October 26, 2016

The Legendary Moonlight Sculptor – Volume 3 – Chapter 1: My Profession Moonlight Sculptor

 

Desa Baran makin hari makin ramai karena player yang terus menerus datang.

“Jual patung! Jual makanan! Repair senjata dan armor dengan daya tahan rendah, murah!”

“Patung itu, berapa harganya?”

“20 silver sebuah! Apa kau pikir itu mahal? Seni itu mahal karena indah.”

Weed, fokus pada ketertarikan player perempuan yang sedang membeludak! Tiap patung yang ia buat tampak hidup. Kebanyakan patung, khususnya patung batu, terlalu besar dan tak bisa dijual. Untuk menarik perhatian orang-orang, model yang lebih kecil diciptakan. Model itu sangat imut dan manis sekali, dan menarik perhatian besar dari para player perempuan.

Weed juga memasak sambil menjual patung. Orang-orang berkumpul, tertarik dengan bau dari makanan yang sedang dipanggang dan digoreng. Orang-orang yang datang untuk membeli patung juga tergoda dengan bau masakan.

“Apa yang kau masak?”

“Ini racun.”

“Ehh, racun? Kau memasak racun? Sekalipun baunya seenak ini…”

“Ya, masakan ini beracun karena saking enaknya, kau bahkan akan rela mati untuk mencicipinya lagi! Ini sampel nya. Cobalah sedikit!”

Para player mencicipi soup buatan Weed. Ia memberi mereka sesendok untuk tiap player.

Sop nya dibuat dengan cara merebus tumbuh-tumbuhan yang baik untuk tubuh dan mengeluarkan aroma manis. Begitu masuk ke dalam mulut, beberapa player perempuan bahkan meneteskan air mata setelah merasakan kelezatan soup buatan Weed.

“Wow, enak sekali! Kak, maukah kamu beliin aku sop itu?”

“Ya! Makan sebanyak mungkin yang kau mau. Karena Sena ku yang tercinta menginginkannya… Om, berapa harganya?”

“15 Silver.”

“Eh, apa tak terlalu mahal untuk harga seporsi makanan?”

Muka dari player pria itu tampak kacau. Ini karena harga 15 silver adalah harga yang cukup tinggi. Namun, Weed tak pernah kompromi jika itu berhubungan dengan harga. Tak ada ruang untuk nego jika itu berhubungan dengan uang.

“Alasan kenapa aku masak adalah agar banyak orang bisa menikmati makanan yang lebih sedap. Tapi aku merasa jalur yang kutempuh tidaklah mudah. Sepertinya masakan ini terlalu mahal sampai-sampai banyak yang komplain.”

“Ya tentu saja!”

“Aku ingin menjualnya dengan harga yang sangat murah; namun, biaya dari bahan dan bumbunya hampir mencapai 14 silver. Jika kau mempertimbangkan alat-alat masak dan usaha yang aku keluarkan, Aku bahkan hampir tak mendapat keuntungan darinya.*Hiks*. Haruskah aku menyerah dengan impianku untuk memasak makanan yang lezat dan menggunakan bahan dan bumbu yang murah untuk memasak makanan yang murah? Itu benar-benar dilema bagiku. *Hiks*!”

Weed menangis tersedu-sedu, yang tentunya hanyalah akting. Sekalipun ia tertusuk dan berdarah, Weed tak akan meneteskan air mata. Ini adalah investasi. Sebuah investasi untuk bahan dan bumbu yang bahkan tak perlu membeli!

“Kakak!”

Investasinya benar-benar ampuh, para player cewek ikut-ikutan menangis.

“Ayo dah beli aja masakannya! Maksudku, lihat! Ia seseorang yang bisa memasak dengan sangat pandai… Dan juga, ibuku berkata bahwa masakan yang enak datang dari hati. Seseorang yang membuat masakan seenak ini pasti adalah orang yang sangat baik.”

“Oke, aku ngerti. Maaf ya bro, aku doakan laku banyak.”

Pasangan itu dengan mengejutkan memberi 20 silver. Bahkan mereka tak meminta kembalian. Ekspresi Weed berubah menjadi senyum penuh kepuasan.

‘Kau tak akan tahu kapan lagi bisa makan makanan seenak itu lagi. Sekali lagi, uang mengalir.’

Weed dengan lihai menjual patung dan makanan. Faktanya, bahan-bahan yang ia gunakan bahkan tak sampai 1 silver untuk modalnya.

Tumbuhan liar adalah bahan yang paling murah dari market dan bahan lain juga tak terlalu mahal. Karena marketnya berada di desa terpencil dan mereka tak mempunyai banyak hal untuk dijual, harga untuk bahan makanan sangatlah murah. Sekalipun market tak memiliki bahan yang dijual di kota-kota yang lebih besar, dengan bermacam-macam bahan yang ada, semua jenis masakan bisa dibuat.

“Om! Semangkuk lagi please.”

“Kami pesan kimbab.”

“Aku datang lagi, hehe.”

Pembeli terus menerus datang. Karena skill cooking dan skill sculpting milik Weed yang mencapai tingkat intermediate, ia menarik perhatian banyak orang. Dengan bertambah banyaknya orang yang berkumpul, bahkan kata-katanya yang berlebihan makin dibesar-besarkan. Namun Weed adalah seseorang yang berpikir bahwa kebohongan bukanlah kebohongan bila digunakan untuk bisnis. Weed juga membuat pelanggannya merasa nyaman dengan pelayanan yang ia berikan. Namun, dari waktu ke waktu, ada juga pelanggan yang mengganggunya.

“Permisi, sepertinya aku pernah melihatmu di TV.”

Dua gadis mendekat, mencoba untuk melihat wajah Weed dengan jelas, dan mereka bertanya:

“Kamu itu Princess Knight bukan?”

Itu adalah julukan yang ia dapat setelah mengikuti sebuah event di Dein High School untuk mendapatkan hadiahnya. Mungkin karena berita yang menyebar dengan cepat melalui internet, ada banyak orang yang mengenalinya. Beberapa mungkin suka untuk jadi orang populer, namun dalam kasus Weed, tentunya berbeda. Dari banyak julukan yang ia punya, julukan Princess Knight terasa paling memalukan.

“Maaf, aku pikir kau salah orang.”

Weed melihat ke arah lain untuk menghindari pandangan mereka. Masakan Weed tak hanya lezat, namun ketika dimakan, juga memberikan tambahan besar pada HP dan MP player. Karena alasan ini, banyak orang datang untuk memakan masakannya. Efek yang diberikan sangatlah besar, sampai-sampai ada juga satu party yang datang berbarengan dan makan bersama-sama.

“Harganya 15 silver. Harga untuk makanan spesial untuk berburu 30 silver. Terima kasih. Semoga anda beruntung!”

Sekalipun harga makanan dan patungnya tinggi, Weed juga menawarkan jasa repair gratis untuk item sebagai servis ekstra bagi mereka yang belanja, jadi harganya tak terlalu menjadi masalah. Sekalipun harganya 30 silver, untuk player yang berburu di dekat Baran, itu adalah jumlah yang bisa mereka bayar dengan mudah.

Makanan yang menambah HP dan MP tentu sangat berharga bagi mereka yang berburu. Tentu saja, ada juga makanan yang benar-benar mahal. Masakan yang dibuat dengan menggunakan telur Avian dan Fruit of Heaven, meninggalkan rasa yang sangat lezat, sampai-sampai kau tak akan sadar bila ada orang yang mati disampingmu.

Hanya menghitung harga bahannya, Fruit of Heaven berharga 15 silver dan telur Avian berharga 95 silver. Namun, masakan itu tak hanya mahal, namun juga susah untuk dimasak. Makanan yang sehat tak dibuat dengan hanya 1 bahan utama. Makanan sehat harus bisa terasa enak, dan juga menggandakan efeknya.

Seperti ketika membuat sup ayam ginseng, ginseng dan bahan-bahan herbal lainnya juga digunakan. Masakannya harus mengeluarkan rasa dan memaksimalkan efek dari tiap bahan. Inilah kesulitan yang dialami oleh setiap koki.

Dan, setelah beberapa percobaan dan kegagalan, nama dari masakan yang dibuat dengan telur Avian dan Fruit of Heaven adalah:

Wellbeing Royal Bud of the Day!

Sweet Nut Bay Leaf

Main Nut on the Bird

*****

Ketika Mapan bertemu dengan Weed di Baran, ia memiliki ekspektasi tinggi.

“Akhirnya, waktuku sebagai merchant yang kesusahan akan segera berakhir! Mulai dari sini hanya akan ada jalan yang mulus.”

Orang bisa bilang jalur seorang merchant itu susah. Di dalam pikiran Mapan, ingatan tentang masa penderitaanya muncul.

“Whew, waktu itu benar-benar masa yang susah.”

Ketika ia pertama kali memilih untuk menjadi merchant, ia dipenuhi harapan dan impian. Profesi merchant benar-benar cocok dengan keinginan Mapan:

Uang!

Uang itu kekuatan!

Uang itu kepopuleran!

Dunia, pada akhirnya, didominasi oleh uang. Ia lulus kuliah jurusan ekonomi, dan ia percaya dengan benar bahwa kapitalis bukanlah ideologi, namun ekonomi itu sendiri. Untuk mendapat uang, ia siap untuk menempuh kesulitan yang besar.

Ia merasa bahwa semua uang yang ada di Versailles Continent akan menjadi miliknya, dan dengannya, ia ingin membentuk sebuah perusahaan dagang yang besar untuk mendapat fame yang sangat tinggi. Di beberapa kerajaan, ada rumor bahwa posisi bangsawan bisa dibeli dengan uang. Dengan kata lain, ia memilih jalur merchant untuk mendapat uang yang banyak.

Namun, apa ini! Dari awal saja, jalur yang harus ia tempuh sudah sulit bukan main. Karena ia tak bisa keluar kota sebelum 4 minggu, ia harus mengambil quest dimana-mana. Ia bekerja dengan keras di hotel, toko senjata, transaksi, agar ia bisa mendapat sedikit jumlah uang. Semuanya adalah untuk quest menjadi class merchant. Mapan senang bukan kepalang ketika ditawari quest untuk berubah profesi.

Ting*

Setelah aku melihat semua usaha yang telah kau berikan, aku pikir kau mempunyai bakat untuk menjadi seorang merchant:

Tak ada merchant yang tak serakah akan uang:

Aku dengan cepat butuh 300 biji kulit kelinci. Aku akan memberimu 1 gold, jadi bisakah kau mendapatkannya untukku? Jika kau berhasil, aku akan mengangkatmu sebagai merchant dari Rosenheim kingdom! Namun, dapatkan itu secepat mungkin. Aku beri kau batas 3 hari.”

The Exchange owner who needs Rabbit Pelts

Pemilik bursa membutuhkan kulit kelinci dalam jumlah banyak. Tak perlu tahu akan digunakan untuk apa, namun sepertinya bila menyelesaikannya lebih cepat akan memberi hasil yang baik.

Tingkat kesulitan: E

Hadiah: Class Merchant

Batas quest: 3 hari

Jika kau gagal, kepercayaan pemilik bursa padamu akan berkurang dan kau tak akan menerima komisi selama sebulan.

‘Horee, aku dapat uang!’

Sambil menggumam dengan gembira, Mapan menerima questnya.

“Ia bahkan memberiku 1 gold, seperti yang kuduga tentang quest merchant, bahkan dari awal, mereka memberi banyak uang.”

Kelinci adalah monster yang biasa muncul di depan kastil. Satu kulit kelinci laku 10 copper bila dijual ke toko NPC, jadi total harga pembelian seharusnya 3000 copper. Jadi, ia menghitung bahwa 30 silver sudah cukup.

Tentu saja, lawan transaksi juga harus mendapat keuntungan. Dalam transaksi bisnis yang baik, kedua sisi harus mendapat keuntungan.

“Beli kulit kelinci @11 copper!”

Mapan berteriak dengan keras di depan kastil. Ia berharap bahwa akan banyak player yang sedang berburu kelinci datang kepadanya. Didekatnya, ada merchant lain yang berteriak dengan lebih keras.

“Beli Kulit kelinci @30 copper!”

Seseorang yang sedang menjahit disampingnya juga berteriak:

“Beli Kulit kelinci @50 copper!”

“Ah! Kok bisa jadi begini…”

Harga kulit kelinci yang seharusnya hanya sekitar 10 copper malah dicari dengan harga yang sangat tinggi.

“Apa yang terjadi?”

Mapan yang sedang bingung pun bertanya, namun jawaban yang ia dengar membuatnya putus asa.

“Kau tak tau? Kau bukanlah satu-satunya orang yang ingin mendapatkan kulit kelinci untuk jadi merchant. Dan juga, orang-orang yang ingin belajar menjahit butuh kulit kelinci, jadi harga mereka naik tinggi!”

Mapan menangis. Harganya bisa membuat para pemula menangis. Quest merchant memiliki batas waktu 3 hari. Tanpa ada pilihan lain, ia harus menggunakan semua uangnya dan akhirnya mendapatkan 300 kulit kelinci setelah mencari sepanjang siang dan malam. Karena itu, ia bangkrut.

“Terima kasih, sekarang kau seorang merchant!”

Pemilik bursa menepuk pundak Mapan sebagai tanda selamat; namun ia tak tahu bahwa pundak Mapan sebenarnya tengah terkulai lemas. Itu baru awalnya. Itulah awal dari jalan susah yang harus dilalui merchant.

Untuk meningkatkan level dan skillnya, ia harus membeli item dari player lain dengan harga tinggi. Karena ia lemah, ia sering diabaikan saat berburu. Namun agar bisa membeli item, ia harus berjuang sampai titik darah penghabisan. Mapan, yang sudah berkeliling jauh sampai ke Baran, telah merasakan banyak kesenangan dan kesedihan yang tak bisa ia jelaskan.

Menunggu untuk seseorang, yang mungkin atau bahkan mungkin tidak akan datang ke tokonya untuk menjual item, sangatlah susah, namun kadang juga ada beberapa orang yang meminta harga yang tak masuk akal.

“Kesulitanku sudah berakhir!”

Sejak Mapan berpartner dengan Weed, semua ketakutan dan kegelisahannya menghilang. Apa yang harus ia lakukan sekarang hanyalah percaya dan mengikuti Weed.

“Aku akan mengikutinya kemanapun. Apa yang harus kulakukan adalah mempercayainya!”

Mapan memantapkan resolusinya. Prajurit hebat! Petualang! Master dari pertempuran! Mapan, yang hanya mengetahui sisi tersebut dari Weed, memiliki kepercayaan tinggi padanya. Perasaan itu hilang ketika mereka sampai di Baran.

“Bagaimana mungkin ini terjadi?”

Mapan ingin berteriak. Bahkan setelah ia menggosok matanya, ia masih melihat Weed sedang memasak dan menjual patung. Parahnya lagi, ia juga sedang memperbaiki barang orang lain!

“Tidaaaaak!”

Ketika Weed sedang memasak dengan bahagia, seseorang tengah menangis diam-diam. Seseorang itu adalah Mapan. Weed yang ia ketahui sebagai prajurit yang hebat sekarang sedang menjual makanan dan patung.

“Bukankah itu contoh paling buruk untuk jack of all trades?”
(jack of all trades = punya keahlian dalam berbagai bidang, tapi tak ada yang spesial dalam semua hal)

Ini adalah sesuatu yang tak bisa ia ketahui hanya dengan menebak-nebak. Ia harus bertanya agar bisa yakin, namun Mapan ragu-ragu. Ia takut untuk mengetahui jawabannya. Tapi itu adalah hal yang tak bisa ia abaikan begitu saja, jadi Mapan harus bertanya.

“Um, Weed, classmu apa ya?”

“Aku? Seperti yang kau lihat, aku seorang sculptor.”

“Sculptor?”

Kepala Mapan terasa sakit layaknya telah dipukul palu dari belakang.

‘Class sculptor itu sama tak terkenalnya dengan class pembantu!’

Mapan diselimuti rasa pilu; ia menunjuk ke arah panci yang sedang mendidih dengan tangannya yang bergetar.

“Jadi, bagaimana dengan masakan itu?”

“Itu pekerjaan sampingan.”

“Kalau repair…”

“Itu salah satu skill yang aku pelajari dengan giat. Untuk belajar blacksmith agar bisa membuat armor dan senjata, aku paling tidak butuh skill repair tingkat intermediate.”

Mapan, yang berpikir bahwa menjalin hubungan dengan Weed adalah takdir, tak bisa lebih kecewa lagi.

“Well, uh. Orang ini benar-benar tak beruntung… tapi bagaimana bisa ada jack of all trade seperti dia?”

(maksud Mapan disini, jack of all trade = karakter di game online yang skill poinnya digunakan untuk menaikkan skill yang tak penting).

Di pikirannya, karakter yang disebut Weed itu tak ada harganya dan benar-benar tak berguna. Saking parahnya sampai-sampai bisa terukir dalam sejarah sebagai karakter yang paling tak berguna! Weed mempelajari dengan giat semua skill yang bahkan tak dihargai oleh banyak orang. Jika Mapan berada dalam posisinya, ia akan menyerah dan membuat karakter baru.

‘Selambat apakah naik levelnya sampai-sampai ia jadi seperti ini?’

Mapan memiliki kesalahpahaman yang sangat besar. Itu adalah hasil dari usaha Weed dengan susah payah! Ia bertambah kuat sedikit demi sedikit dengan terus menerus memukuli orang-orangan sawah di basic class training center, sambil ikut makan makanan instruktur.

Ia telah membuat patung sampai matanya sakit hanya untuk menaikkan status art nya sebanyak 1. Untuk meningkatkan skill memasaknya, ia menjadi koki untuk prajurit NPC di Lair of Litvart.

Ia memasak puluhan ribu porsi makanan, menciptakan ribuan patung, dan juga menaikkan level karakter yang dipanggil Weed itu, namun di mata Mapan, apa yang ia lihat hanyalah karakter yang dibuat dengan asal-asalan dan mempelajari seluruh skill yang tak jelas gunanya. Tapi Mapan bisa sampai sejauh ini karena sekalipun ia tersandung, ia akan belajar untuk bangkit kembali.

‘Orang ini bahkan lebih mata duitan daripada aku. Confucius pernah berkata: “Ketika ada tiga orang yang berjalan, salah satu dari mereka adalah gurumu.” Sekalipun dari orang seperti dia, aku bisa belajar sesuatu darinya.’

Mapan memutuskan untuk tak menyesali pilihannya untuk bergabung dengan Weed. Ia dengan semangat membeli item-item disamping Weed dan membuka tokonya sendiri. Toh, ia juga tak mau cuma duduk dan tak melakukan apapun. Ketika melihat Weed menjual makanan dan patung di waktu luangnya, Mapan sadar akan arti untuk menjadi seorang merchant.

“Benar-benar penipu ulung…!” Ada saat-saat dimana ia sangat tercengang.

“Ia mendapatkan keuntungan yang besar dengan bahan-bahan yang murah!”

Di lain waktu, ia merasa marah. Untuk Mapan, yang bangga menjadi merchant yang jujur, rasanya ia tak akan bisa menyaingi Weed.

“Bukankah ia hanyalah perampok dan penipu di siang hari?”

Weed mempunyai bakat untuk berbicara manis pada para pembeli. Hanya dengan beberapa kata, sebuah patung laku 10 silver, 15 silver, membuat Mapan marah saat melihatnya. Setelah 2 hari, Weed memasukkan patung yang tengah dipajang ke dalam tasnya.

“Mereka laku lebih keras daripada yang kuperkirakan.”

Patung-patungnya ia ukir saat memiliki waktu luang di Lavias. Lebih dari setengah patungnya laku. Satu hal tentang patung, adalah orang-orang tak akan kembali untuk membeli yang lain. Kebanyakan orang cuma akan membeli satu untuk suvenir, kecuali ia bertemu seorang kolektor.

Sekalipun biaya produksi patung cuma 10 silver, harga jual paling besar sekitar 30 silver. Jadi paling tidak 10 patung harus laku untuk mendapat 3 gold. Bisa dibilang berguna di awal-awal, ketika Weed masih miskin, namun mengingat levelnya yang sekarang, keuntungan dari mengukir kayu dirasa cuma sebatas recehan.

Diantara player yang ada di Desa Baran, orang yang ia anggap memiliki kemungkinan untuk membeli patung sudah membeli semua. Jika ia bertahan lebih lama, apa yang bisa ia jual hanyalah masakan saja. Setelah meningkatkan skill repair dan memasak sebanyak 40%, Weed menutup tokonya. Ia melihat ke arah Mapan yang sedang duduk dan membeli item-item disampingnya dan berkata:

“Sudah waktunya kita berangkat.”

“Ha? Berangkat kemana?”

“Kita akan pergi ke Bar Khu Mountain Range, seperti yang sudah kubilang sebelumnya.”

Weed harus mengembalikan Helain’s Grail ke Order of Freya dalam waktu 3 bulan, jadi ia berencana untuk meninggalkan Desa Baran. Apalagi, banyak pengalaman dan pengetahuan dibutuhkan untuk menjadi sculptor yang hebat. Sekalipun Weed jadi kuat dengan menggunakan beberapa metode, ia tak lupa dengan fakta bahwa profesinya adalah sculptor. Weed mengunjungi toko-toko, dan dengan sigap bersiap-siap untuk perjalanan.

“Hati-hati!”

Di pintu masuk desa, walikota dan para prajurit datang untuk mengucapkan selamat tinggal.

“Kami akan kembali lagi.”

“Tentu. Aku tak akan lupa dengan semua pertolongan yang kau berikan.”

Dale, Becker, dan Hosram. Mereka mengucapkan selamat tinggal pada mantan komandannya.

“Sampai jumpa.”

“Ya, pak! Pertemuan kita berikutnya mungkin di ibukota. Setelah tugas kami disini selesai, kami akan kembali.”

*****

Weed dan Mapan membeli produk lokal di tiap kota yang mereka kunjungi selagi berjalan ke arah selatan Rosenheim Kingdom. Pearl dan jade, white wine, keju, minyak zaitun, mithril, dan masih banyak lagi, adalah produk lokal kota di provinsi selatan.

Rosenheim Kingdom tak memiliki teknologi komersil yang tinggi. Mungkin karena hal itulah, perhiasan, makanan, dan biji besi sangat aktif di perdagangan. Diantara kerajaan yang berdiri di tengah-tengah benua, ada beberapa kota dan kerajaan yang memiliki keahlian khusus untuk membuat senjata dan armor.

Wajarnya, equip yang diciptakan kerajaan itu akan lebih awet dan memiliki status attack dan defense yang lebih besar, dibandingkan dengan kerajaan lain. Karena itu, player yang memulai di tengah benua mendapat keuntungan sebanyak itu. Namun, soal kesempatan dan petualangan, kerajaan Rosenheim bukanlah pilihan yang buruk.

“40 buah jade please.”

Tugas untuk membeli jade diemban oleh Mapan. Dengan skill accounting, ia bisa membeli barang dengan harga yang lebih murah. Namun, jika kau menawar terlalu rendah, bisa jadi pihak penjual akan menggagalkan transaksinya.

Ketika itu terjadi, pemilik bursa tak akan mau berbisnis apapun denganmu sampai 10 hari berlalu, jadi penting untuk berhati-hati. Mapan, yang baru saja selesai menawar, berbalik untuk berkata pada Weed.

“Harga untuk jade 760 gold. Haruskah aku membelinya?”

“Uhm… Tak bisakah kau menurunkan harganya lebih rendah?”

“Itu sudah harga terbaik yang bisa kudapat dengan skillku.”

Tangan Weed bergetar selagi memasuki sakunya. Lalu 800 koin emas muncul. Mapan memberikan uang itu ke penjual batu permata, dan memberikan batu permata yang ia dapat ke Weed.

“Kemana kita pergi sekarang?”

“Ke Falcon village untuk membeli beberapa pearl.”

50 pearl dibeli seharga 690 gold, kemudian 3 kilogram mithril dibeli setelah sampai di desa penambang. Dompet yang biasanya hanya mengetahui bagaimana cara menerima uang dibuka, dan pada akhirnya, hanya tersisa 50 gold.

Tak lama, kekayaan yang ia miliki menyusut. Setelah semua pembelanjaan selesai, uang miliknya hanya tersisa 50 gold. Total kekayaan Weed: 1700 gold. Uang yang didapat Weed dengan susah payah telah habis digunakan secara instan.

Di United Kingdom of Briton, dibalik pegunungan Bar Khu, harga untuk jade paling tidak 25% lebih mahal. Sekalipun bukan merchant, seseorang bisa mendapat keuntungan yang besar dan juga mendapat fame, jadi Weed membeli semua barang yang bisa ia beli.

“Tapi, apa yang ia lakukan?”

Tiap saat Weed berpindah kota untuk membeli produk lokal, Mapan selalu tampak kebingungan. Bahkan ketika Weed berjalan, ia selalu tampak melakukan sesuatu. Salah satunya adalah mencabut tanaman. Lalu, ia menaruhnya di dalam tasnya. Tiap saat, ia akan tersenyum puas.

“Weed, boleh aku tanya apa yang sebenarnya sedang kau lakukan?” Mapan tak bisa melawan rasa keinginannya, dan jawaban yang diberikan Weed cukup simpel.

“Maksudmu ini? Aku mencabuti tanaman herbal.”

“Kalau itu tanaman herbal…”

“Aku belajar Medical Botany; lahan di sekitar sini kasar, jadi mungkin karena itulah ada banyak tanaman herbal disini.” Mapan menelan ludah.

“Oh!” Weed, yang tadinya tampak seperti seorang idola, sekarang terlihat seperti gelandangan.

“Aku menilai orang ini terlalu cepat!”

Bagaimana bisa aku berpikir bahwa orang yang membantai Death knight dan undead adalah dia hanya karena ia mempunyai drop dari mereka! Mungkin saja ia beruntung dengan menemukan dropnya di suatu tempat. Tentu saja, kesempatan untuk hal itu benar-benar terjadi sangatlah rendah, namun Mapan, yang kepercayaannya kepada Weed sudah menurun drastis, berpikir bahwa itu adalah kemungkinan.

Namun, Mapan adalah seorang pria. ia adalah pria yang percaya pada takdir dan keadilan! Berkat Weed, sejauh ini ia mendapat cukup banyak keuntungan. Dari berdagang item, ia mendapat banyak skill dan uang. Ia membeli jade untuk Weed dengan harga rendah, dan meningkatkan skillnya dengan banyak. Situasi ini tak terlalu buruk, jadi ia berpikir tak perlu membatalkan kerja samanya dengan Weed.

“Sebagai seorang pria, kau tak bisa menarik kata-katamu!”

Mapan dengan sungguh-sungguh membeli produk-produk lokal. Mapan, tak seperti Weed, tak punya banyak uang, jadi ia hanya membeli item yang berhubungan dengan makanan, seperti keju, atau minyak zaitun. Item-item ini tak terlalu memberikan keuntungan yang besar, tapi harga mereka cukup stabil, jadi keuntungannya adalah mereka tak memiliki resiko.

Mapan memiliki skill tambahan untuk berdagang komoditas makanan, jadi ia membeli beberapa bahan dengan harga murah, dan membeli sebuah gerobak untuk membawa mereka. Karena harga seekor kuda mencapai 100 gold, ia memilih untuk membeli seekor keledai yang sudah sekarat, dan persiapan untuk pergi telah selesai.

Weed membuang beberapa tas yang sebelumnya ia bawa kemana-mana. Sebagai gantinya, ia mendapat bantuan dari Mapan untuk membeli sebuah tas di toko umum sebagai tempat untuk tanaman herbalnya, yang bisa membawa item yang memiliki 20x isi lebih besar, dan juga mengurangi berat item sebanyak 1/4. Sekarang, Mapan hanya bisa menganggap Weed sebagai pedagang keliling.

*****

Bar Khu Mountain Range.

Terletak diantara bagian selatan Rosenheim kingdom, dan bagian timur United Kingdom of Briton. Kedua negara berbatasan dengannya, namun pegunungan itu dikenal sebagai surga para monster.

Penuh dengan monster! Tanah yang kasar!

Kedua kerajaan menugaskan pasukan tentara disana untuk membersihkan monster dari area secara rutin. Kalau bukan karena itu, Rosenheim kingdom dan United Kingdom of Briton akan terus menerus diserang oleh para monster.

Roooaaaaarr!!

Ketika mereka mendaki pegunungan, suara-suara mengerikan terdengar. Itu adalah teriakan dari hewan buas. Suara dari hewan yang mengamuk. Teriakan keras dan ranting yang pecah bisa didengar. Seperti yang diduga, daerah itu benar-benar surga untuk para monster.

Untuk sebuah tempat yang bukan sebuah dungeon, sangat langka untuk dihuni monster sebanyak ini. Pada akhirnya, ada monster muncul tepat di depan gerobak yang ditumpangi Mapan dan Weed. Lycanthrope. Mereka adalah manusia serigala, monster dengan level 100an.

Jenis Lycanthrope diketahui memiliki level sekitar 150an. Tentu saja, di pegunungan ini, mereka adalah yang paling lemah. Karena itulah, mereka tersisih dari tengah-tengah pegunungan dan menghuni tempat-tempat seperti yang tengah dilalui oleh Weed dan Mapan. Lycanthrope sering berkeliling dengan gerombolannya.

Saat ini, ada 10 ekor muncul berbarengan. Teriakan yang terdengar seperti lolongan serigala sebelumnya mungkin adalah suara dari para lycanthrope ini. Alasan mereka melolong adalah mereka telah menemukan mangsa di tempat mereka berburu. Mapan, yang sedang duduk di gerobak, sedang gelisah.

“Me-mereka muncul, eh, yang penting, apa yang akan kita lakukan!? Weed, kau bilang kau akan mengurus hal seperti ini.”

Meski Mapan sudah sangat bingung dan gelisah, Weed masih sibuk menggunakan pisau ukir di dalam gerobak. Zahab’s Engraving Knife. Item langka ini adalah sesuatu yang hanya bisa didapat oleh sculptor lain di dalam mimpi. Pisau ukir itu sedang digunakan untuk membuat patung dari kayu.

Lycanthrope mendekat perlahan-lahan. Ketika mereka muncul, mereka kelihatan seperti manusia, dengan pengecualian kepala mereka, yang mirip serigala. Di tubuh mereka, bulu berwarna abu-abu mulai tumbuh dimana-mana. Mereka adalah makhluk jahat yang bisa berubah menjadi anjing liar.

Skill Handicraft mencapai intermediate level 4.

Keahlian untuk menggunakan alat dan tangan meningkat 5%.
Memberi efek pada banyak skill dan status.

Ketika skill handicraft tingkat intermediate naik 1 level, status akan naik sebanyak 5%. Pada tingkat awal, 3% kenaikan akan diberikan ketika naik 1 level. Kalau dipikir-pikir, efeknya sekarang memang lebih besar, namun untuk menaikkannya 1 level saja pun jadi jauh lebih sulit dari sebelumnya.

“Hmm, lumayan bagus.”

Saat itu, Weed sedang mengukir bentuk pohon yang baru saja ia lalui dengan detil yang sangat hebat, jadi ia berhasil mendapat 1,5% EXP di sculpture mastery. Karena banyaknya cabang dan dedaunan, susah untuk mengukir pohon yang sudah berumur tua.

Weed telah mengukir pohon yang kelihatan sangat mirip dengan pohon asli. Memang tak terlalu spesial dan tak bisa dibanggakan, tapi patung itu sudah cukup bagus. Ada waktu dimana experience skill sculpting naik dengan cepat, namun ada juga kalanya ketika experience nya tak mau naik dengan gampang.

Mengingat level skill Weed adalah intermediate 4, mendapat 1,5% bisa dibilang sangatlah besar. Level skill Weed naik, dan ia pun mendapat tambahan status.

“Wee-Weed!”

Ketika Mapan sudah ketakutan setengah mati, Weed menyimpan pisau ukirnya. Lalu ia mengeluarkan sebilah pedang. Clay sword dengan cold attribute!

“Sepertinya aku sudah duduk terlalu lama dan badanku terasa kaku, mungkin sudah waktunya untuk merenggangkan otot-ototku? Sungguh sayang karena aku tak melihat proses berubahnya lycanthrope, tapi tak apalah. Toh mereka bukanlah satu-satunya lycanthrope yang ada di sini.”

Weed bergumam saat ia melihat para lycanthrope. Untuk membuat patung berbentuk lycanthrope, akan lebih baik bila ia bisa melihat proses transformasi mereka. Karena mereka berubah bentuk saat melakukan transformasi, hal itu memungkinkan Weed untuk membuat beberapa patung yang menunjukkan langkah-langkah perubahan mereka, dan meningkatkan experience skill sculpting dengan jumlah besar. Ketika Weed turun dari gerobak sambil memegang pedangnya, Mapan yang berada di belakang berteriak.

“Kau tak bermaksud melawan mereka dengan pedang itu kan?”

Mapan terkejut saat ia melihat clay sword. Pedang itu retak dan peot dimana-mana! Karena dipakai terus menerus saat berburu di Lavias, daya tahan clay sword sudah menurun sangat drastis dan bahkan hampir mencapai nol.

Sekalipun Weed telah mendapat banyak equip dari monster undead, pedang yang digunakan Weed masihlah clay sword. Dullahan hanya memberikan drop heavy weapon seperti mace dan axe, dan ghoul hanya menjatuhkan nail.

Senjata death knight tak bisa digunakan kecuali kau memiliki profesi knight atau memiliki level paling tidak 200, jadi Weed tak punya banyak pilihan soal senjata. Karena ia berburu sendiri di tempat yang terisolasi, paling tidak ia harus bisa menerima hal ini. Tiap saat pedangnya hancur, ia menggantinya dengan clay sword yang lain, dan hal ini terus-menerus ia lakukan.

Sementara itu, jumlah lycanthrope terus bertambah, dan sekarang, jumlah mereka lebih dari 20. Weed melihat wajah Mapan pucat pasi, jadi ia mulai memainkan pedangnya.

*****

Lycanthrope yang merupakan keturunan serigala, seperti diduga, menyerang dengan berani. Mereka menendang tanah dengan keras, melompat keatas, dan melolong dengan liar.

Graaaaau!

Para lycanthrope meraung dengan liar! Suara mereka mendominasi medan pertempuran, keledai yang sudah sekarat tampak ketakutan dan menunduk, sementara Mapan sudah siap untuk mati. Lycanthrope adalah monster dengan kecepatan gerak tinggi, jadi tak ada jalan untuk melarikan diri. Pada saat itulah.

“Hyaaaaaaaaaa!”

Teriakan keras keluar dari mulut Weed. Saking kerasnya bahkan sampai-sampai debu bertebaran, dan dedauanan kering yang ada di tanah hancur. Bahkan ranting-ranting kelihatan bergetar, seperti akan patah. Teriakan Weed mampu menguasai siapapun yang mendengarnya.

Skill: Kau menggunakan Lion’s Roar.

EXP skill naik 1%!

Status skill saat ini: Level 1, EXP 1%.

Kekuatan skill akan bertambah ketika level skill naik.

Para lycanthrope menjadi ragu dan bingung setelah mendengar teriakan Weed. Weed pun tak menyia-nyiakan kesempatan yang ada dan lari ke arah para lycanthrope dan menghajar mereka dengan pukulan tinju.

“Speedy Shadow Fist!”

Pababababak!

“Kaing!”

Weed menghujani para lycanthrope dengan tinju! Untuk Weed, yang biasanya berburu death knight di Lavias, lycanthrope yang memiliki level 100an tak ada apa-apanya dihadapannya. Sekalipun mereka berjumlah banyak, kalau mereka tak bisa memberi damage pada Weed, mereka pun tak akan jadi masalah. Semua lycanthrope datang menyerang ke arah Weed.

“Seven celestiap steps!”

Dengan menendang tanah dengan keras, mereka melompat ke arah Weed, mencoba untuk mencakar dan menggigit, namun Weed menghindari semuanya dengan skill gerakan kakinya. Bertarung melawan mereka membuat Weed kembali menemukan gerakan kakinya. Sampai sekarang, Weed menggunakan gerakan kaki yang stabil untuk menghindari serangan lawan, tapi skill gerakan kaki yang ada di Royal Road memiliki kemampuan unik.

Saat lari kedepan, lalu tiba-tibe berbelok 90 derajat ke samping sambil berlari, tak akan bisa dilakukan di kehidupan nyata. Itu karena hukum inertia. Namun, dengan skill gerakan kaki, kau bisa melakukan hal yang tak mungkin bisa dilakukan. Saat berlari, kau bisa berbalik ke arah yang berlawanan, dan akselerasi yang dibutuhkan untuk lari dengan kecepatan tinggi hampir tak bisa dilihat dengan mata telanjang.

Seperti namanya, skill itu terdiri dari 7 langkah, secara instan berbelok ke semua arah ketika berlari, atau muncul secara tiba-tiba dari tempat yang tadinya kosong. Sungguh sebuah skill yang memiliki nilai tinggi, seperti yang diharapkan dari skill seni bela diri unggul.

“Seven celestial steps!”

Sekalipun lycanthrope datang dari segala arah, Weed memutar tubuhnya beberapa kali untuk bisa lepas dari kepungan lawan. Karena ia berpindah arah secara instan, Weed menciptakan sebuah afterimages.

Ilusi!

Seperti biasa, para lycanthrope hanya bisa menyerang ilusi buatan Weed. Segera setelah Weed keluar dari kepungan mereka, ia memulai serangannya. Tiap kali tinju Weed mendarat, Lycanthrope, satu demi satu, terus berjatuhan. Bar Khu mountain range yang dipenuhi oleh monster! Tempat itu adalah kebalikan dari kata damai. Dan baru saja, sesuatu yang tak biasa mulai terjadi.

“Hyaaaaaaah!”

“Uaaaaaaaah!”

Suara teriakan yang dahsyat bisa terdengar dari dalam pegunungan. Weed baru saja menggunakan Lion’s Roar! Untuk meningkatkan experience skillnya, Weed terus menerus menggunakan skill itu ketika ada monster yang muncul. Siang dan malam, teriakan yang ia keluarkan terdengar di seluruh pegunungan.

Bar Khu mountain range dipenuhi cukup banyak monster yang bisa membuat seseorang muak. Experience dan uang! Dan item! Untuk Weed, yang suka bertarung tanpa batas, di tempat yang penuh oleh monster, baginya serasa berada di rumah.

“Pasti ada dungeon yang belum ditemukan disini!”

Bagian selatan pegunungan yang belum dijelajahi. Karena tak ada desa atau kota disekitar, tentu ada kemungkinan untuk itu. Weed tak dengan sengaja mencari monster. Sebaliknya, ia lebih fokus untuk meningkatkan skill sculpting. Itu adalah skill Sculpting Blade yang diwariskan oleh Zahab. Skill ini meningkatkan damage Weed dengan besar, yang menghiraukan defense dan resistensi dari musuh; jadi itu adalah sebuah skill yang akan jauh lebih efektif lagi nantinya.

Skill yang diwariskan oleh Emperor Geihar untuk memberikan nyawa pada patung, Sculptural Life Bestowal! Patung yang diukir dengan gairah yang besar akan bertarung untuk tuan mereka.

Patung yang dibuat dengan status art yang lebih tinggi akan lebih kuat, dan mereka juga akan naik level setelah mendapat kehidupan. Ini adalah skill yang membuat Emperor Geihar bisa menguasai benua. Jika patung bisa diberi nyawa, maka di situasi seperti apapun, Weed akan memiliki anak buah yang akan selalu mengikutinya.

“Informasi skill! Sculptural Life Bestowal!”

Sculptural Life Bestowal: skill yang diwariskan oleh Emperor Geihar untuk penerusnya, sebuah skill untuk sculptor yang tak diketahui orang lain.

Syarat: Hanya bisa digunakan dengan tingkat Expert Sculpture mastery.

Konsumsi skill: 5000 MP. 10 status Art (konsumsi permanen). Level karakter berkurang 2.

PERHATIAN!

Patung memiliki rasa individu dan harga diri yang tinggi. Ketika mereka melihat patung lain yang mirip, mereka akan melawan patung itu dengan benci.

Untuk menggunakan skill ini, paling tidak kau harus mencapai tingkat expert di sculpture mastery, yang mana masih jauh untuk Weed. Ditambah, konsekuensi dari memberi nyawa ke sebuah patung adalah kehilangan status art dan level karakter, dan tentunya itu bukanlah sesuatu yang bisa terus-menerus diulang.

“Skill yang tak masuk akal, tapi pastinya akan berguna nanti!”

Sculpting Blade dan Sculpture Life Bestowal, dua skill yang diwariskan oleh Master Sculptors yang sangat kuat. Weed tak bisa membayangkan sekuat apakah 3 skill sisanya. Sebagai tambahan, ia juga berpikir, apa yang akan terjadi bila ia bisa mendapatkan kelima skill?

Weed memiliki kesempatan untuk menjadi Master Fighter sebelumnya; namun, ia mengabaikan kesempatan itu dan tetap menjadi Legendary Moonlight Sculptor, yang membuatnya sedikit khawatir.

Selain bisa meningkatkan level handicraft lebih cepat dan memiliki Sculpting Blade, tak ada banyak keuntungan lain yang ia miliki. Sekalipun begitu, apa yang bisa ia lakukan hanyalah menyeimbangi para knight dan swordsman. Sculptor memiliki jalur seorang sculptor, dan ada satu kesempatan. Seseorang harus memaksimalkan kesempatan itu.

‘Sculptural Destruction, Sculptural Life Bestowal, dan bahkan Sculpting Blade! Sambil menggunakan mereka dengan kemampuanku yang terbaik, aku juga harus menemukan skill lainnya. Dan pada akhirnya, aku harus punya dasar dari sculpting skill itu sendiri.’

Naiknya level sculpting skill akan memberi efek ke banyak hal. Ketika tak ada monster muncul, Weed duduk di gerobak dan mengukir. Ia membuat patung-patung dari gambaran pertempuran dengan monster, atau pemandangan yang nyata beserta pohon-pohonnya!

Intermediate Sculpture Skill mencapai level 3.

Patung menjadi lebih halus dan detil.

Akhirnya, sculpting skill tingkat intermediate naik ke level 3. Setelah ini, Weed mengeluarkan emerald, pearl, dan jade yang ia beli sebelumnya di Rosenheim kingdom.

“Apa yang kau lakukan?”

Sudah setengah perjalanan melewati pegunungan, Weed tanpa banyak omong mengeluarkan sebuah emerald, dan Mapan pun tampak bingung. Tak ada alasan untuk memamerkan kekayaannya, dan juga tak mungkin bahwa ia akan memberikan batu permatanya kepada monster.

‘Apa ia ingin mengamati batu-batu permata itu?’

Namun, Mapan terkejut dengan tindakan Weed berikutnya. Ia mulai mengukir batu permata dengan pisau ukir.

“Heeeeei!”

Mapan tak sengaja berteriak. Karena ia sendiri yang membeli semua batu permata, ia tahu betul harga dan nilai mereka. Ia sangat mengetahuinya. Itu adalah batu permata yang sangat tinggi nilainya! Sekalipun batu permata belum diolah, harganya sudah cukup tinggi untuk membuat seseorang pingsan. Namun, tanpa ragu-ragu Weed terus mengukir permukaan batu permata dengan pisau ukirnya.

“Apa… apa yang kau…?”

Sesaat sebelum Mapan mencoba untuk menghentikan Weed, matanya terbelalak, karena batu permata itu perlahan-lahan tengah dibentuk, sedikit demi sedikit. Potongannya bahkan tak terlalu terlihat kecuali kau melihatnya dengan ekstra hati-hati. Ketika batu permatanya diukir, batu itu memancarkan cahaya keindahan yang lebih terang dari sebelumnya.

Mapan hanya bisa melihat ketika tangan Weed terus bergerak.

“Indah sekali!”

*srak srak*

Mata Mapan dipenuhi rasa kagum, selagi Zahab’s Engraving Knife mengukir batu permata. Tiap sisi batu permata yang tampak kusam berubah terus menerus, dan pada akhirnya memancarkan cahaya yang lebih terang.

“Bagaimana bisa batu permata jadi seindah ini?”

Skill intermediate sculpting milik Weed telah naik sebelumnya, dan memungkinkannya untuk mengukir batu permata. Untuk mengukir batu permata, seseorang butuh basic sculpting skill dan juga handicraft skill. Bagi Weed, yang punya skill tingkat intermediate, syaratnya sudah jelas terpenuhi. Ia juga memiliki Zahab’s Engraving Knife, yang merupakan item unik dan bisa dibilang harta karun bagi semua sculptor!

Namun, basic skill dan handicraft hanyalah sebuah syarat; sesuatu yang benar-benar membuat batu permata bisa menjadi indah adalah status Art. Status Art milik Weed sekarang mendekati 300. Profesi Legendary Moonlight Sculptor memberikan tambahan 100 poin pada status Art, dan sisanya datang dari fine piece dan patung lain yang telah ia buat. Karena status art miliknya sangat tinggi, segala jenis efek muncul pada batu permata.

“Kok bisa sampai seperti ini…!”

Seluruh tubuh Mapan bergetar. Ini karena ia membayangkan apa yang akan terjadi nantinya. Membeli dan menjual batu permata yang belum diolah dari Rosenheim Kingdom ke United Kingdom of Briton akan memberikan banyak keuntungan.

Namun, apa yang akan terjadi bila Weed memperindah batu-batu permata itu lalu menjualnya? Dan juga, jika sebuah batu permata dikerjakan dengan hati dan jiwa sculptor yang terhebat, berapa kira-kira harganya…?

‘Aku bahkan tak bisa membayangkannya!’

Mapan berpikir dalam-dalam. Ia mengemudikan gerobaknya lebih hati-hati, agar ia tak mengganggu pekerjaan Weed. Karena skill handicraft yang tinggi dan juga Zahab’s Engraving Knife, karya seni yang indah bisa diproduksi, sekalipun kelihatannya Weed cuma bekerja asal-asalan.

Makanan yang dimasak Weed juga tak hanya terlihat enak, tapi juga lezat rasanya. Secara keseluruhan, hal itu terjadi karena skill handicraft, cooking, dan sculpting milik Weed mencapai tingkat intermediate. Skill itu ditunjukkan pada batu-batu permata yang diukir Weed.

Translator / Creator: alknight