekeliling.

Ada Orc di Kerajaan Rosenheim juga, tetapi level mereka berkisar dari 80 sampai 130. Jadi kau selalu bisa melarikan diri dari mereka jika sesuatu yang salah terjadi.

Disini, di Land of Despair, para monster jauh lebih kuat. Bahkan Goblin dan Cobold yang dianggap monster terlemah dalam game, memiliki kekuatan tempur yang berbeda bergantung pada area dimana mereka tinggal.

Dan di daratan ini, para Orc harus bertarung untuk wilayah mereka sejak masih kecil. Mereka melawan monster raksasa, jadi level dan kekuatan mereka jauh melampaui saudara-saudara mereka dari Kerajaan Rosenheim.

Tetapi bagian yang paling menakutkan bukanlah kekuatan mereka, tetapi jumlah mereka yang tak terhitung! Jika sesuatu yang tidak beres terjadi disini dan dia harus melarikan diri, dia akan dikejar oleh ribuan Orc.

Weed tak punya niat merasakan kematian di tangan Orc di Lands of Despair. Itu sebabnya dia berusaha dengan hati-hati agar tidak menarik perhatian.

“Chwiiik!”

Weed secara tak sengaja bertatapan dengan salah satu Orc yang berdiri didepan dia. Orc champion level 210! Bahkan beberapa Knight yang dikenal akan kehormatan mereka, suka memandang rendah orang lain untuk menunjukkan superioritas mereka, dan yang ada dihadapan Weed sekarang adalah kapten Orc.

“Chwiik!”

Orc itu menatap Weed, matanya memancarkan rasa benci.

Aku dalam masalah.

Sikap kasar Orc itu membuat Weed mengerutkan kening.

Aku tidak bisa membuka penyamaranku…

Pertama-tama Weed memutuskan untuk tersenyum. Pendekatan yang bisa diharapkan, yang belum pernah gagal sebelumnya untuk membantu dia untuk membangun hubungan persahabatan. Sebuah kemampuan interpersonal yang hebat.

Weed membuat senyum palsunya yang terbaik.

Tetapi dia belum terbiasa dengan penampilan barunya, jadi dia tanpa sadar mengerutkan alisnya dan sudut mulutnya sedikit bergetar. Taringnya yang terlalu besar lebih bergeser kedepan.

Pada saat ini, si Orc champion mengalihkan tatapannya!

“Chwik! Chwik! Chwik!”

Dia ketakutan! Hanya penampilan Weed saja bisa menakuti seorang kapten Orc, jadi dia berkata dengan sedikit superioritas:

“Lain kali hati-hati.Chwiiiik!”

“Baik. Chwik. Chwik. Chwik.”

Sepanjang perjalanan Weed mendaki pegunungan, insiden semacam itu terulang beberapa kali lagi.

Didepan penampilan dan postur tubuh Weed yang menakutkan, para Orc yang lain ketakutan.

Dengan begitu, tanpa halangan yang berarti, Weed mencapai tempat dimana para Orc bertarung dengan monster.

“Aku akan membunuh semuanya, semuanya! Cwichwik!”

“Chwiiik! Ini adalah wilayah kami!”

Beberapa lusin Orc sedang bertarung dengan monster api raksasa — sebuah percampuran dari belalang sembah dan kelabang! Monster itu menghembuskan api dan menghancurkan lawannya dengan berat badannya.

Para Orc tanpa henti mengayunkan glaive mereka, tetapi tidak bisa menembus kulit tebal milik musuh mereka.

Raksasa api itu memiliki level 280, musuh yang sangat berbahaya. Ada banyak monster seperti ini di Lands of Despair. Itu sebabnya wilayah ini dianggap sebagai salah satu dari yang paling berbahaya di benua!

Weed menonton pertarungan para Orc. Tak mengherankan mereka mengatakan bahwa kau bisa menonton dua hal selamanya: kobaran api dan pertarungan yang sebenarnya!

Jika semua Orc mati, aku akan mendapatkan item-item mereka…

Selain itu Weed sekarang tak memiliki armor apapun dan bisa dikatakan bahwa dia berdiri telanjang.

Weed harus menunggu sampai pertempuran berakhir.

Raksasa api itu bergerak dengan kecepatan yang tinggi, memutar seluruh tubuhnya dan menghembuskan api pada musuh terdekat. Para Orc mati satu per satu.

Weed menontonnya dengan tenang, ketika dia menyadari sasuatu:

Aku bukan manusia sekarang. Di posisiku, tak ada Orc yang bisa begitu saja menonton saudaranya mati.

Weed melaju kedepan, meraih salah satu glaive yang tergeletak ditanah.

“Iyahap!”

Dia menyerang raksasa itu dari samping dengan segala kemampuannya. Raksasa itu, seperti sebuah bangunan, monster itu jatuh, membuat debu beterbangan. Bahkan setelah menjadi seorang Orc Weed tidak kehilangan skill dan kekuatannya!

Monster api raksasa mengakui musuh barunya. Monster itu merangkak dengan cepat kesamping, bangkit dan melaju kearah ancaman baru tersebut. Musuh dengan kobaran api dengan cepat mendekat!

Weed secara naluri melompat tinggi ke udara dan mendarat diatas kepala monster itu.

“Sculpting, Chwiik! Blade, Chwiik!”

Bahkan dengan tubuh Orc, dia bisa menggunakan teknik Sculpting Blade, tetapi kerena Intelligence miliknya yang rendah, MPnya habis dengan cepat.

Disisi lain, dia jauh lebih kuat sekarang.

Weed mengayunkan glaive pada kepala monster itu sekuat tenaga dan hanya menggoresnya.

Bilah glaive tersebut tidak terlalu tajam, tetapi dengan setiap pukulan, luka pada kepala monster tersebut menjadi semakin dalam.

“Kuwooooo!”

Monster raksasa api itu melompat dan memutar kepalanya, mencoba melemparkan Weed.

Jika dia jatuh, dia akan berada dalam situasi yang sangat buruk. Weed mengetahui hal itu, jadi dia mempertahankan posisi kakinya dan menghantamkan pukulan demi pukulan sambil mempertahankan keseimbangan.

Monster itu memberontak dengan keras, hingga hampir berhasil menjatuhkan Weed, tetapi disaat terakhir dia berhasil meraih antenanya.

“Matilah, chwiiik!”

Tentu saja bergantungan di kepala dari monster raksasa jauh lebih sulit daripada berpegangan disebuah bis. Tetapi latihan Weed membantu dia agar tidak jatuh. Dia punya kendali sempurna pada tubuhnya!

Ketika kau punya pijakan, kau bisa menggunakan kekuatan dengan benar. Weed bergelantungan pada kepala monster itu seperti seekor kecoak dan terus menyerang.

Orc yang lain tidak diam saja.

“Kita, Chwiik, mendapatkan bantuan!”

“Chwiiik! Bertarung!”

Para Orc menyerang monster itu, mengayunkan senjata mereka.

Raksasa api itu menghembuskan api, memutar dan melompat, tetapi masih tidak bisa melawan

serangan gabungan dari Weed dan para Orc dan akhirnya jatuh ke tanah, mati.

*Ding*

Kamu telah naik level

Memburu seekor raksasa di Pegunungan Yuroki meningkatkan Fame milikmu sebesar 1 poin.

Weed berteriak senang!

Sudah cukup lama sejak hal itu terjadi pada dia ketika berburu. Sebelumnya, ketika dia tenggelam dalam pertempuran, dia sering mengeluarkan teriakan kesenangan.

“Chwiiiiiik!”

“Chwi-chwi-chwiik!”

Para Orc mulai berteriak senang juga.

Sebuah pemandangan dari seni yang hebat. Weed berdiri diatas kepala raksasa itu dan kerumunan Orc yang berteriak senang disekitar dia. Dari samping, itu tampak seperti mereka adalah pasukan gabungan untuk menyelesaikan sesuatu yang mustahil!

Tetapi setelah setiap kemenangan ada hal yang sangat penting untuk dilakukan.

Weed mengumpulkan item-itemnya.

Kamu menerima Kulit dari punggung Fire Giant.

Setelah diolah, bahan ini bisa digunakan untuk membuat armor. Armor yang terbuat dari bahan itu akan lebih ringan dan jauh lebih kuat daripada baja keras, suatu bahan yang sangat sulit untuk didapatkan.

“Terima kasih! Chwiik!”

“Chwichwichwit, kau menyelamatkan kami.”

Para Orc berkumpul disekeliling Weed dan berterima kasih pada dia. Dia menyelamatkan mereka di situasi yang sangat berbahaya dan mereka sangat berterima kasih pada dia. Namun bahkan di saat seperti itu, beberapa Orc memalingkan wajahnya dari dia dari waktu ke waktu.

Wajah seperti itu tidak mudah untuk terbiasa!

Tetapi Weed merasa tenang dengan reaksi semacam itu.

“Chwiik, kau berburu serangga seperti itu? Chwiit, kau seharusnya mengajak aku. Aku suka bertarung.

Chwi-chwi-chwiiik! Aku suka permata dan terlebih lagi item-item yang bagus.”

“Chwii. Kami mengakui. Kau adalah seorang prajurit. Kami bangga padamu, Orc warrior.”

Menarik perhatian dengan kesamaan, peraturan ini bahkan bekerja didalam game.

Para Orc yang suka bertarung dan paling menyukai uang, segera menyukai Weed.

“Aku baru pertama kali melihatmu. Darimana kau berasal? Chwiik!”

“Aku tidak tau. Chwi!”

Weed menatap ke suatu tempat yang jauh dengan mata sedih. Dan meskipun dia mencoba untuk terlihat sesedih mungkin, bagi orang lain itu tampak seperti dia memikirkan tentang pertarungan berdarah dan pembantaian dimasa lalu.

“Ketika aku berusia 1 tahun, ibuku meninggalkan tempat ini bersamaku. Chwiik! Kami tinggal di dataran yang jauh. Dan sekarang aku kembali. Chwiik! Jangan tanya lagi.”

“Baiklah. Chwiik!”

“Ayo pergi berburu. Chwiik!”

“Oke. Chwi!”

Weed menerima undangan dan bergabung dengan party Orc.

Dimanapun, bahkan diantara para monster, Weed merasa dirinya berada di rumah! Weed ahli dalam menilai situasi dan mengevaluasi kemungkinan keuntungan, entah itu adalah pelayanan gratis nasi bubur atau tumpangan gratis pada kereta. Sejak dia masih kecil, berbagai kesulitan harus dia tahan, mengajarkan dia untuk berpikir kreatif dan dengan cepat beradaptasi pada situasi.

“Woooah!”

“Chwiik, Chwiik!”

****

Desa-desa Orc tersebar diseluruh pegunungan Yuroki.

Dan setelah perburuan, para prajurit dari party yang diikuti Weed mengundang dia ke tempat mereka.

“Chwiiiit! Ikutlah kami.”

“Bolehkah? Chwiik! Chwiik!”

“Ya. Keluarga kami besar. Chwi-chwichit. Prajurit hebat, Chwiik, disambut.”

“Chwiik! Terima kasih, teman.”

Weed mengikuti para Orc kekedalaman pegunungan.

Dalam perjalanan mereka, dia melihat banyak perkampungan lain, besar seperti kota manusia. Mereka tidak punya tembok atau kastil, tetapi memiliki banyak bangunan besar. Satu rumah seperti itu ditinggali 10 Orc, dan ada lebih dari 1000 bangunan di sebuah perkampungan.

Para Orc memimpin Weed kedalam salah satu perkampungan. Di pintu masuk, Weed dihentikan oleh penjaga.

“Tidak semua orang diijinkan masuk. Chwiik!”

Weed menatap mereka dengan tenang dan berkata:

“Kau punya masalah? Chwiik!”

Seorang Orc seperti iblis! Dengan wajah paling menakutkan didunia.

Penampilan Weed, dia bisa masuk kemanapun. Dan rekan-rekannya berusaha untuk membela dia juga.

“Dia adalah teman kami. Chwiik! Kami bertarung bersama. Chwiik!”

“Dia masih ttidak diijinkan. Chwiik!”

“Chwiiik. Dia harus menyebutkan namanya. Chwiik! Maka dia bisa masuk.”

Meskipun tangan para penjaga gemetaran. Mereka masih berhasil memberi balasan yang benar.

Weed berhenti sejenak untuk berpikir. Untuk sepenuhnya masuk kedalam peran dari seorang Orc, dia harus mendapatkan nama baru. Dia benar-benar lupa tentang hal itu.

“Aku Kari… chwi!”

Dia buru-buru memikirkan sebuah nama baru — Kari, tetapi tubuhnya mengacaukan dia lagi dan para Orc mendengar hal yang lain.

“Karichwi! Karichwi! Chwiik. Masuklah.”

Begitulah bagaimana Weed menjadi Karichwi, karena nama para Orc sering berakhiran ‘chwi’.

Biarlah.

Kari atau Karichwi, hal itu tidaklah masalah bagi dia.

Weed melupakan kejadian itu dan memasuki perkampungan.

****

“Chwiik! Jual murah.”

“Chwik! Menjual bahkan lebih murah!”

Chwiit! Aku menjual murah juga.”

Banyak hal di desa Orc sama dengan perkampungan manusia.

Orc menjual armor dan senjata di toko mereka. Kebanyakan item-item tersebut dibuat disini, di perkampungan ini, jadi item-item itu sangat buruk kualitasnya.

Tetapi harganya sangat tinggi.

“Chwik. Glaive retak yang berkarat ini, Chwiik! Kau mau? Semua orang menginginkannya. Aku akan memberikannya padamu hanya dengan 60.000 gold. Chwiik!”

Glaive dengan kekuatan serangan 20 dan ketahanan tersisa 10 poin harganya 60.000 gold! Penipuan yang keterlaluan. Pemikiran Orc sangat sederhana, bahwa jika mereka menentukan harga yang tinggi, mereka akan menjadi kaya dengan cepat. Itulah sebabnya mereka berusaha untuk menjual segalanya dengan harga yang tak masuk akal.

Herbal paling murah harganya 20.000 gold, dan armor paling murah harganya 50.000 gold. Glaive yang kurang lebih bisa berguna harganya 150.000 gold dan diatasnya.

Weed sangat penasaran, jadi dia bertanya pada salah satu rekannya:

“Chwiik. Apa mereka pernah benar-benar berhasil menjual sesuatu?”

“Chwichwichwi. Tak pernah melihatnya sekalipun. Chwii. Para idiot yang bodoh.”

“Chwiik. Oh, kau tentu tidak seperti mereka.”

Orc yang dipuji oleh Weed hanya mengangkat bahu.

“Tentu saja. Chwiik! Jika itu tidak terjual, kau seharusnya meminta setidaknya 2 juta gold!”

“…..”

Weed terdiam tak bisa berkata apa-apa.

Tetapi tantangan yang lebih sulit sedang menunggu dia. Para Orc perempuan dari desa itu! Dengan standart manusia, penampilan Weed sangatlah menakutkan, tetapi di tempat ini dia sangat populer.

“Tangan yang kuat. Chwichwichwi!”

“Dada yang kekar. Chwichichiik.”

“Taring yang tebal, lebih kuat daripada sebuah kapak.”

“Dengan rahang seperti itu, tenggorokannya tidak akan kering saat hujan. Chwiik! Dan lihat hidungnya!”

“Bahu yang lebar dan tubuh yang berotot.”

“Tipeku. Chwiiik!”

Para wanita bersandar pada Weed, menunjukkan kasih sayang mereka. Beberapa dari mereka berkedip-kedip pada dia, dan yang lainnya membelai dada mereka sendiri.

Bahkan pria paling berani akan ketakutan berada dalam situasi ini. Perhatian yang terus-menerus seperti itu membuat Weed ingin meninggalkan perkampungan itu sesegera mungkin.

Meskipun mereka adalah wanita, jumlah mereka sangat banyak!

“Apa yang mereka lakukan? Chwiik!”

“Wanita menyukai orang yang kuat. Mereka menyukaimu. Chwiik!” jawab salah satu rekannya dengan rasa iri.

****

Tinggal bersama Orc di satu rumah, Weed sangat tersiksa oleh dua hal.

Pertama adalah Orc betina.

Entah itu siang dan malam, mereka tanpa kenal lelah mencoba mendapatkan cintanya. Mereka melakukan segala sesuatu yang bisa dipikirkan oleh seorang wanita.

Hal itu tidak akan pernah terjadi pada seseorang dibawah umur. Tetapi Weed secara resmi diakui diatas 20 tahun, jadi akunnya diatur sedemikian rupa.

Untuk orang dewasa didalam game disediakan pelayanan khusus. Kehidupan malam. Kesenangan, tersedia hanya untuk orang-orang dewasa!

Tetapi siapa yang mau berbagi ranjang dengan seorang Orc? Sudah pasti bukan Weed.

Aku tidak bisa kehilangan kesucianku seperti itu!

Dia mencoba untuk menghindari bertemu dengan para betina.

Hal kedua adalah makanan.

Para Orc memakan makanan setengah matang, nyaris tak dimasak. Weed yang telah ketagihan pada makanan lezat karena skill memasaknya yang tinggi, tidak bisa membiasakan diri dengan makanan dari kawan-kawan barunya.

Roti gandum yang tanpa rasa jauh lebih baik. Dia sering memimpikan tentang itu sekarang.

Meskipun kadang-kadang ada waktu istirahat dalam siksaannya, contohnya, ketika mereka keluar dari perkampungan untuk berburu. Weed selalu maju duluan, berjalan dengan glaivenya diangkat tinggi-tinggi.

“Chwiik! Aku mencium bau musuh!”

Mereka bertemu dengan Minotaur Lord! Monster besar dan bertanduk dengan sebuah kapak. Dan meskipun Minotaur Lord mengayunkan senjatanya secara mengerikan, hal itu tidak menghentikan Weed.

“Chwichwiiiiik!”

Weed mempererat pegangannya pada glaive dan melaju kedepan. Orc yang sederhana, bodoh, agresif dan tak kenal ampun memimpin partynya kedalam pertarungan.

“Semuanya, semuanya, semuanya, serang! Chwiiiik!”

****

Yoon Chunhee log ini ke Royal Road setiap malam.

Dia adalah seorang Summoner dan namanya didalam game adalah Seirin. Pada pembuatan karakter, dia memilih ras half-elf, jadi dia punya tinggi badan yang pendek, seperti seorang Dwarf.

“Dengan kekuatan kontrak kita aku memanggilmu. Datanglah, Basilisk!”

Merapalkan mantra pemanggilan membutuhkan hampir semua MP miliknya, tetapi 3 Basilisk penolong muncul disamping dia. Monster-monster ini tampak seperti kadal. Mereka beracun dan memiliki pertahanan yang bagus, jadi dia selalu memanggil mereka ketika berburu.

Dengan bantuan para Basilisk, itu menjadi jauh lebih mudah bagi dia dan rekannya untuk menghadapi 2 knight.

Thief perempuan menghabisi knight terakhir dengan sebuah tusukan dari belakang.

“Phew! Kita menang.”

Thief itu menyeka keringat di dahinya dan mendekati Seirin.

“Kerja bagus, kakak.”

“Kamu juga, Lami.”

Seirin dan Lami bersaudara dengan selisih usia 3 tahun.

“Pheew, mari kita istirahat sebentar.”

“Ya, dan aku perlu memulihkan MP.”

Mereka berburu di sebuah dungeon yang ditemukan baru-baru ini. Karena level mereka tinggi, mereka adalah yang pertama menemukan dungeon itu dan sekarang berusaha untuk menggunakan bonus yang diterima secara penuh.

Kedua bersaudara itu sedang duduk di tanah dan berbicara.

“Hei! Ingatkah pria yang datang ke sekolah kita saat festival? Namanya Lee Hyun. Dia adalah kakak dari temanku, Hye Yeon. Dia berusia sama denganmu, kan?”

Seirin tersenyum ringan.

“Benar.”

“Kamu mengenal dia?”

“Ya. Aku mengenalnya. Bahkan bertemu dengan adiknya juga.”

“Aku mengerti… Tetapi tak biasanya kamu tertarik pada pria, bahkan aktor populer. Dan kamu tidak berkencan dengan siapapun…”

“Aku hanya tidak tertarik pada mereka.”

“Jadi, kamu tertarik dengan dia?”

“Dia ? iya.”

Seirin tidak pernah menyembunyikan apapun dari adiknya, karena mereka memiliki hubungan yang bagus, dan Lami melanjutkan pertanyaannya.

“Mungkinkah… dia adalah orang yang kamu sukai?”

“Ya kamu benar.”

“Woah! Aku tidak tahu dia adalah tipemu. Jadi kamu suka pria atletis?”

Lami tidak bisa melupakan bagaimana Lee Hyun melewati 3 tantangan dan memenangkan kompetisi penyelamatan putri. Tak seorangpun yang melihatnya bisa lupa.

Ketika Lee Hyun melewati 3 tantangan itu, dia bergerak dan memecahkan balon air yang beterbangan begitu cepat, hingga itu tampak seperti sebuah trik sihir.

“Bukan karena dia atletik. Bukan. Aku tidak tahu dia seperti itu.”

“Lalu kenapa kamu menyukai dia?”

Lami sangat ingin tahu.

Jika bukan karena keatletikannya, lalu apa itu? Wajah dan tinggi badannya rata-rata, dan ada rumor bahwa dia tidak menyelesaikan sekolah.

“Dia adalah pria yang menyayangi keluarga. Dia selalu memikirkan keluarganya terlebih dahulu, peduli tentang hal itu. Jika kamu menikahi seseorang seperti dia, kamu akan selalu bahagia. Kan?”

****

“Kau kerja apa?”

Pria itu menggaruk belakang kepalanya dan menjawab si gadis:

“Tak ada.”

“Woah. Bahkan tidak kuliah?”

“Aku kuliah… Tetapi itu membosankan dan kupikir aku akan keluar.”

“Tak ada yang bisa dibanggakan… Kau harusnya tetap diam tentang hal itu.”

Gadis itu berdiri. Dia hendak meninggalkan ruangan tersebut ketika dia mendengarkan sesuatu yang menghentikan dia.

“Apa gunanya kuliah? Lagi pula aku akan bekerja di perusahaan ayahku.”

“Perusahan ayahmu?”

Gadis itu tiba-tiba mulai suka pada pria itu.

Dia yakin, bahwa dia adalah gadis yang paling cantik di klub hari ini.

“Ya, meskipun itu hanya sebuah perusahaan kecil.”

“Seberapa kecil perusahaan itu?”

“Yah, karyawannya sebanyak penduduk di sebuah kota kecil.”

“….”

“Sales… atau apalah sebutannya itu? Pokoknya itu hampir sama dengan sebuah kota kecil.”

“…..!”

Gadis itu tak bisa berkata apa-apa.

Dia memeriksa pakaian pria itu dan tampaknya itu memang benar.

Semua pakaiannya bermerek. Bahkan sepatunya dari koleksi terbaru, dibeli hanya dengan pemesanan.

Pria itu mengulurkan ponsel pada si gadis.

“Masukkan nomormu.”

“Aku bukan gadis semacam itu.”

“Aku mengerti. Itu sebabnya aku ingin berbicara denganmu lagi.”

Dia dengan mudah mendapatkan nomor si gadis.

Ketika si gadis meninggalkan ruangan itu, pria lain mulai berbicara dengan semangat.

“Kau hebat, Jihoon!”

“Kali ini dibawah 5 menit.”

Gadis itu sangat cantik.

Bahkan jika pelayan tidak mengenalkan dia sebagai “kecantikan yang langka”, semua orang yang melihat dia, membuat para pria diruangan tersebut seperti serigala.

Tetapi Choi Jihoon tidak bereaksi seperti itu.

Lagian aku bahkan tidak akan ingat dia besok.

Teman-temannya berpikir dia sangat beruntung untuk memiliki kehidupan yang seperti itu, tetapi Choi Jihoon hanya merasakan kebosanan.

Ketika kau punya banyak uang, kau harus bisa mengaturnya. Itu sebabnya orang tuanya merencanakan kehidupannya untuk dia sejak kecil.

Sebagai seorang pewaris, dia tidak diijinkan untuk memilih temannya, melakukan apa yang dia suka, hidup seperti yang dia mau.

Sejak dia masih kecil, dia menjalani kehidupannya seperti sebuah robot yang dikendalikan oleh orang tuanya.

Hanya ketika dia dikirim untuk belajar diluar negeri dia mulai mendapatkan teman.

Tetapi bahkan disana dia tidak memiliki kehidupannya sendiri. Dia hanya seseorang yang diletakkan diatas rel dan dipaksa untuk maju. Ketika kau tidak bisa melakukan apa yang kau suka, kehidupanmu akan menjadi membosankan dan sepi. Dan dalam kehidupan Choi Jihoon terdapat sangat banyak pembatasan.

Namun, ketika dia mendapatkan waktu luang, dia mulai bermain Royal Road dan menemukan dirinya yang lain.

Di dunia yang jauh itu terdapat sebuah sungai.

Dia suka melihat alirannya yang tenang dan teratur, jadi dia menjadi seorang pemancing.

Dia sama sekali tidak tertarik dengan memancing, dia hanya menikmati tempat itu dan merasa seperti dia benar-benar hidup.

Player lain berjuang untuk menaikkan level mereka, mencari item, tetapi dia hanya memancing.

Seiring waktu, Choi Jihoon mencapai skill memancing level 3 tahap Ahli. Dia menjadi pemancing terbaik di Royal Road.

Tetapi dia tidak peduli tentang hal itu. Dia hanya memancing.

Karena dia sangat pendiam, player lain menyangka bahwa dia adalah seorang pemancing yang suram dan melankolis dan mencoba untuk tidak mengganggu dia.

Tetapi Choi Jihoon mengabaikan apa yang dipikirkan orang lain tentang dirinya. Dia hanya suka memancing, air yang mengalir menyingkirkan semua kekhawatirannya.

Dan kemudian seorang pria tertentu muncul.

Dalam upaya untuk meningkatkan level skill Memancingnya secepat mungkin, dia menempati tempat favorit Choi Jihoon. Orang ini menilai segalanya dengan nilai moneternya. Dia menghabiskan setiap hari dalam perjuangan tanpa akhir untuk bertahan hidup.

Namanya adalah Weed.

Choi Jihoon beberapa kali melihat orang itu tertawa dengan riang saat memancing. Dia melakukan hal itu bahkan dalam kejadian yang aneh dan sepele, contohnya ketika dia menemukan koin copper didalam perut ikan.

Weed sangat senang dengan hal sepele semacam itu.

Bersaing memancing dengan dia sangat menyenangkan. Dan pada beberapa poin, Choi Jihoon benar-benar tenggelam dalam hal itu. Hingga sejauh dimana setiap kali dia menangkap seekor ikan, tangannya gemetar karena senang.

Dia tidak bisa mengingat kapan terakhir kali dia merasakan sesuatu seperti ini.

Choi Jihoon menyukai Weed.

Sejak saat itu dia mencoba tetap berada disampingnya.

Di Benteng Odein, dia berpartisipasi dalam pertempuran bersama Weed, di dungeon Basra dia berburu dalam satu party dengan Weed. Ketika dia mendengar bahwa Weed akan berburu bersama dengan Hwaryeong, dia dengan cepat menemukan Hwaryeong dan menyuap ketua party yang diikuti Hwaryeong untuk membiarkan dia bergabung.

“Aku harus pergi. Jangan mencariku untuk sementara waktu, aku akan sangat sibuk.”

Choi Jihoon berdiri dan meninggalkan klub malam. Di jalan dia bertemu dengan udara malam yang segar.

Dia mengetahui sebuah tempat yang lebih menyenangkan daripada apapun, bahkan dari klub yang paling mahal.

Royal Road.

Tempat yang dipenuhi dengan kehidupan sedang menunggu Zephyr.

****

Bahasa dari dunia ini.

Sebuah pengulangan dari keributan yang tak berarti.

Katakan apa yang ingin kau katakan.

Tak masalah aku akan mendengarkan.

Suara dari penyanyi terdengar seperti menangis. Kadang-kadang menyakitkan, kadang-kadang manis.

Di dampingi oleh suara tenang dari piano, gadis itu menyanyi dengan ekspresi penuh penghayatan.

Isyarat tertentu dilarang.

Dialog hampir tidak ada.

Mata terhubung sederhana.

Kemudian mereka memberitahuku

Keputusasaan.

Kecemasan.

Kesedihan.

Kemarahan.

Kekecewaan.

Kasih sayang.

Cinta.

Perasaan-perasaan yang diekspresikan melalui matamu.

Kami memilih apa yang kami makan.

Makanan lezat.

Kalau begitu katakan padaku dengan matamu tempat selanjutnya yang ingin kau tuju.

Menghadaplah padaku dan tataplah mataku.

Biarkan aku membaca pikiranmu.

Sebuah dunia tanpa kesalahpahaman dan distorsi.

Dengan matamu, aku bisa memahamimu lebih baik bahkan tanpa usahamu.

Kita tidak akan pernah bisa benar-benar memahami pemikiran masing-masing.

Kau tidak bisa memahami dasar dari tindakanku, aku menerimanya.

Karena aku sendiri mungkin tidak mengetahuinya.

Apa yang kita lihat dengan mata kita sangat tidak akurat dan tidak jelas.

Aku tidak terkesan dengan kata-kata.

Tolong terangi kebahagiaan.

Sama seperti aku menatap matamu.

Bahkan hanya sebentar, jangan alihkan matamu dari wajahku.

Satu tatapan, satu hati.

Jadi terangi hatimu.

Kecuali kau memiliki kata-kata yang mendebarkan.

Dan tatapan, maka harus aku katakan.

Mata dan suara terdengar melalui telinga

Masuk dan menggali lebih dalam kedalam hatimu.

Hanya dengan kata-kata saja, kau tidak bisa menyampaikan perasaanmu.

Bicaralah padaku dengan matamu.

Aku suka menatap matamu.

Jeon Hyo Lynn sedang menyanyikan lagu debutnya “Dialogue of eyes” (percakapan mata) di Times Square.

Para penonton yang sedang mendengarkan menahan nafas mereka.

Itu tampak seperti matanya yang lembut dan penuh kasih sayang sedang bernyanyi bersama dia.

Mendengarkan lagunya yang misterius dan sangat indah, orang-orang merasa seperti mereka berada di surga. Dan didepan mereka adalah bidadari yang cantik dan cerah sedang tampil diatas panggung.

Tetapi itu bukan hanya lagunya yang membuat para penonton terpesona.

Ketika Jeong Hyo Lynn mulai bernyanyi, dia menjadi terkenal sebagai seorang penyanyi dengan suara yang cemerlang, tetapi perlahan-lahan dia mulai mendemonstrasikan bakatnya yang lain.

Lagu tersebut tidak akan sempurna tanpa tariannya. Setiap gerakannya, setiap ekspresinya membawa para penonton pada suatu kesenangan, hingga mereka menyoraki sepenuh hati untuk dia.

Jeong Hyo Lynn bergerak mengelilingi panggung dengan luwes, seolah-olah mengatakan pada semua orang bahwa dia adalah seorang peri yang dilahirkan untuk musik.

Dan seperti itulah dia dipanggil oleh semua media.

Setelah menyelesaikan pertunjukkan tur internasionalnya, sang ‘Peri panggung’ log in ke Royal Road.

҅Mulai sekarang aku akan menaikkan levelku. Dan aku pasti akan mencoba tarian baru.҆

Di Royal Road, dia memilih profesi seorang Dancer. Meskipun dia bisa menjadi seorang Bard yang hebat dengan suara yang indah seperti itu, tetapi dia lebih ingin untuk menari.

Aku mau petualangan, bukan hanya diam dan menyanyi. Aku ingin mencoba bagaimana rasanya mengalahkan monster.

Bagi orang lain, dia tampak seperti seorang peri anggun dan tak berdosa. Tetapi sebenarnya dia tumbuh sebagai kakak tertua dari 5 bersaudara dalam keluarganya. Dia sering berkelakuan menentang, seperti anak tomboy.

Tentu saja Bard bisa berburu juga. Tetapi profesi Dancer masih memberi dia lebih banyak kesempatan untuk ikut serta dalam pertempuran yang sebenarnya. Selain itu, dia bisa menari dalam gaya yang berbeda, jadi tak seorangpun akan mengenali gerakannya, tetapi dalam hal bernyanyi, hal itu akan mustahil.

Oleh karena itu, dia menjadi seorang Dancer dan memulai petualangannya di Royal Road.

Beruntungnya, tak seorangpun mengenali dia. Dia berusaha untuk tidak membeberkan dirinya, dan bahkan membuat penampilan karakternya sedikit lebih jelek dari pada aslinya.

****

“Ayo kita pergi berpetualang juga?!”

“Itu benar. Kita hanya berburu disini, itu mulai membosankan.”

“Belum lagi pembangunan piramid itu.”

Zephyr, Hwaryeong, Mapan, Pale, Surka, Romuna, Irene dan Maylon telah berkumpul bersama.

Mereka memiliki segala macam profesi, beberapa dari mereka tidak terlalu populer didalam game.

Diantara mereka tidak ada Warrior atau Paladin yang terspesialisasi dalam melawan monster. Tetapi profesi mereka yang langka memungkinkan mereka menemukan cara yang berbeda untuk keluar dari situasi yang sulit.

Zephyr dengan HPnya yang tinggi, dan Surka si Monk bertanggung jawab untuk pertarungan jarak dekat. Di kasus-kasus berbahaya ketika monster menyerang dalam jumlah yang besar, Hwaryeong membuat mereka tertidur dengan sebuah tarian. Juga dia meningkatkan statistik party dengan tariannya.

Pale dan Maylon menembakkan panah mereka dari kejauhan, selain mereka, ada Romuna yang melemparkan mantra penghancur. Irene si Priestess menyediakan dukungan dan penyembuhan pada semua anggota party.

Bahkan Mapan si Merchant memiliki tugasnya sendiri. Karena profesi lanjutan, dia mendapatkan skill “Touch of Luck” (sentuhan keberuntungan), yang meningkatkan item-item yang ditinggalkan oleh para monster.

“Jadi, kemana kita akan pergi?” Pale menanyai semua orang.

Secara mengejutkan, jawabannya datang dari Irene yang dianggap paling pendiam didalam party tersebut.

“Ayo pergi ke Lake of Souls! (Danau jiwa)”

“Bukankah itu sedikit terlalu sulit untuk kita?”

Mereka mengetahui tentang tempat itu secara tak sengaja.

Ayah Pale menemukannya secara pribadi selama perjalanannya berkeliling dunia Royal Road.

“Oh, sungguh pemandangan yang hebat! Ayo periksa airnya!”

Ayah Pale memutuskan untuk menunda perjalanannya dan berenang. Di sebuah lembah yang spektakuler dengan sebuah sungai seperti itu, orang Korea sejati tidak akan pernah melewatkan kesempatan untuk setidaknya melepaskan sepatu dan mencelupkan kakinya kedalam air.

Dan kemudian, sambil berenang, dia melihat sebuah jalan, mengarah ke sebuah danau. Dan tentu saja dia memberitahu Pale tentang hal itu setelah kembali.

Meskipun pada saat itu rata-rata level dari party Pale adalah 130, dan mengingat area itu, dimana ayahnya berenang dihuni oleh monster-monster berbahaya, mereka harus buru-buru mundur setelah pertarungan pertama, meninggalkan beberapa orang yang malang dibelakang.

Oleh karena itu, mereka masih tidak tahu quest, harta dan bahaya macam apa yang menunggu mereka di danau itu.

“Kita akan baik-baik saja. Kita jauh lebih kuat sekarang.”

“Yah, itu mungkin benar…”

“Ayo kita coba!”

Mengharapkan pengalaman baru, mereka memutuskan untuk pergi ke danau tersebut. Setelah mempelajari dari Weed untuk selalu menyiapkan dengan baik pada segala kemungkinan kesulitan, mereka membeli persediaan makanan, tanaman obat, memeriksa equipment mereka dan berangkat.

****

Lee Hye Yeon tidak bisa mempercayainya.

Sebuah pemberitahuan dari Universitas Korea telah tiba, itu menyatakan bahwa Lee Hyun telah lulus tahap pertama. Tentu saja, itu hanya tahap pertama, ada sebuah wawancara menunggu dia, tetapi setengah jalan telah dilewati.

“Oh, ini sungguh hebat!”

Dia menatap pemberitahuan itu dengan senang.

Dia bisa mendapatkan biaya kuliahnya sendiri dengan pekerjaan paruh waktu dan beasiswa. Tetapi bagaimana dengan kakaknya…

Lee Hye Yeon takut untuk membicarakannya dengan kakaknya. Dia hendak melakukannya berkali-kali, tetapi tidak bisa mengumpulkan keberanian. Bagaimana kalau kakaknya akan mengatakan bahwa itu akan membuang-buang uang dan tidak mau pergi ke wawancara itu? Dalam kasus kakaknya, hal itu sangatlah mungkin…

sumber : http://sekkinokyou.id/

Translator / Creator: alknight