November 15, 2016

The Legendary Moonlight Sculptor – Volume 5 – Chapter 3: The Power of Alcohol

 

Para Geomchi secara serius mempertimbangkan mengganti nama mereka.

“Kita telah berkeliaran disini selama sebulan.”

“Ya, membuat kita dikenal sebagai ‘The Lost’ sekarang. Bagaimana menurutmu?”

Para pemula yang tak tahu apa-apa yang belum pernah memainkan videogame sebelumnya, mereka berpikir bahwa mereka telah beradaptasi dengan Royal Road. Tetapi mereka telah salah.

Para Geomchi kurang lebih bisa menavigasi area yang familiar, tetapi di daratan selatan dari Kerajaan Rosenheim mereka segera tersesat dan berkeliaran mencari jalan. Saat itulah mereka mendengar berita tentang kembalinya Weed ke Benteng Serabourg.

Mata sang master bersinar dingin.

“Akhirnya aku bisa bertemu muridku didalam game.”

“Master, kami juga sangat ingin bertemu Weed!”

Semua murid memiliki pemikiran yang sama.

“Ayo, mari kita kunjungi dia!”

Para Geomchi kemudian pergi untuk perjalanan panjang mereka untuk kembali ke Istana Serabourg.

“Kupikir ini jalannya. Master!”

“Kita akan lebih cepat sampai jika kita melewati jalan ini.”

“Huh? Kita melewati tempat ini sebelumnya….”

Meskipun para Geomchi mulai berjalan kembali saat Weed kembali ke Serabourg, itu membutuhkan berminggu-minggu berkeliaran hingga akhirnya sampai di ibukota Rosenheim.

Hal pertama yang mereka lihat setelah sampai, disana banyak player bekerja keras.

Geomchi49 menatap mereka dan tertawa.

“Bukan begitu caranya menggunakan kekuatan.”

Geomchi116 juga mulai tertawa.

“Mengayunkan kapak seperti itu… Gunakan pengetahuan. Pengetahuan!”

“Mereka begitu lelah hingga mereka tidak bisa memukul paku dengan benar.”

“Kita harus membantu mereka.”

“Whoooo Oooooh!”

Para Geomchi sepenuhnya tak mengetahui hadiahnya! Mereka hanya melepaskan pakaian mereka, memegang kapak dan mulai menambang batu.

Rata-rata level dari para player yang sibuk pada pembangunan lebih tinggi daripada para Geomchi, dan banyak yang memiliki Strength, Agility dan statistik lain lebih tinggi dari pada mereka. Tetapi hal itu bukan masalah bagi para Geomchi saat mereka tak membuang-buang waktu dan mulai bekerja.

“Untuk mengayunkan sebuah kapak, kau tidak membutuhkan kekuatan tetapi keterampilan.”

“Mari kita tunjukan pada para amatir itu bagaimana cara melakukannya.”

“Ya. Serahkan pada kami.”

****

Weed, Pale, Surka, Irene, Romuna dan Maylon yang baru bergabung sedang istirahat.

Itu adalah kedua kalinya setelah di Lavias bahwa mereka bisa bersama-sama, yang sebelumnya mereka tidak bisa berbicara banyak karena Weed dibawa para prajurit untuk menemui Raja.

Pembangunan piramid berjalan lancar, jadi mereka akhirnya mendapatkan waktu untuk bersama-sama dan berbicara.

Seperti yang sebelumnya, Weed diminta untuk memasak sesuatu yang lezat. Jadi sekarang dia sedang memasak kimchijeon dengan lemon.

Pertama seseorang akan berpikir bahwa mereka tidak akan cocok satu sama lain, tetapi Pale, Surka, dan yang lainnya memakan begitu cepat hingga makanan yang Weed buat menghilang seketika.

Melihat teman-temannya memiliki nafsu makan seperti itu, dia hanya bisa tersenyum.

“Mau lagi?”

“Ya!”

“10 porsi lagi!” Maylon berseru dan mengangkat tangannya dengan jari-jarinya terbuka sebagai tanda.

Pale dan Surka menatap dia dengan terkejut, dan Maylon menjawab sambil tersenyum.

“Bagaimanapun juga, tak peduli seberapa banyak yang kamu makan di Royal Road, kamu tidak akan menjadi gemuk. Jadi aku akan memakan sebanyak yang aku bisa. Itu sulit untuk memperhatikan berat badanmu. Tetapi kamu benar-benar penuh kejutan, Weed. Bukan hanya kamu adalah seorang Sculptor terampil, tetapi juga seorang koki handal. Kamu akan populer dengan para gadis.”

“Kamu benar, Weed adalah seorang koki hebat. Dia sudah memasak banyak makanan lezat untuk kami, Maylon.”

“Aw, Pale…”

Kemesraan Pale dan Maylon membuat bulu kuduk mereka berdiri.

‘Aku tidak tahu mereka seperti itu…’

Suara Pale yang semanis gula… dan balasan Maylon yang bersungut-sungut.

Seperti sepasang kecoa yang benar-benar manis.

“Aku akan sakit.”

“Dan mereka seperti itu sepanjang waktu.”

Teman-temannya menyelesaikan kimchijeon dan berdiri. Mereka beristirahat dan memakan makanan yang lezat, tetapi mereka tak bisa menghabiskan lebih banyak waktu untuk bersantai-santai, sudah waktunya untuk melakukan beberapa pekerjaan pada pembangunan pyramid atau untuk berburu monster.

Baru-baru ini keempat temannya, sering menyelinap dari tempat pembangunan untuk menggunakan keuntungan dari patung Singa dan berburu goblin disekitarnya. Karena itulah mereka harus benar-benar bekerja keras untuk bersaing dengan player lain.

Hal itu menghasilkan jadwal yang ketat, tetapi semua orang dalam kelompok tersebut mendapatkan hampir 5 level, dan bahkan Irene mencapai level 225 sekarang. Pale, Surka dan Romuna sekarang berlevel 232, hanya 20 level dibelakang Weed.

Perlahan-lahan menggeliat, Pale bergumam dengan ironi.

“Selama beberapa hari terakhir aku telah mimisan 5 kali.”

“Aku 7 kali.” balas Surka.

“Tetapi kamu tidak merasa pusing setidaknya.” kata Irene, dan setelah berpikir, dia menambahkan.”

“Hidungku aku sumbat. Dan di kereta bawah tanah, semua orang disekitarku tampak seperti para goblin… Aku menjadi bingung apakah aku didalam game atau dalam kehidupan nyata.”

“…..”

Weed dan yang lainnya menatap Irene, bingung.

‘Beruntunglah dia adalah seorang Priestess.’

Surka adalah seorang Monk, sehingga jika dia menjadi bingung seperti itu, dia mungkin menyerang orang-orang dengan tinjunya. Beruntung sekali, Irene bukanlah petarung, dia hanya mendukung player lain dalam party dengan holy magic.

Beberapa hari belakangan sangatlah sulit bagi teman-temannya, jadi di dunia nyata, mereka sangat kelelahan dan dalam keadaan kacau.

Tak banyak orang yang seperti Weed yang bisa tidur selama 4 jam sehari dan bermain Royal Road sepanjang sisa waktu tersebut. Weed tidak merasakan konsekuensi apapun dari bermain game.

‘Bermain Royal Road adalah ratusan kali lebih baik daripada menghabiskan sepanjang tahun bekerja di ruangan yang berdebu, menjahit mata boneka atau mewarnai pakaian.’

Weed terguncang hanya dengan mengingat saat-saat itu. Sebuah ruangan kecil penuh debu hingga sulit bernafas, dan pewarna yang digunakan sangat berbahaya hingga setelah bekerja dengan itu selama beberapa saat, bintik-bintik merah muncul dikulit.

Saat itu dia harus berhenti bekerja dan menjalani pengobatan yang panjang dan mahal di rumah sakit terdekat. Saat itulah, ketika Weed menyadari bahwa tak peduli apa, kau harus selalu menjaga kesehatan tubuhmu.

Meskipun kebanyakan waktunya dihabiskan pada Royal Road, di saat senggang dia selalu melakukan olahraga.

Dan untuk tidur nyenyak dia merapal mantra didalam kepalanya sebelum tidur:

‘Aku bisa tidur nyenyak.’

‘Aku akan tidur nyenyak.’

‘Aku akan tidur selama 4 jam dan bangun dengan segar.’

‘Aku akan mimpi indah.’

Bagi orang luar, itu akan tampak seperti sebuah perkataan tak berarti, tetapi bagi Lee Hyun frase ini telah menjadi semacam doa dan secara tak terduga memiliki efek yang kuat. Dia akan tertidur nyenyak, dan bangun dengan penuh dengan energi, dia akan bergegas ke penaklukan baru di Royal Road.

Sejujurnya, Lee Hyun bisa tidur begitu nyenyak belum lama ini. Lebih dari 10 tahun dia berada dalam ketakutan terus-menerus pada para rentenir. Dalam keadaan itu tak ada tempat yang bagus untuk tidur nyenyak.

Hanya setelah membayar hutangnya, dia sekarang memiliki kesempatan untuk menyimpan uang untuk keluarganya. Karena itulah Lee Hyun bisa melepaskan ketakutannya dan mulai menikmati kehidupannya.

Setelah makan malam, teman-temannya memutuskan untuk pergi berburu monster. Apa yang bisa menjadi lebih baik daripada berburu dengan orang-orang yang kau bisa mempercayakan hidupmu?

Tetapi kemudian mereka didekati oleh 5 pria. Mereka adalah para Geomchi.

“Bawa kami bersama kalian.”

Geomchi dan keempat Geomchi tidak berpartisipasi dalam pembangunan makam.

Itu tidaklah bagus bagi reputasi para senior untuk melakukan pekerjaan murid.

Jadi mereka pergi menemui Weed dan tiba tepat waktu untuk melihat mereka bersiap untuk pergi berburu.

“Biarkan kami ikut juga.”

“Kami tidak akan menjadi beban, percayalah padaku.”

Belum lama ini, para Geomchi mengubah profesi mereka menjadi Martial Artist.

Berkat hal itu, mereka bukan hanya mendapatkan peningkatan yang signifikan pada kekuatan serangan mereka, tetapi juga kemampuan menggunakan segala macam senjata dalam game.

Kebanyakan murid berlevel 180, tetapi Master dengan para instruktur memiliki level lebih dari 200.

Semuanya berkat fakta bahwa mereka tidak terlibat dalam urusan apapun, kecuali berburu, jadi mereka meningkatkan level pada kecepatan yang luar biasa.

Selain itu, belakangan ini mereka mulai mengambil quest, meskipun bukan quest yang sangat rumit, quest yang mudah untuk dibayangkan. Seperti kebanyakan tugas yang membutuhkan untuk membunuh seseorang atau untuk mengumpulkan beberapa item.

“Oke. Mari kita pergi bersama.”

Tentu saja Weed senang bahwa mereka ikut. Royal Road bukanlah game dimana kau bisa berburu hanya dengan sedikit orang.

Tak seperti video game sebelumnya yang menggunakan mouse, game virtual reality lebih terfokus pada bekerja bersama dalam sebuah kelompok. Dari caramu bergerak dan bereaksi untuk mengubah situasi bergantung pada orang lain dalam party.

Itu sebabnya mereka yang bertarung dengan baik di Royal Road memiliki kepercayaan diri lebih banyak dalam pertempuran. Tak ada yang bisa dilakukan tentang hal itu. Seorang pria cerdas selalu bisa menggunakan otak mereka untuk membuat keputusan bagus, orang yang terlatih dengan baik bisa menggunakan reflek dan skill bertarungnya yang bagus saat berburu monster.

Dalam beberapa cara, virtual reality lebih dekat dengan kehidupan. Karena hal inilah, kadang-kadang mereka yang tidak tahu bagaimana untuk bertarung dibawah keadaan yang sulit dan tertekan, dianggap sebuah beban oleh ketua party.

Tentu saja, kebanyakan player memulai tanpa pengetahuan apapun tentang pertarungan, tetapi mereka perlahan-lahan mendapatkan pengalaman dan menjadi petarung yang lebih dan lebih terampil.

Selama periode ‘belajar’ ini, penting untuk memahami siapa temanmu di dalam game dan kenyataan.

Dan bagaimana mereka memperlakukanmu.

Tetapi semua masalah pendatang baru ini tidak dimiliki oleh top 5 Geomchi, karena mereka adalah yang terbaik. Geomchi, Geomchi2, Geomchi3, Geomchi4, dan Geomchi5! Para master pedang yang sebenarnya, didalam kehidupan nyata dan didalam game.

Weed tidak punya keraguan pada kemampuan bertarung mereka. Selain itu, dia sangat ingin melihat teknik-teknik dari Martial Artist.

Bersama dengan bergabungnya para Geomchi, mereka adalah party besar dan berbahaya.

Mereka memutuskan untuk menyewa kuda karena tempat berburunya sangat jauh. Tempat itu disarankan oleh Pale, dan karena pengetahuannya tentang Royal Road sangat luas, Weed tak punya alasan untuk meragukan dia.

“Kemana kita pergi? Tempat macam apa yang memakan 2 jam perjalanan dengan kuda?”

“Kita akan pergi ke Gorge of Huntresess (jurang pemburu). Mereka adalah monster berlevel 280, mereka berkumpul dalam kelompok dua atau tiga orang dan pergi berburu. Itu adalah sebuah tempat yang berbahaya. Aku hanya membaca tentang mereka, belum pernah benar-benar kesana.”

Setelah kata-kata Pale, Weed teringat beberapa informasi tentang Huntresses juga. Mereka adalah Amazon Warrior, ahli dengan pedang, tombak dan cambuk!

“Aku mengerti. Dan tempat macam apa itu?”

“Sebuah jurang. Setelah kita masuk, perburuan akan dimulai. Dalam kenyataannya, ada satu fitur tentang para Huntresses. Mereka tidak pernah menyerang ketika player memasuki wilayah mereka.

Mereka selalu menunggu, dengan cermat mengawasi para penyusup, menunggu sampai mereka mencapai jantung jurang, dan kemudian mulai menyerang party dalam kelompok kecil. Jadi sampai kau membunuh para Huntresses yang menyerang, kau tidak akan bisa meninggalkan jurang itu.”

“Jadi, itu artinya kita membunuh mereka semua atau mereka membunuh kita?”

“Ya. Ini adalah sebuah tempat yang sangat berbahaya.”

Dengan demikian, sambil berbincang-bincang, mereka sampai di Gorge of Huntresses.

“Hmm… Tampak berbahaya.” Surka memeriksa tebing sekeliling dengan waspada.

Para Huntresses, berpakaian jubah hitam, bersembunyi diatas tebing dibelakang pepohonan dan semak-semak.

Meskipun mereka berusaha untuk tetap tak disadari, Weed dan anggota yang lain dari party sangat waspada, jadi mereka tetap bisa melacak mereka.

“Memang benar, mereka tidak menyerang.”

“Ya. Mereka akan menyerang nanti, setelah semua bala bantuan sampai.”

“Dan bagaimana kalau kita menyerang mereka sekarang?”

“Itu tak berguna. Jika kita menyadari mereka, itu artinya kita sudah dikepung.”

“Kita harus bersiap untuk pertempuran.”

Weed meletakkan tas ditanah dan mengeluarkan alat-alat.

“Weed, apa yang kamu lakukan?”

Pada pertanyaan Irene, Weed hanya mengulurkan tangannya.

“Berikan padaku senjata dan armormu.”

“Huh?”

“Aku harus mempersiapkan mereka sebelum pertarungan dimulai.”

“Eeeeeeh, ok.”

Kemudian teman-teman Weed teringat bahwa skill Blacksmith dan menjahitnya sudah tahap menengah, jadi mereka mulai mendekati dia satu per satu dan memberikan pada dia equipment mereka.

Itu adalah saatnya untuk melakukan beberapa pekerjaan. Weed mengasah pedang, memoles armor dan memperkuat pakaian!

Bagi Maylon, tindakannya tampak misterius, dan dia pelan-pelan bertanya pada Pale:

“Apa yang Weed lakukan?”

Ketika mereka memutuskan untuk berburu dan membawa seorang Sculptor bersama mereka, Maylon secara alami berpikir bahwa Weed diundang, karena dia adalah teman mereka dan membutuhkan bantuan untuk naik level. Orang-orang dengan profesi kerajinan memiliki waktu yang sulit meningkatkan level mereka karena mereka adalah petarung yang buruk.

Namun, sejak awal Pale, Romuna dan yang lainnya membuat Weed sebagai ketua party. Pendapatnya adalah yang paling penting.

Maylon bekerja di sebuah stasiun TVMedia, jadi dia berpikir dia bisa memahami situasi apapun dengan sangat cepat, tetapi dia sekarang sangat bingung dan tidak mengerti apa yang sedang terjadi.

Weed membuatnya bahkan lebih membingungkan, membuat segala macam tindakan yang aneh.

Dia memperkuat pakaian, mengasah pedang mereka dan memoles armor!

Pale sambil tersenyum menjelaskan pada dia:

“Ini mungkin sulit untuk dipercaya, tetapi Weed punya Blacksmith tahap menengah.”

“Apa?!”

Perkataan itu bagi Maylon sangat mengejutkan yang mungkin menjadi sebuah pernyataan yang tidak benar. Di seluruh benua Versailles ada beberapa Blacksmith dengan level skill tahap menengah. Dia tidak bisa percaya bahwa seorang Sculptor tahap menengah telah mengembangkan skill blacksmith juga.

“Yah, jangan terlalu terkejut. Selain skill blacksmith, Weed punya…”

Pale ingin melanjutkan, tetapi sudah sedikit terlambat. Weed telah memperkuat equipment dari anggota party yang lain dan berbalik kearah Maylon. Sedikit ragu-ragu, dia menyerahkan busurnya.

“Wow! Sungguh busur yang bagus.”

Setelah melihat senjata itu, Weed terkejut.

Item Unik!

‘Bisa dijual setidaknya seharga 10.000 won…’

Mata Weed berkilauan dengan keserakahan. Tidaklah mudah untuk mendapatkan item unik di Royal Road.

Maylon sangat khawatir, dan Weed, setelah berjuang dengan keserakahannya sebentar, perlahan-lahan menyesuaikan tali dan bekerja pada seluruh keelastisan busur tersebut.

Ketika Maylon mendapatkan kembali senjatanya, dia menjadi sangat terkejut.

Two-handed Bow of High Elf Venus

Ketahanan : 40/40

Damage : 75

Jangkauan : 16

Dengan sebuah tembakan dari busur ini, kamu bisa dengan mudah membunuh gagak yang tidak beruntung. Talinya terbuat dari rambut High Elf. Membawa keberuntungan dan mengurangi moral musuh.

Persyaratan :

• Level 230

• Agility 700

• Hanya untuk Ranger

Efek :

• Strength +15

• Agility +20

• Akurasi +60

• Memperkuat skill Quick Shot sebesar 25%

• Mengurangi 3 MP musuh yang terkena

• Tingkat serangan untuk memperlambat musuh adalah 100%

Busur ini berada ditangan seorang pengrajin terampil.

Menerapkan efek:

• Strength +10

• Attack +9

• Agility +15

• Akurasi +16

• +10% penguatan skill

• Jangkauan tembakan meningkat sebesar 5

“Wow!”

Maylon berulang-ulang memeriksa busurnya.

Weed hanya sedikit mengerjakannya, dan statistiknya telah meningkat sebesar hampir 20%!

“Jadi itu yang bisa dilakukan blacksmith dengan level skill tahap menengah…”

Busur ini Maylon dapatkan sebagai sebuah hadiah. Meskipun ketahanan senjata itu sangat kecil, itu bukanlah sebuah kerugian yang besar karena tak seperti pedang, kau tidak bisa memukul monster menggunakan busur.

“Dan sekarang berikan pakaianmu.”

“Tapi… ini terbuat dari kain.”

Maylon menatap Weed dengan bingung. Blacksmith hanya bisa bekerja dengan armor dan senjata.

“Lakukan seperti yang dia katakan.”

Maylon mempercayai Pale, tetapi itu masih meragukan ketika dia melepaskan pakaian Rainbow Fabric miliknya. Itu adalah sebuah pakaian yang sangat langka terbuat dari kain yang langkanya setara, dijahit oleh seorang master sejati.

Setelah memegangnya, Weed segera mengenali item yang dia ciptakan dan dijual melalui pelelangan yang dijalankan Mapan. Entah bagaimana item itu berakhir ditangan Maylon.

Weed pelan-pelan memperkuat jahitannya dan meningkatkan atribut perlindungannya, meningkatkan tingkat pemulihan HP dan resistensi dingin!

“Luar biasa!”

Mata Maylon melebar terkejut, dia tak bisa berkata apa-apa.

Weed meningkatkan equipment milik semua orang dan meningkatkan secara drastis serangannya, defense, strength dan parameter yang lainnya, yang secara positif mempengaruhi seluruh kekuatan party.

Tetapi Weed tidak berhenti, dia memasukkan semuanya ke dalam tas dan mengeluarkan peralatan masak.

Surka sangat menantikan saat-saat ini.

“Aku akan membuat steak kali ini.”

“Wow!”

Meskipun mereka belum lama ini telah makan, Surka bereaksi seolah-olah dia telah kelaparan selama seminggu. Dia suka merasakan makanan lezat yang baru, tetapi dengan ketertarikan yang sama, dia memperhatikan Weed memasak.

Seluruh proses masakan Weed tampak seperti sihir. Selama penggorengan, api naik tinggi, seolah-olah merusak daging. Tetapi Weed dengan cermat melanjutkan prosesnya, dan perlahan-lahan aroma steak yang sempurna mulai menyebar.

Aroma itu memberi para anggota party nafsu makan yang besar. Dalam kenyataannya, ini adalah alasan utama Pale dan yang lainnya begitu semangat berburu dengan Weed.

‘Kelihatan lezat…’

‘Indah sekali.’

Mata Irene dan Romuna berawan. Mereka tengah membayangkan seberapa lezat rasanya.

‘Wow! Sungguh aroma yang lezat…’

“Ya, aromanya saja sudah 100 kali lebih lezat daripada roti gandum.”

“Bisakah kami makan juga?”

Kelima Geomchi menelan ludah dengan keras.

“Makanlah duluan.”

“Kami sudah makan makanan Weed berkali-kali.”

Gadis-gadis baik melewatkan giliran mereka. Weed masih akan membuat lagi, jadi tak masalah membiarkan para Geomchi duluan. Para gadis tidak mengetahui seberapa salahnya mereka…

“Steak ini begitu kecil.”

“Yummy! Jadi ini rasa dari hidangan elit.”

Para Geomchi memakan daging seolah-olah untuk menebus semua waktu yang mereka lewati dengan memakan roti gandum penuh kebencian.

Pertama Weed ingin menyiapkan semuanya sebagaimana mestinya dan menyiapkan satu hidangan, tetapi para Geomchi memakan begitu cepat hingga dia harus memanggang semua daging.

“Lagi! Lebih cepat!”

“Tak masalah, jika dagingnya sedikit mentah, jadi ayolah.”

Geomchi3 bahkan mau makan daging setengah matang. Itu adalah kemiskinan sejati. Jadi itu mungkin, semua daging yang dimasak oleh Weed, berakhir didalam perut para Geomchi.

Namun, hal ini tidak menghentikan mereka…

Setelah merasakan bahwa sesuatu telah hilang, sang master mengecap bibirnya beberapa kali.

“Weed!”

“Ya?”

“Kamu adalah koki hebat.”

“Yah, tak ada yang perlu dibanggakan. Tetapi jika kau lapar, aku akan memasak sesuatu kapanpun.”

Geomchi mengangguk pada kata-katanya, berdehem dan berkata:

“Ahem, ahem! Dagingnya sudah cukup. Tetapi… Setelah makanan yang selezat itu, tenggorokanku menjadi kering.”

“Sebelum meninggalkan Serabourg aku mengambil air. Apa kau mau?”

Weed mencari-cari dalam tasnya dan mengeluarkan sebotol air, tetapi ketika dia hendak menyerahkannya sang Master mengelengkan kepalanya.

“Bukan itu maksudku…”

“Lalu apa? …apa kau membicarakan tentang alkohol?”

Weed bertanya setelah menyadari apa yang dimaksudkan sang Master dan dia mengangguk setuju.

“Yah, tidak harus sih… Tapi apa kamu punya?”

“Oh, kau seharusnya mengatakannya lebih awal.”

Jauh didalam tas milik Weed terdapat persediaan minuman alkohol. Terutama hasil dari eksperimennya dari membuat campuran herbal. Setelah skill memasaknya mencapai tahap ahli, dia memperoleh skill membuat minuman keras, dan Weed berusaha untuk mengembangkannya setinggi mungkin.

Kapanpun dia mendapatkan herbal atau tanaman yang cocok untuk menyiapkan alkohol, dia membeli segala yang dia bisa dan membuat minuman.

Makanan bukanlah semua tentang hidangan. Dengan minuman pendamping yang sesuai, efek dari makanan meningkat! Sebagai tambahan, alkohol bukan hanya meningkatkan efek dari makanan, tetapi juga menaikkan statistik Strength dan Stamina.

Sayangnya, tak seperti makanan, alkohol harus dipersiapkan sebelumnya, karena prosesnya jauh lebih panjang.

Karena itu Weed membawa tas persediaan botol dengan minuman keras herbal dan wine.

“Bagus. Ini, nikmatilah ini dan beberapa makanan ringan…”

Weed dengan cepat mengulurkan tangan kedalam ranselnya dan mengeluarkan salah satu botol, dan sebagai makanan ringan dia mengeluarkan beberapa irisan ikan kering.

“Terima kasih, muridku.”

Geomchi, yang tidak menduga bahwa disana bahkan ada makanan ringan, dengan senang membuka botol dan mulai minum.

Melihat itu, Geomchi2 juga mendekati Weed.

“*ehem-ehem*.

Sejujurnya, tenggorokanku juga kering.”

“Ya. Aku baru saja hendak mengeluarkan botol untukmu juga.”

Weed dengan cepat mengeluarkan botol yang lain dan menyerahkannya pada Geomchi2. Dan kemudian, tanpa menunggu kata-kata dari para Geomchi yang lain, dia memberi mereka juga. Karena dia sudah mulai memberi minuman secara gratis, dia harus melakukannya sampai akhir dengan tersenyum.

Dalam kenyataannya Weed lagian hendak memberi mereka semua minuman yang sudah dipersiapkan sebelum bertarung. Dia ingin melihat para Geomchi beraksi dan untuk itu diperlukan untuk memaksimalkan statistik mereka, jadi mereka akan menunjukkan kemampuan tertinggi mereka dalam pertempuran.

‘Dan semakin baik mereka bertarung, semakin mudah perburuannya. Untuk mendapatkan exp yang cepat kemampuan dari setiap anggota party sangat penting.’

Weed menyerahkan gelas pada Pale dan teman-temannya juga.

“Apa, kami benar-benar bisa meminumnya?”

“Tentu saja. Jika kau minum, Strength dan HPmu akan naik sedikit.”

Teman-temannya meminum dan melihat statistik mereka meningkat.

Maylon dalam keadaan panik.

҅Bagaimana?… Apa ini… Party macam apa ini?’

Karena profesinya sebagai seorang reporter, Maylon bisa berburu dengan banyak orang yang berbeda.

Bahkan dengan player berlevel tinggi yang sangat terkenal, atau para anggota guild-guild yang berpengaruh. Jadi dia punya pengalaman lebih dari cukup ketika saatnya berburu.

Tetapi kelompok ini menyangkal segala yang dia pikirkan pada peraturan dasar!

Di party ini seorang pengrajin sederhana, seorang Sculptor, bertanggung jawab untuk meningkatkan karakteristik dari para anggotanya! Dan semua orang menganggap hal ini normal! Meskipun biasanya, hanya Bard, Priest dan Shaman yang bertanggung jawab atas hal itu.

Ini benar-benar kombinasi party yang tidak biasa. Maylon meminum minuman keras itu dan mengamati dengan hati-hati.

“Weed…”

“Ya?”

“Punya sesuatu yang lain untuk diminum? Mari kita mencoba minuman yang berbeda.”

“Itu….”

Awalnya Weed hendak menolak. Dia harus menempatkan begitu banyak usaha untuk membuat minuman ini, bisa dikatakan, bahwa itu adalah harta miliknya.

Tetapi sang master berkata dengan suara memohon…

“Sedikit, hanya sedikit…”

Jika dia meminta secara langsung, itu akan lebih mudah untuk mengatakan tidak. Tetapi sang guru duduk dengan ekspresi kesakitan diwajahnya hingga itu mustahil untuk menolak.

Geomchi2, Geomchi3 dan Geomchi yang lain berusaha membujuk master mereka.

“Master, kau tidak seharusnya melakukan itu.”

“Aku yakin Weed bekerja keras untuk membuat minuman ini.”

“Yah, aku hanya akan mencicipinya…”

“Dan level kita rendah juga. Kita seharusnya bersyukur bahwa kita diterima dalam party.”

Meskipun mereka berpura-pura untuk menghentikan Master mereka, kata-kata mereka tidak punya niat untuk melakukannya, karena mereka juga menginginkan lebih banyak minuman milik Weed.

“Coba ini.”

Didepan sang Master muncul setumpuk botol dengan sesuatu yang tansparan, hitam, ungu… Salah satunya bahkan ada ular didalamnya, dan itu adalah pertama kali Weed membukanya.

“Oh! Ini adalah Snake Soju!”

Para Geomchi mengambil botol itu dan mulai meminumnya.

“Endurance naik lagi!”

“Ketika kau meminumnya, minuman ini memberimu lebih banyak energi!”

“Minuman terbaik yang pernah aku coba!”

Kapanpun jumlah Snake Soju berkurang, Weed menjadi lebih sedih. Sementara itu, para Geomchi terus meminumnya dengan kecepatan yang mengerikan. Weed telah menggunakan uang untuk membeli dan membuat soju itu, dan tengah frustasi karena kehilangan uang. Selain itu, mereka tidak boleh melepaskan kewaspadaan terhadap sekeliling.

‘Ayolah, bahannya yang digunakan hanya seharga beberapa dolar…’

Kebanyakan bahannya dia dapatkan sendiri. Seperti ular yang dia tangkap, dan yang dia beli sebenarnya berharga murah. Botolnya yang paling mahal, Weed membelinya seharga 1 silver, tetapi botol itu tidak akan menghilang.

Dan apa yang menghawatirkan bagi dia. Seperti yang dikatakan dalam sebuah peribahasa: ‘Orang kaya semakin dekat dekat dengan neraka.’ Selama beberapa minggu belakangan, Weed memperoleh jumlah uang yang besar, lebih dari 70.000 gold. Ketika Weed berjalan, koin-koin dalam tasnya bergemerincing keras.

Kebanyakan uang tersebut dia dapatkan pada pembangungan makam. Itulah sebagaimana biasanya dalam bisnis pembangunan. Jumlah besar pembangunan dan kontrak tambahan tanpa akhir! Dan menghemat uang menggunakan bahan murah!

Dimasa lalu ketika Weed masih kecil, dia telah bekerja secara ilegal pada pembangunan dan mengingat kata-kata dari teman-temannya yang lebih tua. Sekarang sudah saatnya menggunakannya!

Weed diberi 100.000 gold untuk pembangunan makam. Dan dia bisa menyimpan 60.000 gold untuk dirinya sendiri!

‘Pengetahuan yang tak digunakan — adalah pengetahuan yang sia-sia.’

Weed tersenyum dengan puas.

Sementara itu, para Geomchi telah sepenuhnya lupa tentang janji mereka, dan meraih botol minuman keras yang lain.

“Oh, ini bagus!”

“Master, coba yang ini juga. Ini lezat.”

“Kau benar, minuman ini menggoda.”

Tak seorangpun mencoba menghentikan para Geomchi. Jika di kehidupan nyata mereka tampak seperti para petarung hebat, dan didalam game, tubuh mereka menjadi senjata mematikan. Mereka semua punya mata yang tajam dan tatapan yang berat, itulah yang benar-benar membuat Pale dan yang lainnya kewalahan.

Teman-temannya mengetahui bahwa para Geomchi harus dihentikan, tetapi tidak bisa memikirkan cara melakukannya.

“Hic… Begitu enak!”

“Master, kau tampak lebih baik hari ini. Oh, dan kenapa kau menjadi dua? Kau terbelah?”

“Lihat siapa yang berbicara, anak muda. Kau ada empat!”

“Ahahaha!”

Mereka tertawa keras, dan kemudian mulai memaksa Pale untuk minum juga.

“Ayolah. Pria sejati harus bisa minum segelas.”

“Aku sudah minum.”

“Kalau begitu, maksudku dua gelas! Sini, ada minuman keras, bukankah dunia ini indah?”

Pale berusaha menolak, tetapi tidak bisa melawan kemauan dari para Geomchi, dan harus minum.

Dalam kenyataannya, dia ingin minum. Minuman keras buatan Weed sangat manis dan lezat.

Setelah Pale, giliran para gadis datang.

“Jadi, mari semuanya minun bersama. Bersulang!”

“Oh. Terima kasih. Kalian tampak lebih ramah.”

“Ahha!

Tentu saja, teman minum selalu menjadi teman yang baik.”

Semua orang terus minum bersama-sama.

“Namamu Romuna? Oh, kau begitu ramah dan cantik.”

“Maylon, kenapa kamu begitu pucat?”

“Oh! Terima kasih, dan bisakah kamu menuangkan itu?”

Satu gelas menjadi dua gelas, dua gelas menjadi tiga gelas. Terus naik dengan cepat. Wajah semua orang menjadi memerah dan tawa yang terus-menerus bisa terdengar.

Weed sadar dari pemikirannya dan mulai khawatir. Belum lama ini, dia melalui kesulitan yang serius di provinsi Morata, dan perilaku rekan-rekannya tampak aneh.

҅Tunggu sebentar… Tidak, tidak, tidak!’

Kemungkinan hal terburuk telah terjadi. Teman-temannya masih minum ketika sebuah pesan muncul didepan Weed.

Player bawahan dalam partymu minum terlalu banyak dan sekarang mabuk berat.

● HP mereka berkurang sebesar 70%

● strength dan Agility berkurang setengah

Para player tidak bisa menggunakan skill yang melibatkan Wisdom, Intelligence dan MP. Sementara alkohol belum menghilang, mereka akan mengalami rasa pusing dan halusinasi.

Daftar player yang mabuk:

● Geomchi

● Geomchi2

● Geomchi3

● Geomchi4

● Geomchi5

● Pale

● Surka

● Romuna

● Irene

● Maylon

Mereka pergi ke Gorge of Huntresses hanya untuk berburu, dan sekarang teman-temannya telah mabuk dan hanya bermain-main.

“Oh, lihat, bintang-bintang!”

“Sungguh misterius…”

“Hahaha!

Ini hebat bahwa kita pergi ke jurang ini dan minum-minuman enak. Inilah kehidupan!”

Geomchi, Pale dan yang lainnya memutuskan untuk berbaring ditanah dibawah matahari yang menyengat.

Weed membeku karena terkejut pada pemandangan itu. Dia sangat ingin melihat para master sejati dalam pertempuran, untuk melihat skill dan teknik mereka. Tampaknya hanya akan menjadi mimpi. Dan yang lebih buruk lagi, pada saat itu para Huntresses muncul.

“Penyusup? Ini adalah wilayah kami! Kau tidak akan keluar hidup-hidup!”

Weed mendesah tak berdaya dan berteriak:

“Summon Death Knight!”

Keluar dari kabut hitam yang muncul adalah seseorang yang selalu bisa dia andalkan.

“Kau memanggilku, master?”

“Serang para Huntresses. Ini akan menjadi sebuah perburuan yang menyenangkan.”

“Dimengerti, master! Tetapi aku ingin memberitahumu satu hal…”

“Apa lagi?!”

“Kita telah bertarung saling bahu-membahu untuk waktu yang lama. Karena kekuatan hubungan kita, aku bisa terbebas dari mantra kalung itu dan mengingat kehidupanku yang sebelumnya. Aku, ksatria Van Hawk dari Kerajaan Kalamor, mengakuimu sebagai masterku. Mulai sekarang kau bisa memanggil aku tanpa kalung itu, aku akan selalu menjawab panggilan itu.”

Crimson Necklace of Life diciptakan oleh Barkhan. Bahkan tanpa memakai kalung itu, aku bisa

memanggil Death Knight secara langsung. Crimson Necklace of Life berubah menjadi bersinar putih terang.

“Tunggu sebentar. Jadi, aku sekarang bisa melepaskan Crimson Necklace of Life? Dan bagaimana dengan exp poin milikku?”

Jika si Death Knight tidak berbohong, maka kalung itu yang tidak memberi tambahan bonus atau efek apapun, sekarang bisa dilepas dengan aman.

Faktanya, bagi Weed tak ada perbedaan dalam memakai kalung atau tidak. Seperti cincin, kalung dalam game merupakan item yang sangat berharga, dan untuk mendapatkan salah satu dari mereka dengan efek yang bagus adalah seperti berusaha mendapatkan bintang dari langit.

Kalung-kalung terbaik dijual untuk uang yang besar, jadi sampai Weed mendapatkan sesuatu yang berharga sendiri, mimpi tentang perhiasan yang bagus akan tetap sebuah mimpi.

Pada saat itu, Weed jengkel bahwa dia harus terus-menerus berbagi exp poin miliknya dengan si Death Knight. 20% dari exp yang dia dapatkan akan diambil oleh Van Hawk!

“Kau bisa memanggilku tanpa kalung itu. Aku mengakuimu sebagai masterku.”

Dalam situasi sulit ini, sebuah desahan lega terdengar. Pembagian exp telah hilang! Weed menjadi benar-benar bebas!

Death Knight menatap dengan tenang pada para Huntresses yang mendekat.

“Haruskah aku membunuh mereka?”

“Ya, serang.”

Pada perintah Weed, si Death Knight mulai menggunakan skillnya:

“Deadly Blade!”

Benang dari energi kegelapan keluar dari pedang tersebut dan menusuk para Huntresses yang mendekat.

Namun, mereka adalah monster berlevel tinggi dan tidak mati karena serangan tunggal dari si Death Knight.

Bersama dengan Van Hawk, Weed mulai beraksi.

“Holy Blessing!”

Cahaya putih menyilaukan muncul dari pedang Agatha dan menyelimuti Weed. Mantra ini hanya bisa digunakan lima kali sehari, tetapi itu meningkatkan perlindungan secara drastis!

“Sculpting Blade!”

Weed melaju kearah sekelompok Huntresses yang terluka karena mantra si Death Knight.

“Anak tolol!”

“Kami, para warrior wanita, akan menunjukkan padamu kekuatan sejati!”

Cambuk di tangan para Huntresses mulai bergerak seperti ular dan mengarah kedepan untuk melihat.

Weed mengumpulkan semua kekuatannya dan melaju lurus kedepan.

*Parararak!*

Sayangnya, senjata para Huntresses mengenai dia terlebih dulu. Salah satu cambuk memilit pada pedangnya, dan Weed berjuang untuk membebaskan pedangnya sambil menghindari serangan dari musuh yang lain. Dia berputar dan menghindar sampai pada poin dimana itu tampak seperti dia sedang menggunakan sihir.

Akhirnya dia bisa membebaskan pedangnya, mendekat pada salah satu Huntresses dan mendaratkan sebuah serangan.

Critical Hit!

Mulai dari saat ini, Weed tak lagi menjauhkan dirinya dari para Huntresses. Cambuk-cambuk hanya berbahaya pada jarak tertentu, dan jika dia tetap dekat, cambuk-cambuk itu sangat tidak berguna.

Pedang Agatha di tangan kanannya dan Zahab’s Sculpting Knife di tangan kirinya, secara terus-menerus menyerang para Huntresses. Namun, level lawannya begitu tinggi bahwa mereka akan mati hanya setelah serangan akurat beruntun.

Namun, Weed tidak putus asa. Untuk bertahan hidup dan menemukan titik lemah dari musuh adalah metode bertarungnya! Jika seorang player biasa di level Weed bertemu dengan monster yang kuat seperti itu, mereka kemungkinan besar akan mati, karena hanya mereka dengan pengalaman yang luas dan pengendalian tubuh yang sempurna seperti Weed, bisa untuk tidak terjebak oleh cambuk milik Huntresses.

Pada poin ini, si Death Knight mengalahkan musuhnya.

“Ugh! Bagus, kau bisa mengalahkan dia. Kerja bagus, Van Hawk!”

“Tidak, master. Aku suka bertarung.” Si Death Knight membalas keluar dari konteks.

Belum lama ini, didalam gua Basra, dia menjadi terlalu bangga, yang mana membuat dia dipukuli berulang kali, jadi dia harus menjadi lebih cerdas agar bisa menyesuaikan dengan karakter Weed.

Bersama-sama, mereka membunuh dua Huntresses lagi. Tepat saat Weed hendak mengambil item yang dijatuhkan, beberapa musuh datang.

Pale tidak berbohong. Kau tidak akan bisa keluar dari jurang ini sampai kau mengalahkan semua musuh. Dimasa lalu, pertempuran tidaklah mudah, tetapi selama teman-temannya belum sadarkan diri, dia harus bertarung dengan semua Huntresses yang terus-menerus datang.

Bahu membahu dengan Death Knight, dua prajurit melawan ratusan prajurit.

҅Setengah jam, setengah jam bertahan hidup, dan mereka akan bangun…’

Setelah pertarungan pertama, HP Van Hawk berkurang seperempat, dan ini tak boleh dibiarkan.

“Van Hawk, mulai sekarang bertarunglah dengan mereka satu per satu! Aku akan mengurus sisanya.”

“Dimengerti, Master.”

Weed menyerahkan beberapa minuman keras pada si Death Knight dan kemudian melaju kedalam pertempuran.

Death Knight menghadapi satu Huntresses, Weed menangani yang lainnya. Untuk menghindari cambuk mereka, dia harus terus-menerus memperhitungkan posisi Huntresses dan posisi Death Knight.

Kadang-kadang dia sengaja menerima pukulan para Huntresses, menyadari bahwa mereka tidak akan memberikan konsekuensi yang berbahaya. Sebuah game berbahaya dengan kematian dimana dia hanya bisa mengandalkan kekuatannya sendiri.

Pertarungan terus berlanjut.

Weed munusuk dengan pisau, menebas dengan pedang, mencoba untuk terluka sesedikit mungkin dan menggunakan sedikit MP. Tetapi tak peduli seberapa keras dia menghindar, para Huntresses terus-menerus, sedikit demi sedikit, mengurangi HPnya.

Saat HPnya turun dibawah 100 poin. Pada saat itu Weed melompat kebelakang si Death Knight, dan mulai memasang banyak perban secepat mungkin.

Dan meskipun dia tidak secepat sebelumnya, saat dia selesai, HP Death Knight juga berada poin kritis.

Weed harus segera masuk kedalam pertempuran untuk mengalihkan perhatian musuh dari Van Hawk yang kelelahan.

Pertarungan masih berlanjut.

Para Huntresses terus berdatangan. Setiap kali sekelompok kalah, datang lagi kelompok yang baru terdiri dari 34 Huntresses yang agresif. Dan yang lebih buruk lagi, Weed mulai kelelahan.

Bahkan seorang player seperti Weed yang punya HP dan Stamina yang besar, yang dikumpulkan dengan bantuan menciptakan patung-patung dan banyak menghindari serangan musuh, tidak bisa bertarung tanpa istirahat. Pedang ditangannya menjadi lebih berat dan kakinya melambat. Kematian menjadi lebih dekat.

Dia harus melakukan sesuatu.

Tetapi pada poin itu, Weed dan si Death Knight telah menghabiskan semua MP mereka. Hanya ada satu hal yang bisa dia lakukan yang bisa menyelamatkan mereka dalam situasi saat ini…

‘Aku benar-benar tidak mau menggunakannya…’

Weed melompat dan mengeluarkan kantong bumbu dari sakunya.

Salah satu rahasia dari koki sejati!

“Garam pada luka! Saus pada matamu! Cabe dan jus bawang!”

Weed dengan kejam memberi bumbu kuliner pada luka dari musuh terdekat. Untuk luka ringan Garam!

Untuk luka yang dalam Saus!

Untuk mata dan hidung Bumbu Pedas!

“Ahhh!”

“Tidak, tidak… Kumohon, jangan garam.”

“Ahhh! Ada cabe dimataku!”

Para Huntresses menjerit keras karena rasa sakit yang mengerikan. HP mereka dengan cepat menurun saat garam masuk kedalam luka. Rasa sakitnya begitu mengerikan hingga itu sulit untuk dideskripsikan dalam kata-kata.

Teknik rahasia dari Weed si koki jahat! Dia belum pernah menggunakannya sebelumnya, karena hal itu membutuhkan untuk menghabiskan bahan-bahan yang berharga, tetapi hal itu memungkinkan untuk memecah konsentrasi musuh dan secara signifikan menurunkan HP mereka dengan menyebabkan rasa sakit yang luar biasa.

Garam, cabe, lada hitam, lada merah, acar bawang! Weed tanpa henti membombardir para Huntresses sekeliling.

҅Aku tidak mau mati disini. Aku tak punya hak untuk…’

Weed tidak takut untuk melewatkan waktu bermain Royal Road sehari karena kematian. Tidak, dia tidak mau kehilangan skill yang susah payah dia dapatkan. Bahkan jika semua skill tahap menengah akan berkurang 5%, itu akan menjadi kehilangan yang jauh lebih besar dari pada kehilangan beberapa level.

Weed mengumpulkan semua kekuatan yang tersisa.

Dia berlarian, memancing musuh dan melemparkan bumbu-bumbu yang berharga pada mereka. Tak ada hal lain yang bisa dia lakukan. Weed menggunakan semua yang dia bisa. Dia bahkan telah menggunakan kelima Holy Blessing yang diijinkan dari Pedang Agatha selama pertarungan itu!

Cara yang lain, segalanya akan diputuskan dalam beberapa menit berikutnya.

Sementara Weed dekat dengan kematian, melompat dan berputar-putar seperti orang gila, dalam upaya untuk berusaha dan menghindari serangan dari para Huntress yang marah, Master dan yang lainnya kembali sadar dan perlahan membuka mata mereka, terpesona oleh pertempuran yang sedang berlangsung.

“Skill bertarungnya sangat luar biasa.”

“Itulah Weed. Apapun yang kau lemparkan pada dia, dia tidak akan mati dengan mudah.”

“Sulit mati seperti seekor kecoa.”

“Jika semuanya seperti itu, profesi Priest dalam game tidak akan berguna.”

Pale, Surka, Irene dan Romuna menatap Weed dengan iri. Bagaimana bisa mereka belajar bertarung seperti itu!

Itu tidak membutuhkan banyak kecerdasan untuk menggunakan skill, teknik, dan mantra dengan benar.

Tetapi untuk bertarung seperti Weed, hanya mengandalkan serangan sederhana dan pengendalian tubuh, benar-benar sulit. Meski begitu, mempertimbangkan bahwa dalam pertempuran semacam itu, stamina akan berkurang dengan cepat dan itu akan sangat sulit untuk memukul. Dan itu tak berguna untuk mencoba bertarung pada kecepatan seperti itu, tanpa istirahat, dengan kedatangan musuh baru yang terus-menerus.

Maylon juga membuka matanya. ҅Itu adalah seorang Sculptor yang luar biasa!’

Jika semuanya berbaring dan sedang cemburu akan kemampuan Weed, Maylon bahkan tidak bisa bergerak karena terkejut.

Sculptor macam apa yang bisa bertarung sebaik itu?

Keheranannya dimulai sejak Weed memanggil Death Knight, Maylon tahu bahwa Weed bukanlah seorang Wizard, maka dia pasti telah berhasil mendapatkan item yang sangat berharga dalam game.

Weed juga bertarung dengan spektakuler dan menggunakan banyak teknik yang berbeda, yang mana dia sebagai seorang reporter, belum pernah mendengarnya!

Dari semuanya, ada banyak hal yang mengejutkan.

“Bagus.”

“Dan dia akhirnya menyerap ajaranmu, Master.”

Geomchi dan Geomchi2 dengan tenang menonton setiap pergerakan Weed. Itu adalah pertama kalinya mereka melihat dia dalam pertempuran yang sebenarnya.

“Sedikit berbeda dari dia didunia nyata, tetapi tetap saja reaksinya lebih dari mengagumkan.”

“Namun, seorang ahli pedang, tidak hanya merespon pada lingkungan, tetapi juga menyesuaikan pada situasi dan kondisi apapun dalam pertempuran mereka.”

“Hyun secara sempurna mengetahui semua itu. Tanpa pemahaman dasar, tingkat ini tidak bisa dicapai.

Meskipun dia masih punya pergerakan yang tak perlu, seluruh pertarungannya berjalan bagus.

Beberapa tahun latihan, dan itu akan sulit untuk membayangkan seseorang lebih kuat daripada dia.”

Dalam kenyataannya, para Geomchi telah lama mendapatkan kembali kesadaran mereka.

Prajurit mengagumkan yang secara sengaja mabuk… Semua ini direncanakan oleh sang Master. Dia ingin tahu bagaimana Weed bertarung di Royal Road. Untuk melihat dia dalam sebuah pertarungan pedang yang sebenarnya.

Ahn Hyundo puas.

Jika Hyun menolak bertarung atau panik, dia akan sangat kecewa. Jika kau mengikuti jalan dari pedang, maka kau harus maju kedepan, meskipun banyak rintangan.

Royal Road hanya sebuah game virtual reality, tetapi meskipun begitu, kualitas bagian dalam dari player sangat penting. Mengandalkan hanya pada skill pertempuran, tanpa keberanian, keteguhan hati dan kegigihan, itu akan mustahil untuk mencapai hasil yang tinggi bahkan dengan senjata terkuat didalam game.

Beberapa orang, melihat upaya terakhir dari Weed untuk bertahan hidup dalam pertempuran yang sulit, tidak bisa menahan lebih lama lagi. Geomchi3, Geomchi4, Geomchi5, semuanya melompat dan maju untuk membantu Weed.

Yang lainnya sudah mulai berdiri.

“Fireball!”

“Deadly Shot!”

“Deadly Shot!”

Romuna mulai melemparkan mantra, dan Pale serta Maylon hampir bersamaan menembakkan panah pada para Huntresses.

“Holy Spirit! Gunakan kekuatanmu untuk menyelamatkan mereka yang terluka! Recovery! Biarkanlah ada penguatan dalam tubuhmu. Blessed Hand!”

Irene memulihkan HP Weed, dan memberi mantra penguatan pada semua orang.

Dan dengan demikian perburuan yang sebenarnya dimulai.

Sepanjang waktu keempat temannya tidak bertemu Weed, mereka telah berubah. Mereka bukan lagi para pemula yang miskin yang melarikan diri dengan panik dari seekor serigala.

Serangan harmonis menyambut setiap kelompok Huntresses yang baru. Dimulai dengan panah dari Maylon dan Pale, kemudian mantra sihir api dari Romuna!

Setelah serangan-serangan ini, Surka masuk kedalam pertempuran dengan tinjunya. Apa yang para Geomchi lakukan sudahlah jelas tanpa perlu dikatakan lagi. Dan semua itu dibawah dukungan tak kenal lelah dari Holy Magic dari Irene.

“Datang lebih banyak lagi!”

“Wow, exp naik begitu cepat!”

Serangan yang kuat dari para Geomchi! Tindakan yang harmonis dari Pale, Irene, Romuna, Surka dan Maylon! Dan Weed dengan si Death Knight!

Apakah ada yang bisa menghentikan mereka?

sumber : http://sekkinokyou.id/

Translator / Creator: alknight