October 31, 2016

The Legendary Moonlight Sculptor – Volume 3 – Chapter 8: True Blood Vampires

 

Weed login kembali dan dalam diam duduk disebelah Alveron. Bahkan NPC harus bertindak dengan cara tertentu untuk meningkatkan skill dan level mereka.

‘Sudah jelas itu bukanlah masalah besar’

Faktanya, gerbang teleport punya banyak opsi spesial dan karena gua tersebut merupakan titik awal, itu adalah area yang aman dan sepenuhnya terlindung dari para monster.

Alveron bangun dan mengikuti Weed saat dia mencoba menyelinap keluar gua.

“Kau mau pergi kemana?”

“Mengintai. Tunggu aku disini.”

“Ya, aku akan menunggumu disini.”

Alveron duduk lagi didalam gua.

Weed keluar dari gua sendirian.

Mengetahui bahwa Alveron aman, Weed mulai berjalan keluar dari gua. Berjalan-jalan di tempat ini seperti berjalan diatas es yang tipis.

‘Monster…’

Dia cukup jauh dari gua.

Kastil hitam besar dan desa telah menghilang dari pandangan.

Ada sesuatu yang telah dia abaikan saat itu.

Gunung yang tertutup salju dan desanya aman, disana tidak ada monster.

‘Ada sangat sedikit grup monster. Tetapi monster seharusnya muncul didekat sungai.’

Weed dengan hati-hati menuruni gunung. Jauh di tengah-tengah sebuah wilayah adalah sekelompok serigala hitam.

‘Ini bukan waktunya untuk melawan mereka.’

Dia merangkak dan mulai menyelinap, kadang-kadang bersembunyi dibelakang batu untuk sementara waktu, dan akhirnya sampai didesa.

Desa dimana dulunya ada toko-toko dengan pemilik toko yang baik hati, kini sangat kumuh dan ditinggalkan. Seluruh desa telah ditinggalkan dan hancur.

‘Tampaknya tidak mungkin untuk memasok ulang persediaan.’

Itulah perbedaan mendasar saat datang ke Provinsi Morata. Bahan-bahan makanan dan tanaman herbal harus dibeli sebanyak mungkin dan meninggalkan titik awal. Itu adalah keuntungan yang besar untuk memiliki persediaan yang lebih daripada kekurangan.

Tetapi Weed tidak bisa mengambil resiko bahaya dengan mencari diseluruh kota.

*Ding*

Peringatan : Rasa dingin telah menembus lebih dalam pada kulitmu!

Kemampuan fisik telah menurun 14%.

Mengenakan armor tak memiliki efek tambahan. Api bisa digunakan untuk mengalahkan rasa dingin, tetapi membuat api akan ada asap. Hal itu tak ada bedanya dari bunuh diri untuk membuat api disini.

Weed memutuskan untuk mengintai dengan hati-hati sebentar lagi karena rasa dingin tersebut.

Beberapa vampir melintas.

Klan True Blood Vampire.

Setelah beberapa saat, kelompok vampir tersebut pergi dan ada satu yang berkeliaran sendirian.

Seorang vampir telah muncul.

Wajah pucat, dan jubah hitam ditubuh mereka.

“Blessing.”

Weed diam-diam menggunakan Ring of High Priest yang dia pakai untuk memberi blessing pada dirinya sendiri, cahaya menyelimuti dan terpancar dari tubuhnya.

*Ding*

Blessing dari High Priset telah digunakan. Selama 20 menit, kemampuan fisik telah diperkuat.

Dia memeriksa jendela informasi dan hasil sangat mengejutkan. Statistik Strength, Agility, Stamina, Endurance, dan Vitality meningkat sebesar 150%! Maksimum HP dan MP juga meningkat 30% jadi dia memiliki jumlah yang luar biasa, 7002 HP dan 6002 MP.

Weed menginvestasikan sebagian besar stats yang dia dapatkan dari naik level pada Agility dan Strength. Dia tidak meningkatkan Intelligence atau Stamina.

Dia bisa meningkatkan stats ‘Fighting Spirit’ melalui pertarungan menggantikan Stamina yang bertindak sebagai pelengkap.

‘Ini hebat.’

Namun, item fantastis ini hanya bisa digunakan selama 20 menit.

“Bandage!”

Penambahan dalam Maksimum HP dan MP bukanlah apa-apa.

Disertai dengan skill Bandage, statistik Vitality juga bisa ditingkatkan secara efektif.

Skill Bandage miliknya sudah mencapai tahap intermediate.

Kualitas perban yang bagus dan level skill yang tinggi bisa memulihkan HP dengan kecepatan yang luar biasa.

Tingkat regenerasi MP miliknya meningkat sebesar 10% karena efek dari 7 cincin ditangannya.

Namun, itu masih sedikit kurang bagi dia, dan dia belum benar-rbenar siap.

‘Waktunya makan.’

Weed memejamkan matanya dan memakan makanan.

Royal Bird of the Day Dish!

Makanan yang dibuat dari telur para Avian.

Memberi tambahan 500 HP dan MP.

Tetapi dia masih belum siap untuk bertarung. Weed memegang pedang dan mengaktifkan skill bawaan pedang.

“Sacred Blessing.”

Sebuah buff yang digunakan para Priest. Itu adalah skill satu tingkat lebih tinggi!

Tubuh Weed diselimuti cahaya yang lembut.

Berkat tingkat skill yang unggul, Defense miliknya meningkat sebesar 40%.

Pada saat ini, vampir yang Weed ikuti sudah tidak terlihat.

Namun bersembunyi dibelakang dinding rumah dan datang kearah Weed, adalah vampir yang telah menghilang itu.

“Jadi dari sini perasaan tak menyenangkan yang aku rasakan berasal….”

Dari kata-kata si vampir, tampaknya dia tertarik oleh blessing suci.

“Sculpting Blade!”

Weed terkejut dengan si vampir yang tiba-tiba mendekati dia.

Dia berlari keluar dari rumah dan bergegas menggunakan skill.

“Musuh adalah manusia!”

Vampir itu memblokir pedang Weed dengan lengannya yang kuat. Namun, damage besar dari

Sculpting Blade menembus pertahanan lawan!

Tak peduli berapa level musuh. Entah itu kelinci atau apapun itu, hal itu hanya membuat sedikit perbedaan pada Sculpting Blade. Damagenya hampir sama pada monster dengan pertahanan yang kuat seperti vampir.

“Kyahaah!” HP si vampir berkurang karena diserang.

Namun, seperti yang diduga, vampir itu tak bergeming meski menerima serangan tingkat tinggi

semacam itu. Dia menahannya seolah-olah itu adalah gigitan nyamuk.

“Aku akan menghisap darahmu manusia!”

Vampir tersebut mengulurkan tangannya kearah Weed. Dia tertangkap oleh serangan yang sederhana semacam itu dan dua lubang tercipta di sisi lehernya.

Itu pasti pengalaman yang tidak menyenangkan.

Weed meraih dan memegang dada vampir itu saat dia menjatuhkan diri dan berguling kesamping. Dia jatuh pada tanah yang tertutup salju bersama si vampir.

‘Baiklah. Damagenya lebih besar daripada yang kuduga. Tetapi mulai sekarang, damagenya akan menjadi lebih sedikit.’

Sama seperti bagaimana bertarung dengan Death Knight yang berbeda dari yang lain. Tujuannya sekarang adalah untuk meningkatkan pengalaman bertempur yang tak bisa dilakukan skill dan stats.

Weed menutup jendela stats yang menampilkan HP dan MP miliknya. Dia memeriksa musuhnya dengan matanya dan merasakan kondisi tubuhnya.

Dia berfokus pada musuhnya.

Dia jauh lebih simpel sekarang dibandingkan dengan saat dia di Continent of Magic. Dia tidak tau banyak tentang game ini. Dia bahkan tidak punya peta untuk diingat. Ketika dia menemukan monster yang kuat, dia melawannya hanya untuk menghilangkan stres.

Itu adalah kesenangan dari menemukan musuh yang sedikit lebih kuat.

Dia tidak membutuhkan nasihat dari orang lain melainkan mengalaminya secara langsung dan menyelesaikannya sendiri.

Menderita proses percobaan dan kegagalan yang membuat frustasi.

Mati jauh lebih sering daripada orang lain.

Meski demikian, Weed mungkin yang terbaik dari yang pernah ada! Itu adalah tantangan yang terus-menerus pada orang yang terus membuat jalan mereka sendiri.

Dia menapaki jalan yang biasanya tidak diambil oleh orang lain.

Menikmati pertempuran jauh lebih sederhana daripada yang sebelumnya. Bukannya pertempuran dengan mengklik mouse dan keyboard, dia menikmati pertarungan yang sebenarnya.

Dia tidak bisa menyangkal tekanan dari classnya.

Semakin skillnya ditingkatkan, maka ada lebih banyak hal yang hilang. Kapanpun kematian datang, selalu ada ketakutan tentang berapa banyak level dan berapa jauh keahlian skill akan berkurang.

Ketika kau melawan monster, memiliki pemikiran seperti ini hanya akan meningkatkan ketegangan.

Mereka tidak banyak memahami pertempuran itu sendiri.

Melawan musuh yang kuat, menyelesaikan quest, bersenang-senang dalam game adalah pekerjaan yang sangat dia nikmati.

“Kuwawaak!”

Wajah si vampir tiba-tiba berubah serius.

Sejak itu, dia mulai menyerang lebih cepat dan lebih kuat.

“Septuple Strike!”

Weed mengeluarkan skillnya di saat yang tepat.

Dia secara alami tau skill mana yang harus digunakan diwaktu yang tepat.

“Kau tak punya peluang melarikan diri.”

Weed menggunakan Sculpting Blade pada si vampir.

“Summon Bat!”

Vampir itu tidak menghindari serangan tersebut dan merentangkan tangannya lebar-lebar.

Sekelompok kelelawar vampir telah dipanggil.

“Bunuh dia!”

Para kelelawar vampir yang dipanggil mengepakan sayap mereka dan terbang ke udara. Mereka kemudian mendarat pada Weed dan menghisap darahnya.

Monster bangsawan, Vampir!

Mereka bisa menggunakan sihir.

“Shield, Strength. Heal.”

Si vampir yang terluka memperkuat kemampuan regenerasi untuk memulihkan HPnya.

Menyerang vampir itu setelah dia memulihkan HPnya akan sia-sia.

Damage pada lengannya telah sembuh.

“Sialan!”

Weed menggunakan pedangnya untuk menyerang para kelelawar.

Kelelawar vampir yang menghisap darah menempel pada dia selama pertarungan.

*Swish!*

Si vampir berlari kearah Weed dengan kecepatan yang luar biasa.

Karena itu adalah skill yang mengkonsumsi banyak MP, dia tak bisa melanjutkan lebih lama

menggunakannya untuk bertarung.

Tanpa MP untuk memperkuat pedangnya, dia tidak bisa memberikan pukulan fatal pada si vampir.

Beruntungnya healing magic si vampir tidak memulihkan semuanya.

Vampir itu tak lagi punya cukup MP untuk penyembuhan.

‘Berhasil! Dia kehabisan MP sekarang!’

Si vampir akhirnya mulai mengeluarkan darah.

Wajah pucatnya menjadi semakin putih karena kelelahan yang ekstrim saat dia maju perlahan-lahan.

Namun, sebuah pesan muncul dihadapan Weed.

*Ding*

Peringatan : Efek dari Sacred Blessing telah menghilang.

Kekuatannya dengan cepat menurun.

*Ding*

Peringatan : Penyakit flu mu telah memburuk!

Untuk mengatasi rasa dingin, disarankan untuk memakai pakaian tebal atau duduk di dekat api.

Jika flu parah berlanjut dalam waktu yang lama, maka itu akan memperburuk kondisimu.

Flu bisa menyebabkan penyakit lain!

Kemampuan tubuh berkurang 20%.

Efek skill berkurang 30%.

Maksimal HP dan MP berkurang.

Pedangnya menjadi berat dan pergerakan Weed menjadi lamban.

Defense miliknya berkurang karena para kelelawar vampir terus-menerus menguras Vitalitynya. Saat pendarahan semakin memburuk, HPnya menurun drastis dan kecepatan pergerakannya menurun.

“Manusia!”

Vampir itu akhirnya menangkap Weed. HP milik si vampir saat ini kurang dari 10%.

Vampir itu berusaha untuk menghisap darahnya, tetapi Weed berkata, “Ini belum berakhir!”

Si vampir tak bisa berhenti tertawa ketika dia melihat Weed. Vampir itu nyaris mati. MPnya telah sepenuhnya habis.

Tetapi Weed berada dalam kondisi yang jauh lebih serius. Dia tidak bisa menghentikan pendarahan dari luka-lukanya.

Dia menutup matanya.

Mati!

Dia log out.

Lee Hyun keluar dari kapsul dan mengepalkan tangannya.

Dia telah merasakan pertarungan melawan vampir. Seperti apa itu monster level 270? Kuat. Sangat kuat.

Dia menggunakan pedang serta blessing dan blessing suci. Equipment yang dia pakai berbeda dari senjata murahan dan equipment yang dia dapat dari Death Knight.

Vampir itu benar-benar menunjukkan keunggulan dari monster level tinggi.

Tetapi dia punya perasaan yang kuat bahwa itu bukanlah monster yang tidak bisa dikalahkan.

Lee Hyun mengangkat tinjunya dan berteriak, “Vampir True Blood. Akan aku bunuh mereka semua!”

*****

Pale, Irene, Romuna, dan Surka harus mengajari orang tua mereka tentang game tersebut di Benteng Serabourg. Orang tua mereka pergi untuk menyelesaikan sebuah quest dungeon.

Lalu mereka memutuskan untuk menghubungi Weed.

“Hei Weed, kau tau orang-orang yang kau bilang mulai bermain game baru-baru ini. Aku ingin

mengujungi dan menyapa mereka.”

“Kenapa tidak? Aku benar-benar tidak bisa membantu mereka sekarang ini, jadi akan bagus jika kau bisa membantu mereka.”

“Tentu saja, karena mereka adalah teman dan kenalan Weed.”

“Ya, itu mengesankan bahwa mereka sudah di minggu kedua mengayunkan pedang kayu di Training Hall.”

Pale dan Surka tersenyum saat mereka teringat Weed yang kuat melawan ribuan monster.

Meskipun dia adalah seorang Sculptor, tak ada orang yang ilmu pedangnya sekuat dia. Mereka terkejut dan hampir tak percaya bahwa dia melawan monster menggunakan skill pertarungan pedang yang cerdik.

Itulah dugaan mereka tentang kenalan Weed.

“Tak lama sebelumnya kita adalah pemula, tetapi sekarang kita punya pemahaman yang mengagumkan tentang game ini.”

“Itu karena Weed adalah yang terbaik.”

Ketika mereka pergi ke Training Hall, ada kerumunan besar disana.

“Ada apa? Apakah ada sesuatu yang terjadi disini?”

“Lihat disana. Jangan terkejut.”

Pale dan kawan-kawan melihat kearah mereka menunjuk dan mereka melihat lingkaran besar. Lebih dari 500 orang mengayunkan pedang kayu terhadap orang-orangan sawah.

“Satu, dua, tiga!”

Mereka berteriak dan menghitung.

Ada 500 orang sedang menggunakan pedang kayu dan secara terus-menerus memukuli orang-orangan sawah dengan timing yang tepat. Masing-masing dari tubuh mereka bergerak pada tingkat dan gerakan yang sama.

Tetapi pandangan pada mata mereka lah yang paling mengejutkan Pale.

‘Sungguh suasana yang berat.’

Dia bisa merasakan sesuatu di mata mereka dan itu memberikan tekanan yang cukup besar pada hatinya.

Suasana mengerikan tampaknya sekitar 12 kali lebih kuat karena hal itu datang dari 500 orang bersama-sama dari sekeliling ruangan.

‘Kupikir aku tau kenapa ada banyak orang yang berkumpul disini.’

Hal itu seolah-olah sesuatu seperti ini telah menjadi alami disekitar Training Hall.

“Huh, ada apa ini?”

Dia sudah hampir menangis karena gelisah. Sepertinya para kenalan Weed punya sekelompok orang menakutkan tercampur didalamnya.

“Tidak apa-apa.

Levelnya belum cukup tinggi namun kita tidak bisa pergi jadi kita harus terus bertahan.”

Pale akhirnya memberanikan diri dan bertanya.

“Apakah ada orang disini yang kenal Weed?”

Ketika dia mengatakan itu, 500 orang menatap dia.

*Dag dig dug deg!*

Dada Pale mulai berdegub lebih cepat dalam ketakutan. Tetapi segera mereka kembali menggunakan pedang kayu mereka untuk memukul orang-orangan sawah.

“Aku tidak tau apa yang terjadi disini, tetapi aku akan melakukan apa yang bisa aku lakukan untuk membantu. Kami disini untuk membantu kalian jadi jangan khawatir tentang hal itu dan kemarilah.”

*Shyying*

500 pedang kayu tersebut berhenti mendadak didepan orang-orangan sawah yang mereka pukuli.

Pada waktu yang hampir sama, 500 orang mendekat pada mereka. Mereka berlutut dan berteriak pada Pale.

“ToTolong roti gandum…”

“Tolong beri kami makan.”

*****

Setelah satu hari di kehidupan nyata telah berlalu, Weed terhubung kembali didepan gerbang teleport.

‘Skillku… turun sedikit.’

Berbagai skill telah turun sebesar 5 sampai 7%.

Sculpture Mastery turun sebesar 7%. Memasak turun sebesar 6%. Skill-skill yang lain seperti

Handicraft, Sword Mastery, dan Repair turun sebesar 5%.

Beruntungnya satu-satunya item yang hilang ketika dia mati hanyalah beberapa senjata seharga 1 gold.

‘Aku belum siap untuk melawan Vampir True Blood.’

Weed mulai memperbaiki equipment yang rusak lagi.

“Repair!”

Setelah dia menghancurkan semua item dalam inventory miliknya, dia bisa mencapai tujuan yang dia inginkan.

*Ding*

Upgrade : Repair (Beginner Level: 10 menjadi Intermediate level : 1 | 0%)

Kemampuan untuk memperbaiki telah bertambah bergantung pada level skill.

Sekarang memungkinkan untuk memulihkan sampai daya tahan maksimum dari equipment dengan perbaikan menyeluruh.

Skill ‘Blacksmith’ bisa dipelajari sekarang.

“Akhirnya….”

Weed memperbaiki equipment miliknya.

Equipment miliknya saat ini memiliki daya tahan yang sangat rendah dan dia tidak mau membeli equipment baru.

Jubah yang sobek menjadi mengkilap, armor tubuh yang penyok sudah rata. Bagian yang retak dan berkarat kembali ke kondisi awal.

“Baiklah. Waktunya mulai.”

Ketika Weed mencoba meninggalkan gua, Alveron mendekati dia.

“Aku akan membantu untuk melawan para vampir.”

“Belum saatnya. Masih ada satu langkah persiapan lagi.”

“Oke.”

Weed pergi untuk melihat-lihat

Provinsi Morata. Memeriksa area-area tertentu dia mencari dimana para monster bersembunyi.

Ada banyak hasil dari pencariannya.

Ada jumlah monster yang cukup besar di Provinsi Morata.

Disisi lain dari desa dan kastil hitam tersebut ada sejumlah besar serigala hitam. Mereka adalah monster sekitar level 170 tetapi banyak serigala cenderung berkeliaran sendirian bukannya dalam kelompok. Dalam kasus terburuk, ada lebih dari 100 serigala sekaligus.

Meskipun itu berbahaya, Weed bisa memulihkan EXP yang hilang dengan membantai para serigala itu, menggunakan blessing pedang dan blessing high priest, dia mencapai level 182.

“Ini adalah tempat berburu yang bagus….”

Berburu biasanya dilakukan di area sekeliling kota atau desa tetangga. Alasannya adalah karena para monster tersebar secara rata dan hal itu mudah untuk menyelamatkan anggota party.

Namun, Weed berkeliaran untuk berburu di tempat dengan jumlah monster yang banyak sendirian. Setelah dia menganalisa area sekeliling dan para monster, Weed pergi ke tempat Alveron.

“Heal aku.”

“Ya.”

Weed bermandikan kekuatan suci, menyembuhkan luka-lukanya.

Bandage tidak diperlukan.

Seperti yang diharapkan dari Alveron, kandidat High Priest selanjutnya dengan level 320. Namun, NPC seperti ini tidak diijinkan untuk mati. Kematian Alveron berarti akhir dari segalanya. Jika kandidat High Priest selanjutnya mati di tengah-tengah quest, maka Weed akan gagal dalam quest dan pertemanannya dengan Gereja Freya akan menurun drastis. Memikirkan tentang hal itu seperti sesuatu yang tak bisa dibawa kemana-mana dengan mudah. Tetapi….

“Gunakan Protection Magic.”

“Ya. Lemahkan kekuatan kekuatan jahat yang berusaha melukai dia. Holy Blessing.”

“Tingkatkan kekuatanku.”

“Tingkatkan kekuatannya untuk melawan kejahatan dan orang jahat. Bless!”

Alveron adalah NPC terbaik yang telah Weed temui sejauh ini. Bukan hanya levelnya yang tinggi tetapi dia punya kepribadian yang baik juga.

Kenapa hal itu berguna bagi player untuk berbicara pada seorang NPC untuk mendapatkan quest? Hal ini sendiri adalah problematis karena NPC yang pintar akan menipu player!

Tetapi Alveron mengurus pekerjaannya dan tidak memberontak. Itu adalah hal yang terbaik.

Seorang NPC yang polos dan lugu.

Weed mengajak Alveron kesana kemari disekitar Morata untuk berburu. Itu adalah tujuan awalnya dari membawa dia.

*Ding*

Kamu telah naik level!

Sejumlah besar monster telah dibunuh.

Dengan bantuan Alveron, Weed dengan cepat bisa mencapai level 200.

‘Akhirnya!’

Di Royal Road, level 200 adalah salah satu checkpoint dalam game. Server telah dibuka selama sekitar 1 tahun 4 bulan sekarang ini. Rata-rata level adalah sekitar level 100. Profesi perdagangan dan produksi berada disekitar rata-rata level, tetapi mereka yang berada dibawah level 100 biasanya dianggap newbie.

Tetapi di Royal Road, ada jumlah yang luar biasa dari akun level rendah. Hal itu berkat masuknya orang-orang baru diseluruh dunia.

Setiap desa dipenuhi dengan para petualang newbie yang bermimpi untuk menjelajahi dunia.

Mencapai level diatas 130 telah diakui sampai batas tertentu. Pada poin itu, banyak yang bergabung dengan guild dan mulai mengunjungi kota atau desa lain.

Bard dan class lain yang serupa mulai berkeliaran disekitar level 50 tetapi kebanyakan class tinggal di area berburu untuk meningkatkan level mereka.

Karakter dengan level lebih dari 150 sudah cukup terkenal.

Dan mereka yang berlevel diatas 200 bahkan berada ditingkatan yang lebih tinggi.

Hal ini karena lanjutan class kedua!

Class seperti Knight dan Archer bisa mengubah class mereka tergantung pada preferensi mereka.

Hal itu memungkinkan bagi beberapa jenis class seperti Wizard, Cleric, Warrior, Thief, dan Merchant untuk berganti class juga.

Skill baru akan tersedia!

Jangkauan skill yang bisa mereka pelajari akan meluas secara signifikan dan skill-skill

lain secara otomatis meningkat.

Karena hal inilah, level 200 disebut checkpoint.

Di Royal Road, kurang dari 20% dari total player berada diatas rata-rata level.

Dengan kekuatan Weed yang tidak biasa dan profesi produksi miliknya, itu membuatnya sulit untuk menentukan perbandingan dengan karakter lain.

Weed meragukan apakah ada atau tidak class lanjutan untuk dia.

Namun, ketika Weed naik level, seluruh equipmentnya akan berubah. Di kepalanya adalah Van Hawk’s Anti Magic Helm dan dia juga mengenakan Rose Engraved Gloves ditangannya. Dengan armor tersebut, Weed berpakaian seperti seorang Death Knight sekarang! Namun dia memakai glove putih dengan set knight hitam miliknya.

Itu bukanlah kombinasi yang bagus untuk ukuran pakaian, tetapi statistik adalah yang lebih penting bagi dia daripada apa yang orang lain pikirkan.

“Alveron, ikuti aku pelan-pelan.”

“Ya.”

Weed dan Alveron menuju ke desa didepan kastil hitam. Para vampir mengintai disekeliling disana.

Tidaklah sulit untuk menemukan mereka.

Didalam desa, lebih dari 300 vampir berkeliaran mencari darah dan mereka bisa dengan mudah menemukan Weed dan Alveron jika mereka tidak hati-hati.

Weed menunggu seorang vampir berkeliaran sendirian jauh dari kelompok. Kemudian pada saat itu dia akan muncul dan memulai serangannya.

“Sculpting Blade!”

Secara mengejutkan, vampir itu dengan mudah memblokir pedang tersebut dengan lengannya.

Lalu dia mengungkapkan taringnya pada Weed dan berkata.

“Kau lagi!?”

Secara kebetulan itu adalah vampir yang sama yang membunuh Weed sebelumnya.

Itu adalah orang yang sama di tempat yang sama dan Weed telah menunggu untuk menyergap.

“Itu bagus.”

Weed mulai menyerang dengan Sculpting Blade miliknya. Dia mengayunkan pedang yang menyilaukan itu pada tubuh si vampir.

“Kurasa semangatnya belum mati dan dia kembali lagi. Kyaahat!”

Si vampir mulai menyerang sambil menyembuhkan dirinya sendiri.

Weed melanjutkan pertarungan yang panjang tersebut. Hal itu tak bisa dihindari bahwa dia harus menghasilkan damage yang cukup beberapa kali untuk membunuh vampir itu.

Skill milik vampir itu mengkonsumsi banyak MP, tetapi dia berlevel lebih dari 270!

Karakteristik dari ras vampir adalah dark magic, transformasi, dan kecintaan pada wanita cantik, mereka juga adalah ras dengan Vitality terbaik. Monster lain berlevel sama bukanlah tandingannya.

Vampir True Blood yang spesial jauh lebih kuat daripada vampir biasa.

Tak lama lagi blessing dan blessing suci akan menghilang dan MPnya akan habis. Dia tertawa mengetahui bahwa si vampir berada dalam situasi yang sama.

“Aku akan membunuhmu sekali lagi! Manusia bodoh!”

Weed berlari ke dinding dan berteriak.

“Heal, protection magic, buff!”

“Oke, akan aku lakukan.”

Alveron keluar dari tempat persembunyiannya. Dia memulihkan HP Weed dan memberi dia berbagai macam buff.

Sekarang situasinya telah berbalik.

Weed tersenyum saat wajah si vampir tampak kebingungan didepan dia.

Dia tidak lupa bahwa monster itu telah membunuh dia sekali.

“Aku akan membunuhmu lain kali! Fog of Mist!”

Vampir itu menggunakan skillnya ketika dia menyadari dia dalam situasi tak menguntungkan.

Berubah menjadi kabut untuk melarikan diri!

Itu adalah skill unik milik vampir untuk melewati dinding atau objek lain tanpa bisa tertangkap.

Tubuh si vampir berubah menjadi kabut yang samar. Kabut tersebut tersebar kemana-mana bukan ke satu tempat!

Kabut tersebut mulai menggeliat untuk melarikan diri.

Tetapi Weed tidak gagal untuk menghabisi dia.

“Sculpting Blade!”

Dengan skill Sculpting Blade, itu memungkinkan untuk memberikan pukulan langsung pada jiwa monster.

“Kueaaaaaaah!”

Vampir yang berubah menjadi kabut disambut dengan Sculpting Blade.

Dengan bantuan Alveron, Weed bisa merasakan kenikmatan balas dendam.

Sejak saat itu, Weed mulai berburu di pegunungan dan area regional selama malam hari dan kembali ke desa selama siang hari.

Dimalam hari, berkat skill pasif Moonlight Sculptor, statistiknya naik sebesar 30%. Semua basic combat skill serta skill sculpting dan statistik Art juga naik.

Bagi orang lain, berburu adalah kerja keras!

Weed menjadi lebih kuat, tetapi pada malam hari monster juga menjadi lebih kuat. Yang lebih sering adalah lebih dari 50% lebih kuat. Namun, item drop rate dan EXPnya juga meningkat secara signifikan.

Banyak monster mengintai dalam kelompok, seperti serigala, tetapi beberapa monster sering sendirian. Jadi dia bisa berburu monster yang lebih kuat.

Tetapi sekarang dia bisa dengan santai menaikkan level, berkat Alveron, dengan membunuh para vampir dimalam hari meskipun terdapat beban ekstra.

Weed terutama berhati-hati karena keselamatannya tidak terjamin.

“Summon Death Knight, Van Hawk!”

Death Knight Van Hawk.

Dia dipanggil untuk bergabung dalam pertempuran.

Weed telah membunuh si Death Knight ratusan kali tanpa kesulitan apapun dan sekarang dia sepenuhnya berada dibawah komandonya.

Hal ini meningkatkan kearabannya dengan dia.

Kemenangan adil satu lawan satu.

Dia tidak menyukainya.

Weed bertarung dengan para vampir dan serigala sementara Van Hawk meningkatkan levelnya dengan mengambil exp milik Weed.

Sambil dia menjaga Alveron, dia berkata.

“Master, levelku telah naik…”

Kadang-kadang

Van Hawk dengan sopan mengatakan berita itu pada dia.

Bawahan Weed, Van Hawk telah menjadi lebih kuat.

Dia berkembang melalui perburuan.

“Ya.” jawab Weed sambil menatap pada Van Hawk dengan wajah tidak puas.

Setiap kali si Death Knight membunuh monster, dia mendapatkan exp untuk dirinya sendiri. Tetapi setiap kali Weed berburu sendirian, 20% dari exp akan diberikan pada Van Hawk secara otomatis. Ini adalah persetujuan dari pemanggilan dan hal itu akan berlanjut sampai kontraknya berakhir.

‘Dasar lintah sialan…’

Tetapi dia tidak bisa menyangkal bahwa Van Hawk sangat membantu dalam pertempuran.

Berkat Van Hawk, berburu vampir jauh lebih mudah. Memiliki tambahan orang membuat perbedaan yang besar dalam pertempuran.

Damage dan perlindungan 2 kali lebih banyak.

Weed menjadi lebih aman karena dia tak perlu mengambil resiko saat dia punya Death Knight sebagai tanker. Dibutuhkan waktu 2 kali lebih cepat untuk berburu vampir dan dia hanya menerima seperempat damage.

Ada sekitar 300 vampir atau lebih yang berkeliaran di desa sepanjang waktu.

Namun, Klan True Blood Vampire memiliki lebih dari seribu anggota. Sepertinya yang lainnya berada didalam kastil hitam itu.

Weed membunuh para vampir satu per satu. Tepatnya berjumlah 49.

Kemudian semuanya mulai berubah. Umumnya level dari True Blood Vampir yang baru respawn setelah mati sekitar level 250.

*Ding*

Upgrade : Sword Mastery (Beginner Level : 10 menjadi Intermediate Level: 1 | 0%)

Damage menggunakan pedang telah meningkat 50%.

Sword Mastery tahap Intermediate meningkatkan damage sebesar 7% setiap kali skill naik level.

Stat point meningkat +2

Derita seorang Sculptor!

Karena dia tidak punya senjata spesialisasi, pertumbuhan statistiknya dari mencapai tahap

Intermediate dalam Sword Mastery lebih rendah.

Namun, sebagai seorang Sculptor, dia telah meningkatkan Sword Mastery miliknya ke tahap

Intermediate. Hasil itu dicapai melalui banyak air mata.

Dan kemudian beberapa hari kemudian.

Skill lain mencapai tahap Intermediate.

*Ding*

Upgrade : Sculpting Blade (Beginner Level : 10 menjadi Intermediate Level: 1 | 0%)

Warna Sculpting Blade sekarang akan berwarna biru.

Menggunakan Sculpting Blade, kamu sekarang bisa menciptakan dan menyelesaikan patung

berukuran raksasa.

Mangabaikan pertahanan musuh!

 

Translator / Creator: alknight