November 12, 2016

The Legendary Moonlight Sculptor – Volume 4 – Chapter 8: Weed’s Hunt

 

Dungeon Basra!

Sebuah tempat yang dipenuhi oleh banyak monster, terletak dekat dengan ibukota kerajaan.

“Tempat kosong dalam party. Ada yang mau bergabung? Kami punya 30 orang dan menjanjikan perburuan yang cepat.”

“Mencari seorang Warrior terampil.”

“Menjual herbal penyembuhan. Lebih murah daripada di toko! Pembelian dalam jumlah besar di terima!”

Weed, yang baru saja sampai di gua Basra, sedang menonton para player membentuk party.

Beberapa orang bergabung dengan party yang sudah ada, beberapa membuat party baru. Dan mereka semua berada disekitar pintu masuk dungeon.

Di gua Basra, para monster bukan hanya memberi exp yang banyak tetapi juga menjatuhkan item-item yang bagus. Oleh karena itu pintu masuknya selalu penuh dengan player. Meskipun tak ada yang berani masuk sendiri karena terlalu berbahaya.

“Apa kau mau bergabung dengan party?”

Weed yang berdiri dengan diam sedang didekati oleh beberapa orang disertai seorang Warrior dengan bulu burung berwarna putih pada topinya, yang mana adalah orang yang menanyakan pertanyaan tersebut.

Tanpa menunggu jawaban, dia melanjutkan:

“Permisi, berapa levelmu dan apa profesimu? Aku melihat kau punya pedang, jadi kau pasti seorang petarung dan satu tempat dalam party kami sedang kosong, maukah kau bergabung dengan kami?”

Weed perlahan-lahan mengamati pria yang memakai topi itu. Equipmentnya tak sebagus penampilannya.

҅Duke’s Helmet, senjata dan armor dari Britten Alliance, item-item untuk level 180 dan diatasnya.

Harganya 800 gold.’

“Party kami punya 15 orang. Semuanya berlevel 170 atau lebih tinggi. Namaku Vintich, kami dari Guild Mavros. Jadi bagaimana, mau berburu bersama?”

Hanya fakta tentang mereka adalah anggota Guild Mavros akan berarti tanggapan positif dari player lain, Weed pelan-pelan menggelengkan kepalanya.

“Maaf, aku tidak mencari party.”

“Huh?”

“Aku akan sendirian.”

“…..”

Diikuti oleh tatapan-tatapan bingung, Weed masuk kedalam gua.

Didalam gua Basra, para player yang berburu antara level 120 sampai level 300. Dungeon itu memiliki 4 lantai, disetiap lantai yang selanjutnya memiliki monster yang lebih kuat daripada lantai yang sebelumnya.

Tetapi bukan hanya kekuatan para monster yang mengusir para player yang sendirian, tetapi kemampuan mereka yang sangat menyebalkan untuk mencuri item. Dalam sekejap, jika kau mati, mereka merampokmu. Kadang-kadang mereka bahkan akan mengambil armor yang kau pakai.

Hasilnya, setelah mati, player tidak hanya kehilangan exp tetapi kehilangan item 3 sampai 4 kali lebih banyak daripada biasanya. Oleh karena itu membutuhkan tekad yang kuat untuk berburu di dungeon ini. Namun, para Thief dari Basra menjatuhkan item-item yang bagus, jadi tempat itu tidak pernah sepi.

“Dia bilang ada di lantai 3.”

Weed dengan hati-hati melewati lantai 1 dan 2, berusaha untuk tidak mengganggu para party yang berburu.

Saat Weed memutuskan untuk berburu, hal pertama yang dia lakukan adalah menghubungi Mapan.

Tetapi dia menolak karena terlalu sibuk. Sejauh yang Weed tau, setelah menjual item-item dipelelangan itu, si Merchant itu naik level cukup banyak dan mendapatkan banyak uang, yang mana dia gunakan untuk membeli gelar dan membentuk kelompok perdagangan dibawah namanya.

Tetapi Mapan memberitahu dimana dia bisa menemukan Hwaryeong. Lalu Weed memutuskan untuk datang ke gua Basra untuk menemui temannya.

Weed dengan mudah menemukan Hwaryeong di lantai 3 dari dungeon itu. Dia sedang berburu bersama sebuah party besar di pusat dungeon. Dengan anggun menari dan menyerang para monster, gadis itu tidak pernah meleset.

Weed menunggu sampai pertarungan berakhir dan mendekati dia.

“Hei, Hwaryeong, lama tak jumpa.”

“Oh! Weed? Kenapa kau disini?”

“Aku memutuskan untuk berburu, jadi aku kesini.”

Hwaryeong dengan hangat menyambut Weed saat dia mulai bosan. Tetapi kemudian seorang player mengenakan mantel biru mendekati mereka dari kedalaman gua.

“Jadi, siapa pria ini?” tanya Sollon setelah mengamati Weed dari kepala sampai kaki.

Dari cara dia mengatakannya, jiwa kekanak-kanakan bisa dengan jelas terlihat diwajahnya.

Menahan amarahnya, Hwaryeong menjawab:

“Dia temanku. Namanya Weed. Dia seorang Sculptor.”

“Oh! Jadi begitu!”

Tidak cukup puas dengan penjelasannya, Sollon terus melemparkan tatapan curiga:

“Jadi kalian teman? Atau bahkan kekasih? Dan berapa lama kalian berburu bersama?”

“Kami dikenalkan oleh teman yang lain. Dan kami belum berburu bersama. Masalah buatmu?”

Jawaban Hwaryeong sedikit menenangkan Sollon.

“Aku mengerti! Kalau begitu tak masalah!”

Dan seolah-olah menunjukkan niat baiknya, dia melanjutkan:

“Weed, maukah kau bergabung dengan party kami? Aku tak punya masalah apapun dengan profesimu, tetapi itu pasti sulit untuk berburu sendirian.”

“Ya, Weed. Bergabunglah dengan kami!” Hwaryeong berseru penuh semangat.

Sebenarnya, Weed tak mau bergabung dengan party manapun. Dia hanya datang untuk menyapa dan mengundang Hwaryeong untuk berburu bersama dia. Namun dia tidak bisa pergi begitu saja setelah melihat ekspresi senang di wajah Hwaryeong.

Setelah bergabung dengan party itu dan menyelesaikan satu pertempuran, dia menyadari bahwa dia tak memiliki sesuatu untuk dilakukan. Mengetahui bahwa Weed adalah seorang Sculptor, Sollon tidak memberi dia kesempatan untuk bergabung dalam pertempuran.

Sebaliknya mendapatkan waktu yang banyak untuk berbicara dengan Hwaryeong mengenai berbagai topik. Tentunya dibawah pengawasan terus-menerus dari Sollon.

Memahami situasinya, Weed secara terbuka mengatakan:

“Kau cukup populer, Hwaryeong.”

“Bukan seperti itu.” kata Hwaryeong sambil tersenyum, berpura-pura tidak ada yang terjadi.

“Profesiku adalah Dancer. Oleh karena itu aku memiliki atribut Charm yang tinggi. Dan juga ada atribut ‘Appearence’.”

“Charm dan Appearance?”

“Ya, dengan peningakatan dalam Charm, kecantikan akan meningkat. Bisa dikatakan itu semacam penampilan ‘Glamor’. Mata yang jernih, kulit yang cerah.”

“Lalu apa itu atribut ‘Appearance’…”

“Yah, itu seperti namanya. Meningkatkan bentuk tubuh, mempermanis wajah, garis tubuh yang lebih anggun. Tetapi hanya berlaku pada para Dancer.”

Weed teringat bahwa dia meningkatkan statistik Charm miliknya menggunakan sabuk Deykram.

҅Aku mengerti, jadi itu gunanya….’

Hal ini menunjukkan bahwa profesi Dancer tidaklah sesederhana yang dia pikirkan. Selain statistik dasar, seseorang harus meningkatkan sesuatu yang baru.

Sekarang sudah jelas kenapa Sollon sangat menyukai Hwaryeong.

“Dan sebagai seorang Dancer, kebanyakan usahaku dihabiskan pada meningkatkan statistik Charm dan Appearance.”

“Lalu…”

“Tepat. Wajahku yang sebenarnya tidak secantik ini… Bukan seperti aku harus mengatakan itu padamu, tetapi aku masih mengatakannya, hanya untuk jaga-jaga.”

Itu wajar bahwa penampilan awal dalam game perlahan-lahan berubah. Biasanya itu membutuhkan mata yang jeli untuk melihat perbedaannya. Namun karena profesinya, pada kasus Hwaryeong perubahan tersebut jauh lebih signifikan.

Jika kau mengamati wanita dengan teliti, menyatakan bahwa penampilannya tidak bergantung pada pencahayaan, kau akan menyadari bahwa hal itu adalah tidaklah benar. Bahkan wanita yang paling cantik yang lebih suka tidak menggunakan makeup akan berusaha untuk mendapatkan posisi yang paling menguntungkan menurut pencahayaan.

Pria lemah terhadap wanita cantik.

Itu adalah hukum!

Tetapi setiap hukum memiliki pengecualian. Dan Weed adalah salah satunya!

҅Wanita sama dengan uang. Hubungan dengan wanita manapun berpusat disekitar uang. Jika kau menghabiskan uang kau akan mendapatkan cinta sebagai imbalannya. Aku tak mau hubungan yang seperti itu…’

Weed memiliki beberapa pandangan aneh pada masalah ini. Dalam pikirannya, dia membandingkan gadis cantik dengan kuda nil yang memakan uang.

Setelah 12 jam berburu, Sollon berkata:

“Ugh! Hari ini benar-benar hari yang sulit. Yah, mari kita bertemu lagi besok. Terima kasih atas kerja kerasnya.”

Para anggota party mulai log out satu per satu.

Weed menggenggam erat pedangnya dengan cemas. Akhirnya! Dia telah menunggu untuk saat-saat ini.

҅Yah, jadi sudah waktunya untuk mulai?’

Pertama-tama dia mengeluarkan batu asah dan mempertajam pedangnya.

Shiiingshiiing!

Kamu telah mempertajam pedang!
Kekuatan serangan meningkat sebesar 14%.

Skill penajaman pedangnya sudah level 4 tahap menengah. Dia tidak bisa menggunakannya sesering skill Repair. Selain itu, jika sedang hujan atau dia tidak berburu, efek skillnya akan menghilang dengan cepat. Oleh karena itu, dia hanya akan menggunakannya sesaat sebelum pertempuran, ketika mempertajam pedangnya sendiri dan anggota partynya.

“Selesai, selanjutnya…”

Weed mengeluarkan kain halus dan secara menyeluruh memoles armornya, sampai armor itu mulai berkilauan.

Kamu memoles armor!
Defense meningkat sebesar 16%
Kesempatan untuk menghindar meningkat sebesar 2%

Pemolesan armor sangat mirip dengan mengasah senjata. Tidak ada banyak kesempatan untuk menggunakannya untuk periode yang panjang, tetapi efeknya sangat bagus.

Kedua skill ini, sangat menguntungkan kekuatan party, biasanya digunakan oleh para Blacksmith setelah diterima kedalam sebuah party. Jika kau adalah seorang Blacksmith, tetapi tidak meningkatkan skill-skill ini karena suatu alasan, kau tidak akan diterima kedalam sebuah party dalam kebanyakan kasus.

“Sekarang makanan…”

Weed memilih untuk hidangan tersebut terbuat dari udang, dengan nama romantis ‘Sea flower’.

Biasanya seafood didalam game sangat mahal, tetapi sangat mengejutkan dia bahwa di Kastil Odein dia bisa membelinya lebih murah daripada di Kerajaan Rosenheim. Dan bukan hanya karena tidak adanya pajak, tetapi karena kebetulan terletak tepat pada salah satu rute perdagangan yang besar.

Tak ada yang mengalahkan seafood ketika itu untuk meningkatkan Vitality dan HP. Dan udang terbukti yang terbaik diantara seafood!

Untuk memperkuat efek makanan tersebut lebih jauh lagi, Weed menyiapkan saus sirup mapel yang manis dan salad dari kentang, selada dan saus becamel.

Weed membuka mulutnya lebar-lebar saat membayangkannya.

Dia perlahan-lahan mengupas kulit udangnya, setelah memasak, itu menjadi keemasan dan mudah untuk dilepaskan. Disana hanya ada daging udang berwarna putih dan lembut dan itu sudah siap untuk ditelan oleh Weed.

Kehendaknya bertarung dengan desakannya.

Mulutnya ingin menggigit, tetapi tangannya tidak mau melepaskannya. Terutama karena itu bukanlah udang sederhana. Weed menerapkan Sculpture Mastery miliknya untuk memperkuat keindahannya.

Setelah perlahan-lahan mencelupkan udang itu kedalam sirup, dibawah pengaruh aromanya, Weed melihat sepasang sayap bersinar pada udang tersebut.

Dia bahkan memberi makanan itu nama: ‘Malaikat udang dari surga’!

Dia tidak bisa memikirkan nama yang lebih sesuai. Aromanya membuat dia gila. Kuat dan lezat. Tak seorangpun bisa menahan godaannya.

Yummy!

Dengan penuh antisipasi, Weed perlahan-lahan menjulurkan lidahnya dan pelan-pelan mengarahkan udang tersebut kearah mulutnya…

Ketika semua anggota party log out, Hwaryeong segera mengikuti mereka. Tetapi hal itu hanya untuk menghindari Sollon. Setelah menunggu beberapa saat sampai Mage itu pergi, dia kembali log in.

Adapun untuk Zephyr — setelah dia melihat Weed, dia tidak log out. Dia hanya menyamping dan melihat mantan saingannya memancing.

Hwaryeong dan Zephyr dengan cermat melihat saat Weed hendak makan udang itu sendirian.

҅Hanya ada satu jadi tak mungkin aku meminta dia untuk berbagi…’

Namun Hwaryeong tidak memiliki kekuatan untuk menahannya, jadi dia dengan keras menelan ludah.

Suara itu memecah konsentrasi Weed pada saat yang penting.

“Eh. Kupikir kau log out, Hwaryeong?”

“iya.”

menjawab dengan pelan, gadis itu menatap tajam pada udang itu.

Dan menelan ludah lagi.

Hwaryeong tidak meminta untuk berbagi. Tetapi matanya terbelalak lebar menatap udang dengan penuh ketertarikan yang bahkan tak memerlukan kata-kata.

Dia tampak seperti ini dan ini adalah pertama kalinya dia menatap makanan selama beberapa hari.

Keinginan membara! Rasa lapar! Keinginan akan makanan!

Aku tidak mau dihajar karena makanan

Dengan desahan pelan, Weed menyerahkan udang tersebut. Dia tidak punya pilihan.

“Jika kau mau, maka… ini… satu gold…”

“Dengan senang hati akan aku terima!”

Hwaryeong menggigit udang tersebut tanpa pikir panjang. Dia bahkan tidak marah pada kata-kata Weed, berusaha meminimalkan kerugian dengan cara apapun yang memungkinkan.

Yum!

Udang segera menghilang kedalam mulut Hwaryeong.

Sebenarnya, Hwaryeong tidak terlalu terobsesi terhadap makanan. Bahkan di kehidupan nyata dia sangat memperhatikan pinggangnya dan sering diet.

Tetapi aroma udang telah menyingkirkan semua alasannya. Dia mendapatkan perasaan bahwa jika dia tidak memakannya sekarang juga, dia akan menyesalinya seumur hidup.

Bisa dikatakan bahwa dia bersikap seperti seorang pecandu pada saat ini. Semuanya berkat peningkatan skill memasak milik Weed.

Setelah menghabiskan udang tersebut dengan rakus, Hwaryeong akhirnya tenang. Dia tidak menyesalinya sedikitpun. Setiap potong dari udang tersebut memberi dia kesenangan surgawi.

҅Kalau dipikir-pikir, Mapan menyebutkan bahwa jika kau bersama dengan Weed, hal bagus akan terjadi sepanjang waktu! Aku bisa merasakan kelezatan semacam ini! Yummy!’

Akhirnya, dia menatap dengan penuh penyesalan pada kepala dan ekor udang yang biasanya tak akan dimakan oleh orang lain. Tetapi jika bukan karena berdiri didekat Weed dan Zephyr, dia akan memakan bagian itu dengan senang.

҅Maaf, udang.’

Weed dengan penyesalan mengeluarkan udang yang lain dan mulai memasaknya dari awal. Udang sangat mahal jadi mereka tidak bisa dimakan seperti makanan ringan.

Bagi Weed, mereka mewakili investasi.

Investasi dalam kemampuan bertarung! Karena efek makanannya memberi tambahan pada MP, HP dan beberapa statistik.

Itu sebabnya dia tidak menyesal menghabiskan uang untuk membeli 500 udang.

Kamu telah kenyang.

• +400 HP

• +400 MP

• +20 Stamina

• +15 Art

Jangan percaya mereka yang mengatakan rasa lapar adalah inspirasi seniman.

Hanya seniman dengan perut kenyang bisa berkonsentrasi pada seninya bukannya rasa laparnya.

Sebenarnya, efek makanan bervariasi bergantung pada profesi si player. Jika Weed adalah seorang Koki, akan ada peningkatan dalam Vitality dan rasanya akan lebih lezat.

Weed mulai mengumpulkan barang-barang mliknya. Dan tentu saja dia tidak lupa untuk mengambil 1 gold miliknya dari Hwaryeong.

“Aku akan malanjutkan berburu, kau mau ikut, Hwaryeong?”

“Ya, tentu!”

Sejujurnya, Weed tidak pernah mempertimbangkan jawaban lain.

Kemampuan Hwaryeong sebagai seorang Dancer akan sangat berguna sebagai kartu as. Meskipun damage dari serangannya tidaklah tinggi, pergerakannya sangat cepat dan para monster bahkan tidak bisa menggores dia. Selain itu, jika kau berada dalam satu party dengan Hwaryeong, statistikmu akan meningkat sampai batas tertentu, sedangkan monster akan melemah.

Kamu membuat party

Weed mengeluarkan menu kendali dan mengundang Hwaryeong.

“Terima kasih!”, seru Hwaryeong penuh semangat dan menerima undangan tersebut.

Kemudian Hwaryeong melambai pada Zephyr.

“Maukah kau bergabung?”

Si pemancing itu mengangguk dengan senang.

“Aku akan ikut jika kalian tidak keberatan!”

Weed hanya mengangguk dan mengirim undangan pada Zephyr. Dia tidak punya alasan untuk menolaknya, ada sangat banyak monster dan oleh karena itu, exp, dan beberapa bantuan ekstra akan sangat berguna. Meskipun dia tidak cukup mengerti kenapa Zephyr tidak log out seperti yang lainnya.

“Kalau begitu tunggu sebentar, Hwaryeong. Aku akan membuat makanan lain untuk Zephyr dan memoles serta mengasah equipment kalian. Dan memperbaikinya jika diperlukan.”

Itu adalah kesempatan yang besar untuk meningkatkan skill blacksmith, memasak dan menjahit miliknya meskipun hanya sedikit.

“Wow! Keren!”

“Defensenya meningkat, dan serangan tongkat pancingnya juga meningkat…”

Hwaryeong dan Zephyr menatap terkejut pada Weed. Mereka tidak menyangka bahwa satu orang bisa menguasai begitu banyak skill. Dan itu hanya langkah kecil yang membedakan player yang tidak terampil dengan player hebat.

“Terima kasih Weed! Sekarang mari kita mencari party. Kita punya 3 orang dan banyak party akan menerima kita, atau begitulah kurasa.” kata Hwaryeong dengan gembira, sebagai balasan Weed hanya mengelengkan kepalanya.

“Monster disini tidak akan cukup untuk kita bertiga.”

“Huh? Apa…”

“Apa kau dengan tegas percaya kita bisa berburu didungeon Basra hanya bertiga saja?” tanya Zephyr dengan kebingungan. Tanpa dia sadari, dia menebak dengan benar.

“Kita bertiga sudah cukup. Meskipun, aku salah. Kita ada 4 orang. Keluarlah, Death Knight!”

Asap mulai keluar dari kalung dileher Weed, dan sesaat kemudian si death knight Van Hawk muncul.

Sudah cukup lama sejak dia dipanggil, jadi Van Hawk sangat gembira.

“Kau memanggilku, master?”

“Ya.”

Hanya dengan satu tatapan pada anak buahnya sudah membuat Weed berduka. Si Death Knight merampas 20% exp miliknya. Sudah lama telah sejak Weed mengalahkan dan menundukkan Van Hawk.

Mereka bertarung melalui banyak pertempuran dan Van Hawk berhasil meningkatkan levelnya dengan pesat. Terutama di provinsi Morata, dimana Weed memutuskan bahwa semakin banyak vampir yang mati semakin baik untuk partynya, jadi dia menghabisi para monster.

Dan Van Hawk mengunakannya dengan sangat baik, pada saat itu dia tidak hanya mendapatkan 20% dari exp milik Weed tetapi juga 100% exp untuk setiap kali dia membunuh monster. Karena itu dia bisa melampaui Weed dan mencapai level 290.

“Monster sialan! Sudah waktunya kau membalas budi…” Weed segera mulai bergumam.

Tetapi si Death Knight punya banyak hal untuk dikatakan juga. Bagaimanapun juga dia mendapatkan exp bukan hanya dengan berjemur. Dia harus membunuh banyak monster, menderita cercaan para Paladin dan dihajar oleh masternya.

Dia punya banyak hal untuk dikatakan, tetapi dia memutuskan untuk tetap diam untuk sekarang ini.

Sejarah dungeon Basra bukanlah pengetahuan umum bagi para player. Di masa lalu keluarga bangsawan dulunya tinggal tanah Basra. Sangat menentang integrasi Britten Alliance, jadi mereka membuat kesepakatan dengan guild Thief dan mulai mempersiapkan kebangkitan. Dan markas kebangkitan itu terletak disini, di dungeon Basra.

Setelah mengirim death knight ke barisan depan, Weed dan partynya naik ke lantai 4.

“Tak ada siapa-siapa disini…” kata Zephyr dengan suara yang nyaris tak terdengar.

Dan dia tidaklah salah, meskipun dungeon Basra sangat populer diantara para player, itu jarang bagi mereka untuk berburu di lantai 4. Monster yang ada disana sangat kuat, dengan level 240 dan lebih tinggi.

Gemetar dalam ketakutan dan nyaris tak bisa menggerakkan kakinya, Zephyr tak punya pilihan selain perlahan-lahan mengikuti Weed dengan harapan bahwa segalanya akan baik-baik saja.

҅Ya Tuhan! Kenapa aku kembali lagi! Aku bisa bersantai dirumah sekarang ini…’ pikir Hwaryeong.

҅Jika kita mati disini, kita akan kehilangan semua item… Kita gila untuk datang kesini tanpa Priest atau Paladin…’

Hwaryeong dan Zephyr nyaris tak bisa menahan ketakutan dan kemarahan mereka. Kelakuan Weed membingungkan mereka. Bahkan berburu di lantai 3 saja sudah cukup sulit, dia menyeret mereka ke lantai 4!

Oleh karena itu mereka mengikuti dibelakang Weed dan si Death Knight yang berjalan dengan percaya diri.

“Mari kita periksa tas miliknya!”

“Dan menguras sakunya!”

“Dan meningkatkan level! Kita membutuhkan lebih banyak kekuatan untuk pemberontakan yang baru!”

Sekelompok monster Thief melompat dari balik tikungan. Mereka memakai armor besi dan membawa pedang. Tak mengeluarkan kata-kata lagi, para Thief mulai menyerang.

“Power of Darkness!”

Van Hawk berteriak dan bergegas memasuki pertempuran.

Para Death Knight sangat ahli dengan dark magic. Sihir yang barusan dia gunakan meningkatkan damage senjata dan pertahanan armor secara signiffikan.

“Deadly Blade!”

Van Hawk mengumpulkan energi kegelapan pada pedangnya dan mengarahkannya kearah para Thief yang datang. Senjata miliknya semakin menggelap dan beberapa saat kemudian pedangnya mengeluarkan ribuan benang halus, yang menyerang musuh didada mereka.

Para Thief tergeletak di lantai.

Zephyr dan Hwaryeong sangat tercengang.

҅Whoa…’’

҅Jadi seperti itu kekuatan monster level 290? Bagaimana bisa Weed mengendalikan mahluk seperti itu?’

Pada saat itu mereka menyadari bahwa Weed bukanlah seorang player biasa seperti yang lain, dan itu benar-benar memungkinkan untuk berburu di dungeon Basra hanya dengan 4 orang saja. Kata-kata Weed tidak lagi terasa seperti bualan belaka.

Sementara itu, Weed sendiri juga sama terkejutnya dengan teman-temannya.

҅Wow, kapan dia menjadi begitu kuat?’

Weed hanya ingat dia menghajar si Death Knight itu dan meningkatkan skill miliknya sendiri. Dan dia sangat terkejut dengan melihat anak buahnya sekuat ini. Death Knight berhasil mengalahkan 4 musuh dengan serangan tunggal. Meskipun itu sebagian karena sifat kegelapannya, yang meningkatkan damage pada musuh non undead.

҅Crimson Amulet of Life… item dimana si death knight Van Hawk tersegel didalamnya. Selain itu, aku punya Black Amulet of Life dengan Lord Tori berada didalamnya, didalam ranselku… Apakah itu benar-benar sebuah hadiah? Atau hanya beberapa cara licik bagi NPC untuk meningkatkan levelnya sebelum memberontak…’

Tiba-tiba Weed lupa tentang segalanya, melompat kedepan dan memukulkan gagang pedangnya pada kepala Van Hawk yang mengangkat pedangnya untuk menghabisi musuh-musuh yang telah kalah.

“Aku perintah kau! Jangan membunuh mereka. Buat saja tak bisa bergerak, kami akan menghabisi mereka sendiri.”

“Dimengerti Master.” teriak Van Hawk didepan Weed.

Karena peningkatan level yang besar, si death knight bisa merasakan kekuatan miliknya berkembang dan tidak terlalu senang dengan menerima perintah dari Weed yang ‘lemah’.

҅Bajingan ini menjawab kata-kataku.

Akan aku beri dia pelajaran…’ Weed mengingatkan dirinya untuk memberi pelajaran pada Van Hawk nanti, tetapi untuk sekarang ini dia masuk ke pertempuran.

“Sculpting Blade!”

Dia tidak bisa membayangkan dirinya tanpa teknik itu! Dengan pedangnya bersinar biru, Weed melaju kearah musuh dan menghantamkan beberapa serangan.

“Mati!”

“Uang! Berikan uangmu padaku!”

Pedang milik musuhnya terayun secara berbahaya pada Weed. Karena penghindaran dan penangkisan, dia bisa tidak mendapatkan luka apapun. Meskipun bagi orang lain, dia tampak seperti hendak bunuh diri.

҅Disini… ini lebih menyenangkan…’

Sensasi dari dikelilingi oleh para musuh. Detak jantungmu semakin cepat, kau mulai merasakan nafas dan pergerakan lawan. Sensasi memabukkan dari kekuatanmu memenuhi dirimu dengan kegembiraan yang meluap-luap dan kau merasa seperti kau bisa menaklukan dunia. Sebuah game seperti ini tidak akan pernah menjadi membosankan!

Weed memikirkan tentang Pedang.

Di dojo, Hyun hanya diajari kemampuan dasar, jadi dia harus mempelajari seni pedang sendiri didalam game. Namun belakangan dia datang ke dojo untuk belajar dari master pedang secara langsung. Ahn Hyundo bukanlah orang biasa, jadi pelajarannya bukanlah hal yang biasa juga.

“Ini adalah sebuah Pedang.”

Ditangan gurunya adalah pedang dengan lengkungan yang anggun dan halus. Itu sulit untuk percaya bahwa seseorang bisa memegang pedang seperti itu. Ini adalah seni dari master sejati, yang menciptakan mahakarya yang lain.

҅Ini benar-benar sebilah Pedang.’ pikir Hyun, melihat secara terpesona.

Namun, seolah-olah bereaksi pada pemikirannya, pola tersebut mulai berubah. Sekarang pedang itu seperti predator yang berkeliaran, atau seekor elang turun dari langit, atau… Lalu, didepan predator tersebut Kastil Odein muncul.

҅Tidak, bukan Odein, tetapi sesuatu yang solid, signifikan…’

Sesuatu yang lebih tebal dan lebih tinggi daripada dinding benteng memblokir jalan si predator.

Halangan ada dijalannya, dan tanpa berpikir dua kali predator itu menerjang kedepan dan menghancurkannya dan bergegas maju.

“Pedang… Itu lebih sulit untuk di kuasai daripada senjata api, tetapi dengan melakukannya kau menjadi lebih kuat. Kematian, ajal dan kesulitan-kesulitan yang lain tak lagi menganggumu. Aku menjadi bebas setelah aku menguasai pedang.”

Lee Hyun banyak belajar dari Ahn Hyundo. Dan sepenuhnya mengubah sikapnya terhadap pedang, mempelajari pernafasan, gerakan dan perawatan pedangnya dengan benar. Dia menjadi lebih kuat.

Meskipun, kehidupannya tidaklah mudah sebelum dia mulai pergi ke dojo. Tidak adanya orang tua, hutang dan pertarungan yang terus-menerus dengan penindasan. Hyun bisa menyerang siapa saja dengan ganas untuk mempertahankan setiap kenangan yang berharga tentang orang tuanya. Dan hal itu memperkuat semangatnya, dia tidak akan pernah mundur dari sebuah pertarungan. Namun melihat kemampuan dari gurunya, Hyun mulai menyadari bahwa hanya Tuhan yang tahu apakah ada batas pada penguasaan pedang.

Setiap monster Thief jauh lebih kuat dari pada para death Knight di Lavias. Dalam pertarungan dengan death knight, dia hanya perlu melihat kedepan, tetapi sekarang dia juga harus melihat ke belakang dan kesamping.

“Woah, pertarungannya menjadi lebih dan lebih menghibur…”

Weed menghindari tusukan panjang dari samping dan menerjang maju.

“AAAAA!”

Tangannya terus mengayun, menangkis dan menyerang pada saat yang sama.

Critical Hit!

 

Critical hit beruntun!

 

Serangan beruntunmu berhasil.

Apa kamu mau menyimpan serangan beruntun ini?

Bergerak dengan lincah dari musuh ke musuh, Weed menghantamkan critical hit beruntun. Jika kau bisa mengeluarkan serang beruntun dengan sukses didalam game, kau bisa menyimpannya, untuk digunakan kemudian hari sesuka hati sebagai teknik individual. Namun Weed mengabaikan pesan tersebut dan bergegas kembali ke pertempuran. Bagi Weed, bertarung adalah sesuatu yang nyata, tak bisa ditebak dan luar biasa. Kadang-kadang kau harus bertindak seperti apa yang dikatakan nalurimu, dan dengan menggunakan teknik yang ditentukan, kau hanya membatasi dirimu sendiri.

“Sculpting Blade!”

Setelah membunuh 3 monster, dia melompat tepat ditengah-tengah kelompok musuh. Dengan kepercayaan pada skill-skill dan armornya yeng telah dipoles, dia dengan semangat menumpahkan darah musuh.

Meskipun sedikit terlambat, tetapi Hwaryeong dan Zephyr juga bergabung dalam pertarungan.

“Charming Dance!”

Musuh yang melihat gerakan erotis dan menggoda dari gadis itu, membeku dalam kebingungan dan malu. Pipi mereka memerah dan mata mereka dipenuhi nafsu.

“Sungguh gadis yang cantik.”

“Oooo! Kenapa aku meninggalkan Knight dan menjadi Thief, jika saja aku masih disana…”

“Dia melelehkan hatiku yang seperti batu!”

Setelah merebut perhatian para musuh, Hwaryeong berkata:

“Tak ada kenalan! Aku tidak tertarik pada kalian!”

“Eeeeeeeh!?”

Kata-katanya membuat musuh tertegun, dan dia melanjutkan menari dengan kelompok lain. Tidak melupakan kerja sama dengan partner pastinya.

“Yang ini tidak akan menyerang kita.”

“Berapa lama?” Zephyr segera bertanya. Hidup mereka bergantung pada informasi itu.

“Sekitar 2 menit. Level mereka terlalu tinggi, kau harus menghabisi yang lainnya dalam waktu 2 menit.”

*Swing!*

Zephyr mengayunkan tongkat pancingnya dan bergabung kedalam pertarungan. Setiap kali dia mengayunkan tongkatnya, beberapa musuh dikalahkan.

Weed dan Van Hawk menahan pasukan utama musuh. Hwaryeong menjinakkan musuh di kanan dan Zephyr bertarung dengan yang ada di kiri! Dibandingkan dengan pertarungan yang sebelumnya, situasi mereka sangat rumit, jadi mereka harus mengeluarkan segala kemampuan agar tetap hidup.

Hwaryeong melumpuhkan 12 musuh lagi dan jatuh kelantai karena kelelahan.

“Aku selesai… tidak bisa melanjutkan…”

Dia menghabiskan seluruh MP miliknya dan duduk dilantai, sepenuhnya kelelahan. Sampai saat ini, Hwaryeong selalu berusaha untuk menghadapi musuh yang paling lemah agar tidak terlalu kesulitan dalam pertarungan. Tetapi kali ini dia harus mengeluarkan segala kemampuannya dan dia menyadari, bahwa teknik tarian dan statistiknya kurang tinggi. Dia belum cukup kuat.

҅Itu sulit… Aku mungkin harus melawan musuh yang lebih kuat sebelumnya?’ pikir Hwaryeong, menduga beberapa monster mengakhiri hidupnya kapan saja.

Tetapi disana ada Zephyr yang muncul, yang datang untuk melindungi dia dari musuh-musuh yang maju. Berkat memancing, statistik miliknya, terutama Endurance dan Stamina sangat tinggi, jadi dia menangani pertarungan ini dengan lebih baik.

Zephyr melawan para monster disekeliling sampai batas kemampuannya. Dia tidak memukul musuh satu demi satu, tetapi mereka semua pada waktu yang sama! Skill milik Fisherman memungkinkan dia untuk menyerang semua musuh disaat yang sama.

Ketika HP mereka turun hingga sekitar sepertiga, mereka mati, mereka segera dihabisi oleh serangkaian critical hit dari Weed yang tiba-tiba muncul. Tampak seperti situasinya akan berakhir, ketika musuh yang dilumpuhkan oleh Hwaryeong sebelumnya mulai sadar.

Pertarungan ganas berlanjut tanpa sedikitpun waktu untuk istirahat.

“Sculpting Blade!”

Weed mencoba untuk bergerak secepat mungkin, tetapi tetap saja, saat dia menghabisi satu musuh, musuh yang lain sudah menyerang dia. Dia harus bergegas, jika dia berhenti bahkan hanya sesaat, para monster akan semakin mendekat dan sepenuhnya mengelilingi dia, yang mana artinya adalah kematian pasti.

Hwaryeong memulihkan beberapa kekuatannya dan bergegas untuk mendukung Zephyr. Dia menari seperti seekor kupu-kupu, menusuk bagian samping musuh yang terbuka dengan belati miliknya. Itu tampak seperti pertempuran itu tidak akan pernah berakhir. Namun beberapa saat kemudian Hwaryeong sangat terkejut menyadari bahwa tidak ada musuh yang tersisa.

Dia tidak ingat bagaimana dia bertarung dan siapa yang memberi pukulan terakhir. Dalam ingatannya yang kacau, pertempuran tersebut seperti bagian dari neraka. Sangat sulit, lama dan berbahaya… Dia tidak bisa percaya mereka menang!

҅Phew… Itu sangat sulit, tetapi… menyenangkan…’ dia mengusap keringat di dahinya dan tersenyum.

Itu adalah satu-satunya pertempuran yang dia ingat dimana dia harus berkerja 110%. Suasana hatinya sedang bagus.

Yah, jika bukan kerena bantuan si death knight, mereka semua akan terbunuh sekarang. Tetapi itu tidak membuatnya marah sama sekali, kemenangan mereka berhak didapatkan.

“Weed, apa kamu selalu bertarung seperti ini?” tanya Hwaryeong, pertanyaan tersebut sudah muncul dalam hatinya sejak permulaan pertarungan.

“Ya.” dengan tenang Weed menjawab. Dia sudah mulai memperbaiki armornya yang rusak.

Jika armor atau senjatanya kehilangan ketahanannya bahkan hanya sedikit, hal pertama yang Weed lakukan setelah pertarungan adalah memperbaikinya.

“Tetapi itu sangat berbahaya! Dan sulit! Apa kamu tidak takut sama sekali untuk bertarung dengan para monster, yang levelnya jauh lebih tinggi daripada levelmu?”

Hwaryeong sedikit ketakutan. Dia tidak bisa membayangkan bagaimana bisa seseorang mampu bertarung sendirian dengan dikelilingi para monster. Meskipun mereka memainkan game virtual reality, ketakutannya adalah hal yang nyata.

Dalam situasi yang penuh dengan bau darah dan perasaan dari kekuatan lawan sering membuat player ketakutan. Setelah itu mereka akan dengan mudah terbunuh.

“Kau tahu Hwaryeong, di Lavias aku telah memanjat sangat tinggi, dan dari atas sana semua monster tampak begitu kecil. Itu seperti aku bisa memencet mereka dengan jari. Saat itulah aku menyadari bahwa mereka hanya makanan. Makanan yang membuatmu lebih kuat.”

Hwaryeong mengeluarkan senyumnya yang menawan.

“Serius, bersamamu Weed, tak ada waktu untuk bosan.”

Namun tak semua orang merayakan akhir dari pertempuran tersebut. Zephyr menatap si death knight dengan ketakutan.

“Zephyr?!”

“Hwa… Hwa… Hwaryeong.” kekhawatiran membuat dia tergagap.

“Apa yang terjadi?”

“Lihatlah si death knight…”

“Huh? Death Knight?”

Hwaryeong menatap Van Hawk dan menyadari bahwa dia mempersiapkan teknik yang lain miliknya.

Hwaryeong tidak mengerti apa yang akan terjadi, jadi dia menjadi penasaran.

Hwaryeong tidak menyadari apa yang yang disadari oleh Zephyr sejak tadi. Zephyr telah memancing bersama Weed selama waktu yang cukup lama, jadi dia tahu apa yang akan terjadi. Apa kau pikir setelah memancing, Weed akan duduk dalam bayangan untuk bersantai? Sama sekali tidak.

Setelah selesai memperbaiki armornya, Weed memasangkan beberapa perban dan berdiri.

“Hmmm… Sekarang akan menjadi sedikit berbahaya. Jangan terlalu khawatir, tetapi kupikir kita

mungkin akan sekarat kali ini.” kata Weed.

“……”

“Kau tahu, aku tidak dalam kondisi terbaik. Aku belum bertarung untuk waktu yang lama. Sejujurnya, aku bahkan tidak ingat kapan terakhir kali HPku jatuh dibawah 15%. Bahkan di kastil Odein aku melawan kebanyakan musuh yang lemah.”

“……”

“Mari kita lihat. Setelah pertempuran ini, hanya Endurance milikku sedikit meningkat. Itu karena aku membuat kesalahan perhitungan dan pertempuran tidaklah sesulit yang aku kira. Lain kali aku akan menargetkan untuk menurunkan HPku sampai 3%. Aku akan memberitahu kalian sebuah rahasia: ketika HPmu menjadi sangat rendah, statistik Endurance milikmu akan sangat meningkat. Jadi dalam pertempuran selanjutnya kalian harus mencoba untuk kehilangan HP sebanyak yang kalian bisa.

Percaya padaku, hasilnya akan memuaskan. Contohnya, pada saat itu serangan-serangan musuh terasa seperti geli bagiku.”

Zephyr dan Hwaryeong terdiam tak bisa berkata-kata kerena terkejut.

҅Sesuatu banget! Jadi serangan para Thief Basra hanya ‘geli’ bagi dia?’

҅Serius? Meskipun dia memiliki skill blacksmith tahap menengah, dia tidak mungkin…’

҅Armorku bukanlah yang terburuk, tetapi setiap serangan dari monster sangat sakit!’

҅Masokis sialan!’

Tetapi kata-kata Weed yang selanjutnya lebih mengguncang mereka.

“Yah, sekarang pengintaian dan pemanasan telah selesai, saatnya untuk pertarungan yang sebenarnya.”

Pengintaian? Bagi Zephyr dan Hwaryeong, pertarungan yang barusan adalah neraka! Setelah melihat wajah mereka yang penuh dengan ketakutan, dia bertanya dengan ragu:

“Jadi… Apa kalian menerimaku sebagai ketua party? Jika demikian, maka perburuan berlanjut.”

Mereka buru-buru mengangguk. Setelah menerima undangan Weed, mereka secara otomatis menyetujui dia sebagai ketua party. Dan juga dia yang terkuat diantara mereka bertiga. Meskipun skill memancing Zephyr dan tarian Hwaryeong memungkinkan mereka untuk meningkatkan statistik mereka cukup banyak, mereka masih jauh dari Weed seperti bumi dan bulan.

҅Dia memiliki 5 skill handicraft pada tahap menengah…’

҅Dia adalah hewan buas. Sebuah mesin… untuk melakukan segala hal…’

Dia aneh, itulah yang disetujui Hwaryeong dan Zephyr.

Tak hanya profesi kerajinannya memiliki teknik pertempuran, statistiknya juga sangat tinggi! Menatap Weed, mereka hanya bisa merasa lemah, meskipun dibandingkan dengan player lain mereka sangat normal.

҅Jadi ada orang-orang yang seperti Weed…’

҅Kami masih berguna!’ pikir mereka.

Biasanya posisi ketua party diambil oleh seorang Warrior atau seorang Knight, karena mereka memiliki statistik Charisma dan Leadership yang tinggi. Karena jika ketua memiliki tingkat yang tinggi dari kedua statistik itu, anggota party tidak akan terpengaruh oleh kepanikan dan mendapatkan peningkatan exp.

Dan para monster yang menghadapi player semacam itu tidak akan bisa menggunakan skill mereka sepenuhnya.

“Aaaaaaaaaa!”

“Deadly Dance! Charming Dance!”

“Fishing Rod Feint!”

“Ayo! Pukul aku! Naikkan Endurance milikku!”

Perburuan dimulai.

Pertarungan tanpa akhir sampai mati melawan para Thief dari Basra. Segera setelah satu kelompok monster terbunuh, mereka beralih ke kelompok selanjutnya. Mereka hanya punya waktu yang sebentar untuk memperbaiki dan penyembuhan ringan.

“Waaaaaaaa!”

Dimasa lalu, Zephyr tidak akan percaya jika seseorang mengatakan padanya dia tidak akan merampas musuh yang dikalahkan. Tetapi hal itu terjadi sekarang, karena gelombang serangan musuh yang terus-menerus, mereka tidak punya waktu untuk beristirahat.

Mereka bertarung dengan cara seperti itu selama hampir 16 jam, ketika akhirnya Zephyr terluka.

Seorang Thief menikam dia di perut dengan pedang. Cidera yang mematikan.

Hwaryeong melemparkan tatapan kebencian pada Weed.

“Kau keterlaluan! Kami manusia, dan ketika kami lelah, kami butuh istirahat!”

Kemudian Hwaryeong menatap Zephyr dengan sedikit iri.

҅Dia sekarat… Setidaknya dia bisa istirahat… Aku ingin tahu kapan aku bisa terbebas dari iblis itu?’

Itu adalah pertama kalinya dia iri terhadap seorang player yang sekarat.

Dengan senyum lega, Zephyr berkata:

“Aku baik-baik saja, Hwaryeong, Weed, jangan khawatir tentang aku. Hahahahahahaha!”

Dia tertawa hingga menangis kerena senang. Namun ekspresi Weed tidak berubah sedikitpun.

҅Mungkinkah?… Tidak, tidak mungkin. Dia bukan seorang Priest dan tidak akan bisa menyelamatkan aku….’ Zephyr ketakutan untuk sesaat, dengan senang melihat darah mengucur dari perutnya.

HPnya dengan cepat turun dan sudah mencapai 23%. Situasinya tidaklah kritis, tetapi tanpa pertolongan Priest dengan segera, cidera seperti ini akan berakhir membunuh dia.

Tetapi kemudian Weed menggeledah tasnya dan mulai mengeluarkan perban satu demi satu.

“Aku akan menyembuhkanmu.”

“Ahahaha! Dengan perban? Jangan bercanda seperti itu…”

“Pasang perban!” Weed berteriak lagi dan lagi, dengan cepat memasang banyak perban.

Pendarahan telah berhenti

Luka telah tertutup

HP naik menjadi 26%

HP naik menjadi 29%

“Wow!” mata Zephyr melotot dengan kagum.

Dia menatap Weed dengan penampilan ketakutan.

“Ermm… Weed, berapa level First Aid milikmu?”

“Level 9 tahap menengah.”

Hanya sedikit lagi dari tahap tertinggi!

Selama perburuannya yang panjang di provinsi Morata, Weed telah mengunakan banyak perban dan sehingga level skillnya sangat tinggi. Biasanya party setidaknya punya satu Priest, jadi para player tidak menggunakan skill First Aid sama sekali, jadi kebanyakan dari mereka memiliki skill First Aid pada tahap pemula meskipun berlevel tinggi.

“First Aid level 9 tahap menengah…”

Zephyr memukulkan tinjunya pada tanah dalam kesedihan. Weed sialan, seorang iblis sejati yang sadis! Sekarang dia harus berburu monster selamanya!

Pertempuran berlanjut…

Weed membunuh para monster satu per satu dan berpikir bahwa hal itu sebenarnya tidak sesulit itu.

Dibandingkan dengan apa yang dia alami di provinsi Morata, dungeon Basra tampak seperti taman kanak-kanak.

Bahkan di Lavias, para death knight jauh lebih berbahaya bagi dia!

Setidaknya mereka menggunakan pedang panjang dan dark magic. Para Thief di Basra hanya menggunakan pedang pendek, dan meskipun mereka menyerang dalam jumlah yang banyak, mereka bukanlah lawan yang berbahaya.

Kali ini dia tidak bersama Alveron dengan sihir penyembuhan miliknya, tetapi sejak HPnya meningkat banyak karena peningkatan statistik dan memancing. Hampir dua kali sejak saat itu.

Juga, berkat skill blacksmith miliknya, Weed bisa mengasah dan memoles equipment, meningkatkan daya tahan hidupnya lebih jauh lagi.

Profesi Legendary Moonlight Sculptor!

Hanya karena hal itu, Weed dipaksa untuk secara signifikan meningkatkan skill handicraft miliknya, yang memungkinkan dia untuk meningkatkan banyak skill yang lain sampai tahap menengah selama beberapa bulan terakhir. Dan hal itu membuat dia lebih kuat daripada jika dia terus berburu sampai sekarang dan mencapai level 280.

Untuk menjadi lebih kuat dan bertarung dalam pertempuran yang lebih sulit. Weed menikmati bertarung dengan musuh yang kuat, itu sebabnya dia pergi ke lantai 4 dungeon Basra. Dan bahkan sebelumnya, dia bertarung melawan Death Knight hanya dengan level 110. Sudah pasti itu sulit, dan dia sering mati, tetapi setelah mendapatkan beberapa kekuatan dan pengalaman, dia memenangkan pertarungan satu demi satu dan hal itu membuat dia senang.

Setelah mengalahkan kelompok yang lain dari para monster, Weed tiba-tiba menyadari bahwa tasnya telah penuh.

“Sial….”

Hwaryeong dan Zephyr tidak sedih sama sekali.

“Mau bagaimana lagi…” keluh Weed.

Hwaryeong dan Zephyr mulai mengangguk dengan semangat.

҅Saatnya untuk mengakhirinya. Itu adalah perburuan yang sulit.’

҅Sialan, itu sangat mengerikan.’

Mereka telah yakin bahwa para Thief dari Basra akan datang pada mereka dalam mimpi buruk selama sisa hidup mereka.

Tetapi kemudian kata-kata Weed mengejutkan mereka lagi.

“Apa boleh buat, kita akan pergi ke desa dengan cepat untuk menjual barang-barang, dan kemudian kita akan kembali lagi. Para Thief dari Basra tunggu kami. Mari kita lakukan dengan cepat.”

҅Sialaaaaaaaaaaaaaaannn!!!’

sumber : http://sekkinokyou.id/

Translator / Creator: alknight