October 24, 2016

The Legendary Moonlight Sculptor – Volume 2 – Chapter 7: Nameless Statue of Lavias

 

Weed dan Da’in.

Mantra blessing dari Da’in memperkuat kemampuan bertarung Weed dengan jumlah yang besar, dan pada waktu yang sama melemahkan para monster. Ibaratnya bahwa ia menciptakan sayap untuk Weed, yang sebelumnya saja sudah sangat hebat. Kerja sama mereka menambah potensi mereka berdua hingga hampir tak terbatas.

Meski begitu, Da’in tak membunuh monster. Ini bukan masalah bagi Weed, karena ia bisa meningkatkan skill Swordmanship miliknya bila Da’in tak ikut menyerang.

‘Sekalipun begitu, aku tak bisa mempercayai orang yang aku temui di tempat seperti ini.’

Weed terus-terusan khawatir bahwa Da’in mungkin akan mengkhianatinya nanti, bahkan ketika ia bertarung. Setelah menghabiskan banyak waktu disini, Da’in mengetahui banyak hal tentang Lavias. Menurutnya, baru-baru ini ia telah keliling Lavias untuk mengumpulkan informasi. Ia masuk ke dalam dungeon ini ketika Weed dan party nya datang ke Lavias.

‘Cerita yang sangat amat tak bisa dipercaya,’ pikir Weed. Namun memang benar bahwa ia tak pernah bertemu dengan Da’in di Lavias, jadi pasti benar bahwa Da’in berada di dalam dungeon selama itu. Meski begitu, alasan seperti itu tak cukup untuk membuatnya percaya semua yang dikatakan Da’in.

“Gimana kalau kita pindah ke tempat berburu lain? Kebetulan aku tahu beberapa dungeon yang belum dijelajahi, tapi aku belum pernah masuk ke dalamnya.” Menurut investigasi Da’in, paling tidak ada 8 dungeon yang belum dijelajahi.

“Ketika kau bilang dungeon yang belum dijelajahi, maksudmu tak ada yang belum memasukinya?”

“Ya.”

Weed merasa bingung. “Aku tak mengerti.”

Da’in adalah salah satu anggota party yang pertama kali memasuki City of Heaven, namun ada dungeon yang belum mereka kunjungi? Sangat sulit untuk dipercaya.

“Tak ada alasan untuk mengunjunginya, karena semua orang selain aku memiliki level lebih dari 200 di dalam party.”

“Jadi mereka tak peduli dengan dungeon level rendah? Sekalipun begitu, aku tak percaya seseorang akan dengan sengaja mengabaikan sebuah dungeon.”

Ada beberapa keuntungan menemukan dungeon, namun satu yang tak bisa diabaikan adalah tambahan fame. Jumlah fame yang lumayan akan diberikan saat menemukan dungeon, dan menjelajahi seluruh peta dungeon akan memberikan lebih banyak fame, dan bahkan uang. Sekalipun level mereka sangat tinggi hingga tak ada yang layak untuk diburu, siapa yang akan mengabaikan hadiah fame? Da’in menyembunyikan sesuatu tentang party nya yang dulu.

“Kalau kau tak memberi tahu alasannya, aku tak akan pergi dari sini.”

“Aku tak bisa mengatakan padamu apa yang mereka lakukan…”

“Apa itu rahasia?”

“Ya, aku berjanji tak menceritakannya pada siapapun… sulit untuk dijelaskan, namun aku bicara jujur. Kau harus mempercayaiku.”

Weed memutuskan untuk membiarkan hal itu. Tak ada yang bisa ia lakukan untuk meyakinkan Da’in agar ia membuka rahasianya. Kata-kata yang tampak rapuh mempunyai kemungkinan yang lebih besar menjadi hal yang benar. Ditambah, mereka baru saja pergi meninggalkan Cave of Dead Warrior’s untuk menjelajahi dungeon lain. Jadi paling tidak Da’in berkata jujur tentang dungeon yang lain.

  • Mirkan Tower.
  • Secret Area of Pan Lake.
  • Baravall Coal Mine.
  • Segmail Vista.
  • Gaet Altar.
  • Parrot Nest.
  • Barlog Ruins.
  • Sealed Cave of Margres the Destroyer.

Area-area itu adalah area yang belum dijelajahi. Weed dan Da’in sampai disana, jauh dari kota. Mirkan Tower tampak seperti menara yang menjulang dari awan-awan dibawah pulau. Seperti yang diduga, Weed dan Da’in menjadi petualang pertama yang menemukan tempat itu. Mereka kebanyakan melawan monster yang terbang. Weed memiliki Archery sebagai skill menyerang jarak jauh. Ia menggunakan busur dengan tali yang kuat yang memanfaatkan statusnya yang tinggi untuk mengeluarkan damage yang besar.

Hanya dengan 10 gold, seorang player dapat membeli bulu spesial di dekat menara dan bisa menggunakannya untuk terbang selama sebulan. Ditambah, penemuan dungeon memberi dobel EXP dan dobel item drop! Weed dan Da’in menjelajahi dan berburu di Mirkan Tower, Secret Area of Pan Lake, dan Baravall Coal Mine satu demi satu. Di Balrog Ruins, Gaet Altar, dan Segmail Vista, monster terlemahnya adalah Death Knight. Tak ada yang berani memasuki area tersebut dan pintu masuk mereka telah disegel. Meski begitu, dengan bantuan Da’in, Weed mengalami kemajuan pesat dan mendapatkan EXP dan item dalam jumlah banyak.

‘Sekarang, kalau saja aku bisa membuat ini…’

Saat ini Weed sedang memelototi dua ekor lobster. Disampingnya, Da’in juga memelototi kedua lobster itu dan menelan ludah. Skill memasak Weed hanya membutuhkan 1% lagi untuk masuk ke tingkat intermediate, jadi ia memilih masakan spesial untuknya. Masakan terbaik yang bisa disajikan oleh koki dengan level beginner adalah seafood, ialah, lobster yang terkenal!

Tentu saja, Hyun tak pernah makan lobster sebelumnya. Harganya terlalu mahal. Salah satu alasan ia belajar skill memasak dengan rajin ialah agar bisa merasakan makanan seperti ini.

Lobsternya mencoba melawan, namun mereka bukanlah tandingan tatapan dingin yang dipancarkan Weed. Pada akhirnya, mereka hanya bisa menundukkan antena mereka. Namun, Weed tak sedang mencoba untuk memelototi mereka sampai mati; ia tengah mencoba menggambarkan daging lobster yang mahal itu. Tangan Weed bergetar. Bahkan di dalam game, lobster adalah hal yang langka dan mahal. Di Lavias mereka bisa membelinya seharga 1 gold untuk seekor lobster. Jika ia tak menjelajahi dungeon dengan dobel item drop, ia tak akan pernah berpikir untuk membeli mereka.

‘Setelah aku masak para bajingan ini, level Cooking ku akan mencapai Intermediate.’

Tangan Weed bergerak secepat kilat saat ia menggenggam kepala lobster dengan tangan kirinya dan menggunakan Zahab’s Engraving Knife di tangan kanannya untuk memotong mereka dari kepala sampai ekor. Tubuh lobster terbelah jadi dua dan Weed dengan cepat membersihkan pasir yang ada di tubuh mereka dan mengeluarkan telur. Dengan segera, ia mulai menggorengnya di panci, bersama dengan bumbu dan kecap yang telah ia persiapkan sebelumnya. Tak lama, asap mulai membumbung dan lobster telah dimasak dengan sempurna. Akhirnya, hidangan lobster siap disajikan!

Ting!

 Cooking Skill mencapai level 10, Intermediate.

Anda sekarang bisa memasak dengan menggunakan bahan yang lebih bervariasi, dan ketika merasa kenyang, beberapa  efek akan naik tergantung dari tipe bahan-bahan yang digunakan. (Contoh: Drake’s Egg, tumbuhan herbal, dll.)

 Semua status meningkat sebanyak 5.
Fame meningkat sebanyak 10.
Mendapat Craft skill: Wine-brewing.

 Afinitas dengan tanah meningkat sebanyak 30.
Resistensi sihir elemen tanah meningkat 20%.
Resistensi sihir elemen api dan air meningkat 10%.

Keinginannya untuk mencapai tingkat intermediate cooking akhirnya tercapai, dan hadiahnya juga sangat memuaskan. Equip untuk meningkatkan magic resistance lumayan mahal, namun ia bisa meningkatkannya melalui skill Cooking.

“Wow, itu tampak lezat.”

Da’in, yang tengah menunggu masakannya matang dengan sabar, menggulung lengan bajunya dan langsung mengambil makanan. Weed juga buru-buru memakan porsi lobster miliknya.

Weed bertarung dan dibantu oleh Da’in. Keduanya mendominasi semua dungeon. Da’in bekerja keras dalam heal dan memberi buff sampai-sampai Weed tak menyesal telah bergabung dengan party nya. Da’in adalah wanita yang misterius bila kau mengenalnya lebih dekat. Ketika ia menemukan monster, ia memberi mereka kutukan beberapa kali sambil melihat mereka dengan tatapan yang penuh kesedihan. Ditambah, ia sangat teliti dengan uang atau item. Disaat Weed mencoba untuk mendapat lebih banyak silver, atau bahkan copper, ia akan memberi tahu letaknya pada Weed.

Didekat Secret Area of Pan Lake, banyak herbs yang tumbuh. Disana Da’in jongkok tanpa ragu-ragu dan menggali tanah untuk mengambil herbs. Benar-benar insting bertahan hidup yang tinggi! Kadang-kadang ia akan menulis puisi atau menyanyikan sebuah lagu. Suaranya terdengar sangat jernih dan enak didengar. Karena itu, Weed bisa berburu dengan senang hati.

‘Ternyata berburu monster bisa menyenangkan seperti ini ketika bersama orang lain…’

Tak ada orang lain yang mengunjungi lavias. Pale dan Surka mengirim pesan, berkata bahwa mereka memutuskan untuk berburu di dekat Serabourg. Karena orang tua mereka masih player baru, susah bagi mereka untuk pergi meninggalkan mereka.

Seluruh waktu ia habiskan hanya bersama dengan Da’in. Ditambah, ia adalah wanita yang mirip seperti wanita idamannya. Sebagai seorang pria, tentu akan bohong bila Weed berkata ia tak pernah melirik Da’in. Pada awalnya, Da’in tersenyum setiap saat, namun kadang-kadang suatu bayangan muncul di wajahnya. Namun, ia kembali tersenyum selagi berburu dan makan dengan Weed.

Suatu hari, Weed memutuskan bahwa ia ingin menjadi temannya. “Um… Apa kau ingin berburu bersama mulai dari sekarang?” ia bertanya.

Tapi Da’in hanya terdiam.

“Maafkan aku, Weed.”

Ia menjawab setelah beberapa saat terdiam, dengan ekspresi serius di wajahnya.

“Apa maksudmu?”

“Dulu, aku membuat keputusan yang salah. Kupikir tak ada yang menyayangiku… Aku tak bisa mempercayai siapapun.”

“… Apa hal itu berhubungan dengan kenapa kau ditinggal sendirian di Lavias?”

“Susah untuk menjelaskannya secara penuh, namun ya, kedua hal itu berhubungan. Omong-omong, aku merasa semangatku terdorong dengan menghabiskan waktu bersamamu, Weed. Mungkin, aku bisa menemukan tempatku sekali lagi…”

“Jadi?”

Weed merasa sedikit frustasi.

Ia merasa senang mendengar bahwa saat Da’in menghabiskan waktu bersamanya, ia bisa membantunya mendapatkan kembali keberaniannya yang hilang. Namun mendengar bahwa Da’in akan pergi membuatnya merasa dimanfaatkan.

Tak ada yang suka dimanfaatkan.

“Bukan maksudku seperti itu. Setelah bertemu denganmu, aku merasa aku bisa bertahan hidup.”

“Tak mungkin. Apa kau…”

“Ya, aku… sedang sakit. Sekalipun aku bisa mendapat operasi, tak ada jaminan bahwa itu akan membuatku lebih baik. Aku menunda operasinya, namun sekarang adalah waktunya untuk mengambil kesempatan itu.”

“……”

“Tolong jangan melihatku seperti itu. Aku akan baik-baik saja. Takdir dan keberuntungan adalah hal yang mirip, sampai-sampai sangat susah untuk membedakan keduanya. Aku tak mau pertemuan kita hanya menjadi sebuah kebetulan belaka. Jika takdir yang mempertemukan kita, aku yakin kita akan bertemu lagi. Aku benar-benar berharap aku bisa bertemu denganmu lagi, Weed.”

Da’in log out dari game. Weed merasa kosong setelah Da’in pergi. Ia tak benar-benar menghabiskan banyak waktu bersama Da’in karena ia terlalu curiga dan berkonsentrasi untuk berburu monster. Mungkin Da’in tak pernah mencoba untuk menyembunyikan penyakitnya. Weed selalu sibuk. Begitu Da’in login, ia akan langsung mengajaknya pergi ke suatu tempat untuk berburu.

Selama sebulan, mereka jarang bercakap-cakap dan hanya berburu. Ia merasa menyesal. Mungkin Da’in tak akan pernah kembali.

‘Jika ia tak kembali lagi, tak akan ada banyak orang yang akan mengingatnya. Ia berada di Lavias sendirian dan tak ada orang yang mencarinya. Aku pikir itulah alasan kenapa ia menghabiskan waktu dengan mengutuk dan menyembuhkan monster.’

Kesendirian dan ketakutan akan kematian hanya bisa dimengerti oleh mereka yang pernah mengalaminya.

Weed berburu, sambil menunggu Da’in kembali, namun ia tetap tak kembali bahkan setelah tiga bulan berlalu di dalam game. Di dunia nyata, tiga minggu baru berlalu. Jika operasi yang ia jalani memiliki resiko tinggi, mungkin butuh berbulan-bulan baginya untuk bisa sehat seperti sedia kala.

‘Ia akan kembali sekalipun ia harus memakan waktu satu atau dua tahun. Ia berjanji padaku.’

Weed mulai mengukir di dalam dungeon.

‘Sekalipun ia tak akan kembali, aku akan meninggalkan ingatanku disini. Untuk menunjukkan paling tidak ada seseorang yang mengingatnya…’

Setelah skill Sculptingnya mencapai tingkat intermediate, ia bisa menggunakan Zahab’s Engraving Knife untuk memotong batu yang besar. Tentu saja, hal itu hanya mungkin dilakukan dengan menggunakan Sculpting Blade. Pisau ukirnya menari dan dua bentuk manusia terukir di dinding yang berbatu.

Weed menggerakkan batu besar ke tempat dimana mereka berbagi makanan dan istirahat, dan membuat sepasang patung dari mereka. Kadang-kadang ia mengukir gambar di tembok. Monster kadang-kadang mengganggunya, namun Weed dengan gigihnya terus mengukir.

Karyanya yang terakhir terletak di Cave of Dead Warrior’s, dimana mereka pertama kali bertemu: gua dengan sungai bawah tanah mengalir didalamnya. Da’in yang tengah tertidur, dan Weed yang menemukannya. Patung mereka berdiri di tempat dimana mereka berbagi ingatan untuk pertama kali.

Kau menyelesaikan Nameless Sculpture of Lavias.

 Patung misterius muncul di Lavias!

 Patung-patung dari ingatan yang berharga ini akan menjadi tempat suci dan petunjuk dalam dungeon yang berbahaya  ini.

 Patung misterius ini dibuat oleh sculptor yang tak diketahui namanya.

 Artistic Value: 300

 Efek: Aura menenangkan di sekitar patung-patung ini akan menambah HP dan MP player sebanyak 25% dan  kecepatan gerak sebesar 10%. Serangan monster akan berkurang 5%.

 Efek tak bisa ditumpuk dengan efek patung lain.
Jumlah Fine Piece yang telah dibuat: 2
Sculpting skill mencapai level 2. Patung anda akan menjadi lebih detil.

Fame naik sebanyak 20.

Status art naik sebanyak 20.

Endurance naik sebanyak 20.

Stamina naik sebanyak 10.

Translator / Creator: alknight