November 15, 2016

The Legendary Moonlight Sculptor – Volume 4 – Chapter 9: Dark Gamer Union

 

Lee Hyun menutup buku matematika miliknya.

Beberapa tahun yang lalu dia harus keluar dari SMA, dan sejak saat itu dia tidak pernah berpikir sekalipun dia akan membuka buku pelajaran lagi. Namun, untuk lulus ujian agar mendapatkan ijasah

SMA, dia harus belajar lagi.

“Hmmm….”

Sejak Lee Hyun meninggalkan sekolah, dia menghabiskan seluruh waktunya pada mendapatkan uang dengan bekerja, jadi otaknya telah benar-benar berkarat. Dia dengan cermat membaca buku tersebut, tetapi dia sama sekali tidak memahami maksudnya.

“Sialan, kenapa mereka mengajarkan begitu banyak rumus!? Jika aku membutuhkannya, rumus-rumus itu bisa dengan mudah ditemukan di internet, dan adapun untuk hal-hal yang rumit, aku bisa menggunakan kalkulator…”

Lee Hyun bergumam tanpa henti. Itu sangat sulit untuk belajar matematika sendirian, tetapi ikut les akan berarti pengeluaran tambahan.

Aku mungkin harus melupakannya dan kembali kedalam game… Tapi aku sudah membayar ujian tersebut…

Setelah spekulasi yang panjang, Hyun dan adiknya memutuskan bahwa Hye Yeon akan membantu dia belajar setiap beberapa jam sehari. Tetapi bahkan dengan bantuan adiknya, mempelajari matematika sangat sulit. Dan ketika siswa tidak memiliki ketertarikan dengan mata pelajaran, guru harus mengeluarkan upaya puluhan kali lebih banyak.

Namun Hye Yeon telah merencanakan segalanya sebelumnya. Mengetahui kakaknya dengan baik, dia mengggunakan pendekatan yang tidak biasa untuk pembelajaran.

“Dengar. Ini adalah jumlah tabunganmu. Pikirkan baik-baik!

Kamu punya tabungan $300 selama 12 bulan dengan bunga 5,39%. Berapa banyak yang kamu punya pada akhirnya?”

“316 dollar 17 sen!”

Ketika Hye Yeon menanyakan pertanyaan seperti itu, dia akan selalu mendapatkan jawaban yang benar dalam sekejap mata. Tetapi jawaban itu tidak memuaskan Hyun saat dia melanjutkan:

“Bunganya akan berjumlah $16,17. Tetapi masih dikenakan pajak. Entah pajak yang disederhanakan senilai $2,10, atau pajak standart senilai $2,42.”

Hye Yeon tersenyum senang:

“Lihat? Itu mudah. Kamu harus mempelajari segalanya dengan cara yang mirip. Sekarang masalah selanjutnya. Menghitung uangnya.”

Setelah istirahat panjang dari belajar, kepala Hyun nyaris tak bekerja, tetapi perlahan-lahan dia mulai menyadari bahwa menjawab soal-soalnya menjadi lebih dan lebih mudah.

Mari kita lihat!

Hyun telah membaca semua buku pelajaran dan menjawab setengah dari soal-soal disana. Dia bahkan meminjam semua buku pelajaran yang dimiliki adiknya.

Semuanya dalam 4 hari sebelum ujian!

Itu karena ketika kau masih punya banyak waktu, kau tidak akan belajar. Tetapi saat ujian sudah dekat, kau tak punya pilihan selain belajar sebanyak yang kau bisa dalam waktu yang tersisa.

Dan akhirnya hari ujian tiba.

Hyun meninggalkan rumahnya lebih awal, agar bisa berjalan kesekolah dipusat kota, dimana ujiannya diadakan.

Aku harus… Aku harus melakukan yang terbaik.

Diperjalanan kesana, Hyun mengunjungi neneknya di rumah sakit. Neneknya sudah lebih baik, dia tidak terlalu pucat, dan menurut dokter, dia bisa berjalan-jalan sendiri.

“Jangan mengkhawatirkan apakah kau akan gagal, Hyun. Kau akan selalu bisa mempersiapkan yang terbaik dan lulus dari semua ujianmu.” kata neneknya dengan senyum menyemangati.

“Tentu, Nek…”

Lee Hyun dengam erat menggenggam tangan neneknya.

Tangan neneknya sudah keriput karena pekerjaan yang dia lakukan diusia lanjutnya untuk membesarkan Hyun dan Hayan setelah orang tua mereka meninggal.

Hyun akan sangat berterimakasih pada dia seumur hidup. Jika bukan karena nenek mereka, mereka akan dikirim ke panti asuhan dan kemungkinan besar akan terpisah, karena sangat jarang dua anak diadopsi oleh keluarga yang sama.

“Kalau begitu, aku harus pergi sekarang…” Hyun berpamitan pada neneknya dan pergi ke sekolah.

Ujiannya diadakan di sebuah SMA ‘Korea’. Itu adalah bagian dari kawasan pendidikan ‘Korea’ dan terletak didekat kampus dan universitas.

Meskipun universitas tersebut tidak termasuk dalam top 10 universitas paling bergengsi di negara, universitas itu memiliki staf pengajar dan infrastruktur yang didesain dengan baik. Banyak anak muda berbakat, termasuk mahasiswa dari luar negeri belajar disini dalam lingkungan yang kreatif dan mandiri.

Kualitas utamanya dari universitas bergengsi bukanlah ratingnya didalam negeri, tetapi reputasi luar negerinya. Universitas ‘Korea’ terkenal di Negara-negara lain, jadi universitas itu punya lebih banyak siswa luar negeri daripada universitas lain di Korea.

Lee Hyun mengagumi kemegahan gedung utama dari universitas itu.

Meskipun aku menjalani kehidupan yang suram… tetapi aku bersumpah, adikku akan bisa belajar disini…

Setiap kelompok terdiri dari 30 orang.

Setelah menerima daftar pertanyaannya, Lee Hyun terkejut bahwa dia mengetahui kebanyakan soal itu. Metode belajarnya yang berantakan ternyata punya hasil yang besar.

Meskipun dia tidak seharusnya mengabaikan fakta bahwa ujian ini ditujukan bagi orang-orang dewasa dan orang tua, yang karena beberapa alasan tidak bisa mendapatkan pembelajaran yang tepat. Jadi itu sedikit lebih mudah daripada ujian yang biasanya.

Aku mengetahui hampir semuanya. Jika saja aku punya kesempatan untuk melanjutkan sekolah, aku yakin aku akan mencapai hasil yang bagus. pikir Hyun, pelan-pelan melihat seluruh pertanyaan.

Hyun sangat menyesali bahwa dia tidak bisa melanjutkan sekolah. Dalam benaknya, kesalahan tersebut terletak pada sistem pendidikan Korea yang gagal mengembangkan si jenius yang tak beruntung!

Tetapi dia tidak punya waktu untuk melamun, jadi dia mengeluarkan pena dan mulai menulis jawaban pada pertanyaan-pertanyaan tersebut, merenungkan secara mendalam dalam pikiran atas beberapa soal dari waktu ke waktu.

Salah satu mata pelajaran dipilih Hyun untuk ujiannya adalah etika. Sebenarnya, dia akan memilih mata pelajaran bahasa asing atau mata pelajaran yang lain, tetapi dia memilih etika karena dia memutuskan bahwa dia tidak perlu mempelajarinya, kau hanya harus mengetahui prisip-prinsip dasarnya.

1. Kamu menemukan sebuah dompet ditanah. Apa yang akan kamu lakukan?

A.    Mengambilnya.

B.    Mengambilnya dan memeriksa apakah ada yang melihat.

C.   Mengambilnya dan kabur.

D.   Mengambilnya, memeriksa kartu ID, dan mencoba menemukan pemiliknya.

E.    Ambil uangnya dan tinggalkan dompetnya.

Lee Hyun menggaruk kepalanya. Bahkan keputusannya yang dibuat untuk meninggalkan sekolah tidaklah sesulit ini.

Jadi jawaban mana yang benar?

Dia pikir etika adalah mata pelajaran yang mudah, tetapi etika ternyata menyajikan pertanyaan yang rumit semacam ini.

Yah, 3 jawabannya benar…

Setelah merenungkannya sebentar, dia memilih pilihan jawaban kedua. Jawaban kelima tampak benar juga, tetapi ‘meninggalkan dompet’ bukanlah pilihan yang terbaik.

Pertanyaan lain dari etika tidaklah sulit, dan Hyun menjawabnya dengan mudah.

Aku pasti akan mendapatkan nilai sempurna untuk mata pelajaran etika.

Etika adalah mata pelajaran terakhir, jadi dengan itu dia menyelesaikan ujiannya.

****

“Dalam perjalanan terakhirku ke Ross Gleasis, aku mendapatkan senjata baru. Shining Golden Axe!

Dengan damage 60+!”

“Bagaimana dengan bonus statistiknya?”

“+45 Strength, 10 Agility, meningkatkan kesempatan untuk tidak bertemu bandit saat bepergian, jika jatuh ke air senjata itu akan hilang.”

“Whoa! Keren!”

Di koridor, orang-orang yang baru saja menyelesaikan ujian mereka tengah berdiri dalam kelompok-kelompok kecil. Dan hampir semuanya sedang berbicara tentang Royal Road.

“Golden Axe…”

Kapak di game tersebut memiliki atribut damage tertinggi, tetapi jangkauan serangan dan kecepatannya termasuk yang paling rendah. Meskipun setiap serangan dari kapak akan menghasilkan damage yang sangat besar, itu tidak akan menjadi masalah yang besar jika si pemegang tidak bisa mendaratkan serangannya. Jadi, jika kau tau bagaimana caranya memegang kapak, kau benar-benar petarung yang berbahaya.

Lee Hyun mengambil tasnya dan mulai berjalan kearah pintu keluar. Dia tidak buru-buru sehingga dia memutuskan untuk berjalan dibelakang kelompok orang yang mengobrol itu. Dia ingin mendengar sisa percakapan mereka.

Salah satu orang itu tampak berusia sekitar 30 tahun, dan dua yang lainnya sedikit lebih muda.

“Joong Hoon, aku iri. Ketika kita meninggalkan sekolah, yang kita lakukan hanyalah mabuk-mabukan…”

“Ya, kita hanya bermain-main, sementara kau adalah seorang anggota Dark Gamer Union…”

Dark Gamer?

Dark Gamer adalah nama untuk player yang menghasilkan uang melalui game.

Tetapi yang paling mengejutkan Hyun adalah reaksi dari dua pria yang lainnya, mereka tahu siapa pria itu dan mereka iri.

Apa dia tidak tahu malu?

Lee Hyun berpikir bahwa tak ada yang bisa dibanggakan apakah kau mendapatkan uang dengan bermain game. Karena kau tidak menghasilkan sesuatu yang berguna, tidak membawa susuatu yang baru kedalam dunia, kau hanya menghasilkan uang dari hal yang sebenarnya tidak ada. Dan jika game tersebut menghilang, kau adalah salah satu dari orang yang paling tidak berguna di dunia ini.

“Joong Hoon, berapa levelmu?”

“Levelku? Mari kita lihat… 355.”

“Tinggi sekali! Aku punya banyak teman di game, tetapi tak satupun dari mereka yang punya level setinggi itu. Dan berapa peringkatmu?”

“Aku berada di top 10.000.”

Jumlah player di game melebihi 100 juta, jadi berada di top 10.000 berarti sangat bagus.

Sudah level 355. Orang yang beruntung.

Lee Hyun tidak bisa menyembunyikan rasa irinya dan memperlambat langkahnya. Untuk sampai kerumah dia harus naik bis.

Namun Joong Hoon dan dua orang itu berhenti di tempat parkir, didekat mobil luar negeri.

“Masuklah, aku akan menunjukkan padamu seperti apa menjadi seorang Dark Gamer itu.”

“Benarkah? Terima kasih!”

Mereka masuk kedalam mobil dan Hyun tidak punya pilihan selain berjalan ke perhentian bis, saat itu Joong Hoon memanggil Hyun:

“Hei! Kami ada kursi kosong, mau bergabung? Jika kau tinggal didekat sini aku akan memberimu tumpangan.”

Hyun mulai mempertimbangkan apakah dia harus menerima undangan tersebut, tetapi pria itu melanjutkan:

“Tak apa-apa. Aku lihat kau bermain Royal Road juga. Aku menyadari bahwa kau mendengarkan percakapan kami. Kami akan menuju pertemuan rutin dari Dark Gamer saat ini. Jika kau mau, kau bisa bergabung dengan kami.”

Para Dark Gamer berkumpul di gudang yang ditinggalkan.

Didalam bangunan besar tersebut ada beberapa kapsul, meja panjang, dan banyak kursi.

“Sebelum kita mulai pertemuan kita, aku akan memberitahu kalian tentang Perkumpulan kami…”

Dia memperkenalkan dirinya sendiri sebagai Choi Joong Hoon dan melanjutkan sambil tersenyum:

“Berapa banyak orang menurutmu yang menghasilkan uang dengan menjual item dari Royal Road?

Bukan hanya sekali atau dua kali, tetapi mereka hidup dengan cara itu?”

“Beberapa puluh ribu?” tanya seseorang setelah sedikit berpikir.

Choin Joong Hoon menggelengkan kepalanya.

“Tidak kurang dari seratus ribu.”

“Sebanyak itu?”

“Dan kebanyakan dari mereka berasal dari India, China dan beberapa negara lain di Asia Timur.”

Perbatasan internasional tak berarti apa-apa bagi Royal Road. Siapapun dari negara manapun bisa menikmati game tersebut menggunakan kapsul. Bahkan penghalang bahasa telah dihilangkan, berkat software penerjemahan kata-kata otomatis yang disediakan oleh Unicorn Corporation.

“Aku mendengar ada perusahaan perdagangan di Korea yang hanya bekerja dengan Royal Road…”

“Itu benar. Mereka menjual item dan uang dalam game diperoleh oleh pekerja mereka. Aku tidak akan mengkritik mereka, mereka membuat keputusan mereka sendiri. Tetapi kita membuat keputusan kita sendiri, dan tidak mau dipublikasi. Banyak anggota kami tidak bersosialisasi dengan alam dan lebih suka sendirian… Para player seperti itu tidak akan bisa menunjukkan potensi mereka di perusahaan besar. Itu sebabnya kami menciptakan Dark Gamer Union.”

Kata-kata Choi Joong Hoon sedikit membingungkan para rekrutan.

“Lalu apa artinya menjadi anggota dalam perkumpulan?”

“Pertanyaan bagus. Alasan utama untuk Perkumpulan ini adalah pertukaran informasi. Perkumpulan kita mengumpulkan informasi yang dikumpulkan oleh para anggota. Hal itu memungkinkan kalian untuk mempelajari tentang tempat-tempat perburuan, dungeon-dungeon yang bagus, rute perdangangan yang menguntungkan dan monster-monster langka…”

“Wow, kalian berbagi informasi? Jadi itu artinya bahwa setelah aku bergabung dengan Perkumpulan, aku bisa mengakses informasi di database?”

“Sayangnya, tidak semudah itu. Kalian tidak bisa mendapatkan semua informasi dengan segera.Tingkat akses anggota ditentukan oleh peringkatnya dalam Perkumpulan.”

“Eh, kenapa begitu?”

“Itu hanya langkah-langkah keamanan. Hal itu belum pernah terjadi sebelumnya, tetapi beberapa anggota mungkin membocorkan informasi kami keluar, dan Perkumpulan adalah segala tentang informasi.”

“Kurasa itu benar. Setelah ada cukup banyak orang, sesuatu bisa saja terjadi.”

“Ya. Juga para player berlevel 100 tidak memerlukan informasi tentang dungeon level 200 atau diatasnya. Oleh karena itu kami menetapkan peringkat pada anggota kami menurut nilai informasi yang mereka sediakan. Dan peringkat itu menentukan seberapa banyak akses yang mereka miliki pada data kami. Seperti itulah cara kerjanya. Tentu saja setiap anggota baru bisa mengakses informasi dasar.”

“Jadi peringkat bergantung secara langsung pada informasi yang kau sediakan?”

“Bukan hanya itu. Jika kau secara aktif berpartisipasi dalam kegiatan Perkumpulan, peringkatmu akan naik. Hal yang sama berlaku jika kalian cukup sering menjual item melalui situs pelelangan. Tetapi ada batasan tertentu pada kemajuan peringkat semacam itu.”

“Itu tampak cukup bagus. Jadi bagaimana caranya kami mendaftar?”

Dua orang, yang datang bersama dengan Choi Joong Hoon, mulai mengisi kertas tersebut. Mereka mencantumkan nama karakter, level dan informasi terkait yang lainnya milik mereka.

Tergantung pada data ini, rangking awal akan ditentukan. Saat seseorang memiliki level 140, mereka mendapatkan peringkat terendah ‘D’.

“Apa kau akan mendaftar juga?” tanya Joong Hoon setelah mendekati Hyun yang duduk dengan tenang.

Lee Hyun memikirkannya lebih dari dua kali dan setelah menghitung semua keuntungan dan kerugiannya, dia menggelengkan kepala.

“Aku tidak akan bergabung.”

“Jadi itu jawabanmu?”

Joong Hoon tidak tampak kecewa.

“Yah, jika kau menolak untuk bergabung, itu artinya kau bermain Royal Road. Dan karena kamu setuju untuk datang kesini bersama kami, kau pasti punya ketertarikan tertentu pada organisasi kami. Tetapi jika itu adalah keputusanmu, tak ada yang bisa aku lakukan…”

Lalu Choi Joong Hoon mendekat pada telinga Hyun dan berbisik: “Mereka berdua hanyalah orang-orang biasa. Mereka mungkin bahkan tidak akan menggunakan informasi yang tersedia untuk mereka dengan maksimal.

Tetapi aku bisa melihat bahwa kau berbeda. Jadi jika kau mau bergabung dengan Perkumpulan kami, kau akan mendapatkan akses untuk beberapa informasi spesial…”

“….”

“Kurasa kau hanya tidak mau repot-repot berbagi informasi berharga, kau tidak membutuhkan akses informasi untuk para pemula. Bukankah begitu?”

Lee Hyun cukup terkejut. Tampaknya Choi Joong Hoon telah bertemu banyak player seperti Hyun dan sehingga tebakannya sangat akurat.

“Ngomong-ngomong, itu tak masalah. Semua orang punya prinsip mereka masing-masing.

Dan Perkumpulan kami menghormati hal itu. Namun aku akan memberimu saran: Jika kau seorang player Royal Road yang serius, kau lebih baik bergabung dengan Perkumpulan kami.”

Lee Hyun, yang diam sampai saat ini, menjawab dengan suara kecil:

“Aku tidak punya waktu untuk meningkatkan peringkatku dan aku tidak mau memberikan informasi apapun.”

Jika Lee Hyun mengungkapkan namanya — Weed — dia kemungkinan besar akan mendapatkan masalah. Dia teringat bagaimana On Joowan mengancam untuk mewawancarai dia.

Tetapi bahkan dengan penolakan kedua tidak membuat Joong Hoon marah. Sebaliknya, tampaknya dia menyukai tanggapan Hyun.

“Oke. Setidaknya orang sepertimu tidak akan menikam dari belakang. Apa kau tahu website kami?

Kalau begitu dengarkan. Log ini dengan kj90008, password 165008. Itu adalah akun spesial untuk orang-orang yang bergabung dengan website kami untuk pertama kalinya. Setelah kau login mengunakannya, kau akan mendapatkan peringkat ‘C’, dan itu memberimu akses pada cukup banyak data yang berharga, percaya padaku. Juga, kau bisa mengganti passwordnya setelah kau login jika kau khawatir orang lain mengakses informasimu.”

“Kenapa aku mendapatkan perlakuan yang spesial seperti itu?” tanya Hyun secara acuh tak acuh, dan menambahkan “Rekan?”

“Itu sederhana. Dark Gamer punya tiga peraturan. Aturan pertama dari Dark Gamer adalah ‘Jangan percaya pada siapapun’. Hal itu mendeskripsikan dengan tepat hubungan kita saat ini.”

“…..”

“Juga ada aturan kedua: ‘Berikan sebanyak yang kau ambil’. Kau tampaknya adalah orang yang mau mengikuti kedua aturan itu, dan jika kau menggunakan informasi kami, kau harus menyediakan sesuatu yang bernilai sebagai balasan. Aku melihat seorang dark gamer sejati dalam dirimu.”

“Bagaimana dengan aturan ketiga?”

“Dan inilah aturan ketiga: ‘Hanya percaya pada uang’.”

“……”

Dengan begitu Lee Hyun memutuskan untuk bergabung dengan Dark Gamer Union.

****

Di lantai 4 dungeon Basra, Weed, Hwaryeong dan Zephyr berkonsentrasi pada perburuan.

Mereka mempertaruhkan nyawa mereka dalam setiap pertarungan, dan dengan setiap pertarungan skill dan exp poin mereka naik.

“Ok, HP sudah penuh… Weed, mari kita cari musuh yang selanjutnya.”

“Ya, itu akan bagus.”

Zephyr dan Hwaryeong berdiri.

Metode apapun yang mereka coba untuk membujuk Weed untuk memperlambat kecepatan perburuan semuanya sia-sia.

Jadi mereka akhirnya menyerah dan mengikuti kemauan Weed.

Sementara itu, Weed berpikir bahwa dungeon basra adalah tempat yang bagus sebagai tempat berburu.

Kita akan berada disini sehari atau dua hari lagi. Aku menyesal karena menghabiskan waktu untuk ujian.

Cukup banyak waktu yang telah berlalu sejak peperangan di Odein.

Guild Balkan melemah dan tidak akan bisa melancarkan serangan yang lain pada benteng itu untuk saat ini. Jadi pihak pemenang akan punya cukup waktu untuk mengamankan posisi mereka.

Kemungkinan besar semua tempat berburu disekitar Odein akan menjadi milik pribadi, jadi hanya para player dari Guild Prosperity atau sekutu mereka yang diijinkan untuk berburu disana.

Sayang sekali.

Dungeon Basra, salah satu dungeon paling terkenal, terkenal karena exp yang banyak dan item-item yang berharga.

Selama 2 hari Weed mendapatkan 17 level, mencapai level 247. Tetapi dia ragu jika mereka akan bisa berburu disini lebih lama lagi.

Setidaknya aku harus mendapatkan 5 level lagi dalam waktu yang tersisa ini. Dan itu akan lebih baik untuk memulai dari beberapa monster yang kuat, aku tidak akan mendapatkan exp cukup cepat dari monster yang lemah…

Weed memanggil teman-temannya dan menuju ke tempat yang belum mereka kunjungi — ke sarang bos dungeon, sebuah tempat yang disebut ‘Main Revolt Headquarter’. (Markas utama pemberontakan)

Ketika pertama kali Weed mengatakan idenya, Hwaryeong dan Zephyr menjawab dengan penolakan keras:

“Aku tidak bisa mempercayainya.”

“Weed, apa kau akhirnya telah menjadi gila?”

Bos dungeon Basra memiliki level 290, dan dia didampingi oleh Knight bawahan level 275. Tak mengherankan rekan-rekan Weed bereaksi seperti itu.

“Weed, kami tadinya berpikir bahwa kau punya penilaian yang lebih baik. Tetapi kali ini sudah jelas tidak mungkin kita bisa mengalahkan bos dan para Ksatrianya.”

“Tepat!” Zephyr mendukung Hwaryeong.

“Bos dari Basra adalah seorang dark mage, dan bahkan dikatakan seorang Necromancer. Sihir milik Necromancer sangat berbeda dari para Mage biasa. Dan kau juga harus memperhitungkan level 290 miliknya dan peningkatan HP karena status ‘bos’ miliknya.”

“Mereka mengatakan kekuatan serangannya sangat besar!”

“Ya, jika kau menerima beberapa serangan dan kau akan mati.”

Weed melambaikan tangannya dan mengganggu mereka:

“Apa serangannya benar-benar sekuat itu?”

“Tentu saja! Dan perban tidak akan bisa membantu.” kata Zephyr.

“Dan perban hanya bisa digunakan setelah pertempuran!” tambah Hwaryeong.

Tiba-tiba Zephyr dan Hwaryeong bertukar tatap dan kebulatan tekad bisa dibaca pada wajah mereka.

Mereka menjadi senang dan tersenyum.

“Weed! Kami ikut!”

Setelah aku mati, aku bisa beristirahat. pada saat itu, itulah satu-satunya harapan mereka.

Mereka adalah teman-teman yang aneh.

Weed tidak merasa bosan saat bersama mereka. Dia tidak bisa berhenti terkejut tentang seberapa sederhananya mereka. Namun Weed tidak menyadari bahwa dia tidaklah jauh berbeda, seseorang hanya harus mengingat seberapa gelisahnya dia jika satu koin saja dipertaruhkan.

“Hahahaha! Kami telah cukup lama tak mendapatkan pengunjung. Apa urusan kalian untuk datang kesini?”

Dibagian terdalam dari dungeon, duduk di singgasana megah dan memakai pakaian yang indah, adalah si bos dungeon, didampingi 2 Knight dan 12 Thief.

Inilah akhir dari kita…

Terima kasih Tuhan, semuanya akan berakhir disini.

Setelah mendengar si bos, Hwaryeong dan Zephyr mengucapkan selamat tinggal pada kehidupan mereka. Mereka tidak terlalu gugup, setidaknya senyum mereka menandakan hal sebaliknya. Tetapi mereka merasa sedikit senang, bagaimanapun juga, mereka tidak terlalu sering menemui para bos.

NPC utama dari dungeon sedang mengumpulkan pasukan untuk membalas dendam pada Britten Alliance, jadi itu masih memungkinkan untuk mencegah pertarungan. Karena jika kau cukup bersahabat, kau akan bisa mendapatkan quest dari dia, seperti menghentikan para Assassin yang dikirim untuk memenggal kepalanya, atau memberikan pada para Thief item-item yang mereka butuhkan.

Tentu saja, jika kau menerima salah satu quest itu, kau akan menjadi musuh Britten Alliance. Namun tak semua orang bisa mengambil quest-quest itu, hanya para player dengan statistik Fame yang cukup tinggi yang bisa.

Jadi ketika bos Basra mulai berbicara pada Weed, Hwaryeong dan Zephyr mulai menjadi gugup.

Karena jika pertarungan tidak dimulai, mereka tidak akan mendapatkan kesempatan untuk mati.

Tetapi Weed mempererat pegangannya pada pedang dan menjawab:

“Kami datang untuk membunuhmu.”

“Hohohoho! Jadi kalian hanya sekelompok anjing Britten Alliance yang lain! Yah, jika kau datang kesini untuk mati, aku tidak akan mengecewakan kalian. Aku akan menggantumg kepalamu di pintu masuk sebagai peringatan untuk para boneka dari Britten Alliance. Knight! Bunuh mereka!”

“Baik, Yang Mulia Archduke.”

Sementara si bos sedang mengoceh, Weed melambaikan pedangnya dan berteriak:

“Holy Blessing!”

Efek dari pedang suci Agatha dipiicu dan roh suci masuk kedalam Weed.

“High Priest’s Blessing!”

Cincin ditangan Weed memancarkan cahaya dan menutupi tubuh Weed dengan cahaya lembut.

Meskipun efek item-item ini hanya punya durasi 20 menit, mereka telah diberkati oleh HIgh Priest dari Order of Freya! Dalam sekejap Weed menjadi setengah lebih kuat.

“Van, tahan para Thief!”

“Dimengerti, master.”

Bahkan si death knight lupa akan penentangannya karena kehadiran blessing semacam itu. Itu sangat tidak bijak untuk menentang Weed ketika dia dalam kekuatan penuh.

“Zephyr, bantu Van Hawk untuk menangani para Thief.”

“Tapi…”

Jika dia harus bertarung, dia lebih suka melawan para Knight, itu akan menjadi cara paling cepat untuk mati.

“Hwaryeong akan menahan para Knight. Aku akan menangani Archduke.”

“Bagaimana jika mereka sadar?” ucap Hwaryeong dengan suara khawatir.

“Maka uruslah. Jika Van Hawk dan Zephyr sudah selesai menghadapi para Thief, mereka akan membantumu. Aku akan sibuk dengan si bos.”

Zephyr dan Hwaryeong tidak punya pilihan selain mengikuti perintah Weed.

Kedua Knight itu perlahan-lahan mendekati Weed, dengan terampil mengayunkan pedang mereka.

“Jangan bengong Hwaryeong, mulailah!”

Zephyr segera menghadapi kelompok Thief, dan Weed dengan mudah melewati kedua Knight itu dan melaju kedepan. Hwaryeong ditinggalkan sendirian, menghadapi dua Knight.

“Charming Dance!”

Untuk melumpuhkan musuh yang lebih kuat dari pada dirinya, dia harus menggunakan banyak MP dan menari jauh lebih lama daripada biasanya. Dan para Knight dengan cepat mendekat!

“Untuk kejayaan Basra!” teriak NPC dan melompat kearah Hwaryeong.

Si gadis yang menari menutup matanya dalam keputusasaan.

Itu mungkin akan sedikit sakit…

Rasa sakit yang akan membawa kematian! Hal itu sangat disambut daripada semua pertarungan selama berhari-hari tanpa henti yang membuat dia benar-benar kelelahan.

Namun detik-detik berlalu, tapi tak ada yang terjadi pada dirinya! Terlebih lagi, dia mendengar bahwa kedua Knight itu telah berhenti dan mulai bertengkar.

“Bunuh dia, Jason.”

“Aku tidak mau. Kau yang lakukan, Tobon.”

“Aku tidak bisa! Sebagai Knight kita telah bersumpah untuk selalu melindungi para wanita. Itu adalah tugas kita! Jika aku membunuh dia, aku bukan lagi seorang Knight.”

“Yah, aku juga berpikir demikian! Tetapi bos telah memerintah…”

Kata-kata terakhir itu menghilangkan keraguan mereka. Hwaryeong mendengar salah satu Knight itu mendekati dirinya dan berkata dengan penuh penyesalan:

“Maafkan kami, nona!”

Bahkan meskipun sudah siap mati kapanpun, Hwaryeong tidak menghentikan tariannya, dia masih menggerakkan tangannya dan menggoyankan tubuhnya dengan anggun.

Tidaklah sulit bagi dia untuk menari dengan mata tertutup. Selama beberapa hari belakangan dia harus menari didepan para Thief dari Basra berkali-kali, kadang-kadang bertarung dengan rasa kantuk yang sangat berat. Jadi dia pada akhirnya menguasai menari dengan mata tertutup.

*Ding*

Kamu telah berhasil melakukan Charming Dance.

Knight dari Basra telah terpikat.

“Ah! Bagaimanapun juga dia sangat cantik, aku tidak bisa membunuh dia. Maaf bos, kami gagal…”

Hwaryeong berhasil melumpuhkan kedua Knight itu.

“Aww! Aku tidak percaya aku berhasil!”

Dia jatuh ketanah dalam frustasi, ketika Zephyr dan Van Hawk, yang baru saja menghabisi para Thief, mendekati dia.

“Mengagumkan!”

Zephyr mengagumi pertarungan Weed melawan bos dari Basra, yang menghujankan banyak sihir kegelapan pada dia.

“Tembus musuhku, Dark Arrow!”

Banyak panah diciptakan dari kegelapan murni ditembakkan dari belakang Archduke mengarah pada Weed. Sihir itu dikeluarkan hampir secara instan, tetapi Weed masih berhasil menghindari semua panah-panah itu.

Dia bisa melakukan hal itu karena dia sudah memperhitungkan kemungkinan bahwa sesuatu seperti ini akan terjadi. Jadi saat bos mulai merapal sihir, Weed sudah menentukan jenisnya serta efek areanya dan mulai menghindarinya. Zephyr benar-benar kagum oleh kemahiran itu.

“Sculpting Blade!”

Weed mengayunkan pedangnya untuk menangkis beberapa panah yang tidak bisa dia hindari dan berlari kearah bos Basra.

*Blink!*

Archduke secara instan berteleport beberapa langkah ke belakang, namun dadanya berdarah, tebasan panjang bisa terlihat dengan jelas.

Teknik Sculpting Blade milik Weed sepenuhnya mengabaikan armor apapun!

Bagi para Necromancer, yang tidak punya armor apapun dan memiliki HP rendah, serangan-serangan seperti itu sangat berbahaya! Jika saja si bos adalah penghisap darah, dia akan memiliki HP yang hampir tak terbatas seperti Lord Tori. Tetapi hanya ada beberapa monster yang seperti itu didalam game, dan biasanya para player berusaha menghindari mereka.

“Bodoh!”

Setelah agak jauh dari Weed, si bos mengamati sesaat situasinya dan menyimpulkan bahwa hal itu tidak menguntungkan bagi dia.

“Itu tak berguna untuk melawan aku!” dia berteriak dalam kemarahan “Aku membuat kontrak dengan dewa kematian! Apa kau mau tahu kenapa para bajingan Britten Alliance itu tidak bisa mengalahkan aku? Akan aku tunjukan padamu! Kekuatan Abadi! Bangkitlah para prajuritku!”

Tanah dibawah kaki mulai berguncang dan para skeleton mulai muncul dari sana! Bermacam-macam skeleton hitam, merah dan putih!

Archduke dari Basra, sebagai seorang Necromancer sejati, menggunakan kartu as miliknya dan memanggil para skeleton mage, warrior dan archer menjadi pelayannya. Suaranya penuh dengan kemenangan:

“Kebanyakan prajurit Basra dikubur disini! Tempat ini adalah kuburan bagi banyak generasi, dan sejak aku masih kecil aku terbiasa datang kesini untuk berlatih ilmu Necromancer. Sekarang tempat ini akan menjadi kuburanmu juga! Ahahahaha!”

“Sculpting Blade!”

Gerakan Weed melambat secara drastis karena sekarang dia harus melawan para skeleton yang dipanggil. Monster-monster itu tidaklah terlalu berbahaya, tetapi mereka membuat jauh lebih sulit untuk menghindari serangan bos, dan itulah yang paling dikhawatirkan oleh Weed. Setiap serangan sihir dari Archduke bisa menurunkan sepertiga sampai setengah HP Weed.

“Matilah, manusia!”

Salah satu skeleton menyerang Weed dari belakang dengan pedangnya yang karatan. Serangan tersebut sangat akurat, tetapi hampir tidak ada damage karena Weed telah memoles armornya dengan hati-hati sebelum pertarungan dimulai.

Tetapi serangan tersebut berlanjut.

Sekitar level 220…

Weed mulai berpikir.

Berkat pengalamannya yang luas dari melawan para monster, dia bisa menentukan secara tepat level musuhnya dengan menerima satu serangan.

Monster level 220 tidak terlalu bahaya…

Tetapi masalahnya adalah bahwa si bos bisa memanggil skeleton tanpa henti, dan mereka sangat mengganggu pergerakan Weed, sementara blessing hanya berlangsung selama 20 menit.

Dan setelah durasinya habis, pertarungan akan menjadi jauh lebih sulit. Dengan kata lain, dia tidak punya banyak waktu.

“Aku harus menyingkirkan para undead ini… Ya, aku tahu caranya! Lawan api dengan api!”

Sepanjang waktu ini Weed memakai helm dari Death Knight yang dia dapatkan di Lavias.

“Summon skeleton!”

Helm tersebut memungkinkan Weed untuk memanggil undead level 50. Jumlah dan tingkat kepatuhan bergantung pada statistik Leadership dari si pemanggil.

Lebih banyak skeleton bangkit dari tanah. Lebih dari 200, dan mereka semua berlutut, menunggu perintah master mereka.

“Lawan mereka yang mengancam aku!”

Kedua pihak skeleton mulai saling bertarung. Dalam pertarungan ini sangat sulit untuk membedakan antara kawan dan lawan.

“Pelayan dari dewa kematian, aku memerintahkan kalian dengan kekuatan yang diberikan padaku: patuhi kehendakku!” teriak Archduke.

“Kau bukanlah orang yang memanggil kami.” jawaban tersebut datang dari arah pertempuran.

“Kalian, idiot…”

Para skeleton yang dipanggil oleh Weed jauh lebih lemah daripada yang dipanggil si Necromancer.

Mereka mati dengan cepat dan tidak menimbulkan kerusakan pada musuh, tetapi mereka masih bisa mengalihkan perhatian musuh untuk membiarkan Weed lolos dari para skeleton itu.

“Triple strike! Backstab!”

Weed mulai menyerang si bos menghabiskan semua MP. Archduke bisa menggunakan teleport untuk menghindari serangan Weed, tetapi keuntungannya sudah hilang. Hwaryeong, Zephyr dan Van Hawk menghabisi kedua Knight yang telah sadar dan bergegas membantu Weed.

Sekarang seluruh party mengejar bos yang melarikan diri, dan beberapa menit kemudian dia menyerah pada serangan-serangan ganas dari lawannya dan mati.

*Ding*

Endurance +1

Fighting Spirit +1

Kamu telah naik level

Weed sudah melawan monster diatas level 290, jadi dia hanya mendapatkan 1 level untuk kemenangan ini. Tentu saja bos ini lebih kuat daripada para vampir, tetapi dia jauh lebih lemah daripada Lord Tori…

“Wow! Hebat! Kita menang!”

Zephyr dan Hwaryeong merayakan kemenangan mereka dan berjalan kearah Weed. Tetapi ekspresi fokus pada wajahnya membuat mereka berhenti.

“Hmm, aku punya 3.5% HP yang tersisa. Aku memperhatikannya dengan cermat…”

“….”

“Yah, kalau begitu mari kita lanjut berburu.”

“….”

sumber : http://sekkinokyou.id/

Translator / Creator: alknight