November 1, 2016

The Legendary Moonlight Sculptor – Volume 3 – Chapter 10: Battle of The Black Castle

 

“Manusia hidup!”

“Para Paladin!”

“Kutukan pada para Paladin di kota telah dihapus!”

Segera setelah mereka memasuki kastil hitam tersebut, mereka disambut oleh sekitar 50 vampir.

Mata mereka bersinar dengan nafsu haus darah saat mereka meraih jubah mereka dengan kuku mereka yang panjang dan terbang melintasi ruang didalam kastil untuk menutup jarak diantara mereka dan para Paladin.

Beberapa dari mereka menggunakan sihir untuk memanggil kelelawar. Para kelelawar vampir bisa mengakibatkan sejumlah kecil damage!

“Cahaya, untuk mengalahkan kegelapan! Holy Light!”

“Cahaya, untuk mengalahkan kegelapan! Holy Light!”

Alveron dan para Priest didekatnya menggunakan holy magic secara bersamaan.

“Aaaaaaaa!”

“Itu terlalu terang!”

Para vampir berteriak menutupi mata mereka saat cahaya terang menyinari mereka. Para vampir yang telah terbang langsung jatuh.

Anggota dari kependetaan biasanya menggunakan sihir untuk melemahkan kemampuan para undead dan mahluk-mahluk kegelapan.

Mantra penyembuhan merupakan sihir serangan yang kuat terhadap para undead dan vampir.

Ditengah-tengah cahaya yang terang dari holy magic, para Paladin mangacungkan pedang mereka dengan gagah.

*Chukaak!*

Darah vampir terciprat kemana-mana.

Itu adalah pembantaian sepihak.

Sampai sekarang, tak ada Paladin atau Priest yang mati. Mereka menang jumlah dari 50 vampir itu. Mereka bukanlah lawan yang sangat sulit.

Didukung oleh holy magic milik para Priest, para Paladin bisa menyerang para vampir. Para Paladin tidak punya banyak resiko pada hidup mereka karena para Priest secara terus-menerus menyembuhkan dan menghilangkan curse.

Weed juga menghadapi salah satu dari para vampir itu.

“Sword Dance!” Bentuk keempat dari Imperial Formless Sword Technique!

Weed menari-nari mengacungkan pedangnya secara flamboyan.

Dia sebenarnya hanya bergerak secara monoton dan menyerang titik vital musuh, tetapi skill tersebut menciptakan after image.

Dia menyerang dan menghancurkan sambil hampir tak menciptakan celah yang bisa dimanfaatkan oleh para vampir dan sementara mereka sibuk menyerang di arah yang salah, dia akan menutup jarak.

*Ding*

Kamu telah naik level!

Weed belum berurusan dengan vampir untuk waktu yang lama sehingga levelnya naik satu.

Sebelum naik level, EXPnya sudah 56%, tetapi lebih dari 226 poin exp diambil oleh si lintah darat Death Knight.

‘Ohh… ini sangat bagus untuk peningkatan!’

Itu tidak adil bahwa dia harus menyerahkan pembunuhan pada para Paladin sampai sekarang. Di dataran dan didesa dia tidak berburu sehingga para Paladin akan menjadi kuat lebih cepat, tetapi sekarang dia tidak perlu melakukannya lagi.

Oleh karena itu Weed sedang berburu.

Setiap kali seorang vampir mati, dia akan menjatuhkan beberapa item.

*Ding*

Item : Vampire Fangs (taring vampir)

Ketahanan : 50/50

Menembus tubuh musuh untuk menghisap darah. Meskipun tidak biasa, itu bisa digunakan dalam alchemy untuk menciptakan item.

Persyaratan :

Level 300

Efek :

Jika digunakan untuk menciptakan sebuah senjata, maka senjata tersebut bisa menyerap HP musuh!

*Ding*

Item : Vampire Cloak (jubah vampir)

Ketahanan : 80/80

Sebuah jubah yang dipakai oleh kaum bangsawan kegelapan. Itu sangat cocok untuk pemiliknya.

Penerbangan memungkinkan ketika bertransformasi.

Persyaratan :

• Level 250

Efek :

• Tranformasi menjadi kelelawar: Dalam pertempuran, hal itu memungkinkan untuk terbang.

• Ketika bertransformasi, pertahanan dari perlengkapan tidak akan berfungsi.

• – 50 Faith

• +25 daya tarik terhadap wanita

• +25 semua statistik

Dan 3 gold serta 25 silver.

Para vampir adalah monster yang sangat kaya.

Weed melihat sekeliling saat dia mengantungi item-item tersebut. Para Paladin telah menyelesaikan pertempuran dan tengah menunggu dia. Level dari para Paladin jauh lebih tinggi, jadi mereka mengalahkan para vampir sangat cepat.

“Mari kita bergerak ke lantai pertama. Alveron, hilangkan kutukan dari patung-patung itu.”

Dilantai pertama total ada 50 Paladin yang dijadikan batu.

Alveron menghilangkan kutukan sementara Weed dan para paladin mencari sandera yang lain.

Ada beberapa vampir di ruang didekat sana, tetapi mereka tidak cukup untuk menghentikan para Paladin yang mengenakan heavy armor.

Mereka menyusuri lantai pertama tanpa banyak gangguan.

Semua ruangan di lantai pertama.

Disana juga ada banyak patung-patung yang lain, mereka sepertinya para petani dan penduduk desa.

“Alveron, hilangkan kutukan pada mereka.”

“Baik.”

Sihir suci milik Alveron membebaskan mereka dan mereka jatuh ke lantai.

Dari orang-orang tersebut, yang tampaknya merupakan ketua mereka berbicara dengan lembut.

“Oh, apa kalian adalah penyelamat kami?”

“Penyelamat?”

“Kami adalah penduduk Provinsi Morata ketika pasukan kegelapan menyerang. Kami disini sangat menderita, tak berdaya. Kami telah menunggu penyelamat kami datang….”

“…..”

“Kami telah menunggu kedatangan kalian untuk waktu yang sangat lama. Semua penduduk Provinsi

Morata telah diubah menjadi batu, keluarga kami dan saudara kami. Penyelamat, kumohon berbelas kasihanlah dan bantu kami! Sebagai imbalannya, kami akan memberimu apapun yang bisa kami berikan!”

*Ding*

Quest : The Curse on the Province Morata (kutukan di provinsi Morata)

Vampir True Blood yang menduduki wilayah tersebut telah mengubah semua penduduk menjadi batu dekorasi yang tidak menyenangkan. Mereka menghabiskan waktu mereka dalam penderitaan. Selamatkan penduduk Morata!

Tingkat Kesulitan: B

Persyaratan Quest:

Bisa merapal, atau memiliki seseorang yang bisa merapal Holy Magic Tingkat 2 untuk menghilangkan curse.

Hadiah:

Prismatic Cloth.

Weed tidak terlalu khawatir.

Dengan banyak Priest dalam party tersebut untuk menghilangkan curse dari patung-patung dikota tersebut, quest tersebut terpicu karena Weed membawa Alveron untuk mencari Crown of Fargo.

Tingkat B…

Dia sudah punya satu. Dia telah diutus untuk mengalahkan para vampir di kastil hitam ini lagipula.

“Kami anggap itu adalah tugas kami untuk memastikan bahwa mereka selamat.”

*Ding*

Kamu telah menerima quest!

Weed dan para Paladin pergi ke lantai kedua.

Sekitar 150 Vampir True Blood menunggu kedatangan mereka.

Selain para vampir, ada juga para pelayan bersama mereka, berjumlah sekitar 100 totalnya, semuanya ada 250 musuh.

Dengan jumlah paladin yang mereka selamatkan di lantai pertama ditambahkan pada pasukan mereka, itu menjadi sangat sederhana.

“Serang!”

“Ah waoooooh!”

“Mari kita bertarung melawan gerombolan kejahatan!”

Para Paladin telah menerima Blessing dan sihir proteksi dari para Priest dan sekarang menyerbu para vampir. Para Paladin sangat terorganisir, tetapi segera setelah pertempuran dimulai, para vampire memulai serangan balik mereka.

“Dark Barrier!”

“Dark Arrow!”

“Healing Hand!”

Skill-skill magic bertabrakan secara mengerikan.

Holy magic dari para Priest menyebar untuk melawan kegelapan yang ditembakkan dari busur kegelapan.

Weed tidak terlibat pada pertarungan langsung. Dengan benturan sihir yang besar semacam itu, hal itu mungkin saja berakhir dengan kematian karena sebuah serangan acak.

“Alveron, jangan bersantai-santai, bertarunglah.”

“Baik Weed-nim”

“Gunakan lebih banyak kekuatan! Sediakan lebih banyak dukungan! Paladin dengan HP rendah mundurlah!”

Weed mengkomando pasukan dari belakang. Para Paladin berbaris melawan para vampir. Mereka adalah tanker defensif terbaik yang pernah ada, karena para Priest telah melapisi protection magic pada mereka. Disamping itu, para Priest diinstruksikan untuk terus mendukung.

Mereka menyerang sisa dari para vampir.

Weed memisahkan para vampir menjadi kelompok-kelompok kecil. Bertahan terhadap serangan musuh dan memusnahkan pihak yang lemah. Pendekatan ini lebih nyaman bagi para Priest untuk mencegah mereka dari mati, mengambil keuntungan dari peran pendukung mereka juga mencegah para Paladin dari kematian.

Mereka akan beralih pada serangan untuk sebuah serangan nekat, kemudian ke pertahanan ketika mereka dalam bahaya, untuk memberi waktu para Priest untuk menyembuhkan serta menggunakan holly magic untuk melancarkan serangan lain.

Kesatuan para Paladin dan Priest bersatu dalam pertempuran, bertarung dalam kondisi paling optimal.

“Mari kita menyerang!”

“Komandan perintahkan kami untuk menyerang!”

Bagi para Paladin ini bukanlah pertempuran yang mudah, tetapi mereka pada akhirnya bisa menang.

Dari berburu vampir berlevel tinggi, para Paladin bisa meningkatkan level mereka.

Selain itu, support dari para Priest cukup untuk mengatasi blessing individual milik True Blood Vampire.

Di lantai dua, 30 Paladin dan 40 Priest telah diselamatkan. Sementara itu, Weed memiliki penduduk yang harus diselamatkan juga.

‘Mereka mulai merasa lapar, aku harus melakukan sesuatu.’

Weed mengeluarkan sebuah panci dan mulai memasak.

Biasanya para Priest dan Paladin akan menonton dia memasak dengan hati-hati, tetapi sekarang mereka melakukan segala yang bisa mereka lakukan untuk menjauh.

Melihat panci tersebut membuat matanya sakit.

Itu sangat sakit hingga Weed menangis saat dia membuat sup tersebut.

“Apakah tidak apa-apa untuk memakannya?”

“Kumohon…”

“Ini dipenuhi dengan keyakinan.”

Weed menyajikan mangkuk sup pada para paladin. Bahannya adalah telur Avian dan Fruit of Heaven!

Menyelesaikan quest membutuhkan jumlah resiko yang besar. Fruit of Heaven meningkatkan

Intelligence dan Luck, jadi itu bagus untuk memakannya sebelum pergi berburu. Luck meningkatkan drop rate uang dan item dari para monster.

Jadi sekarang adalah saatnya untuk menggunakan bahan-bahan tersebut. Dia menggunakan telur Avian dan Calestial Fruit untuk membuat sup.

Selain itu, dia menambahkan satu lagi bahan yang dicampurkan: bawang putih.

Sup dengan banyak bawang putih membentuk resistensi terhadap para vampir sampai batas tertentu.

“Woohuk”

“Puaaahh, ini terlalu pedas, aku butuh salju.”

Air mata mengalir di wajah para Paladin saat mereka memakan sup tersebut.

Ada pertempuran sengit didepan, jadi itu bukanlah sup biasa. Weed menangis saat dia meletakkan hidangan seperti acar bawang putih, salad bawang putih dan sandwich bawang putih satu demi satu.

Para Priest yang relatif kalem sekarang mendapati air mata mengalir diwajah mereka dan hidung yang meler karena bawang putih yang kuat.

Lantai tiga dari kastil hitam itu memiliki 200 Vampir True Blood menunggu mereka.

“Khalkkalkka! Tampaknya mereka telah lupa kengerian dari dark magic. Orang-orang bodoh itu perlu diingatkan kembali siapa Master mereka. Charm!”

“Oh lihat, ksatria itu datang pada kita. Dia terdominasi oleh mantra kita. Hebat!”

Vampire Queen telah muncul.

Mereka mencoba illusion magic mereka untuk menggoda para Paladin.

“Kau mahluk keji! Sihir vampirmu tidak akan berpengaruh padaku!”

“Ini gila!”

Para paladin mulai menyerang dengan pedang mereka saat mereka membiarkan para Priest mengurus support.

Para vampir mencoba menggunakan sihir mereka terhadap para Priest untuk mengendalikan para Paladin.

Setelah mereka memasuki kastil hitam ini, mereka tidak bisa pergi.

Tanpa patung Ice Dragon yang meningkatkan semangat bertarung para Priest dan Paladin, mereka terpengaruh oleh illusion magic tersebut.

Tetapi tidak semua Priest yang terpengaruh, “Para bajingan kotor itu! Para bajingan yang tidak taat!

Para vampir ini layak mati.”

“Dunia ini harus dibebaskan dari kegelapan!”

“Dewi Freya, bawalah kembali para pengikutmu ke jalan yang benar. Cleansing!”

Alveron dan para Priest lain yang waras menggunakan cleanse magic.

Weed berpikir saat dia mengamati situasinya.

“Pertama, bunuh Vampir Queen itu dan krisis akan berakhir.”

Tetapi Vampir Queen dilindungi dengan baik ditengah-tengah musuh. Weed akan terbunuh sebelum dia bisa membunuh mereka.

“Alveron, sembuhkan para Priest sebelum para Paladin.”

“Baik Weed-nim.”

Alveron selesai memurnikan para Priest. Kemudian para Priest menyembuhkan para ksatria yang berada dibawah mantra. Priest-priest itu melakukan pekerjaan yang bagus, tetapi si Vampir Queen terus-menerus mengganggu.

Weed awalnya merencanakan untuk membuat para Paladin dan para Priest bertarung dengan para vampir tak peduli seberapa tersusunnya para vampir. Formasinya dengan para Priest sebagai pendukung belakang tidak akan jatuh.

Namun, sihir tersebut menyebabkan para Paladin menyerang rekan-rekannya sendiri dan membuat para Priest tak bisa menyembuhkan.

Serangan para vampir telah ditekan sampai batas tertentu karena bau yang kuat dari bawang putih pada para Paladin, tetapi ini hanyalah masalah waktu. Ini adalah situasi gawat darurat.

Weed bersinar saat dia mengumpulkan MPnya.

“Hei! Kalian! Serang! Para! Vampir! Sialan! Itu!”

*Ding*

Skill: Kamu menggunakan Lion’s Roar

Fighting Spirit tentara sekutu meningkat sebesar 200%

Selama 5 menit, Leadership akan meningkat sebesar 170%

Segala kebingungan telah dibersihkan

Dia menggunakan skill Lion’s Roar yang telah dia latih di pegunungan.

Teriakan intensitas tinggi keluar. Pada saat itu, semua taktik Ratu Vampir menjadi tak berguna.

Leadership milik Weed saat ini berada pada level yang cukup tinggi untuk memerintah para Paladin dan para Priest. Tanpa statistik Leadership dan Charisma, para Paladin dan para Priest tidak akan bisa diperintah. Juga ada prajurit berlevel lebih tinggi yang tidak akan mendengarkan perintah.

Dibawah pengaruh dari Leadershipnya yang tinggi, para Paladin mengikuti perintah mutlak dari Weed.

Mereka lebih cepat dan lebih akurat dalam mengikuti perintahnya.

Jangkauan Lion’s Roar miliknya meluas sampai area para vampir juga. Dengan skill tingkat lanjutan tersebut pergerakan lawan tertekan sebagai efek tambahan.

“Mati!”

Para Paladin mengayunkan pedang mereka untuk mencincang para vampir, si Vampire Queen berusaha menggunakan skill ilusinya untuk memanipulasi para Paladin, tetapi gagal. Dia tak memiliki kemampuan fisik yang para vampir lain biasanya miliki. Weed menggunakan skill Lion’s Roar berulang kali terlepas dari penggunaan MPnya.

“Hyaaat! Mati!”

Semua vampir meluncurkan serangan pada Weed.

Weed adalah target para vampir, karena skill Lion’s Roar miliknya menjadikan dia target utama.

Dengan susah payah, Weed dan para Paladin berhasil membersihkan lantai 3.

Dengan para prajurit yang mereka selamatkan dari lantai itu, mereka sekarang memiliki 300 Paladin dan 100 Priest.

Itu adalah semua orang yang telah dikirim olah Gereja Freya untuk merebut Crown of Cargo.

Lantai 4!

300 True Blood Vampire yang tersisa tengah menunggu. Untungnya, dengan tambahan paladin dan priest yang diselamatkan, Weed memperoleh kemenangan penuh karena peningkatan prajurit yang besar.

Sekarang, di kastil hitam, semua True Blood Vampire telah dikalahkan kecuali satu.

Sang Vampir Lord!

Tori adalah pemimpin klan dengan level 400. Dia dikenal sebagai seorang yang memiliki Crown of Fargo.

“Tolong selamatkan dia….”

Putri dari salah satu penduduk desa telah diubah menjadi batu dan ditempatkan di lantai 5 karena kecantikannya. Namanya adalah Prina.

Sifat umum dari para vampir adalah mereka menikmati dekorasi seperti gadis-gadis cantik.

“Ini akan bagus jika itu punya quest sampingan lainnya.”

Weed menatap para Paladin dan para Priest.

Ada 300 Paladin dan 100 Priest yang tangguh sekarang.

‘Jika saja aku bisa menjadikan mereka sebagai tentaraku…’

Tetapi mereka adalah Paladin dari Gereja Freya dan tak peduli seberapa tinggi level persahabatan mereka, Weed tidak akan bisa membuat mereka mengikuti dia. Karena dia hanya diijinkan untuk memimpin pasukan tersebut sampai quest selesai.

Itu adalah sifat manusia untuk memenangkan pertempuran semudah mungkin dan Weed benci mengorbankan waktu. Pertempuran harus berlangsung seefesien mungkin. Lawanlah vampir jika kau bisa mengalahkan mereka. Jika kau tidak bisa menang, makan jangan bertarung. Itu sangat penting untuk menang tanpa kehilangan apa-apa.

Sejauh ini Weed telah menghabiskan banyak waktu untuk meningkatkan level para Priest dan para Paladin sampai cukup tinggi. Melalui kombinasi paladin dan priest, kondisi untuk memenangkan pertempuran telah dibersihkan. Namun, kau harus lebih waspada jika kau menang. Kau harus mendapatkan kemenangan secara aman dengan bergantian dalam bertarung dan istirahat.

Biasanya Weed berburu sendirian, tetapi hal itu lebih nekat daripada mendukung kelompok tersebut.

Mengetahui hal itu, mustahil untuk meninggalkan quest yang telah dia ambil karena dia telah datang sejauh ini.

Weed pergi ke lantai 5 dengan para paladin dan priest. Ada seorang pemuda bangsawan duduk di kursi emas.

Vampire Lord Tori!

Dia memiliki kulit seputih boneka porselen dan rambut hitam gelap. Dia bertubuh ramping, menyerupai tubuh seorang wanita. Dia mengenakan mahkota permata dikepalanya dan dia sangat tampan, tetapi kontras diantara kulitnya yang putih pucat dan pakaian hitamnya sangatlah aneh.

Weed menatap mahkota yang ada kepalanya.

‘Kurasa itu adalah Crown of Fargo.’

Akhirnya, tujuannya telah terlihat. Namun, mendapatkan mahkota tersebut dan menghabisi si vampire adalah yang paling sulit. Saat ini Tori sedang mengagumi patung seorang gadis cantik.

“Oh, indah sekali. Pernahkah kau melihat patung seindah ini?”

“…..”

Para Paladin berhenti saat mereka melihat Tori.

Salah satu dari dua kebajikan dari seorang ksatria adalah keberanian mereka, tetapi melihat musuh yang sekuat itu membuat mereka gemetar ketakutan. Dalam sebuah pasukan, faktor tak terlihat yang dikenal sebagai moral sangatlah penting. Moral yang rendah menyebabkan kekuatan serangan menurun.

“Aku pernah melihat patung yang lebih indah.”

Weed memutuskan untuk mengikuti arus.

“Kau pernah melihat patung yang lebih indah daripada patung ini?”

“Ya.”

“Dimana?”

Tori berdiri seolah-olah dia ingin pergi kesana secepatnya.

“Di Desa Baran di bagian Selatan Kerajaan Rosenheim.”

“Itu bukanlah sebuah istana ataupun kota gereja. Aku tidak pernah mendengar nama kota itu. Kenapa aku harus percaya bahwa ada patung yang indah di tempat seperti itu?”

“Itu terserah kau mau percaya atau tidak. Itu adalah patung yang aku buat. Namun patung disampingmu bahkan keindahannya tidak mendekati patung Ice Beauty yang aku buat.”

Tori kewalahan saat dia tersenyum.

“Apa profesimu?”

“Sculptor.”

“Seorang seniman! Memperkaya dirimu! Dipuji dalam kelimpahan! Memakan dan memenuhi perutmu sehingga kau bisa menikmati hidup! Itu sebabnya aku membenci Gereja Freya. Manusia telah keliru.

Mereka hidup berpikir bahwa kelimpahan adalah bagus. Mengambil apa yang menjadi milik orang lain.

Itulah keindahan abadi. Manusia yang memilih untuk mengorbankan keindahan tidak bisa menikmati seni. Dibutuhkan kemulian malam, para vampir, untuk menghargai seni!”

Tori berdiri dari kursinya dan mengungkapkan bentuk sejatinya. Kuku panjang tumbuh dari tangannya dan taring menonjol dari mulutnya seperti ular. Dia mengubah bentuknya untuk memulai pertempuran.

“Aku ingin melihat akan kau seperti apa saat bersimbah darah! Ini adalah arti menjadi seorang vampir.

Dengan ini aku menyambut kalian di kastilku manusia.”

“Para Paladin maju, konsentrasi pada pertahanan!”

Dibawah sihir perlindungan dan Blessing, para Paladin segera membentuk formasi berlapis.

Tori menatap dengan tatapan kejam pada barisan paladin didepannya.

*jeojeojeok!*

Dari pergelangan kaki keatas, mereka mulai menjadi batu. Tori telah menggunakan kutukan untuk mengubah musuhnya menjadi batu. Ini adalah skill yang telah mengubah 300 paladin dan 100 priest menjadi patung sebelumnya.

“Alveron!”

Weed memanggil Alveron untuk menggunakan sihir penghapus yang dia hafal. Sementara itu, pertempuran tengah berlangsung. Tori menyerang para paladin seperti kilat. Menghunus kukunya seperti pisau, setiap serangan mengakibatkan darah paladin terciprat. Para Priest terus menyembuhkan seperti yang mereka lakukan dalam setiap pertempuran sampai sekarang.

‘Kita akan menang!’

Mata Weed bersinar.

Monster level 400 telah menyebabkan dia sangat khawatir. Untungnya para Paladin sangat mengagumkan dalam memblokir serangan. Bahkan sedikit damage yang mereka terima tidak akan banyak berpengaruh karena ada penyembuhan para Priest. Tak peduli seberapa banyak damage yang dihasilkan, para Priest akan bisa dengan cepat memulihkannya. Menghilangkan kekuatan musuh, itu adalah sebuah siklus pertarungan dengan musuh jumlah besar.

HP dan MP Tori terus berkurang!

Tetapi ada variabel yang tak terlihat!

“Tornado Blade!”

Tori masuk kedalam keributan. Kemudian badai yang luar biasa menyapu para Paladin. Mereka yang berada di jalur tornado tersebut mendapati HP mereka berkurang hampir sepertiga.

“Healing Hand!”

“Heal!”

“Recover!”

Para Priest terus menyembuhkan. Cahaya putih cemerlang mulai menyembuhkan kelompok tersebut, tetapi Tori menggunakan skillnya lagi.

“Tornado Blade!”

Dengan serangan itu sekitar 20 paladin meledak dalam api abu-abu.

Istirahat abadi. Itulah nasib dari terbunuh.

Tori bergerak tanpa henti. HP dan MPnya sangat banyak. Kuku panjang milik Tori menebas seperti pisau.

“Aaaaah!”

“Dewi Freya!”

Sekali lagi, sekelompok paladin berubah menjadi api abu-abu.

Namun, kekuatan Tori secara bertahap menurun, sama seperti yang Weed rencanakan. Tetapi Tori tiba-tiba bergegas mendekati seorang paladin dan menggigit untuk menghisap darahnya.

“Ahhhh!”

Warna kulit si paladin dengan cepat menghilang. Tori telah memulihkan MPnya yang telah dia gunakan. HP dan luka-lukanya pulih dan kekuatannya juga pulih.

“Lihatlah kekuatanku, kalian para domba liar!”

Tori mulai bertarung dengan maksimum HP dan MPnya. Setiap kali HP dan MPnya tinggal sedikit, dia menggunakan skill unik vampir miliknya untuk menyerang mereka dengan sihir area luas. Para Paladin berusaha menghindarinya, tetapi mereka tidak bisa lolos. Tori bergerak dengan kecepatan yang luar biasa dan menangkap para paladin.

‘Para paladin yang aku luangkan semua waktuku melatih!’

Weed berlinang air mata pada adegan tersebut. Para paladin yang telah dia besarkan dengan memberi makan, memperbaiki perlengkapan mereka, dan untuk siapa dia telah mengabaikan lahan berburunya tengah tak berdaya dihadapan Tori. Yang membuat masalah semakin buruk, para paladin yang telah jatuh pada vampir itu perlahan-lahan bangkit dari tanah.

Para anggota yang setia dari gereja sekarang adalah budak raja vampir.

Vampir paladin!

Meskipun tanpa kekuatan suci, skill pedang mereka tetaplah kuat. Tori meningkatkan jumlah dari para budak.

“Kuuuh!”

Para paladin mulai berteriak dalam kelelahan. Ini bukanlah sihir yang membingungkan melainkan rencana Tori.

“Healing Hand!”

“Heal!”

Beruntungnya, para priest masih hidup. Namun, itu tetap tak berubah bahwa para vampir itu bisa bertarung tanpa henti, sedangkan anak buah Weed tidak bisa. Ini adalah taktik yang Tori gunakan untuk melelahkan dan menghabisi kelompok pertama dari para paladin dan priest.

“Kuhahahahahaha!”

Ini adalah kondisi yang optimal bagi Tori. Kegilaannya dan keindahannya yang aneh bisa dirasakan dengan jelas. Tetapi Weed masih memiliki cara untuk membalik keadaan.

“Jika sudah seperti ini maka apa boleh buat! Para Priest, hentikan pengobatan pada unit teman dan serang dia.”

Sejak saat itu keadaannya berbalik. Menggunakan vitalitas tinggi dari para paladin untuk menghentikan Tori, para priest merapal mantra penyembuh pada vampir itu, yang mana sangat mematikan bagi vampir manapun! Karena para priest mengkonsentrasikan serangan mereka pada Tori, para paladin harus menggunakan mantra penyembuhan milik mereka sendiri untuk memulihkan HP mereka.

“Kueahah!” Tori menjerit.

Tori membunuh beberapa paladin lagi, tetapi HPnya perlahan-lahan menurun. Dia jatuh dibawah serangan terus-menerus dari para priest, Tori mulai mencari makanan. Pada saat ini, Tori menangkap seorang paladin dan menggunakan skill vampir miliknya. Weed sedang mencari celah. Tak peduli seberapa kuatnya, setiap monster memiliki kelemahan. Belum lagi bahwa para vampir memiliki kelemahan terbesar. Tubuh mereka benar-benar tak terlindung.

“Sculpting Blade!”

Pedang milik Weed diselimuti cahaya biru cerah.

Warna Spectrum!

Sebelumnya, skill pedangnya berwarna merah atau hitam. Namun, saat skill Sculpting Blade milik Weed mencapai level intermediate memberinya cahaya biru.

“Sword Kaiser!”

Pedang Weed mengumpulkan energi dari tubuhnya. Kemudian dia maju dan menembus paladin dan Tori bersama-sama.

Dia menggunakan paladin itu untuk sampai pada si vampir!

Karena dia tidak melihat Weed yang berada dibelakang paladin, pedangnya menembus tepat ke jantung si vampir.

*Ding*

Serangan fatal telah dihantamkan!

Kemampuan vampir milik Tori telah dihilangkan

Kelemahan vampir adalah jantungnya! Karena dia telah menikam jantung tersebut dengan pedang seperti menusuk jantung. Atribut suci dari Agatha’s Holy Sword memberi damage dua kali lipat pada undead. Tori menerima pukulan yang fatal.

Sword Kaiser adalah teknik bentuk terakhir dari Imperial Formless Sword Technique. Itu adalah skill yang paling banyak menggunakan MP dan menguras stamina yang bisa Weed gunakan! Namun, total damage dari mengumpulkan semua MP Weed menjadi serangan tunggal sangatlah besar. Tori menjadi tak seimbang karena damage yang diberikan padanya, tetapi sebagai monster berlevel tinggi, dia tidak mati.

“Bangsat….”

Melemparkan kesamping paladin yang telah mati, dia menangkap Weed dengan kedua tangannya.

“Aku akan memakanmu sebagai gantinya. Kuahak!” Dia meraung saat Tori membuka mulutnya.

Pada saat taring tajam berkilau mendekat ke tengkuknya. Weed menatap dia dan membuka mulutnya untuk menghembuskan nafasnya.

“Wooaak! Bau busuk dari bawang putih!”

“Jadi kudengar kau suka seni, apa itu benar?”

“Aku akan membunuhmu!”

Tori mengejar saat Weed dengan cepat berbalik dan berlari. Dia menikmati perasaan dari melawan monster yang lebih kuat. Namun, musuh ini terlalu kuat untuk dilawan satu lawan satu. MPnya habis, dia bahkan tidak bisa menggunakan skill Sculpting Blade. Dibandingkan dengan Tori, yang damagenya telah berkurang setengahnya, sebuah serangan sederhana sangatlah beresiko bagi Weed.

“Heal aku! Para Paladin bunuh dia!”

Weed berada dibawah perawatan Alveron saat dia berlari. Sambil melarikan diri, stamina dan HPnya pulih. Tori secara terus-menerus diserang oleh para Priest dan perlahan-lahan sekarat. Seperti yang diduga dari monster level 400, dia bisa lolos dan membunuh beberapa paladin. Tetapi dibawah sihir yang sangat terkonsentrasi dia jatuh ke tanah dan mati.

Para paladin yang telah diubah menjadi vampir oleh Tori berhenti bergerak. Ketika Tori mati, sihir yang mengendalikan jiwa mereka telah dilepaskan. Tak satupun dari priest mati dalam pertempuran tersebut, tetapi 178 paladin, lebih dari setengah dari mereka telah kehilangan nyawa mereka.

‘Menyedihkan.’ pikir Weed dengan sedih.

Weed kehabisan MP dan kecewa. Dia tidak memberikan pukulan akhir pada Tori dengan tangannya sendiri. Dengan exp yang besar dari monster level 400, dia setidaknya akan mendapatkan 4 sampai 5 level.

Saat Tori mati, dia menjatuhkan sebuah mahkota dan sebuah kalung. Weed mengambil kedua item tersebut. Crown of Fargo sangat berat.

*Ding*

Item: Harta Gereja Freya: Crown of Fargo telah didapatkan!

“Identify”

Item: Crown of Fargo (mahkota Fargo)

Ketahanan : 2000/2000

Salah satu dari tiga harta pusaka dari Dewi Freya.

Mahkota adalah sebuah simbol dari otoritas. Ini memberikan kepercayaan yang tegas untuk memerintah orang lain. Mahkota ini melimpahkan kekuatan untuk memerintah atas pasukan gereja. Dengan Crown of Fargo, pasukan akan benar-benar setia.

Persyaratan:

• Sebuah profesi yang berkaitan dengan profesi Clerik yang diakui oleh Gereja Freya.

• Leadership 800

• Faith 1200

Efek:

• Meningkatkan moral para prajurit.

• Prajurit tidak akan menyerah pada musuh.

• +150 Strength

• +150 Agility

• +150 Stamina

• +50 semua statistik

• +500 Fame

Ini memang Harta Suci dari Gereja Freya. Weed mengaguminya dan kemudian sebuah jendela pesan muncul.

*Ding*

karena mengamati sebuah benda yang indah, Art telah meningkat!

Art naik sebesar 20 poin (+20 ART)

Crown of Fargo dihiasi dengan permata yang berkilauan. Mahkota itu dibuat dengan keahlian yang indah dan elegan. Cahaya yang terpancar dari permata-permata tersebut memiliki keindahan yang tak tertandingi. Itulah perasaan yang dirasakan oleh Weed.

“Dan sekarang kalungnya…”

“Identify”

Item: Black Neklace of Life

Ketahanan: 50/50

Kalung ini diciptakan dari item black magic kuno dan diimbuhi dengan kekuatan yang tidak

diketahui. Undead Lord Barkhan membuat item ini untuk bawahannya.

Persyaratan:

• Tak diketahui

Efek:

• Tak diketahui

“Whoa!” Weed berseru.

Jika dugaannya benar, item ini bisa memanggil Tori keluar untuk bertarung. Tetapi seperti si Death Knight Van Hawk, dia harus membujuk dia terlebih dulu.

‘Lebih baik menyimpannya untuk sekarang ini.’

Weed memasukkan Black Neklace of Life kedalam sudut ranselnya. Karena Tori mati, kastil hitam itu mulai berubah. Berkas cahaya menembus melalui jendela. Dinding dan lantai yang memburuk disinari oleh cahaya, mengubah suasana. Seolah-olah hari-hari kemegahan dimasa lalu telah kembali.

“Cahaya suci hilangkanlah kekuatan pengekang yang mengikat dan mengganggu kebebasan.”

Patung dari gadis desa tersebut akhirnya kembali normal. Para penduduk Morata datang untuk mengucapkan terimakasih mereka.

“Terima kasih, terima kasih! Sekarang kami bisa hidup dalam damai.”

*Ding*

Quest Selesai: The Curse on the Province of Morata

Semua penduduk Morata yang dijadikan batu telah dibebaskan, dan meskipun itu masih akan sulit bagi mereka, jangan menyerah untuk berharap, untuk bisnis tekstil di Provinsi Morata akan mulai dibangun ulang!

Fame telah naik sebesar 900 poin (+900 FAME)

Pertemananmu dengan penduduk Morata telah mencapai 25 poin

Kamu telah naik level!

Kamu telah naik level!

Kamu telah naik level!

Kamu telah naik level!

Kamu telah naik level!

Kamu telah naik level!

Kamu telah naik level!

Kamu telah naik level!

Menyelesaikan sebuah quest tingkat kesulitan B, membuat dia naik 8 level.

Kemudian para penduduk memberikan sesuatu yang dibungkus kain.

“Ini, sebagai ganti tidak adanya imbalan, silahkan ambil hadiah kecil ini.”

*Ding*

Kamu telah menerima:

• Item: 100 buah Sovereign Prismatic Cloth

• Item: 200 buah Premium Deer Leather

Untuk menjahit, Prismatic Cloth adalah bahan Tingkat 1 dalam membuat pakaian. Kain tersebut berkilau dengan cahaya dan warna. Kulit tersebut adalah bahan bagus untuk pakaian kulit rusa.

“Apa yang harus dilakukan dengan benda-benda ini? Aku akan menyimpannya untuk sekarang ini dan melihat apa yang bisa aku lakukan dengannya nanti…”

Weed menumpuk dengan rapi Prismatic Cloth tersebut kedalam ranselnya.

Quest di Morata telah selesai. Ketika Weed pergi ke gerbang teleport, para Paladin berkata.

“Tolong sampaikan pesan ini kepada High Priest. Kota ini tak berdaya untuk menghentikan para monster. Kami telah memutuskan untuk tinggal disini untuk menjaga keamanan kota ini. Kami akan tinggal disini dan menjauhkan tentara kegelapan milik Barkhan.”

Para paladin dan priest tetap dibelakang. Weed dan Alveron pergi ke gerbang teleport dan para Priest dari gereja berkumpul di gua.

“Penyelamat, seorang peramal telah meramalkan bahwa kau telah dengan aman menyelesaikan quest. Sang High Priest telah menunggu. Silahkan masuk portal.”

“Ya.”

Weed dan Alveron pergi ke gerbang teleport. Dengan cahaya yang menyilaukan, mereka segera menghilang.

 

Translator / Creator: alknight