November 11, 2016

The Legendary Moonlight Sculptor – Volume 4 – Chapter 6: Siege of Odein Castle

 

Weed meninggalkan Rega dengan penuh semangat.

“Sudah lama aku tidak bertarung.”

Dia merasa bahwa dia kehilangan indra tempurnya. Biasanya, dia bertarung melawan monster yang sulit dan berbahaya, tetapi selama beberapa bulan terakhir dia hanya mengembangkan skill kerajinannya. Bertarung melawan monster yang sulit dan berbahaya sama seperti berjalan diatas seutas tali, hanya satu kesalahan maka kau akan jatuh.

“Mungkin aku akan mati sendirian dan terlupakan….”

Dia merasa lemah. Mungkin sumber ketakutannya adalah fakta bahwa sementara dia mengembangkan skill-skill kerajinannya, orang lain tengah berburu. Itu sudah beberapa bulan sejak dia kembali ke Order of Freya, dan terakhir kali dia mendapatkan level adalah 9 level yang dia peroleh saat itu.

Kadang-kadang dia mendapatkan pesan dari Pale, mengatakan dia sudah melewati level 190. Dengan Surka, Irene dan Romuna memiliki level yang hampir sama. Bahkan Mapan mencapai level 160, dan Hwaryeong mencapai level 210.

Semua orang bergerak maju, tetapi Weed diam ditempat. Meskipun bukannya dia tidak melakukan apa-apa.

Selama beberapa bulan ini, Weed telah melakukan banyak hal. Levelnya tidak naik, tetapi statistiknya naik, dan dia bisa mempelajari hidden skill.

****

“Ya ampun!”

“Aku akan mati.”

Saat melihat monster, mereka akan bergegas kedalam pertempuran. Bahkan melawan monster terkuat, para Geomchi tidak ragu-ragu.

Tujuan mereka adalah untuk menjadi lebih kuat. Menyerang dengan cepat, mereka membingungkan si serigala. Kemudian, dengan mempertahankan penekanan dan serangan dari sudut yang berbeda, mereka mengalahkannya.

Semakin lama mereka bermain, mereka semakin dikenal sebagai ‘A Group of Crazy Men’. 500 player dipimpin oleh 5 Geomchi.

“Um… Master?”

“Ada apa, Geomchi2?”

“Ini tentang Weed.”

Para Geomchi jarang menghubungi Weed, karena mereka merasa tidak nyaman mengganggu urusan seorang pria yang banyak membantu mereka. Namun, Geomchi2 dan Geomchi4 terus berinteraksi dengan Weed.

Untuk satu alasan:

Informasi adalah kekuatan!

Bagaimanapun juga, jika kau mengetahui sesuatu lebih banyak daripada orang lain, kau bisa berdiri didepan sang master, menemukan makanan yang lezat, mengetahui monster mana yang menjatuhkan item yang bagus, dan masih banyak lagi. Mereka berdua bahkan mempelajari skill memasak, semuanya agar bisa berguna bagi idola mereka, master mereka, yang bahkan sekarang terus mengejutkan mereka.

Sang master mengayunkan pedangnya seolah-olah itu adalah hal yang paling alami untuk dilakukan di dunia ini. Ayunannya mengincar secara sempurna, dan si serigala tak bisa melakukan apa-apa untuk menghindari pedang tersebut! Para murid menjadi bengong ketika menonton master mereka bertarung.

“Aku tahu dia adalah master pedang, tetapi….”

“Aku tahu, dia sangat luar biasa.”

Jadi semua orang melakukan apapun untuk menyenangkan master mereka. Geomchi2 dengan hati-hati melanjutkan.

“Weed telah menyelesaikan tujuannya dan akan berburu.”

“Yah, aku ingin melihat dia bertarung. Memang seorang pria hanya bisa dinilai ketika dia bertarung dengan lawan yang kuat.”

“Tetapi dia sudah lama tidak bertarung. Bukankah begitu?”

“Ya.” kata Geomchi yang lain.

“Setelah waktu selama itu, apa kau pikir dia telah lupa bagaimana caranya bertarung?”

“Yah, itu…”

Ohoho, kata-kata mereka membuat sang master geli.

“Apa yang aneh, setelah waktu selama itu, skillmu akan tumpul.”

“Geomchi2.”

“Ya, master?”

“Predator tidak akan lupa bagaimana caranya berburu. Entah itu berburu sebagai kucing atau singa, mereka akan mengeluarkan naluri mereka.”

“Yah… Kurasa itu benar, master.”

Meskipun dia setuju secara lisan, dalam hatinya dia berpikir lain. Bahkan atlit luar biasa sekalipun, setelah istirahat yang panjang, mereka akan menjadi tumpul.

“Dan para warrior, ketika mereka menyarungkan pedang mereka selama beberapa waktu, mereka akan tahu.”

“Apa?” kata Geomchi2, dia tidak memperhatikan masternya.

“Kita harus bisa memisahkan diri kita dari pedang. Untuk mencapai tujuan kita, kita tidak harus mengandalkan obat-obatan, atau senjata api dalam kasus kita. Belajar untuk mengesampingkan pedang, dan dalam pikiranmu, melanjutkan latihan. Itu adalah salah satu dari metode utama dalam pelatihan.”

****

Banyak orang berada di Benteng Odein tengah melakukan bisnis.

“Menjual persediaan!”

“Kerahkan segala kemampuan kalian. Pertahankan benteng, dan hancurkan guild Balkan.”

“Tahan semua serangan mereka, dan jangan memberi mereka kesempatan sedikitpun!”

Sebuah aliansi guild tengah berkumpul di Benteng Odein.

Awalnya, Guild Oasis, Guild Prosperity, dan Guild Wing of May adalah sekutu dan mereka merebut benteng tersebut bersama-sama.

Namun, karena benteng tersebut bernilai sangat tinggi, Guild Prosperity menghianati sekutunya.

Dua guild yang lain mencoba bernegosiasi namun tak mendapatkan hasil.

Guild Oasis kebanyakan terdiri dari tentara bayangan yang bercekcok tentang kekalahan mereka, dan tersebar. Tetapi Guild Wing of May, bersumpah akan membalas dendam saat mereka meninggalkan aliansi.

Di Guild Balkans, ketua guild sedang mengasah pisau.

“Kita harus merebut apa yang dicuri dari kita!” teriak si ketua guild.

Mereka sudah berkumpul beberapa kali dan mencoba untuk mengalahkan benteng tersebut, tetapi hanya menderita kekalahan setelah kekalahan. Sekarang segalanya telah berubah. Mengatasi kemarahan, Guild Wing of May bergabung dengan Guild Balkans. Jadi sekarang kekuatan mereka melampaui musuh mereka.

Benteng tersebut terletak di perbatasan antara Kerajaan Aidern dan Britten Alliance. Banyak pedagang melewati gerbangnya setiap hari dan memberi uang pada pemilik benteng tersebut.

Kedua belah pihak telah mengumpulkan banyak orang, namun tak ada yang bisa memprediksi seperti apa hasilnya.

Semua perhatian tertuju pada benteng tersebut.

Masih ada dua jam sebelum peperangan. Guild Balkan perlahan-lahan berkumpul disekitar benteng.

Didalam benteng, para defender juga sedang sibuk.

“Pasukan mereka telah tiba.”

“Pasukan kedua sudah berkumpul. Menunggu perintah.”

“Pasukan ketiga sudah ada di posisi.”

“Pasukan keempat sudah siap.”

Guild Prosperity dibagi menjadi 4 pasukan masing-masing pasukan memiliki 3000 orang. Pasukan utama mempertahankan dinding dan bersiap untuk bertempur. Pasukan kedua menjaga gerbang.

Pasukan ketiga terdiri dari para Archer dan para Mage. Mereka mendukung bagian belakang dan berada diatas menara. Pasukan yang terakhir bertanggung jawab pada persediaan dan kebanyakan terdiri para rekrutan baru.

Juga di benteng ada banyak defender NPC. Mereka tidak suka tentang perang tersebut, tetapi secara umum, tak seorangpun peduli tentang pendapat mereka. Ketua guild dari Guild Prosperity hanya memikirkan satu hal, kemenangan. Jika mereka kehilangan benteng itu, mereka akan kehilangan segalanya. Oleh karena itu, mereka mati-matian merekrut banyak tentara bayaran dengan bayaran tiga kali lebih besar dari yang ditawarkan Guild Balkan.

Banyak tentara bayaran berkumpul di belakang benteng.

“Seperti yang diduga, tugas kita adalah menunggu. Setelah pertempuran mencapai puncaknya, kita akan bergerak. Apa ada pertanyaan?”

Setelah ucapan Brine, salah satu jenderal dari Guild Prosperity, hanya ada suara dari dentangan armor dan senjata. Para tentara bayaran memeriksa senjata mereka dan menatap tembok.

“Ini adalah pemandangan yang langka. Lihatlah semua prajurit ini.”

“Lihat itu. Seorang Wizard yang terbang.”

“Karena ada begitu banyak orang, peperangan ini akan sangat sengit….”

“Balkan memiliki dendam terhadap semua orang yang mempertahankan kastil dan itu termasuk kita.”

“Jadi itu artinya kita semua memiliki kesempatan mati yang lebih besar?”

Saat mereka menunggu, para prajurit berbincang-bincang.

Guild Prosperity menjanjikan masing-masing mendapatkan 10 gold untuk yang ikut serta, 5 gold tambahan untuk tiap pembunuhan! Dan 20 gold jika mereka tetap hidup! Benar, dua yang terakhir hanya berlaku jika mereka menang. Tetapi banyak prajurit sebenarnya berkumpul bukan hanya untuk uang tetapi untuk karena haus akan peperangan.

Boom! Boom! Boom! Boom!

Disuatu tempat dibelakang tembok benteng itu, gendang dan terompet dibunyikan.

“Mereka datang.”

Para Wizard dan Archer mengambil posisi, sementara dibawah mereka berdiri para tentara bayaran.

Tanah mulai bergetar saat sejumlah besar orang tengah bergerak.

“Para Iron Cross Knight, pertahankan benteng terhadap Balkan!”

“Musuh datang!”

“Ini dia, sudah dimulai!”

Para tentara bayaran melompat dari tempat duduk mereka dan berteriak.

“Urraaaaaaa!”

“Bunuh mereka semua!”

“Pertahankan benteng, hancurkan para penyerang!”

Mendengar suara gendang dan terompet, para tentara bayaran berteriak keras dan dengan gembira mengayunkan lengan mereka. Mereka semua bersemangat tetapi ada satu orang yang tetap duduk.

Theodore mendekati pria itu.

“Tampaknya kau ketakutan. Jangan khawatir, ini bukan apa-apa.

Semua orang akan ketakutan saat pertama kali.” kata dia dengan percaya diri.

Theodore adalah seorang prajurit yang berpengalaman yang telah menghadapi banyak pertempuran.

Jadi dia berusaha untuk menenangkan pendatang baru untuk menunjukkan superioritasnya.

“Oh sudah dimulai?” kata pendatang baru itu dengan bingung, menatap sekeliling.

“Ya, tunggu, apa kau membuat sesuatu, sebuah boneka?”

Theodore membungkuk dan menatap lebih dekat pada apa yang dia buat. Itu seperti dia sedang membuat kupu-kupu dari cabang-cabang yang dipotong dari pohon didalam benteng tersebut.

Para Iron Cross Knight. Mereka adalah sumber teror pada para penyerang. Sekarang situasinya berubah, dan mereka bertarung untuk merebut benteng tersebut, meski demikian, tak ada yang setara dengan para Knight itu.

Para Knight berdiri diatas bukit yang agak jauh dan mengamati jalannya pertempuran. Segalanya akan diputuskan dalam gelombang kedua dan itu akan terjadi ketika para Knight itu memasuki pertempuran.

Ketua Guild Balkan berteriak: “Prajurit! Teman-teman!

Mereka datang! Kita akan merebut benteng kita!”

Dengan teriakannya, ratusan Warrior bergerak untuk menyerang. Itu adalah sebuah pemandangan yang luar biasa dan mengerikan, semua orang didalam kastil tersebut bisa merasakan getaran yang mereka buat.

“Fireball!”

“Aimed Shot!”

Para Mage dan Archer yang berada diatas tembok menembakkan serangan pada para penyerang.

Namun, tentara yang menyerang sangat banyak, serangan itu tampak seperti kerikil yang dilemparkan ke samudra. Sebagai pembalasan, mereka mengirim spirits dan para golem. Para Assassin telah menyusup ke benteng, menggorok leher para penyihir. Tangga dan tali memenuhi tembok.

Ketapel-ketapel menghujankan bebatuan pada kawan dan lawan. Sejauh ini, semua usaha penyerangan benteng tersebut selalu gagal karena pertahanan yang kuat dari benteng tersebut. Tetapi sekarang, dengan dukungan sekutu baru dan jumlah uang yang sangat banyak, beberapa dihabiskan pada senjata penyerangan, mereka akhirnya mendapatkan kekuatan yang cukup untuk menjadi sebuah ancaman. Diseluruh benteng, pertarungan telah terjadi, itu adalah peperangan yang besar.

Pasukan tentara bayaran dibawah komando Brine memasuki pertempuran 4 jam kemudian. Tembok kastil sudah jatuh pada pihak Balkhan. Namun, harga kesuksesan mereka dibayar dengan darah para prajurit. Hampir sepertiga dari Archer dan NPC pihak mereka telah terbunuh dalam pertempuran. Guild Prosperity tak memiliki penyesalan tentang menghabiskan uang untuk melindungi Kastil Odein. Tetapi sekarang, setelah banyak pertempuran, pasukan mereka tampaknya seimbang.

Pasukan penyerang menuju ke Training Hall, yang berlokasi disebelah pasukan tentara bayaran yang dipimpin Brine.

“Semuanya, tetap diam dimana kalian berada.”

Bahkan tanpa kata-kata itu, semua orang mengetahui bahwa tak ada tempat untuk lari. Para tentara bayaran berada dalam keadaan kebuntuan. Musuh ada didepan mereka, oleh karena itu para prajurit dengan ganas mengeluarkan senjata, kebanyakan adalah pedang, kapak dan tombak, dan menunggu serangan musuh.

Weed ada diantara mereka.

“Ini hebat.”

Dia telah melihat beberapa pertempuran untuk memperebutkan benteng ini di TV, tetapi sekarang dia secara pribadi terlibat. Dan itu sangat hebat. Suara menakutkan datang dari segala arah. Dengungan mantra mematikan, dan jeritan orang-orang yang sekarat. Itu semua nyata.

Keringat dingin mengalir dipunggungnya. Bahkan ketika dia bermain Continent of Magic, dia tidak pernah ikut serta dalam sebuah penyerbuan. Ini akan menjadi pengalaman pertamanya. Hanya karena keinginannya untuk memulihkan kemampuan tempurnya, Weed memutuskan untuk terjun kedalam pertempuran yang paling mematikan yang ada. Bahkan dengan matanya yang tertutup, dia bisa merasakan niat membunuh.

Ketika para tentara bayaran mulai menyerang, dia segera menutupi wajahnya dengan topeng kayu yang berbentuk kupu-kupu yang hendak terbang.

“Ohho.

Waktunya bagimu untuk mati. Ahahaha! Power Attack!”

Warrior itu mengayunkan pedangnya yang lebar…

Bam!

Weed dengan mudah membelokkan pedang tersebut. Semua kekhawatiran menghilang, dia hanya menatap pada musuh. Hanya dengan melihat bahunya, sudah cukup untuk memprediksi serangannya, dan kemudian mengeluarkan serangan balasan.

“Sculpting Blade!”

*Ding*

Critical Hit!

Weed menargetkan titik vital dan musuhnya jatuh tak bernyawa ke tanah.

“Uh… Dia membunuh Altona!”

“Balas dendam.”

“Thunder Slash!”

“Triple Attack!”

Mereka bertiga, mengaktifkan skill mereka, secara bersamaan menyerang Weed.

Sepertinya, korban tadi adalah teman mereka. Namun, setelah memeriksa kemampuan mereka, kau bisa mengetahui bahwa mereka bahkan belum level 200.

Dengan keragu-raguan yang besar, Weed menurunkan pedangnya dan menerima serangan mereka.

Bambambam!

Masing-masing serangan mengeluarkan cahaya, dan akhirnya menghilang kedalam kabut putih.

Graham Leather Armor! Weed memolesnya sampai mengkilap, dan sekarang serangan-serangan musuh terpantul ke udara.

“Apakah dia mati?”

“Dimana item-itemnya!?”

Orang-orang malang, mereka berpikir Weed telah mati, dan wajah mereka berseri-seri.

Namun perasaan aman mereka lenyap saat Weed muncul sepenuhnya tak terluka. Senyum menghilang dari wajah mereka. Pada saat ini, musuh mereka tampak seperti seorang iblis. Weed tersenyum, HPnya melebihi 9000. Ketika skill mencapai tahap menengah, ada tambahan bonus! Selain itu, dengan armornya yang dipoles, dan HP yang diperoleh dari skill memancing miliknya, dia pada dasarnya tak terkalahkan.

Damage yang dia terima bahkan tidak sampai 300 poin.

“Lebih lemah daripada yang aku kira…”

Weed menunjukkan penampilan kecewa pada lawannya.

“Sculpting Blade!”

Weed menyerang tanpa ragu-ragu.

Dengan tiap-tiap gerakan yang dikeluarkan, lawan-lawannya kehilangan lebih dan lebih banyak HP. Perbedaan levelnya tidaklah besar, tetapi statistik Weed jauh melampaui untuk levelnya. Selain itu, dengan armor yang dipoles dan pedang yang dipertajam miliknya, dia memiliki keuntungan yang besar atas lawan-lawannya.

Ketiga player itu tak bisa menahan serangannya. Beberapa saat kemudian mereka tewas.

*Ding*

Musuh yang terbunuh: 4

Jika pihakmu menang, kamu akan menerima tambahan hadiah. Juga, dengan peningkatan Fame, kamu bisa mendapatkan gelar.

Weed menuju ke tubuh-tubuh dari lawannya dan menemukan 1 item. Secepat saat dia membantai musuh-musuhnya, dia mengambil item-item mereka.

“Kiiya!”

Weed melompat dari satu lawan ke lawan lain. Musuh mengayunkan pedang dan menembakkan mantra kearah dia, tetapi tetap saja mereka yang akhirnya mati! Weed tidaklah berlevel tinggi, tetapi rata-rata level musuhnya tidak melampaui level 170, jadi mereka bukan tandingan dia.

Para top player di Royal Road tidak ikut serta dalam pertempuran. Bagaimanapun juga, jika mereka terkepung dan kemudian terbunuh, pinalti mereka akan sangat besar. Jadi pada dasarnya, hanya para tentara bayaran, prajurit NPC, dan guild yang bertarung di pertempuran besar. Disisi lain, diantara para tentara bayaran yang dia hadapi beberapa memiliki level 250 dan lebih tinggi. Mereka tidak peduli tentang pinalti. Mereka adalah mesin pembunuh yang sebenarnya di medan perang!

“Jangan sampai kehilangan kepala kalian dan mati. Mundur!”

Weed tidak takut pada prajurit berlevel 250. Bagaimanapun juga, dia bertarung melawan musuh-musuh terkuat, contohnya para vampir. Namun, dia telah lama memahami bahwa itu akan lebih baik untuk bertarung sebagai sebuah party.

Jadi ketika dia mendekati lawan yang kuat, Weed bersembunyi dibelakang sekutu yang kuat sampai mereka terlibat dalam pertempuran. Kemudian dia secara diam-diam pergi untuk membunuh musuh lain.

“Sculpting Blade!”

Trik yang cerdas dan curang! Namun, Weed tidak merasakan penyesalan apapun. Seperti pisau panas diatas mentega, dia membunuh satu per satu lawannya, mencapai total 42 kill.

“Ahhh!”

“Semuanya! Bunuh dia!”

Banyak player secara bersamaan menyerang si prajurit bertopeng, tetapi seperti yang lainnya, mereka tidak bisa menandingi dia. Dan mereka menjatuhkan lebih banyak item untuk diambil Weed.

Dengan para tentara bayaran pada pertahanan, mereka memiliki keuntungan yang besar.

Pertempuran itu berlangsung selama sehari. Sekali lagi, Kastil Odein bersimbah darah. Kali ini Guild Prosperity yang mempertahankan benteng, dimana Guild Balkan menjadi penyerang. Semua orang membicarakan tentang pertempuran tersebut, dan kebanyakan percakapan tersebut berkaitan dengan satu player. Namun, mereka tidak mengetahui hal itu. Sebaliknya, mereka berpikir ada 42 tentara bayaran bertopeng. Orang-orang yang tidak ragu-ragu untuk mengorbankan rekan-rekan mereka.

Tornado kematian yang tak meninggalkan apa-apa, bahkan tak satupun koin copper yang tertinggal.

****

Para Geomchi akhirnya melampaui level 170. Mereka membunuh segala yang ada!

Berkat kecepatan mereka yang gila, mereka menaikkan level dengan cepat. Apa yang mengagumkan adalah fakta bahwa mereka memulai ketika Weed sudah level 180. Ini adalah hasil usaha dari pria-pria sejati!

Mereka berjalan melewati lembah dan pegunungan di selatan Kerajaan Rosenheim, kadang-kadang mereka pergi ketempat-tempat yang belum pernah dijelajahi sebelum. Mereka perlahan-lahan menjadi terkenal, dan tentu saja, ada orang-orang yang menjadi iri.

“Ada sesuatu yang salah dengan mereka.”

“Itu adalah orang-orang bodoh yang terkenal, aku benci mereka.”

“Mungkin aku harusnya membunuh mereka.”

Halman dan Margaux saling berbicara, sementara Levi dan Gran dalam keadaan diam meminum bir.

“Ya, mari kita bunuh mereka dan meningkatkan level kita.”

“Mari kita membagi item-itemnya secara merata kali ini, saat ini aku masih tidak punya chest plate.”

“Bukan ide yang buruk.”

Dwichigi Kuartet!

Mereka telah berusaha mengorbankan Weed dan Mapan, tetapi malah terbunuh sendiri. Dengan Guild Cloud memburu mereka, mereka tak punya pilihan selain bersembunyi di Rosenheim. Sejak saat itu, beberapa bulan telah berlalu tetapi level mereka masih belum naik, karena mereka berburu player bukannya monster.

“Kedengarannya menyenangkan. Ayo kita pergi!”

Seperti biasanya, kelakuan buruk mereka direncanakan oleh Gran.

“Kekekeke.”

“Hihihi.”

Levi dan Halman tertawa.

Meskipun mereka adalah “teman”, mereka selalu beresiko dihianati. Bagaimanapun juga, mereka sudah mengalaminya beberapa kali! Tetapi mereka masih akan bersama-sama lagi.

“Membunuh sendirian tidaklah menyenangkan.”

“Ya, lebih baik untuk membunuh sambil bercakap-cakap.”

“Bagiku, tak ada yang lebih menyenangkan daripada membunuh.”

Rasa hormat dan persahabatan bukanlah kata yang bisa mendeskripsikan hubungan mereka berempat. Mereka berkumpul hanya karena mereka ingin bersenang-senang!

Dwichigi Quartet memblokir jalan. Itu akan sulit bagi mereka untuk menghadapi 500 Geomchi, jadi mereka menargetkan kelompok 5 orang yang terpisah dari party itu. Ternyata itu adalah para Geomchi

Instruktur.

“Huh?”

“Siapa kalian?”

Mata mereka berlima menunjukkan penampilan bingung. Gran tersenyum dingin dan menarik pedangnya.

“Flaming Sword!”

Gran menyerang tanpa peringatan, dan bergegas maju.

“Master!”

“Awas!”

Mulut Geomchi2 dan Geomchi3 terbuka dalam keterkejutan. Master mereka dengan santai melangkah mundur, dan menarik pedangnya. Seperti air yang mengalir, dia memblokir serangan tersebut.

“Ha! Idiot!”

Mata Gran penuh dengan kemenangan. Dia menggunakan serangan berbahaya yang akan meledak.

Namun, sang master mengatasi serangan tersebut hanya dengan memantulkannya.

Tiink!

Saat pedang mereka bersentuhan, pedang Gran terpantul dan serangan tersebut menebas pohon.

“Apa kau bercanda?”

Sampai poin ini, Gran tidak tahu apa yang harus dilakukan. Dia tidak tahu bahwa itu memungkinkan untuk memblokir serangan tersebut.

“Huh?”

Dibandingkan dengan Gran, mata dari 4 Geomchi yang lain terbelalak. Ketika naik level mereka mempelajari beberapa teknik, namun teknik yang baru saja digunakan master mereka dianggap teknik yang tak berguna. Itu adalah sebuah teknik yang terdiri dari mengetahui terlebih dulu arah serangan musuh dan jumlah kekuatan didalamnya. Kemudian mengalihkan kekuatan tersebut, dan mengubah aliran serangannya menyebabkan serangan tersebut meleset. Selain itu, teknik itu menggunakan 50 MP, dan sulit untuk digunakan. Hal itu tidak hanya membutuhkan teknik, kau harus bergerak dengan cepat dan memperhitungkan posisimu. Sesuatu hal yang hanya para master yang bisa melakukannya!

Sang master memantulkan serangan yang lain 5 kali.

“Oh….”

Semua kepercayaan diri Gran telah menghilang.

Sang master bertanya dengan tenang, “Siapa kau? Monster? Manusia? Kau lebih kuat daripada Death Knight, jadi… apa kau menjatuhkan item yang lebih baik?”

Gran tidak bisa mengatakan apa-apa.

Dia telah membuat kesalahan yang serius. Tentu saja, dia tidak berhenti, dan berusaha mengayunkan pedangnya, tetapi saat itulah sang master dengan mudah menepis dia dan mulai menyerang.

Bambam!

“Hmm… Belum mati juga?”

“Kiiya!”

Karena HP yang tinggi dan armornya yang bagus, Gran masih hidup. Teman-temannya tidak diam saja, mereka bergerak untuk mengeluarkan serangan kejutan pada para Geomchi yang lain.

“Orang-orang ini adalah monster juga?”

“Para murid, sekarang mereka datang kepada kita. Kita tidak harus mencari lagi!”

“Lihat yang sebelah kiri ya ampun!”

Mungkin player-player lain ketika menyadari bahwa mereka menghadapi Dwichigi Quartet akan melarikan diri karena mereka tidak mau mendapatkan status PK, tetapi para Geomchi bahkan tidak mengetahui konsep ini. Dalam arti tertentu, mereka bahkan lebih brutal daripada Dwichigi Quartet.

Setelah menerima luka yang banyak, para PK itu dengan cepat tewas.

Beberapa jam kemudian keempat orang itu bertemu lagi.

“Apa yang terjadi?”

“Ahh… Aku bahkan tidak mau memikirkan tentang apa yang terjadi kemarin.”

“Jadi… Kau tidak akan balas dendam?”

Dwichigi Quartet jatuh kedalam keadaan yang serius. Dan seperti biasanya, Gran mendapatkan sebuah ide.

“Tidak, kita tidak bisa menyerah pada balas dendam.”

“Aku setuju.”

“Tetapi kita tidak cukup kuat.”

Levi menunjukkan kelemahan. Setelah kejadian kemarin dia bahkan tidak mau menghadapi mereka lagi.

“Kita anggota sebuah guild sekarang. Mari kita membuat mereka untuk membantu.”

Bagi Dwichigi Quartet, Rosenheim seperti surga. Tidak ada guild besar yang dibentuk untuk menegakkan hukum disini, jadi kejahatan berkembang dimana-mana.

Dwichigi Quartet telah bergabung dengan Guild Jamaica. Karena guild tersebut sangat membutuhkan player yang kuat, mereka menerima mereka berempat.

Para PK itu segera menghubungi teman-teman mereka didalam guild. Dengan kebohongan, Dwichigi Quartet berhasil mengumpulkan 300 orang.

“Bunuh mereka!”

“Wow!”

Dwichigi Quartet dengan bantuan 300 prajurit menyerang para Geomchi. Mereka memperingatkan sebelumnya tentang kekuatan lawan mereka jadi mereka menyuruh para Assassin menembak dengan panah.

“Ahh!”

“Musuh!”

Banyak Geomchi terbunuh di menit-menit awal dari serangan kejutan. Para Assassin menyerang dari belakang dan menggorok leher banyak Geomchi. Yang selamat, berdiri saling memunggungi, mulai memblokir serangan demi serangan.

“Sialan, orang-orang ini lebih kuat daripada yang kita duga.”

“Semuanya mundur, gunakan serangan jarak jauh.”

“Ice Storm!”

“Lightnimg Bolt!”

Banyak mantra mematikan terbang kearah para prajurit pemberani itu. Sejauh ini mereka tidak pernah menghadapi magic, jadi mereka kehilangan pertahanan. Serangan besar-besaran itu menjatuhkan HP mereka dengan drastis.

“Sialan!”

Para Geomchi, tidak menahan kemarahan mereka, mengutuk. Jika musuh mendekati mereka, mereka tidak akan ragu-ragu untuk maju untuk menyerang. Tetapi musuh menjaga jarak, menyerang dari kejauhan dengan mantra dan panah secara bertubi-tubi.

Dan karena para Geomchi tidak menggunakan perisai, HP mereka menurun dengan cepat.

“Bahkan jika kita akan dikalahkan seperti anjing, kami setidaknya akan membawa salah satu dari kalian!”

Beberapa murid keluar dari kelompok dan melaju kearah musuh, tetapi mantra-mantra itu menjadi terkonsentrasi dan mereka mati dengan cepat.

“Ya ampun….”

“Siapa mereka? kenapa mereka menyerang kita?”

Untuk pertama kalinya sejak mereka mulai, wajah mereka dipenuhi kemarahan dan keputusasaan.

Kadang-kadang mereka mati karena kelaparan, tetapi sekarang mereka dibunuh oleh para player yang tidak diketahui.

Geomchi2 berteriak: “Master mundur!”

“Aku mengerti. Mundur….”

“Kemana?”

“Ke hutan! Semuanya kembali ke hutan. Kita akan lebih terlindungi disana.”

“Baik pak.”

“Ikuti aku.”

Geomchi dan Geomchi2 mencoba membuat celah. Dalam tipe formasi mengapit, mereka bisa menangkis panah, tetapi tidak bisa melawan sihir.

Setelah menderita kekalahan besar, mereka berhasil melarikan diri ke hutan.

“Kita selamat!”

“Berapa banyak yang tersisa?”

“Kurang dari 260, Master….”

“…Hampir setengah dari kita telah mati.”

Para Geomchi mendesah, mereka semua sekarang bisa berustirahat dan membalut luka mereka.

Namun, mereka sangat miskin dan tidak punya banyak perban.

“Lihat! Mereka datang!”

Sementara mereka beristirahat, para pengejar semakin mendekat.

“Bagaimana bisa mereka menemukan kita?”

“Sepertinya mereka punya beberapa Thief dan Hunter. Mereka bisa melacak kita.”

Para Geomchi diselimuti rasa frustasi. Sebagai ahli bela diri mereka tidak bisa menghilangkan jejak mereka. Mereka harus lari lebih jauh ke dalam hutan. Tetapi mereka sekarang tengah kelelahan, dan masih terus-menerus menerima serangan jarak jauh.

“Geomchi2, Geomchi3 dan semuanya!”

“Ya, Master.”

“Kami mendengarkan.”

“Haruskah kita berpencar sehingga setengah dari kita bisa selamat. Atau kita akan bertarung!”

“Pak, kita adalah pria!”

“Mari kita tunjukan pada para bajingan itu dengan siapa mereka berurusan!”

Sekarang para Geomchi secara besar-besaran mengubah strategi mereka. Mereka tidak lari, menggunakan hutan, mereka bersembunyi dan menggunakan serangan kejutan. Namun, luka-luka mereka sangatlah serius. Musuh mereka menggunakan sihir dan bahkan para Priest mereka terus menyembuhkan. Perlahan-lahan, dimulai dengan yang terlemah, para murid mulai mati, sampai hanya para instruktur yang tersisa.

“Uhh, Master!”

“Kami minta maaf, teruslah hidup!”

Ketika HP mereka mencapai 0, pada detik-detik akhir dari kehidupan mereka, mereka menatap pada sang master.

Pada akhirnya, hanya master mereka yang bertahan hidup.

“…..”

Didalam dojo, ada keheningan yang berat. Para murid dan istruktur tengah terfokus pada satu kapsul.

Kapsul itu adalah dimana master mereka berbaring. Dan sekarang setelah beberapa saat, Ahn

Hyundo, master mereka keluar.

“Master!”

Chung Il Hoon, Choi Jeong Beom, Ma Sang Bohm, Lee Ying Up dan semua mata begitu tegang hingga nafas mereka bergetar. Biasanya itu adalah sifat Ahn Hyundo untuk tetap diam, tetapi kemudian dia dengan pelan berkata,

“Dia membunuhku….”

“….”

“Dia menyebut dirinya Gran, dan kemudian menggorok leherku.”

Semua orang akhirnya menghembuskan nafas. Para murid dan instruktur merasa marah! Bagi mereka Ahn Hyundo adalah panutan mereka. Ya, dia memang sedikit eksentrik, tetapi dalam ilmu pedang dia tidak memiliki saingan! Dulu, sebelum datang ke sekolah ini, mereka meragukan kemampuannya ketika mereka mendengar tantang hal itu. Tetapi saat mereka menonton dia bertarung, keraguan mereka lenyap. Idola mereka, mati dan dipermalukan menyebabkan mereka murka.

Tetapi Ahn Hyundo hanya tertawa menatap wajah marah mereka.

“Sudah 30 tahun.”

“…?”

“Sudah 30 tahun sejak aku kalah dalam sebuah pertarungan.”

“Tetapi disana ada musuh yang sangat banyak.”

“Tidak, Il Hoon, jumlah musuh dan level mereka tidak bisa digunakan sebagai alasan. Tetapi sekarang tidakkah kau berpikir Royal Road telah menjadi lebih menarik?”

“Ya Master!”

Para murid dan instruktur, menjawab secara reflek.

Ahn Hyun Do mengepalkan tangannya.

“Sangat sempurna. Kita seperti prajurit sejati dan kita harus menghadapi segalanya dengan sepenuh hati kita!”

Para instruktur dan para murid menjadi bersemangat.

“Ohh! Itu benar!”

“Aku suka pertarungan yang ganas!”

“Mari kita membalas mereka seratus kali lipat.”

Namun mereka membeku saat master mereka pergi untuk melakukan sesuatu. Dia berjalan kearah papan tulis dan mulai menulis nama dengan kapur.

Gran, Halman, Margaux, Levi dan Guild Ica

Didepan masing-masing nama tersebut dia menulis — musuh!

Dia berkata sambil tersenyum, “Jangan dihapus.”

****

Gran dan para anggota Dwichigi Quartet merayakan kemenangan mereka. Dengan kebohongan, mereka membuat Guild Jamaica untuk membantu dan menghancurkan para Geomchi. Sekarang mereka mendekati mayat-mayat itu untuk membagi item-item yang dijatuhkan. Mereka menyukai membunuh, tetapi dengan kesenangan yang sama mereka menikmati membagi item-item rampasan.

Bagaimanapun juga, hanya dengan beberapa hari kau akan bisa mendapatkan senjata dan armor yang berharga yang membutuhkan berbulan-bulan untuk didapatkan.

“Mari kita lihat apa yang mereka jatuhkan.”

Dengan penampilan serakah, Halman dan Margaux adalah yang pertama kali mencari. Tetapi dengan segera wajah mereka berkedut terkejut.

“Tak ada apa-apa…”

“Tidak! Itu tidak mungkin!”

“Tak ada yang berharga!”

“Ini konyol, cari lagi!”

Gran dan Levi dengan hati-hati mencari item. Namun, mereka hanya menemukan beberapa pedang yang membutuhkan perbaikan dan roti gandum, banyak sekali roti gandum…

sumber : http://sekkinokyou.id/

Translator / Creator: alknight