October 24, 2016

The Legendary Moonlight Sculptor – Volume 2 – Chapter 9: Princess’ Knight

 

“Ya. Sesi berikutnya dari program kami akan membahas tentang player terkenal di Thor Kingdom yang ramai dibicarakan oleh para player belakangan ini. Mr. Oh, aku dengar sekarang ada blacksmith yang bisa memperkuat defense dari equip?”

Ya, itu benar. Seorang petarung akan selalu memiliki beberapa cita-cita dan penyesalan. Memakai equip dengan defense yang lebih tinggi akan meningkatkan kemungkinan bertahan hidupmu, dan Blacksmith dari Thor Kingdom dapat meningkatkan pertahanan equip dengan cara meleburkan enchancing minerals.”

Ada banyak program televisi yang berhubungan dengan Royal Road, membahas banyak keajaiban dan legenda dari Versailles Continent. Rating naik sejajar dengan bertambahnya player yang bermain Royal Road, yang akhirnya menghasilkan banyak keuntungan dari iklan.

Lee Hyun tengah duduk di dalam kamarnya, sambil melihat acara TV tentang Royal Road. Seorang pembawa acara wanita dan pria berbicara satu sama lain secara bergantian, dan Lee Hyun berharap untuk mendengar informasi baru tentang game. Sekalipun ia tak bisa yakin 100%, mungkin banyak penonton lain yang memiliki tujuan sama dengannya.

Versailles Continent tak memiliki perbedaan siang dan malam; setiap saat adalah waktu untuk berlatih. Tapi ketika program yang berhubungan dengan Royal Road ditayangkan, tempat berburu menjadi sedikit sepi.

“Ya, memang menakjubkan. Mungkin aku harus memintanya untuk meng-enhance equip ku juga. Tapi bukankah harganya akan sangat mahal?”

“Ya. Ia memberi harga di antara 10 hingga 100 gold, tergantung efek atau fungsi equipnya. Bukankah itu tak bisa dipercaya?”

Shin Hye Min mengerutkan keningnya. “100 gold? Kalau begitu aku tak akan bisa membayarnya bahkan setelah mengumpulkan semua uang yang aku kumpulkan selama ini.”

“Haha, namun harga itu hanya untuk item yang sangat, sangat bagus, jadi ia mungkin hanya memberi harga 10 gold untuk item mu.”

“Blacksmith itu pasti akan jadi sangat kaya.”

“Hal itu tak sepenuhnya benar. Harga dari bahan yang dibutuhkan untuk meng-enhance suatu equip sangatlah mahal, jadi ia bahkan tak bisa mengambil lebih dari 20% keuntungan dari tiap enhance. Alasan kenapa Blacksmith dari Thor Kingdom menjadi topik panas adalah karena ia menjadi orang yang pertama yang meraih level intermediate blacksmith.”

“Pencapaiannya benar-benar membuatku iri. Omong-omong, seorang sculptor yang berbakat muncul di Rosenheim kingdom sebelumnya, ya kan?”

“Ya. Sculptor sangatlah langka. Itu adalah sebuah profesi langka yang didesain untuk melakukan apa yang menjadi tugas mereka. Aku dengar patung yang ia buat sangatlah indah.”

Sculptor di Rosenheim kingdom, tentu saja adalah karakter game Lee Hyun, Weed.

“Setelah aku mendengar rumor tentang itu, aku mengunjungi Rosenheim kingdom untuk mewawancarai dan membeli sebuah patung untuk kuhadiahkan padamu, Hye Min, tapi ia sudah pergi. Aku khawatir ia menghapus karakternya setelah merasakan susahnya menjadi seorang sculptor.”

“Wow, sayang sekali. Aku kehilangan kesempatanku untuk mendapat hadiah yang bagus. Aku pikir pengrajin seni mulai berjaya.”

“Ya. Berita berikutnya adalah yang sudah anda semua tunggu – perang saudara British Confederacy! Akhirnya, Fort Odin, yang dikenal luas sebagai benteng yang tak bisa direbut, mendapat serangan! Guild Balkan kini berada dalam masalah yang sangat, sangat besar.”

Tayangan di TV dipotong oleh sebuah tampilan video in-game Royal Road, menunjukkan sebuah kastil mewah berwarna coklat dari atas, dikelilingi oleh 35 menara yang bisa menampung archer dan mage bila sedang ada peperangan. Paritnya dipenuhi oleh air dan memiliki beberapa jembatan angkat. Tembok kastil, yang terdiri dari 3 lapisan bata, tampak tak akan bisa ditembus.

“Wow, keren. Aku seperti sedang melihat kasil di abad pertengahan.”

“Ya, ini adalah Fort Odin yang dikuasai oleh guild Balkan. Pertarungan sengit terjadi disini tadi malam.”

Fort Odin, dibanjiri darah dari para player dengan jumlah yang tak terkira, memiliki reputasi yang sangat buruk. Penguasanya meningkatkan pajak dan biaya masuk dengan nilai yang tak karuan! Desa terdekat harus membayar pajak 60% dari setiap perdagangan, yang artinya 2 kali lebih besar daripada pajak-pajak di tempat lain. Pajaknya berlaku untuk seluruh item termasuk obat-obatan, potion, dan herbs.

Kemarahan para player sudah mencapai batas. Dan yang membuat masalah lebih rumit, para pedagang yang melakukan perjalanan melalui Fort Odin dipaksa membayar 40% dari total keuntungan mereka sebagai pajak. Fort Odin memanfaatkan posisinya yang strategis di antara British Confederacy dan Iedern Kingdom untuk memonopolisasi perdagangan internasional.

Seluruh uangnya masuk ke kantung guild Balkan, penguasa kastil. Sudah jelas mereka sangat dibenci oleh orang lain!

“Namun Fort Odin belum pernah diambil alih sebelumnya, kan?”

“Ya, itu benar. Tapi pertarungan ini benar-benar hebat. Lihat ini.”

TV menunjukkan Fort Odin pada malam hari. Di lapangan sekitar, gerombolan player berkumpul. Berdiri tepat disamping bendera guild masing-masing, mereka menunggu pagi untuk tiba.

‘Berapa banyak orang yang ada disana?’ Lee Hyun tercengang.

Ia mendengar bahwa jumlah player yang bermain Royal Road meningkat dengan pesat, namun ini benar-benar terlalu banyak. Sungai yang terbentuk dari player menutupi lapangan di depan Fort Odin.

“Jumlah player yang berkumpul untuk menyerang Fort Odin lebih dari 30.000.” Pembawa acara pria, Oh Joo Wan melanjutkan kata-katanya layaknya ia bisa membaca pikiran para penonton.

“30.000? Itu adalah jumlah player terbanyak yang berpartisipasi dalam siege war!”

“Itu benar. Keinginan untuk menyerang Fort Odin tersebar sangat luas. Sekitar 150 guild bersatu, dan sekitar 5.000 prajurit bayaran juga mengikuti perang ini. Kita akan melihat pemandangannya sekarang.”

Akhirnya, matahari naik di atas Fort Odin. Beberapa penyerang memberikan pidato panjang tentang bagaimana mereka adalah orang yang benar, dan bagaimana mereka akan mengurus Fort Odin setelah mereka menguasainya. Dengan udara yang dipenuhi oleh keberanian, perang pun dimulai.

Itu benar-benar pemandangan yang menakjubkan untuk dilihat: 30.000 prajurit menyerang Fort Odin secara bersama-sama. Anak panah melayang kemana-mana, dan sihir juga menyerang benteng. Catapult secara terus menerus melemparkan batu besar, dan golem yang di summon juga ikut menyerang. Namun lawan mereka terus bertahan, memanfaatkan kemampuan bertahan dari tembok kastil.

Guild Balkan telah memanggil anggota aliansi mereka untuk ikut berpartisipasi dalam perang. Ada juga prajurit NPC di Fort Odin, yang menambah pertahanan mereka lebih kuat.

Namun jalannya pertandingan berubah ketika pasukan spesial, yang ditugaskan khusus, menyelinap dari belakang. Tiap-tiap guild master dan para petinggi guild menjadi pengalih perhatian dengan cara menyerang secara langsung dari depan, ketika pasukan spesial menyelinap kedalam kastil melalui saluran air.

Aura pedang yang besar dan magic skill meledak dimana-mana.

“Setengah dari 100 pemain terbaik British Confederacy diketahui berpartisipasi dalam perang ini. Pada akhirnya, Fort Odin tak bisa bertahan lagi, dan jatuh ke tangan para penyerang.”

Anggota guild Balkan, yang terus melawan sampai akhir, dibunuh semuanya. Aliansi guild mereka menyerah ketika situasi menjadi buruk, dan mengakhiri pertempuran yang sengit itu. Guild yang menyerang bersuka ria atas kemenangan yang mereka raih.

“Mr. Oh, akankah kedamaian datang ke Fort Odin sekarang?”

“Aku pikir tidak. Balkan, yang memiliki kastil itu, rasanya tak mungkin menyerah begitu saja. Mereka akan mengumpulkan kekuatan untuk mengambil alih apa yang dirampas dari mereka.”

“Perang lain akan terjadi.”

“Ya, tapi sekalipun serangan Balkan gagal, Fort Odin sepertinya tak akan tenang untuk sementara waktu. Pembagian keuntungan diantara guild yang ikut memenangkan pertempuran tak akan bisa diselesaikan dengan mudah. Dan mempertimbangkan keuntungan lain yang diberikan oleh Fort Odin, semuanya pasti akan lapar untuk menguasainya. Begitulah nilai yang dimiliki oleh tanah itu. Balkan sudah menginvestasi banyak uang untuk menstabilkan keuangan di daerah sekitar. Tapi mereka juga harus mengumpulkan banyak pajak untuk prajurit dan benteng, karena banyak orang yang sangat menginginkan tanah itu.”

“Itu adalah lingkaran yang buruk.”

“Ya. Fort Odin, yang berdiri tepat di tengah-tengah dua kerajaan dan berfungsi sebagai tempat untuk bertukar informasi, akan selalu berada dalam kondisi yang kacau.”

Lee Hyun menyeringan, seringai yang bahkan bisa membuat penjahat yang paling kejam iri.

‘Penyerang ada 30.000… paling nggak 15.000 mati. Dan sekitar 10.000 mati dari mereka yang bertahan…’

Membayangkan skill dan level mereka yang turun membuat Hyun senang. Ketika status orang lain turun, Lee Hyun tengah berkembang lebih kuat.

Tiba-tiba telepon berbunyi, dan Hyun buru-buru menjawabnya.

“Halo?”

“Kau siap?”

Orang yang bertanya tanpa menyapa terlebih dahulu itu adalah adik perempuanyna, Lee Hye Yeon.

“Ya. Aku sudah ganti baju, dan mencuci wajahku.”

“Rambut?”

“Tentu aku sudah keramas.”

“Acaranya sudah mau mulai, cepatlah kesini.”

“Oke Hye Yeon, aku datang.” Lee Hyun mematikan TV nya dan bangkit dari kursinya.

Ia menghela nafas. Lee Hyun merasa tak senang. ‘Apa yang sebenarnya aku lakukan…’

Dein High school. Sekalipun ia bersumpah pada dirinya sendiri bahwa ia tak akan kembali kesana ketika ia keluar sekolah…

“Kakak, kau harus datang!” Jika Hye Yeon tak merengek di pagi hari, ia tak akan pergi kesana. Tapi Hyun mendapat ancaman dari adiknya bila ia tak datang hari ini, jangan harap untuk bisa masuk ke dalam kapsul untuk bermain untuk sementara waktu.

‘Sebenarnya dia sadar apa tidak sih untuk siapa aku mencari uang…’

Festival SMA. Orang lain pergi dengan orang tua mereka, namun Lee Hye Yeon mengajak kakak laki-lakinya.

“Ugh. Ngapain sih aku harus begini.” Lee Hyun terus-terusan protes. Sekalipun ia benar-benar tak ingin pergi, ketika ia membayangkan wajah adiknya yang kecewa, ia tak punya pilihan lain. Ia merasa seperti seekor sapi yang ditarik secara paksa ke tukang jagal. Lee Hyun duduk dengan sembarang di dudukan festival ketika ia sampai. Murid dibagi-bagi dalam klub atau kelas, dan menjual barang-barang, namun Hyun tak menghiraukan mereka semua.

“Hey, apa kau Lee Hyun?”

Lee Hyun menoleh ke arah suara itu datang. Seorang gadis kuliahan yang langsing dan cantik dan menggunakan rok ungu berdiri disana.

“Siapa kau?”

Wajah gadis itu tampak kecewa mendengar kata-kata Lee Hyun.

“Ah, ternyata aku benar. Ini aku, Junghee.”

“Oh.”

Hanya nama dan wajah gadis itu yang bisa diingat oleh Hyun.

Wajah cantiknya membuat gadis itu menjadi favorit banyak anak laki-laki di masa SMA.

‘Ia menjadi lebih bergaya, dan tampilannya yang tampak pintar pasti membuatnya tetap populer sampai sekarang. Ia pasti menerima perlakuan nyaman di kampusnya.’

Hanya itulah yang bisa diingat Hyun. Tak ada ingatan spesial yang tersisa.

“Apa kau Yoon Junghee? Lama tak jumpa. Jadi kenapa kau kemari ketika kau sudah lulus dari sekolah ini?”

“Mmhm. Adik perempuanku sekolah disini, jadi aku datang. Kalau kamu?”

“Sama.”

“Oh, kau punya adik perempuan juga. Boleh aku duduk disampingmu?”

“Kursinya sedang kosong, terserah kamu aja,” kata Hyun sambil merasa jengkel dan melanjutkan melihat festival. Sebuah parodi tentang Snow White dan 7 Kurcaci tengah ditampilkan.

Seorang penjual apel muncul, menari, menyanyi dengan bodoh, lalu berkata. “Oh!! Ratu yang paling cantik. Ini adalah beberapa apel yang sangat lezat. Mereka baru saja dipetik dari kebun apel, jadi apelnya murah dan segar! Hanya 2.000 won untuk 5 apel!”

Ratu yang ceking menguap dan menjawab, “Kenapa mahal sekali!”

“Karena mereka sudah matang, ratuku!”

“Benarkah? Jadi kita bisa menggunakan apel itu untuk membunuh Snow White, benar kan?”

“Uh, aku pikir aku tak mengatakan apapun tentang hal itu?”

“AKU TANYA, BISAKAH APEL ITU DIGUNAKAN UNTUK MEMBUNUH?”

“Jika seseorang merasakannya, maka ia tak akan bisa melarikan diri dari kelezatannya, ratuku.”

Meski begitu, pada akhirnya ratu membeli apel-apel itu. Ia berjalan mendekati Snow White, lalu lagi-lagi menari tak berguna, dan memberikan apelnya.

“Kenapa kau tak datang di pesta alumni?” Yoon Junghee bertanya pada Lee Hyun, yang sedang melihat pertunjukan musikal dengan ekspresi dingin.

Lee Hyun menjawab dengan malas tanpa menolehkan kepalanya. “Aku malas pergi.”

“Benarkah? Kami benar-benar berharap bahwa kami bisa bertemu denganmu disana… Setelah kau keluar sekolah, kami tak bisa menghubungimu. Sanghoon berkata bahwa ia akan menelponmu, jadi kami kira kau akan ada disana.”

“Terima kasih untuk kebohongan menghiburnya.”

“Um, tapi benar, aku ingin bertemu lagi denganmu. Ingat saat kau menyelamatkanku sebelumnya?”

“Aku menyelamatkanmu? Ah… benar.”

Ketika Lee Hyun masih kelas 10 SMA, ia mengantar koran di pagi hari. Pada suatu pagi ia melihat seorang gadis tengah diganggu oleh beberapa preman di taman. Lee Hyun berniat untuk pergi begitu saja. Toh itu bukan urusannya, jadi ia memutuskan untuk mengabaikannya. Tapi mendengar teriakan gadis yang ketakutan itu, Lee Hyun kembali.

Ia menghajar para preman dan menyelamatkan gadis itu. Setelah itu, ia baru sadar bahwa gadis itu adalah Yoon Junghee yang juga bersekolah di tempat yang sama dengannya. Ia tak tahu tentangnya karena ia berada di kelas yang berbeda, namun mereka akhirnya masuk dalam kelas yang sama saat kelas 11 SMA.

Ketika mereka sedang bercakap-cakap, pertunjukan musikal mulai menuju arah yang gila. Ternyata ada serangga di apel yang dijual pada ratu, jadi Snow White memukuli si penjual apel tanpa ampun. Setelah ia tak sengaja menggigit apel yang ada serangga di dalamnya, ia jatuh ke tanah. Para kurcaci menemukannya, menculiknya, dan membawanya ke rumah mereka.

Mereka berencana untuk menyuruh Snow White memasak makanan mereka, mencuci pakaian mereka, dan membersihkan rumah mereka! Tak lama, Snow White yang baru bangun merasa bingung. Bagaimana mungkin seorang putri bisa melakukan pekerjaan rumah? Ketika para kurcaci menyuruhnya untuk membersihkan piring, ia memecahkan semuanya, dan ketika mereka menyuruhnya untuk bersih-bersih, ia merusak seluruh furnitur dan dekorasi.

Akhirnya, seorang pangeran datang untuk menjemput si putri, ketuju kurcaci menangis bahagia, karena akhirnya terbebas dari pembantu mereka yang tak jelas itu. Sungguh pertunjukan musikal yang membosankan.

“… Sungguh mengecewakan,” Lee Hyun berpikir bahwa ia telah menyia-nyiakan waktunya. Namun Yoon Junghee yang duduk disebelahnya malah tertawa terbahak-bahak.

“Hehehe. Lihat itu, Hyun. Lucu sekali.”

Ia tak mengerti kenapa gadis itu memanggilnya dengan sapaan yang akrab sekalipun ia jarang melihatnya. Saat mereka menghabiskan waktu bersama seperti itu, adik Hyun datang. Lee Hye Yeon bukannya memakai seragam, ia malah mengenakan celana jean dan t-shirt putih. Pada saat itu, Lee Hyun merasakan percikan yang menyala dari persaingan antara Hye Yeon dan Junghee.

“Kenapa kau duduk disampaing kakakku, wanita tua?” Serangan tiba-tiba dari Hye Yeon sangat tajam dan dipenuhi oleh rasa iri. Aura membunuh terpancar dari tubuhnya.

Pada saat itu, Lee Hyun merasa bahwa adiknya lebih menakutkan daripada seorang death knight. Namun, satu Dullahan sedang duduk tepat disampingnya.

“Wanita tua? Sungguh kotor sekali mulutmu untuk seukuran bocah.”

“Aku tak terlalu jauh lebih muda darimu!”

“Aku teman sekelas kakakmu. Jika aku dirimu, aku akan menjaga mulutku.” Junghee perlahan-lahan meletakkan tangannya di pundak Lee Hyun.

“Hmph!”

Hye Yeon berjalan ke arah Lee Hyun, mengabaikan Junghee. “Apa yang kau lakukan disini?”

“Apa maksudmu? apa yang kulakukan disini? Aku melihat festival.”

“Uh, udah cepat kesini!” Hye Yeon dengan paksa menarik Hyun dari tempat duduknya.

“Kenapa?”

“Ada sesuatu yang ingin kulakukan denganmu!”

“Apa itu?”

“Udah ikut aja!”

Lee Hyun terpaksa berdiri. Saat ia bangkit dari duduknya, Hye Yeon memberikan senyuman kemenangan yang keji ke arah Yoon Junghee. Ia mengajak Hyun ke lapangan sekolah, dimana banyak acara dan tantangan tersedia.

Ternyata, KMC Media membawa acara dan tantangan itu untuk sekolah. Mereka menayangkan video para murid menghindari bermacam-macam jebakan dan menyelesaikan misi. Sungguh pemandangan yang kacau dengan kameramen bergerak disekitar kumpulan murid yang berputar-putar dan melompat-lompat.

Hye Yeon membawa Lee Hyun berdiri di depan salah satu tantangan yang paling mudah.

Orang-orang harus mengikat satu kaki mereka dengan satu kaki orang lain dan lari ke garis finish pada sinyal yang diberikan oleh wasit.

“Kenapa kita kesini?”

“Kau dan aku akan lari bersama. Aku benar-benar ingin mencoba balapan 3 kaki.”

“Kenapa aku harus melakukannya? Lakukan hal ini sendirian.”

“Aku tak bisa melakukan ini kecuali aku bersamamu! Aku sudah berkata pada teman-temanku bahwa aku akan lari denganmu. Jadi kau harus ikut balapan denganku.”

Lee Hyun mengernyit, tapi ia tak bisa menang melawan paksaan adiknya.

‘Hal ini tak mungkin masuk TV.’

Lee Hyun menatap kamera dengan mata yang tak kenal takut. Sekalipun mereka merekam dimana-mana, tak semua rekaman akan ditayangkan. Hanya kegagalan yang paling besar akan di edit dan ditayangkan.

Omong-omong, ketika KMC media menayangkan sebuah festival sekolah, perekaman yang sebenarnya dimulai pada malam hari ketika selebritis datang mengunjungi. Selebritis yang melalui rintangan sangat populer dikalangan penonton. Murid-murid dan orang biasa hanyalah pelayan mereka. Dari pandangan Lee Hyun, mereka hanyalah beta tester bagi keamanan para selebritis.

Panitia perempuan yang seksi dan memakai rok pendek menerima aplikasi para pendaftar.

“Hah… Kami akan ikut berpartisipasi.”

“Biayanya 10 ribu won untuk sekali main.”

Lee Hyun merinding, namun dengan ogah mengeluarkan uang dari sakunya. Sekalipun ini adalah festival, biayanya benar-benar keterlaluan; lebih mirip seperti penipuan.

‘Baiklah, sepertinya malam ini aku makan bayam saja.’

Tentu saja, untuk Hye Yeon dan nenek, ia akan memasak makanan lezat, namun ia masih memiliki harapan kecil bahwa adiknya akan makan banyak di festival dan sudah kenyang saat pulang kerumah.

“Sekarang, siap… Mulai!”

Dua belas pasangan balapan pada waktu yang sama.

Tepat saat suara tembakan terdengar, Lee Hyun dan Lee Hye Yeon mulai berlari. Karena itu adalah balapan 3 kaki, mereka tersandung oleh kaki satu sama lain dan pada akhirnya memelan. Disaat mereka menyelesaikan sepertiga balapan, mereka menjadi salah satu pasangan yang paling lambat.

“Kak, ayo lebih cepat!”

“Aku sudah mencoba yang terbaik.”

“Aku bilang, lebih cepat!”

“Oke, oke.”

Karena ia dipaksa untuk ikut, Lee Hyun tak melakukannya dengan serius. Ketika ia melihat pasangan lain melewati mereka, Hyun bertanya, “Apa yang bagus sama game-game seperti ini? Apa yang kau dapat ketika juara satu, cuma punggung yang penuh keringat.”

“Kau tak tahu? Juara satu dapat voucher belanja di mall.”

“B-berapa?”

“100 ribu won.”

Gerakan Lee Hyun tiba-tibe berubah. Ia mencengkeram adiknya, Hye Yeon, dan mulai lari dengan cepat. Lee Hyun merangkak ke posisi satu dengan kecepatan yang sangat tinggi.

Motivasi yang sempurna!

Sebenarnya, balapan 3 kaki membutuhkan kerja sama kedua pemain. Lee Hyun dan Hye Yeon menyelesaikan semua rintangan dalam waktu yang sangat cepat, melewati semua pasangan lain dan meraih posisi pertama.

“Selamat, anda menang.”

Mereka memenangkan voucher belanja mall sebesar 100 ribu won dari pembawa acara. Hyun dapat mendapat beberapa ribu won bila ia menjualnya secara online. Sayangnya, sebuah tim tak bisa berpartisipasi dalam acara yang sama lagi, jadi mereka tak bisa mendapat lebih banyak uang dari balapan itu. Lee Hyun dengan cepat mencari game lain yang memberikan hadiah. Matanya penuh dengan kehidupan, tak seperti sesaat yang lalu.

“Mau coba itu?”

Ia menunjuk pada fasilitas yang dipasang di tengah-tengah lapangan.

Fasilitas itu disebut Princess Set. Set itu memiliki 3 bagian: pertama, kau harus menyeberangi kayu yang licin dan bergerak, kedua, kau harus memecahkan 50 balon air yang ditembakkan ke arahmu, dan ketiga, kau harus mendaki sebuah tembok menggunakan tali. Seseorang harus menyelesaikan ke 3 rintangan dan menyelamatkan sang putri yang menunggunya di dalam kurungan. Tentu saja, putri nya adalah salah satu dari orang yang berpartisipasi.

Itu adalah game dimana kau harus menyelamatkan putrimu sendiri. Dalam kasus Hyun, ia harus menyelamatkan Hye Yeon.

“Sepertinya itu akan susah, apa kau akan baik-baik saja? Mending menyerah daripada nanti kau jatuh ke kubangan dan sakit flu, kak.”

Kecemasan memenuhi mata Hayan. Strukturnya yang tinggi tampak berbahaya, dan kau akan basah kuyup jika jatuh dari batang kayu. Banyak orang mengerumuni tempat itu, dan mendukung para peserta. Kebanyakan kamera difokuskan pada Princess Set.

“Tak usah khawatir. Percaya padaku.”

Ini adalah event dimana hadiahmu bergantung pada catatan waktumu. Orang yang tercepat mendapat 3 juta won dan voucher belanja senilai 2 juta won. Karena sekolah dan perusahaan penyiaran berinvestasi banyak untuk event ini, hadiahnya sangat besar. Lee Hyun membayar 20 ribu won dan mendaftar.

Ia harus menunggu lumayan lama. Ada banyak penantang di event ini. Lebih dari 95% gagal dan tak bisa menyelamatkan putri mereka. Sekalipun kau berhasil menyelamatkan si putri, hadiahnya tergantung pada waktu mu, jadi kesempatan menang sangatlah kecil.

Giliran Lee Hyun akhirnya datang setelah menunggu selama satu jam. Saat itu festival sudah hampir berakhir, setelah semua pendaftaran untuk event ditutup.

“Hyun, hati-hati agar kau tak terluka…”

“Ya. Jangan khawatir dan tunggu saja sebentar. Aku akan menyelamatkanmu dengan cepat.”

Hye Yeon masuk kedalam kurungan. Tak lama, ia dikerumuni oleh teman-temannya yang membuat ramai situasi.

“Apa orang itu kakakmu yang sering kau ceritakan?”

“Ya. Dia Tampan kan?”

“Dia biasa-biasa aja…”

Teman-temannya tak bisa menyembunyikan kekecewaan mereka. Gambaran Lee Hyun yang dilebih-lebihkan oleh Hye Yeon sangat berbeda dari penampilan aslinya.

“Aku benar-benar tak mengerti sehebat apa kakakmu, sampai-sampai kau menolak semua cowok yang menembakmu.”

“Ya. Dunia ini luas dan banyak orang yang lebih baik daripada kakakmu.”

“Kalian tak tahu apa-apa!”

Lee Hyun berdiri di garis start. Dua pembawa acara selebritis, seorang pria dan wanita, mendekatinya dan mengarahkan mikrophone ke wajahnya. Pria yang tampan dan memiliki aura kedewasaan, dan pembawa acara wanitanya cantik. Seperti yang ia duga soal para selebriti. Pembawa acara pria bertanya, “Kenapa kau memutuskan untuk mengikuti permainan ini?”

“Untuk menyelamatkan satu-satunya adikku yang paling berharga,” jawab Lee Hyun asal-asalan. Jika ia tak membuka kunci kurungannya, maka kurungan itu akan bergerak ke atas kubangan, dan bagian bawahnya akan terbuka secara tiba-tiba. Hye Yeon akan jatuh ke dalam kubangan.

Kali ini, pembawa acara wanita bertanya. “Ya. Kau datang untuk menyelamatkan adikmu. Dari informasi yang baru aku dapat, adikmu adalah murid paling cantik yang ikut berpartisipasi dalam permainan ini. Ternyata ia adalah idola di sekolah! Aku akan melihat apakah si cantik akan jatuh ke dalam kubangan atau diselamatkan oleh sang pahlawan. Ini cuma opiniku, tapi aku pikir para penonton lebih ingin ia jatuh ke dalam kubangan. Sebelum kau mulai, tolong katakanlah seberapa besar resolusimu!”

“Aku akan mencoba sebaik mungkin.”

Lee Hyun merasa bahwa kata-kata lain itu tak penting. Ia akan melakukan yang terbaik, dan menang dengan cara apapun. Ia akan menyelamatkan adik nya, dan memenangkan 3 juta won dan voucher belanja senilai 2 juta won! Motivasi itu tak bisa diukur tingginya.

Pistol pun ditembakkan, dan Lee Hyun melesat ke depan dengan instingnya yang seperti hewan buas. Ia melalui beberapa rintangan yang hanya merupakan dekorasi belaka dan sampai di rintangan pertama.

Itu adalah satu jembatan kayu, dengan air disekelilingnya dan batang stirofoam berguling dimana-mana untuk memperlambat penantang. Murid-murid perempuan menembakkan senapan air dari segala arah kepada penantang.

Pembawa acara pria terus-menerus berkomentar layaknya machine gun.

“Sang penantang sekarang sudah sampai di rintangan pertama. Aku pikir ia adalah orang tercepat yang sampai di sana sejauh ini, namun akan berbahaya baginya untuk terus maju karena ia mungkin akan jatuh ke dalam kubangan! Jika ia jatuh, maka ia akan didiskualifikasi. Ia harus bergerak dengan tepat.”

“Ya!”

Hyun tak bisa mendengar baik suara pembawa acara atau teriakkan penonton. Sekalipun ia dengar, tak akan ia pedulikan.

‘Ini adalah game yang bergantung pada kecepatan. Aku tak bisa terlambat.’ Mata Lee Hyun bersinar tajam. Ia dengan cekatan melompat ke jembatan dan mulai berlari.

Pinggangnya, yang terdiri dari otot-otot yang kuat, mencegah tubuhnya bergoyang. Seimbang dengan sempurna, ia berlari layaknya rintangan yang menutupi jembatan itu cuma tanah yang datar. Tubuhnya sangat ringan dan kakinya melaju ke depan layaknya ia melayang; langkah kakinya seperti yang biasa di lihat di film-film kungfu china.

Batang stirofoam bergerak di jalur yang sudah ditentukan. Lee Hyun terus melaju, layaknya batang-batangan stirofoam membuat jalan untuknya.

“Tembak!”

Para murid perempuan menembaki meriam air, namun kebanyakan hanya mengenai tempat kosong yang sudah dilewati Hyun. Lee Hyun menyelesaikan tantangan pertama dengan kecepatan yang luar biasa dan sampai di tantangan berikutnya.

“I-ini benar-benar menakjubkan. Ini pertama kalinya seseorang bisa menyelesaikan tantangan pertama secepat ini. Ia lari dengan kecepatan yang mencengangkan; aku seperti sedang melihat aksi sirkus. Apa yang kau pikir, Ms. Ha? Oh, kau terlalu fokus melihatnya.”

Ha Yejin adalah bintang yang sedang populer belakangan ini. Ia memiliki tarif yang mahal, jadi biasanya kau hanya bisa melihatnya di film-film atau iklan. Namun ia adalah alumnus dari Dein High School. Itulah kenapa ia menjadi pembawa acara untuk event ini.

Ha Yejin hanya bisa memandangi Lee Hyun seperti rusa yang disinari lampu sorot.

Balon air ditembakkan layaknya peluru dari mesin.

Lee Hyun berada di depan menara yang lumayan tinggi.

Ia harus memecahkan 50 balon air!

Kau hanya bisa lanjut setelah paling tidak memecahkan sepertiga dari 150 balon yang ditembakkan. Setengah dari para penantang gagal di tantangan pertama, dan sisanya gagal di tantangan kedua.

Ini juga tantangan dimana kau bisa jadi sangat malu dari situasi seperti jatuh ke spons dibawah karena terkena tembakan balon air. Para penantang harus bekerja sampai batas kekuatan mereka untuk memecahkan balon air yang terus menerus ditembakkan ke arah mereka, jadi biasanya mereka jatuh dalam posisi yang bodoh. Ini adalah tantangan yang dijamin akan mendapat banyak penonton.

Tapi balon air meledak di dekat Lee Hyun. Air muncrat kemana-mana dari balon air yang pecah.

Tangan dan kaki Lee Hyun bergerak secepat kilat selagi ia menghancurkan balon-balon. Orang-orang yang mencoba memecahkan balon air di udara akan tahu: ini bukanlah hal yang mudah. Sekalipun mereka memiliki ukuran yang besar, balon itu berputar ke arah penantang, jadi susah untuk mengenai mereka tanpa konsentrasi yang tinggi.

Balon air yang ditembakkan oleh sebuah mesin memiliki trajektori yang berbeda-beda. Beberapa terbang tinggi, beberapa rendah, dan beberapa terbang jauh.

Sekalipun kau sukses memecahkan sebuah balon, airnya akan terciprat ke matamu, dan orang-orang akan mulai panik jika kehilangan penghilatan mereka.

Situasi akan menjadi lebih susah ketika mesin mulai menembakkan balon dengan kencang.

Tapi Lee Hyun menemukan urutan balon ditembakkan dan menajamkan indranya.

Ketika ia menjulurkan tangannya untuk memecahkan beberapa balon, berat badannya berpindah ke depan. Ia menyeimbangkan berat badannya dengan melakukan tendangan berputar yang indah. Tangan dan kakinya mengalir layaknya air yang tenang. Tak sedikitpun ia kehilangan keseimbangan, atau menjadi panik.

Lee Hyun menendang tiga kali saat melayang, memecahkan 3 balon air sebelum ia jatuh kembali ke tanah.

Gerakannya seperti menari. Ia memecahkan seluruh balon air tanpa menyisakan satu pun.

Pembawa acara dan para penonton hanya bisa bengong.

“Oh, oh ya Tuhan…”

“Apa-apaan ini…”

“Siapa orang itu?”

Kru kamera sibuk merekam momen itu di layar, dan pembawa acara hanya bisa melihat Hyun dengan mulut terbuka karena shock, dan lupa untuk berkomentar.

Setelah memecahkan 50 balon lebih cepat dari yang lain, Lee Hyun bergerak ke tantangan berikutnya.

Tantangan terakhir adalah untuk mendaki tembok yang seperti batu besar setinggi 3 meter dengan seutas tali dan mendarat di sisi lain. Disampingnya juga ada tembok untuk pengamanan, dan satu tali yang bergantung di depan.

‘Kalau cuma setinggi ini…’ Lee Hyun melesat ke arah tembok, tak mengurangi kecepatannya sedikitpun.

“Ahhh!”

Sekalipun itu hanyalah tembok palsu yang terbuat dari stirofoam, orang-orang berteriak melihat Hyun yang tak berhenti. Sepertinya ia tak punya niat untuk menggenggam tali yang disediakan.

Ketika Lee Hyun sampai di tembok, ia melompat. Ia menendang tembok di samping yang sebenarnya untuk pengamanan belaka dan terus naik ke atas. Setelah melompati poin tertinggi dari tembok dengan putaran yang elegan, Lee Hyun melanjutkan dengan lari ke depan tepat setelah ia mendarat di tanah.

Ia bisa melihat adiknya terkunci dalam kurungan di akhir permainan.

“Aku datang menyelamatkanmu seperti yang kujanjikan. Aku sedikit telat ya?”

Lee Hyun membuka pintu kurungan.

Festival sekolah berakhir dengan sukses besar. Karena selebriti yang datang di akhir hari, Princess Set dikerubungi oleh gerombolan penonton yang sangat banyak. Lee Hyun juga sangat bahagia karena datang di festival. 3 juta won tunai dan voucher belanja 2 juta won! Ia berjalan pulang dengan penuh girang setelah tanpa diduga berhasil mendapatkan 5 juta won.

‘Jika aku menukarkan voucher belanja ini untuk uang, aku bisa menabung cukup banyak untuk biaya kuliah Hye Yeon. Tapi karena aku mendapatkannya dari sebuah hadiah, haruskah aku membelikan nenek dan Hye Yeon beberapa pakaian baru? Mall juga terlalu mahal jadi aku akan membelinya di market…’

Ketika Hye Yeon sedang berpikir dalam-dalam, Hye Yeon menarik bajunya.

“Kakak.”

“Hmm?”

“Kaki ku sakit.”

“Oh ya?”

Pasti ia merasa lelah, karena ia harus mengikuti Lee Hyun seharian dan tak bisa menikmati festival sekolah.

Lee Hyun merasa menyesal telah mengajak adiknya kemana-mana untuk mendapatkan hadiah uang.

“Apakah kau mau naik taksi?”

Sungguh penyia-nyiaan uang untuk naik taksi! Ia tahu ia harus membayar harga lebih mahal karena jarak mereka ke rumah sekitar 5 blok. Lee Hyun juga tak pernah menaiki bus ketika ia pergi sekolah, tapi karena ia sangat senang hari ini, mungkin bolehlah sekali-kali mengendarai taksi.

Tentu saja, dadanya bergetar. Ia pernah naik taksi dua kali seumur hidupnya, dan ia merasa bahwa keduanya adalah pemborosan uang yang sia-sia.

Hayan menggelengkan kepalanya pada Lee Hyun.

“Tak usah. Kita tak terlalu jauh dari rumah, jadi tak apa-apa.”

“Jadi kau mau istirahat? Aku akan membelikanmu minuman. Tapi kau tak boleh minum kopi karena kau masih kecil…”

Hye Yeon mengeluarkan lidahnya. “Hush, aku sudah besar sekarang.”

“Di mataku, kau masih seorang anak-anak.”

“Ihh. Omong-omong, kau belum makan malam. Ayo cepat pulang.”

“Itu… tidak benar. Aku makan banyak dimana-mana saat aku lihat festival.”

“Bohong, aku tahu kakak bukanlah tipe orang yang membeli makanan seperti itu.”

Tak ada orang yang mengetahui sifat Lee Hyun lebih baik dari Hye Yeon. Sifatnya yang pelit takkan pernah mengijinkannya untuk membeli makanan yang mahal di festival.

“Terus harus gimana dong? Apa kau mau kugendong dibelakang?”

Ia berkata dengan nada becanda, namun Hye Yeon tersenyum, “Kau membaca pikiranku!”

“Eh… serius? Orang-orang bakal ngelihatin kita.”

“Tak apa-apa. Cepat gendong aku dibelakang. Kakiku sakit.” Hye Yeon mulai merengek.

Lee Hyun tak punya pilihan lain selain menggendong Hye Yeon. ‘Sudah lama sekali, sejak terakhir kali aku menggendong Hye Yeon.’

Ketika orang tua mereka meninggal, Hye Yeon masih kelas 2 SD.

Lee Hyun selalu menggendong adiknya yang terus menangis ke sekolah karena ia tak mau masuk sekolah. Ia melakukannya selama setahun. Setelah orang tua mereka meninggal, mereka harus membayar hutang mereka, jadi mereka terpaksa menjual rumah mereka, dan pindah dari satu tempat ke tempat lain.

Karena Hye Yeon pergi ke sekolah seperti anak baik-baik setelahnya, tak ada alasan lagi untuk menggendongnya setiap saat, dan sekarang hal itu menjadi kenangan yang indah.

Karena orang-orang terkikik dan melihat mereka, Lee Hye Yeon memeluk erat tubuh Hyun. “Aku berat ya?”

“Tidak, kau harus makan lebih banyak.”

Tubuh Hye Yeon sangat kurus dibanding tinggi badannya. Untuk Lee Hyun yang tubuhnya penuh dengan otot dari bermacam-macam latihan, Hye Yeon terasa ringan seperti bulu.

Hye Yeon bertanya penasaran, “Apa kau tetap mau menggendongku sekalipun aku jadi seberat babi?”

“Tentu saja, aku bahkan tetap akan menggendongmu sekalipun kau jadi seberat kuda nil.”

“Aku selalu memaksamu untuk menolongku, apa yang harus kulakukan untuk berterima kasih padamu?”

“Tolong apa… udah cepat tumbuh saja terus dan menikahlah.”

“Aku akan menikah dengan orang tua kaya yang hampir mati, jadi aku bisa membalas semua yang udah kakak ama nenek lakukan untukku.”

“Sekalipun cuma bercanda, jangan ngomong begitu. Cari seseorang yang akan benar-benar membuatmu bahagia. Aku akan hidup bersama nenek jadi kau gak usah khawatir, dan hiduplah semaumu.”

Festival Life!

Episode: Dein High School.

Acara itu menerima 10x lebih banyak penonton dari biasanya.

Orang yang menyelesaikan Princess Set dalam waktu tercepat! Jembatan silang tak bisa menghentikannya, dan ia melakukan hal yang menakjubkan di tantangan kedua. Ia menggunakan seni bela diri yang hanya bisa dilakukan oleh orang yang bisa mengatur tubuh mereka dengan sempurna!

Para penonton menjadi liar saat melihat tendangan Lee Hyun.

Ia menyelesaikan tantangan terakhir, menaiki tembok dengan mudah menggunakan fleksibilitas tubuhnya.

Sekalipun Lee Hyun hanya terekam selama 1~2 menit, efek yang didapat benar-benar di luar imajinasi. Videonya tersebar di seluruh internet, bahkan sampai tersebar di website negara lain.

Ia mendapat julukan baru: The Princess’s Knight! (ksatria sang putri)

Translator / Creator: alknight