November 4, 2016

The Legendary Moonlight Sculptor – Volume 4 – Chapter 2: Jack of All Trades

 

“Royal Road? Ketika kami pergi kami menyangka kamu belajar, dan sekarang kamu malah bermain game itu!”

“Sekarang tulis sebuah pernyataan untuk pelepasan cuti sekolah.”

“Dan jika itu tidak membantu, kamu bisa duduk dirumah seharian dan mempersiapkan ujianmu sendiri!”

Ketika orang tua dari Surka, Pale, Irene dan Romuna mengetahui bahwa anak-anak mereka bermain Royal Road secara diam-diam selama ketidakhadiran mereka, mereka menerima omelan tiada akhir.

Namun, anak-anak mereka tidak hanya diam saja. Mereka memikirkan rencana licik dan pada akhirnya orang tua mereka dipancing kedalam Royal Road.

“Oh! Pale, aku ingin mengganti senjata tetapi aku kekurangan 4 gold, bisakah kau pinjami aku uang?

Jangan khawatir aku akan membayarnya dengan bunga!”

Dalam berburu dan melawan monster, orang tua mereka tak memiliki pengalaman. Namun, mereka masih bisa melakukannya dengan baik. Mereka adalah pemilik dari toko kecil didalam game, dan membuka toko satu per satu. Toko mereka menjual barang-barang mulai dari senjata dan pakaian sampai skill book.

Mereka bahkan membuka restoran. Seiring orang tua mereka mendukung anak-anak mereka dengan skill book, panah yang bagus, atau bahkan pengetahuan dari Priest, anak-anak mereka berburu item untuk mereka. Dan sebagai hasilnya, mereka semakin dan semakin dekat dengan level 200 yang didambakan.

Dan kemudian para NPC Kerajaan Rosenheim mulai berbicara:

“Apa kau tau tentang petualang Weed? Dia menghadapi klan vampir yang mengerikan dan membebaskan penduduk Morata.”

“Oh, Weed, sang penyelamat dari Order of Freya! Mengetahui bahwa ada pahlawan membuat kehidupan lebih mudah, bukankah begitu? Kudengar dia berasal dari Kerajaan Rosenheim, dan mereka mengatakan, sang Raja mencari dia.”

Bahkan didunia nyata, toko senjata api, rumah sakit dan bahkan gadis took penjual bunga, semua orang membicarakan tentang Weed.

Ketika berita itu mencapai Pale dan partynya, mereka menyadari bahwa Weed menyelesaikan quest yang sulit dan berbahaya, dan segera memberi selamat:

“Selamat, Weed.”

“Kerja bagus!”

“Lain kali, ceritakan pada kami secara rinci.”

*****

“Haaaa!”

“Swooooop!”

“Urraaaa! Monster!”

Para Geomchi menyerbu maju, dan para Headless Soldier dengan cepat mulai terdesak. Tak peduli betapa beraninya mereka dalam game, pada pemandangan dari begitu banyak lawan, bahkan monster pun akan gugup dan gemetar. Lawan, tidak menunjukkan rasa takut, dengan berani menyerang musuh!

Para player berpakaian santai dan lusuh dengan mata berkilauan penuh keserakahan yang hanya menginginkan satu hal: exp.

“Hahaha!

Geomchi2?”

“Baik. Aku siap.”

“Serang!”

“Hiphip!”

Serbuan dari para player menyerang Headless Soldier itu. Mereka melompat pada monster itu seolah-olah seseorang hendak mencurinya.

Tak satupun dari para Geomchi mengetahui bagaimana cara bermain. Oleh karena itu, mereka pergi ke monster berlevel tinggi terlebih dulu, tetapi mereka tak menganggap mereka lawan yang sepadan.

“Bunuh mereka semua!”

Mereka mencari tempat baru untuk berburu dan mereka akhirnya sampai di Lavias.

Sepanjang waktu ini mereka hanya mencari pertempuran dan melawan monster kuat, jadi level mereka naik dengan tingkat kecepatan yang mencengangkan.

Selalu bersama-sama, kerumunan 505 orang, berkeliaran di Royal Road. Kelompok besar yang kompak. Murid dan istruktur tinggal bersama di dojo, jadi mereka bisa berkumpul dengan cepat dan bermain di Royal Road. Juga, melawan monster dipandang sebagai bagian dari latihan mereka, jadi mereka menghabiskan banyak waktu didalam game dan berburu monster terkuat yang bisa mereka temukan.

Mereka memulai seperti yang dilakukan Weed dengan orang-orangan sawah, dan kemudian secara terus-menerus mengalahkan banyak dungeon. Ketika ada musuh, para murid mengeluarkan semua energi mereka kedalam pertarungan dan pada akhirnya menang.

Satu-satunya hal yang membuat mereka tertarik selain pedang adalah pertempuran. Mereka tidak mengerjakan quest apapun, karena mereka terlalu malas untuk repot-repot mencari. Selain itu, penampilan mereka sangat berantakan. Mereka adalah para player yang sangat miskin dan sering kelaparan.

Sang guru meletakkan tangannya dibelakang punggungnya dan, sambil tertawa, berkata: “3 copper? Ohhoho!

Begitu banyak energi yang dihabiskan pada monster ini dan kita tidak mendapatkan apa-apa.

Sepertinya, kita lemah, kawan-kawan!”

“Ya, Master!”

“Akankah kita ambil recehan ini? Atau kita jadi lebih kuat dan membunuh monster yang menjatuhkan gold?”

“Pak, untuk anda, kami akan pergi kemanapun!”

Setelah kata-kata itu para murid dan instruktur tidak memiliki pilihan, menahan air mata, mengikuti moto “Yang pertama adalah pedang!” Mereka lebih takut akan mati kelaparan dari pada ketakutan mereka pada monster.

Mereka bahkan berbagi roti terakhir, dan hal ini memperkuat persahabatan diantara mereka.

Para Geomchi tidak takut pada monster.

“Cepat atau lambat, kita akan berhenti sekarat karena kelaparan!”

Para Geomchi menjadi fokus dengan mata mereka penuh dengan intensitas.

Kau mati bertarung, atau kau mati kelaparan.

Jadi mereka berkelana melintasi luasnya Royal Road dan meningkatkan level mereka hingga 130.

Di Lavias mereka mendengar bahwa mereka bisa mengganti class mereka. Orang-orang di jalanan berkata bahwa para prajurit memberi banyak pekerjaan, dan jika kau membunuh monster terkenal kemudian kau akan mendapatkan kejayaan dan uang. Juga dengan sebuah class baru akan kau dapatkan peningkatan Strength dan Agility yang besar, dan sedikit ketahanan armor. Sebuah class untuk ahli pertempuran yang sebenarnya!

Tetapi dalam hal apapun, mereka tidak ingin berubah class hanya berdasarkan pada peningkatan statistik. Tidak, para Geomchi merasa bahwa mereka adalah pewaris seni bela diri Korea, dan dengan kebanggaan mereka, mereka hidup dan mati.

Seni bela diri — adalah sifat mereka, hidup mereka, dan itu sebabnya 505 orang itu pada saat yang sama mengganti class mereka. Yah, class awal mereka adalah seorang Warrior, jadi berganti pada Martial Art tampak seperti langkah yang masuk akal.

“Apa kau pernah mendengar tentang petualang Weed?”

“Kali ini Weed telah melakukan sesuatu yang luar biasa!”

Tentu saja, berita ini melintasi begitu banyak telinga. Ketika para Geomchi mendengar berita tersebut, mereka semua senang.

“Ohhhh!”

“Jika Weed bisa melakukannya, maka kita juga bisa!”

Perasaan itu ada disetiap orang.

Ambisi! Keinginan akan kemuliaan!

Gairah yang berkobar!

“Geomchi2!”

“Ya, Master.”

“Temukan dimana monster yang paling kuat berada.”

“Dipahami.”

Geomchi2 pertama-tama memanggil Pale. Dia telah lama memahami siksaan dari pencarian informasi, dan menyadari itu akan lebih baik jika menghubungi Pale.

“Palen-im.”

“Ya, Geomchi2….”

Pada saat ini Pale, Irene, Surka, dan Romuna sedang berburu.

Dia sedikit takut bahwa mereka akan meminta sesuatu yang liar.

Tetapi kali ini, tak ada yang terjadi. Biasanya, para Geomchi hidup dengan martabat dan harga diri, mereka tidak lupa tentang bantuan makanan, dan dimasa depan selalu berterima-kasih pada penolong mereka.

Disisi lain, Pale dan partynya telah lama terbiasa dengan permintaan aneh mereka.

“Siapa yang terkuat?”

“Apa? Tunggu… tidak mungkin….”

“Katakan saja padaku siapa dan dimana. Kami akan mengurus sisanya.”

Pale sedikit terguncang, karena dia tahu apa yang akan mereka lakukan.

*****

Green Dragon Biakis menyukai kedamaian dan ketenangan. Dia suka menganggap dirinya sebagai penjaga hutan. Dengan pemikiran itu, dia hidup dalam damai selama berabad-abad.

Biakis tengah tertidur di sebuah lubang di puncak salah satu gunung, tetapi ketika dia mendengar keributan dari orang-orang, matanya terbuka lebar.

“Penyusup?”

Terkadang sekelompok petualang melewati wilayahnya. Bahkan kadang-kadang player terkuat di Benua Versailles meninggalkan kelompok dan pergi memburu naga tersebut.

Setiap kali, Biakis dengan kejam menghukum mereka.

“Kali ini, kalian juga akan mati.” pikir naga itu dengan marah.

Mata Biakis yang berwarna hijau dipenuhi dengan kemarahan. Kemanapun dia melihat, orang-orang tak kenal takut itu mendekat. Meskipun jika mereka bertarung sekaligus mengeroyoknya, dia masih terlalu kuat.

Meskipun pada umumnya naga tidak peduli.

“Urra!”

“Kita telah sampai! Naga liar, tunjukan dirimu!”

Dia tidak pernah dihina sebelumnya. Biakis marah. Dia membuka mulutnya lebar-lebar, seolah-olah menguap, dan kemudian mengeluarkan hembusan nafas….

“Fuuuuuu!”

****

Liberty City of Somren adalah salah satu dari pusat perdagangan di Benua Versailles. Sejumlah besar barang-barang melewati gerbangnya, dan ada banyak transaksi didalam dinding kota. Hampir semua seniman dan guild menganggap bahwa sebuah kehormatan untuk membuka markas disini.

Weed bersama Mapan menjual semua item-item mereka yang tak diperlukan yang di dapatkan dari para serigala dan monster lain.

“Oh! Aku mendapatkan 5600 gold.” kata Weed sambil menggosokkan tangannya dengan senang.

Dibandingkan dengan gold yang dia dapatkan sebalumnya, dia mendapatkan 2000 gold, dan itu tidaklah kecil.

Tetapi itu bisa saja menjadi lebih banyak. Weed menghemat banyak uang pada tanaman herbal, dengan mencabut dan mengumpulkannya, tetapi hampir semua armor dan senjata telah dia jual di situs jual beli item untuk mendapatkan uang asli. Jika dia menjualnya didalam game, dia akan mendapatkan lebih banyak gold.

Setelah menjual semua item-item dari monster, Weed dengan santainya pergi kesebuah guild. Guild selalu penuh dengan banyak orang, terutama jika itu adalah Guild tempur, tetapi hari ini di guild Blacksmith ada 30 orang, dibandingkan dengan skala dari kota yang luas itu tampak aneh.

Setelah masuk, Weed menatap dengan rasa ingin tahu pada orang yang duduk di meja-meja itu.

“Aku ingin membuat pedang, jadi aku memilih profesi ini. Dan sekarang aku tidak begitu senang!

Semua temanku yang memulai bersamaku sudah membunuh para kobold, dan setiap hari aku harus mengayunkan palu, sialan! Tetapi jika hanya itu, kupikir aku bisa membuat hal yang jauh lebih menarik… Aku lelah dengan semua ini.”

“Ya. Aku tidak mengerti kenapa aku memilih profesi ini. Ini terlalu membosankan. Sekarang ini aku ingin mengubah profesiku.”

“Jangan katakan itu. Aku disini selama seminggu membuat pedang dan apa kau tahu! Pedang-pedang itu jauh lebih buruk daripada pedang yang dijatuhkan oleh kobold!”

Para player duduk dan merengek karena profesi mereka. Menyedihkan. Dalam kenyataannya, profesi Blacksmith tidaklah begitu buruk. Itu semua tergantung pada bagaimana kau melihatnya.

“Ngomong-ngomong,

apa kau pernah mendengar berita tentang Blacksmith Thor?”

“Aku mendengar bahwa dia adalah player pertama yang mencapai tahap Intermediate dalam skill Blacksmith, dan sekarang dia sudah level 4 intermediate.”

“Tidak. Dia sudah level 5 intermediate.”

“Wow! Aku mendengar semua guild menginginkan dia.”

“Tentu saja, dia adalah blaksmith yang memperkuat armor dan senjata. Kapan kita bisa sampai ke level dia?”

“Yah… ada beberapa blacksmith yang sudah mencapai tahap intermediate…”

“Ah! Aku begitu iri.”

Weed mendengar banyak ratapan kosong dan dalam diam menaiki tangga ke lantai dua dari guild.

Orang-orang biasanya menempatkan lantai bawah sebagai toko guild, dan masalah serius diputuskan di lantai atas.

Weed menunggu sampai gilirannya tiba, dan datang pada seorang perwakilan guild yang berotot dan berkumis.

“Apa tujuan dari kunjunganmu?” kata NPC itu, sambil menyentakkan celemeknya.

“Aku ingin mempelajari cara untuk memproduksi senjata dan armor.”

“Oh! Benarkah?” Perwakilan itu berkata dengan senang “Apa kau ingin menjadi seorang blacksmith?”

“Tidak. Aku hanya ingin mempelajari bagaimana caranya menempa.”

“Hmm. Sebenarnya, kami tidak begitu saja mengajari orang… Namun, jika kau bisa memperbaiki barang ini, maka aku akan memikirkan tentang hal itu.”

Si NPC menyerahkan perisai yang sudah rusak pada Weed.

*Ding*

Item: Craked bronze shield

Ketahanan: 3/28

Defense: 10

Perisai ini digunakan dalam ujian untuk mengidentifikasi pemberian dari seorang blacksmith.

Terbuat dari perungu. Ukuran kecil, biasanya dipasang pada lengan. Melindungimu dari dampak pedang.

Persyaratan:

Level 15

Efek:

Kesempatan panah musuh meleset meningkat sebesar 14%.

Mengurangi serangan kritikal sebesar 19%.

Dengan masing-masing level skill mendapatkan efesiensi dari pemeliharaan peningkatan. Pada level 1 bisa memperbaiki sebesar 7 poin, level 2 adalah 10 poin dan level 10 adalah 23 poin. Itu sebabnya, untuk memperbaiki sekaligus, dibutuhkan skill Repair tahap intermediate.

Weed bahkan tidak mengeluarkan palu, dia hanya mengangkat tangannya dan berkata:

“Repair”

Perisai itu menyala dengan cahaya terang dan berkilauan tampak seolah-olah baru.

“Um, sepertinya kau memenuhi syarat.” kata si master menggaruk kepalanya. “Oke, mari kita mulai dengan penjelasan bagaimana untuk memegang palu. Perhatikan baik-baik, genggam seperti ini dan pukul seperti ini.”

*Ding*

Skill Baru: Blacksmith

Bergantung pada level skill, persayaratan penggunaan akan turun sebesar 2% atau lebih. Jika kamu menguasai skill Blacksmith sampai tahap master, kamu bisa memakai item-item dari class lain meskipun ada pembatasan.

Weed segera membeli perkakas besi untuk memproduksi senjata, sebuah palu yang bagus, batu asah dan beberapa item. Dia juga membeli pelebur portabel dan cetakan standart untuk senjata.

Biasanya player hanya bisa bekerja di toko blacksmith, tetapi dengan item ini Weed bisa membuat senjata dimana saja.

Proses menempa item sangat sederhana! Berkat tungku portable, dengan menggunakan MP, logam bisa dilelehkan dan kemudian dituangkan kedalam cetakan. Dari sini hasil kerja dibuat setelah dipukul dengan palu menghasilkan item.

Mendengar semua ini, Weed merasa dicurangi.

Ya, profesi Blacksmith membutuhkan kerja fisik yang keras, namun pada akhirnya kalah dengan profesi Sculptor. Selama pembuatan patung, dia harus terus-menerus membayangkan gambaran dikepalanya, dia harus hati-hati memotong bagian-bagiannya hanya untuk mendapatkan patung sederhana. Oleh karena itu, profesi Blacksmith tampak sederhana dan kasar dibandingkan dengan profesinya.

“Bagus.”

Weed pergi ke meja tempa terdekat dan membuka ranselnya. Disuatu tempat di belakang adalah bijih mentah yang dia ambil selama perburuan.

“Pertama, lelehkan…”

Dia melelehkan bijih mentah tersebut dan membuat banyak besi. Kemudian dia dengan lembut menuangkannya kedalam cetakan dan, setelah menunggu sebentar, dia mendapatkan kepingan pertama. Sekarang, sementara logam tersebut belum mengeras, dia hanya harus memberinya bentuk.

Taptaptap!

Dia memukul pedang tersebut, dan mencelupkannya kedalam air dingin, dan akhirnya menambahkan sedikit sentuhan.

Dengan itu Weed menghasilkan pedang pertamanya.

*Ding*

Item: Training Sword from the conductor

Ketahanan: 70/70

Damage: 4-6

Pedang yang dibuat dari tipe logam yang berbeda, buatan manusia dengan bakat master.

Kekuatan serangannya kecil, tetapi memiliki ketahanan yang tinggi.

Persyaratan:

Tidak ada

Efek:

+5 Strength

Kamu telah meningkatkan skill blacksmith sebesar 36%

“Oh! Keren! Kerja bagus!” Weed menempa pedang pertamanya dan sekarang dia benar-benar menikmatinya.

Bermain sendirian, cepat atau lambat kau akan mulai berbicara sendiri. Semacam mekanisme pertahanan yang Weed kembangkan selama pembuatan patung di Provinsi Morata.

“Ini biasa-biasa saja.”

Tentu saja, pedang di situasinya sekarang ini tidak berguna. Tetapi itu bisa dijual di toko persenjataan setidaknya seharga 70 silver! Pedang itu tidak memiliki opsi serangan, tetapi pedang itu kuat dan menyediakan tambahan 5 Strength.

Untuk pertama kalinya dia berhasil menciptakan pedang.

“Profesi Blacksmith cukup berguna.”

Patung rubah, kelinci dan hewan-hewan lain tidak memiliki nilai, hanya suvenir. Tetapi Weed menjualnya untuk mendapatkan silver. Dan sekarang, dia menempa sebuah pedang yang orang-orang akan dengan senang hati menggunakannya.

“Bagus. Waktunya bekerja!”

Weed memutuskan untuk menggunakan semua bijih yang dia kumpulkan selama ini untuk membuat senjata. Dan dia punya banyak, sebagian dari bijih itu dia kumpulkan saat dia masih pemula, sebagian dia kumpulkan selama 3 bulan di Provinsi Morata.

Dia mengumpulkan banyak bijih dan sekarang dia mengeluarkan semuanya.

Meleleh dalam oven, memberinya bentuk dan kemudian memukul!

Weed mengerjakan pekerjaan tersebut dengan serius, menempatkan semua energi dan jiwanya kedalam bisnis baru. Dalam prosesnya, dia mencoba untuk melihat blacksmith lain dan mengulangi tindakan mereka, untuk dengan segera meningkatkan skill blacksmith.

*Ding*

Level Up: Blacksmith (Pemula Level: 2 | 0%)

Karakteristik serangan dari senjata sekarang lebih kuat. Sekarang kamu bisa membuat senjata lebih banyak juga.

Level Up: Blacksmith (Pemula Level: 3 | 0%)

Sekarang kamu bisa membuat armor perungu dan tembaga.

Level Up: Blacksmith (Pemula Level: 4 | 0%)

Karakteristik serangan dari senjata sekarang lebih kuat lagi. Sekarang kamu bisa mengubah bentuk dari sebuah pedang yang sudah jadi. Strengthnya berkurang, tetapi serangannya akan meningkat.

Level Up: Blacksmith (Pemula Level: 5 | 0%)

Sekarang armor yang kamu buat akan menjadi lebih mudah dan lebih nyaman untuk dipakai.

Kamu bisa membuat sepatu sekarang.

Level Up: Blacksmith (Pemula Level: 6 | 0%)

Karakteristik serangan dan pertahanan dari item yang dihasilkan telah diperkuat.

Weed berada didalam bengkel, siang dan malam, selama 10 hari, menciptakan pedang. Dia menempa lagi dan lagi sampai dia menggunakan semua bijih mentah miliknya.

Namun tetap saja itu mengejutkan: bahwa dalam 10 hari, dia meningkatkan skill Blacksmithnya dengan pesat. Semua ini karena classnya sebagai seorang sculptor.

Untuk masing-masing level, Weed mendapatkan 3% peningkatan pada serangan awalnya, dan 5% peningkatan untuk tingkat skill intermediate. Selain itu, untuk memperkuat skill Sculpture Mastery miliknya dia harus meningkatkan sejumlah fitur lain dalam skill perdagangan yang tak diragukan lagi akan mempengaruhi peningkatan dari level Blacksmithnya.

Secara umum, skill handicraft mempengaruhi semua semua profesi nontempur.

Contohnya dalam memasak. Untuk masing-masing level, pengaruh dari makanan yang disajikan diperkuat sebesar 5%, dan dengan transisi pada level intermediate mereka diperkuat sebesar 7%. Sekarang level skill Handicraft intermediate milik Weed adalah level 8, jadi semua pengaruh pada masakannya diperkuat hampir sebesar 2.

Selain itu skill Handicraftnya juga memiliki pengaruh pada skill Blacksmith miliknya. Dengan menggunakan bahan yang sama dia bisa membuat item dua kali lebih kuat daripada orang lain, dan oleh karena itu mendapatkan lebih banyak exp. Hal itu berkat skill Handicraft miliknya bahwa Weed tidak harus mengalami siksaan blacksmith pemula. Tentu saja, saat dia mencapai Blacksmith tahap intermediate, keuntungan tersebut akan menghilang, tetapi Weed masih akan mendapatkan lebih banyak exp daripada player biasa.

Memang benar, setelah menghabiskan 10 hari meleburkan bijih mentah, dia berhasil meningkatkan skillnya sampai level 6.

Weed meninggalkan guild tersebut dan pergi ke guild memancing.

“Apa kau mau menikmati menghabiskan hari demi hari dengan memancing, atau apakah kau berharap untuk menangkap ikan legendaris dan menjadi nyanyian legenda oleh para Bard?” tanya NPC yang memakai rompi yang memiliki banyak saku.

Mungkin bergabung dengan guild memancing adalah yang termudah dalam game. Kau hanya harus menjawab dengan jujur beberapa pertanyaan, dan kemudian membeli tongkat pancing dengan pelampung.

Weed tidak menyembunyikan pikiran sejatinya:

“Aku ingin belajar bagaimana caranya memancing, jadi saat aku lapar, aku bisa makan.”

“Ya?” NPC pemancing itu bertanya dengan bingung.

Bagi banyak player didalam game mereka menjadi pemancing profesional untuk kesenangan. Sambil bepergian di Benua Versailles, kau harus menggunakan perahu atau kapal, dan disana kau bisa memancing untuk mengisi waktu. Tetapi dari semua jawaban yang telah dia terima, tak ada orang yang menjawab seperti jawaban Weed.

Si pemancing menatap Weed, seperti keajaiban yang belum pernah terjadi sebelumnya, dan tertawa.

“Jawaban yang jujur. Juga, aku melihat kau seorang koki yang hebat. Mungkin suatu hari, jika kau menangkap sesuatu yang bagus, kau akan membuatkan aku sup yang lezat?”

“Jika itu adalah ikan yang cocok, maka tak masalah, aku akan dengan senang untuk memasak.”

“Hmm. Terimakasih. Aku akan memberimu beberapa umpan spesial.”

*Ding*

Kamu telah mempelajari skill memancing.

Kamu tidak akan pernah kelaparan jika kamu kebetulan berada didekat sumber air yang besar.

Kamu bisa mendapatkan air dan makanan di sungai, danau dan laut.

kamu mendapatkan umpan untuk memancing, 30 udang.

Weed mempelajari Blacksmith, memancing, dan sekarang berpikir dalam-dalam.

“Haruskah aku mempelajari lagi atau tidak?”

“Apakah ini cukup? Mungkin aku harus melewatkan skill menjahit. Aku sudah punya beberapa skill produksi jadi aku tidak harus mempelajari skill yang lain.”

Kecemasannya disebabkan oleh kenangan masa kecilnya. Pada suatu waktu dia harus bekerja di pabrik tekstil, di lingkungan yang kotor dan berdebu. Disana, untuk mendapatkan beberapa sen dia menjahit kancing dan jahitan yang robek. Pekerjaan yang monoton dan berat, kenangan yang hanya membawa rasa sakit.

Selain itu, dia jatuh sakit dan kadang-kadang tidak bisa datang untuk bekerja, dan oleh karena itu dia tidak mendapatkan gajinya untuk satu bulan terakhir.

Tetapi itu bukanlah sifatnya untuk mundur.

Sebenarnya, ada skill Sorcerer yang lain, kemampuan untuk merapal magic pada item, tetapi Weed tidak bisa mempelajarinya karena tingkat persyaratan yang tinggi.

Oleh karena itu dia hanya bisa mempelajari semua skill handicraft.

Akhirnya memutuskan, Weed pergi ke lantai dua dari Guild Penjahit.

“Hmmm… jika seseorang memiliki indra yang bagus, itu akan mudah untuk memilih kain yang bagus dan menjahit pakaian yang indah.”

“Jika kau menginvestasikan dalam sebuah usaha, banyak orang akan mau memakai pakaiannya. Kau ingin belajar menjahit?” kata si juru bicara.

“Ya.”

“Dan bisakah menjahit sebuah kancing?” Dia bertanya sambil menyipitkan mata.”

“….Tentu saja.”

Weed bisa menjahit kancing.

Dia menjahit beberapa kancing, dan menerima pesan baru.

*Ding*

Kamu telah mempelajari skill menjahit.

Mengatakan selamat tinggal pada si perwakilan, Weed meninggalkan guild tersebut. Sayangnya, kontras dengan Guild Blacksmith, penjahit tidak bisa bekerja di guild, jadi dia duduk di sudut jalan, dan mulai bekerja.

Di Kota Somren orang-orang berlalu-lalang di jalanan sepanjang hari, bercakap-cakap atau berjemur, atau melakukan hal yang lain, jadi tak ada yang memperhatikan dia. Dia memotong beberapa potong kain, kemudian menjahitnya, dan membuat pakaian pertamanya.

*Ding*

Level Up: skill Menjahitmu mencapai level 2 tahap pemula

Kamu sekarang bisa menggunakan kain yang halus untuk menjahit pakaian.

Mangagumkan! Dengan tingkat Art yang tinggi, dan skill Handicraft tahap intermediate dia bisa dengan cepat mencapai level 2.

Dia menjahit beberapa kain yang dia beli dari guild, dan level skillnya meningkat lagi. Weed tidak kesulitan menjahit potongan-potongan kain, pekerjaannya begitu familiar bagiannya, hingga dia bisa menjahit tanpa melihat apa yang dia kerjakan. Dalam kehidupan nyata, Lee Hyun sering menjahit kancing untuk keluarganya atau memasang tambalan pada pakaian.

Snip, snip!

Snip, snip!

Potong kain, jahit kancing!

Tangan Weed dengan lancar dan anggun menari-nari pada pakaian, seolah-olah tangannya adalah pemusik yang memainkan alat musik!

“Oh, hebat!”

“Lihat tangannya.”

“Luar biasa!”

Lebih banyak dan lebih banyak orang mulai memperhatikan Weed saat dia menarik kain. Memang, banyak player berkeliaran di jalanan dan hanya melihat orang lain, oh betapa mudahnya itu! Orang-orang yang berdiri didekat Weed, bibir mereka penuh kekaguman, karena dia sangat cepat, dan hanya dengan beberapa jahitan dia membuat pakaian. Tetapi ada yang lain.

“Dan apa ini adalah sesuatu yang bisa kau pakai?”

“Aku tidak tahu, mungkin bisa. Kupikir itu adalah pakaian…”

“Jika itu pakaian maka mereka payah. Lihat. Tak ada bordir, benar-benar sederhana.”

Weed samar-samar mendengar bisikan-bisikan dari para player dan tidak memperhatikan mereka.

Kenapa mereka mengharapkan sesuatu yang luar biasa dari penjahit level 2, meskipun itu tidak mungkin untuk mengatakan bahwa pakaiannya buruk? Setelah beberapa saat, duduk di jalan dibawah banyak mata yang menonton, Weed meningkatkan skill menjahitnya sampai level 4 tahap pemula.

Sekarang, ketika ranselnya penuh dengan senjata dan pakaian, Weed memutuskan untuk mengambil resiko.

“Pelan-pelan….”

Weed mengeluarkan kulit rusa miliknya dari bagian bawah tas. Dia mendapatkannya sebagai hadiah dari penduduk Morata.

Item: Kulit rusa kualitas tinggi

Ketahanan: 5/5

Item yang berhubungan dengan skill kerajinan. Bisa dibuat menjadi pakaian kulit atau equipment lain. Bergantung pada level skill, efek yang didapat bisa semakin kuat atau berubah.

Persyaratan:

Skill menjahit level 2

Weed mungkin seharusnya tidak menggunakan bahan tersebut sampai dia mencapai tahap intermediate.

Tetapi Weed dengan tegas memutuskan sesuatu. Waktu adalah uang. Itu sangat penting untuk segera meningkatkan level skill, dan jika dia harus menggunakan bahan yang bagus, maka ini akan menjadi nasibnya.

Snip, snip!

Weed sangat pelan dan hati-hati menjahit pakaian.

*Ding*

Monk Tunic

Ketahanan: 40/40

Defense: 13

Jubah lak-ilaki terbuat dari kulit rusa. Menutupi tubuh dengan sangat baik dan menekankan sosok.

Cocok untuk seorang Monk.

Persyaratan:

Level 15

Efek:

Memberi peningkatan 2% pada Agility

Level Up: Skill Menjahit mencapai level 5 tahap pemula

Melalui pekerjaan yang terampil, jahitan tidak akan rusak, dan kekuatan atau pakaian meningkat.

Untuk menjahit sebuah jubah, Weed menghabiskan 4 potong kulit.

“Lihat itu… itu tampak bagus…”

“Ya. Itu tampak lembut bahkan dalam penampilan dan itu terbuat dari bahan yang luar biasa.”

Para penonton kagum bahwa kurang dari dua jam, seorang player tak diketahui bisa membuat pakaian sebagus itu.

“Apakah skill menjahit benar-benar mudah untuk dikuasai?”

“Aku tidak tahu. Temanku awalnya memilih menjadi seorang penjahit, tetapi karena sepanjang hari bekerja, dia hanya menghasilkan pakaian yang buruk, jadi dia menghapus karakternya…”

“Menjadi seorang penjahit tidaklah mudah. Aku juga mengenal banyak orang yang memilihnya, dan kemudian meneteskan banyak air mata.”

“Bagaimana bisa orang ini mempelajari begitu cepat dan menjahit pakaian sebagus itu.”

Weed tetap duduk dan dia mengabaikan pembicaraan orang-orang.

Dia mengeluarkan beberapa potong kulit rusa dan mulai menjahit sarung tangan dan sepatu.

Setelah quest itu, dia menerima 200 potong kulit rusa, jadi dia tidak kekurangan persediaan.

Jadi, bekerja pelan-pelan, Weed meningkatkan skill menjahit sampai level 9 tahap pemula.

Secara teori, dengan menggunakan bahan khusus, itu tidak akan membutuhkan waktu yang lama untuk sampai pada tahap intermediate dari sebuah skill. Tetapi levelnya tidak akan meningkat. Hal ini karena ada pembatasan. Pencipta game tersebut memutuskan bahwa, dari waktu ke waktu, player berlevel tinggi bisa mulai mempelajari skill produksi. Karena mereka akan memiliki akses pada bahan yang lebih baik, mereka akan memiliki keuntungan yang besar daripada player yang memulai dengan skill handicraft.

Oleh karena itu, ada batasan waktu yang diterapkan pada menciptakan sesuatu, setelah itu player tidak akan lagi menerima exp.

 

Translator / Creator: alknight