November 16, 2016

The Legendary Moonlight Sculptor – Volume 5 – Chapter 5: Village of Exiles

 

Seperti biasanya, hari ini Lee Hyun bangun lebih awal dan dilanjutkan dengan melakukan tugas-tugasnya yang biasanya.

Pertama dia mengunjungi website Dark Gamer Union dan mulai membaca pesan terbaru.

Seperti yang dikatakan Choi Junghoon, website itu punya banyak informasi tentang quest-quest,dungeon, skill kerajinan atau bahkan rute perdagangan. Dan tentu saja, karena itu adalah sebuah website untuk para Dark Gamer, kebanyakan informasi adalah tentang item.

Lee Hyun punya akses tingkat ‘C’ dan bisa melihat melihat catatan sesuai dengan ranking tersebut.

“Tak ada yang bagus hari ini juga.”

Dia sedang mencari informasi yang berhubungan dengan item-item unik! Dan meskipun Lee Hyun memiliki akses tingkat ‘C’, kadang-kadang dia tidak bisa mengakses beberapa informasi yang sedikit menarik. Biasanya informasi-informasi itu disumbangkan oleh player lain dengan tingkat akses yang sama, mereka mengatakan tentang petualangan mereka, quest-quest rahasia dan hadiahnya. Pesan seperti itu dengan cepat menjadi populer dan dipindahkan dipindahkan ke bagian yang tidak bisa dia akses.

Lee Hyun mencoba mendapatkannya sebelum hal itu terjadi.

Sekitar 34 pesan seperti itu yang muncul dalam sehari di website itu. Dan jika kau melihatnya dengan hati-hati, kau bisa membacanya sebelum dipindahkan.

Namun hari ini dia hanya menyia-nyiakan waktunya lagi.

Terserahlah. Lagian, aku hampir kehabisan poin.

Dari akun yang digunakan oleh Lee Hyun, setiap hari beberapa poin berkurang. Hal itu terjadi setiap kali dia membaca sebuah pesan. Dengan cara itu Dark Gamer Union memaksa para anggota memposting pesan yang berguna untuk mendapatkan poin yang digunakan untuk melihat informasi lain.

Hyun bangkit dari kursi dan turun ke aula. Disana dia memakai jaket, mengambil keranjang dan keluar rumah.

Setiap pagi setelah berolahraga dan menjelajahi berita di internet, dia pergi ke pasar untuk membeli beberapa makanan murah.

“Selamat pagi.”

“Oh, pria muda, kau pagi sekali hari ini. Aku punya beberapa ikan pedang yang segar hari ini. Aku akan menjualnya padamu dengan murah.”

“Terima kasih.”

Hyun datang ke pasar setiap hari, jadi itu wajar kalau semua penjual mengenal dia dengan sangat baik.

Bajingan yang suka pilih-pilih.

Pria serakah sialan.

Bahkan ketika membeli seekor ikan, Hyun sangat menuntut. Dia selalu bertanya dimana ikan itu ditangkap, memeriksa seberapa segarnya ikan itu, memeriksa mata dan mulutnya. Dia mengetahui setiap hal kecil, bahkan tahu bagaimana mata kail dilepas.

Penjual di pasar terbiasa dengan pelanggan yang tak memiliki pengetahuan tentang kesegaran ikan.

Namun Lee Hyun sangat waspada pada masalah ini dan tidak pernah ragu-ragu mengenai harga. Dia mengetahui semua harga dengan sangat baik dan mencoba menjual sesuatu pada dia dengan harga yang lebih dari harga aslinya adalah kesalahan yang terbesar!

Hyun juga tidak pernah mencari makanan murah. Setiap pagi dia memasak untuk adiknya jadi dia hanya membeli yang terbaik dari yang terbaik.

Reputasi yang buruk semacam itu memungkinkan dia untuk membeli makanan terbaik dengan harga yang masuk akal tanpa harus menawar.

Menggunakan bahan-bahan terbaik yang dia beli dari pasar, dia membuat ikan pedang rebus dengan kecap untuk adiknya.

“Terima kasih kakak. Semuanya sangat lezat seperti biasanya. Aku berangkat ke sekolah!”

“Oke, hati-hati dijalan.”

Setelah adiknya berangkat sekolah, saatnya Hyun mencurahkan waktunya untuk dirinya sendiri.

****

Lee Hye Yeon dengan semangat mempersiapkan ujian masuk universitas Korea dan mengumpulkan semua informasi yang tersedia. Dia terkejut mengetahui dari website universitas tersebut, bahwa disana ada banyak cara untuk bisa diterima. Tetapi ada satu yang menarik perhatiannya, penerimaan untuk gamer profesional.

Video game telah menjadi bagian yang penting dari kehidupan dan budaya kita, jumlah orang yang bermain game terus bertambah.

Setelah virtual reality datang ke kehidupan kita dan Royal Road yang revolusioner telah muncul, universitas kami membuka sebuah fakultas yang dicurahkan pada video game. Disana kita mempelajari seluruh sejarah dari industri video game, dari awal hingga virtual reality.

Syarat untuk diterima:

Catatan penghargaan yang terkait dengan video game. Ijazah sekolah. Setelah informasi yang diberikan diperiksa, kamu akan di wawancarai oleh salah satu profesor yang akan memeriksa pengetahuan pelamar dan membuat keputusan akhir.

Virtual reality memberi orang-orang kesempatan untuk mewujudkan impian mereka.

Tak ada orang dengan kecacatan dan semua orang bisa menikmati petualangan mereka secara penuh.

Setelah Royal Road dirilis, jumlah agen perjalanan dan jumlah fasilitas yang berhubungan dengan turis dan transportasi telah menurun. Tetapi menggantikan tempat mereka, fasilitas-fasilitas yang berhubungan dengan video game muncul.

Lee Hye Yeon mengetahui apa tepatnya yang telah membantu keluarga mereka keluar dari kemiskinan.

Uang dari penjualan karakter game milik kakaknya.

“Kakak tidak punya penghargaan apapun, tetapi dia punya catatan tentang penjualan karakternya, mungkin itu akan diterima?”

Meskipun catatan penjualan bukanlah semacam penghargaan gaming, mereka masih tergolong pencapaian dan bisa bertindak sebagai alasan yang bagus.

Terutama karena Hyun punya pemahaman yang besar tentang subjek tersebut. Selama setahun dari mempersiapkan untuk Royal Road, Hyun mempelajari semua hal yang tersedia pada virtual reality.

“Itu mungkin berhasil.”

Lee Hye Yeon menggunakan tabungannya untuk membeli formulir pendaftaran resmi dan mengisinya sendiri atas nama Lee Hyun!

****

Lands of Despair.

Dipeta yang dibuat oleh player, ada bagian kosong yang luas terletak di timur Kerajaan Rosenheim dan Britten Alliance.

Tak ada informasi yang bisa dipercaya tentang wilayah ini. Beberapa orang yang memiliki jiwa pemberani yang berani pergi ke wilayah ini akan mati dalam beberapa hari karena serangan yang terus menerus dari para monster.

Pada peta-peta yang dijual di toko merchant, hanya satu hal yang dikatakan tentang hal itu: Jika kau mencari keputusasaan sejati, dataran ini cocok untukmu.

Sebuah deskripsi yang sangat tepat dan lengkap untuk tempat yang berbahaya seperti itu.

Weed dan NPC yang mengikutinya muncul di sebuah gua yang luas, tersembunyi didalam salah satu tebing. Pintu masuknya disamarkan dengan cerdas oleh batu besar sehingga itu mustahil untuk menemukannya tanpa mengetahui lokasi tepatnya.

“Aauuuuuuuuuuuua…!”

Saat Weed muncul, dia disambut oleh lolongan serigala yang mengerikan.

҅Menakutkan….҆

Setelah sampai di wilayah yang tak diketahui, penting untuk selalu berhati-hati.

Bahkan NPC mengetahuinya. Tetapi Buren dan Becker tampaknya mengabaikan aturan sederhana itu.

“Jika Ketua bersama kita, kita tidak perlu khawatir tentang apapun!”

“Kami percaya padamu, Ketua!”

“Mari kita pergi melihat bagaimana semua monster itu mati dengan satu ayunan pedang!”

“…..”

Weed mendesah dan memberi perintah pada para prajurit:

“Tetap disini. Persiapkan makanan, istirahat dan berjagalah. Tunggu aku kembali.”

“Baik! Kami mengerti.”

Beruntungnya bagi Weed wilayah sekitar portal aman. Semua langkah awal direncanakan terlebih dulu, dia memberi persediaan selama satu bulan untuk pasukan kecilnya.

Weed menonton anak buahnya membuat tenda sebentar dan kemudian perlahan-lahan meninggalkan persembunyian untuk mengintai sekeliling.

Ada angin yang kuat diluar.

Setelah hampir terjatuh beberapa kali, Weed mendaki ke puncak tebing untuk mendapatkan pemandangan yang bagus.

Disekeliling adalah padang rumput yang luas, melambai-lambai tertiup angin.

Lands of Despair adalah sebuah nama yang tidak sesuai untuk pemandangan yang indah dari ombak hijau yang bergulung-gulung ini.

“Indah…”

Rumput-rumput bergerak serentak seolah-olah melakukan sebuah tarian.

Weed melihat ke sekeliling.

Di timur tebing adalah pegunungan. Tidak terlalu tinggi atau curam, tetapi sangat panjang.

“Aku yakin itu adalah yang bernama pegunungan Yuroki di peta?”

Peta benua Versailles dari penulis yang tak diketahui. Menurut peta itu, Lands of Despair hanya punya satu pegunungan, Pegunungan Yuroki.

Tempat itu dihuni oleh banyak monster raksasa!

Dipuncak pegunungan itu, Weed melihat sebuah dinding batu yang tinggi dan sebuah benteng. Dan dipusat benteng tersebut ada kuil hitam yang bisa dilihat.

҅itu…҆

Itu sulit untuk dikatakan dengan pasti pada jarak sejauh itu, tetapi itu tampaknya disana ada patung Beelzebub. Itu pasti kuil dewa kegelapan, dibangun oleh para Necromancer bawahan Barkhan Demorp.

“Chwiiik!”

Sebuah suara aneh tiba-tiba datang dari suatu tempat, Weed segera merunduk ketanah dan berusaha untuk tidak terdeteksi sebisa mungkin.

Dikejauhan seekor Orc memakai armor baja dengan sebuah ditangannya telah muncul. Suasana hati Weed meningkat setelah melihat dia.

“Yah, paling tidak ada sesuatu. Mungkin aku bisa meningkatkan level prajuritku dengan memburu para Orc sebelum menyerbu kuil dewa kegelapan. Sedikit kerja dan misi akan selesai dengan cepat.”

Dadanya mulai terisi dengan harapan dan kepercayaan diri.

“Aku tidak akan pernah mundur. Tidak akan takut pada lawan. Bahkan Orc pun aku sambut.”

Pada saat Weed mencapai level 200, dia menangkap Orc yang kelaparan. Dia tampak seperti manusia, pria besar, hijau dan jelek dengan taring dimulutnya.

“Senang bertemu denganmu, teman lama.” Weed perlahan-lahan mendekati targetnya.

Gelombang kepercayaan diri mendorong dia untuk segera membunuh monster pertama di daratan ini untuk menandakan mulainya perburuan besar dan diakhiri penyerbuan pada kuil kegelapan!

*Gemerisik*

Pepohonan dan semak-semak di kaki pegunungan mulai berguncang.

Weed yang hendak menyerang, membeku ditempat.

Pegunungan Yuroki bergerak!

Tentara Orc yang besar bergerak diantara pepohonan!

Didepan matanya gerombolan lebih dari 3.000 Orc sedang bergerak.

Dan dia bahkan tidak tahu apakah itu adalah seluruh pasukan. Dan mungkin dia tidak akan pernah tahu.

“…..”

Weed menyarungkan pedang dan menahan nafasnya.

Setidaknya para vampir tidak punya jumlah sebesar ini. Terlalu banyak jumlah para Orc.

Terlebih lagi, gerombolan orc itu hanya menakuti monster yang lain, bahkan monster yang lebih menakutkan juga menyingkir.

Pada akhirnya Weed harus merunduk ditanah dan menunggu sampai para orc melintas. Saat gemuruh dari gerombolan itu menghilang di kejauhan, dia berani mengangkat kepalanya.

Karena dia sudah mengamati pegunungan Yuroki, kali ini Weed menatap ke barat. Ada pemandangan hebat di area sekitar dari bukit dan dia bisa melihat sesuatu yang menarik. Sebuah tembok. Dan perkampungan manusia dibelakangnya!

Weed memastikan tidak ada monster disekitar dan menuju ke perkampungan tersebut.

Kamu adalah orang pertama yang menemukan Village of Exiles (desa pengasingan)

Hadiah :

Fame meningkat sebesar 300

Selama satu minggu hadiah dan exp dari quest desa digandakan.

Ketika Weed mendekati gerbang sebuah pesan yang hampir terlupakan muncul dihadapannya. Itu adalah pertama kalinya sejak di Dwarf’s Grave di pegunungan Baruk.

Itu artinya aku orang pertama.

Belum ada player yang bisa datang sejauh ini di Lands of Despair. Ada banyak player yang mengabaikan hidup mereka untuk menjelajahi wilayah baru, tetapi Lands of Despair terlalu luas, jadi bagian ini tetap tak ditemukan.

Pengungsi dari seluruh benua Versailles tinggal disini. Hampir semuanya adalah orang bertubuh besar dengan banyak bekas luka diseluruh tubuh mereka.

Jika Weed tidak mengetahui asal-usul mereka sebelumnya, dia akan menyangka bahwa mereka adalah Barbarian.

Dibelakang tembok desa dia terkejut menemukan sekitar 300 rumah yang dibangun dengan buru-buru.

“Ada orang asing.”

“Pertama kalinya melihat dia.”

Semua penduduk menghindari orang asing yang tak dikenal. Tetapi hal itu tidak menghentikan Weed.

“Halo semuanya.”

“Tampaknya kau tak tahu apa-apa tentang desa kami, orang asing. Kami tinggal di tempat yang sangat berbahaya, kami tidak bisa membuang-buang waktu dengan basa-basi, terutama dengan orang luar sepertimu.”

“Senang bertemu denganmu.”

“Aku tidak percaya orang asing.”

Weed mencoba memulai percakapan lagi dan lagi, tetapi para penduduk pergi begitu saja sambil mengabaikan dia atau bahkan menunjukkan rasa permusuhan.

“Kami tidak melupakan siapa yang mengusir nenek moyang kami. Untuk apa kau datang kesini?”

Tak seorangpun di desa itu yang menerima dia.

Mungkin desa ini sepenuhnya terpisah dari tempat lain di benua ini dan Fame milikku tak berarti apa-apa bagi mereka.

Namun itu bukanlah Weed jika dia menyerah dengan mudah.

Dia memutuskan untuk melakukan pendekatannya yang biasanya. Dia membuat api unggun di tengah-tengah desa dan mulai memanggang babi yang dia persiapkan sebelumnya.

“Cicipilah daging ini, ini begitu lezat hingga kalian tidak akan bisa berhenti. Ini gratis, jadi makanlah sebanyak yang kalian mau! Juga aku bisa mengukir patung yang indah dari binatang apapun untuk kalian.”

Weed menargetkan pada salah satu naluri dasar, rasa lapar! Siapa yang bisa mengabaikan makanan yang lezat seperti itu, terutama karena itu gratis?

Tetapi para penduduk masih mengabaikan upayanya dan beberapa orang bahkan menjadi marah.

“Apa kau bermain-main dengan kami?”

“Kami bisa masak sendiri.”

“Bahkan setelah kelaparan selama 10 hari, seorang prajurit tidak akan kehilangan harga dirinya, tampaknya orang luar tidak memahami hal sederhana semacam itu.”

“Ahahahaha, patung… Siapa yang membutuhkannya?”

Semua penghuni Village of Exiles adalah para prajurit hebat.

Meskipun Weed berusaha semampunya, tak seorangpun mendekati dia. Beberapa dari mereka yang berhenti didekatnya hanya menatap dari kejauhan, berbicara dan menertawai dia.

Dan Weed melanjutkan memanggang babi itu meskipun dihina dan diancam.

Belum pernah sebelumnya skill memasak dan memahat gagal. Semua orang yang mencicipi masakannya akan benar-benar suka dengan masakan itu. Dan patung-patung juga sering membawa hasil yang bagus.

Dulu dia mengukir sebuah karangan bunga yang indah untuk seorang player bernama Volk, yang akan melamar seorang gadis yang dia cintai. Sculpting Mastery selalu membawa keuntungan yang tak terduga.

Mereka pasti tak punya rasa seni… Biadab.

Sikap penduduk tidak membuat Weed sedih sama sekali.

Ini bukan pertama kalinya aku diabaikan. Aku sudah terbiasa…

Dia ingat dengan baik saat dia bekerja di sebuah pabrik ketika dia masih kecil.

Ketika Hyun berusia 14 tahun, dia sudah bekerja fulltime melepas jahitan di sebuah ruangan berdebu dan sesak. Itu adalah pekerjaan yang sulit dan monoton dan dia hanya diijinkan untuk pergi saat makan siang. Hyun sangat cemburu pada para siswa yang ceria yang melewati dia ketika dia istirahat makan.

Pada saat itu dia adalah orang asing bagi semua orang. Namun hal itu tidak membuat dia patah hati, tetapi malah memperkuat dia dan membuat dia tumbuh meskipun dalam kondisi seperti itu.

Weed selesai memanggang daging tersebut, dan setelah tak mendapatkan tanggapan, dia membereskan semuanya kedalam tasnya dan melanjutkan berjalan menyusuri desa, mencoba untuk memulai percakapan. Dia yakin bahwa diantara semua NPC pasti ada setidaknya satu yang akan berbicara pada dia.

Dan dia tidak salah. Satu pria muda, yang berjongkok ditanah dan menatap sebuah perisai yang tergeletak disampingnya, menatap Weed dan berkata:

“Oh, orang asing! Jika kau berhasil sampai disini, kau pasti cukup kuat.”

“Dimana?”

“Hah, kau bahkan tidak tahu dimana kau berada?”

“Berkat peta aku punya pemikiran umum tentang lokasiku, tetapi aku tidak tahu apa-apa tentang tempat ini.” Weed membalas dengan jujur.

“Yah, kami juga tidak tahu apa-apa tentangmu. Desa ini muncul disini di masa-masa kekacauan. Pernah mendengar sesuatu tentang hal itu?”

“Ya, tapi tidak banyak.”

“Waktu itu ketika semua orang menjadi gila dan penjarahan merajalela. Leluhur kami datang ke daratan ini dan bertarung demi hidup mereka. Sejujurnya mereka mau bertarung, tetapi mereka tidak punya senjata. Mereka diusir kesini tanpa perlengkapan apapun…”

Pemandangan masa lalu mulai muncul didepan mata Weed.

Banyak prajurit dengan tombak dan pedang mengusir orang-orang miskin yang kelaparan ke daratan yang jauh. Tempat yang dipenuhi dengan banyak monster berbahaya. Ada ratusan ribu orang. Tanah bersimbah darah, duka cita dan kesedihan.

“Banyaknya jumlah orang yang dibantai disini, membuat jumlahnya berkurang dengan cepat. Hanya yang kuat yang bertahan. Ahem! Aku ingin menceritakan lebih banyak padamu, tetapi aku sibuk saat ini.”

“Sibuk? Dengan apa?”

“Kau mungkin telah menyadari perisai ini. Sayangnya itu sudah rusak dan aku membutuhkan pengganti sesegera mungkin. Bisakah aku minta tolong padamu?”

“Ya, aku akan membantu sebisaku.”

“Bagus. Kau harus membawa perisai ini ke orang tertentu dan mengambil yang baru dari dia. Dia menjalankan bengkel pandai besi yang besar didesa ini.”

*Ding*

Quest baru : Shield for Kokun (perisai untuk Kokun)

Meskipun dengan semua upaya, hunter Kokun gagal memperbaiki perisainya. Jika perisai itu

hancur selama pertarungan, dia akan berada dalam masalah. Kamu harus membawanya ke Lucille, temannya untuk menukarkan dengan perisai yang baru.

Tingkat Kesulitan : E

Pembatasan :

Jika kamu meninggalkan desa membawa perisai itu, Kokun akan marah.

“Aku akan membawakan perisai baru untukmu.”

 

Kamu menerima quest.

Weed yakin bahwa sebelum melakukan sebuah quest, itu sangat penting untuk mengumpulkan semua informasi yang tersedia. Perisai yang dia dapatkan sangat berat dan kuat.

“Sekarang, haruskah? Identifikasi!”

Perisai itu retak dan kotor, jadi itu sulit untuk menentukan nilainya dari penampilannya saja. Weed menuju ke blacksmith sambil melihat jendela informasi perisai itu.

Lucille’s Shield

Ketahanan : 12/50

Defence : 16

Perisai sederhanya terbuat dari logam tingkat rendah. Perisai itu dilapisi baja pada bagian luar, tetapi sangat rapuh di bagian dalam. Lemah terhadap senjata tumpul. Seharusnya diganti sejak awal.

Persyaratan :

Tidak ada

Efek :

50% kesempatan untuk bertahan terhadap proyektil

Desa ini tidak terlalu besar jadi tidak terlalu sulit untuk menemukan blacksmith. Namun itu tidak tampak seperti yang digambarkan Kokun. Sebuah tungku kecil dengan sebuah landasan di ruangan yang kecil dengan beberapa pedang dan beberapa senjata lain menggantung di dinding adalah semua yang bisa dilihat Weed. Satu-satunya yang besar disini adalah Lucille si pandai besi yang berkumis dan berotot.

“Aku melihatmu untuk yang pertama kalinya, orang asing.”

“Aku datang kesinii karena permintaan Kokun.”

Hubungan Weed dengan penduduk desa tidak cukup bagus, jadi dia memutuskan untuk mengambil inisiatif. Namun semua kekhawatirannya tak diperlukan.

“Oh, masuklah. Ada aroma logam yang akrab disekitarmu. Aku suka api, itu sebabnya aku menjadi seorang pandai besi. Kenapa kau menguasai kerajinan ini?”

Weed segera mempertimbangkan jawabannya. Kadang-kadang sebuah pertanyaan yang sekilas tampak tak penting bisa menentukan hubunganmu dengan para NPC.

“Aku suka melelehkan logam dingin dan memberinya bentuk yang baru.”

“Jawaban yang bagus. Jadi, apa yang membawamu kemari?”

Weed menyerahkan perisai tersebut.

“Dia meminta perisai yang baru.”

“Ini! Si idiot Kokun menghancurkan perisainya lagi. Aku memperingatkan dia berkali-kali untuk hati-hati…

Ahem! Aku tidak bisa melakukannya secara gratis. Aku akan memberi perisai yang baru seharga 5 gold. Si Kokun yang tak berguna itu tidak punya uang sebanyak itu, jadi kau harus membayarkan untuk dia.”

“Erm…”

Weed hampir mengatakan sesuatu yang kasar, karena dia merasa ditipu, tetapi dia menahan dirinya disaat-saat terakhir. Itu adalah hal bodoh untuk menyerah pada quest pertama setelah pencarian yang panjang. Dia meyakinkan dirinya bahwa ini hanyalah investasi di masa depan.

Hmm, aku tidak pernah ditipu seperti ini sejak bertemu si sage Rodrigues.

Weed menyerahkan gold itu kepada Lucille yang tersenyum.

“Terima kasih. Aku kebetulan punya perisai cadangan untuk dia. Ini dia.”

Weed mendapatkan perisainya. Quest selesai dan dia hendak pergi, tetapi Lucille menghentikan dia.

“Hei, pernahkah kau mendengar tentang asal-usul dari desa kami?”

Weed adalah orang pertama yang menemukan perkampungan ini. Mungkin itu, atau fakta tentang Weed juga adalah seorang pandai besi adalah yang membuat Lucille menceritakan cerita ini kepada dia.

“Kokun menceritakan sedikit padaku. Dia berhenti pada bagian dimana hanya sebagian kecil pengungsi yang tersisa.”

“Bagus. Kalau begitu aku akan melanjutkan. Orang-orang yang selamat terus mengelilingi daratan penuh monster untuk mencari tempat untuk menetap. Pilihan pertama mereka adalah gua besar, tetapi tak semua orang menyukai ide dari tinggal didalam kegelapan terus-menerus.

Secara bertahap, lebih dan lebih banyak orang keluar, dan pada akhirnya mereka memutuskan untuk mendirikan sebuah desa.”

“Luar biasa, mereka punya keberanian untuk membuat perkampungan di Lands of Despair!”

Weed ingin menunjukkan kekagumannya untuk keberanian mereka. Bahkan di lingkungan yang berbahaya seperti ini, jiwa pelopor manusia yang menang!

“Yah, tidak seluar biasa itu. Sejujurnya, pada saat itu masih ada banyak orang yang selamat. Tetapi mereka punya ketidaksetujuan. Mereka terbagi menjadi 2 kelompok: satu, yang tidak mau mengubah apapun dan yang satu lagi yang ingin meninggalkan gua. Yang terakhir adalah yang membangun desa kami dan kemudian membangun dinding disekelilingnya. Sayangnya, 99 dari 100 mati dalam proses pembangunannya.”

“….”

Itu adalah sebuah cerita untuk sebuah film horor. Tanah yang tak diketahui, penuh bahaya dan sekelompok orang-orang

tanpa pertahanan…

“Ya, begitulah yang terjadi. Melalui percobaan dan kegagalan, hidup manusia adalah biaya untuk masing-masing hal itu, mereka yang selamat mendapatkan pengetahuan baru. Mereka mempelajari tempat-tempat mana yang harus dihindari, menemukan kebiasaan dari para monster dan predator dari tanah ini. Mereka mulai memahami lebih baik dunia disekitar mereka. Diwaktu itu kehidupan didalam desa mulai menjadi aman. Ahem, kurasa aku berbicara terlalu banyak. Aku masih punya banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Ambil, ini adalah hadiah dariku untukmu.”

Kamu mendapatkan peta dataran.

Ini adalah peta dari Lands of Despair.

Peta ini menampilkan lokasi kastil, desa, sarang monster dan tempat-tempat terkutuk.

Lucille tiba-tiba memberi Weed sebuah item yang sangat berharga. Peta Lands of Despair dan segala sesuatu ada didalamnya! Dengan daratan yang ditandai secara kasar dan habitat utama dari beberapa jenis monster.

Meskipun peta itu digambar dengan sangat buruk, seperti digambar oleh anak kecil yang sedang belajar menulis.

“Terima kasih banyak.”

“Sama-sama.

Cobalah untuk mengunjungi desa lebih sering. Orang-orang yang tidak berburu lebih ramah terhadap orang asing. Akan bagus jika lebih banyak orang baru datang kesini.”

Weed kembali menuju ke Kokun untuk mengantarkan perisai tersebut. Si hunter sedang menunggu ditempat yang sama sambil mengasah pedangnya.

“Oh, kau kembali? Kau terlambat. Apa kau membawanya?”

Weed memberikan perisai itu pada dia.

“Terima kasih. Kau membantuku, tetapi aku tidak punya apa-apa untuk diberikan padamu. Tunggu sebentar, ini, ambillah.”

Kamu menerima 20 panah baja.

*Ding*

Quest “Shield for Kokun” selesai

Si hunter Kokun sudah kehilangan perisainya beberapa kali dalam pertempuran. Dia selalu kembali dari perburuan sambil terluka, tetapi dia tidak pernah membawa kembali apapun yang layak. Para penduduk menganggap dia seorang yang gagal.

Tak seorangpun tahu dimana dia bertarung.

Hadiah :

20 panah baja untuk busur panjang.

Sedikit exp.

Weed membuka jendela karakter. Exp bar hanya naik sebesar 0.001%.

Kau tak bisa mengharapkan banyak dari sebuah quest tingkat E, bahkan dengan bonus exp ganda. Jika saja itu adalah salah satu quest dimana exp bergantung pada target yang diselesaikan….

Kokun dengan puas memeriksa perisai barunya dan berkata:

“Oh, ya, aku menceritakan tentang desa kami, kan? Ingatkan aku dimana kita berhenti?”

“Sebagian kecil orang-orang yang selamat mendirikan desa. Lucille menceritakan padaku sampai bagian ini.”

“Hah! Dia benar-benar suka berbicara. Aku akan melanjutkan. Untuk bertahan hidup, kami harus menjadi lebih kuat. Semua penduduk menguasai senjata, terutama panah. Beberapa dari kami bahkan lebih baik daripada Dark Elf. Apa lagi…. Desa kami adalah bagian paling timur dari Lands Of Despair.

Pegunungan Yuroki bisa dengan jelas dilihat dari sini, pegunungan itu dihuni oleh banyak orc.”

“Kau membangun desamu disebuah tempat yang berbahaya.”

“Ya. Kebanyakan desa memang seperti itu. Kami bahkan relatif beruntung. Ada sebuah tambang besi didekat sini, jadi kami bisa menempa senjata. Kami punya banyak makanan juga. Meskipun dari waktu ke waktu kami diserang oleh para orc.”

“Orc?”

“Setiap tahun pada saat musim panen mereka datang untuk menjarah gudang kami. Sejujurnya para orc adalah satu-satunya alasan kami tidak bisa hidup tentram. Tetapi sayangnya, mereka juga alasan kami tidak harus berurusan dengan monster yang lain yang lebih berbahaya. Jadi kami hidup dalam kemiskinan, tetapi relatif aman.”

Perkampungan pengungsi bertahan meskipun para orc menyerang setiap tahun.

“Namun beberapa tahun yang lalu para orc mulai mengambil bukan hanya makanan, tetapi para penduduk. Bagaimanapun juga mereka tidak bisa membuat apa-apa sendiri!”

“Aku mendengar bahwa para orc adalah ras yang terburuk mengenai kerajinan.”

“Memang benar. Itulah sebabnya mereka menculik orang-orang, jadi mereka membuat senjata dan melakukan pekerjaan lain untuk mereka. Dalam beberapa tahun terakhir, mereka telah mengambil lebih dari seratus orang! Orc sialan!”

“Pernahkah kau mencoba menghentikan mereka?”

Kokun tertawa terbahak-bahak.

“Ha! Menghentikan gerombolan itu?! Aku tidak pernah mendengar hal sebodoh itu. Para orc suka bertarung, mereka tak tertandingi dalam hal itu. Mereka tidak hanya melawan manusia, tetapi juga dengan para elf dan monster raksasa dan bahkan sesama orc!”

“Aku mengerti.”

“Aku mengatakan semua ini padamu karena kau tidak memahami seberapa berbahayanya tempat kau berada. Bahkan prajurit terbaik kami harus susah payah memburu beberapa monster, semut raksasa contohnya. Kami mengadakan perayaan jika mereka membawa satu dari berburu. Apa menurutmu kau bisa memburu 5 dari mereka? Jika kau berhasil, penduduk desa ini akan mengubah sikap mereka terhadapmu.”

*Ding*

Quest baru : Keraguan Kokun

Hunter Kokun telah bertemu banyak orang yang banyak bicara tetapi sedikit kerja. Untuk menentang para orc seseorang tidak hanya membutuhkan keberanian tetapi juga ketajaman pikiran.

Tangkap 5 semut raksasa untuk membuktikan keberanianmu.

Tingkat Kesulitan : C

Hadiah :

Pengakuan dari penduduk desa.

Hukuman untuk kegagalan:

Hunter Kokun tidak akan berbicara padamu lagi.

Sebuah quest baru!

Kokun menyipitkan matanya dan melanjutkan;

“Biarkan itu menjadi sebuah ujian untukmu. Aku tidak akan terkejut jika kau menolak. Anggap ini sebagai tantangan bagi orang asing.”

Weed diam sebentar dan kemudian menjawab dengan tegas:

“Aku akan menangkap semut-semut raksasa itu.”

Kamu menerima quest.

“Kuharap begitu. Kau bisa menemukan semut raksasa itu di daratan barat. Mereka mudah untuk ditemukan. Meskipun aku tidak yakin apakah kau bisa melarikan diri jika sesuatu yang salah terjadi.

****

Weed meninggalkan desa dan kembali ke bukit dimana anak buahnya bersembunyi. 10 Royal Knight, Buren, Becker, Hosram Dale, 400 prajurit dan 50 Priest. Pasukan kecil yang dipimpin oleh Weed!

“Terus menunggu.”

“Seperti yang anda katakan, Ketua!”

Weed berdiri didepan batu di pintu masuk gua dan mengeluarkan alat-alat pahatnya. Dia sudah memegang pahatan patung, pisau Zahab dan sebuah pahat bergerak ditangannya dengan kecepatan yang luar biasa!

Dia mengukir wajah familiar yang kadang-kadang bahkan muncul dalam mimpinya! Wajah Seoyoon bertindak sebagai model untuk patung yang lain.

Kuharap ini akan menjadi Fine Piece lagi…

Weed punya harapan besar. Dia belum pernah gagal dengan mengukir wajah Seoyoon…

Dalam patung-patungnya, dia mencoba berkali-kali untuk menggunakan wajah dari gadis-gadis lain, tetapi tak pernah berhasil.

Karena detail kecil menyulitkan untuk membuat ulang wajah seseorang. Kadang-kadang ketika melihat wajah yang cantik, kau memahami bahwa ada sesuatu yang hilang. Itu tampak seperti bahwa jika kau membuat hidungnya sedikit lebih mancung atau matanya lebih besar kau akan mencapai kesempurnaan.

Terutama itu tentang wajah wanita.

Tetapi dalam kenyataannya jika mulai mengubah sesuatu kau akan mendapatkan hasil yang tak terduga. Dengan melakukan perubahan kecil, kau mengubah seluruh keseimbangan. Itu sebabnya hasil yang ‘disesuaikan’ biasanya berakhir lebih buruk daripada yang aslinya.

Untuk setiap karya gagal, Fame milik Sculptor akan berkurang. Weed ingin menghindari hal itu, jadi dia hanya mengukir wajah Seoyoon. Penampilannya begitu sempurna, hingga hanya dengan mengubah sedikit ekspresinya, dia bisa mengubah seluruh suasananya.

Kali ini Weed memutuskan untuk mengukir Seoyoon sebagai seorang prajurit yang menakutkan.

Untuk pakaian dan armornya dia menggunakan equipment tentara bayaran utara, dia mendengar bahwa ada banyak tentara bayaran wanita diantara mereka.

Seoyoon yang ganas dan percaya diri dengan pedang didepannya tampak seperti dia sedang menjaga pintu masuk dari monster yang berbahaya. Itu adalah gambaran sempurna dari seorang tentara bayaran penuh kebanggaan.

*Ding*

Fine Piece! Kamu telah menyelesaikan patung female mercenary!

Daratan utara sangat miskin dan tidak sesuai dengan pertanian, jadi banyak wanita di utara menjadi tentara bayaran untuk melindungi rumah mereka dan mendapatkan uang. Mereka tidak pernah mundur dan selalu menyelesaikan tugas yang ditugaskan pada mereka.

Dengan senjata di tangan mereka, mereka tanpa takut membunuh kebanyakan monster berbahaya di utara! Sejak para ksatria menjadi terlalu arogan, tugas menjaga perdamaian jatuh pada pundak para tentara bayaran.

Nilai artistik: 600

Efek :

• Regenerasi HP dan MP meningkat sebesar 15% selama sehari.

• Kecepatan pergerakan meningkat sebesar 15%.

• Charisma meningkat sebesar 100 poin

• Strength meningkat sebesar 10 poin

• Agility meningkat sebesar 10 poin

• Semua statistik meningkat sebesar 5 poin

• Selama seminggu setelah melihat patung tersebut, kau bisa mengerjakan sebuah misi di guild tentara bayaran dengan kondisi yang lebih baik.

• Exp yang didapatkan meningkat sebesar 5%.

Efek ini tidak bisa ditumpuk dengan efek patung lain.

Jumlah Fine Piece yang diciptakan : 5

• Exp poin Sculpture Mastery naik.

• Fame naik sebesar 85 poin

• Endurance naik sebesar 1 poin

Statistik baru: Charm

Charm:

Atribut ini mewakili kemampuan untuk menarik orang-orang.

Terutama mereka dengan jenis kelamin berlawanan. Kamu menjadi lebih menarik dan mempesona. Salah satu dari atribut utama untuk Bard, Dancer dan ketua party. Jika profesimu berkaitan dengan kerajinan, Charm akan membantumu untuk menciptakan karya yang lebih detail.

Karena profesimu, statistik Charm milikmu naik sebesar 20.

Endurance naik sebesar 5 poin.

Gambaran Seoyoon memberi dia kesuksesan kali ini juga.

Hmm, patung ini tidak banyak mempengaruhi kemampuan tempur, tetapi patung ini meningkatkan exp yang diperoleh, tidak buruk.

Dia juga mendapatkan statistik baru yang mempengaruhi skill Sculpture milik Weed, sebuah hadiah yang tak terduga tetapi menyenangkan.

“Hmmm….”

Weed mencoba memeriksa cerminan wajahnya pada bilah pisau untuk melihat apakah wajahnya berubah setelah statistik baru tersebut muncul.

Kemudian dia memasang pose terbaiknya dan memanggil para prajuritnya.

“Semuanya berkumpul. Kita akan bergerak keluar!”

Weed dan pasukannya menuju ke dataran untuk memburu semut raksasa.

“Para Priest, bersiap untuk pertempuran, beri buff pada para prajurit.”

“Baik. Freya, berilah hambamu yang taat kekuatan untuk bertarung melawan kejahatan, Bless!”

Para Priest menggunakan blessing kelompok. Order of Freya telah mengirim para Priest terbaik mereka bersama Weed jadi memberi Blessing 400 prajurit sekaligus bukanlah masalah bagi mereka.

Tetapi Weed masih memutuskan untuk bertindak dengan hati-hati.

Dia yakin bahwa jika dia begitu saja memasukkan para prajurit kedalam pertempuran sejak awal, tak mungkin untuk menghindari kehilangan, meskipun mendapatkan dukungan dari para Priest Freya.

“Para Knight bergerak didepan bersamaku, sisanya ikuti kami dari jarak tertentu.”

Para Royal Knight menggerutu tetapi masih mengikuti perintah Weed.

“Kami akan mematuhimu untuk sekarang.”

“Sampai kita menyelesaikan misi kita, kami harus mematuhimu. Tapi jangan berpikir bahwa kami melakukannya karena rasa hormat.”

Weed diabaikan di desa itu! Sekarang dia diabaikan juga disini!

Weed mendesah dan tanpa mengeluarkan kata-kata membiarkan para Knight maju untuk mencari semut-semut itu.

Ketika dia mendengarkan Kokun, dia tidak menganggapnya serius. Yah, semut memang besar, mereka sulit untuk ditangkap, lalu apa? Namun setelah melihat monster-monster itu dia tidak bisa menahan keterkejutannya.

“Woah, mereka benar-benar besar!”

Meskipun semut biasa hanya sepanjang 1 cm, monster-monster yang berlarian di dataran didepan mereka beberapa meter panjangnya. Dan mereka bergerak dengan sangat cepat!

“Jangan terganggu oleh ukuran mereka, maju! Serang!”

Didampingi oleh para Knight, Weed melaju kearah para monster. Tetapi mereka bergerak terlalu cepat. Dalam satu langkah, mereka melewati beberapa meter dan mereka sering membelok tajam.

Para Knight harus sangat berhati-hati untuk menghindari serangan frontal dari para semut yang bergerak dengan kecepatan penuh. Weed hanya bisa merasakan frustasi.

Aku menghabiskan begitu banyak poin reputasi pada mereka, dan hanya ini yang aku dapatkan…

Para Knight bahkan tidak bisa membunuh seekor semut! Para prajurit pemberani itu hanya berlari memutar berusaha untuk menghindari monster yang melaju.

“Kita harus memperlambat semut-semut itu! Priest, gunakan Slow!”

Untungnya, Faith milik Weed membantu dia untuk mengkomando para Priest. Mereka melaksanakan perintahnya dengan cepat dan secara akurat.

50 Priest secara bersamaan mengucapkan doa:

“Kecantikan Freya bisa menghentikan semua mahluk. Rasakanlah! Dengan kekuatan keyakinan kami, Slow!”

Badai anti-blessing dari para Priest mulai bekerja. Pergerakan dari semut-semut raksasa mulai melambat. Doa dari 50 Priest ditambahkan dan menghasilkan mantra yang jauh lebih kuat daripada doa dari satu Priest.

Setelah beberapa detik para semut membeku ditempat.

“Para Knight, serang! Para Archer, mulai menembak! Sisanya, lindungi para Priest.”

“Ya!”

Seratus prajurit menarik panah mereka dan melepaskan sekumpulan anak panah pada para monster yang diam. Para semut begitu besar, hingga itu sangat mudah untuk menargetkan mereka.

300 prajurit sisanya tengah melindungi para Priest. Dan Weed melesat untuk menyerang semut-semut itu.

Mereka harus bergegas, karena para Priest harus terus-menerus menghabiskan MP mereka untuk menjaga mantra Slow.

Kita tidak bisa membiarkan hal ini berlangsung terlalu lama.

Serangan para Archer perlahan-lahan mengurangi HP para mosnter.

҅Mereka begitu besar hingga panah terasa seperti nyamuk yang menggigit mereka.҆

Bersama dengan Weed, para Knight bergegas menyerang para semut. Mereka memanjat keatas mereka dan menghancurkan cangkang mereka dengan pedang. Beberapa orang memotong kaki mereka.

Weed mengikuti yang lain dan memanjat ke kepala semut. Itu berbahaya tetapi bahaya tidak menghentikan dia. Dia menebas monster itu bersama dengan para Knight.

Semut-semut raksasa ditahan untuk waktu yang lama.

Kadang-kadang mereka berhasil melemahkan mantra pelambat dari para Priest dan menjatuhkan para Knight dari mereka. Setiap kali hal itu terjadi, jantung Weed berdetak kencang. Beruntungnya para Knight tidak mati semudah itu, jadi setelah jatuh mereka bangkit, menerima penyembuhan dari para Priest dan kembali bertarung.

Dengan cara seperti itu satu jam sejak mulainya pertarungan, pasukan kecil milik Weed menghabisi semut raksasa yang terakhir.

Kamu telah naik level.

Kamu mendapatkan giant and chitin shell

Kamu mendapatkan antena semut raksasa.

Kamu bisa menggunakannya untuk menemukan gua dimana ratu semut raksasa bersembunyi

“Mengagumkan.”

Setelah mengalahkan semut-semut itu Weed menyadari bahwa level mereka lebih dari 350.

“Mereka benar-benar kuat.”

Membutuhkan cukup banyak skill untuk melawan monster yang kuat seperti itu. Itu beruntung bahwa karena Fame miliknya yang tinggi dan quest sebelumnya yang telah selesai membuat levelnya cukup tinggi.

Setelah mengumpulkan semua item drop dan memimpin pasukannya kembali ke persembunyian mereka, Weed menuju ke Village of Exiles.

Disana dia menunjukkan antena semut itu pada Kokun.

“Aku tidak menyangkanya. Kupikir kau hanya pembual yang lain. Tetapi aku telah salah, kau benar-benar mengalahkan semut-semut raksasa itu.”

Kokun dengan hati-hati memeriksa cangkang semut yang dibawa oleh Weed.

“Luar biasa. Dengan berhadapan dengan mereka, kau membuktikan bahwa kau benar-benar seorang prajurit yang luar biasa. Tak seorangpun akan meragukanmu lagi.”

*Ding*

Kamu telah menyelesaikan quest: ‘Kokun’s Doubt’

Diseluruh Village of Exiles hanya beberapa orang yang berhasil memburu 5 semut raksasa. Dan mereka adalah orang-orang yang disebut prajurit terhebat dan pelindung utama dari desa.

Sekarang Kokun akan menyebarkan berita dari prajurit hebat yang lain kepada para penduduk.

Hadiah :

Pisau Kokun

Exp poin

Fame naik sebesar 6 poin.

Kali ini juga, Weed memeriksa bar exp. Untuk quest ini dia dihadiahi 15% dari bar exp. Tetapi yang paling penting adalah fakta bahwa para penduduk akhirnya akan mulai menerima dirinya.

“Ini adalah pisauku. Sekarang ini milikmu. Seorang prajurit hebat sepertimu selalu akan menjadi temanku.”

Kokun mengeluarkan pisau kecil dan memberikannya pada Weed.

“….”

Itu adalah pisau paling kotor dan tumpul yang pernah Weed lihat didalam game.

“Dan untuk apa ini?”

“Pisau itu berguna untuk mengupas kulit kayu. Pisau yang sangat berguna.”

Weed memutuskan untuk tidak membalas, dia sudah punya Zahab’s Sculpting Knife dan pemberian Kokun tidak berguna bagi dia.

“Aku akan melanjutkan ceritaku tentang desa kami. Tempat dimana itu terletak benar-benar berbahaya.

Jika kau bertindak gegabah kau bisa dengan mudah kehilangan nyawamu. Itu sebabnya kau jangan pernah meremehkan para orc. Sejak kecil mereka dilatih untuk bertarung dengan monster, monster yang sangat kuat… Bisa dikatakan bahwa orc adalah penguasa daratan ini.”

“Dimengerti. Hindari orc.”

“Itu benar, jika kau menghargai nyawamu. Namun diatas pegunungan Yuroki tinggal para Dark Elf, terlebih lagi! Baru-baru ini beberapa mahluk kegelapan yang menggunakan sihir telah muncul dan bersekutu dengan para elf.”

Tatapan Weed menjadi lebih tajam.

“Bisakah kau beritahu aku lebih banyak tentang hal itu?”

“Pemburu dari desa seperti aku tidak mengetahui apa yang terjadi di pegunungan Yuroki. Tetapi kami melihat berkali-kali bagaimana orc bertarung dengan dark elf. Hampir setiap kali orc adalah pemenangnya, meskipun elf menggunakan dark magic dan memanggil roh. Tetapi sejak makhluk-makhluk kegelapan itu muncul, para orc mulai kalah lebih sering dalam pertempuran. Selain itu, para orc yang terbunuh bangkit dan menyerang jenis mereka sendiri. Aku hampir terbunuh beberapa kali ketika aku menonton pertempuran itu.”

Weed mengetahui dengan baik mahluk kegelapan macam apa itu yang bersekutu dengan para dark elf.

Para necromancer bawahan Barkhan Demorp.

“Dark elf mulai menang. Mereka bahkan membangun tembok, kastil dan kemudian benteng dan menara di pegunungan tersebut. Meskipun hal itu tampak aneh, bukan?”

“Benar.”

Elf adalah ras yang hidup dengan harmonis dengan dunia dan alam.

Dan meskipun dark elf suka bertarung, mereka masih tinggal di lingkungan alami. Kenapa mereka bergerak ke sebuah benteng?

“Aku punya perasaan bahwa para elf sedang mempersiapkan perang. Apakah mereka akan memulai peperangan berskala penuh dengan para orc dan apa menyembunyikan sesuatu dibelakang tembok itu? Aku tidak tahu apapun, aku hanya bisa menebak. Namun satu hal yang bisa aku katakan dengan pasti, sejak para elf mendapatkan dukungan, malam hari di negeri kami menjadi lebih lama.”

“Lebih lama?”

“Di saat tertentu awan gelam muncul dari benteng elf, dan menutupi seluruh langit. Waktu dimana kami bisa melihat matahari terus berkurang. Perhatikanlah di sore hari dan kau akan melihatnya sendiri.”

Begitulah Weed mempelajari situasi kasarnya di Lands of Despair.

“Ngomong-ngomong, jika kau bertemu dengan kakak beradik, Moss dan Amy didesa, jangan mengatakan pada mereka tentang monster yang bisa berubah bentuk. Sekarang aku harus pergi berburu.”

Kokun mengambil perisainya, menggelengkan kepalanya dan meninggalkan desa.

sumber : http://sekkinokyou.id/

Translator / Creator: alknight