November 16, 2016

The Legendary Moonlight Sculptor – Volume 5 – Chapter 6: Sculpture Transformation

 

Weed berjalan pelan-pelan di desa.

Setelah dia berhasil meyelesaikan quest, para penduduk berhenti mengabaikan dia.

“Kami menghormati petarung kuat. Kau membutuhkan banyak kekuatan untuk melindungi teman dan keluarga.”

“Mereka bilang kau membunuh 5 semut raksasa? Luar biasa! Aku punya sesuatu untuk dilakukan, akankah kau membantuku saat kau punya waktu luang?”

Weed mendapatkan quest-quest kecil dari penduduk dan pada saat yang sama mengetahui lebih banyak tentang situasi didesa. Contohnya, Village of Exiles tidak punya toko, dan penduduk saling membarter barang-barang satu sama lain.

Hmmm, aku tidak bisa melakukan banyak perdagangan disekitar sini.

Sambil menjelajahi desa, Weed melihat seorang anak laki-laki yang menangis. Untuk beberapa alasan, dia segera berpikir bahwa itu adalah Moss yang disebutkan oleh Kokun. Terutama karena disana tidak banyak anak kecil di desa itu.

“Apa yang terjadi?”

Weed mendekati dia dan menanyai anak itu, tetapi anak itu menggelengkan kepalanya. “Kau adalah orang asing. Orang asing tidak perlu mengetahuinya.”

“…”

Itu adalah sebuah tanggapan yang sangat dingin. Namun, Weed bisa menahan diri. Ketika kau ditolak sesuatu, itu hanya membuatmu semakin menginginkannya!

“Banyak monster tinggal disekitar desa ini. Aku mendengar bahkan ada monster yang bisa berubah bentuk, mungkinkah kau terluka oleh salah satu dari mereka?”

Setelah mendengar tentang monster tersebut, anak laki-laki iitu segera mengangkat kepalanya. Air mata diwajahnya telah kering dan matanya bersinar penuh kebencian.

“Pernahkah kau memburu monster yang berubah bentuk sebelumnya?”

“Tentu saja. Aku memburu banyak monster.”

“Kalau begitu bantu kami. Monster-monster itu… Monster-monster sialan itu menculik adik

perempuanku.”

Weed merasa bahwa pasti ada quest yang berhubungan dengan percakapan ini.

“Katakan padaku lebih banyak tentang apa yang terjadi.”

“Sebenarnya…”

Anak laki-laki itu menceritakan dengan jelas tentang masalahnya. Monster-monster yang menyerang desa melihat adiknya, Amy. Doppelganger yang memimpin mereka jatuh cinta pada pandangan pertama dengan dia.

“Aku suka kamu manusia! Aku akan memberimu makan sebanyak yang kamu mau jika kamu ikut bersamaku!”

Pemimpin dari Doppelganger mengajak Amy ke sarangnya tetapi Amy bersikeras menolak. Dia tidak mau meninggalkan kakaknya, Moss.

Kemudian Doppelganger berbalik kearah kakaknya, meniru wajah dan tubuhnya, menjadi tiruan yang sempurna.

“Bagaimana jika begini? Maukah kau ikut bersamaku sekarang?”

“Untuk hidup dengan monster, yang bentuk aslinya sudah lama dilupakan? Aku lebih baik menggigit lidahku dan mati!”

Amy mengancam untuk mengakhiri hidupnya dan si Doppelganger dengan enggan mundur.

Dia sangat menyukai Amy. Dan di Lands of Despair, para monster biasanya mendapatkan apa yang mereka inginkan.

“Baiklah, manusia. Aku bisa menunggu. Aku akan memberimu waktu 3 tahun, setelah itu aku akan membawamu bersamaku! Dan jika kau menolak, maka aku akan membunuh semua orang di desa ini.”

Waktu yang diberikan oleh si Doppelganger sudah berjalan 3 bulan.

Moss memohon sambil menangis.

“Tolong jangan biarkan mereka mengambil adikku. Aku tak punya apa-apa untuk diberikan padamu, tetapi tolong bantu aku. Para Doppelganger itu tinggal di hutan di utara.”

*Ding*

Doppelganger mendambakan sang bunga desa.

Monster menganggap manusia sebagai objek. Pemimpin Doppelganger menyukai si gadis Amy.

Bunuh dia sehingga Amy tidak dibawa pergi!

Tingkat kesulitan : C

Hadiah :

Tak diketahui

Persyaratan :

Moss dan Amy harus selamat.

Itu artinya aku harus melawan Doppelganger yang bisa berubah bentuk dengan segera.

Biasanya Weed akan menolak quest ini begitu saja. Hadiahnya tak diketahui dan Doppelganger adalah lawan yang sangat tidak menyenangkan. Mereka menggunakan sihir dan sering kali melakukan sesuatu yang benar-benar tak terduga.

Namun, air mata anak laki-laki itu mengingatkan Weed tentang masa lalunya.

Ketika orang tuanya meninggal, dia hanya tinggal bersama neneknya dan adik perempuannya. Itu tampak seperti dunia akan berakhir saat itu. Dia tak punya siapa-siapa untuk diandalkan. Dia menginginkan dukungan tetapi tak ada yang menyediakannya.

Itu sebabnya dia memahami perasaan Moss dengan sangat baik. Jika dia meminta pertolongan pada seseorang lalu ditolak, hidupnya akan benar-benar hancur.

Weed mengangguk dan membalas:

“Aku pasti akan melindungi Amy.”

Kamu telah menerima quest!

“Terima kasih, orang asing!”

Moss tersenyum untuk pertama kalinya sejak mereka bertemu.

****

Weed meninggalkan desa dan menuju ke tempat persembunyian.

Dari kerajaan mereka yang damai, para prajurit pemberani dari Rosenheim masuk ke tengah-tengah Lands of Despair.

Dan dalam pertempuran pertama mereka, mereka harus melawan Semut Raksasa! Untuk bertahan hidup, mereka harus mengeluarkan segala yang mereka punya. Mereka menang dalam pertarungan itu, mempertahankan nyawa mereka dan sebagai hadiah, mereka semua mendapatkan 23 level.

Keyakinan para prajurit terhadap Weed sangat kuat.

“Komandan! Kemana kita akan pergi sekarang?”

“Orang-orang tak berdosa dari desa terdekat telah diganggu oleh Doppelganger, dia mengancam mereka dan ingin mengambil seorang gadis cantik bernama Amy dari kakaknya Moss.”

“Kita harus menghentikan mereka.” jawab Hosram dengan suara yang tegas.

Para Royal Knight juga tersentuh oleh cerita itu.

“Itu adalah tugas ksatria untuk melindungi yang lemah, kami akan mengikutimu.”

“Aku tidak bisa mentoleransi bahwa seorang gadis muda menderita karena monster jahat.”

“Tolong bawa kami bersamamu, kami pasti akan menghentikan Doppelganger.”

Pasukan kecil itu berjalan menuju hutan utara, dimana para Doppelganger tinggal. Cahaya matahari tidak bisa menembus pepohonan untuk mengusir kegelapan dibawahnya. Banyak monster berbahaya menghuni hutan ini dan kadang-kadang suara menakutkan bisa terdengar.

“Bumi telah ternoda.”

“Hutan telah dikutuk.”

Peringatan para Priest tidak menghentikan Weed.

“Summon Death Knight.”

Death Knight Van Hawk tetap didepan pasukan itu.

“Oh, tempat yang familiar.”

Si Death Knight berjalan dengan gagah.

Dan segera setelah itu mereka menemukan Doppelganger. Mereka bisa mengatakan bahwa itu adalah Doppelganger karena dia punya penampilan yang sama dengan Moss. Weed dan para prajurit langsung menyerang si Doppelganger.

Selama pertarungan, si Doppelganger mengubah bentuknya beberapa kali. Dengan mengganti-ganti skill yang digunakan melawan para prajurit, Royal Knight dan Van Hawk, si Doppelganger bisa bertahan. Berbagai skill yang digunakan sudah cukup untuk menyebabkan kebingungan, tetapi berkat kombinasi dari Weed dan si Death Knight serta dengan healing magic dari para Priest, para prajurit bisa menang.

Weed dan para prajurit dengan semangat menerima semua quest yang ada.

Segala macam monster muncul disekitar Village of Exiles. Semut Raksasa, Doppelganger dan yang lainnya, biasanya menemukan monster-monster pertama kali adalah bagian yang paling sulit. Misi-misi tersebut meminta mereka untuk membunuh tanaman aneh, hewan dan monster api didalam gua.

“Komandan, kami akan melayani dibawahmu!”

“Komandan, kami akan mengikutimu kemanapun!”

Weed berhasil menarik hati para prajurit! Dalam kenyataannya, kekuatan para prajurit tidak banyak membantu awalnya. Alasannya adalah karena mereka terlalu lemah. Namun, sambil berburu monster yang kuat satu per satu, mereka menjadi lebih kuat dengan kecepatan yang sangat cepat. Kemampuan dari para Royal Knight meningkat dan pergerakan pengepungan bersama dengan para Priest berjalan dengan mulus.

Moral pasukan berubah secara drastis. Awalnya, para prajurit tidak percaya pada Weed dan tidak menyediakan banyak bantuan karena mereka lemah. Tetapi seiring berjalannya waktu dan semakin banyak mereka berburu, semakin kuat mereka jadinya. Weed yang berperan sebagai pusat pasukan sedang berkeringat karena sengatan sinar matahari. Yang memburu banyak monster disekitar dan menyapu bersih semua quest adalah Weed!

Ada banyak saat-saat yang membahayakan, tetapi Weed berhasil menyelesaikan quest dan melanjutkan ke yang berikutnya. Dan kemudian exp naik dengan sangat cepat. Ketika berburu hanya satu monster, sejumlah exp dan item akan dijatuhkan. Tetapi ketika kau menerima sebuah quest berburu, selain ketika kau mengalahkan monster tersebut, hadiah exp quest itu sangat besar. Exp yang mereka terima hampir 3 kali lipat dari yang akan mereka terima di Kerajaan Rosenheim.

Kurasa karena itu agak berbahaya.

Namun, kekurangan dari quest-quest itu adalah rendahnya kualitas barang-barang yang diterima.

Di area dengan teknologi yang rendah, semua item yang dihasilkan sangat rendah kualitasnya. Itu sebabnya ketika Weed menerima senjata sebagai hadiah, dia memberikannya pada Royal Knight atau prajurit.

“Terima kasih Komandan.”

“Aku pasti akan menggunakannya dengan baik.”

Setiap kali Weed memberikan beberapa item, dia menangis dalam hatinya. Itu sangat sulit untuk mengambil kembali item yang kau berikan pada NPC tanpa mengurangi kedekatanmu.

Tak bisa dihindari, tetapi…

Setelah berburu di Lands of Despair dia mencapai level 279. Bahkan level para prajurit naik secara drastis, para Royal Knights dan para Priest juga cukup kuat. Namun, dengan Orc dan Dark Elf sebagai lawan, mereka masih jauh dari cukup.

****

Orc!

Kata Orc segera membawa beberapa gambaran ke dalam pikiran. Ras serakah dan ganas. Dengan obsesi yang kuat, mereka adalah lawan yang tangguh. Berkembang dengan cepat seperti kecoa dan ahli dalam bertarung. Para Orc setidaknya berjumlah ribuan, bahkan mungkin puluhan ribu.

“Urgh!”

Kembali kedalam gua, Weed mengerang tak berdaya. Perburuan disekitar desa berjalan dengan baik, tetapi bagaimana dia bisa mengalahkan pasukan Orc, Dark Elf dan Necromancer?

Bawahannya hanya 4 Centurion, 400 prajurit dan 10 Royal Knight. Tentu saja dia punya 50 Priest, tetapi kekuatan mereka hanya berguna ketika mendukung pasukan dari belakang.

Setelah sejumlah perburuan, kegunaan dari para Royal Knight bisa dianggap mirip dengan Paladin Order of Freya sampai batas tertentu. Maju ke Pegunungan Yuroki dengan kekuatan sejumlah ini, mereka dipastikan akan mati. Mereka akan mati ditangan para Orc bahkan sebelum bertemu dengan Necromancer.

Musuh ada di segala sisi.

Orc dan Necromancer sudah pasti adalah musuh!

Tetapi Dark Elf bersekutu dengan Necromancer.

Weed sedang berpikir keras. Biasanya dia sangat tajam dan mengetahui dengan baik kapan untuk memuji atau tetap diam untuk mendapatkan lebih banyak uang, tetapi sekarang dia sedang berjuang untuk menemukan solusi pada situasi ini.

Musuh sangat kuat tapi mereka tidak benar-benar dekat satu sama lain.

Akhirnya dalam kepala Weed, sebuah kalimat muncul dari buku fiksi yang dia baca disuatu waktu yang tak diketahui saat masih kecil.

Musuh dari musuhku adalah temanku!

Saat dia teringat kalimat itu, rasanya seperti kabut dalam pikirannya mulai bersih. Seperti sinar cahaya yang terang telah muncul dalam kegelapan tanpa harapan.

Weed tidak terlalu suka pada novel-novel yang rumit. Semakin rumit buku tersebut semakin parah sakit kepalanya setelah membacanya. Oleh karena itu dia menyukai cerita yang sederhana, jelas dan menyenangkan, yang sering dia baca. Fantasi, petualangan dan komik!

Buku tidak pernah berbohong.

Ide selanjutnya yang datang ke kepalanya, seperti yang dia temui dalam komik beberapa kali. Dan jika dia mengabungkannya dengan Sculpture Mastery miliknya, itu bisa menjadi sesuatu yang menarik.

Tidak akan salah untuk mencobanya.

Weed meninggalkan gua itu dan mulai mencari sebuah batu besar. Ada sangat banyak batu disekitar, tetapi dia membutuhkan satu batu dengan ukuran tertentu.

Bukan yang ini, aku membutuhkan batu yang lebih tinggi daripada aku.

Akhirnya dia menemukan sebuah batu yang tingginya sekitar 3 meter.

Zahab’s Sculpting Knife bergerak dengan cepat memotong batu itu.

Perlahan-lahan sebuah bentuk aneh mulai muncul dari batu tersebut. Itu bukan Seoyoon yang selalu menjadi motif karya Weed, atau objek lain. Itu adalah mahluk hidup dan bergerak. Spesies yang serakah dan menyukai perang.

Orc!

Namun, sambil bekerja pada patung itu, Weed tenggelam dalam kesulitan.

Orc sangat serakah. Tetapi maksudku, aku tidak mengerti serakah itu. Serakah pada apa? Dunia yang damai dan indah, aku tidak tahu aktivitas dan obsesi yang berlebihan dari mahluk egois dan serakah ini.

Untuk sebuah patung yang sempurna, sangat penting untuk memahami targetnya. Weed tidak tahu bagaimana caranya untuk memahami para Orc.

Sudah pasti tidak akan mudah untuk memahami Orc daripada manusia. Patung yang diciptakan memiliki bentuk seekor Orc yang sederhana. Itu adalah bentuk kasar dari kebanyakan Orc. Ketika memahat berbagai monster, dia tidak pernah mengukir Orc, jadi dia hanya bisa bergantung pada ingatan yang tersimpan dikepalanya.

Patung sederhana dan biasa. Orc yang tampak jinak dan ceroboh telah dibuat. Kemudian satu kejadian yang terjadi beberapa saat yang lalu tiba-tiba muncul. Insiden besar dimana dia harus mengeluarkan 5 gold untuk mendapatkan sebuah perisai untuk Kokun. Saat itu memang tak ada jalan lain, tetapi tetap saja.

Pada saat itu dia mengharapkan untuk menerima sebuah hadiah untuk quest itu. Tetapi ketika dia benar-benar menyelesaikan quest tersebut, yang dia dapatkan dari Kokun hanyalah sebuah cerita, beberapa kata dan sebuah pisau. Dia mengeluarkan 5 gold dan gagal untuk mendapatkan bahkan 1 copper pun. Dia tampak terjatuh kedalam penyesalan.

Uang! Uang! Uang! Uang! Uang!

Obsesi terhadap 5 gold yang hilang! Keserakahan! Obsesi! Keinginan! Dendam!

“Euaaaaaaa!”

Weed menggerakkan pisau pahatnya dengan cekatan. Patungnya menjadi penuh dengan kehidupan.

Kerutan-kerutan keegoisan dibawah matanya, mulut menganga siap untuk melahap dan hidung babi yang dipenuhi dengan keinginan. ҅sebaiknya sedikit lebih kuat, menunjukkan otot kekar, menambahkan bekas luka untuk membuat dia lebih tampak hidup!’

Patung Orc petarung yang sempurna.

Sebagai sentuhan spesial, dia membuat gigi-gigi besar dan tebal. Dan kemudian hidung berukuran besar dan tampak mengerikan, mata yang penuh dengan keegoisan, patung Orc telah lahir. Sebuah wajah yang bahkan membuat iblis menjauh, itu sulit untuk membuka matamu dan tubuh yang dipenuhi otot setidaknya dua kali lebih besar daripada Orc normal.

*Ding*

Fine Piece! Kamu telah menyelesaikan patung Monster Orc!

Seorang seniman dengan jiwa yang normal sudah pasti akan gagal untuk menciptakan sebuah patung seperti itu.

Diselesaikan dengan keahlian yang mengagumkan, tetapi itu tampak akan lebih baik untuk menempatkannya didalam penyimpanan hingga tak seorangpun dapat melihatnya.

Nilai artistik : 1

Efek Spesial :

• Menatap patung Orc tersebut akan meningkatkan regenerasi HP dan MP sebesar 5% selama sehari.

• Kecepatan pergerakan meningkat sebesar 15%.

• Intelligence turun sebesar 10 poin.

• Charm turun sebesar 200 poin.

• Strength meningkat sebesar 20 poin.

• Agility meningkat sebesar 10 poin.

• Charisma meningkat sebesar 60 poin.

• Leadership meningkat sebesar 50 poin.

• Bisa menghentikan tangisan dari anak kecil yang menangis.

• Mereka dengan keberanian rendah, hanya dengan menatap patung Orc ini akan mengalami atrophic yang parah.

Efek tidak bisa ditumpuk dengan efek patung lain.

Jumlah Fine Piece yang telah diciptakan: 6

• Exp Sculpture Mastery telah naik

• Fame naik sebesar 46 poin

• Fighting Spirit naik sebesar 1 poin

• Endurance naik sebesar 3 poin

• Charisma naik sebesar 3 poin

• Endurance naik sebesar 5 poin

Patung Orc telah selesai. Nilai artistik yang rendah sedikit mengganggu dia, tetapi Weed menganggapnya beruntung karena patung itu bukan sebuah karya gagal. Meskipun dia yang menciptakannya, dia ketakutan bahwa Orc yang menakutkan seperti itu akan muncul dalam mimpinya.

Menatap kepala patung itu, meskipun tak punya alasan yang jelas, dia ingin menghancurkannya! Dia ingin menghancurkannya dengan Sculptural Destruction secara langsung!

Tapi aku bersusah payah membuatnya, jadi patung ini seperti anakku…

Hati Weed terpikat. Namun, bahkan dengan kasih sayang, dia harus beradaptasi sebanyak mungkin pada patung sialan itu.

Bukannya menggunakan Sculptural Destruction, Weed menggunakan skill yang lain. Penggunaan pertama dari skill sculpture milik Darone! Secret Art!

“Sculptural Shapeshifting!”

Kamu telah menggunakan Sculptural Shapeshifting.

Skill sculpture yang menggunakan kasih sayang tak terbatas untuk membuat si Sculptor menyerupai patungnya.

Penampilan Weed secara bertahap berubah.

Tingginya meningkat dan otot-otot kekar tercipta. Rambutnya tumbuh menutupi seluruh tubuhnya, dan kemudian setelah sesaat, penampilannya berubah sepenuhnya menjadi Orc. Bahkan punggung tangannya dan bagian dalam kakinya benar-benar Orc. Tingginya terus menerus bertambah, mengubah tingkat ketinggian pandangannya. Ketebalan dari anggota tubuhnya berbeda dan dia mendapatkan perut yang gendut.

“Berhasil? Chwiik!”

Sampai sekarang dia bisa berbicara normal. Tetapi sekarang sifat khusus dari para Orc, suara “chwiik” muncul.

“Ini, chwiik. Aneh. Chwichichichiik!”

Weed mencoba untuk menutup mulutnya tetapi giginya terlalu besar untuk menutupnya.

Tipe tubuh telah berubah, banyak equipment yang sedang dipakai tidak bisa digunakan.

Setelah berubah menjadi normal, kamu akan bisa memakainya lagi.

Seluruh tubuh bisa memakai armor besi atau pakaian berat.

Bergantung pada tipe spesies, equipment baru harus didapatkan.

Karena skill Sculptural Shapeshifting, Strength dan Agility sedikit meningkat.

Intelligence dan Wisdom akan jatuh ke tingkat terendah.

Statistik Art berkurang setengah.

Charisma meningkat secara drastis.

Efek ini akan tetap berlaku sampai Sculptural Shapeshifting dilepaskan.

Dia mengkonfirmasi melalui jendela karakter. Strength, Agility dan Vitality meningkat, sementara itu statistik yang lain berkurang sedikit. Pengurangan terbesar terutama pada Art dan Wisdom. Selain itu, dengan pengecualian pedang dan jubahnya, semua armor dan sarung tangannya tidak bisa dipakai.

“Dalam keadaan bertransformasi, Choeik! Aku tidak bisa menggunakannya? Chwiiii!”

Ras itu sendiri sangat berbeda jadi apa boleh buat. Berjalan dengan susah payah. Weed dengan langkah kakinya yang tak familiar mendaki Pegunungan Yuroki yang dipenuhi Orc. Dia berjalan dengan langkah kaki seperti seekor bebek yang bergoyang-goyang, dengan tinggi badannya yang besar, dia dengan segera bisa mendaki pegunungan itu.

sumber : http://sekkinokyou.id/

Translator / Creator: alknight