November 15, 2016

The Legendary Moonlight Sculptor – Volume 5 – Chapter 4: Grades

 

Usai sekolah Lee Hye Yeon berjalan pulang.

Jika dia naik bis, dia akan pulang lebih cepat. Tetapi dia harus membayarnya. Sifat hematnya hampir sekuat kakaknya.

Dia hanya akan naik bis jika dia benar-benar terburu-buru.

Dan meski demikian dia berpura-pura menjadi seorang siswi SMP. Karena tiket siswi SMP harganya 200 won lebih murah daripada tiket siswa SMA.

Kadang-kadang si pengemudi menanyai dia:

“Murid perempuan…”

“Ya?”

“Itu adalah seragam SMA Dein yang kau pakai, kan?”

“Aku memakai seragam kakakku.”

“Seragam milik kakak? Kenapa?”

“Untuk bertemu dengan pacarku dari SMA. Paman, aku benar-benar tidak punya banyak waktu, berangkatlah. Ok?”

Sambil mengatakannya Lee Hye Yeon biasanya menekuk lututnya sedikit agar terlihat lebih pendek dan membuat lesung pipi yang manis pada pipinya. Dia bahkan mengedipkan matanya.

Hal itu berhasil karena dia tampak lebih muda daripada dia yang aslinya.

“Hmm, jika demikian, duduklah.”

“Terima kasih, pak supir.”

Setelah supir itu tidak menanyakan pertanyaan lagi dan dia duduk sambil tersenyum.

Seorang gadis punya banyak keuntungan.

Namun perempuan juga memperhatikan lebih banyak hal yang tidak dilakukan pria. Seperti pakaian dalam dan kosmetik.

Lee Hye Yeon punya bakat alami dalam masalah itu. Dia mendapatkan barang-barang tersebut sebagai hadiah dari anak laki-laki.

Dia memberi mereka saran tentang bagaimana untuk berperilaku dengan para gadis atau mengenalkan mereka pada temannya yang cantik dan mendapatkan hadiah sebagai balasan.

Berkat hal itu Lee Hye Yeon bisa menyimpan uang sakunya dan memasukkannya kedalam akun bank pribadi. Bagaimanapun juga dia adalah adiknya Lee Hyun.

“Seharusnya itu akan sampai hari ini.”

Dia bergegas pulang dan memeriksa kotak surat. Kartu laporan GED yang tengah dia tunggu-tunggu selama beberapa hari, sekarang akhirnya tiba. Didalamnya adalah hasil dari ujian Hyun.

“Akhirnya sampai.”

Dia bisa saja memeriksa hasilnya di internet, tetapi meski demikan, dia ingin melihat di kartu laporan.

Bahasa Korea : 75

Ilmu Pengetahuan Sosial : 90

Matematika : 65

Sains : 55

Bahasa Inggris : 65

Etika : 40

———————————————

Total : 390

Ratarata: 65

Total nilai diatas 360 dan tidak ada yang dibawah 40, artinya lulus.

“Sekarang kakak lulus dari SMA.”

Lee Hye Yeon menyeka air matanya dan tersenyum. Perasaan berat yang dia miliki sepanjang waktu ini telah menghilang. Setiap kali dia akan berangkat sekolah dia meminta maaf pada Lee Hyun. Dia tahu bagaimana Lee Hyun mendapatkan uang. Berkali-kali dia hampir menangis ketika memakan makanan yang diperoleh dan dimasak oleh kakaknya.

Dia melipat surat tersebut dan masuk rumah.

Kondisi neneknya membaik, tetapi dia masih belum pulih, jadi dia masih di rumah sakit. Dan Hye Yeon dan kakaknya tinggal sendirian.

Hyun masih berada didalam kapsul. Itu karena hari ini dia pulang lebih awal.

“Yah, kurasa aku akan bersih-bersih rumah.”

Hayan menyapu rumah, membersihkan debu dan mencuci piring.

“Piring-piring dari sarapan masih disini. Kalau dipikir-pikir, kakak mulai pergi ke dojo dan pulang dengan kelelahan lagi, seperti saat itu.”

Ketika Lee Hyun mempersiapkan Royal Road.

Selama hampir setahun kakaknya hidup seperti dia sedang kerasukan. Dia mencari dan mempelajari semua tentang virtual reality dan mengumpulkan informasi Royal Road sebanyak yang dia bisa. Pada saat yang sama dia melatih tubuhnya dan belajar caranya bertarung.

24 jam sehari pada dasarnya tidak cukup bagi dia.

Kakaknya tidur sekitar 3-4 jam sehari, namun masih membagi waktu untuk menyiapkan makanan untuk keluarga.

Ketika pertama kali dia mulai pergi ke dojo, Hye Yeon sangat sedih. Tangan Hyun melepuh dan tubuhnya memar. Hyun pulang dengan kelelahan dan langsung tertidur seperti dia telah mati.

Kenangan-kenangan itu saja membuat Lee Hye Yeon sangat depresi.

Pada saat itu Hye Yeon mencoba untuk mengalihkan dirinya dengan bekerja.

Sekarang aku harus belajar.

Untuk diterima di universitas Korea.

Itu adalah tujuan dia yang paling penting sekarang ini.

Awalnya dia tidak mau pergi ke universitas itu. Bagaimanapun juga ini bukan masalah tentang belajar di universitas paling bergengsi tetapi tentang mendapatkan semua pengetahuan yang diperlukan. Setidaknya ada tempat untuk Interior Designer, yang mana itu adalah prosesi keinginannya.

Tetapi Lee Hyun ingin dia belajar di Universitas ‘Korea’. Dan untuk kakaknya, yang berkorban begitu banyak untuk dirinya, dia setidaknya harus belajar dengan keras. Tujuannya adalah untuk mendapatkan beasiswa 4 tahun penuh!

Tetapi itu bukanlah satu-satunya targetnya. Setelah lulus dari sekolah dan mendapatkan beasiswa, dia berencana untuk mulai mendapatkan uang sebagai seorang guru privat.

****

“Nenek, kartu laporan kakak sudah sampai!”

Hari itu Hye Yeon tidak bisa menahan kegembiraannya dan berlari ke rumah sakit untuk memberi kabar pada neneknya.

“Benarkah? Jadi dia lulus?”

Wajah neneknya sangat lelah tapi gembira.

“Ya! Dia lulus! Lihat nilainya. Selain etika semua nilainya tinggi.”

“Tak apa-apa. Apa yang penting adalah dia punya kepala yang pintar.”

Meskipun beberapa orang bisa mengartikannya sebagai “Otaknya pintar, tetapi sebagai manusia dia adalah sebuah kegagalan”. Tetapi keluarga Hyun mengetahui dengan baik apa yang telah dia jalani dalam 10 tahun terakhir, jadi mereka tidak pernah meragukan kualitas manusianya sedikitpun.

Neneknya masih menatap nilainya.

“Dia benar-benar berhasil. Sebelum aku mati….”

“Huh? Apa yang kau katakan, nek? Kehidupan bahagia kita baru saja dimulai.”

Lee Hye Yeon memegang tangan neneknya.

****

Setiap pagi Lee Hyun pergi ke dojo.

Untuk melatih tubuhnya dan untuk mempelajari pertahanan dari Ahn Hyundo adalah dua aktivitas utamanya di pagi hari.

“Masuklah.”

“Selamat sudah lulus ujian!”

Ketika Lee Hyun memasuki dojo, Ahn Hyundo, para instruktur dan hampir semua murid menunggu dia.

Mereka telah siap untuk merayakan kelulusan Hyun dari SMA.

“Jadi dia adalah seorang lulusan SMA sekarang, eh?”

“Aku dulu belajar sungguh-sungguh di SMA juga, tapi….”

Ahn Hyundo terkejut pada keirian para instruktur.

“Ada apa denganmu? Bukankah kau pergi ke SMA juga?”

“Tidak, kami meninggalkannya lebih awal untuk berlatih lebih banyak dengan pedang.”

Para instruktur hidup hanya untuk berlatih pedang. Ahn Hyundo mengangguk.

“Jadi itu sebabnya kalian begitu sederhana.”

“Itu…”

Mereka sangat menghormati guru mereka, tetapi kata-kata terakhirnya menyakiti mereka.

Setidaknya kami menyelesaikan SMP.

Kau sendiri bahkan tidak lulus SD…

Namun Ahn Hyundo punya gelar doktor. Pimpinan universitas dunia memberi dia gelar doctor kehormatan sebagai pengakuan pada kemampuan kendonya. Tetapi sebenarnya dia hanya lulusan TK!

Saat masih kecil, Ahn Hyundo telah memukuli banyak anak TK yang lain, hingga dia sering dihukum.

҅Dihari itu dia diterima ke SD, dia menghajar preman-preman diperumahan dengan pedang kayu…’

҅Mereka menghabiskan 16 minggu di sebuah rumah sakit kurasa? Dan anak berusia 7 tahun yang menghajar mereka dibawa kerumah tahanan.҆

Jadi dia tidak pernah memasuki SD…

Para instruktur mengetahui tentang hal itu, tetapi tetap diam.

Ahn Hyundo mengikuti jalan pedang sejak masih kecil. Hari-hari berlalu tetapi tak ada lawan sepadan yang muncul, jadi dia harus menghabiskan waktu bermeditasi atau pergi bermain, namun meskipun tanpa lawan, Master terus-menerus meningkatkan pikiran dan tubuhnya dalam latihan harian yang bermacam-macam.

Royal Road membawa Ahn Hyundo kembali ke masa kecilnya. Dia bisa bertarung dengan lawan yang kuat, monster berlevel tinggi. Perasaan yang telah lama terlupakan kembali hidup, terus meningkat, kembali kepada dia.

Tampaknya seperti mimpi masa kecilnya akhirnya menjadi kenyataan…

“Ahem… Master…”

Dengan sedikit ragu-ragu,

Lee Hyun bertanya:

“Adikku datang untuk melihat latihan kita hari ini. Apakah kau keberatan?”

“Begitukah? Tentu saja, dia disambut….”

Ahn Hyundo memberi ijin tanpa berpikir dua kali. Kebanyakan muridnya adalah ahli pedang profesional.

Tentu saja membawa orang-orang berbakat dari berbagai tempat juga dianjurkan. Tetapi masyarakat umum atau murid kendo yang masih muda kadang-kadang berlatih di dojo juga.

“Oke sekarang, mulai latihannya. Berbaris!”

Setelah perayaan singkat, semua murid dan para instruktur, termasuk Chung Il Hoon mengambil posisi mereka.

“Hari ini kita akan mulai dari satu jam latihan dasar dan kemudian latih tanding.”

“Baik!”

Rutinitas pagi hari yang biasanya. Para murid mengacungkan pedang mereka dengan gerakan cepat dan akurat.

“Kalau begitu aku akan menjemput adikku, Master.”

“Oke.”

Lee Hyun meninggalkan dojo dan menuju ke gerbang sekolah. Mereka tidak punya ponsel, jadi mereka hanya membuat janji pada waktu tertentu.

“Kakak!”

Karena ini adalah hari minggu dan Hye Yeon tidak punya pelajaran, dia menunggu di gerbang sekolah, memakai pakaian santai. Roknya menutupi lututnya dan rambut pendeknya tertiup angin.

Teman-temannya datang bersama dia.

“Halo semuanya.”

“Hei. Kau melakukan kerja yang bagus di festival.”

Mereka adalah teman-teman

Hye Yeon!

Lee Hyun membalas dengan mengangkat bahu:

“Eh…. Ya.”

“Kalau begitu, ayo pergi. Ayolah, kakak.”

Hyun mengangguk setuju dan membawa mereka ke dojo. Saat pintu dibelakang mereka terbuka, semua murid didalam bereaksi dengan semangat.

“Oh, cewek-cewek!”

“Cewek sekolahan!”

“Wow, cewek SMA datang ke tempat seperti ini…”

“Mereka cantik.”

Hal yang tak terduga terjadi, para gadis datang ke sarang laki-laki.

Semua murid tiba-tiba mulai bekerja lebih keras. Kekuatan dan kecepatan serangan mereka meningkat secara drastis.

****

Hari ini latihannya benar-benar berat.

Lee Hyun meninggalkan dojo dan, karena dia tidak mau mengeluarkan uang pada bis, dia memutuskan untuk pulang dengan berlari. Berlari adalah cara lain yang bagus untuk memelihara kondisi fisik yang bagus.

Aku lulus dari SMA…

Hyun berlari dengan senyum diwajahnya. Mungkin dia tidak mendapatkan kelancaran menjalani SMA, tetapi sekarang dia bisa dengan bangga mengatakan bahwa dia telah lulus.

Nenek akan sangat senang. Dan Hye Yeon…

Sejak orang tua mereka meninggal, Lee Hyun sangat khawatir pada adiknya. Ketika dia masih kecil dia sangat pemalu dan penakut. Keadaan keluarga mereka yang rumit memaksa dia untuk tumbuh dalam suasana yang sulit.

“Aku tidak akan bisa terus menggantikan orang tuanya selamanya. Mungkin beberapa tahun lagi…”

Impian terbesar Lee Hyun adalah adiknya bertemu dengan seorang pria yang layak dan menikahi dia!

Pada upacara pernikahan, dia akan mengambil tempat ayahnya dan menjadi orang yang membawa mempelai wanita kepada mempelai pria. Sejak masa kanak-kanak, dia sudah familiar dengan peran orang tua dan terbiasa mengurus adik kecilnya. Dan ketika saat mempelai pria mengambil tangan mempelai wanita telah tiba, Lee Hyun akan menjadi bebas.

Dia tidak pernah benar-benar berpikir tentang apa yang akan terjadi setelahnya. Setiap hari dia harus berjuang melalui banyak kesulitan untuk mendapatkan sedikit uang. Dia tidak punya waktu untuk memikirkan tentang masa depan yang jauh semacam itu.

Jadi hanya ketika adiknya menyelesaikan kuliah dan menikah, dia akan bisa santai dan mulai hidup untuk dirinya sendiri.

Namun….

Lee Hyun tertawa pahit.

Hye Yeon harus bertemu dengan seorang pria yang benar-benar baik.

Dengan nilai-nilainya saat ini, dia akan bisa dengan mudah untuk masuk ke universitas ‘Korea’ dan mendapatkan pekerjaan yang bagus setelah lulus. Itu, didampingi dengan penampilannya yang cantik, akan memungkinkan bagi adiknya untuk mendapatkan pria yang terbaik.

Tetapi jika pada pernikahannya, dia akan dipimpin oleh kakaknya yang hanya lulusan SMA, itu mungkin akan mempermalukan dia.

Aku begitu malu aku tidak berpendidikan…

Lee Hyun mulai khawatir bahwa pendidikannya yang menyedihkan mungkin menjadi sebuah kesialan untuk adiknya dan mengganggu kehidupannya.

Kemudian dia melihat Pusat Rehabilitasi Masyarakat Hebat!

Dia baru saja melewatinya pada perjalanan pulang. Selain memiliki penampikan yang megah, tempat itu dipenuhi dengan peralatan yang canggih.

҅Aku telah di diagnosa disana sekali. Dan jika aku bisa menjadi seorang dokter disana, adikku akan bangga.’

****

Beberapa hari terakhir tidaklah mudah bagi Dr. Cha Eunhee.

Dia menggunakan ratusan pengobatan yang berbeda, berusaha untuk mengembalikan Jeong Seoyoon pada keadaan normal. Dan Royal Road adalah upaya terakhirnya.

Game virtual reality yang dikenal untuk memberi kestabilan emosional. Mereka melegakan stress dengan memuaskan keinginan yang tak terpenuhi dalam realitas. Bepergian diantara realitas dan virtualitas membantu untuk menyamarkan perasaan sakit.

Cha Eunhee berharap bahwa itu akan membantu untuk menyelamatkan Seoyoon dari obsesi mentalnya.

Setiap hari sejak Seoyoon mulai bermain, Cha Eunhee menonton rekaman bermainnya agar bisa memeriksa keadaan psikologinya yang mana lebih baik daripada yang bisa ditunjukkan oleh test apapun, karena didalam game Seoyoon harus terus-menerus membuat keputusan sendiri dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar.

Semua tindakan Seoyoon di Royal Road terekam didalam kapsul. Itu adalah informasi pribadi, tetapi sebagai dokter Seoyoon, Cha Eunhee punya hak untuk mengaksesnya.

Rekaman pertama tentang perburuan Soeyoon adalah sangat berani.

“Dengan cara ini dia akan pulih dalam waktu dekat!”

Gejala awal sangat positif.

Meskipun dia tidak pernah tertawa atau berbicara pada siapapun dan sangat menghindari orang lain.

Dia mulai berburu dan keinginannya untuk berburu menunjukkan keserakahan.

Cha Eunhee berpikir bahwa keinginannya menjadi lebih kuat dan mendapatkan item yang lebih baik akan membuat dia lebih hidup. Perilaku ‘manusia’ seperti itu pasti akan menghasilkan dampak positif pada pengobatan.

Tetapi seiring waktu berjalan harapannya memudar.

Seoyoon hanya berburu. Dia pergi ke tempat-tempat dimana para monster berkumpul dalam kelompok besar dan melawan mereka. Bertarung dengan ganas, sampai mati, seperti seorang berserker.

Dan dia masih tidak berbicara dengan siapapun di Royal Road.

Tetapi bukankah ada perubahan yang positif?

Di Serabourg dia berkenalan dengan instruktur bertarung. Mereka tidak terlalu dekat, tetapi ini merupakan sebuah terobosan besar. Mereka makan bersama dan dia mendengarkan si intruktur berbicara.

Hanya sedikit, tetapi dia bereaksi…

Perburuan monster adalah pertanda baik juga. Dekat dengan orang-orang biasanya menjadi penuh rahasia dan kecurigaan. Kadang-kadang mereka bahkan mulai bertindak seperti anak kecil dengan rasa keunggulan yang rumit. Beruntungnya kondisi Seoyoon tidak pada tingkat itu.

Ketika orang menahan rasa sakit yang besar, mereka sering mulai merasa sedih atau ketakutan setelahnya. Untuk mengobati keadaan semacam itu, bertarung adalah obat yang hebat.

“Huh, masih lama sampai dia benar-benar sembuh.”

Cha Eunhee mendesah dalam-dalam.

Setelah meninggalkan Serabourg, Jeong Seoyoon menuju ke selatan dimana dia melanjutkan perburuannya yang tanpa akhir.

Berapa lama kau akan tetap terkunci dalam keadaan itu?

Jeong Seoyoon bukan hanya seorang pasien bagi dia, tetapi lebih seperti adik, karena mereka saling mengenal sejak masa kanak-kanak.

Orang tua mereka adalah teman, jadi mereka sering bertemu,

Seoyoon kecil selalu memanggil Cha Eunhee kakak dan mengikuti dia kemana-mana.

Tetapi sekarang dia tak lagi tertawa ataupun berbicara. Dan Cha Eunhee melakukan semua yang bisa dia lakukan untuk mengembalikan Seoyoon menjadi normal, dirinya yang ceria.

Beberapa bagian dalam rekaman itu mengejutkan dia.

“Kenapa ada patung Seoyoon di Desa Baran?”

Tampaknya Seoyoon tidak menyadarinya, tetapi patung dengan senyum lembut merupakan dewi pelindung dari desa itu sangatlah mirip dengan dia!

Wajah dari patung Freya itu pasti didasarkan pada Seoyoon.

Kecantikan dari senyum itu membuat Cha Eunhee merasa pusing.

****

Seoyoon melanjutkan berburu dan bergerak lebih dalam ke bagian selatan Kerajaan Rosenheim.

Semua orang datang ke bagian selatan Kerajaan Rosenheim, dan untuk menghindari mereka, dia harus bergerak lebih dalam sedikit demi sedikit.

Berburu monster seperti Dark Ghoul dan Blood Raven.

Namun meski dulunya rendah, populasi dari wilayah selatan terus berkembang. Para player memang belum datang ke dungeon dan tempat berburu yang digunakan oleh Seoyoon, tetapi itu sudah mengganggu dia.

Aku tidak bisa tetap disini lebih lama lagi…

Seoyoon memutuskan untuk meninggalkan selatan Kerajaan Rosenheim.

Awalnya dia mulai bermain di pusat benua, perlahan-lahan berjalan ke selatan kearah Rosenheim, namun setelah datang ke selatan sejauh ini dia menyadari bahwa tidak ada tempat yang bebas didepan.

Ke timur… Dimana tidak ada player…

Seoyoon memutuskan untuk pergi ke Lands of Despair.

****

Pembangunan piramid itu menjadi berita panas di Royal Road. Kebanyakan rumor disebarkan oleh orang-orang, yang secara langsung terlibat dalam pembangunan.

Piramid tersebut hampir secara seketika muncul di situs-situs web. Dan kemudian beberapa tim jurnalis dikirim kepada Weed oleh berbagai sumber media. Mereka ingin merekam semua tahap pembangunan, dari konsep awal hingga hasil akhir.

Tentu saja laporan tentang piramid itu bisa sesuai dalam artikel kecil, tetapi para reporter ingin menyoroti piramid tersebut, yang diciptakan oleh usaha player sendiri dengan detail. Untuk menunjukkan perasaan player, kerja keras mereka, yang memungkinkan untuk bisa membangun piramid itu. Dan mereka harus melakukannya dari awal hingga akhir, dari saat pertama kali quest itu muncul, saat itulah sejarah besar ditulis!

Piramid itu, dibangun dengan kerja keras ribuan player!

Produser TV sudah memikirkan tentang membuat sebuah acara, dimana aktor terkenal dan pemain sandiwara akan membangun piramid mereka sendiri. Mereka berpikir bahwa pemirsa akan tertarik dengan apakah seseorang bisa menyelesaikan tugas yang sekilas tampak mustahil semacam itu.

“Kami akan membayarmu satu juta won.”

“Jika kau setuju untuk bekerja dengan kami, kami akan membayarmu 2 juta!”

Setiap hari Weed menerima tawaran semacam itu, tetapi dia menolak mereka. Namun dia pernah mendapatkan sebuah tawaran yang sangat berbeda dari yang lain. Kementrian Pendidikan Korea memutuskan untuk meluncurkan iklan promosi buku pelajaran, dan ingin melibatkan piramid itu kedalamnya.

Dan mereka menawarkan 7 juta won!

Weed menerimanya.

****

Perburuan di Gorge of Huntresses menjadi lebih hidup dengan berlalunya waktu.

Meskipun party mereka tidak punya Warrior atau Paladin, kerja sama tingkat tinggi diantara para anggota memungkinkan mereka dengan cepat melenyapkan para Huntresses dan mendapatkan banyak exp poin. Selama beberapa hari berlalu, Weed mendapatkan 7 level dan mencapai level 266.

Bertarung bersama para Geomchi adalah kesenangan yang tak bisa dideskripsikan. Dia akan terus berburu dengan mereka, tetapi pembangunan sudah mendekati akhirnya dan dia harus menghadirinya.

Saat batu terakhir ditempatkan, Weed menerima sebuah pesan.

*Ding*

Kamu telah menyelesaikan pembangungan makam untuk Raja Theodarren yang agung

Merasakan kematian yang mendekat, Raja memutuskan untuk membangun sebuah makam yang megah untuk dirinya dan menunjuk Sculptor yang paling terkenal di benua untuk tugas tersebut.

Dan sekarang makamnya telah selesai.

Ambillah hadiahmu dari Raja Theodarren. Tetapi cepat lakukan sebelum dia mati.

“Selesai!”

“Horee!”

Banyak player disekitar piramid berteriak dengan senang.

Untuk pertama kalinya begitu banyak orang berkumpul di sebuah kerajaan terpencil. Setiap player yang menambang atau mengantarkan setidaknya 12 balok batu dan menyumbangkan keringat dan usahanya pada pembangunan makam tersebut.

Weed menuju ke istana kerajaan.

Makamnya telah selesai, yang tersisa adalah melaporkan pada sang Raja dan menerima hadiahnya.

Sang Raja menemui dia di ruangan singgasana seperti yang sebelumnya. Dia tampak lebih tua dan perkembangan penyakitnya menjadi jelas.

Mengikuti etika, Weed berlutut dihadapan sang Raja.

“Yang Mulia…” dia mulai berbicara, tetapi segera disela oleh sang Raja.

“Berdiri! Seorang master yang terkenal layak menerima penghormatan lebih daripada itu. Selain itu, semua etika ini membuat aku tidak nyaman.”

“Tidak, Yang Mulia.”

Weed tidak berniat untuk berdiri, tetapi sang Raja memberi perintah pada knightnya dan mereka membuat dia berdiri. Weed menyadari bahwa sikap raja terhadap dia telah berubah drastis sejak pertemuan mereka yang sebelumnya.

“Aku berterima kasih padamu. Berkat kamu, aku akhirnya punya tempat untuk peristirahatan terakhirku.

Kau adalah seorang Sculptor yang hebat. Dan aku sangat ingin tahu apa yang ada dalam pikiranmu ketika kau membangun makam tersebut.”

“Saya berpikir tentang semua rintangan yang Yang Mulia harus hadapi sepanjang hidup anda.”

“Ya… Aku melenyapkan banyak musuh untuk mempertahankan kerajaanku. Dan sekarang, setelah kematianku, aku akan pergi ke neraka yang terdalam dimana aku akan menderita selama-lamanya.”

“Tidak, Yang Mulia. Kehidupan anda berlalu seperti sebuah kembang api. Orang yang tidak takut pada api dan yang mencoba menangkapnya mungkin akan terbakar. Tetapi anda membakar diri anda sendiri untuk menerangi segalanya disekitar anda. Api anda yang terang sangat hangat dan melindungi

Rosenheim untuk waktu yang lama. Dan sekarang anda akan bisa beristirahat di tempat yang nyaman dan melihat kerajaan anda tentram.”

Sang raja sangat puas oleh kata-kata itu.

“Aku tidak menyesal sama sekali bahwa aku mempercayakan tugas ini kepada seorang Sculptor yang namanya dibicarakan oleh banyak orang. Kau mempersiapkan sebuah tempat peristirahatan yang mengagumkan untuk aku, jauh lebih dari yang aku harapkan darimu. Jadi sekarang, ambillah hadiahmu yang telah dijanjikan.”

Kamu telah berhasil menyelesaikan quest

Fame naik sebesar 690 poin.

Kamu menerima 2930 poin reputasi dari Kerajaan Rosenheim.

level up.

level up.

level up.

level up.

level up.

5 level dan 2930 poin reputasi dari keluarga kerajaan!

Sang Raja melanjutkan berbicara:

“Semua orang yang membantu pembangunan makam akan menerima hadiah mereka sesuai dengan yang mereka kerjakan. Jasamu pada keluarga kerajaan sangat besar, kami ingin menghadiahimu. Apa yang kau inginkan?”

Saat-saat menggembirakan yang Weed bayangkan berkali-kali telah tiba.

2930 poin… Aku bisa mendapatkan sebuah item langka atau bahkan item unik dari harta kerajaan.

Pedang Agatha miliknya adalah item yang bagus. Itu meningkatkan statistik Faith, meningkatkan pemulihan HP dan bahkan memungkinkan untuk menggunakan Blessing 5 kali sehari. Tetapi tetap saja pedang tersebut yang ditempa oleh Order of Freya memiliki damage yang rendah.

Weed menginginkan sebuah pedang!

Yang terbaik yang bisa didapatkan.

Namun dia harus memikirkan tentang menyelesaikan quest yang sudah dia miliki…

҅Bahkan pedang terbaik didunia tidak akan membantu aku di Lands of Despair.’

Weed membuat keputusan dan berkata:

“Yang Mulia, saya mendapatkan tugas dari Order of Freya. Segera saya harus pergi melawan para Necromancer, penyembah dewa kegelapan Beelzebub. Order of Freya mendengar bahwa sesuatu yang jahat tengah dipersiapkan di Lands of Despair, dan tugas saya adalah untuk menghadapinya sebelum para Necromancer mengumpulkan banyak pasukan. Namun, yang saya sesalkan adalah saya tidak punya orang yang cukup untuk menyelesaikan tugas yang sulit itu. Itu sebabnya saya meminta bantuan dari prajurit pemberani dari Rosenheim.”

Sang Raja dengan cermat mendengarkan Weed dan secara serius menggelengkan kepalanya.

“Lands of Despair…. Aku mendengar ada pengungsi yang tinggal disana, yang diusir kesana selama era pertikaian dan peperangan dengan para Dark Elf. Selama pemerintahanku aku telah mengirimkan pasukanku dua kali ke tanah berseteru itu, tetapi tak seorangpun kembali. Untuk alasan itu aku memerintahkan mendirikan tembok yang tebal dan tinggi, untuk mencegah kejahatan dari tempat itu menyerang negeriku.”

“Jadi begitu…”

Baru sekarang Weed mulai mengerti, bahwa tempat itu jauh lebih berbahaya daripada provinsi Morata!

Tetapi itu bukan saatnya untuk menyerah. Quest adalah sebuah petualangan. Dan sampai pengalamannya membuktikan bahwa misi ini adalah mustahil, tak ada yang bisa menghentikan dia dari berusaha. Seperti kata pepatah, ‘lebih baik menyesal melakukan sesuatu daripada menyesal karena tidak melakukannya’.

Sementara Weed tersesat dalam pemikiran, Theodarren melanjutkan dengan tenang:

“Di tempat yang berbahaya dan tak memiliki hukum seperti itu, kau akan membutuhkan orang-orang yang setia. Aku akan meminjamkan prajurit padamu. Tetapi aku memintamu memperlakukan mereka dengan hormat dan tidak membiarkan terbunuh sia-sia.”

Dia harus menghabiskan poin reputasinya pada prajurit. Keputusan itu hampir membuat Weed menangis.

҅lagian, pergi kesana hanya dengan para Priest dan mengharapkan keajaiban sama saja dengan bunuh diri. Penyelesaian questnya jauh lebih penting daripada item unik apapun…’

Namun bahkan setelah membuat keputusan, dia tak bisa menahan untuk meminta sesuatu yang berharga.

“Saya memiliki begitu banyak kenangan yang berharga dari Kerajaan Rosenheim, dan saya ingin punya sesuatu sebagai kenang-kenangan.

Jika Yang Mulia tidak keberatan, sebuah pedang mungkin akan cocok.”

Kata-kata yang tepat dikatakan pada saat yang tepat.

Sang Raja mengangguk dan memerintahkan salah satu penasihatnya untuk memimpin si Sculptor ke tempat latihan.

Dalam perjalanan, Weed membuat ribuan alasan untuk mengambil senjata sebaik mungkin dari gudang senjata. Dia teringat perburuannya di Lair of Litvart dan questnya di Provinsi Morata. Dia harus sangat menahan diri sampai akhirnya berada disini dan mendapatkan kesempatan untuk menerima sesuatu yang benar-benar berharga.

Melewati semua kesulitan itu untuk menghabiskan semua poinnya pada prajurit?

Tidak akan! Weed akan mengambil setidaknya suatu item yang berharga untuk dirinya sendiri.

Penasihat memimpin dia ke tampat latihan, dimana banyak Warrior sedang berlatih.

“Dengan perintah Sang Raja kau diijinkan untuk memilih Knight dan prajurit untuk membantumu dalam misimu di Lands of Despair. Pilihlah sendiri.”

Para Knight dari Rosenheim memakai armor perak yang berkilauan. Kuda mereka sangat bersih dan tampak terawat dengan baik.

Silahkan pilih prajurit menggunakan poin reputasi milikmu.

Setelah jendela tersebut muncul, angka-angka mulai muncul pada dada para Knight.

҅Sepertinya itu adalah nilai mereka dalam poin reputasi.҆

Setiap Knight atau prajurit yang tersedia memiliki harga. Dia harus memilih dengan hati-hati, menghabiskan poin hanya pada prajurit yang benar-benar diperlukan.

Pertama-tama Weed dengan hati-hati memeriksa semua Knight.

Mereka berkumpul dalam beberapa kelompok. Ada Scarlet Knight yang terkenal akan kekuatan mereka, White Knight yang terkenal akan sihir mereka dan Royal Knight yang melayani raja secara pribadi. Yang terakhir memiliki level 280.

Tanpa berpikir dua kali, Weed menetapkan pilihannya pada mereka. Para knight pribadi dari sang Raja adalah petarung terbaik dari kerajaan.

Di tanah yang berbahaya semacam itu, aku akan memerlukan dukungan yang bagus…

Weed mendekati lebih dekat dan melihat angka-angka pada dada mereka. Mereka dimulai pada 30 dan terus belanjut sampai 100 poin per orang.

Sistem poin reputasi adalah salah satu alasan kekejaman dari guild-guild di Royal Road berkurang.

Dengan itu bahkan solo player dan party kecil bisa menyelesaikan quest dan mengumpulkan poin reputasi dari kerajaan dan kekuatan lain dari Royal Road. Dan jika mereka membutuhkan bantuan untuk menjalankan sebuah quest contohnya, mereka tidak harus mencari guild apapun untuk memintanya. Mereka bisa menyewa sebuah pasukan dari raja atau bangsawan.

Sambil berjalan-jalan di tempat latihan, Weed mencapai sebuah sudut dimana berbagai macam senjata dan armor ditumpuk dalam jumlah yang besar. Pedang, tombak, kapak, busur, tongkat dan gada, ada sangat banyak jenis senjata.

Pedang saja berjumlah lebih dari seratus. Dan tentu saja setiap item punya harga dalam poin reputasi diatasnya.

Pedang tua dan karatan sangat murah, hanya 23 poin. Tetapi pedang yang bagus jauh lebih mahal, 1500-2000 poin.

Jadi jika dia mengambil banyak prajurit, dia akan mendapatkan senjata yang buruk, dan jika dia mengambil senjata yang bagus, dia akan memiliki sedikit prajurit. Weed dihadapkan sebuah pilihan yang sulit.

Aku bekerja begitu keras untuk mendapatkan poin ini… Aku tidak bisa menghabiskan semuanya pada prajurit.

Jika seorang NPC mati dalam pertarungan, dia akan hilang selamanya. Tetapi bahkan jika tak satupun dari mereka mati pada quest tersebut, Weed masih harus mengembalikan mereka. Tetapi senjata akan tetap bersamanya bahkan setelah dia menyelesaikan quest. Dia akan bisa menjualnya untuk mendapatkan uang tunai.

Setelah banyak berpikir, Weed memutuskan untuk mengambil 10 Royal Knight. Kemudian memilih mereka, dia segera memberi mereka nama baru.

51, 53, 55, 56, 58, 59, 60, 98, 99, 100!

Tentu saja Weed akan ingat wajah dan nama-nama dari para Knight, yang mana dia telah menghabiskan poin reputasi yang dia peroleh dengan susah payah.

“Sepertinya Sang Raja menilaimu dengan tinggi, jadi aku akan patuh.”

“Aku tidak menyukainya, tetapi aku tidak bisa menentang perintah Raja, jadi aku akan mengikutimu.”

Para Knight tidak menyembunyikan kekecewaan mereka. Pernyataan langsung, kasar dan tidak senang diarahkan pada Weed, tetapi dia mengabaikan mereka dan melanjutkan untuk memilih senjata dan prajurit biasa.

Aku harus mengambil senjata yang sebagus mungkin dan menghabiskan sisa poin reputasi pada infantri. Aku tidak bisa membiarkan poinku jatuh terlalu rendah hingga aku tidak akan bisa mengambil pedang yang aku inginkan.

Pertama-tama dia mengamati dekorasi pedang, yang dipenuhi dengan ornamen. Namun dia tidak menyukainya.

Barang tak berguna. Lebih condong pada karya seni daripada sebuah senjata.

Sayangnya dia tidak diijinkan untuk memeriksa statistik senjata ketika memilih, jadi dia harus mengandalkan intuisi dan pengalamannya.

Hal yang bagus adalah bahwa di kota Somren dia punya kesempatan untuk mempelajari senjata secara menyeluruh dan belajar memperkirakan nilai mereka dari penampilan mereka. Pengalamannya sebagai seorang blacksmith sangat membantu juga.

Weed mencoba untuk menemukan sebuah pedang, yang mengandung jumlah mithril terbesar. Dan

ketika dia menemukannya, dia mengambilnya dengan sedikit keraguan.

“Identify”

Sword of Cold Loteu

Ketahanan : 150/150

Damage : 68-75

Pedang ini milik Loteu dari Kerajaan Niffleheim, si pemimpin dari tentara bayaran dari bagian utara benua. Pedang ini mengandung kekuatan es.

Persyaratan :

• Strength : 600

• Level : 250

Efek :

• +50 Strength

• +10 Agility

• +20% Leadership

• +30 Bonus frost damage

• Setiap serangan memperlambat musuh.

Jika kamu mengambil profesi seorang tentara bayaran, kamu akan segera mendapatkan status perak.

“Tidak buruk.”

Weed menghabiskan 1700 poin reputasi pada pedang tersebut dan puas dengannya. Meskipun efeknya lebih buruk daripada Sword of Agatha, damagenya jauh lebih besar. Dan jika kau memasukkan bonus skill sharpening, pedang ini adalah yang terbaik dari yang pernah dia miliki.

Setelah mengambil pedang itu, dia punya 541 poin reputasi yang tersisa, yang akan dia habiskan untuk menyewa prajurit juga. Weed melanjutkan berjalan-jalan di tempat latihan dan dia terkejut menyadari wajah-wajah yang familiar.

“Ketua!”

Becker, Hosram, Buren dan Dale. Para prajurit dari penyerbuannya di Lair of Litvart. Teman-teman lama.

“Kalian disini juga?”

“Iya, area disekitar ibukota mulai diserang oleh para monster dan kami di panggil kembali untuk berpatroli dan berburu monster.”

Keempat prajurit itu menjadi kapten sejak lama dan bertanggung jawab pada seratus orang dalam pasukan mereka masing-masing.

“Kami tahu anda akan kembali suatu hari.”

“Ya, kami begitu senang untuk melihat anda lagi, Ketua!”

Buren dan Dale tidak bisa menahan kegembiraan mereka. Selama perburuan mereka di Lair of Litvart, mereka menjadi benar-benar dekat dengan Weed dan benar-benar senang bertemu dia.

Weed menganggap dirinya sendiri beruntung.

Misi yang akan datang dia akan membutuhkan para prajurit yang bisa diandalkan tak seperti yang sebelumnya!

“Aku akan membawa kalian bersamaku, teman-teman.

Ayo, kita punya banyak pekerjaan yang harus dilakukan.”

Setelah memilih Buren dan yang lainnya bersama dengan 400 prajurit mereka, Weed hanya punya 3 poin reputasi yang tersisa.

Penasihat dengan cernat memeriksa semua prajurit yang dipilih dan berkata:

“Diharapkan bahwa kamu mengembalikan semua ksatria dan prajurit secara lengkap.”

Weed memutuskan untuk tidak menanggapi. Namun itu terlihat kejam, tetapi dia memilih mereka untuk bertarung. Ada banyak pertarungan dengan musuh yang berbahaya didepan mereka, dan Weed yakin bahwa kehilangan tak bisa dihindari lagi.

Tentu saja dia tidak berniat membiarkan prajuritnya yang dia dapatkan dengan susah payah untuk mati dengan mudah, tetapi dia juga tidak akan membiarkan mereka dibelakang.

Namun si penasihat melanjutkan:

“Jika kamu menjaga mereka tetap hidup, keluarga kerajaan akan mengakui kebaikanmu lagi. Dan jika kamu mengembalikan mereka lebih kuat dan lebih berpengalaman, Raja dan para bangsawan  lain akan sangat senang.”

Kata-kata si penasihat bisa dianggap sebagai janji untuk mengembalikan semua poin reputasi yang dihabiskan pada prajurit yang dikembalikan dan meningkatkan mereka untuk setiap prajurit yang levelnya naik dalam pertempuran yang akan datang.

Jika aku tahu ini akan terjadi, aku akan mengambil lebih banyak prajurit…

Diakhir diantara para prajurit, Weed melihat Docke, instruktur dari Training Hall. Belum lama ini dia dipromosikan dan sekarang dia melatih para knight di istana. Juga ada Midvale, si Knight, yang Weed dampingi di Lair of Litvart. Namun dia tidak punya poin yang cukup untuk mereka. Selain itu masing-masing dari mereka berharga lebih banyak daripada knight yang lain.

҅Sayang sekali. Yah, semoga aku punya kesempatan yang lain…҆

Weed menyelesaikan urusannya di istana dan menuju ke Order of Freya, didampingi oleh para prajurit yang dia sewa.

****

Dipintu masuk, para petinggi gereja sudah menunggu dia.

“Apa kamu siap untuk berangkat?”

“Ya.” jawab Weed dengan cepat.

Dibelakangnya adalah para Royal Knight, Buren, Becker, Hosram, Dale dan 400 prajurit infantri. Mereka semua sedikit tegang, karena mereka tidak menyangka untuk dipercayakan dengan misi yang penting seperti itu.

Bahkan para Royal Knight jarang ikut serta dalam quest dengan tingkat kesulitan yang tinggi seperti itu.

High priest berkata:

“50 Priest yang dijanjikan sudah menunggu di portal.”

“Kami akan menunjukkan jalannya.”

Para Priest dari Order of Freya. Weed menyapa mereka dan mengamati dengan cermat. Ada banyak pria berkumis memakai jubah, tetapi yang mengejutkan dia adalah disana ada banyak Priestess. Dan mereka semua luar biasa cantik.

Para prajurit menatap mereka dengan mata lebar.

“Woah!”

“Sekarang aku merasa lebih semangat, Ketua!”

Hanya dengan sekilas menatap para Priestess, semangat bertarung dari Becker dan para prajurit yang lain melambung tinggi.

Weed melangkah ke portal sebagai pemimpin pasukan besar. Tetapi dia hanya bisa mengkomando 50 Priest dari Freya. Royal Knight, Buren, Becker dan yang lainnya akan secara bebas menilai situasinya dan membuat keputusan mereka sendiri.

“Freya memberkatimu!”

High Priest dan yang lainnya membacakan doa dan portal mulai bersinar.

Ketika cahaya itu menghilang, Weed dan yang lainnya sudah jauh dari Rosenheim.

****

Piramid itu dengan cepat menjadi salah satu tempat yang paling banyak dikunjungi di Kerajaan

Rosenheim. Setiap hari lebih dari 40.000 orang mengunjunginya.

Tentu saja kebanyakan dari mereka datang bukan untuk melihat karya seni itu, tetapi untuk mendapatkan buff dari patung Sphinx.

“Wow! Hebat.”

“Benar. Ini gila, untuk membangun sebuah piramid disini…”

“Aku melihat sebuah film tentang pembangunannya. Itu benar-benar keren, aku datang kesini hanya karena itu.”

Tetapi yang mengejutkan bagi mereka yang datang kesini untuk yang pertama kalinya, selain patung Sphinx yang terkenal, mereka menemukan ada patung-patung lain dari kijang, kanguru, rusa, kelinci dan monster-monster lain yang berlevel rendah dengan ekspresi sedih di wajah mereka.

Menatap patung-patung itu, banyak player merasa bersalah karena diawal bermain mereka membantai para herbivora tak berbahaya itu dalam jumlah yang besar.

Jadi tak mengejutkan bahwa setelah membaca kata-kata yang terukir, tangan mereka meraih saku mereka.

Untuk melihat patung-patung tersebut, bayarlah sebanyak yang dikatakan hatimu.

Semua uang yang terkumpul akan didonasikan!

Kami akan menggunakannya untuk membantu mereka yang membutuhkan.

Setiap pengunjung meninggalkan coin copper atau koin silver.

sumber : http://sekkinokyou.id/

Translator / Creator: alknight